Epoxy Floor Coating :

dokumen-dokumen yang mirip
OXYFLOOR Epoxy Floor Coating

Problem solving 1. Pendahuluan. PT Putramataram Coating International. Dari pengalaman. memberikan kontribusi 50% terhadap terjadinya. pengecatan.

Lignalac - Polyurethane

Cat adalah istilah umum yang digunakan untuk keluarga produk yang digunakan untuk melindungi dan memberikanwarna pada suatu objek atau permukaan

Wood Finishes 2. Sistem Wood Finishes. Jenis Wood Finishes

PUMA. Buletin SISTEM FINISHING TAHAPAN APLIKASI WOOD FINISHES I PRODUK. PERSIAPAN PERMUKAAN dan PEWARNAAN WOOD FINISHES PUTRAMATARAM *022011*

PROSES PENGECATAN (PAINTING) Dosen : Agus Solehudin, Ir., MT

Perlindungan kayu. perabotan. Produk Wood Care Putramataram

Kayu jati (JA1) dan Mahoni (MaA1) yang difinishing dengan penambahan air 10% untuk sealer dan 30% air untuk top coat.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

MACAM MACAM EPOXY DAN POLYURETHANE BASED FLOORING SYSTEM BESERTA KINERJANYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. yang diharapkan. Tahap terakhir ini termasuk dalam tahap pengetesan stand

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. hasilnya optimal dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dalam metode

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB XIII PENGECATAN A.

BAB 4 HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Pembentukan Lapisan Film dengan Teknik Batik

3 SKS (2 P, 1 T) Dosen Pengampu : Tim

BAB IV ANALISA. Gambar 4.1. Fenomena case hardening yang terjadi pada sampel.

PAINTING DAN COATING BLASTING/SURFACE PREPARATION

BAB 3 METODE PENELITIAN

4.1 FENOMENA DAN PENYEBAB KERUSAKAN KUALITAS PADA PRODUK PENGERINGAN

EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam

Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung

Presentation Title PENGARUH KOMPOSISI PHENOLIC EPOXY TERHADAP KARAKTERISTIK COATING PADA APLIKASI PIPA OVERHEAD DEBUTANIZER TUGAS AKHIR MM091381

Campuran udara uap air

PENGECATAN. Oleh: Riswan Dwi Djatmiko

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian kali ini adalah penetapan kadar air dan protein dengan bahan

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ke 6 (KELEMBABAN UDARA)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II STUDI LITERATUR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 3 RANCANGAN PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR ILMU KIMIA FISIK. Subtitle

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Pengujian Agregat. Hasil pengujian agregat ditunjukkan dalam Tabel 5.1.

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. membentuk masa padat. Jenis beton yang dihasilkan dalam perencanaan ini adalah

HASIL DAN PEMBAHASAN

Ahmad Zaki Mubarok Kimia Fisik Pangan. Silika

Pengertian sticker dan jenisnya

FINISHING. Fungsi dari bahan finishing: A. Melindungi material B. Memberikan nilai estetika

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diketahui kandungan airnya. Penetapan kadar air dapat dilakukan beberapa cara.

PENGARUH PENAMBAHAN UNSATURATED POLYESTER RESIN TERHADAP MUTU BETON K-350 EFFECT OF ADDITION UNSATURATED POLYESTER RESIN IN MIXED CONCRETE K-350

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Pembuatan Tablet Effervescent Tepung Lidah Buaya. Tablet dibuat dalam lima formula, seperti terlihat pada Tabel 1,

METODE PENGUJIAN KADAR AIR DAN KADAR FRAKSI RINGAN DALAM CAMPURAN PERKERASAN BERASPAL

Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1)

TUGAS AKHIR METALURGI PENGUJIAN KETAHANAN PROTEKSI KOROSI CAT ANTI KARAT JENIS RUST CONVERTER, WATER DISPLACING, DAN RUBBER PAINT

Pengeringan. Shinta Rosalia Dewi

MACAM-MACAM FLOOR HARDENER DENGAN KINERJANYA

PENGETAHUAN PROSES PADA UNIT SINTESIS UREA

III. DATA PERANCANGAN. Kesiapan Data Rincian Data. Pedoman Membuat Dining chair. Sumber Inspirasi Refrensi Model. Dalam Menciptakan Dining Chair

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) : STM 337 (1 SKS TEORI + 2 SKS PRAKTIK)

LAMPIRAN. Universitas Kristen Maranatha

A. Pengertian Psikometri Chart atau Humidty Chart a. Terminologi a) Humid heat ( Cs

Teknik tarik lipat pada proses Mixing Dough

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Yufiter (2012) dalam jurnal yang berjudul substitusi agregat halus beton

BAB IV PEMBAHASAN. -X52 sedangkan laju -X52. korosi tertinggi dimiliki oleh jaringan pipa 16 OD-Y 5

Sistem pengering pilihan

BAB 9. Kurva Kelembaban (Psychrometric) dan Penggunaannya

Karakteristik Air. Siti Yuliawati Dosen Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan 25 September 2017

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERMASALAHAN STRUKTUR ATAP, LANTAI DAN DINDING

TUGAS INDUSTRI TEACHING

1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. kaca, dan air. Suhu merupakan faktor eksternal yang akan mempengaruhi

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari

BAB II LANDASAN TEORI

FAQ. Pengisi Nat (Tile Grout):

1. Pengertian Perubahan Materi

BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori. 2.1 AC Split

Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Salah satunya adalah Metode UJI MATERIAL GEDUNG melalui suatu pelatihan khusus.

KALOR. Peta Konsep. secara. Kalor. Perubahan suhu. Perubahan wujud Konduksi Konveksi Radiasi. - Mendidih. - Mengembun. - Melebur.

Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung

Hasil Penelitian dan Pembahasan

ISOLATOR 2.1 ISOLATOR PIRING. Jenis isolator dilihat dari konstruksi dan bahannya dibagi seperti diagram pada Gambar 2.1. Universitas Sumatera Utara

PENGARUH VARIASI FAKTOR AIR SEMEN DAN TEMPERATUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON. Irzal Agus. (Dosen Fakultas Teknik Unidayan Baubau) ABSTRACT

TUJUAN DAN METODE PERSIAPAN PERMUKAAN

/ Teknik Kimia TUGAS 1. MENJAWAB SOAL 19.6 DAN 19.8

berlemak, larut dalam CCU serta tidak larut dalam air. Jika dipanaskan sampai suatu

5/30/2014 PSIKROMETRI. Ahmad Zaki M. Teknologi Hasil Pertanian UB. Komposisi dan Sifat Termal Udara Lembab

TINJAUAN KUAT LENTUR PLAT LANTAI DENGAN BAHAN TAMBAH ZEOLIT MENGGUNAKAN TULANGAN WIRE MESH

/ Teknik Kimia TUGAS 1. MENJAWAB SOAL 19.6 DAN 19.8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ION EXCHANGE DASAR TEORI

BAB 3 METODOLOGI. berpori di Indonesia, maka referensi yang digunakan lebih banyak diperoleh dari hasil

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III LEMBAR UDARA ( = HUMIDITY)

Prarancangan Pabrik Pentaeritritol dari Asetaldehid dan Formaldehid dengan Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

3.2 Pembuatan Pipa Pipa aliran air dan coolant dari heater menuju pipa yang sebelumnya menggunakan pipa bahan polimer akan digantikan dengan menggunak

Papan partikel SNI Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Pusat Standardisasi dan Lingkungan Departemen Kehutanan untuk Diseminasi SNI

BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh makhluk hidup yang disebut dengan metabolisme

PENYIMPANAN DAN PENGGUDANGAN PENDAHULUAN

Bayangkan kemungkinan Perlindungan Permanen dan Tanpa Erosi

PENGARUH HUJAN TERHADAP TEGANGAN LEWAT DENYAR ISOLATOR PIRING TERPOLUSI

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

PT PUTRA MATARAM COATING INTERNATONAL Epoxy Floor Coating : Aplikasi dan masalahnya Volume 2 Desember 2015 Pendahuluan Epoxy merupakan cat dua komponen yang terbuat dari kombinasi polimer epoksi sebagai CAT dan polimer amina / amida sebagai H A R D E N E R. E p o k s i mempunyai keunggulan pada sifat film keringnya yang kuat, tahan terhadap tiner dan bahan kimia, Selain itu Epoxy juga mempunyai daya tahan yang sangat bagus terhadap abrasi atau gesekan. Salah satu jenis cat epoksi yang banyak digunakan adalah Epoxy Floor Coating yaitu cat lantai berbahan dasar epoksi yang khusus untuk substrat dari konkret, semen. Kekuatan dan hasil akhir tampilan Epoxy floor coating sangat dipengaruhi oleh persiapan permukaan substrat yang akan di cat. Dengan persiapan permukaan yang benar akan memastikan epoxy floor coating akan melekat dengan kuat pada substrat dan membuat ketahanan film cat sistem epoxy lebih lama. E p o x y F l o o r c o a t i n g diaplikasikan pada ketebalan antara 800-3000 micron atau 0,8-3 mm dan pada ketebalan setinggi itu, peran lingkungan aplikasi sangat besar. Pada buletin edisi ini kita akan bahan tentang masalah yang sering dijumpai pada aplikasi epoxy floor coating atau aplikasi epoxy jenis lain yang diaplikasikan Delta Oxyfloor 1068 Aplikasi Cat Epoxy Daftar Isi Mari kita ulangi sedikit tentang karakter cat epoxy secara umum. Pengecatan epoksi m e m e r l u k a n ketrampilan karena mempunyai pot life / masa pakai yaitu waktu setelah cat dicampur dengan hardener dalam waktu campuran cat mengeras. Sehingga cat e p o x y h a r u s diaplikasikan sebelum masa pakai tercapai. Pot life epoksi bervariasi antara 30 menit hingga 3 jam dan dapat ditanyakan pada produsen. Pada aplikasi Epoksi juga ada masa induksi sebelum dilakukan pengecatan. Masa induksi adalah waktu yang diperlukan epoksi untuk bereaksi sempurna sebelum dipergunakan dan biasanya antara 10-20 menit. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah lingkungan sekitar yang meliputi benda kerja dan kondisi ruang kerja. Aturan umum untuk benda kerja adalah suhu benda kerja tidak boleh lebih rendah dari 5 o C dari Dew point. Pendauluan 1 Aplikasi Cat Epoxy 1 Masalah Aplikasi 2 Mengapa masalah bisa timbul Faktor yang berperan utama 3 3 Tabel Dew Point 4 Pencegahan Perbaikan 6

Page 2 Epoxy Floor Coating : Masalah Aplikasi Cat Epoxy ; Blushing dan Blooming Potensi masalah dalam aplikasi Epoksi adalah suhu dan humidity (kelembaban) yang bisa terjadi sebelum proses pengecatan atau saat proses pengecatan. Untuk meminimalkan atau menghilangkan potensi ini, biasanya dalam petunjuk kerja dikemasan atau data tehnis produk, produsen mencantumkan rekomendasi suhu dan kelembaban untuk aplikasi cat epoksi. Masalah tersebut antara lain permukaan film cat nampak berkabut, kilapnya turun, tampilan cat seperti ada minyak / kristal putih / bercak tidak rata. Blushing dan Blooming Blushing dan blooming merupakan masalah yang berbeda. Blushing seringkali digambarkan dengan adanya bercak air akibat uap air terkondensasi dan terperangkap di permukaan saat proses pengeringan. Munculnya uap air juga bisa berasal dari pori - pori substrat. Tampilan Blushing bisa juga berupa efek kabut pada permukaan cat transparan atau kilap yang turun pada cat solid color. Blooming atau Leaching berbeda dengan blushing. Blooming terjadi bila ada komponen cat yang bersifat larut dalam air dan migrasi kebagian atas dari permukaan cat. Komponen tersebut bisa berupa catalyst, additive atau solvent yang dipakai. Pada lingkungan aplikasi mempunyai kelembaban tinggi, saat uap air menguap, komponen - komponen akan bergerak ke permukaan, kemudian bereaksi dengan uap air. Setelah kering akan nampak bercak - bercak kilap berminyak, yang tidak kering dan lengket. Bila cat masih basah, masih bisa dibersihkan dengan air sabun. Blushing Bila blooming terlalu parah akan menyebabkan permukaan lapisan cat keruh dan kilap tidak rata, permukaan tidak rata dan bahkan lapisan cat tidak kering. Blushing dan blooming juga bisa menyebabkan permukaan cat tidak rata / halus. Masalah Blushing dan Blooming pada permukaan cat dapat juga menyebabkan gagalnya adhesi pada substrat dan adhesi cat diatasnya. Blushing dan Blooming bisa terjadi pada lapisan antara / intermediate dan menyebabkan masalah pada tidak lengketnya cat akhir.

Page 3 Volume 1, Issue 1 Mengapa masalah bisa timbul Blooming dan blushing terjadi karena reaksi kimia antara komponen dari cat epoksi dengan karbokdioksida ( CO 2 ) / uap air ( H 2 O ) diudara. Reaksi tersebut menyebabkan terbentuk garam Reaksi yang terjadi : dan nampak seperti lapisan berminyak pada permukaan cat. Reaksi antara salah satu komponen resin dengan karbondioksida / uap air diudara menyebabkan cat epoksi tidak kering. Blooming 2 R NH 2 + CO 2 > R NH C O - + NH 3 R atau O 2 R NH 2 + CO 2 > [ R NH 3 ] 2 + CO 3 2- Faktor yang berperan utama Ada dua hal yang berperan terjadinya masalah Blooming dan Blushing yaitu kelembaban dan kecepatan reaksi antar komponen dalam cat dan kecepatan reaksi antara komponen cat dan karbondioksida / uap air diudara. Kelembaban. mahami terlebih dahulu tentang kelembaban dan kelembaban relative. Kelembaban atau bisa disebut juga kelembaban mutlak adalah jumlah total uap air diudara yang dapat ditahan pada suhu tertentu. Semakin tinggi suhu udara, semakin tinggi jumlah uap air diudara. Kelembaban relative adalah perbandingan (dalam %) jumlah uap air diudara terhadap jumlah air Di awal pendahuluan kita telah menyinggung tentang Dew Point. Sebelum kita membahas Dew Point, mari kita memaksimum diudara yang dapat ditahan pada suhu tertentu. Kelembaban udara mencapai 100% pada saat udara sudah jenuh dengan uap air. Bila suhu makin turun, akan terjadi proses kondensasi uap air menjadi butiran air atau disebut juga Dew Point. Sehingga Dew Point adalah suhu dimana mulai terjadi proses kondensasi uap air. Bila suhu Dew Point dan suhu udara berdekatan akan mulai ter-

Page 4 Penurunan suhu ruang 10 o C akan memperlamb at kecepatan reaksi sebesar faktor 2 kali jadi embun. Kelembaban udara bisa berubah secara berkala dan bervariasi dari jam ke jam. Jika suhu substrat berada dibawah dew point, akan terjadi kondensasi uap air pada permukaan substrat. Saat pengecatan, udara dari spray gun dan penguapan solvent bisa menurunkan suhu permukaan lapisan cat. Efek ini akan lebih buruk bila solvent yang digunakan terlalu cepat kering. Uap air yang terkondensasi ini menyebabkan reaksi blushing dengan komponen dalam cat eppksi. Suhu Suhu udara minimum dalam ruang merupakan faktor yang sangat penting agar aplikasi cat epoksi dapat kering secara normal. Suhu udara yang lebih rendah dari suhu yang diperkenankan oleh produsen cat akan membuat proses reaksi cat epoksi dan hardener makin lambat dan menaikkan resiko terjadinya masalah pada film cat blushing atau blooming. Secara umum dapat digambarkan bahwa setiap penurunan suhu sebesar 10 o C akan memperlambat kecepatan reaksi sebesar faktor 2 kali atau dengan kata lain proses pengeringan menjadi 2 x lebih lambat. Dengan turunnya kecepatan reaksi ini akan membuat salah satu komponen cat bergerak ke atas dan bereaksi dengan CO 2 atau H 2 O diudara. Tabel Dew Point Tabel dihalaman 5. menggambarkan grafik konversi Dew Point menjadi Kelembaban Relatif. Dengan alat thermometer dan hygrometer, kita bisa mengetahui suhu udara dan Kelembaban Relatif pada area tertentu, kemudian dengan kedua data tersebut kita bisa mengetahui Dew Point. Caranya adalah kita lihat suhu pada baris tabel baris o C dan lihat kelembaban relatif pada kolom table. Tarik hasil kedua data terebut ke kolom Dew Point di sebelah paling kiri atau kanan dari table. Sebagai contoh suatu area mempunyai suhu 28 o C dan kelembaban relatif 70% maka Dew Point akan menunjukkan angka 22 o C. Pada kondisi ini kita bisa melakukan pengecatan dengan aman karena syarat minimal 5 o C diatas Dew Point sudah terlampaui. Namun pada sore hari, suhu bisa saja turun hingga 23 o C dan kelembaban meningkat maka proses pengecatan harus dihentikan, kecuali bila suhu substrat dinaikkan.

Volume 2 Page 5 Tabel Konversi Dew Point menjadi Kelembaban Relatif

PT. Putramataram Coating International Jl. Surowongso 399, Ds. Karangbong, Gedangan. Sidoarjo - Jawa Timur Indonesia Ph: +62 31 8914880-83 Fx: +62 31 8914885 E: info@putramataram-coating.com Inspirasi dalam Mutu Pencegahan Di depan kita telah bahas bahwa faktor suhu dan kelembaban menjadi penyebab timbulnya blooming dan blushing. Untuk mencegah masalah tersebut, kita harus menghambat reaksi antara cat epoksi dan uap air dilingkungan dengan cara mengunakan sistem pemanasan (dengan blower udara panas) atau alat dehumidifier pada area aplikasi tertentu. Penggunaan pemanas api seperti pemantik api tidak direkomendasikan karena pembakaran gas atau minyak kerosene dapat menghasilkan gas CO 2.. (lihat reaksi di halaman 5) Sistem aplikasi cat Epoksi disarankan dilakukan pada kelembaban 50-70% pada suhu 30-35 0 C dan melakukan aplikasi bila kelembaban relatif 85% pada suhu 21 0 C atau kelembaban 75% pada 10 0 C. Substrat lantai dari beton harus diperiksa kadar air sebelum dicat dan kadar air tidak boleh lebih dari 14%. Substrat dengan kadar lebih dari 14% harus menggunakan cat epoksi yang khusus. Pastikan pencampuran cat dan hardener sudah sesuai petunjuk pabrik. Diamkan campuran beberapa saat (induction time) agar epoksi bereaksi sempurna dan menghilangkan gelembung gas. Lakukan pengecatan sebelum masa campur / pot life tercapai, aplikasikan dengan merata menggunakan alat dan metoda yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat. Perbaikan Perbaikan dapat dilakukan pada saat pengecatan maupun setelah proses pengecatan dilakukan. Setelah selesai aplikasi, perhatikan hasil pengecatan, bila ditemukan adanya permukaan yang berkabut / haze segera pergunakan udara panas pada tempat tersebut. Namun, jangan mengarahkan panas langsung pada permukaan cat karena akan menyebabkan permukaan lapisan cat bergelombang / tidak rata. Bila pengecatan belum terlalu lama, masih 24 jam, dapat pengecatan kedua tanpa menggosok cat sebelumnya sebagai perbaikan. Bila pengecatan lebih dari 24 jam disarankan untuk melakukan sanding / digosok sebelum pengecatan berikutnya dilakukan.