DAFTAR ISI. Daftar Isi... 1

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR ISI. Daftar Isi... 1

DAFTAR ISI. Daftar Isi... 1

DAFTAR ISI. Daftar Isi... 1

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1

DAFTAR ISI. Daftar Isi BAB II PELAKSANAAN PENILAIAN Kunci Jawaban Tugas-Tugas (Teori) Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktek)...

DAFTAR ISI. Kode Modul F45.QAE Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer

Gambar 7. Peta Ikhtisar Irigasi

DESAIN BANGUNAN IRIGASI

DAFTAR ISI. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE

BAB-2 JARINGAN IRIGASI

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL PENGUJIAN MATERIAL FILLER

DAFTAR ISI. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA ESTIMATOR BIAYA JALAN (COST ESTIMATOR FOR ROAD PROJECT)

PERTEMUAN KE 6 A. Kompetensi Mahasiswa memahami proses pembuatan peta petak untuk keperluan irigasi

PERTEMUAN ke-5 A. Kompetensi Mahasiswa memahami proses pembuatan peta petak untuk keperluan irigasi

RC TEKNIK IRIGASI PETAK TERSIER

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (KPBK) JABATAN KERJA AHLI MUDA PERENCANA IRIGASI

II. TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI. Kode Modul F45.QAE Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN PEKERJAAN DRAINASE

JARINGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN PEKERJAAN TANAH

BAB VII PERENCANAAN JARINGAN UTAMA

Ada empat unsur fungsional pokok dalam suatu jaringan irigasi, yaitu :

RC MODUL 2 KEBUTUHAN AIR IRIGASI

IRIGASI AIR. Bangunan-bangunan Irigasi PROGRAM STUDI S-I TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI TUKANG PASANG WATERPROOFING KOMUNIKASI TIMBAL BALIK DI TEMPAT KERJA

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI. MELAKUKAN PEKERJAAN PENANAMAN PADA LAHAN KERJA F l 08 05

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 4 SERI E

Perencanaan Saluran Irigasi Primer di Desa Maroko Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 1 TAHUN 2009

RC MODUL 1 TEKNIK IRIGASI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1

PERANCANGAN SISTEM DRAINASE

PERATURAN DAERAH KABUPATEN REMBANG NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI REMBANG,

PERENCANAAN SALURAN. Rencana pendahuluan dari saluran irigasi harus menunjukkan antara lain :

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN PEKERJAAN DRAINASE

STANDAR PERENCANAAN IRIGASI

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

PERSIAPAN REFERENSI DALAM PENYUSUNAN PERATURAN ZONASI KODE UNIT KOMPETENSI: F45 PZ BUKU KERJA

KONTROL PERHITUNGAN DIMENSI SALURAN PRIMER DAN DIMENSI KOLAM OLAK BANGUNAN TERJUN 13 SALURAN SEKUNDER DI BENDUNG NAMU SIRA SIRA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Umum. Bendung adalah suatu bangunan yang dibangun melintang sungai

METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Studi dan Waktu Penelitian Lokasi Studi

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG

LAPORAN PERENCANAAN IRIGASI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA,

tidak ditetapkan air bawah tanah, karena permukaan air tanah selalu berubah sesuai dengan musim dan tingkat pemakaian (Sri Harto, 1993).

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Mengenalkan kepada Peserta beberapa contoh bangunan irigasi, khususnya bangunan sadap, bangunan pembawa, serta bangunan pembagi.

BAB I STANDAR KOMPETENSI

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

BAB III METODE PELAKSANAAN

BAB 3 METODOLOGI 3.1 TINJAUAN UMUM

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

DAFTAR ISI. Lampiran Jawaban Tugas Tertulis 14. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN SIPIL JABATAN KERJA PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN BRONJONG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 32 / PRT / M / 2007 TENTANG PEDOMAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN IRIGASI PARTISIPATIF (PIP) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI,

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUMBETON ASPAL

TINJAUAN PUSTAKA. secara alamiah. Mulai dari bentuk kecil di bagian hulu sampai besar di bagian

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG I R I G A S I

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG WEWENANG, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KELEMBAGAAN PENGELOLAAN IRIGASI

BAB III METODE PENELITIAN

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 32 / PRT / M / 2007 TENTANG PEDOMAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2011 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN SALURAN IRIGASI

BAB I PENDAHULUAN I-1. Laporan Tugas Akhir Kinerja Pengoperasian Waduk Sempor Jawa Tengah dan Perbaikan Jaringan Irigasinya

PENENTUAN LOKASI (Route Location)

BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

BAB I PENDAHULUAN I-1

EXECUTIVE SUMMARY JARINGAN IRIGASI PERPIPAAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

MELAKUKAN PERSIAPAN PEKERJAAN ESTIMASI BIAYA JALAN

BAB II KONDISI WILAYAH STUDI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG IRIGASI BUPATI LEBAK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 22 TAHUN 2007 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU,

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

IRIGASI DAN BANGUNAN AIR SURVEY SELOKAN MATARAM YOGYAKARTA

STANDAR PERENCANAAN IRIGASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERENCANAAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR YOGI OKTOPIANTO

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

BAB III METODOLOGI. Dalam pengumpulan data untuk mengevaluasi bendungan Ketro, dilakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait, antara lain :

Transkripsi:

DAFTAR ISI Daftar Isi... 1 BAB I STANDAR KOMPETENSI... 2 1.1 Kode Unit... 2 1.2 Judul Unit... 2 1.3 Deskripsi Unit... 2 1.4 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja... 2 1.5 Batasan Variabel... 3 1.6 Panduan Penilaian... 4 1.7 Kompetensi Kunci... 5 BAB II TAHAPAN BELAJAR... 6 BAB III TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA... 7 3.1 Tugas Tertulis... 7 3.2 Lembar Tugas Unjuk Kerja... 18 Hal Halaman: 1 dari 29

BAB I STANDAR KOMPETENSI 1.1 KODE UNIT 1.2 JUDUL UNIT 1.3 DESKRIPSI UNIT : : : Perencanaan Layout Daerah Irigasi Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan untuk membuat rancangan layout daerah irigasi. 1.4 ELEMEN KOMPETENSI DAN KRITERIA UNJUK KERJA Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja ( Performance Criteria ) 1. Memeriksa lokasi perencanaan daerah irigasi 2. Merancang peta petak Irigasi 1.1 Lokasi daerah irigasi diidentifikasi dengan teliti berdasarkan peta topografi. 1.2 Daerah-daerah yang teridentifikasi tidak dapat diairi diberi tanda (warna) sesuai persyaratan. 1.3 Bangunan-bangunan atau lokasi existing (batas kampung, jalan, sungai, dsb) diidentifikasi secara teliti. 2.1 Trace saluran (primer, sekunder dan tersier) dan saluran pembuang dibuat berdasarkan kriteria perencanaan yang telah ditetapkan. 2.2 Bentuk petak tersier dibuat sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi. 2.3 Luas petak tersier yang terbentuk dibuat sesuai dengan persyaratan dalam kriteria perencanaan. 2.4 Petak kwarter dan pencetakan sawah dibuat secara proporsional sesuai kriteria. Halaman: 2 dari 29

3. Menetapkan tata letak bangunan irigasi dan tata nama (nomenklatur) 4. Menetapkan layout definitif daerah irigasi 3.1 Letak bangunan bagi dan sadap ditentukan berdasarkan kondisi daerah yang diairi.dan sesuai persyaratan dalam kriteria Perencanaan. 3.2 Jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi (gorong-gorong, talang, sipon, terjunan, dsb) diidentifikasi sesuai kebutuhan dan kondisi topografi. 3.3 Jenis dan tipe bangunan ukur ditentukan secara cermat sesuai dengan debit yang dialirkan. 3.4 Bangunan boks tersier dan kwarter ditentukan sesuai dengan kondisi topografi. 3.5 Tata nama (nomenklatur) ditentukan sesuai dengan kriteria pada pra-layout daerah irigasi. 4.1 Hasil rancangan layout jaringan irigasi dikonsultasikan kepada pihak terkait. 4.2 Rancangan layout diperiksa ke lapangan bersama petugas dan pemanfaat air irigasi secara cermat. 4.3 Rancangan layout disempurnakan berdasarkan hasil pengecekan lapangan untuk dijadikan bahan penetapan layout definitif. 1.5 BATASAN VARIABEL 1) Kontek Variabel a. Unit kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja individu dan atau berkelompok, pada lingkup pekerjaan jasa konstruksi utamanya pada perencanaan irigasi. b. Unit kompetensi ini diterapkan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas perencanaan irigasi, meliputi: (1) Ketentuan kriteria perencanaan lokasi daerah irigasi. (2) Ketentuan kriteria perencanaan peta petak tersier (3) Ketentuan kriteria perencanaan tata letak bangunan irigasi (4) Penetapan layout daerah irigasi definitif 2) Perlengkapan dan Peralatan a. Peralatan : Komputer dan software dalam menyelesaikan tugas individual dan kelompok b. Bahan: Buku Kriteria Perencanaan Irigasi, peta topografi c. Fasilitas: ruang kerja/studio Halaman: 3 dari 29

3) Tugas-tugas yang harus dilakukan : a. Memeriksa lokasi perencanaan daerah irigasi b. Merancang peta petak Irigasi c. Menetapkan tata letak bangunan irigasi dan tata nama (nomenklatur) d. Menetapkan layout definitive daerah irigasi. 4) Materi dan peraturan-peraturan yang diperlukan : a. Pedoman atau peraturan tentang perencanaan irigasi b. Pedoman atau peraturan tentang perencanaan irigasi air tanah c. Pedoman atau peraturan tentang perencanaan penyediaan air baku d. Pedoman atau peraturan tentang perencanaan jarinagan tersier serta pencetakan sawah e. Pedoman atau peraturan tentang perencanaan irigasi mikro. 1.6 PANDUAN PENILAIAN 1. Kondisi Pengujian Unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya di tempat kerja atau di luar kerja secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja normal dengan menggunakan kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar. Metode uji antara lain: 1.1 Tes tertulis 1.2 Test lisan (wawancara) dan atau 1.3 Praktek/simulasi 1.4 Portofolio atau metode lain yang relevan 2. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya dan yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini serta unit-unit kompetensi yang terkait: Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya, meliputi: 2.1 F45 AMPI 01 001 01 Menerapkan Peraturan dan perundang-undangan yang terkait Jasa Konstruksi, dan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L). 2.2 F45 AMPI 02 001 01 Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya air 2.3 F45 AMPI 02 002 01 Mengumpulkan data perencanaan irigasi Unit kompetensi yang terkait, meliputi: 2.1 F45 AMPI 02 004 01 Merencanakan Saluran dan Bangunan Irigasi 2.2 F45 AMPI 02 005 01 Merencanakan Bangunan Utama (Bendung) Halaman: 4 dari 29

2.3 F45 AMPI 02 006 01 Menerapkan parameter perencanaan, dan standar penggambaran Irigasi 2.4 F45 AMPI 02 007 01 Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi berdasarkan Kriteria Perencanaan 2.5 F45 AMPI 03 001 01 Melakukan Aplikasi Model Matematis jaringan irigasi 3. Pengetahuan yang dibutuhkan 3.1 Pembuatan layout irigasi dengan persyaratannya berdasarkan kondisi medan 3.2 Dasar-dasar perencanaan irigasi 3.3 Bangunan air yang terdapat pada jaringan irigasi 3.4 Peta topografi. 4. Keterampilan yang dibutuhkan 4.1 Membuat layout daera irigasi berdasarkan Kriteria perencanaan 4.2 Menjelaskan cara membuat peta petak tersier 4.3 Melakukan pengecekan lapangan terhadap rancangan layout jaringan irigasi. 5. Aspek kritis yang harus diperhatikan 5.1 Ketelitian dalam mengidentifikasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi dan pengecekan lapangan 5.2 Ketelitian dalam menerapkan keriteria perencanaan dalam pembuatan layout daerah irigasi 1.7 KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci dalam Unit Ini Tingkat 1. Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2. Mengomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6. Memecahkan masalah 3 7. Menggunakan teknologi 2 Halaman: 5 dari 29

BAB II TAHAPAN BELAJAR Langkah-langkah/tahapan belajar Menunjukkan lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi. Menetapkan daerah-daerah yang tidak dapat diairi pada peta topografi. Mencatat bangunan atau lokasi existing pada peta topografi. Merencanakan trase saluran pembawa dan pembuang sesuai dengan kriteria perencanaan. Merencanakan bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi. Merancang petak tersier berdasarkan luasan yang dipersyaratkan Merancang petak kwarter secara proporsional sesuai kriteria Merancang pencetakan sawah secara proporsional sesuai kriteria Mengidentifikasi kondisi topografi daerah irigasi untuk penetapan lokasi letak bangunan bagi dan sadap Merancang tata letak bangunan bagi dan sadap pada jaringan irigasi sesuai kriteria perencanaan Menunjukkan lokasi yang memerlukan bangunan pelengkap berdasarkan kondisi topografi Merancang jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi sesuai kebutuhan dan kondisi topografi Menerapkan kriteria perencanaan pada pemilihan tipe dan jenis bangunan ukur Merancang jenis dan tipe bangunan ukur sesuai dengan debit yang dialirkan Merancang bangunan boks tersier dan kwarter sesuai kondisi topografi Menyusun tata nama pada pra-layout daerah irigasi sesuai dengan kriterria Menunjukkan hasil rancangan layout daerah irigasi Memeriksa hasil rancangan layout jaringan irigasi ke lapangan bersama petugas dan pemanfaat air Mengidentifikasi adanya ketidak-sesuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan Mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan Memperbaiki rancangan layout berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi lapangan Halaman: 6 dari 29

BAB III TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA 3.1 Tugas Tertulis 3.1.1 Tugas Teori 1 Tugas Teori Memeriksa lokasi perencanaan daerah irigasi. Tugas tertulis dapat digunakan oleh penilai untuk mengidentifikasi kesiapan Anda untuk melaksanakan penilaian unjuk kerja. Perintah Tugas Waktu Penyelesaian Tugas Soal Tugas: : : : Jawablah soal di bawah ini pada lembar jawaban yang telah disediakan 20 Menit a. Jawaban Singkat 1. Jelaskan persyaratan penetapan lokasi daerah irigasi! 2. Sebutkan daerah-daerah yang tidak bisa diairi sesuai standar perencanaan! b. Pilihan Ganda 3. Pengaruh kondisi topografi lokasi daerah irigasi yang bergelombang terhadap luas dan bentuk petak tersier, adalah: a) Luas petak sempit dan bentuk tidak optimal b) Luas petak lebih besar dan bentuk tidak optimal Halaman: 7 dari 29

c) Luas petak sempit tapi bentuk optimal d) Luas petak besar dan bentuk optimal 4. Untuk menunjukkan lokasi daerah irigasi dapat menggunakan peta topografi yang berskala: a) 1 : 25.000 b) 1 : 5,000 c) 1 : 100.000 d) 1 : 100 5. Di bawah ini adalah salah satu daerah yang tidak dapat diairi berdasarkan peta topografi, kecuali: a) Daerah bergelombang b) Tidak ada petani penggarap c) Daerah rawa d) Muka tanah terlalu tinggi. 6. Salah satu tujuan mengidentifikasi bangunan atau lokasi existing dalam perencanaan irigasi, adalah: a) Sebagai syarat dalam perencanaan irigasi b) Sebagai batas petak dalam perencanaan irigasi c) Efisiensi dalam melakukan pembangunan d) Jika diperlukan bisa dijadikan lahan pertanian. 7. Yang umum ditemukan pada saat mengidentifikasi bangunan atau lokasi existing pada peta topografi untuk daerah irigasi, diantaranya, kecuali: a) Jalan b) Sungai c) Batas kampung d) Pantai. Halaman: 8 dari 29

3.1.2 Tugas Tertulis II Tugas Teori Merancang peta petak Irigasi Tugas tertulis dapat digunakan oleh penilai untuk mengidentifikasi kesiapan Anda untuk melaksanakan penilaian unjuk kerja. Perintah Tugas : Jawablah soal di bawah ini pada lembar jawaban yang telah disediakan Waktu Penyelesaian Tugas : 50 menit Soal Tugas : a. Pilihan Ganda 1. Salah satu fungsi saluran irigasi, adalah: a) Menyalurkan air untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat b) Sebagai tempat penyaluran air hujan c) Untuk membawa air ke daerah pertanian d) Untuk mengurangi banjir di daerah hilir akibat hujan di daerah hulu 2. Fungsi saluran pembuang diantaranya, kecuali: a) Membuang kelebihan air irigasi b) Mengeringkan sawah c) Membuang kelebihan air hujan d) Membuang kotoran atau sampah. 3. Yang termasuk dalam persyaratan pembuatan petak tersier, diantaranya: a) Ukuran petak tersier 50 100 Ha b) Panjang saluran tersier > 1500 meter c) Ukuran petak kwarter 15 20 Ha d) Bentuk petak mengikuti kondisi topografi. 4. Berdasarkan kriteria perencanaan maka luas petak tersier yang dapat dibuat, adalah: a) 8 15 Ha b) 50 100 Ha c) > 100 Ha d) 20 50 Ha Halaman: 9 dari 29

5. Luas petak kwarter berdasarkan kriteria adalah: a) 50 100 Ha b) 8 15 Ha c) 20 50 Ha d) Tergantung kondisi topografi. b. Jawaban Singkat 1. Jelaskan persyaratan pembuatan trase saluran irigasi sesuai kriteria perencanaan irigasi! 2. Rencanakan trase saluran pembawa tersier untuk daerah terjal! 3. Untuk menentukan layout petak tersier, aspek-aspek apa saja yang harus dipertimbangkan untuk mendapatkan kondisi yang ideal? 4. Jelaskan cara membuat layout petak tersier pada medan bergelombang! 5. Jelaskan untuk merancang petak tersier yang ideal sesuai dengan persyaratan! Halaman: 10 dari 29

6. Jelaskan persyaratan pencetakan sawah berdasarkan kriteria perencanaan! 7. Jelaskan cara merancang petak kwarter secara proporsional sesuai kriteria! 8. Tunjukkan cara merancang pencetakan sawah secara proporsional sesuai kriteria! Halaman: 11 dari 29

3.1.3 Tugas Tertulis III Tugas Teori Menetapkan tata letak bangunan irigasi dan tata nama (nomenklatur). Tugas tertulis dapat digunakan oleh penilai untuk mengidentifikasi kesiapan Anda untuk melaksanakan penilaian unjuk kerja. Perintah Tugas : Jawablah soal di bawah ini pada lembar jawaban yang telah disediakan Waktu Penyelesaian Tugas : 75 menit Soal Tugas : a. Pilihan Ganda 1. Persyaratan letak bangunan bagi dan sadap berdasarkan peta topografi, terletak: a) Lembah b) Punggung bukit/ punggung gunung c) Daerah datar d) Benar semua 2. Penetapan lokasi letak bangunan bagi dan sadap berdasarkan kondisi topografi daerah irigasi didasarkan pada: a) Pengukuran di lapangan b) Kontur/ketinggian daerah rencana c) Informasi dari masyarakat setempat d) Ditetapkan oleh dinas terkait 3. Penetapan tata letak bangunan bagi dan sadap harus mempertimbangkan juga: a. Panjang saluran ke boks tersier b. Panjang saluran pembuang c. Luas petak yang akan diairi d. Panjang jalan inspeksi Halaman: 12 dari 29

4. Fungsi bangunan terjun pada saluran irigasi adalah: a. untuk mengatasi perbedaan ketinggian yang terlalu besar antara kemiringan saluran dengan kemiringan medan b. merupakan syarat dari sebuah saluran irigasi c. agar debit aliran tidak berubah d. adanya pekerjaan galian dan timbunan 5. Tentukan jenis bangunan pelengkap yang dapat digunakan pada saluran yang melintasi lembah/sungai yang cukup dalam: a. Sipon b. Talang c. Gorong-gorong d. Jembatan. 6. Fungsi bangunan ukur, adalah mengukur: a. kecepatan aliran b. debit aliran c. volume air d. elevasi muka air. 7. Jenis bangunan ukur yang biasa digunakan pada saluran tersier, adalah: a. Ambang lebar b. Parshall c. Crump De Gruyter d. Romijn. 8. Di bawah ini merupakan criteria penetapan tata nama pada pra-layout daerah irigasi, kecuali: a. Nama harus jelas dan singkat serta mempunyai arti b. Saluran tersier diberi nama sesuai menurut bangunan dimana saluran tersier tersebut menyadap air c. Saluran sekunder diberi nama menurut desa yang terletak dalam petak sekundernya d. Untuk saluran utama (induk/primer) diberi nama sesuai dengan nama desa yang paling terkenal. Halaman: 13 dari 29

b. Jawaban Singkat 1. Jelaskan fungsi bangunan bagi dan bangunan sadap! 2. Jelaskan jenis-jenis bangunan pelengkap yang terdapat pada jaringan irigasi! 3. Jelaskan criteria bangunan terjun tegak! 4. Komponen apa saja yang harus dipertimbangkan dalam merangcang sipon? 5. Sebutkan jenis bangunan ukur yang umum digunakan pada jaringan irigasi! 6. Kenapa bangunan ukur ambang lebar disarankan untuk digunakan, terutama pada saluran induk? Halaman: 14 dari 29

7. Jelaskan fungsi bangunan boks tersier dan kwarter pada saluran irigasi! 8. Jelaskan penentuan bangunan boks tersier dan kwarter berdasarkan kondisi topografi! 9. Tuliskan rumus untuk merancang bangunan boks tersier dan kwarter sesuai kondisi topografi! 10. Jelaskan fungsi tata nama pada pra-layout daerah irigasi! 11. Tunjukkan penyusunan tata nama pada pra-layout daerah irigasi sesuai dengan kriteria! Halaman: 15 dari 29

3.1.4 Tugas Tertulis IV Tugas Teori Menetapkan layout definitif daerah irigasi. Tugas tertulis dapat digunakan oleh penilai untuk mengidentifikasi kesiapan Anda untuk melaksanakan penilaian unjuk kerja. Perintah Tugas : Jawablah soal di bawah ini pada lembar jawaban yang telah disediakan Waktu Penyelesaian Tugas : 35 menit Soal Tugas : a. Pilihan Ganda 1. Pihak terkait yang dapat memberikan masukan terhadap hasil rancangan layout jaringan irigasi, diantaranya: a. Kelompok petani penggarap b. Dinas pengairan c. Rekan sejawat d. Kontraktor 2. Yang termasuk pemamfaat air dalam pemeriksaan hasil rancangan jaringan irigasi ke lapangan adalah: a. Kontraktor b. Perencana c. Kelompok petani penggarap d. Pemerintah 3. kondisi di bawah ini termasuk adanya ketidakssuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan, kecuali: a. Saluran pembuang berada pada punggung bukit b. Daerah yang diairi merupakan daerah industry c. Jalan inspeksi berada sejajar dengan saluran pembawa d. Bentuk layout petak tersier di daerah pedataran berbentuk bujur sangkar Halaman: 16 dari 29

4. Salah satu bentuk ketidaksesuaian dari rancangan layout, diantaranya: a. Daerah yang akan diairi sudah berubah menjadi daerah pemukiman b. Tidak ada petani penggarap c. Elevasi Saluran pembuang lebih rendah d. Sumber air tidak jelas b. Jawaban Singkat 1. Jelaskan hasil rancangan layout jaringan irigasi! 2. Jelaskan tujuan pemeriksaan kesesuaian hasil rancangan dengan kondisi lapangan! 3. Jelaskan pihak-pihak yang terlibat dalam pemeriksaan hasil rancangan dengan kondisi lapangan! 4. Jelaskan proses penetapan rancangan layout menjadi layout definitif! 5. Jelaskan tujuan perbaikan terhadap rancangan layout berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi lapangan! Halaman: 17 dari 29

3.2 Lembar Tugas Unjuk Kerja 1. Nama Tugas I : Memeriksa lokasi perencanaan daerah irigasi 2. Waktu Penyelesaian Tugas I : 60 menit 3. Tujuan Pelatihan : Setelah menyelesaikan tugas memeriksa lokasi perencanaan daerah irigasi peserta mampu: a. bersikap cermat dalam mengidentifikasi lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi b. bersikap cermat dan teliti dalam menetapkan daerah-daerah yang tidak dapat diairi c. bersikap cermat dan teliti dalam mengidentifikasi bangunan-bangunan atau lokasi exisiting pada peta topografi. 4. Indikator Unjuk Kerja a. Mampu menunjukkan lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi b. Harus mampu bersikap cermat dalam mengidentifikasi lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi c. Mampu menetapkan daerah-daerah yang tidak dapat diairi pada peta topografi d. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam menetapkan daerahdaerah yang tidak dapat diairi e. Mampu mencatat bangunan atau lokasi existing pada peta topografi f. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam mengidentifikasi bangunan-bangunan atau lokasi exisiting pada peta topografi 5. Standar Kinerja a. Dikerjakan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dan diselesaikan tepat waktu dengan menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang diberikan b. Toleransi kesalahan 5% dari hasil yang harus dicapai, dan kesalahan yang terjadi bukan pada kegiatan kritis atau sangat penting. Halaman: 18 dari 29

6. Instruksi kerja a. Tunjukkan cara mengidentifikasi lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi b. Lakukan pemberian tanda pada daerah yang tidak dapat diairi c. Tunjukkan cara mengidentifikasi bangunan-bangunan atau lokasi existing (batas kampung, jalan, sungai, dsb) 7. Langkah kerja a. Menunjukkan lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi. b. Menetapkan daerah-daerah yang tidak dapat diairi pada peta topografi. c. Mencatat bangunan atau lokasi existing pada peta topografi. 8. Daftar Cek Unjuk Kerja NO. DAFTAR TUGAS/INSTRUKSI POIN YANG DICEK 1. Tunjukkan cara mengidentifikasi lokasi daerah irigasi berdasarkan peta topografi 2. Lakukan pemberian tanda pada daerah yang tidak dapat diairi 3. Tunjukkan cara mengidentifikasi bangunan-bangunan atau lokasi existing (batas kampung, jalan, sungai, dsb) Kecematan pengidentifikasian lokasi daerah irigasi Kecermatan pemberian tanda Kecermatan pengidentifikasian bangunan-bangunan atau lokasi existing PENCAPAIAN PENILAIAN YA TIDAK K BK Halaman: 19 dari 29

1. Nama Tugas II : Merancang peta petak Irigasi 2. Waktu Penyelesain Tugas II : 75 menit 3. Tujuan Pelatihan : Setelah menyelesaikan tugas merancang peta petak Irigasi peserta mampu: a. bersikap cermat dan teliti dalam membuat trace saluran b. bersikap cermat dan teliti dalam membuat bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi. c. bersikap cermat dan taat terhadap persyaratan dalam merancang luas petak tersier d. bersikap taat dan konsisten terhadap kriteria perencanaan dalam merancang petak kwarter dan pencetakan sawah. 4. Indikator Unjuk Kerja a. Mampu merencanakan trase saluran pembawa dan pembuang sesuai dengan kriteria perencanaan b. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam membuat trace saluran c. Mampu merencanakan bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi d. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam membuat bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi e. Mampu merancang petak tersier berdasarkan luasan yang dipersyaratkan f. Harus mampu bersikap cermat dan taat terhadap persyaratan dalam merancang luas petak tersier g. Mampu merancang petak kwarter secara proporsional sesuai kriteria h. Mampu merancang pencetakan sawah secara proporsional sesuai kriteria i. Harus mampu bersikap taat dan konsisten terhadap kriteria perencanaan dalam merancang petak kwarter dan pencetakan sawah 5. Standar Kinerja Halaman: 20 dari 29

c. Dikerjakan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dan diselesaikan tepat waktu dengan menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang diberikan d. Toleransi kesalahan 5% dari hasil yang harus dicapai, dan kesalahan yang terjadi bukan pada kegiatan kritis atau sangat penting. 6. Instruksi kerja a. Tunjukkan cara membuat trace saluran (primer, sekunder dan tersier) dan saluran pembuang dibuat berdasarkan kriteria perencanaan yang telah ditetapkan b. Tunjukkan cara membuat bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi c. Tunjukkan cara membuat luas petak tersier yang terbentuk sesuai dengan persyaratan dalam kriteria perencanaan d. Tunjukkan cara membuat petak kwarter dan pencetakan sawah secara proporsional sesuai kriteria 7. Langkah kerja a. merencanakan trase saluran pembawa dan pembuang sesuai dengan kriteria perencanaan. b. merencanakan bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi. c. merancang petak tersier berdasarkan luasan yang dipersyaratkan d. merancang petak kwarter secara proporsional sesuai kriteria e. merancang pencetakan sawah secara proporsional sesuai kriteria Halaman: 21 dari 29

8. Daftar Cek Unjuk Kerja NO. DAFTAR TUGAS/INSTRUKSI POIN YANG DICEK 1. Tunjukkan cara membuat trace saluran (primer, sekunder dan tersier) dan saluran pembuang dibuat berdasarkan kriteria perencanaan yang telah ditetapkan 2. Tunjukkan cara membuat bentuk petak tersier sesuai dengan kondisi daerah yang akan diairi berdasarkan peta topografi 3. Tunjukkan cara membuat luas petak tersier yang terbentuk sesuai dengan persyaratan dalam kriteria perencanaan 4. Tunjukkan cara membuat petak kwarter dan pencetakan sawah secara proporsional sesuai kriteria Kecermatan membuat trace saluran (primer, sekunder dan tersier) dan saluran pembuang Kecermatan membuat bentuk petak tersier Kecermatan membuat luasan petak tersier Kecermatan membuat petak kwarter dan pencetakan sawah PENCAPAIAN PENILAIAN YA TIDAK K BK Halaman: 22 dari 29

1. Nama Tugas III : Menetapkan tata letak bangunan irigasi dan tata nama (nomenklatur) 2. Waktu Penyelesain Tugas III : 75 menit 3. Tujuan Pelatihan : Setelah menyelesaikan tugas menetapkan tata letak bangunan irigasi dan tata nama (nomenklatur) peserta mampu: a. bersikap cermat dan taat terhadap persyaratan dalam menentukan letak bangunan bagi dan sadap berdasarkan kondisi daerah yang diairi b. bersikap cermat dan teliti dalam mengidentifikasi jenis dan tipe bangunan pelengkap yang dibu-tuhkan sesuai dengan kondisi topografi c. bersikap cermat dan teliti dalam menetapkan jenis dan tipe bangunan ukur d. bersikap taat dan konsisten terhadap persyaratan dan criteria perencanaan dalam mendisain bangunan ukur e. bersikap cermat dan teliti dalam menentukan bangunan boks tersier dan kwarter berdasarkan kondisi topografi f. bersikap cermat dan taat pada persyaratan / pedoman penyusunan tata nama 4. Indikator Unjuk Kerja a. Mampu mengidentifikasi kondisi topografi daerah irigasi untuk penetapan lokasi letak bangunan bagi dan sadap b. Mampu merancang tata letak bangunan bagi dan sadap pada jaringan irigasi sesuai kriteria Perencanaan c. Harus mampu bersikap cermat dan taat terhadap persyaratan dalam menentukan letak bangunan bagi dan sadap berdasarkan kondisi daerah yang diairi d. Mampu menunjukkan lokasi yang memerlukan bangunan pelengkap berdasarkan kondisi topografi e. Mampu merancang jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi sesuai kebutuhan dan kondisi topografi Halaman: 23 dari 29

f. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam mengidentifikasi jenis dan tipe bangunan pelengkap yang dibu-tuhkan sesuai dengan kondisi topografi g. Mampu menerapkan kriteria perencanaan pada pemilihan tipe dan jenis bangunan ukur h. Mampu merancang jenis dan tipe bangunan ukur sesuai dengan debit yang dialirkan i. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam menetapkan jenis dan tipe bangunan ukur j. Harus mampu taat dan konsisten terhadap persyaratan dan criteria perencanaan dalam mendisain bangunan ukur k. Mampu merancang bangunan bokas tersier dan kwarter sesuai kondisi topografi l. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam menentukan bangunan boks tersier dan kwarter berdasarkan kondisi topografi m. Mampu menyusun tata nama pada pra-layout daerah irigasi sesuai dengan kriterria n. Harus mampu bersikap cermat dan taat pada persyaratan / pedoman penyusunan tata nama 5. Standar Kinerja a. Dikerjakan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dan diselesaikan tepat waktu dengan menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang diberikan b. Toleransi kesalahan 5% dari hasil yang harus dicapai, dan kesalahan yang terjadi bukan pada kegiatan kritis atau sangat penting. Halaman: 24 dari 29

6. Instruksi kerja a. Tunjukkan cara menentukan letak bangunan bagi dan sadap berdasarkan kondisi daerah yang diairi dan sesuai persyaratan dalam kriteria Perencanaan b. Tunjukkan cara mengidentifikasi jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi (gorong-gorong, talang, sipon, terjunan, dsb) sesuai kebutuhan dan kondisi topografi c. Tunjukkan cara menentukan jenis dan tipe bangunan ukur secara cermat sesuai dengan debit yang dialirkan d. Tunjukkan cara menentukan bangunan boks tersier dan kwarter sesuai dengan kondisi topografi e. Tunjukkan cara menetukan tata nama (nomenklatur) sesuai dengan kriteria pada pra-layout daerah irigasi 7. Langkah kerja a. mengidentifikasi kondisi topografi daerah irigasi untuk penetapan lokasi letak bangunan bagi dan sadap b. merancang tata letak bangunan bagi dan sadap pada jaringan irigasi sesuai kriteria Perencanaan c. menunjukkan lokasi yang memerlukan bangunan pelengkap berdasarkan kondisi topografi d. merancang jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi sesuai kebutuhan dan kondisi topografi e. menerapkan kriteria perencanaan pada pemilihan tipe dan jenis bangunan ukur f. merancang jenis dan tipe bangunan ukur sesuai dengan debit yang dialirkan g. merancang bangunan boks tersier dan kwarter sesuai kondisi topografi h. menyusun tata nama pada pra-layout daerah irigasi sesuai dengan kriterria Halaman: 25 dari 29

8. Daftar Cek Unjuk Kerja NO. DAFTAR TUGAS/INSTRUKSI POIN YANG DICEK 1. Tunjukkan cara menentukan letak bangunan bagi dan sadap berdasarkan kondisi daerah yang diairi.dan sesuai persyaratan dalam kriteria Perencanaan 2. Tunjukkan cara mengidentifikasi jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi (gorong-gorong, talang, sipon, terjunan, dsb) sesuai kebutuhan dan kondisi topografi 3. Tunjukkan cara menentukan jenis dan tipe bangunan ukur secara cermat sesuai dengan debit yang dialirkan 4. Tunjukkan cara menentukan bangunan boks tersier dan kwarter sesuai dengan kondisi topografi 5. Tunjukkan cara menetukan tata nama (nomenklatur) sesuai dengan kriteria pada pra-layout daerah irigasi Kecermatan menentukan letak bangunan bagi dan sadap sesuai KP Kecermatan mengidentifikasi jenis dan tipe bangunan pelengkap pada jaringan irigasi Kecermatan menentukan jenis dan tipe bangunan ukur Kecermatan menentukan bangunan boks tersier dan kwarter Kecermatan menetukan tata nama (nomenklatur) PENCAPAIAN PENILAIAN YA TIDAK K BK Halaman: 26 dari 29

1. Nama Tugas IV : Menetapkan layout definitif daerah irigasi 2. Waktu Penyelesain Tugas IV : 50 menit 3. Tujuan Pelatihan : Setelah menyelesaikan tugas menetapkan layout definitif daerah irigasi peserta mampu: a. bersikap cermat dan teliti dalam mengonsultasikan hasil rancangan layout jaringan irigasi b. bersikap cermat dan teliti dalam memeriksa kesesuaian hasil rancangan layout dengan kondisi lapangan c. bersikap cermat dan teliti dalam menyempurnakan rancangan layout yang disesuaikan dengan kondisi lapangan 4. Indikator Unjuk Kerja d. Mampu menunjukkan hasil rancangan layout daerah irigasi e. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam mengonsultasikan hasil rancangan layout jaringan irigasi f. Mampu memeriksa hasil rancangan layout jaringan irigasi ke lapangan bersama petugas dan pemanfaat air g. Mampu mengidenti-fikasi adanya ketidak-sesuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan h. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam memeriksa kesesuaian hasil rancangan layout dengan kondisi lapangan i. Mampu mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan j. Mampu memperbaiki rancangan layout berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi lapangan k. Harus mampu bersikap cermat dan teliti dalam menyempurnakan rancangan layout yang disesuaikan dengan kondisi lapangan Halaman: 27 dari 29

5. Standar Kinerja a. Dikerjakan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dan diselesaikan tepat waktu dengan menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang diberikan b. Toleransi kesalahan 5% dari hasil yang harus dicapai, dan kesalahan yang terjadi bukan pada kegiatan kritis atau sangat penting. 6. Instruksi kerja a. Tunjukkan cara melakukan konsultasi hasil rancangan kepada pihak terkait b. Tunjukkan cara memeriksa rancangan layout ke lapangan bersama petugas dan pemanfaat air irigasi secara cermat c. Tunjukkan cara menyempurnakan rancangan layout berdasarkan hasil pengecekan lapangan untuk dijadikan bahan penetapan layout definitif 7. Langkah kerja a. menunjukkan hasil rancangan layout daerah irigasi b. memeriksa hasil rancangan layout jaringan irigasi ke lapangan bersama petugas dan pemanfaat air c. mengidentifikasi adanya ketidak-sesuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan d. mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian antara rancangan layout dengan kondisi lapangan e. memperbaiki rancangan layout berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi lapangan Halaman: 28 dari 29

8. Daftar Cek Unjuk Kerja NO. DAFTAR TUGAS/INSTRUKSI POIN YANG DICEK 1. Tunjukkan cara melakukan konsultasi hasil rancangan kepada pihak terkait 2. Tunjukkan cara memeriksa rancangan layout ke lapangan bersama petugas dan pemanfaat air irigasi secara cermat 3. Tunjukkan cara menyempurnakan rancangan layout berdasarkan hasil pengecekan lapangan untuk dijadikan bahan penetapan layout definitif Kecermatan melakukan konsultasi hasil rancangan kepada pihak terkait Kecermatan memeriksa rancangan layout Kecermatan menyempurnakan rancangan layout PENCAPAIAN PENILAIAN YA TIDAK K BK Apakah semua instruksi kerja tugas praktek merancang sesi pembelajaran dilaksanakan dengan benar dengan waktu yang telah ditentukan? YA TIDAK NAMA TANDA TANGAN PESERTA...... PENILAI...... Catatan Penilai : Halaman: 29 dari 29