Oleh: Setya Raharja 2

dokumen-dokumen yang mirip
KARYA ILMIAH HASIL PENELITIAN 1

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

4) Judul Penelitian. 1) Latar Belakang Masalah. 2) Indikasi Masalah. 3) Batasan Masalah

KIAT MENULIS LAPORAN ILMIAH. Oleh: Khaerudin Kurniawan

4) Judul Penelitian. 1) Latar Belakang Masalah. 2) Indikasi Masalah. 3) Batasan Masalah

BAB III METODA PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif

UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN

MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Sukanti

Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas

PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI

IN062 -MetodePenelitianInformatika. 2. Proposal Penelitian

B i o s a i n s, The spirit of life Mencetak SDM cerdas mandiri, membina SDA lestari

PENDAHULUAN JENIS PENELITIAN MENURUT PENDEKATANNYA 2/16/2012 PENDEKATAN PRAKTIS

SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PPPPTK SENI DAN BUDAYA

MASALAH PENELITIAN PERUMUSAN GARIS BESAR MASALAH

PEDOMAN STRUKTUR DAN SUBSTANSI SISTEMATIKA USULAN DAN LAPORAN PTK PRODI PGSD JURUSAN PEDAGOGIK FIP UPI

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( CLASROOM ACTION RESEARCH ) Oleh: TIM PENGAJAR PTK DEPARTEMEN ELEKTRO PPPPTK BOE / VEDC MALANG

DASAR- DASAR PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Oleh: Nurhidayati, M. Hum. FBS UNY

PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (SKRIPSI)

Penulisan Laporan Penelitian

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA

PANDUAN PENULISAN PROPOSAL

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR

PENGANTAR PENELITIAN. Imam Gunawan

KEMAMPUAN MENYUSUN KARYA ILMIAH MAHASISWA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA. Oleh Selvianingsih Salilama Fatmah AR Umar Supriyadi

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Topik 4 Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas dalam bentuk Makalah dan Artikel Jurnal

RAGAM/JENIS PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN PENGEMBANGAN

LAPORAN PENELITIAN KELOMPOK

JENIS-JENIS PENELITIAN

PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI. Oleh M. Sarjan Fakultas Pertanian UNRAM 2009

METODOLOGI PENELITIAN Pertemuan 3 JENIS DAN METODE PENELITIAN

MODEL PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF UNTUK PENYUSUNAN SKRIPSI Drs. M.Jusuf Effendy)*

Pengertian Tulisan Ilmiah

Riset Ilmiah: Metode Riset Akuntansi Sebagai Cara Penelitian Ilmiah. Drajat Armono, S.E., M.Si.

CARA PRAKTIS PENULISAN KARYA ILMIAH 1 Oleh : Dr. Farida Hanum, M.Si 2

How to make a good business plan

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Untuk mendeskripsikan Kinerja Guru MAN Model Palangka Raya.

BAB III METODE PENELITIAN

METODE & DESAIN PENELITIAN. Rijal Fadilah

Cara Penyusunan Proposal Penelitian

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PERMASALAHAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH Oleh : Drs. Murtamadji, M.Si. Jurusan :FSP / FIP UNY

BAB III METODE PENELITIAN. Ditinjau dari sudut pandang pendekatannya, penelitian yang penulis lakukan

FORMAT PROPOSAL PENELITIAN REGULER

Mengapa perlu menulis karya ilmiah?

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN )

Percepatan Tugas Akhir/ Skripsi Mahasiswa. Karya Ilmiah

PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK GURU SMP SE-KOTAMADYA YOGYAKARTA

PEMBUATAN USUL PENELITIAN KUANTITATIF. Tri Nugroho Adi,M.Si. Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman

BAB III METODE PENELITIAN. memecahkan suatu masalah yang diselidiki. Berdasarkan metode pendekatan

Profil kesulitan siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal fisika materi cahaya ditinjau dari gaya belajar di SMPN 2 Wungu

Pedoman Penulisan Skripsi 1 BAB I. PEDOMAN UMUM

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi

SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA

PANDUAN UMUM PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PENGEMBANGAN (untuk contoh)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Pertanyaan penelitian: Apakah saya sudah merumuskan pertanyaan penelitian secara spesifik? Apakah saya sudah punya hipotesis dalam benak?

Penulisan Usulan Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini, maka metode yang digunakan yaitu

TEKNIK PENULISAN ARTIKEL HASIL PENELITIAN DALAM JURNAL ILMIAH 1. Oleh Kastam Syamsi FBS Universitas Negeri Yogyakarta

PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN PROF. DR. NURFINA AZNAM NUGROHO, SU., APT

BAB III METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang dilakukan seorang peneliti untuk

PENGARUH IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN SOSIAL TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI 1 KEMBANG KABUPATEN JEPARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

BAB III METODE PENELITIAN. Oleh karena itu sesuai dengan judul diatas, penulis menggunakan metode

MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH 1

MAKALAH PUBLIKASI ILMIAH DALAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1

BAB III METODE PENELITIAN

PANDUAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI PROGRAM SARJANA TINGKAT FAKULTAS PERTANIAN TAHUN 2015

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Mengacu pada

BAB III METODE PENELITIAN

PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH 1 Oleh Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si 2

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menekankan pada data data numerial (angka), mulai dari

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP MELALUI PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini rancangan yang digunakan adalah Metodologi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB X : PENJELASAN BAB-BAB TESIS LOGO

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan judul penelitian, yaitu Pengaruh Program Merajut Asa

BAB 3 METODE PENELITIAN

Terampil Menulis: Cara Mudah dan Praktis dalam Menulis

Masalah Penelitian KESENJANGAN

PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Transkripsi:

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF 1 Oleh: Setya Raharja 2 A. Pendahuluan Banyak ragam penelitian yang dapat dipilih oleh para mahasiswa dalam rangka menyusun skripsi sebagai tugas akhir dalam studinya. Penggolongan penelitian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, antara lain dari tujuan, pendekatan/metode, tempat, bidang ilmu, dan hadirnya variabel. Dari pendekatan/metode, secara umum dikenal adanya penelitian kuantitatif dan kualitatif. Perlu dipahami bahwa perbedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif tidak sekedar dalam hal pendekatan dan teknik penelitian tetapi juga menyangkut perbedaan dalam paradigma pemikiran (Sumanta, 1995: 11). Meskipun demikian, tidak selamanya perbedaan itu berkaitan langsung dengan paradigma berpikir, namun lebih pada metodologi dalam melakukan penelitian atau kajian. Di dalam metodologi kualitatif, lebih tertarik untuk melakukan pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat masalah tersebut untuk kepentingan generalisasi. Oleh karenanya, yang dihasilkan dari metodologi ini adalah pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Sementara di pihak lain, metodologi kuantitatif lebih tertarik dengan pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat melakukan pengukuran secara cermat, maka setiap fenomena sosial tersebut dijabarkan ke dalam komponen-komponen masalah, variabel-variabel, sampai indikator-indikator. Setiap variabel diukur dengan menggunakan simbol-simbol angka yang berbeda-beda sesuai kategori informasi yang berkaitan dengan variabel itu. Dengan menggunakan simbol-simbol angka tersebut, maka teknik perhitungannya pun dilakukan secara kuantitatif matematik sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang berlaku umum di dalam suatu paramater. Untuk mengetahui lebih jauh metodologi penelitian kuantitatif, pada uraian-uraian berikut dikonsentrasikan pada tinjauan praktis melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. 1 Makalah disampaikan pada Pelatihan Penulisan Skripsi bagi Mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta, 2 Februari 2005. 2 Tenaga Pengajar pada Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNY 1

B. Apa Saja yang Dapat Menjadi Masalah Penelitian? Untuk mencari dan menemukan masalah penelitian, peneliti dapat melakukan: (1) menggali dari sejumlah teori yang ada, (2) mengkaji hasilhasil penelitian yang sudah ada, (3) pengamatan sehari-hari dalam tugas atau kejadian di sekitar kita. Jika sudah menemukan masalah penelitian, selanjutnya kita perlu melakukan pengkajian awal terhadap permalasahan yang kita pilih tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan antara lain: (1) apakah masalah tersebut menarik bagi peneliti? (2) apakah peneliti memiliki cukup potensi untuk menangani masalah itu? (3) apakah dukungan sumber dana memadai? (4) apakah penelitian itu memberikan kontribusi terhadap perbaikan pendidikan atau aspek kehidupan masyarakat? (5) apakah dapat dilakukan tanpa kendala dalam pemerolehan data? (6) apakah masalah penelitian itu terlalu sederhana atau sebaliknya, terlalu berat? Itu semua harus dipahami betul oleh peneliti. Pada umumnya, masalah penelitian muncul manakala ditemukan adanya kesenjangan antara yang seharusnya dan yang senyatanya. Selain itu, sebenarnya masalah penelitian dapat muncul karena berbagai keperluan lain misalnya untuk keperluan menemukan gambaran, keperluan mengevaluasi suatu kegiatan. Setelah permasalahan penelitian sudah ditentukan, biasanya peneliti kemudian merumuskan Judul Penelitian -nya. Dalam merumuskan kalimat judul penelitian, sekurang-kurangnya memperhatikan bahwa kalimatnya jelas dan tegas, deklaratif, mengandung variabel atau hubungan antarvariabel, singkat (tidak lebih dari 20 kata), dan menggunakan bahasa Indonesia yang baku. C. Menyusun Latar Belakang Masalah Dalam latar belakang masalah, peneliti memaparkan kesenjangan topik yang dipermasalahkan lewat sejumlah kutipan berita faktual dari media massa, data dari laporan/publikasi lain yang relevan, atau berdasarkan kajiankajian empiris yang telah dilakukan. Sajian tersebut ditulis dan diurutkan secara logis, sehingga alur pikir peneliti nampak rasional sekaligus mudah dipahami. Uraian latar belakang masalah ini harus sampai pada argumen yang kuat bahwa penelitian tersebut memang perlu dilakukan. Beberapa komponen yang sangat erat bahkan menyatu dengan uraian latar belakang masalah, adalah rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta definisi operasional variabel. 2

1. Rumusan masalah Dalam menuliskan rumusan masalah, perlu dipilih kosa kata yang tidak menimbulkan makna ganda, disampaikan dalam kalimat tanya yang menggambarkan apa yang akan diteliti atau hubungan antara hal-hal (variabel) yang akan diteliti. Ada juga peneliti sebelum merumuskan masalah, mereka melakukan identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Kedua langkah ini dilakukan dengan maksud untuk lebih memantapkan permasalahan yang akan dijawab atau dikaji lewat penelitian itu. 2. Tujuan penelitian Pada bagian ini, peneliti mendeskripsikan apa saja yang akan dicapai lewat penelitian yang dilakukan sejalan dengan rumusan masalah yang ada. 3. Manfaat penelitian Dalam merumuskan manfaat penelitian, penelitian dapat menyebutkan manfaat langsung dari hasil penelitian itu, kontribusi secara teoretik maupun praktik. 4. Definisi operasional Untuk memperjelas istilah-istilah utama dalam penelitian (biasanya terkait erat dengan variabel penelitian), peneliti perlu memberikan definisi secara jelas dan operasional dari variabel yang akan diteliti. Dalam hal ini peneliti memberikan batasan atau arti suatu variabel dengan merinci hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut. D. Melakukan Telaah Pustaka atau Kajian Pustaka Setelah peneliti mantap dengan permasalahan yang akan diteliti, selanjutnya melakukan telaah pustaka untuk mendukung posisi dan kekuatan permasalahan tersebut bahwa memang penting, urgen, dan layak untuk diteliti. Telaah pustaka yang juga dikenal dengan kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teori, kerangka teoretik mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan masalah penelitian, 2. mengkaji bukti-bukti empirik yang sudah dihasilkan oleh penelitian terdahulu yang relevan, dan 3. menyusun kerangka pikir yang merupakan kristalisasi dari dua kajian tersebut. Jika dalam penelitian itu ada hipotesisnya, hipotesis itu benar-benar didukung oleh kerangka pikir. Hipotesis yang kita rumuskan hendaknya 3

memenuhi empat kriteria yaitu: (1) menyatakan hubungan antar-dua variabel atau lebih, (2) berlandaskan teori yang relevan, (3) dapat diuji, variabelnya dapat diukur, (4) rumusan singkat dan jelas. E. Apa Saja yang Harus Ada dalam Metode Penelitian? Unsur-unsur pokok yang hendaknya tercakup dan dijelaskan dalam metode penelitian, adalah: pendekatan penelitian, tempat dan waktu (seting), populasi dan sampel atau subjek penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data termasuk pengembangan instrumennya, dan teknik analisis data. Penjelasan-penjelasan beberapa komponen tersebut sebagai berikut. 1. Peneliti harus menetapkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan. Misalnya penelitian survei, ex post facto, korelasional, komparasional, atau deskriptif kuantitatif. 2. Tempat dan waktu penelitian diisi dengan di mana lokasi atau kancah penelitian di lakukan, dan kapan penelitian itu dilakukan. 3. Di dalam populasi dan sampel atau subyek penelitian, peneliti menjelaskan: a. siapa populasinya dan bagaimana karakteristiknya? b. bagaimana teknik sampling yang digunakan untuk menentukan besar sampel? c. siapa subyek yang digunakan dalam penelitian itu (jika studi kasus)? 4. Variabel penelitian dijelaskan secara tegas, jika perlu dibuat gambar keterkaitan antarvariabel. Apabila di depan belum ada definisi operasional, maka dapat ditambahkan definisi operasional. 5. Di dalam teknik pengumpulan data dijelaskan tentang metode dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, serta kajian validitas dan reliabilitas instrumen (jika diperlukan). 6. Teknik analisis data menjelaskan mengenai teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian yang telah dikumpulkan, disesuaikan dengan permasalahan dan hipotesis penelitian yang diajukan. F. Melaporkan Hasil Penelitian Dalam melaporkan hasil penelitian, peneliti harus mendisiplinkan diri selalu mengacu pada proposal atau rancangan penelitian yang telah disusun. Untuk mendeskripsikan hasil, misalnya, hendaknya menengok kembali rumusan masalah penelitian dan/atau hipotesis. Pada saat membahas hasil peneliti perlu juga menggunakan kajian-kajian teori sebagai pisau analisis, 4

sehingga pembahasannya makin tajam dan bermakna. Untuk membantu mempermudah dan memperjelas deskripsi data maupun pembahasan hasil penelitian, peneliti dapat pula (jika memungkinkan) menyajikan tabel-tabel atau grafik sehingga tampilannya lebih menarik. Selanjutnya dalam menyimpulkan hasil penelitian, peneliti juga harus melihat kembali konsistensinya dengan rumusan masalah, hipotesis, maupun tujuan penelitian. Kemudian saran-saran yang diusulkan hendaknya berdasar pada hasil penelitian dan secara operasional dapat dilaksanakan. G. Bagaimana Format Usulan dan Laporan Penelitian 1. Format Proposal Penelitian 1. Halaman judul (kulit luar) 2. Halaman pengesahan 3. Isi usulan penelitian a. Judul b. Pendahuluan: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat hasil penelitian c. Kerangka teoritik dan hipotesis penelitian d. Metode penelitian: jenis penelitian, tempat dan waktu (seting), populasi dan sampel (subjek) penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan, dan teknik analisis data. e. Jadwal penelitian f. Rencana anggaran (jika diperlukan) g. Daftar pustaka h. Lampiran data dan lain-lain yang dianggap perlu. 2. Format laporan penelitian Komponen isi laporan penelitian pada dasarnya identik dengan usulan penelitian. Sebagai salah satu contoh, sebagai berikut. Halaman Judul Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bab I Pendahuluan Bab II Kerangka Teoritik dan Hipotesis Penelitian Bab III Metode Penelitian Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab V Kesimpulan, diskusi, implikasi, dan saran Daftar Pustaka Lampiran-lampiran 5

G. Tata Tulis Usulan dan Laporan Penelitian Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dan diindahkan dalam tata tulis usulan dan laporan hasil penelitian atau karya tulis ilmiah sangat tergantung pada gaya selingkung (in house style) lembaga yang bersangkutan. Pada umumnya berkenaan dengan aspek-aspek berikut. 1. Pemakaian bahasa Indonesia yang baku dan cermat. 2. Sistem penomoran 3. Format pengetikan (setting dan layout) 4. Penulisan judul, subjudul, dan sub-subjudul 5. Penyajian gambar dan tabel 6. Penyajian kutipan 7. Penulisan daftar pustaka 8. Penyertaan lampiran atau suplemen lain. Bahan Bacaan Darmiyati Zuchdi. (1994). Telaah pustaka, hipotesis, dan variabel pendidikan. Laporan Kegiatan Penataran Metodologi Penelitian Tingkat Pemula. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP YOGYAKARTA. Depdikbud. (1996/1997). Pedoman penyusunan karya tulis ilmiah di bidang pendidikan dan angka kredit pengembangan profesi guru. Jakarta: Ditdikgutentis. Depdikbud. (1999). Bahan pelatihan penelitian tindakan (action research). Jakarta: Dirdikmenum. Ishartiwi. (1999). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Makalah Kursus Manajemen Pendidikan Dasar Dinas P dan P Propinsi DIY tanggal 14 s.d. 19 Juni 1999 di Yogyakarta. Setya Raharja. (2001). Karya ilmiah dan strategi sekolah untuk peningkatan profesionalitas guru. Makalah KMPD Dinas P & P Propinsi DIY. Setya Raharja. (2002). Penelitian tindakan (action research). Makalah Diklat Pengembangan Profesi Bagi Jabatan Fungsional Guru di BPG Semarang. Suharsimi Arikunto dan Setya Raharja. (1998). Penulisan Karya Ilmiah Hasil Penelitian. Makalah Penataran Penulisan Karya Ilmiah, 19-20 Juni 1998 oleh PGRI DIY. Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Sukamto, dkk. (1995). Pedoman penelitian. Edisi 1995. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP YOGYAKARTA. Sumanto. (1995). Metodologi penelitian sosial dan pendidikan: Aplikasi metode kuantitatif dan statistika dalam penelitian. Yogyakarta: Andi Offset. Suryati Sidharto. (1994). Permalahan penelitian pendidikan. Laporan Kegiatan Penataran Metodologi Penelitian Tingkat Pemula. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP YOGYAKARTA. 6