PROFIL MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY-2 (MMPI-2) MAHASISWA PENERIMA BEASISWA PROGRAM BIDIK MISI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI TAHUN MASUK 2015 Mita Y. Kaunang *, Budi T. Ratag *, Nova H. Kapantow *. *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRAK Kepribadian didefinisikan sebagai ciri seorang dalam berpikir, merasakan dan berperilaku relatif stabil dan mudah diperkirakan. Kepribadian juga dapat diartikan sebagai keseluruhan bawaan dengan berbagai pengaruh yang diperoleh di lingkungan serta pendidikan, yang dapat membentuk kondisi jiwa seseorang dan mempengaruhi sikap dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil minnesota multiphasic personality inventory-2 mahasiswa penerima beasiswa program bidik misi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Tahun Masuk 2015. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain studi potong lintang (cross sectional study). Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa penerima beasiswa program bidik misi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Tahun Masuk 2015 yang berjumlah 76 orang, dengan sampel sebanyak 43 orang dengan menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMPI-2. Hasil penelitian dari 43 responden terdapat 31 responden yang memenuhi syarat untuk dilakukan Tes minnesota multiphasic personality inventory-2 yang menunjukan distribusi skala MMPI-2 pada mahasiswa dari semua skala menunjukkan profil yang tinggi dengan persentase berturut - turut dari tinggi ke rendah yaitu: Basic s (Si 9,7%; Ma 3,3%; Pt 3,2%; Pd 3,2%; Dep 3,2%; Hs 3,2% ), Content (SOD 12,9%; ANX 9,7%; OBS 9,7%; ANG 9,7%; HEA 6,5%; FAM 6,5%; CYN 3,2%;), Supplementary s(a16,1%; R 12,9%; Re 12,9%; GM 12,9%; APS12,9%; Ho 9,7%; Do 6,5%; MDS 6,5%; AAS 6,5%; GF 3,6%; PK 3,6%). Simpulan: Hasil di atas ditemukan skala yang tinggi pada social introversion scale, social discomfort scale, anxiety scale, obsessiveness scale, anger scale. Bagi mahasiswa yang skalanya menunjukan hasil yang ti nggi seharusnya mendapat perhatian untuk mencegah timbulnya gangguan kejiwaan. Kata Kunci : MMPI-2, Mahasiswa FKM Unsrat Program Bidik Misi ABSTRACT Personality is defined as a person s thinking, feeling and behaving relatively stable and predictable. Personality can also be interpreted as a whole gained influence in the environment and education, which can creat conditions affect a person s mental and attitude in life. The purpose of this study was to determine the profil minnesota multiphasic personal ity inventory-2 student receiving the bidik misi program on Faculty of Public Health Sam Ratulangi University entrance year 2015. This study is an observational study with cross sectional design. The population was all the student receiving the bidik misi program on Faculty of Public Health Sam Ratulangi University entrance year 2015 who totaled 76 student, with sample of 43 student by using purposive sampling. Collecting data by using questionnaires MMPI-2. The results of 43 respondents there were 31 respondents who are qualified to MMPI-2 Test. MMPI-2 show the distribution of all scale a high profil with percentages of succesion to the low : Basic s (Si 9,7%; Ma 3,3%; Pt 3,2%; Pd 3,2%; Dep 3,2%; Hs 3,2% ), Content (SOD 12,9%; ANX 9,7%; OBS 9,7%; ANG 9,7%; HEA 6,5%; FAM 6,5%; CYN 3,2%;), Supplementary s(a16,1%; R 12,9%; Re 12,9%; GM 12,9%; APS12,9%; Ho 9,7%; Do 6,5%; MDS 6,5%; AAS 6,5%; GF 3,6%; PK 3,6%).Conclusion: the results above found high on the introversion scale, social discomfort scale, anxiety scale, obsessiveness scale, anger scale. For students that scale showed high results should get more attention to prevent the onset of mental disorders. Keyword: MMPI-2, colleg student FKM Unsrat, Bidik Misi. 1
PENDAHULUAN Kemajuan masyarakat modern saat ini, tidak akan dapat tercapai tanpa kehadiran institusi pendidikan sebagai badan organisasi yang menyelenggarakan pendidikan formal (Syafaruddin, 2008). Proses pendidikan yang berlangsung memiliki beberapa ukuran standar dalam menilai keterampilan dan kemampuan mahasiswa yang dapat dicapai (Tilaar, 2006). Mahasiswa merupakan bagian dari dunia pendidikan, dan salah satu substansi yang penting untuk diperhatikan, karena mahasiswa merupakan penyampai dinamika ilmu pengetahuan dalam melaksanakan proses pendidikan (Harahap, 2006). Mahasiswa merupakan subjek yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan kehidupan, dan sekaligus menjadi objek dalam beragam aktifitas dan kreatifitas (Baharuddin, 2009). Kepribadian didefinisikan sebagai ciri seorang dalam berpikir, merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan mudah diperkirakan (Dorland, 2002). Kepribadian juga dapat diartikan sebagai keseluruhan kecenderungan bawaan dengan berbagai pengaruh yang diperoleh di lingkungan serta pendidikan, yang dapat membentuk kondisi jiwa seseorang dan mempengaruhi sikap dalam kehidupannya (Weller, 2005). Dengan demikian penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seperti apa Profil Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) Mahasiswa Penerima Beasiswa Program Bidik Misi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Tahun Masuk 2015. Penelitian ini dilakukan. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif dengan desain studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian telah dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, pada bulan Agustus-Oktober 2016. Responden dalam penelitian ini yaitu seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi pada penelitian ini yakni aktif kuliah, berumur diatas 18 tahun dan bersedia menjadi subjek penelitian. Dari 43 Responden terdapat 31 responden yang memenuhi syarat untuk dilakukan Tes MMPI-2 Pada Mahasiswa Penerima Program Bidik Misi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Tahun Angkatan 2015. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner MMPI-2. 2
Variabel penelitian a. Basic (Clinical) s yang terdiri dari 10 skala, yaitu: Sc1Hs Hypochondriasis (Hs), Sc2 Depression (D), Sc3 Hysteria (Hy), Sc4 Psychopathic Deviate (Pd), Sc5 Masculinity-Femininity (Mf), Sc6 Paranoia (Pa), Sc7 Psychasthenia (Pt), Sc8 Schizophrenia (Sc), Sc9 Hypomania (Ma), dan Sc0 Social Introversion-Extroversion (Si). b. Content s yang terdiri dari 15 skala, yaitu: kelompok Internal Symptom yang terdiri dari Anxiety (ANX), Fears (FRS), Obsessiveness (OBS), Depressions (DEP), Health Concerns (HEA), dan Bizarre Mentation (BIZ), kelompok External atau Aggressive Tendencies yang terdiri dari Anger (ANG), Cynicism (CYN), Antisocial Practices (ASP), dan Type A (TPA), kelompok Devalued View Of The Self yang terdiri dari Low Self-Esteem (LSE), dan kelompok General Problem Areas yang terdiri dari Social Discomfort (SOD), Family Problem (FAM), Work Interference (WRK), dan Negative Treatment Indicators (TRT). c. Suplementary s yang terdiri dari 14 skala, yaitu: kelompok Broad Personality Characteristics (Anxiety (A), Repression (R), Ego strength (Es) Dominance (Do), dan Social Responsibility (Re), kelompok General Emotional Distress (College Maladjustment (MT), Posttraumatic Stress Disorder (PK), danmarital distress (MDS), kelompok Behavioral Dyscontrol (Hostility (Ho), Overcontrolled-Hostility (O-H), MacAndrew Alcoholism - Revised (MAC-R), Addiction Acknowledgment/Admission (AAS), Addiction Potential (APS), Masculine Gender Role (GM) - Feminine Gender Role (GF). 3
HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Basic s Basic c1 Hypochondriasis (Hs) Sc2 Depression (Dep) Sc3 Hysteria (Hy) Sc4 Psychophatic Deviate (Pd) Sc5 Masculinity/ Feminity (Mf) Distribusi frekuensi T skor dari basic Basic Rendah 0 0 1 3,2 Sc6 31 100 Paranoia (Pa) Sc7 1 3,2 Psychasthenia 1 3,2 (Pt) Rendah 31 100 Sc8 Rendah 31 100 0 Schizophrenia 0 0 Total 100 (Sc) Sc9 1 3,2 Hypomania 1 3,3 (Ma) Rendah 1 3,2 Sc0 Rendah 28 90,3 30 96,8 Social 3 9,7 Introversion (Si) scales (skala-skala klinik) dengan pengelompokkan sebagai berikut: T skor tinggi (>65), dan rendah (< 65). Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa Distribusi Responden Content s Content Anxiety (ANX) Fears (FRS) Obsessiveness (OBS) distribusi frekuensi terbanyak pada kelompok T skor tinggi (Si 9,7%; Ma 3,3%; Pt 3,2%; Pd 3,2%; Dep 3,2%; Hs 3,2% ). Content Rendah 28 90.3 Antisocial Rendah 31 100 tinggi 3 9.7 Practices 0 0 (ASP) Rendah 31 100. Rendah 29 93.5 Type A 0 0 (TPA) 2 6.5 Rendah 28 90.3 Rendah 29 93.5 Low Selfesteem 3 9.7 2 6.5 (LSE).0 4
Distribusi T skor dari Content dengan pengelompokkan sebagai berikut: T skor tinggi (>65), dan rendah (< 65). Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi terbanyak pada kelompok (SOD 12,9%; ANX 9,7%; OBS 9,7%; ANG 9,7%; HEA 6,5%; FAM 6,5%; CYN 3,2%;). Distribusi Supplementary Supplementary Anxiety (A) Repression (R) Ego Strength (Es) Dominance (Do) Social Responsibility (Re) College Maladjustment (Mt) Gender Role Masculine (GM) Supplementary Posttraumatic Disorder (PK) Supplementary Rendah 26 83,9 Marital Distress Rendah 29 93,5 5 16,1 2 6,5 (MDS) Rendah 27 87,1 Rendah 28 90,3 Hostility 4 12,9 (Ho) 3 9,7 Total 11 100 Rendah 31 100 Overcontrolled Rendah 29 93,5 Hostility 0 0 (O-H) Total 2 6,5 Rendah 29 93,5 MacAndrew Rendah 31 100 Alcoholism 2 6,5 Revised 0 0 (MAC-R) Rendah 27 87,1 Addiction Rendah 29 93,5 Admission 4 12,9 (AAS) Total 2 6,5 Rendah 30 96,3 Addiction Rendah 27 87,1 Potential 1 3,6 4 12,9 (APS) Rendah 27 87,1 Gender Role Rendah 30 96,3 Feminine 4 12,9 1 3,6 (GF) Rendah 30 96,3 1 3,6 Distribusi T skor dari Supplementary s dengan pengelompokkan sebagai berikut: T skor tinggi (>65), dan rendah (< 65). Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi terbanyak pada kelompok (A16,1%; R 12,9%; Re 12,9%; GM 12,9%; APS12,9%; Ho 9,7%; Do 6,5%; MDS 6,5%; AAS 6,5%; 5
GF 3,6%; PK 3,6%), pada supplementary scales kelompok T skor tinggi tidak selamanya menunjukkan adanya psikopatologi, demikian pula sebaliknya. Kelompok T skor tinggi yang merupakan indikasi psikopatologi terdapat pada skala-skala A, R, Mt, PK, MDS, Ho, OH, MAC-R, AAS, dan APS. Sedangkan kelompok T skor rendah yang merupakan indikasi psikopatologi terdapat pada skala-skala Es, Do, Re, GM/GF. Hasil pemeriksaan Basic s (skala-skala klinik) mahasiswa Penerima Beasiswa Program Bidik Misi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Tahun Masuk 2015 dengan pengelompokkan T skor tinggi (>65), dan rendah (< 65). dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi terbanyak pada kelompok T skor tinggi (Si 9,7%; Ma 3,3%; Pt 3,2%; Pd 3,2%; Dep 3,2%; Hs 3,2% ), Content dengan pengelompokkan berikut: T skor tinggi (>65), dan rendah (< 65). dapat dilihat bahwa frekuensi terbanyak pada kelompok (SOD 12,9%; ANX 9,7%; OBS 9,7%; ANG 9,7%; HEA 6,5%; FAM 6,5%; CYN 3,2%;), Supplementary s dengan pengelompokkan: T skor tinggi (>65), dan rendah (< 65). dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi terbanyak pada kelompok (A16,1%; R 12,9%; Re 12,9%; GM 12,9%; APS12,9%; Ho 9,7%; Do 6,5%; MDS 6,5%; AAS 6,5%; GF 3,6%; PK 3,6%). Andre (2015) Profil Skala Klinis dan Subklinis Minnesota Multiphasic Personality Inventory- 2 (MMPI-2) Adaptasi Indonesia pada Mahasiswa Semester-1 TA 2013-2014 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, Hasil penelitian menghasilkan persentase 3 skala klinis yang tertinggi yaitu: Si (28,71%), D (15,84%) dan Sc (8,91%). Pada masing masing skala didapatkan persentas pada skala subklinis berdasarkan skor tinggi skala klinis secara berturut ialah Si1: 27 orang, Si2: 15 orang, D1 dan D4. Penelitian lain yang dilakukan oleh Marsevino (2015) Profil Personality Psychopathology Five (Psy-5) s Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (Mmpi-2) Adaptasi Indonesia Pada Mahasiswa Semester 1 Tahun Akademik 2013/2014 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, hasil penelitian distribusi mahasiswa berdasarkan Distribusi skala Psy-5 pada 101 responden ditemukan beberapa sub skala PSY-5 yang tinggi antara lain AGGR (5,94%), PSYC (6,93%), DISC (7,92%), NEGE (12,87%), INTR (16,83%). Mahasiswa dengan skala PSY-5 yang tinggi didapati beberapa jenis kepribadian khas yang berbeda-beda pada tiap sub skala PSY-5. 6
Hasil analisis yang berbeda dari setiap skala di pengaruhi oleh jumlah sampel yang diteliti oleh masing-masing peneliti selain itu pada penelitian sebelumnya meneliti pada mahasiswa semester 1 yang masih menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus yang berbeda sehingga menghasilkan skala yang lebih tinggi di masing-masing skala yang di teliti, dengan begitu akan mempengaruhi hasil dari penelitian yang dilakukan. Skala yang tinggi menunjukan adanya kesulitan responden untuk beradaptasi terhadap lingkungan baru, selain itu skala yang tinngi juga menunjukan responden yang cenderung menarik diri dari lingkungan sosial ini berhubungan dengan sulitnya beradaptasi dilingkungan baru yang memperngaruhi status kejiwaan responden dalam menjalankan studi. KESIMPULAN 1. Berdasarkan Basic s terdapat 9,7 % responden yang menunjukan kecenderungan menarik diri dari kontak sosial dan menghindari tanggung jawab, sedangkan untuk responden yang menunjukan kegelisahan, merasa cemas, depresi dan ketakutan serta mudah merasa gugup sebesar 3,2 %. 2. Berdasarkan Content s responden yang mengalami kecemasan umum, kekhawatiran, insomnia, dan ketegangan, untuk responden yang kesulitan untuk mengambil keputusan serta responden mudah marah sulit mengendalikan emosi dan tidak sabaran masing-masing sebesar 9,7%. 3. Berdasarkan Supplementary s responden yang menunjukan perasaan cemas, ketidaknyamanan, ketidakmampuan untuk beradaptasi kurang percaya diri sebesar 16,1%, sedangkan responden yang memiliki kontrol diri yang berlebihan 12,9%, serta responden yang memiliki kepedulian terhadap etika dan moral serta dapat dipercaya sebesar 12,9%. SARAN Adapun saran yang dapat saya berikan kepada : 1. Fakultas Kesehatan Masyarakat Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat profil kejiwaan mahasiswa baik mahasiswa penerima program bidik misi maupun tidak untuk meningkatkan kualitas lulusan 2. Pemeriksaan MMPI-2 dapat dijadikan sebagai alat skrining kepribadian dan status mental untuk seluruh mahasiswa dalam rangka pembimbingan akademik dan non- 7
akademik dalam meningkatkan Indeks Prestasi mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA Andre. 2015. Profil Skala Klinis dan Subklinis Minnesota Multiphasic Personality Inventory- 2 (MMPI- 2) Adaptasi Indonesia pada Mahasiswa Semester-1 TA 2013-2014 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Syafaruddin. 2008. Efektifitas Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Tilaar, H.A.R. 2006. Standarisasi Pendidikan nasional: Suatu Tinjauan Kritis. Jakarta: Rineka Cipta Weller, N.F. 2005. Kamus Saku Perawat (ed.22). Jakarta:EGC Baharuddin. 2009. Psikologi Pendidikan Perkembangan. Yogyakarta: Arruz Media. Dorland, W. A. N. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Terjemahan Huriawati Hartanto. Edisi Pertama. Jakarta: EGC. Harahap, Sofyan Syafri. 2006. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. Marsevino. 2015. Profil Personality Psychopathology Five (Psy-5) s Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (Mmpi- 2) Adaptasi Indonesia Pada Mahasiswa Semester 1 Tahun Akademik 2013/2014 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado 8