Michael Lionardi

dokumen-dokumen yang mirip
Rosihan Ari Yuana, S.Si, M.Kom Lisensi Dokumen: BAB I. PENDAHULUAN C++ Oleh:

Pemograman Berorientasi Objek. Week 4 Initialization dan Instance dalam Kelas

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK KONSEP PBO

PERTEMUAN 2 PEMOGRAMAN BERORIENTASI OBJEK L/O/G/O

MODUL PEMOGRAMAN WEB II STMIK IM BANDUNG MODUL PEMOGRAMAN WEB II. Oleh: CHALIFA CHAZAR. Chalifa Chazar edu.script.id

Kurikulum Qt. Chapter 5 Pointer dan References. Agenda. Apa itu Pointer? Memory Komputer. Mengambil Alamat Memory dari Variabel

MODUL PEMOGRAMAN WEB II STMIK IM BANDUNG MODUL PEMOGRAMAN WEB II. Oleh: CHALIFA CHAZAR. Chalifa Chazar edu.script.id

Praktikum. PBO (Kelas K) Oleh : MOHAMMAD SHOLIKIN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LABSHEET ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Pemrograman Lanjut Jurusan S1 Teknik Informatika. 9/17/2012 Ratno

Tabel 1. Instruksi untuk menampilkan teks No. Bahasa Pemrograman Instruksi 1. Pascal WRITE ( Bahasa pemrograman itu mudah );

INTERAKSI ANTAR OBJECT

PRAKTIKUM OBJECT ORIENTED PROGRAMING

BAB X. Struct Dalam C++, kita dapat membuat sebuah tipe data baru. Maka penulisan variabel baru kita akan menjadi:

Function Template Pertama - tama mari kita membahas tentang function template.untuk itu marilah kita perhatikan contoh berikut.

BAB II TEORI DAN KONSEP PEMROGRAMAN BERBASIS OBJECT

Konsep Dasar Pemrograman Dan Pengenalan C++

Modul II Object Oriented Programming

Praktikum Minggu VI 1 dan 2 Dasar-dasar Object Oriented Programming PHP

Kurikulum Qt. { Basic OOP } Chapter 6. Class dan Object

Pemrograman Lanjut Review Class dan Object PTIIK

Pertemuan 11 Object Oriented Program

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

PERTEMUAN III OBJEK DAN CLASS TUJUAN PRAKTIKUM

Abstrak. yaitu. yang. awal. pemrograman, c++ Programming). Copyright ilmuti.org Seluruh disertakan dalam. setiap

Dasar Pemrograman Java

Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak

I Putu Gede Darmawan

MODUL 1 PENGENALAN OOP

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN I. Oleh : Wahyu Widodo, S.Kom

PRAKTIKUM 3 KONSTRUKTOR DAN OVERLOADING

MODUL 2 Constructor. Tujuan: Mahasiswa dapat mengenal dan memahami konsep constructor dan overloading constructor

Krisna D. Octovhiana. 1.1 Apa itu Operator?

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

LANGKAH-LANGKAH MENULISKAN PROGRAM DALAM TURBO C++

Bahasa C. Dosen : Dhamayanti

PRAKTIKUM 3 KONSTRUKTOR DAN OVERLOADING

Pemrograman Berorientasi. Class dan Obyek 2

Kurikulum Qt. { Basic OOP } Chapter 4. Function

Dasar Pemrograman. Visual Studio Program C++ Sederhana. Yoannita, S.Kom.

Pemrograman Berorientasi Obyek (C++) Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB 2013

Findra Kartika Sari Dewi

Yama Fresdian Dwi Saputro Pendahuluan

What Is a Function and Why Use One?

PENGENALAN PROGRAM C++

Struktur Dasar Program Prosedural dan Disain Bagan Sederhana

OBJECT ORIENTED PROGRAMMING DENGAN PHP. Janitra Panji

Pemrograman Lanjut. Constructor. Aryo Pinandito, ST, M.MT Team Teaching Pemrograman Lanjut

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Kusnawi, S.Kom, M.Eng

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR OLEH : IR. H. SIRAIT, MT

Komentar, Identifier, Konstanta dan Variabel

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java)

STRUKTUR DENGAN ARRAY DAN FUNCTION

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET BAHASA PEMROGRAMAN Fungsi : Passing Parameter by Value & Semester 3

DASAR PEMROGRAMAN. PENGANTAR BAHASA C ( Sejarah, Struktur Pemrograman, Tipe Data, Operator ) Djoko Soerjanto, M.Kom

VI. FUNGSI. Fungsi Main ( ) Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( ) Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( ) Bentuk umumnya :

Pemrograman Lanjut. Class : Deeper Look 2

Sekilas C DAN C++ DISUSUN OLEH. Sebuah bahasa, yaitu: 1. Bahasaa tingkat tinggi. High. dapat. lunak

Pemrograman Berorientasi Objek / Object Oriented Programming / (OOP) Nur Hasanah, M.Cs

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

Algoritma Pemrograman 1

Object Oriented Programming LOGO

CLASS PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM JOGJAKARTA

FUNGSI. tipe Tipe nilai yang dihasilkan oleh fungsi. Jika tidak dinyatakan, hasil fungsi dianggap bilangan bulat (int)

A. TUJUAN 1. Memecah program dalam fungsi fungsi yang sederhana. 2. Menjelaskan tentang pemrograman terstruktur.

Pemrograman Dasar M E T H O D / F U N G S I

06/03/2018. Tidak memiliki parameter. Melakukan inisialisasi semua variabel private dengan nilai awal.

KONSEP Pemrograman Berorientasi Objek KARMILASARI

Praktikum 3 Konsep Class, Attribute dan Method

STRUKTUR DASAR PEMROGRAMAN

Class & Object 2. Imam Fahrur Rozi

MODUL 1 PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBYEK(PBO) KELAS DAN OBJEK. TGL PRAKTIKUM : 24 September 2012 :ACHMAD FAJAR NORULLAH NRP :

Kesalahan Perhitungan Aritmatika Pada Beberapa Program Kalkulator

M.Octaviano Pratama

Penggunaan Private dan Public dalam C++

1. Manakah jawaban yang benar,pada saat Anda mengcompile dan menjalankan class berikut ini:

Bahasa Pemrograman Sejarah singkat C++ Struktur program C++ Yoannita

Fungsi 1. Ekohariadi FT Unesa

Krisna D. Octovhiana. 1.1 Mengenal Struktur Kontrol.

Inheritance (Pewarisan) Pengertian dasar inheritance

PENGENALAN C++ Bab 1

Konsep Pemrograman Berbasis Obyek

Dasar-Dasar OOP di Java

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Fajar Muharandy

Inheritance dan Kata Kunci static

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2. 3 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

Pengenalan OOP. Object-Oriented programming (OOP) Menitikberatkan pada konsep object sebagai elemen dasar dari program.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PERTEMUAN 3 OBJEK DAN CLASS

Pengenalan pemrograman berorientasi obyek

MODUL 1 PENGENALAN ENVIROMENT C++

Encapsulation (Encapsulasi) Minggu 5 Pemrograman Berorientasi Objek Alfa Faridh Suni

OBJECT ORIENTED PROGRAMMING (OOP)

2 Class dan Object (1)

ALGORITHM 7 C++ Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.com

Praktikum 4 Konsep Inheritance, Polymorphism, dan Encapsulation

Jobsheet 09. Overloading and Overriding Method

Achmad Solichin.

Transkripsi:

Memahami Konsep OOP dengan C++ lionardi@web.de Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. Bab 1 Pembahasan Kelas Dalam C++ 1.1 Pendahuluan Tulisan ini merupakan pengenalan kepada pemrograman berorientasi objek (Object-oriented Programming, selanjutnya disebut OOP) dengan menggunakan ANSI C++. Disarankan agar Anda menguasai dasar-dasar pemrograman struktural terlebih dahulu dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman, baik C, Pascal, Basic atau yang lainnya. Sedikit sejarah tentang C++, C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup di laboratorium Bell pada awal tahun 80-an, sebagai pengembangan dari bahasa C dan Simula. Saat ini, C++ merupakan salah satu bahasa yang paling populer untuk pengembangan software berbasis OOP. Tulisan ini memperkenalkan paradigma pemrograman berorientasi objek dengan menggunakan C++. 1.2 Bagaimana Konsep OOP? Konsep utama pemrograman berorientasi objek yaitu melakukan permodelan objek dari kehidupan nyata ke dalam tipe data abstrak. Jelasnya, pemrograman berorientasi objek merupakan konsep pemrograman untuk memodelkan objek yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan konsep seperti ini membawa perubahan yang mendasar dalam konsep pemrograman terstruktur. Perubahan dramatis dalam konsep dasar disebut paradigma, maka jangan heran bila banyak orang yang menyebut paradigma OOP karena memang OOP membawa konsep yang sama sekali berbeda 1

dengan bahasa pemrograman generasi sebelumnya (bahasa pemrograman terstruktur). Setiap objek dalam kehidupan nyata dapat kita pandang sebagai kelas, misalnya kelas Hewan, kelas Manusia, kelas Mobil. Sedangkan objek dari kelas tersebut misalnya sapi dan ayam untuk kelas Hewan, Budi dan Tono untuk kelas Manusia serta Toyota dan VW untuk kelas Mobil. Dengan OOP, kita dapat mengimplementasikan objekt data yang tidak hanya memiliki ciri khas (attribut), melainkan juga memiliki metode untuk memanipulasi attribut tersebut. Singkatnya, OOP memiliki keunggulan dari konsep pemrograman terstruktur, selain itu juga memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan objek dalam kehidupan nyata. 1.3 Struktur Kelas Sebagai langkah pertama dalam OOP akan kita bahas pendefinisian kelas di C++. Dalam bagian 1.2 penulis telah mencontohkan beberapa kelas yang lazim kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita amati contoh lain dari kehidupan kita, dengan mendeklarasikan sebuah kelas bernama BilanganRasional : ; void assign (int,int); void cetak(); Perhatikan contoh di atas. Untuk mendefinisikan sebuah kelas, dipakai kata kunci class, diikuti dengan pendeklarasian nama kelas tersebut. Fungsi assign() dan cetak() disebut member function (member fungsi). Sedangkan variabel pembilang dan penyebut disebut member data (member data atau member variabel). Disebut member karena kesemuanya merupakan anggota dari kelas BilanganRasional. Perhatikan kata kunci Public dan Private. Member functions pada contoh di atas dideklarasikan sebagai fungsi global, sedangkan member data dideklarasikan sebagai lokal. Perbedaannya, member global dapat diakses dari luar kelas, sedangkan member lokal hanya dapat diakses dari kelas itu sendiri. Sekarang, dimana kita telah menciptakan kelas Bilangan Rasional, kita dapat mendeklarasikan sebuah objek dari kelas BilanganRasional sebagai berikut : BilanganRasional objekbilangan; Perhatikan bahwa disini objekbilangan merupakan nama dari objek tersebut, dan BilanganRasional merupakan nama kelas yang ingin kita buat objeknya. Proses pembuatan sebuah objek biasa disebut penginstansian (bukan penginstalasian), dan sebuah objek disebut instans (instance) dari sebuah kelas. Untuk lebih jelasnya, perhatikan listing selengkapnya : 2

void assign (int,int); void cetak(); ; void main() //mendeklarasikan objekbilangan seperti telah dibahas di atas BilanganRasional objekbilangan; // member fungsi assign() dipanggil. objekbilangan.assign (22,7); // member fungsi cetak() dipanggil. ObjekBilangan.cetak(); void BilanganRasional::assign(int pemb, int peny) pembilang = pemb; penyebut = peny; void BilanganRasional::cetak() cout<<pembilang<<' / '<<penyebut; Perhatikan blok main(). Sekarang Anda sudah mempunyai sebuah objek bernama objekbilangan dari kelas BilanganRasional. Seperti Anda lihat, pendeklarasian sebuah objek sama seperti mendeklarasikan sebuah variabel. Atau dengan kata lain objekbilangan adalah sebuah objek dengan tipe BilanganRasional. Sekarang, bagaimana memanggil fungsi dari sebuah objek? Hal ini dapat dicapai dengan menghubungkan nama objek dan fungsi yang ingin dipanggil dengan operator tanda titik (.). Sehingga untuk memanggil fungsi assign(), dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : objekbilangan.assign(22,7); Nilai 22 dan 7 merupakan parameter yang diterima oleh fungsi assign(). Di dalam fungsi tersebut, nilai 22 diinisialisasikan ke dalam member data pembilang, dan nilai 7 diinisialisasikan ke dalam member data penyebut. Sehingga bila fungsi cetak() dipanggil, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut : 22 / 7 3

Sebagai tambahan perhatikan ilustrasi di bawah ini : objekbilangan pembilang penyebut Gambar di atas merupakan ilustrasi dari objek objekbilangan dengan 2 member data, yakni pembilang dan penyebut. Perhatikan juga bahwa semua pendeklarasian fungsi, baik fungsi assign() maupun fungsi cetak() didahului dengan penanda BilanganRasional::. Hal ini untuk menunjukkan kepada compiler agar compiler tidak bingung, untuk kelas mana fungsi tersebut dideklarasikan, karena di C++ biasanya sebuah fungsi diletakkan di file yang terpisah. 1.4 Konstruktor Sebelumnya kita telah menggunakan member fungsi assign() untuk memasukkan nilai ke dalam member variabel pembilang dan penyebut. Sebuah konstruktor melakukan tugas yang sama dengan fungsi assign(), sehingga Anda tidak perlu repot-repot memanggil fungsi assign() untuk setiap objek yang Anda deklarasikan. Sebuah konstruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dimana konstruktor tersebut berada, dan dideklarasikan tanpa return value (nilai balik), juga tanpa kata kunci void. Mari kita kembangkan kelas BilanganRasional yang telah kita bahas sebagai berikut : //KONSTRUKTOR BilanganRasional BilanganRasional(int pemb, int peny) pembilang = pemb; penyebut = peny; ; 4

Bandingkan struktur konstruktor dengan fungsi assign() yang telah kita bahas sebelumnya. Konstruktor BilanganRasional melakukan tugas yang sama dengan member fungsi assign(). Bedanya hanya terletak pada pemanggilan fungsi dan konstruktor tersebut. Jika fungsi assign() harus kita panggil dengan didahului oleh pendeklarasian sebuah objek, kemudian fungsi dari objek tersebut dipanggil dengan operator titik disertai nilai yang ingin kita input, misal BilanganRasional x; x.assign(22,7); maka konstruktor cukup dipanggil sebagai berikut : BilanganRasional x(22,7); Kedua varian tersebut melakukan hal yang sama, yakni menginitialisasikan nilai 22 ke member variabel pembilang, dan nilai 7 ke variabel penyebut. 1.5 Konstruktor Dengan Initialization Lists Penulisan konstruktor dengan daftar initialisasi (initialization lists) merupakan fasilitas yang disediakan oleh C++ untuk menyederhanakan struktur konstruktor. Ini berarti, contoh konstruktor di atas dapat pula ditulis sebagai berikut : BilanganRasional(int pemb, int peny) : pembilang(pemb), penyebut(peny) ; Contoh di atas menghasilkan fungsi yang sama dengan konstruktor yang kita bahas sebelumnya. 1.6 CopyConstructor Sampai sejauh ini kita telah mempelajari bagaimana struktur sebuah konstruktor serta bagaimana membuat objek dari konstruktor yang telah didefinisikan. Akan tetapi, coba bayangkan apabila Anda telah mempunyai sebuah objek x, dan kemudian Anda menginginkan membuat sebuah objek y yang memiliki nilai member data dan member fungsi yang sama. Tentu saja Anda dapat mendeklarasikan objek baru dengan memanggil konstruktor yang sama sebanyak 2 kali : 5

BilanganRasional x(22,7); BilanganRasional y(22,7); Perintah di atas mendeklarasikan 2 objek, yakni x dan y yang masing-masing memiliki nilai 22 pada member variabel pembilang dan 7 pada member variabel penyebut. Akan tetapi, Anda dapat juga mempersingkat kode diatas dengan perintah berikut : BilanganRasional x(22,7); BilanganRasional y(x); Berikut listing contoh untuk Copy Constructor : BilanganRasional(int pemb, int peny) : pembilang(pemb), penyebut(peny) //CopyConstructor terdapat disini BilanganRasional(const BilanganRasional& br) : pembilang(br.pembilang), penyebut(br.penyebut) ; void main() BilanganRasional x(22,7); BilanganRasional y(x); Deklarasi CopyConstructor otomatis dipanggil ketika Anda mengkopi objek x ke objek y. Perhatikan bahwa x menjadi parameter ketika kita mendeklarasikan objek y. 1.6 Destruktor Jika kita mendeklarasikan konstruktor untuk membuat sebuah objek, maka kita juga harus mendeklarasikan sebuah destruktor untuk menghapus sebuah objek. Setiap kelas mempunyai tepat 6

satu destruktor. Jika Anda tidak mendeklarasikan sebuah destruktor dalam sebuah kelas, maka destruktor otomatis akan diciptakan sendiri oleh compiler C++. Destruktor dapat kita definisikan sendiri dengan simbol ~. Disarankan untuk mendefinisikan sendiri destruktor walaupun secara otomatis compiler C++ akan mendeklarasikan sebuah destruktor pada saat program Anda dicompile, tetapi dengan mendefinisikan sendiri sebuah destruktor maka Anda mempunyai kontrol penuh terhadap apa yang dilakukan destruktor dari kelas Anda. Perhatikan listing di bawah : BilanganRasional() cout <<"Konstruktor dipanggil\n"; //Destruktor dari kelas BilanganRasional ~BilanganRasional() cout <<"Destruktor dipanggil\n"; ; void main() BilanganRasional x; cout<<"disini main program\n" ; Listing di atas akan menghasilkan output sebagai berikut : Konstruktor dipanggil Disini main program Destruktor dipanggil Dari contoh di atas dilihat bahwa konstruktor dipanggil ketika objek x dibuat. Sedangkan destruktor secara otomatis dipanggil oleh compiler ketika objek x meninggalkan blok main(). Hal ini sesuai dengan kaidah kelokalan objek di C++. 1.7 Ringkasan Pada bab ini Anda telah mengetahui konsep OOP, mengapa OOP disebut paradigma serta apa bedanya konsep pemrograman berorientasi objek dengan konsep pemrograman terstruktur. Anda juga telah belajar mendefinisikan sebuah kelas, mendefinisikan member fungsi dan member data 7

serta struktur konstruktor dan destruktor dari sebuah kelas. C++ juga menyediakan fasilitas jika Anda ingin membuat duplikat sebuah objek, yaitu menggunakan fasilitas CopyConstructor. Selain itu Anda juga telah belajar mendeklarasikan sebuah konstruktor dengan Initialization Lists, sehingga pendeklarasian konstruktor Anda menjadi lebih efisien. Daftar Pustaka : 1. Erlenkötter, Helmut. C++, Objektorientiertes Programmieren von Anfang an 2. http://infocom.cqu.edu.au/staff/mike_turnbull/home_page/lecturetts/sect101.htm 3. http://www.aw-bc.com/catalog/academic/product/0,4096,0201895501-pre,00.html 4. http://www.desy.de/gna/html/cc/tutorial/node3.htm 5. http://www.uni-koeln.de/rrzk/kurse/unterlagen/cppkurs/ 6. http://www.uni-koeln.de/rrzk/kurse/unterlagen/cppkurs/html/begriffe.htm 7. Hubbard, John R. Ph.D. Schaum s Outlines. Programming with C++. 8