BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

Pantai Kabupaten Bone Bolango. Tahap analisis dari segi bakteriologis. dilaksanakan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasi yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Boludawa. Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango.

PENGARUH KONSTRUKSI SUMUR TERHADAP KANDUNGAN BAKTERI ESCHERCIA COLI PADA AIR SUMUR GALI DI DESA DOPALAK KECAMATAN PALELEH KABUPATEN BUOL

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tuladenggi Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di Kos Smart Center Kota Gorontalo dan

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kantin yang ada di lingkungan Asrama

UJI MPN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA AIR SUMUR BERDASARKAN PERBEDAAN KONSTRUKSI SUMUR DI WILAYAH NAGRAK KABUPATEN CIAMIS

Setelah dingin disimpan di tempat yang bersih dan kering.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian berada di DAMIU Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal juli 2012.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada penjual minuman olahan yang berada di pasar

II. METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu bulan Oktober hingga

BAB III METODE PENELITIAN. uji kandungan bakteriologis Escherichia coli pada es buah yang dijajakan dipasar

BAB III METODE PENELITIAN. hasil analisis keberadaan Escherichia coli pada makanan jajanan kue cucur

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasit dan waktu penelitiannya yaitu : Lokasi pengambilan sampel air sumur ini yaitu di Dusun III, Desa Pulubala

LAMPIRAN. Tabel 1: Hasil Analisis Bakteri Koliform dengan Metode MPN. Sampel Kode sampel Tes perkiraan

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan di Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2012 di

BAB III METODE PENGUJIAN. Pemeriksaan bakteri Coliform pada air limbah dilakukan Balai Riset dan

BAB III TEKNIK PELAKSANAAN. Tempat Pelaksanaan Pengujian ini dilaksanakan di. Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP), Kelurahan

BAB III METODE PENELITIAN. C), 6 gerobak pangsit (gerobak pangsit D, E, F, G,H dan I). Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilakukan di Desa Karya Baru Kecamatan Dengilo. Penelitian dilakukan pada tanggal 17 Desember 2013.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perhitungan bakteri coliform ikan bandeng (Chanos chanos) yaitu : Hasil Tabung Reaksi Setelah Uji Pendugaan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik untuk mengetahui

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berada di Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Kelurahan ini memiliki luas

PENGARUH JARAK ANTARA SUMUR DENGAN SUNGAI TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR GALI DI DESA TALUMOPATU KECAMATAN MOOTILANGO KABUPATEN GORONTALO

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 sampai Febuari 2014

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bohulo. Desa Talumopatu memiliki batas-batas wilayah sebelah Utara berbatasan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sumur kurang dari 0,8 meter dari permukaan tanah didapat hasil sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Eksperimental Laboratorik.

BAB III METODE PENELITIAN. observasi kandungan mikroorganisme Coliform dan angka kuman total pada susu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif, yaitu penelitian yang

MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di Laboratorium

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Deskriptif Laboratorik.

TINGKAT KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR BERSIH DI DESA SOSIAL KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO

Tes Pendugaan 216/B/AM

Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E.coli) Pada Air Galon Reverse Osmosis (RO) dan Non Reverse Osmosis (Non RO)

III. MATERI DAN METODE

BAB III. METODE PENELITIAN

GAMBARAN MPN COLIFORM DAN COLI TINJA PADA AIR SUMUR BOR DI PERUMAHAN CAHAYA BORNEO KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015

ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KONTRUKSI SUMUR GALI TERHADAP KUALITAS SUMUR GALI

HYGIENE SANITASI DAN KANDUNGAN MIKROBA PADA KECAP MANIS YANG DIGUNAKAN DI KANTIN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2012

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Desember 2013 dengan tahapan

UJI KUALITAS FISIK DAN BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI BERDASARKAN KONSTRUKSI SUMUR DI DESA DILONIYOHU KECAMATAN BOLIYOHUTO KABUPATEN GORONTALO.

BAB III METODE PENELITIAN. metode wawancara semi terstruktur (semi-structured interview) disertai dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dikarenakan agar mudah mengambil air untuk keperluan sehari-hari. Seiring

MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2013 di. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau.

III. MATERI DAN METODE

UJI KUALITAS AIR SUMUR GALI PADA TOPOGRAFI TANAH MIRING dan TANAH DATAR di LIHAT dari DESA PILOHAYANGA BARAT KECAMATAN TELAGA KABUPATEN GORONTALO

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. unit perinatologi di Rumah Sakit Abdoel Moeloek dengan melakukan uji coliform pada

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II MATERI DAN METODE PENELITIAN

Kata Kunci : Konstruksi Sumur Gali, Jarak Sumber Pencemar, Kualitas Mikrobiologis Air.

ANALISIS MIKROBIOLOGI MINUMAN TEH KEMASAN BERDASARKAN NILAI APM KOLIFORM

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

2. Depot air minum isi ulang di sekitar jalan Magelang Yogyakarta sebagai

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Bahan dan alat uji coliform yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku dan dapat

KONDISI SUMUR GALI dan KANDUNGAN BAKTERI Escherichia coli PADA AIR SUMUR GALI DI DESA BOKONUSAN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG TAHUN 2017

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara

BAB I PENDAHULUAN. bersih, cakupan pemenuhan air bersih bagi masyarakat baik di desa maupun

BAB III METODE PENELITIAN. sesuatu yang dikenakan pada subjek selidik. Dengan kata lain, penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama ± 2 bulan (Mei - Juni) bertempat di

ANALISIS COLIFORM PADA MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI MALIOBORO YOGYAKARTA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Bandar Lampung, Laboratorium Limbah

Studi Kualitas Air Tanah Dangkal Terhadap Kandungan Bakteri Escherichia Coli

HUBUNGAN KONTRUKSI SUMUR GALI TERHADAP KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR PADA SUMUR GALI DIKELURAHAN TEJOSARI KECAMATAN METRO TIMUR KOTA METRO TAHUN 2013

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di bulan april - mei tahun 2012, lokasi dalam

METODE PENELITIAN. selesai. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium FIKKES Universitas. Muhammadyah Semarang, Jl. Wonodri Sendang No. 2A Semarang.

III. BAHAN DAN METODE. Pelaksanaan vermicomposting dilakukan di rumah plastik FP Unila. Perhitungan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dipasar sentral Kota Gorontalo dimana untuk

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2012 di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. yang ada di Kecamatan Kota Tengah dan Kecamatan Kota Selatan Kota

MOST PROBABLE NUMBER (MPN) COLIFORM DENGAN VARIASI VOLUME MEDIA LACTOSE BROTH SINGLE STRENGTH (LBSS) DAN LACTOSE BROTH DOUBLE STRENGTH (LBDS)

BAB III METODE PENELITIAN. diuji di Laboratorium Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo. Waktu penelitian yaitu pada tanggal 4-23 Desember tahun 2013.

ANALISIS LETAK SUMBER AIR RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MIJEN, SEMARANG TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI. Abstrak

BAB III METODE PENELITIAN. terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari:

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari Bulan April sampai dengan Juni 2013, di

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI VIROLOGI

BAB III METODE PENELITIAN. faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap kualitas mikrobiologi air minum isi ulang. ulang berbahan baku air tanah (sumur bor).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Alat dan Bahan : Cara Kerja :

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini yaitu di industri tahu yang ada di Kecamatan Kota

III. MATERI DAN METODE. Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru pada bulan Mei 2013 sampai dengan Juni 2013.

Uji Kualitas Air Sumur Dengan Menggunakan Metode MPN (Most Probable Numbers)

PENGAMBILAN SAMPEL MAKANAN UNTUK PARAMETER MIKROBIOLOGI, PENGIRIMAN, PEMERIKSAAN DAN INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN SAKRIANI

BAB III METODE PENELITIAN. (Balai Riset dan Standardisasi Industri) Manado. Kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 1.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di 2 (dua) tempat yang berbeda, yaitu : a. Lokasi observasi dan pengambilan 1sampel dilaksanakan di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. b. Lokasi pemeriksaan bakteri E. coli dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. 3.1.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan bertahap pada waktu yang berbeda, yaitu : a. Observasi sampel sumur dilaksanakan pada tanggal 20-23 April 2012 dan Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2012. b. Pemeriksaan Colitinja/Eschercia Coli dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2012. 3.2 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey atau observasional dengan pendekatan Cross sectional study, dilakukan dengan teknik observasi untuk parameter konstruksi sumur gali dan analisis laboratorium untuk parameter bakteriologis air, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konstruksi sumur gali ditinjau dari aspek tinggi bibir sumur, lantai, dinding/cincin dan jarak sumber pencemar terhadap jumlah bakteri E.coli pada air sumur gali.

3.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan objek penelitian atau apa saja yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian. Adapun yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Bebas (X) Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah konstruksi atau keadaan fisik sumur ditinjau dari aspek dinding, bibir, lantai dan SPAL serta jarak dari sumber pencemar pada sumur gali yang ada di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Tahun 2012. 1. Variabel Terikat (Y) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jumlah kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali yang ada di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Tahun 2012. 3.4 Definisi Operasional dan Kriteria Objektif 1. Dinding/ Cincin Kedap Air a. Definisi Operasional Dinding sumur yaitu lingkaran cincin pelapis dinding tanah pada sumur gali, umumnya terbuat dari tembok atau batu bata/ batu kali. b. Kriteria Objektif Memenuhi syarat : Jika dinding terbuat dari tembok kedap air dan memiliki jarak kedalaman 3 meter dari permukaan tanah Tidak memenuhi syarat : Jika tidak memenuhi syarat diatas.

2. Bibir sumur Kedap air a. Definisi Operasional Bibir sumur yaitu dinding atau cincin sumur yang berada dipermukaan tanah, Dinding dan bibir sumur merupakan satu kesatuan. Umumnya terbuat dari tembok atau papan kayu. b. Kriteria Objektif Memenuhi syarat : Jika bibir sumur terbuat dari tembok yang kedap air yang dibuat di atas tanah setinggi minimal 70 cm. Tidak memenuhi syarat : Jika tidak memenuhi syarat diatas. 3. Lantai kedap air a. Definisi Operasional Lantai sumur merupakan lantai pijakan dari tembok dibuat dengan lebar minimal 1.5 meter dari dinding sumur. Dibuat agak miring dan ditinggikan 20 cm di atas permukaan tanah, bentuknya bulat atau segi empat. b. Kriteria Objektif Memenuhi syarat : Jika lantai sumur dibuat dari tembok yang kedap air ± 1,5 m lebarnya dari dinding sumur. Tidak memenuhi syarat : Jika tidak memenuhi syarat diatas. 4. Jarak dengan sumber pencemar a. Definis Operasional Jarak sumur dengan berbagai sumber pencemar seperti jamban, lubang galian untuk air limbah, dan sumber-sumber pengotoran atau

sumber pencemaran lainnya seperti kakus, kandang ternak, tempat sampah, dan sebagainya. b. Kriteria Objektif Memenuhi syarat : Jika jarak sumur yang sesuai dengan jenis tanah gembur yang ada di Desa Dopalak yaitu 10 meter dari sumber pencemaran seperti kakus, kandang ternak, tempat sampah, Dll. Tidak memenuhi syarat : Jika tidak memenuhi syarat diatas. 5. SPAL a. Definis Operasional SPAL adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun selainnya yang dipergunakan untuk membantu air buangan dari sumbernya sampai ke tempat pengelolaan atau ke tempat pembuangan. SPAL dan lantai sumur dibuat terhubung. b. Kriteria Objektif Memenuhi syarat : Jika SPAL sumur terbuat dari tembok dan harus kedap air dengan panjang minimal 10 meter. Tidak memenuhi syarat : Jika tidak memenuhi syarat diatas. 6. Escherichia Coli (E. coli) a. Definis Operasional Bakteri E. coli digunakan sebagai indikator pemeriksaan kualitas bakteriologis air secara universal. Adanya bakteri golongan coli pada air

menandakan air tersebut telah tercemar oleh kotoran/tinja manusia dan hewan. b. Kriteria Objektif Melebihi NAB : Jika melebihi ketentuan Permenkes RI No.416/MENKES/PER/IX/1990 yaitu jumlah E.coli >50 per 100 ml sampel. Tidak Melebihi NAB : Jika jumlah E.coli <50 per 100 ml sampel. 3.5 Populasi dan Sampel 1. Populasi Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua sumur gali yang ada di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Tahun 2012 berjumlah 43 sumur tersebar di tiga dusun yaitu dusun 1 sebanyak 17 sumur (39.53%), dusun 2 sebanyak 12 sumur (27.91%) dan dusun 3 sebanyak 14 sumur (32.56%). 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah 16 sumur gali yang ada di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol yang tersebar di 3 dusun yakni 5 sumur di dusun I, 7 sumur di dusun II dan 4 sumur di dusun III. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara Purpossive sampling dengan kriteria sebagai berikut: 1. Sumur gali digunakan sebagai sumber air minum keluarga 2. Sumur gali telah digunakan minimal 1 tahun

3. Pada saat penelitian pemilik berada ditempat dan bersedia sumurnya untuk dijadikan sampel. 3.6 Tehnik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan menjadi 2 (dua) bagian yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dari kegiatan yaitu : 1. Data primer yaitu data yang akan diperoleh pada saat pelaksanaan penelitian seperti : a. Observasi langsung ke sumur warga di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh b. Uji analisa di laboratorium tentang kualitas bakteri air dari masingmasing sampel sumur warga di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh. Analisa laboratorium pada sampel air dilakukan dengan menggunakan metode Seri 5 tabung dengan perhitungan JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat)/MPN (Most Probable Number). Analisa dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pemeriksaan/pendugaan dan tahap penegasan. Untuk tahap pendugaan menggunakan media lactose, sedangkan pada tahap pemantapan/penegas menggunakan media BGLB (Biliant Green Bill Browth ). 3.7 Tehnik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu Tekhnik Analisis Korelasi yaitu membandingkan hasil pengujian dilaboratorium dari setiap sampel air sumur dengan keadaan fisik dari setiap sumur gali yang dijadikan sampel, dimana pada perhitungan jumlah bakteri pada air sampel menggunakan

metode perhitungan JPT (Jumlah Perhitungan Terdekat)/ MPN (Most Probable Number) dengan standar baku mutu air sesuai ketentuan Permenkes RI No.416/MENKES/PER/IX/1990, bakteri Golongan coli yang memenuhi syarat untuk air bersih bukan perpipaan adalah < 50 MPN/100 ml. Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan di lapangan dan laboratorium diolah dengan menggunakan komputer dengan aplikasi SPSS yang selanjutnya analisis secara Univariat dan Bivariat. a. Analisis Univariat Analisis univariat untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo,2011-182). Analisis ini melihat gambaran distribusi dari kontrusksi sumur ditinjau dari aspek dinding, bibir, lantai dan SPAL serta jarak sumur dengan sumber pencemar dan disajikan dalam bentuk tabel ditribusi frekuensi. b. Analisis Bivariat Analisis Bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan/pengaruh variabel bebas (Konstruksi Sumur Gali) dan variabel terikat (kandungan jumlah bakteri E.coli). Uji statistic yang dapat digunakan untuk membantu analisis adalah uji kai kuadrat/ Chi Square dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tidak boleh ada sel yang mempunyai nilai harapan < 1 2. Tidak lebih dari 20% sel mempunyai nilai harapan < 5 Bila ketentuan tersebut tidak terpenuhi, maka Uji Yates Correction (koreksi Yates) dan Fisher Exact yang digunakan. Cochran (1954) dalam Siegel (1992)

menyarankan bahwa kedua uji tersebut akan baik bila digunakan pada kondisi sebagai berikut : 1. Bila sampel >40, gunakan koreksi Yates pada kondisi apapun. 2. Bila sampel 20-40, gunakan koreksi Yates dengan ketentuan tidak ada sel yang nilai ekspektasinya <5. Jika ada sel yang nilai ekspektasinya <5, maka gunakan Fisher Exact. 3. Bila sampel <20 dan lebih dari 20% sel mempunyai nilai harapan < 5, maka gunakan Fisher Exact pada kondisi apapun (Murti, 1996) Mengingat jumlah sampel pada penelitian ini > 20 dan ketentuan penggunaan uji Chi Square tidak memungkinkan digunakan pada penelitian ini maka uji statistic alternativ yang memungkinkan digunakan yaitu uji Fisher Exact dengan taraf kesalahan α ditetapkan 5 % (0.05). Dengan demikan ikatakan ada pengaruh yang secara statistik jika diperoleh P Value lebih kecil dari α (0.05). Untuk mengetahui pengaruh antara konstruksi sumur gali ditinjau dari aspek dinding/ cincin, bibir sumur, lantai sumur dan jarak dari sumber pencemar dengan kualitas bakteriologis atau jumlah kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali digunakan rumus Fisher exact 2 x 2. (a+b )! (c+d )! (a+c )! (b+d )! P = (a+b)! (c+d)! (a+c)! (b+d)! P= n! a! b! c! d! n! a! b! c! d! Keterangan :

a, b, c, d = Frekuensi a, b, c, d n = Besar Sampel (Sugiono. 2001: 54) 3.8 Cara Kerja Cara kerja dalam penelitian ini terdiri dari dua cara, yang pertama yaitu cara kerja di lapangan pada saat observasi terhadap kondisi fisik/kontruksi sumur dan pada saat pengambilan sampel dan kedua yaitu cara kerja di laboratorium pada saat melakukan uji kandungan bakteriologi air, dalam hal ini melihat jumlah E. coli 3.8.1 Cara Kerja Dilapangan Cara kerja di lapangan terbagi lagi menjadi dua yaitu observasi terhadap kondisi fisik/kontruksi sumur serta cara kerja pada saat pengambilan sampel di lapangan/lokasi penelitian, adapun cara atau prosedur kerjanya sebagai berikut : 1. Observasi kontruksi sumur Pelaksanaan observasi dilakukan pada siang dan sore hari oleh peneliti dibantu seorang asisten untuk mengukur dan mengambil foto dokumentasi. Namun sebelum proses obsevasi dilakukan terlebih dahulu dilaksanakan penyeleksian terhadap setiap sumur yang ada sesuai dengan kriteria purposive sampling dan diperoleh 16 sumur sampel. setelah itu observasi dapat dimulai dengan terlebih dahulu mempersiapkan alat alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar obsevasi, alat tulis, meteran dan kamera untuk dokumentasi. Cara pengumpulan data observasi konstruksi sumur yakni sebagai berikut :

a) Menyiapkan lembar observasi b) Melaksanakan pengamatan dan pengukuran pada setiap aspek kontruksi sumur yaitu dinding/cincin, bibir, lantai, SPAL dan jarak sumur dengan sumber pencemar (Jamban, kandang ternak, lubang penampungan limbah Dll.) c) Mencatat hasil pengamatan dan pengukuran pada lembar observasi. 2. Pengambilan sampel Cara kerja pada saat pengambilan sampel di lapangan/lokasi penelitian dilakukan pada pagi hari sebelum sumur digunakan. Namun sebelum melakukan pengambilan sampel air sumur gali, maka perlu disiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan seperti botol sampel, tali, label botol sampel, botol timba, larutan alcohol 70%, alumunium foil, label sampel, lampu spiritus dan kotak sampel. Botol sampel yang akan digunakan tentunya telah melewati proses sterilisasi sebagai berikut : a) Menyiapkan botol sampel untuk pengambilan sampel air sumur b) Menggunakan botol-botol yang ditutup dengan sempurna. c) Botol dibersihkan dan dibilas sebanyak 2 kali dengan air destilasi. d) Bungkus leher botol dengan aluminium foil. e) Sterilkan selama 60 menit pada suhu 180 C dalam oven. f) Tandai botol dengan memberi catatan tanggal sterilisasinya. g) Simpan botol-botol yang telah siap digunakan pada tempat yang kering dan bersih.

Selanjutnya proses pengambilan sampel air sumur gali dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : a) Mempersiapkan lembar observasi sesuai dengan nomor sumur. b) Mencuci tangan dengan larutan alkohol 70%. c) Mengikatkan tali pada botol timba yang sudah disterilkan. d) Menurunkan botol sampel ke dalam sumur minimal 15 cm dari dasar air dan menariknya keatas. e) Mengfiksasi mulut botol sampel dengan spiritus selama 30 detik. f) Secara bersamaan mengfiksasi mulut botol timba dan botol sampel dengan spritus kemudian memindahkan air dari botol timba kedalam botol sampel. g) Menutup rapat botol danmemberi label pada botol sampel. h) Memasukan dan mengatur posisi botol sampel dengan rapih agar tidak miring. i) Pada pengambilan sampel berikutnya botol timba dibilas dengan air sumur yang akan dijadikan sampel dan kembali fiksasi mulut botol timba dengan lampu spritus selama 30 detik. j) Begitu pula dengan tali pengikat disterilkan terlebih dahulu dengan merendam tali ke larutan alcohol pada setiap pengambilan sampel berikutnya. 3.8.2 Cara Kerja di Laboratorium Cara kerja di laboratorium pada saat melakukan uji kandungan bakteriologi air, dalam hal ini melihat jumlah kandungan bakteri E. coli. Untuk menguji

kandungan bakteri E.coli pada air sumur gali di Desa Dopalak, maka ada dua pengujian yang dilakukan yakni tes penduga (presumptive test), uji penegas (confirmed test) yang merupakan uji kualitatif bakteri koliform dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number).Cara kerjanya sebagai berikut. Selanjutnya untuk melakukan pengujian kualitas bakteriologi air sumur gali maka perlu disiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan. Alat yang digunakan : tabungreaksi, rak tabung reaksi, tabung durhan, pipet, jarum ose, inkubator, autoclave, lampu spritus dan alat vortex. Bahan yang diperlukan : sampel air sumur gali di Desa Dopalak, media LB (Lactose Broth), aquadest steril, alkohol 70 % dan kapas steril. Untuk menguji kandungan bakteri E.coli air sumur gali, ada dua tes yang dilakukan yakni Tes Penduga menggunakan media Lactose Browth (LB) dan tes penegasan menggunakan media Briliant Green Lactose Bill Browth (BGLB) dengan menggunakan metode seri 15 tabung yaitu pengujian dengan menggunakan 5 tabung LB pekat dan 10 tabung LB encer dimana pada 5 tabung yang berisi LB pekat diisi dengan sampel air sumur gali 5 ml, pada 5 tabung yang berisi LB encer diisi air sampel sebanyak 1 ml, dan 0,1 ml pada 5 tabung LB encer berikutnya. Adapaun cara kerja yaitu sebagai berikut : a. Pembuatan media perkiraan awal atau LB (Lactose Broth) 1. Menimbang media LB pekat (LBDS) 6,5 gram untuk aquades 250 ml, dan media LB encer (LBSS) 13 gram untuk aquades 1000 ml. 2. Memanaskan media tersebut diatas pemanas air hingga larut.

3. Menyediakan tabung sebanyak 150 buah. 4. Mengisi media pekat kedalam tabung masing masing 5ml/tabung dan untuk media encer masing masing 10 ml/tabung. 5. Memasukan tabung durham ke setiap tabung media pada posisi terbalik 6. Menutup tabung dan mensterilkannya kedalam autoclave dalam suhu 121 o C selama 15 menit. b. Pembuatan media penegasan atau BGLB 1. Menimbang media 80 gram dengan aquades 2 liter. 2. Memanaskan diatas pemanas air hingga larut. 3. Menyediakan tabung sebanyak 200 buah. 4. Mengisi media kedalam tabung. 5. Memasukan tabung durham ke setiap tabung media pada posisi terbalik 6. Menutup tabung dan mensterilkannya kedalam autoclave dalam suhu 121 o C selama 15 menit. c. Pemeriksan sampel dengan metode Seri 15 Tabung 1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan yaitu : tabung, rak tabung, pipet, lampu spritus, incubator, aquades. 2. Meletakkan media LB pekat 5 tabung dan LB encer 10 tabung kedalam rak tabung (5:5:5). 3. Memasukkan sampel air sumur gali 5 ml pada 5 tabung yang berisi LB pekat, 1 ml pada 5 tabung yang berisi LB encer, dan 0,1 ml pada 5 tabung LB encer berikutnya dengan menggunakan pipet sambil mengfiksasinya dengan lampu spritus selanjutnya menutup tabung tersebut.

4. Mengocok sampai homogen dengan menggunakan alat vortex. 5. Memasukkannya kedalam inkubator selama 1 x 24 jam untuk pembiakan bakteri dalam suhu 44 o C. 6. Membaca hasilnya dan menyatakan positif E. coli apabila terdapat gelembung gas pada tabung LB. 7. Tabung media LB yang terdeteksi positif di tes kembali menggunakan tes penegasan dengan menggunakan BGLB dengan memindahkan gelembung gas tersebut dengan menggunakan ose kedalam tabung yang berisi media tabung media BGLB. 8. Setelah itu masukkan tabung BGLB kedalam inkubator selama 24 jam. 9. Setelah 24 jam, membaca hasilnya dengan menyatakan positif E.coli pada tabung BGLB yang terdapat gelembung gas.