CHAPTER SIX Physical Determinats Personality Development. (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

dokumen-dokumen yang mirip
CHAPTER EIGHT Emotional Determinants. (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

CHAPTER REPORT (THREE) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Dari Bapak Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M. Pd.

PRINSIP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

I. PENDAHULUAN. hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain. Indonesia menurut survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006

(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

Alfred Adler. Individual Psychology

CHAPTER REPORT (CHAPTER ONE) WHAT PERSONALITY IS? (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan merupakan bentuk organisasi yang didirikan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia memiliki ukuran dan proporsi tubuh yang berbeda-beda satu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada hakikatnya manusia pasti mengalami proses perkembangan baik dari

CHAPTER REPORT (CHAPTER TWO) The Personality Pattern (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

BAB I PENDAHULUAN. Tindakan ekstraksi adalah prosedur yang menerapkan prinsip bedah, fisika, dan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Wanita karir mengacu pada sebuah profesi. Karir adalah karya. Jadi, ibu

BAB II LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. proses pematangan dan belajar (Wong, 1995) fungsi pematangan organ mulai dari aspek sosial, emosional, dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam menghadapi persaingan di era globalisasi perusahaan dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. Ada banyak definisi mengenai lanjut usia (lansia), namun selama ini

(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview. 4. Bagaimana kebudayaan etnis Cina dalam keluarga subyek?

1. Bab II Landasan Teori

PERSONALITY AND EMOTIONAL. By Syafrizal Chan

(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

Novia Sinta R, M.Psi

Psikologi Kepribadian I Analytical Psychology Carl Gustav Jung

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. emosi negatif. Pentingya individu mengelola emosi dalam kehidupan karena

Y. JOKO DWI NUGROHO,S.Psi,M.Psi,Psi PERKEMBANGAN FISIK

dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Lansia Pengertian kecemasan Menghadapi Kematian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kecemasan

BAB I PENDAHULUAN. masalah ini merupakan masalah sensitif yang menyangkut masalah-masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keadaan ekonomi yang kurang baik membuat setiap keluarga di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Ramadani (dalam Yolanda, 2014) Gizi merupakan bagian dari sektor. baik merupakan pondasi bagi kesehatan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. Salah satunya adalah krisis multidimensi yang diderita oleh siswa sebagai sumber

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan fisik dan juga kelainan fisik yang sering disebut tunadaksa.

BAB II URAIAN TEORITIS. Imatama (2006) yang berjudul Pengaruh Stress Kerja Terhadap kinerja

BAB 1 PENDAHULUAN. berhubungan dengan manusia lainnya dan mempunyai hasrat untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ditandai dengan adanya perkembangan yang pesat pada individu dari segi fisik, psikis

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. normal dan sehat, bekerja me nyajikan kehidupan sosial yang mengasyikkan dan

BAB I PENDAHULUAN. Deskripsi cantik fisik, setiap orang punya paham sendiri-sendiri. Orang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan

STRES KERJA. Sumber: Stephen P. Robbins, Organizational Behavior, 4 th. Ed., Prentice-Hall of India Private Limited New Delhi ,1990

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penyakit kronis merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan selama bertahuntahun,

BAB I. 1. Untuk apa buku ini diciptakan?

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terutama karena berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru.

HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA

, 2015 PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X SMAN 1 SOREANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menempuh berbagai tahapan, antara lain pendekatan dengan seseorang atau

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. semakin menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Salah

BAB I PENDAHULUAN. 21 tahun dan belum menikah ( Menurut UU No. 23 Tahun

Seorang wanita yang mengalami kesulitan tidur dan kehilangan konsentrasi setelah kematian suaminya. Seorang wanita muda mencoba memanjakan dirinya

DASAR-DASAR PERILAKU ORGANISASI

CHAPTER 15 Healthy Personalities Personality Development Elizabeth B. Hurlock

Mengatur Berat Badan. Mengatur Berat Badan

EFEKTIVITAS AROMATERAPI DALAM MENURUNKAN KECEMASAN MENGHADAPI KELAHIRAN ANAK PERTAMA. Untuk memenuhi sebagian persyaratan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. timbulnya tuntutan efisiensi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

BAB I PENDAHULUAN. E. Latar Belakang Masalah. Remaja biasanya mengalami perubahan dan pertumbuhan yang pesat

BAB I PENDAHULUAN. dihasilkan sangat berpengaruh pada minat konsumen untuk memilih dan

PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA

Pedologi. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder) Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. 20 tahun sampai 30 tahun, dan mulai mengalami penurunan pada usia lebih dari

TINJAUAN PUSTAKA Kesiapan menikah

PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia olahraga khususnya pada olahraga prestasi saat ini semakin

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karena pengaruh hormonal. Perubahan fisik yang terjadi ini tentu saja

BAB I PENDAHULUAN. Rentang kehidupan individu mengalami fase perkembangan mulai dari

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. Lingkungan yang mendukung perkembangan individu adalah lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. adalah apa yang tampak dan apa yang muncul dari dalam mendorong sesuatu

BAB 5 PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis seorang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. manusia, ditandai dengan perubahan-perubahan biologis, kognitif dan sosial-emosional

HUBUNGAN ANTARA GEGAR BUDAYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BERSUKU MINANG DI UNIVERSITAS DIPONEGORO

YOGA: HARMONISASI MANAJEMEN STRESS

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan tubuhnya secara efektif. Lebih lanjut Havighurst menjelaskan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Banyak diberitakan di media cetak atau elektronik tentang perilaku

ANXIETY. Joko Purwanto. Oleh : FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. berkesinambungan dalam kehidupan manusia. Perkembangan adalah perubahanperubahan

BAB II LANDASAN TEORI

SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN

BAB I PENDAHULUAN. pesat, hampir bagi para wanita kosmetik merupakan kebutuhan sehari-hari

BAB I PENDAHULUAN. penting. Keputusan yang dibuat individu untuk menikah dan berada dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penyesuaian Diri. dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, konflik-konflik, dan

Data Diri TES DISC. M L Baik hati, berhati lembut, manis M L Pintar memperngaruhi orang lain, meyakinkan

BAB I PENDAHULUAN. Hospitalisasi anak merupakan suatu proses karena suatu alasan yang

Transkripsi:

CHAPTER SIX Physical Determinats Personality Development (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Dari Bapak Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M. Pd. Oleh Nunung Nursyamsiah NIM: 0808693 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN UMUM S-3 SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2009 1

CHAPTER SIX Physical Determinats Personality Development Elizabeth B. Hurlock Beberapa tahun yang lalu sebuah tradisi mempercayai bahwa bentuk tubuh dan fungsi tubuh termasuk salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepribadian. Aristoteles menyatakan bahwa perbedaan bentuk tubuh, warna kulit atau rambut, semua ini ada hubungannya dalam menentukan kepribadian seseorang. Bahkan selanjutnya dinyatakan roman muka atau rupa seseorang mempunyai daya tarik tersendiri sehingga keadaan ini memiliki peranan penting dalam menentukan perilaku. Penelitian untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana tubuh bisa mempengaruhi kepribadian telah merengsang minat dan menimbulkan keingintahuan. Bentuk fisik seseorang (body build) bisa mempengaruhi kepribadian secara langsung karena hal ini menentukan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan seseorang, bisa juga menentukan tingkat kekuatan seseorang, dan bisa menentukan reaksi seseorang terhadap orang lain yang memiliki bentuk fisik lebih baik atau lebih buruk dari dirinya. Karena bentuk fisik (body build) merupakan simbol diri yang mempengaruhi penilaian orang lain terhadap seseorang yang pada akhirnya mempengaruhi penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, maka hal ini akan memunculkan anggapan bahwa pengaruh tidak langsung (indirect influence) lebih menentukan daripada pengaruh langsung (direct influences). Penilaian orang-orang terhadap perbedaan bentuk tubuh (body build) pada perbedaan usia telah membuktikan sebuah kecenderungan yang meluas untuk menggabungkan karakteristik kepribadian dengan bentuk tubuh. Orang-orang dengan bentuk 2

fisik Endomorphic (gemuk dan berat) dinyatakan menjadi orang yang hangat, baik, riang gembira, (ceria), santai, berhati lembut, kooperatif, sedangkan ketegangan dan kegelisahan secara sosial selalu terbuka. Mereka menyenangi kenyamanan, terpelihara dari gangguan emosional, tidak sensitif terhadap sakit fisik atau lisan yang mengabaikan atau tidak mempedulikan daya fantasi. Sedangkan bagi orang-orang dengan bentuk fisik ectomorphic (tinggi dan langsing) dinilai sebagai orang yang objektif, hati-hati, khawatir, tegang, malu, tidak kooperatif, tidak agresif, tidak memasyarakat, dan pendiam. Dan orang yang memiliki bentuk fisik mesomorph (besar, berotot) dinilai sebagai orang yang percaya diri, enerjik, berjiwa bisnis, ceria, sosialis, tegas, dominan, bebas, dan memiliki kualitas kepemimpinan. Pada anak-anak bentuk fisik mesomorph besar seperti itu sering ribut atau gaduh, banyak masalah, dan mudah mendapat kecelakaan. Secara tidak langsung daya tarik fisik seseorang memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kepribadian. Seseorang yang terlihat atraktif di beberapa usia adalah lebih menarik daripada orang yang tidak atraktif. Seseorang cenderung menjadi lebih toleran dalam sikap dan penilaian mereka terhadap pribadi yang atraktif. Homeostasis merupakan pemeliharaan suatu lingkungan internal yang stabil melalui temperatur yang relatif tetap, tingkat gula darah normal, penggunaan oksigen tetap dan keseimbangan air yang tepat. Jika seseorang dalam kondisi ini terganggu, maka gangguan dalam homeostasis terjadi. Keseimbangan atau homeostasis merupakan keadaan dimana tubuh berada dalam keadaan tenang, diatur secara otomatis oleh mekanismemekanisme fisiologis tubuh sehingga sistem daya tahan tubuh, 3

sistem saraf otonom, dan sistem hormonal dapat berfungsi secara optimal. Tubuh (fisik) secara konstan mampu mengubah, baik bagian dalam maupun bagian luar. Ketika perubahan itu lambat dan bertahap, maka perubahan tersebut secara relatif sedikit berpengaruh terhadap kepribadian. Akan tetapi ketika perubahan itu meningkat, maka pengaruh tersebut mungkin bersifat dramatis. Perubahan fisik selalu disertai oleh kebutuhan perubahan peranan hidup seseorang. Fisik dan perubahan peran mengharuskan perubahan imej fisik seseorang, konsep kemampuan dan statusnya dalam kelompok. Kendali tubuh/fisik yang baik merupakan kekayaan pribadi dan sosial yang berkontribusi terhadap konsep diri seseorang. Efek kendali tubuh terhadap kepribadian mungkin secara langsung dan tidak langsung. Efek secara langsung berasal dari penentuan apakah seseorang dapat melakukan sesuatu sebagaimana dia melakukannya dengan baik. Efek secara langsung terbukti dalam motivasi. Adapun efek secara tidak langsung kendali tubuh/fisik mempengaruhi kepribadian melalui efek kendali tubuh seseorang terhadap sikap orang penting dalam kelompok sosial. Dikarenakan oleh nilai sosial yang tinggi ditempatkan pada kendali tubuh yang baik, dengan ditunjukkan dalam kemampuan beraktifitas, kekuatan dan kecepatan, maka konsep diri seseorang dirusak oleh kendali yang kurang baik. Kepercayaan tradisional tentang penyebab kecelakaan adalah bervariasi. Setiap kecelakaan sekecil apapun akan meninggalkan bekas luka secara psikologis. Lebih jauh lagi luka psikologis lebih permanen dan sulit untuk dihilangkan sehingga akan lebih berpengaruh daripada luka fisik, padahal tak sedikit kecelakaan yang meninggalkan cacat pisik. 4

Perhatian ilmiah pertama tentang efek cacat fisik terhadap kepribadian berasal dari Alfred Adler pada awal tahun 1900. Dalam teorinya tentang Inferioritas Orga, Adler menyatakan bahwa neurosis dan manifestasi lainnya tentang ketidakmampuan penyesuaian diri merupakan kompensasi bagi ketidakmampuan fisik. Kesehatan yang baik akan berkontribusi pada penyesuaian diri yang baik dan penyesuaian diri yang baik ini juga akan berkontribusi pada fisik yang baik pula dan pada kesehatan mental. Adapun pengaruh kesehatan terhadap kepribadian adalah terbagi menjadi: 1. Pengaruh langsung; (1) kesehatan seseorang mempengaruhi penampilannya, (2) pengaruh motivasi ketika seseorang merasa baik, maka ia termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan sekuat tenaga, (3) pengaruh ini mungkin merupakan pengaruh kondisi kesehatan yang paling penting terhadap konsep diri yang membatasi apakah seseorang dapat melakukannya. 2. Pengaruh tidak langsung. Pengaruh ini berasal dari sikap anggota dalam kelompok sosial, khususnya orang-orang penting (berpengaruh) dalam kelompok itu terhadap kesehatan seseorang. Beberapa studi menjelaskan bahwa sikap orang-orang penting akan berpengaruh terhadap sakitnya seseorang sehingga mempengaruhi konsep dirinya. Berikut akan disajikan beberapa kesimpulan: 1. Fisik (the body) merupakan faktor penting yang dapat menentukan kepribadian seseorang dikarenakan pengaruh langsung yang dimilikinya terhadap kuantitas dan kualitas 5

perilaku seseorang, serta pengaruhnya yang tidak langsung melalui persepsi seseorang terhadap fisiknya sebagai sumber dari evaluasi diri. Keyakinan tradisinonal mengenai pengaruh dari bentuk wajah (facial features), bentuk fisik (body build), serta fungsi tubuh (body functioning), beberapa di antaranya kembali ke masa Aristoteles, telah menimbulkan minat para ilmuwan untuk meneliti pengaruh fisik terhadap kepribadian. Pada masa kini, hasil penelitian membuktikan bahwa pengaruh tidak langsung lebih menentukan daripada pengaruh langsung. 2. Bentuk fisik (body build) mempengaruhi kepribadian secara langsung, karena hal ini menentukan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan seseorang, menentukan tingkat energi (kekuatan) seseorang, dan menentukan reaksi seseorang terhadap orang lain yang memiliki bentuk fisik lebih baik dan lebih buruk darinya. Karena bentuk fisik (body build) merupakan simbol diri yang mempengaruhi penialain orang lain terhadap seseorang, dan pada akhirnya mempengaruhi penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, maka hal ini akan menyebabkan munculnya anggapan bahwa pengaruh tidak langsung (indirect influence) lebih menentukan dibanding pengaruh langsung (direct influence). 3. Pengaruh langsung yang ditimbulkan dari daya tarik fisik (physical attrachtiveness) terhadap kepribadian seseorang hanyalah sedikit, namun sebaliknya pengaruh tidak langsung yang datang dari sikap orang lain terhadap daya tarik fisik yang dimiliki seseorang sangatlah besar. Pada umumnya orang akan senang bila dianggap menarik, perlakuan mereka terhadap orang yang dianggap menarik 6

sangatlah positif, sehingga hal ini dapat menimbulkan efek yang positif pula terhadap konsep dirinya. 4. Homeostasis, usaha untuk mempertahankan kestabilan lingkungan internal memiliki pengaruh langsung terhadap kepribadian, yakni melalui efeknya terhadap kualitas perilaku seseorang, dan secara tidak langsung melalui cara orang lain menilai perilaku seseorang. Pentingnya efek tersebut telah banyak disorot dalam berbagai penelitian mengenai efek perilaku dari kondisi fisik maupun psikis yang negatif dan dapat menimbulkan bermacam ketidakseimbangan (state of disequilibrium). 5. Perubahan fisik secara cepat dan jelas dapat membahayakan homeostasis dan juga secara langsung berpengaruh terhadap kepribadian melalui pengaruh yang dapat ditimbulkannya terhadap pola karakteristik seseorang dalam menyesuaikan diri (person s characteristic patterns of adjusment). Secara tidak langsung efek dari perubahan fisik muncul dari sikap seseorang atas persetujuan dari kelompok sosial (masyarakat) sesuai dengan perubahan penampilannya. Efek yang ditimbulkan oleh perubahan fisik terhadap kepribadian sangatlah beragam, karena hal ini bergantung kepada kecepatan dari perubahan tersebut, pada waktu terjadinya perubahan dalam hubungannya dengan perubahan yang sama yang terjadi pada anggota lain dalam kelompok sosial yang sama, pada persiapan yang telah dilakukan seseorang dalam menghadapi perubahan, pada perilaku sosial dalam hubungannya dengan perubahan yang terjadi, pada efek yang ditimbulkan oleh perubahan terhadap pesona seseorang (person s attractiveness), pada kesehatan, kendali fisik (body control), dan pada 7

kemampuan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan bentuk fisik idamannya (body ideal). 6. Efek langsung dari kendali fisik (body control) terhadap kepribadian muncul dari pengaruhnya terhadap hal-hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh seseorang. Efek tidak langsung datang dari penilaian orang lain terhadap seseorang berdasarkan tingkat kemampuan yang dimilikinya untuk mengendalikan tubuhnya. Kejanggalan yang disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat, kurangnya kesempatan untuk belajar mengendalikan tubuh, bentuk tubuh (body build), ketegangan emosional, tingkat intelektualitas yang di bawah rata-rata, dan lain-lain, dapat membahayakan konsep diri seseorang, karena hal tersebut dapat menyebabkan penilaian personal dan sosial yang negatif (unfavorable personal and social judgment). Besarnya bahaya yang dapat ditimbulkan oleh keganjilan terhadap kepribadian telah banyak disorot oleh penelitian mengenai orang-orang yang ambidextrous (orang yang terbiasa bekerja dengan tangan kiri dan kanannya) atau mengenai orangorang yang kidal. 7. Kecelakaan yang terjadi karena kelalaian, kurangnya koordinasi, keinginan seseorang untuk menarik perhatian orang lain dengan melakukan hal-hal yang sangat berbahaya, atau diakibatkan oleh hal lainnya, tetap membahayakan konsep diri seseorang. Bahaya dapat muncul dari penialain negatif yang diberikan oleh orang lain terhadapnya, dan terutama penilaiannya yang negatif terhadap dirinya sendiri, karena hal ini dapat mengakibatkan rasa tidak aman terhadap segala hal dan rasa ketidakcocokan (inadequacy) yang diwarnai oleh rasa 8

martyrdom jika ia percaya bahwa nasib buruk (bad luck) berperan dalam kecelakaan yang dialaminya. 8. Pembuktian ilmiah pertama mengenai efek dari kekurangan fisik terhadap kepribadian berasal dari teori Alfred Adler mengenai inferioritas organ(organ inferiority). Kini, terdapat cukup bukti yang menunjukkan bahwa segala bentuk kekurangan fisik dapat membahayakan konsep diri, meskipun besarnya bahaya yang ditimbulkan bergantung kepada waktu (kapan) seseorang mendapatkan kekurangan fisik tersebut, seberapa serius kekurangan fisik yang dialaminya, perilaku sosial yang muncul sebagai akibat dari kekurangan fisik tersebut, sejauh mana kekurangan tersebut dapat dikendalikan ataubahkan disamarkan, dan sejauh mana seseorang menyadari bahwa ia berbeda. Kekeurangan fisik dapat memberikan pengaruh langsung terhadap kepribadian seseorang yakni melalui efek yang ditimbulkan oleh kekurangan tersebut terhadap perilaku seseorang, dan secara tidak langsung melalui perilaku anggota lain dalam kelompok sosial terhadaps seseorang yang memilikin kekurangan fisik. 9. Kondisi kesehatan yang bergantung kepada usia, jenis kelamin,status sosial ekonomi, serta urutan kelahiran seseorang di dalam keluarga (birth order) secara langsung mempengaruhi kepribadian yakni melalui pengaruh kondisi kesehatan terhadap hal yang dapat dilakukan seseorang, seberapa baik ia dapat melakukannya, dan bagaimana penampilannya dipengaruhi oleh kesehatannya. Efek tidak langsung datang dari sikap orang-orang yang terkait ketika mereka terpengaruh oleh baik buruknya kesehatan seseorang, terlepas dari apakah orang-orang yang terkait itu 9

beranggapan bahwa kondisi kesehatannya yag buruk itu benar adanya atau dibuat-buat, dan juga dipengaruhi oleh besarnya pengaruh kesehatan seseorang terhadap aktivitas dan hubungannya dengan orang lain. Kesehatan yang baik merupakan sebuah kekayaan dan kesehatan yang buruk merupakan sesuatu yang perlu dipertanggungjawabkan, hal ini berlaku bagi semua umur dan juga berlaku bagi pria maupun wanita. 10