III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI

dokumen-dokumen yang mirip
III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Keadaan Geografis. Secara geografis Kabupaten Jepara terletak antara sampai

BAB IV GAMBARAN UMUM

KEADAAN UMUM LOKASI. Tabel 7. Banyaknya Desa/Kelurahan, RW, RT, dan KK di Kabupaten Jepara Tahun Desa/ Kelurahan

BAB III TINJAUAN LOKASI

BAB 3 GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

RINGKASAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI

BUPATI JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dari luas Provinsi Jawa Barat dan terletak di antara Bujur Timur

BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Kendari dengan Ibukotanya Kendari yang sekaligus Ibukota Propinsi

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Fisiografi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu dari 14 Kabupaten/Kota yang ada di

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan :

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Letak Geografis Kabupaten Rembang. geografis Kabupaten Rembang terletak pada garis koordinat

28 antara 20º C 36,2º C, serta kecepatan angin rata-rata 5,5 knot. Persentase penyinaran matahari berkisar antara 21% - 89%. Berdasarkan data yang tec

BAB I KONDISI FISIK. Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten Lombok Tengah PETA ADMINISTRASI

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Marpoyan Damai pada mulanya dibentuk berdasarkan Peraturan

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

V. GAMBARAN UMUM. 5.1 Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Karawang. Kabupaten Karawang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I GEOGRAFI. Kabupaten Tegal Dalam Angka

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan kecamatan hasil

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN JEPARA

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Letak Geografis. 08º00'27" Lintang Selatan dan 110º12'34" - 110º31'08" Bujur Timur. Di

BAB IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 16. Tabel 4. Luas Wilayah Desa Sedari Menurut Penggunaannya Tahun 2009

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. Kecamatan Bantul berada di Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan Bantul

III. KEADAAN UMUM LOKASI

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. A. Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Magelang

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

V. GAMBARAN UMUM. Kota Bogor mempunyai luas wilayah km 2 atau 0.27 persen dari

BAB 3 GAMBARAN UMUM KABUPATEN KUNINGAN, KECAMATAN CIBEUREUM, CIBINGBIN, DAN CIGUGUR

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis LS dan BT. Beriklim tropis dengan

V. GAMBARAN UMUM POTENSI WILAYAH

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung.

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB II GAMBARAN UMUM

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN. wilayah kilometerpersegi. Wilayah ini berbatasan langsung dengan

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Daerah Istimewa

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI A. Letak Geografis

BAB III DESKRIPSI WILAYAH DAERAH PENELITIAN

Gambar 4. Kerangka Habitat Equivalency Analysis V. GAMBARAN UMUM WILAYAH. Wilayah penelitian pada masyarakat Kecamatan Rumpin secara

BAB III: DATA DAN ANALISA PERENCANAAN

BAB III TINJAUAN WILAYAH KABUPATEN SLEMAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 2.1 Geografi dan Demografi Kabupaten Sidoarjo

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung yang

Tabel 7. Luas wilayah tiap-tiap kabupaten di Provinsi Jawa Barat. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR

BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT

P R O F I L DESA DANUREJO

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu dari lima daerah otonom di

Evaluasi dan Rencana Pembangunan Perkebunan Tahun Dinas Pangan dan Pertanian Kabupten Purwakarta

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Kranggan, Galur, Kulon Progo. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata telah

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dusun dan terletak di bagian selatan Gunungkidul berbatasan langsung dengan

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN Kondisi Geografis Daerah Penelitian. Kecamatan Rumbai merupakan salah satu Kecamatan di ibukota

BAB III PETANI DAN HASIL PERTANIAN DESA BENDOHARJO. A. Monografi dan Demografi Desa Bendoharjo

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

Bab 4 GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB III Data Lokasi 3.1. Tinjauan Umum DKI Jakarta Kondisi Geografis

BAB III TINJAUAN KAWASAN / WILAYAH 3.1 TINJAUAN UMUM KOTA MAGELANG MAGELANG

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Propinsi Lampung merupakan salah satu propinsi yang terdapat di Pulau

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Gambaran Umum Wilayah Penelitian Kabupaten Lampung Selatan

BAB IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Geografi. Astronomi. Batas Wilayah. Cuaca

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Kersana mempunyai 13

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa orang. 1

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. pemerintahan Propinsi Lampung di Bandar Lampung adalah 77 km.

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM KECAMATAN TOSARI

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

KARAKTERISTIK WILAYAH. A. Kondisi Geofisik. aksesibilitas baik, mudah dijangkau dan terhubung dengan daerah-daerah lain

Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut:

KEADAAN UMUM WILAYAH. Sleman merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Daerah Istimewa

Transkripsi:

III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI Sumber : Dinas CIPTARU Gambar 1. Peta Wilayah per Kecamatan A. Kondisi Geografis Kecamatan Jepara merupakan salah satu wilayah administratif yang ada di Kabupaten Jepara, tepatnya diujung barat Kabupaten Jepara. Kecamatan Jepara terdiri dari 16 desa. Adapun luas Kecamatan Jepara yaitu 2.466,699 hektar atau sebesar 2-15 % dari total luas wilayah Kota Jepara. Secara astronomis Kecamatan 1

2 Jepara terletak antara 110º9 48.02 sampai dengan 110 58 37.40 bujur timur dan 5º43 20.67 sampai dengan 6 74 25.83 lintang selatan. Dari 16 desa di Kecamatan Jepara yang masuk dalam kawasan perkotaan sebanyak 12 desa. Luas Kawasan Perkotaan Jepara sebesar 2.444 hektar, 1.094 hektar, dimana penggunaan RTH 1.427 hektar merupakan kawasan pertanian, 235 hektar merupakan kawasan RTH jalur hijau dan 122,5 hektar merupakan RTH pertamanan, kehutanan dan olahraga. Potensi pengembangan RTH publik ini masih sangat dimungkinkan untuk dikembangkan, mengingat dari potensi RTH pekarangan yang masih dapat dikembangkan secara kualitas sebagai RTH. kebutuhan luas RTH berdasarkan perhitungan pendekatan kependudukan tersebut adalah untuk taman RT seluas 73.796 m 2, taman RW seluas 36.898 m 2, taman kelurahan seluas 22,139 m 2, dan taman kecamatan seluas 147,592.000 m 2. Secara administratif Kecamatan Jepara mempunyai jarak tempuh ke ibu kota provinsi ± 76 km dan dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang 2 jam. Jarak terdekat dari ibukota kabupaten adalah Kecamatan Tahunan yaitu 7 km dan jarak terjauh adalah Kecamatan Karimunjawa yaitu 90 km. batas dengan Kecamatan yang lain sebagai berikut : 1. Sebelah Timur : Kecamatan Pakisaji 2. Sebelah Tenggara : Kecamatan Batealit 3. Sebelah Selatan : Kecamatan Kalinyamatan 4. Sebelah Barat Daya : Kecamatan Kedung 5. Sebelah Barat : Laut Jawa 6. Sebelah Utara : Kecamatan Mlonggo

3 Dipandang dari ketinggian permukaan tanah dari permukaan air laut, wilayah Kecamatan Jepara terletak mulai dari 0 m sampai dengan 50 mdpl. Tabel 1. Luas Kecamatan Jepara No Kecamatan Desa Luas (ha) 1 Bandengan 623.31 2 Kedungcino 274.28 3 Wonorejo 137.126 4 Kuwasen 290.352 5 Mulyoharjo 416.793 6 Ujungbatu 79.438 7 Pengkol 119.08 1 Jepara 8 Jobokuto 61.165 9 Bulu 78.417 10 Kauman 78.052 11 Saripan 65.372 12 Bapangan 120.61 13 Panggang 47.178 14 Demaan 88.811 15 Potroyudan 76.336 16 Karangkebagusan 74.75 Total Luas Kecamatan Jepara 2631.07 Sumber : Dinas CIPTARU B. Tata Guna Lahan Kecamatan Jepara pada tahun 2014 mempunyai luas wilayah 2.466,699 hektar yang terdiri dari 403 hektar lahan sawah dan 2.062 hektar lahan kering. Penggunaan lahan yang termasuk dalam lahan sawah terdiri dari pengairan teknis, pengairan setengah teknis, pengairan sederhana, tadah hujan, pasang surut, tanah sawah, lebak, polder, tanah sawah yang sementara tidak diusahakan, dan lain-lain. Sedangkan yang masuk kategori lahan kering adalah tanah untuk bangunan dan halaman sekitarnya, tegal, padang rumput, tambak, kolam, tanah yang sementara

4 tidak diusahakan, tanah untuk tanaman kayu-kayuan, hutan negara, perkebunan negara, tanah lainnya (jalan, sungai, kuburan, tanah gege, lapangan olah raga dan lain-lain). C. Kondisi Hidrologi Kondisi hidrologi di Kota Jepara dibagi menjadi dua yaitu : 1. Air Tanah Dangkal Air tanah ini memiliki kedalaman tanah efektif 2 6 meter. Dengan kondisi air tanah yang relatif dangkal, Kota Jepara dapat dikembangkan menjadi areal terbangun. Keberadaan air tanah tersebut akan sangat mendukung fungsi permukiman dan kegiatan industri lainnya yang dalam aktivitasnya sangat membutuhkan air. Daerah air tanah dangkal ini meliputi seluruh Kecamatan Tahunan dan sebagian besar Kecamatan Jepara bagian timur. 2. Air Tanah Payau Air tanah ini merupakan campuran antara air laut dan air tanah. Namun untuk Kota Jepara kondisi air payau masih relatif baik karena belum terintrusi air laut. Hal ini terjadi karena adanya hutan bakau di sepanjang pantai yang mencegah terjadinya intrusi tersebut. Daerah dengan jenis tanah air payau terdapat di daerah sekitar pantai yaitu di Kecamatan Jepara bagian barat. Kondisi hidrologi di Kecamatan Pecangaan terdiri atas air tanah dan air permukaan. Adanya sungai-sungai besar seperti Sungai Troso dan Sungai Pecangaan menjadi salah satu sumber air/ hidrologi di kecamatan ini. Air bersih untuk masyarakat banyak berasal dari air tanah, dan menggunakan sumber air dari PDAM.

40 3. Keadaan iklim Jepara memiliki iklim tropis, hampir sebagian besar bulan ditandai dengan curah hujan yang signifikan. Musim kemarau singkat memiliki dampak yang kecil, iklim di jepara diklasifikan suhu rata-rata di jepara adalah 27.0 C, curah hujan di jepara rata-rata 2.643 mm. Bulan terkering adalah agustus, dengan 20 mm curah hujan. Presipitasi paling besar terlihat pada januari, dengan rata-rata 6.46 mm. suhu terhangat sepanjang tahun adalah oktober, dengan suhu rata-rata 28.2 C. Suhu terendah dalam setahun terlihat di januari, saat suhu ini berkisar 26.4 C. Perbedaan dalam presipitasi antara bulan terkering dan bulan basah adalah 6.26 mm, variasi suhu sepanjang tahun adalah 1.8 C. D. Kondisi sosial 1. Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara secara agregat rata-rata mencapai angka 5,31%. pertumbuhan ekonomi Jepara ini cenderung meningkat selama lima tahun terakhir 5,02% menjadi 5,77% pada tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara paling rendah pada tahun 2010 yang mengalami penurunan sebesar 4,52% pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan menjadi 5,77%. Namun demi tingkat pertumbuhan ekonomi di jawa tengah sebesar 5,81% dan nasional sebesar 5,78%.

41 Tabel 2. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara. Propinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2009-2013. Tahun Jepara Jawa Tengah Nasional 2009 5,02 5,14 4,58 2010 5,84 5,84 6,10 2011 5,44 6,03 6,46 2012 5,79 6,34 6,23 2013 5,77 5,81 5,78 Sumber data: Disdukcapil 2013, diolah 2. Pendidikan Tingkat pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat yang ditamatkan semakin baik kualitas SDM di wilayah tersebut. Namun ukuran ini masih harus ditambah dengan etos kerja dan ketrampilan baik hard skill maupun soft skill. Beberapa pelaku usaha menyatakan bahwa yang dibutuhkan tidak saja ketrampilan tetapi juga kepribadian, karena ketrampilan bisa ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan. Tamat sekolah didefinisikan sebagai jenjang pendidikan yang telah berhasil diselesaikan oleh seseorang dengan dibuktikan adanya ijazah atau surat tanda tamat belajar. Tetapi jika menggunakan ukuran menurut jenjang tertinggi merupakan jenjang atau kelas tertinggi yang pernah ditempuh oleh seseorang. Tabel 3. Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan tinggi yang ditamatkan No Jenjang Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah Jiwa % Jiwa % N % 1 Tidak/belum sekolah 87,020 15.05 88,657 15.75 175,677 15.39 2 Belum tamat SD/ Sederajat 70,543 12.02 73,196 13.00 143,739 12.6 3 Tamat SD/sederajat 205,919 35.61 207,452 36.84 413,371 36.22 4 SLTP/sederajat 119,346 20.64 110,083 19.55 229,429 20.10 5 SLTA/sederajat 77,908 13.47 67,017 11.90 144,925 12.70 6 Diploma I/II 2,384 0.41 3,029 0.54 5,413 0.47

42 7 Akademi/Diploma III/sarjana muda 3,506 0.61 4,034 0.72 7,540 0.66 8 Diploma IV/strata I 10,798 1.87 9,271 1.65 20,069 1.76% 9 Strata II 728 0.13 272 0.05 1,000 0.09% 10 Strata III 41 0.01 32 18.93 73 0.01% Jumlah 578,193 100 563,043 100 1.141.236 15.39% Sumber: data DISDUKCAPIL Kab. Jepara Tabel 5 terlihat, dari Data menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tertinggi penduduk Kabupaten Jepara adalah strata III namun prosentasenya kecil sekali hanya 0,01%. Rata-rata pendidikan penduduk Kabupaten Jepara adalah SLTP / sederajat, jumlah ini mendominasi diantara beberapa jenjang pendidikan yang ditamatkan oleh penduduk Kabupaten Jepara. Bahkan angka ini dicapai oleh penduduk laki-laki sebagai kepala keluarga. Padahal jika dilihat permintaan pasar tenaga kerja rata-rata mensyaratkan minimal pendidikan strata I atau SLTA. Angka ini perlu menjadi perhatian dari pemerintah Kabupaten Jepara bagaimana tingkat kesejahteraan penduduk Kabupaten Jepara. 3. Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Jepara pada tahun 2013 sebanyak 1.153.023 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki 578.155 jiwa. Sedangkan tahun 2014 pada akhir bulan oktober mencapai 1.137.414 jiwa, terdiri dari 576.021 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 567.021 penduduk berjenis laki-laki dan 561.393 jiwa berjenis perempuan. Sebaran penduduk terbanyak berada di Kecamatan Tahunan (102.667 jiwa pada tahun 2014 dan 107.533 jiwa pada tahun 2013) dan kecamatan yang paling sedikit penduduknya adalah kecamatan Karimun Jawa (8.977 jiwa pada tahun 2014 dan 9.016 jiwa pada tahun 2013). Rendahnya jumlah

43 penduduk di Karimun Jawa disebabkan Karimun Jawa merupakan pulau yang terpisah dari Kabupaten Jepara. sebagaimana terdapat dalam tabel 6 dibawah ini. Tabel 4. Jumlah penduduk Kabupaten Jepara tahun 2014 No Nama Laki-Laki Perempuan Jumlah 1 Kedung 36.524 35.757 72.281 2 Pecangaan 39.745 38.969 78.714 3 Welahan 37.352 36.642 73.994 4 Mayong 41.870 41.094 82.964 5 Batealit 40.858 39.436 80.294 6 Jepara 40.606 39.634 80.240 7 Keling 31.907 31.580 63.487 8 Karimunjawa 4.606 4.371 8.977 9 Tahunan 52.238 50.429 102.667 10 Nalumsari 35.582 35.235 70.817 11 Kalinyamatan 29.079 28.290 57.369 12 Kembang 34.783 34.764 69.547 13 Pakis aji 29.921 28.335 58.256 14 Donorojo 30.326 29.664 59.990 15 Mlonggo 41.327 39.468 80.795 16 Bangsri 49.297 47.725 97.022 Jumlah 576.021 561.393 1.137.414 Sumber data base: Disdukcapil tahun 2014. 4. Tenaga Kerja Angkatan kerja ( labor force) adalah penduduk usia 15 tahun keatas ( tenaga kerja/ manpower) dan tidak termasuk didalamnya penduduk yang sedang sekolah, pensiunan, mengurus rumah tangga, dan lainnya. Angkatan kerja dibagi 2

44 (dua) yaitu bekerja (employed) dan mencari pekerjaan/menganggur (unemployed). Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun/lebih) yang bekerja, ataupun punya pekerjaan namun sementara waktu tidak bekerja dan menjadi pengangguran. Untuk melihat jumlah proporsi tenaga kerja/angkatan kerja di Kabupaten Jepara dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini : Tabel 5. Jumlah proporsi tenaga kerja/angkatan kerja di Kabupaten Jepara Jumlah Jiwa Angkatan Kerja Kelompok Umur L P L+P Bekerja Pencari Kerja Angkatan (Kerja + Pencari Kerja) 15-19 51.464 49.027 100.491 5.299 3.935 56.234 20-24 52.587 50.878 103.465 80.057 6.026 86.083 25-29 53.509 53.326 106.835 85.108 6.406 91.514 30-34 55.632 54.844 110.476 86.458 6.508 92.966 35-39 49.456 48.743 98.199 70.969 5.342 76.311 40-44 45.679 45.256 90.935 58.107 4.347 62.481 45-49 38.109 38.645 76.754 44.919 3.381 48.300 50-54 33.035 33.217 66.252 35.152 2.646 37.798 55-59 26.021 23.607 49.628 19.696 1.478 21.174 60-64 19.687 18.254 37.941 8.860 6.67 9.527 Sumber: Disdukcapil 2013, diolah.