Analisa Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Non Financial Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. website Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. antara variabel-variabel melalui analisis data dalam pengujian hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN. sampel adalah mengunakan teknik purposive sampling. Adapun Kriteria yang

BAB III METODE DAN SAMPEL. 2. Perusahaan yang melakukan dan tidak melakukan restatement laporan keuangan

BAB III. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan going public atau perusahaan yang telah melakukan

SKRIPSI ANALISIS PROFITABILITAS

BAB III METODE PENELITIAN. di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari laporan keungan tahunan 2010 sampai dengan tahun

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah sampel yang

Pengaruh Profitabilitas dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan

Pengaruh Leverage dan Profitabilitas terhadap Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Otomotif dan Komponen di Bursa Efek Indonesia

NIKI TIVITASARI B

ABSTRAK. Kata Kunci: Cash Ratio, Return on Equity, Ukuran Perusahaan, dan Kebijakan Dividen

PENGARUH RASIO PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERBANKAN DI BEI PERIODE

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan dipasar perdana (primary market) maupun di pasar sekunder (secondary

DAFTAR ISTILAH. Aset. Bunga

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini mengambil

BAB I PENDAHULUAN. yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Dalam era

BAB V PENUTUP. Penelitian ini dilakukan untuk menguji, apakah Growth, Firm Size, Return

PENGARUH RETURN ON EQUITY, DEBT TO EQUITY RATIO, CURRENT RATIO, EARNING PER SHARE DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III. Metode Penelitian. diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory dan Laporan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KINERJA DENGAN NILAI PERUSAHAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. pengaruh model fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham, dengan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA NILAI PERUSAHAAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode purposive sampling, artinya bahwa populasi yang akan dijadikan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pada era globalisasi saat ini, persaingan di dalam dunia usaha semakin

ANALISIS PERBEDAAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN KELUARGA DAN NON KELUARGA BERDASARKAN KEPEMILIKAN ULTIMAT

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS PERBEDAAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN KELUARGA DAN NON KELUARGA BERDASARKAN KEPEMILIKAN ULTIMAT

keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun kuantitatif berupa laporan keuangan dan annual report yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Deskripsi Objek Penelitian. minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Objek penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang terdaftar di

JURNAL SKRIPSI PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP DEVIDEN PADA SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya yang baik. Sumber daya tersebut diantaranya sumber daya manusia

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil objek penelitian yaitu perusahaan yang berada pada

BAB I PENDAHULUAN. pasar modal, para investor perlu melakukan kegiatan untuk menilai atas saham.

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena secara sistematis melalui pernyataan hubungan antar variabel.

John Henry Wijaya. Universitas Widyatama, Bandung,

Firman, Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Makanan dan...

ABSTRAK. Henry Ocky Parsaoran,Diena Noviarini Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Tempat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Tabel 1.1 Daftar Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Sektor Jumlah perusahaan

ANALISIS PENGARUH CASH POSITION

PENGARUH RETURN ON EQUITY

BAB IV PEMBAHASAN. Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun

BAB III METODE PENELITIAN

THE EFFECTS OF FINANCIAL RATIO AND MARKET BASED RATIO TOWARD THE STOCK PRICE OF MANUFACTURING INDUSTRY SECTOR IN INDONESIA STOCK EXCHANGE

BAB I PENDAHULUAN. suatu negara dengan menjalankan dua fungsi. Fungsi pertama ialah fungsi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Judul : Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Mining and Mining Service di Bursa efek Indonesia (BEI)

BAB IV METODE PENELITIAN. 2 variabel atau lebih dengan mencari pengaruh variabel independen terhadap

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL. i. HALAMAN PERSETUJUAN.. ii. PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN iii. PERNYATAAN PUBLIKASI.. iv. KATA PENGANTAR...

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP DIVIDEN PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN

SKRIPSI OLEH GELORIA TERULIN LIMBONG

ABSTRACT. : Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Dividen Payout Ratio (DPR) Universitas Kristen Maranatha

PENGARUH KONSENTRASI KEPEMILIKAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

ABSTRACT. Keywords: Profitability, Liquidity, Solvency, Activity, Company Size, Age Company and Dividend Payout Ratio. viii

ABSTRAK. Kata-kata kunci: dividend payout ratio, dividend per share, dividend yield, dan harga saham. vii. Universitas Kristen Maranatha

4.3. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang

BAB III METODE PENELITIAN. variabel variabel yang ada dalam corporate governance dengan risiko

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. operasional. Oleh karena itu, pada bagian ini diuraikan hal-hal mengenai variabel

Rahmiati dan Suci Ramadona Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang

PENGARUH DIVIDEN, STRUKTUR ASET, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun Sedangkan sampel merupakan

Prosiding Manajemen ISSN:

PENGARUH NET PROFIT MARGIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun Sedangkan sampel merupakan

Disusun oleh : ARUM DESMAWATI MURNI MUSSALAMAH B

5.2 Saran Berdasarkan simpulan yang telah dikemukakan dapat diberikan rekomendasi yang berupa saran praktis dan akademis:

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xvi DAFTAR GRAFIK... xvii DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III METODE PENELITIAN. data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak

PENGARUH MODERASI SIZE TERHADAP HUBUNGAN ANTARA FAMILY CONTROL DENGAN NILAI DAN KINERJA PERUSAHAAN

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh : RICKY EKO PRAKOSO NIM. B

BAB I PENDAHULUAN. kemudahan dalam regulasi pendirian bank. Inilah penyebab tumbuh dan. berkembangnya sektor perbankan hingga saat ini.

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. BEI (Bursa Efek Indonesia) selama periode tahun 2010 sampai 2014.

BAB III METODE PENELITIAN

yang tersedia di Bursa Efek Jakarta yang berupa laporan keuangan tahunan dari

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Oleh:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Jurnal Dinamika Manajemen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk dijadikan subjek penelitian dengan cara

Transkripsi:

Analisa Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Non Financial Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008 2011 Adrian Azhar Wijanarko Abstarct Dividend policy is one of companies policy to interact with the public. Dividend policy is a way of connecting companies to the market to invest their money. Dividend policy varies in developed countries and developing countries. The objective of this research is to determine the effect of ownership structure companies listed in Bursa Efek Indonesia period 2008-2011 on dividend policy. Variables on this research are Dividend Payout Ratio and Companies Ownership Structure. These variable later will be calculated on mathematical regression. The result will determine what sectors paid most dividend and sectors owned by majority. Another result will determine the effect of ownership on dividend policy in Bursa Efek Indonesia period 2008 2011.. 1. Latar Belakang Kebijakan dividen (dividend policy) adalah salah satu kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan publik. Kebijakan dividen menjadi signifikan karena kebijakan dividen adalah salah satu cara penghubung perusahaan dengan pasar yang ingin menginvestasikan dananya. Salah satu tujuan dari perusahaan melepaskan dividen adalah sebagai signalling yang memberikan tanda bahwa posisi keuangan perusahaan berada pada kondisi baik. Karena karenanya dapat menjadi pertanda untuk investor bahwa perusahaan tersebut dalam posisi baik untuk investasi. Fisher Black (1967) seperti yang dikutip dalam Kumar (2003;2) menjelaskan bahwa semakin kita memecahkan masalah dividen, maka akan didapat kepingan puzzle yang sebelumnya tidak tersambung sama sekali. Peneitian sebelumnya, seperti Cleassens et al (2000), Faccio et al (2001) dan La Porta et al (1999), lebih banyak merujuk kepada kebijakan dividen di negara maju, seperti di Amerika Serikat dan Inggris, yang memiliki konsentrasi kepemilikan yang sangat rendah dengan mayoritas shareholder perusahaan yang dimiliki oleh publik. Perekonomian negara maju dan negara berkembang sangat berbeda, hal ini mengindikasikan bahwa penelitan sebelumnya di negara maju belum tentu sama dengan yang

di negara berkembang. Pada penelitian sebelumnya, pada perusahaan-perusahaan di India dinyatakan bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh pada kebijakan dividen (Kumar; 2003; 21), namun struktur kepemilikan memiliki pengaruh pada kebijakan dividen di Malaysia (Ramli; 2007; 176). Karakteristik perusahaan di negara berkembang adalah adanya mayoritas pemegang saham di dalam kepemilikan perusahaan yang berbeda dengan di negara maju shareholder perusahaan dipengang secara luas oleh umum. Hal ini mendorong melakukan penelitian tentang pengaruh struktur kepemilikan terhadap kebijakan dividen di Indonesia. 2. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2008 terhadap kebijakan dividen. 2. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar kedua perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2008 terhadap kebijakan dividen. 3. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2009 terhadap kebijakan dividen. 4. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar kedua perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2009 terhadap kebijakan dividen. 5. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2010 terhadap kebijakan dividen. 6. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar kedua perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2010 terhadap kebijakan dividen. 7. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2011 terhadap kebijakan dividen. 8. Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan terbesar kedua perusahaan non financial yang terdaftar pada tahun 2011 terhadap kebijakan dividen. 3. Metodologi Penelitian Objek penelitian adalah perusahaan non financial yang tercatat pada di BEI pada periode 2008-2011. Perusahaan perbankan dikeluarkan dari objek penelitian karena industri perbankan memiliki aturan yang relatif lebih ketat (high regulated industry) yang diatur oleh

Bank Indonesia dan memiliki laporan keuangan yang berbeda dengan industri lainya. Data yang didapatkan berasal dari laporan resmi BEI yang terdapat pada website www.idx.co.id. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel yang memiliki tujuan tertentu dan mampu memberikan informasi yang diinginkan (Sekaran; 2006). Sampel yang diambil harus merupakan perusahaan yang telah terdaftar dalam BEI atau perusahaan sudah melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2008. Dipilihnya tahun penelitian 2008 2011 adalah karena terjadinya krisis global pada tahun 2007 berpotensi mempengaruhi hasil penelitian. Sampel yang dipilih merupakan: 1. Perusahaan terdaftar selain di dalam sektor financial BEI. 2. Perusahaan selambatnya telah melakukan IPO pada tahun 2008. 3. Perusahaan yang telah mengeluarkan laporan keuangan pada tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen. Kebijakan dividen dilihat dengan menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR) yang dikumpulkan melalui Indonesian Capital Market Directory tahun 2008, 2009, 2010 dan 2011. DPR adalah persentase pendapatan yang dibayarkan kepada shareholder melalui dividen. Jenis dividen yang digunakan adalah DPR dengan satuan persen (%). Rumus dari DPR adalah: Atau sama dengan DPR = = Dividen tahunan per share Pendapatan per share Dividen Pendapatan bersih Sebagai variabel independen adalah struktur kepemilikan. Struktur kepemilikan diambil dari persentase kepemilikan shareholder terbesar dan terbesar kedua yang yang tercantum pada laporan keuangan perusahaan. Jenis struktur kepemilikan yang digunakan adalah persentase kepemilikan dengan satuan persen (%). Untuk melihat pengaruh struktur kepemilikan terhadap terhadap kebijakan dividen maka digunakan metode analisis regresi. Analisis regresi adalah analisis yang mencari hubungan di antara dua variabel atau lebih. Analisis regresi akan dilakukan SPSS dengan tingkat level of confidence sebesar 95%. Dalam analisis regresi, akan dikembangkan sebuah persamaan regresi yaitu rumus matematika (Ramli, 2010;174) dengan persamaan :

Dan Y = α + βx1 Y = α + βx2 Keterangan: Y : Dividend Payout Ratio (DPR) α : Konstanta β : Koefisien Multiplier x1 x2 : persentase kepemilikan terbesar : persentase kepemilikan terbesar kedua 4. Hasil Penelitian Tabel 1: Struktur Kepemilikan Perusahaan non financial pada periode 2008-2011 N Mean Median Standar Deviasi Maks. Min. Avrg. 2008 2011 Largest 1204 56,40% 55,56% 0,185618 99,14% 17,32% Avrg. 2008 2011 Second largest 1204 24,43% 23,92% 0,102649 61,81% 0,70% 2008 Largest 301 55,16% 55,01% 0,182258 98,00% 17,32% 2008 Second 301 24,91% 24,18% 0,0987 Largest 61,81% 0,70% 2009 Largest 301 56,15% 55,35% 0,183644 98,04% 17,78% 2009 Second 301 24,21% 23,81% 0,097539 Largest 49,95% 1,74% 2010 Largest 301 56,99% 55,45% 0,185754 99,14% 19,00% 2010 Second 301 24,44% 23,84% 0,105637 Largest 49,95% 0,86% 2011 Largest 301 57,30% 56,32% 0,194356 99,09% 19,00% 2011 Second 301 24,15% 23,88% 0,108637 Largest 61,61% 0,91% Sumber: Laporan keuangan perusahaan non financial tahun 2008 2011 setelah diolah Dengan menggabungkan seluruh perusahaan yang terdapat pada rata-rata tahun 2008 2011 yakni dengan jumlah 1.204 jumlah sampel, jumlah nilai mean dari kepemilikan terbesar pertama adalah 56,40% dan kepemilikan terbesar kedua sebesar 24,43%. Nilai median dari seluruh tahun adalah 55,56% dan 23,92% untuk struktur kepemilikan terbesar pertama dan kepemilikan terbesar kedua. Standar deviasi tahun 2008 2011 adalah 0,185618 untuk kepemilikan tebesar pertama dan 0,102649 untuk kepemilikan terbesar kedua.

Tabel 2: Dividend Payout Ratio Perusahaan non financial pada periode 2008-2011 N Mean Median Stardar Deviasi Maks. Min. Avrg. 2008 2011 1204 41,27% 30,91% 0,407759 424,37% 0,08% 2008 301 47,65% 31,65% 0,576574 424,37% 1,47% 2009 301 36,06% 30,47% 0,24442 120,25% 1,27% 2010 301 40,46% 30,47% 0,338962 203,73% 0,10% 2011 301 41,72% 31,41% 0,424413 360,86% 0,08% Sumber: Laporan keuangan perusahaan non financial tahun 2008 2011 setelah diolah Dengan nilai mean yang terdapat pada rata-rata tahun 2008 2011 yang mempunyai jumlah sampel sebanyak 1.204 dengan nilai mean 41,27% dengan median 30,91% dan standar deviasi 0,424413. 4.1. Gambaran Umum Seluruh Sektor Tabel 3: Tabel Nilai Perbedaan Mean Kepemilikan Seluruh Sektor dengan Rata-Rata Seluruh Sektor Tahun Rata-Rata 2008 2011 Sektor Industri Terbesar Pertama Terbesar Kedua Pertanian Lebih terkonsentrasi Kurang terkonsonentrasi Pertambangan Kurang terkonsentrasi Lebih terkonsentrasi Industri Dasar Kimia Kurang terkonsentrasi Lebih terkonsentrasi Aneka Industri Lebih terkonsentrasi Kurang terkonsentrasi Industri Barang Konsumsi Lebih terkonsentrasi Kurang terkonsentrasi Properti dan Real Estat Kurang terkonsentrasi Lebih terkonsentrasi Infrastruktur, Utilitas dan Lebih terkonsentrasi Lebih terkonsentrasi Transportasi Perdagangan, Jasa, dan Investasi Lebih terkonsentrasi Lebih terkonsentrasi Sumber: Laporan keuangan perusahaan sektor pertanian tahun 2008 2011 setelah diolah

Tabel 4: Tabel Nilai Perbedaan Mean DPR Seluruh Sektor dengan Rata-Rata Seluruh Sektor Tahun Rata-Rata 2008 2011 Sektor Industri Keterangan Pertanian Kurang Dari DPR Seluruh Sektor Pertambangan Industri Dasar Kimia Aneka Industri Industri Barang Konsumsi Properti dan Real Estat Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi Perdagangan, Jasa, dan Investasi Kurang Dari DPR Seluruh Sektor Kurang Dari DPR Seluruh Sektor Lebih Dari DPR Seluruh Sektor Lebih Dari DPR Seluruh Sektor Kurang Dari DPR Seluruh Sektor Kurang Dari DPR Seluruh Sektor Lebih Dari DPR Seluruh Sektor Sumber: Laporan keuangan perusahaan sektor pertanian tahun 2008 2011 setelah diolah Kepemilikan pertama sektor pertanian lebih terkonsentrasi daripada nilai rata-rata kesuluruhan sektor. Dari 4 tahun penelitian, mean kepemilikan pertama tahun 2009, 2010, dan 2011 melebihi nilai rata-rata sektor. Hal tersebut berarti perusahaan di sektor pertanian lebih terkonsentrasi daripada nilai rata-rata seluruh sektor. Hal tersebut berpengaruh kepada kepemilikan kedua pada tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 yang berdampak penurunan dibawah nilai rata-rata seluruh sektor. Pengecualian terjadi pada tahun 2008 yang dimana nilai mean kepemilikan pertama dan kedua sektor pertanian dibawah rata-rata seluruh sektor. Sedangkan seluruh mean DPR sektor pertanian dibawah nilai mean rata-rata seluruh sektor. Kepemilikan pertama sektor pertambangan memiliki kepemilikan yang tidak terkonsentrasi. Ini terlihat dari kepemilikan pertama total rata-rata 4 tahun penelitian memiliki angka dibawah nilai rata-rata sektor, seperti pada tahun 2008, 2009, dan 2011. Sebaliknya selama 4 tahun berturutturut struktur kepemilikan kedua sektor ini memiliki nilai mean diatas rata-rata seluruh sektor. Sedangkan seluruh mean DPR sektor pertambangan dibawah nilai mean rata-rata seluruh sektor.

Kepemilikan pertama sektor industri dasar kimia memiliki kepemilikan yang tidak terkonsentrasi. Ini terlihat dari kepemilikan pertama seluruh tahun penelitian memiliki angka dibawah nilai rata-rata sektor. Hal yang sebaliknya terjadi pada struktur kepemilikan terbesar kedua selama 4 tahun berturut-turut memiliki nilai mean diatas rata-rata seluruh sektor. Secara mean seluruh DPR sektor industri dasar dan kimia dibawah nilai mean rata-rata seluruh sektor. Kepemilikan pertama sektor aneka industri lebih terkonsentrasi daripada nilai rata-rata kesuluruhan sektor. Hal ini terlihat dari 4 tahun penelitian, kepemilikan pertama tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 melebihi nilai rata-rata sektor. Pada kepemilikan kedua pada seluruh tahun penelitian berbanding terbalik dengan kepemilikan pertama sektor aneka industri. Seluruh tahun penelitian menunjukkan bahwa nilai kepemilikan kedua sektor aneka industri dibawah rata-rata. Sedangkan seluruh mean DPR sektor aneka industri melebihi dari nilai mean rata-rata seluruh sektor. Kepemilikan pertama sektor industri barang konsumsi lebih terkonsentrasi daripada nilai rata-rata kesuluruhan sektor. Hal ini terlihat dari 4 tahun penelitian, kepemilikan pertama tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 melebihi nilai rata-rata sektor. Kepemilikan kedua pada seluruh tahun penelitian berbanding terbalik dengan kepemilikan pertama sektor industi barang konsumsi. Seluruh tahun penelitian menunjukkan bahwa nilai kepemilikan kedua sektor industri barang konsumsi dibawah rata-rata. Sedangkan seluruh mean DPR sektor industri barang konsumsi melebihi dari nilai mean rata-rata seluruh sektor. Mean DPR perusahaan sektor industri barang konsumsi lebih besar daripada rata-rata seluruh sektor pada seluruh tahun penelitian. Kepemilikan pertama sektor industri properti dan real estat tidak terkonsentrasi daripada nilai rata-rata kesuluruhan sektor. Hal ini terlihat dari 4 tahun penelitian, kepemilikan pertama tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 berada di bawah nilai rata-rata sektor. Kepemilikan kedua rata-rata seluruh tahun penelitian berada di atas rata-rata seluruh sektor. Sedangkan secara seluruh mean DPR sektor industri properti dan real estat berada di bawah dari nilai mean rata-rata seluruh sektor. Kepemilikan pertama sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi terkonsentrasi daripada nilai rata-rata kesuluruhan sektor. Hal ini terlihat dari 4 tahun penelitian, kepemilikan pertama tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 berada di atas nilai rata-rata sektor. Kepemilikan kedua rata-rata seluruh tahun penelitian juga berada di atas rata-rata seluruh sektor. Sedangkan seluruh mean DPR sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi berada di bawah dari nilai mean rata-rata seluruh sektor. Kepemilikan pertama sektor perdagangan, jasa dan investasi

terkonsentrasi daripada nilai rata-rata kesuluruhan sektor. Hal ini terlihat dari 4 tahun penelitian, kepemilikan pertama tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 berada di atas nilai rata-rata sektor. Kepemilikan kedua rata-rata seluruh tahun penelitian juga berada di atas rata-rata seluruh sektor. Kepemilikan kedua pada tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011 melebihi nilai rata-rata seluruh sektor. Sedangkan seluruh mean DPR sektor perdagangan, jasa, dan investasi berada di atas dari nilai mean rata-rata seluruh sektor. 4.2. Hasil Penelitian Tabel 5: Hubungan Antar Variabel Hipotesis Hubungan Tanda Sig B t Keterangan H1 Struktur terbesar pertama Dividen +,002,177 3,109 Signifikan 2008 H2 Struktur terbesar kedua Dividen 2008 -,196 -,303-1,196 Tidak Signifikan H3 Struktur terbesar pertama Dividen + 0,286 4,043 Signifikan 2009 H4 Struktur terbesar kedua Dividen 2009 -,959 -,007 -,052 Tidak Signifikan H5 Struktur terbesar pertama Dividen + 0,347 3,812 Signifikan 2010 H6 Struktur terbesar kedua Dividen 2010 -,425 -,131 -,798 Tidak Signifikan H7 Struktur terbesar pertama Dividen 2011 +,591,054 -,537 Tidak Signifikan H8 Struktur terbesar kedua Dividen 2011 +,445,138,765 Tidak Signifikan Sumber: Hasil pengolahan data SPSS. Hipotesis pertama (H1): Struktur kepemilikan terbesar pertama berpengaruh positif terhadap dividen tahun 2008. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa variabel sturktur kepemilikan terbesar pertama memiliki pengaruh positif terhadap dividen perusahaan, dengan nilai signifikansi 0,002.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara stuktur kepemilikan memiliki dengan jumlah dividen yang dikeluarkan oleh perusahaan non financial tahun 2008. Hipotesis kedua (H2): Struktur kepemilikan terbesar kedua berpengaruh negatif terhadap dividen tahun 2008. Dengan jumlah pengujian dengan nilai signifikansi 0,196 menunjukkan bahwa variabel struktur kepemilikan kedua memiliki pengaruh negatif terhadap dividen perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perngaruh strukur kepemilikan dengan jumlah dividen yang dikeluarkan perusahaan non financial tahun 2008.

Hipotesis ketiga (H3): Stuktur kepemilikan terbesar berpengaruh positif terhadap dividen tahun 2009. Dengan jumlah pengujian dengan nilai signifikansi 0 menunjukkan bahwa variabel struktur kepemilikan kedua memiliki pengaruh positif terhadap kebijakan dividen perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh struktur kepemilikan dengan jumlah dividen yang dikelurkan perusahaan non financial tahun 2009. Hipotesis keempat (H4): Struktur kepemilikan terbesar kedua berpengaruh negatif terhadap dividen tahun 2009. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa variabel sturktur kepemilikan terbesar pertama memiliki pengaruh negatif terhadap dividen perusahaan, dengan nilai signifikansi 0,959.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara stuktur kepemilikan memiliki dengan jumlah dividen yang dikeluarkan oleh perusahaan non financial tahun 2009. Hipotesis kelima (H5): Stuktur kepemilikan terbesar berpengaruh positif terhadap dividen tahun 2010. Dengan jumlah pengujian dengan nilai signifikansi 0 menunjukkan bahwa variabel struktur kepemilikan kedua memiliki pengaruh positif terhadap kebijakan dividen perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh struktur kepemilikan dengan jumlah dividen yang dikelurkan perusahaan non financial tahun 2010. Hipotesis keenam (H6): Struktur kepemilikan terbesar kedua berpengaruh negatif terhadap dividen tahun 2010. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa variabel sturktur kepemilikan terbesar pertama memiliki pengaruh negatif terhadap dividen perusahaan, dengan nilai signifikansi 0,425.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara stuktur kepemilikan memiliki dengan jumlah dividen yang dikeluarkan oleh perusahaan non financial tahun 2010. Hipotesis ketujuh (H7): Stuktur kepemilikan terbesar berpengaruh negatif terhadap dividen tahun 2011. Dengan jumlah pengujian dengan nilai signifikansi 0,591 menunjukkan bahwa variabel struktur kepemilikan kedua memiliki pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh struktur kepemilikan dengan jumlah dividen yang dikelurkan perusahaan non financial tahun 2011. Hipotesis kedelapan (H8): Struktur kepemilikan terbesar kedua berpengaruh negatif terhadap dividen tahun 2011. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa variabel sturktur kepemilikan terbesar pertama memiliki pengaruh negatif terhadap dividen perusahaan, dengan nilai signifikansi 0,445.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara stuktur kepemilikan memiliki dengan jumlah dividen yang dikeluarkan oleh perusahaan non financial tahun 2011.

5. Kesimpulan dan Saran Penelitian ini mencari hubungan antara kepemilikan terbesar pertama dan kedua perusahaan terhadap kebijakan dividen perusahaan non financial tahun 2008 2011. Hasil menunjukkan bahwa pada tahun 2008 2010 faktor kepemilikan terbesar perusahaan terhadap dividen payout ratio (DPR) adalah signifikan. Ini berarti menyatakan bahwa kepemilikan terbesar berusaha untuk mendapatkan dividen dari perusahaan yang dimilikinya. Sedangkan pada tahun 2011 terjadi pergeseran tidak signifikan antara kepemilikan pertama dengan DPR. Nilai signifikansi yang sebesar 0,591 menunjukkan kepemilikan terbesar tetap melakukan ekspolitasi perusahaan melalui dividen, karena batas minimal signifikansi positif adalah 0,500. Sedangkan untuk kepemilikan terbesar kedua perusahaan bersifat tidak signifikan terhadap DPR. Hal ini dapat dilihat dari seluruh tahun penelitian, yakni 2008 2011, yang menunjukkan seluruhnya memiliki pengaruh negatif. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan terbesar kedau tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan. Berikut hasil kesimpulan uji hipotesis yang telah diteliti: 1. Stuktur kepemilikan terbesar pertama tahun 2008 memiliki hasil yang signifikan terhadap DPR tahun 2008 2. Stuktur kepemilikan terbesar kedua tahun 2008 memiliki hasil yang tidak signifikan terhadap DPR tahun 2008. 3. Struktur kepemilikan terbesar pertama tahun 2009 memiliki hasil yang sigifikan terhadap DPR tahun 2009. 4. Struktur kepemilikan terbesar kedua tahun 2009 memiliki hasil yang tidak signifikan terhadap DPR tahun 2009. 5. Struktur kepemilikan terbesar pertama tahun 2010 memiliki hasil yang signifikan terhadap DPR tahun 2010. 6. Struktur kepemilikan terbesar kedua tahun 2010 memiliki hasil yang tidak signifikan terhadap dividen tahun 2010. 7. Hasil kepemilikan terbesar pertama tahun 2011 memiliki hasil yang tidak signifikan terhadap DPR tahun 2011. 8. Hasil kepemilikan terbesar kedua tahun 2011 memiliki hasil yang tidak signifikan terhadap DPR tahun 2011. Secara umum, faktor kepemilikan terbesar perusahaan mempunyai pengaruh terhadap kebijakan dividen. Ini dapat dilihat dari adanya hubungan antara faktor kepemilikan terbesar perusahaan terhadap kebijakan dividen selama 3 (tiga) dari 4 (empat) tahun penelitian.

Sedangkan faktor kepemilikan terbesar kedua tidak memiliki terhadap kebijakan dividen perusahaan (hubungan negatif selama 4 (empat) dari 4 (empat) tahun penelitian). Saran dari penelitian ini untuk dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan menambahkan berbagai variabel seperti variabel kontrol, waktu, dan jenis kepemilikan perusahaan (Private ownership, government ownership dan foreign ownership). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik daripada penelitian yang sudah dilakukan.

Daftar Pustaka Claessens, Stijn, Simeon Djankov, J.P.H. Fan and Larry H. P. Lang. 2002. Disentangling the incentive and entrenchment effects of large shareholdings.the Journal of Finance 57(6): 2741. Faccio, Mara, Larry Lang, H. P. and Leslie Young. 2001. Dividends and expropriation. The American Economic Review 91(1):54. Kumar, Jayesh. 2003. Ownership Structure and Dividend Payout Policy in India. Indira Gandhi Institute of Development Research. Mumbai. La Porta, Rafael, Florencio Lopez-De-Silanes and Andrei Shleifer. 1999. Corporate Ownership Around the World. The Journal of Finance 54(2):471-517. Ramli, Mazna, Nathasa. Ownership structure and Dividend Policy: Evidence from Malaysian Companies. International Review of Business Research Papers Vol.6, No.1 February 2010, Pp.170-180.