PERANCANGAN PENGENDALI PID PADA PROPORTIONAL VALVE

dokumen-dokumen yang mirip
PEMODELAN SISTEM PENGENDALI PID DENGAN METODE CIANCONE BERBASIS MATLAB SIMULINK PADA SISTEM PRESSURE PROCESS RIG

UNIVERSITAS INDONESIA PERANCANGAN PENGENDALI PID PADA PROPORTIONAL VALVE SKRIPSI JEPRY

BAB 3 PERANCANGAN KONTROL DENGAN PID TUNING

DESAIN KONTROL PID UNTUK MENGATUR KECEPATAN MOTOR DC PADA ELECTRICAL CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (ECVT)

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI. III, aspek keseluruhan dimulai dari Bab I hingga Bab III, maka dapat ditarik

pengendali Konvensional Time invariant P Proportional Kp

Kendali Perancangan Kontroler PID dengan Metode Root Locus Mencari PD Kontroler Mencari PI dan PID kontroler...

BAB 4 SIMULASI MODEL MATEMATIS CSTR BIODIESEL

Simulasi Control System Design dengan Scilab dan Scicos

Perancangan dan Simulasi Autotuning PID Controller Menggunakan Metoda Relay Feedback pada PLC Modicon M340. Renzy Richie /

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. Gambar 3. 1 Diagram Blok Sistem Kecepatan Motor DC

SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN

PERANCANGAN SISTEM KESEIMBANGAN BALL AND BEAM DENGAN MENGGUNAKAN PENGENDALI PID BERBASIS ARDUINO UNO. Else Orlanda Merti Wijaya.

Bab IV Pengujian dan Analisis

Perancangan Sistem Kontrol Posisi Miniatur Plant Crane dengan Kontrol PID Menggunakan PLC

REALISASI PROTOTIPE KURSI RODA LISTRIK DENGAN PENGONTROL PID

DESAIN PENGONTROL MULTI INPUT MULTI OUTPUT LINEAR QUADRATIK PADA KOLOM DISTILASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Perancangan Sistem Kontrol PID Untuk Pengendali Sumbu Azimuth Turret Pada Turret-gun Kaliber 20mm

Simulasi Aplikasi Kendali Multi-Model pada Plant Kolom Distilasi ABSTRAK

Desain PI Controller menggunakan Ziegler Nichols Tuning pada Proses Nonlinier Multivariabel

RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 2 LANDASAN TEORI

UJI PERFORMANSI PADA SISTEM KONTROL LEVEL AIR DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN KONTROLER PID

REZAN NURFADLI EDMUND NIM.

JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

PENERAPAN FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MEMPERTAHANKAN KESETABILAN SISTEM AKIBAT PERUBAHAN DEADTIME PADA SISTEM KONTROL PROSES DENGAN DEADTIME

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. manusia akan teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna yang mampu memenuhi

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER

IMPLEMENTASI KONTROL PID PADA PENDULUM TERBALIK MENGGUNAKAN PENGONTROL MIKRO AVR ATMEGA 16 ABSTRAK

IV. PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menggerakan belt conveyor, pengangkat beban, ataupun sebagai mesin

TUNING PARAMETER PID DENGAN METODE CIANCONE PADA PLANT HEAT EXCHANGER

UNIVERSITAS INDONESIA PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM KENDALI CONTINOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR) BIODIESEL THESIS YOSI ADITYA SEMBADA

(Dimasyqi Zulkha, Ir. Ya umar MT., Ir Purwadi Agus Darwito, MSC)

TUGAS AKHIR RESUME PID. Oleh: Nanda Perdana Putra MN / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang

BAB II DASAR TEORI. kontrol, diantaranya yaitu aksi kontrol proporsional, aksi kontrol integral dan aksi

PEMBUATAN SISTEM PENGATURAN PUTARAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL-INTEGRAL-DERIVATIVE (PID) DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR KMZ51

BAB 2 DASAR TEORI. Universitas Indonesia. Pemodelan dan..., Yosi Aditya Sembada, FT UI

FUZZY LOGIC UNTUK KONTROL MODUL PROSES KONTROL DAN TRANSDUSER TIPE DL2314 BERBASIS PLC

IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH MENGGUNAKAN KENDALI PID BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLER

DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU

Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Kendali Hybrid PID-Fuzzy

RANCANG BANGUN SELF TUNING PID KONTROL PH DENGAN METODE PENCARIAN AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya berjudul Feedforward Feedback Kontrol Sebagai

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

Dosen Pembimbing : Hendro Nurhadi, Dipl. Ing. Ph.D. Oleh : Bagus AR

PERANCANGAN PENGENDALI POSISI LINIER UNTUK MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN PID

Pengontrolan Sistem Eksiter Untuk Kestabilan Tegangan Di Sistem Single Machine Infinite Bus (SMIB) Menggunakan Metode PID

Diah Ayu Oktaviani et al., PID Ziegler Nicholz Untuk Pengendalian Load Frequency Control PLTU Paiton Baru

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGENDALI POSISI MOTOR DC DENGAN PID MENGGUNAKAN METODE ROOT LOCUS

Sistem Redundant PLC (Studi Kasus Aplikasi Pengontrolan Plant Temperatur Air)

KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) UNTUK MOTOR DC MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER

Implementasi Modul Kontrol Temperatur Nano-Material ThSrO Menggunakan Mikrokontroler Digital PIC18F452

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1. Letak CoM dan poros putar robot pada sumbu kartesian.

YONI WIDHI PRIHANA DOSEN PEMBIMBING Dr.Muhammad Rivai, ST, MT. Ir. Siti Halimah Baki, MT.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI

MAKALAH. Sistem Kendali. Implementasi Sistim Navigasi Wall Following. Mengguakan Kontrol PID. Dengan Metode Tuning Pada Robot Beroda

ANALISA SISTEM KENDALI FUZZY PADA CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) DENGAN DUA PENGGERAK PUSH BELT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA CVT

Rancang Bangun Sistem Kontrol Level dan Pressure Steam Generator pada Simulator Mixing Process di Workshop Instrumentasi

Hamzah Ahlul Fikri Jurusan Tehnik Elektro, FT, Unesa,

BAB I PENDAHULUAN. manfaat, baik itu pada bumi dan pada manusia secara tidak langsung [2].

TUNING KONTROL PID LINE FOLLOWER. Dari blok diagram diatas dapat q jelasin sebagai berikut

Rancang Bangun Self Tuning PID Kontrol ph Dengan Metode Pencarian Akar Persamaan Karakteristik

IMPLEMENTASI MICROKONTROLLER UNTUK SISTEM KENDALI KECEPATAN BRUSHLESS DC MOTOR MENGGUNAKAN ALGORITMA HYBRID PID FUZZY

Kontrol PID Pada Miniatur Plant Crane

yang dihasilkan sensor LM35 karena sangat kecil. Rangkaian ini adalah tipe noninverting

Syahrir Abdussamad, Simulasi Kendalian Flow Control Unit G.U.N.T Tipe 020 dengan Pengendali PID

BAB II KONSEP PERANCANGAN SISTEM KONTROL. menyusun sebuah sistem untuk menghasilkan respon yang diinginkan terhadap

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang

PERANCANGAN KONTROLER PI ANTI-WINDUP BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 PADA KONTROL KECEPATAN MOTOR DC

ANALISIS PENGGUNAAN POWER SYSTEM STABILIZER (PSS) DALAM PERBAIKAN STABILITAS TRANSIEN GENERATOR SINKRON

Peningkatan Repeatability Sistem Metering dengan Pengendalian Aliran Menggunakan PID

Analisis Penalaan Kontroller PID pada Simulasi Kendali Kecepatan Putaran Motor DC

Perancangan Pengendali Proportional-Integral Anti-Windup (Pi-Aw) pada Simulator Mobil Listrik untuk Kendali Kecepatan dan Torsi

SIMULASI PROSES PENGENDALIAN ph LIMBAH CAIR LABORATORIUM DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UI MENGGUNAKAN KONTROLER PID LINEAR PADA MINI PLANT WA921

DESAIN DAN IMPELEMENTASI KENDALI PID PADA BEAM AND BALL SYSTEM

SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA TUNGKU BAKAR MENGGUNAKAN KONTROLER PID

SISTEM PENGATURAN POSISI SUDUT PUTAR MOTOR DC PADA MODEL ROTARY PARKING MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO MEGA 2560

KENDALI KECEPATAN MOTOR DC DENGAN 4 KUADRAN. Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

BAB II LANDASAN TEORI

PENGONTROL PID BERBASIS PENGONTROL MIKRO UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT BERODA. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Kristen Maranatha

RANCANG BANGUN SIMULATOR PENGENDALIAN POSISI CANNON PADA MODEL TANK MILITER DENGAN PENGENDALI PD (PROPOSIONAL DERIVATIVE)

4. BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengujian simulasi open loop juga digunakan untuk mengamati respon motor DC

peralatan-peralatan industri maupun rumah tangga seperti pada fan, blower, pumps,

BAB 4 PENGUJIAN DAN ANALISA. 4.1 Pengujian Fungsi Alih Tegangan (Duty Cycle) terhadap Motor

II. PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID

BAB III PERANCANGAN SISTEM

IDENTIFIKASI DAN DESAIN CONTROLLER PADA TRAINER FEEDBACK PRESSURE PROCESS RIG Satryo Budi Utomo, Universitas Jember

Desain Kendali pada Sistem Steam Drum Boiler dengan Memperhitungkan Control Valve

Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC

Transkripsi:

PERANCANGAN PENGENDALI PID PADA PROPORTIONAL VALVE Feri Yusivar dan Jepry Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus Baru UI, Depok 16424, Indonesia Real Time Measurement and Control Research Group E-mail: jep_heaven@yahoo.co.id yusivar@yahoo.com ABSTRAK Kebutuhan manusia akan energi semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Fuel cell merupakan salah satu alternatif renewable energy yang sekarang banyak dikembangkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan manusia. Fuel cell memanfaatkan energi yang dihasilkan dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen yang selanjutnya akan diubah menjadi energi listrik yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Untuk mendapatkan reaksi kimia yang sesuai, dibutuhkan pengendali untuk mengatur actuator valve fuel cell sehingga keluaran gas hidrogen dapat bercampur dengan gas oksigen dalam komposisi yang sesuai dan energi yang dihasilkan optimal. Pada jurnal ini akan dibahas tentang perancangan pengendali PID untuk proportional valve pada fuel cell dengan menggunakan DC geared motor beserta tuning parameter PID dengan korelasi Ciancone. Tuning parameter terbaik dipilih untuk memberikan hasil yang baik pada sistem berupa perbaikan respon transien dan steady state. Pengendali ini akan digunakan sebagai sub-sistem dari sistem kendali fuel cell. Kata Kunci: DC geared motor, perancangan pengendali PID, korelasi Ciancone ABSTRACT Human need for energy increases from time to time along with the rapid population growth. Fuel cell is one of the renewable energy alternatives that have been developed nowadays to meet the demands of human needs. Fuel cells use energy produced from the chemical reaction between hydrogen and oxygen which is converted into electrical energy that can be used as an energy source. To obtain a suitable chemical reaction, the control is needed to manage the fuel cell valve actuator so that the output of hydrogen gas can be mixed with oxygen gas in the appropriate composition and optimal energy could be produced. This paper will discuss about the design using PID control for the proportional valve control in the fuel cell with geared DC motor along with PID tuning parameter using Ciancone correlation. The best tuning parameter will be selected to improve transient and steady state response. This controller will be used as a sub-system of the fuel cell control system. Keywords: DC geared motor, PID controller design, Ciancone correlation I. PENDAHULUAN Salah satu pengembangan bidang renewable energy yang memiliki prospek yang cerah ke depannya adalah fuel cell. Fuel cell merupakan salah satu sumber energi yang mampu mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Fuell cell memanfaatkan energi yang dihasilkan dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen yang selanjutnya akan diubah menjadi energi listrik yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Untuk mendapatkan reaksi kimia yang sesuai, diperlukan adanya komposisi yang seimbang antara gas hidrogen dan oksigen. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu pengendali yang mampu mengatur actuator valve dari gas hidrogen sehingga keluaran gas hidrogen dapat bercampur dengan gas oksigen dalam komposisi yang sesuai dan energi yang dihasilkan dari reaksi kimia tersebut dapat di konversi menjadi energi listrik secara efisien. Pada jurnal ini akan dibahas tentang perancangan pengendali untuk proportional valve

pada fuel cell dengan menggunakan pengendali PID(Proportional, Integral dan Derivative) untuk mengendalikan geared DC motor beserta tuning parameter PID dengan korelasi Ciancone. Tuning parameter terbaik dipilih untuk memberikan hasil yang baik pada sistem berupa perbaikan respon transien dan steady state. Pengendali ini akan digunakan sebagai sub-sistem dari sistem kendali fuel cell potensiometer mampu mendeteksi posisi valve mulai dari 0% sampai 100% maka perlu dirancang gear dengan perbandingan 1:7. Hasil dari sistem gear box yang telah selesai difabrikasi ditunjukkan oleh gambar 2 sebagai berikut: II. DESIGN SISTEM GEAR BOX Salah satu cara untuk mengendalikan sistem fuel cell adalah dengan melakukan pengendalian terhadap input masukan gas hidrogen sehingga dengan tepat bereaksi dengan oksigen sehingga bisa menghasilkan output yang diinginkan. Untuk mengatur masuknya gas hidrogen ke dalam fuel cell, yang harus dikendalikan adalah proses membuka/menutupnya valve tempat masuknya gas hidrogen ke fuel cell. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu sistem gear box yang menghubungkan DC geared motor yang akan memutar membuka/menutupnya valve dan potensiometer yang berfungsi sebagai sensor posisi valve yang akan berguna untuk perancangan pengendali proporsional pada valve fuel cell. Susunannya dapat dilihat dari gambar 1 berikut: III. Gambar 2. Sistem Gear Box MODEL EMPIRIS SISTEM GEAR BOX Pemodelan sistem dilakukan secara empiris dengan melakukan pengambilan data dari sistem yang akan diukur untuk melihat karakteristik input dan output sistem. Hasil pengambilan data tersebut kemudian dimodelkan menjadi sistim berorde satu dengan dead time. Untuk menentukan parameter dari model tersebut, akan dilakukan perhitungan sederhana dari grafik (dengan menggunakan metode process reaction curve) yang dihasilkan selama pengambilan data. Model dinamis yang didapatkan ini kemudian akan digunakan sebagai model untuk menentukan parameter tuning pada PID sehingga didapatkan hasil pengendalian yang optimal. Grafik pengambilan data dengan metode process reaction curve ditunjukkan oleh gambar 3. Gambar 1. Design Sistem Gear Box Sistem gear box dirancang dengan perbandingan gear antara DC geared motor dan valve fuel cell sebesar 1:1. Hal ini berarti bahwa kecepatan putar dari DC geared motor sama dengan berputarnya valve fuel cell karena kecepatan perputaran dari DC geared motor sudah cukup lambat. Sistem ini dirancang supaya apabila valve fuel cell telah membuka maksimum maka gear pada DC geared motor akan mengalami loss untuk menghindari kerusakan pada DC geared motor tersebut. Pada poros/shaft dari valve fuel cell ditambahkan lagi sebuah gear yang lebih kecil yang dihubungkan dengan gear potensiometer dengan perbandingan 1:7 sehingga ukuran gear dapat diminimalisasi. Hal ini berarti bahwa ketika valve fuel cell telah berputar 7 kali maka potensiometer baru berputar 1 kali. Hal ini disebabkan bahwa valve fuel cell perlu berputar sebanyak 6,5 kali dari kondisi tertutup sampai terbuka penuh. Oleh karena itu, supaya Gambar 3. Metode Process Reaction Curve Langkah identifikasi model dengan metode ini adalah sebagai berikut: 1. Mencari kurva response tanpa sistem pengendali yang dianggap paling ideal dengan mengatur besar input step. 2. Menghitung parameter K p (gain), θ (dead time), dan τ (time constant) berdasarkan gambar 3 yang dinyatakan dalam persamaan (1) dimana:

/ K p 1.5( t63% t28% ) t 63 % t28% 3 t (1) 63% Keterangan: = perubahan magnitude steady state pada output = perubahan magnitude steady state pada input t 63% = waktu dibutuhkan untuk mencapai 63% dari nilai akhir t 28% = waktu dibutuhkan untuk mencapai 28% dari nilai akhir (dapat dilihat pada gambar respons keluaran) 3. Memodelkan sistem Gp(s) sebagai model orde satu dengan dead time sesuai persamaan (2): s Y ( s ) K p e G ( s ) (2) p X ( s ) s 1 Berdasarkan pengambilan data yang telah dilakukan pada sistem, grafik dari karakteristik output terhadap input ditunjukkan pada gambar 4: Gambar 4. Data Output Sistem Terhadap Input Step Pemodelan sistem akan dilakukan antara input tegangan step dan kecepatan sehingga didapatkan model sistem sesuai persamaan (3): Δ= 1.769 δ = 5 K p = Δ/δ = (1.769) / (5) = 0.3538 0.63Δ= 1.11447 t 63% = 0.1098 s 0.28Δ= 0.49632 t 28% = 0.05356 s τ = 1.5(t 63% t 28% ) = 0.08436 s 63% τ = 0.1098-0.08436 = 0.02524 s 0.02524 s ( s ) 0.3538 e G ( s ) (3) p u ( s ) 0.08436 s 1 Persamaan sistem orde pertama dengan dead time tersebut kemudian disimulasikan sehingga didapatkan hasil sesuai dengan gambar 5. Hasil simulasi tersebut sudah cukup sesuai dan akurat dengan respons aktual dari sistem dengan tingkat error sebesar 7,42 %. Hal ini disebabkan karena adanya faktor pembulatan dan pengabaian faktor overshoot selama proses perhitungan. Namun error ini masih dapat ditoleransi karena model yang digunakan untuk menentukan parameter pengendali PID mampu mentoleransi error sebesar 25% [3]. (a) (b) Gambar 5. Simulasi (a) Posisi, (b) Kecepatan Sistem Gear Box Analisa tanggapan waktu untuk kecepatan dari sistem ini ditunjukkan oleh tabel 1 berikut: Tabel 1: tanggapan waktu kecepatan sistem gear box dengan DC geared motor 0.2105 s Peak Time - 0.54 s Overshoot - Final Value 3.538 Error Steady State 0 % IV. PENGENDALI DAN TUNING PARAMETER PID Pengendali PID (Proportional, Integral, Derivative) merupakan suatu pengendali yang mampu memperbaiki tingkat akurasi dari suatu sistem plant yang memiliki karakteristik umpan balik/feedback pada sistem tersebut. Pengendali PID menghitung dan meminimalisasi nilai error/selisih antara output dari proses terhadap input/setpoint yang diberikan ke sistem. Pengendali PID terdiri dari tiga komponen yaitu proportional, integral, dan derivative yang dapat dipakai secara bersamaan maupun sendiri-sendiri

tergantung dari respon yang diinginkan pada suatu sistem/plant. Rumus umum pengendali PID ideal dalam bentuk digital ditunjukkan pada persamaan (4): N t Td MV N K c EN Ei ( EN EN 1 ) (4) TI i1 t dimana: K c = konstanta gain E N = error yang dinyatakan secara diskrit Δt = periode sampling T I = waktu integral T d = waktu derivative K I = K c /T I K d = K c T d Rumus (4) memiliki kelemahan, terutama pada bagian derivativenya, karena apabila terjadi perubahan besar pada setpoint akan mengakibatkan perubahan besar pada error dan turunan dari perubahan step dapat membesar tak terhingga sehingga dapat membahayakan sistem/plant. Oleh karena itu, perubahan error pada bagian derivative ini diganti menjadi perubahan controlled variable (CV) dimana E N = SP N CV N sehingga dihasilkan persamaan PID dengan selisih CV sesuai dengan persamaan (5): N t Td MV N K c EN Ei ( CVN CVN 1 ) (5) TI i1 t Perancangan pengendali yang akan digunakan adalah pengendali PID untuk mengendalikan kecepatan dan PD untuk mengendalikan posisi. Pengendali ini akan menentukan keluaran sinyal PWM yang akan diberikan kepada DC geared motor yang bertindak sebagai aktuator. Motor tersebut akan memutar valve dan datanya akan dibaca oleh sensor posisi yaitu potensiometer yang kemudian akan diumpan balik menjadi masukan sinyal kendali untuk memperbaiki error dari pengendalian motor. Pengendali PID yang digunakan dalam jurnal ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pengendali PD untuk posisi motor dan 2 buah pengendali, yaitu PID dan PD untuk mengendalikan kecepatan dan posisi motor. Pengendali PID dan PD digunakan untuk menghasilkan respons tanggapan waktu yang lebih baik pada sistem DC geared motor daripada pengendalian dengan PD saja. Skema dari sistem pengendalinya ditunjukkan oleh gambar 6 dan gambar 7: Gambar 6. Pengendali Posisi dengan PD 1 s Gambar 7. Pengendali Posisi dan Kecepatan dengan PD dan PID Pengendali PID ini kemudian diimplementasikan ke dalam mikrokontroller PIC 16F876 untuk mengendalikan sistem DC geared motor seperti ditunjukkan dalam gambar 8 sebagai berikut: Gambar 8. Interkoneksi perangkat keras pada sistem Program pengendali dibuat dengan menggunakan software MPLAB IDE v8.46 yang merupakan design environment yang dibuat oleh Microchip.Inc untuk pemograman dengan menggunakan PIC. Program yang dibuat menggunakan bahasa C sehingga digunakan compiler bahasa C berupa HiTech PIC v9.70. Pemograman dimulai dengan melakukan inisialisasi pada PIC berupa pengaturan port input yang aktif, frekuensi dari mikrokontroller dan timer yang digunakan. Setelah itu dilakukan inisialisasi frekuensi PWM sebesar 4.88 khz (0.2094 ms) dan frekuensi sampling kendali beserta interrupt yang yang digunakan. Frekuensi sampling yang digunakan adalah sebesar 256 Hz (3.9 ms). Skema pembangkitan sinyal PWM pada mikrokontroller PIC ditunjukkan oleh gambar 9: Gambar 9. Skema Pembangkitan Sinyal PWM Tahapan berikutnya yang dilakukan setelah inisialisasi adalah pembacaan nilai input dari ADC. tersebut akan digunakan untuk menghitung output dari PID yang akan menjadi nilai PWM untuk mengatur kecepatan perputaran dari DC geared motor. Posisi perputaran motor akan dibaca oleh potensiometer yang kemudian akan diumpan balik untuk memperbaiki nilai error pada pengendali.

Flowchart algoritma pengendalian PID dengan menggunakan PIC 16F876 ditunjukkan oleh gambar 10 berikut: Gambar 11. Tuning Korelasi Ciancone Gambar 10. Algoritma Pengendali dengan menggunakan PIC 16F876 Berdasarkan rumus PID yang digunakan diatas, terlihat bahwa terdapat 3 buah parameter, yaitu K c, T I dan T d yang menentukan besaran keluaran kontrol yang dihasilkan. Agar mendapatkan pengendalian yang optimal pada sistem, maka perlu dilakukan optimalisasi nilai dari ketiga parameter PID tersebut dengan cara memberikan nilai konstanta yang sesuai pada ketiga parameter. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan besar parameter PID tersebut adalah dengan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Ciancone dan Marlin(1992) yang dinamakan dengan nama korelasi Ciancone [3]. Metode penentuan parameter PID dengan menggunakan korelasi Ciancone terdiri dari beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut: 1. Penentuan model sistem (process reaction curve) 2. Sampling mempengaruhi dead time sebesar ' t / 2 3. Menghitung fraksi dari dead time ( / (+τ)) 4. Menentukan gain (K c K p ), integral time [T I / (+τ)], dan derivative time [T d / ( +τ)] berdasarkan gambar 11. Perhitungan metode korelasi Ciancone adalah sebagai berikut: Δt/2= (0.0039/2) = 0.00195 s ' t / 2 0.02719 Fraksi dead time= ' 0.02719 0.02719 0.2437 ' 0.02719 0.08436 0.11155 Berdasarkan gambar 11 maka didapat persamaan (6), yaitu: K c K p = 1.65 K c = 1.65/0.3538 = 4.66 T I / (+τ) = 0.62 T I = 0.62(0.11155) = 0.069 s T d /(τ) =0.0037 T d = 0.00041 s (6) Berdasarkan parameter diatas, maka didapatkan nilai K p, K I, dan K d sesuai persamaan (7): Kp = K c = 4.66 K I = (K c / T I ) = 4.66/0.069 = 67.536 (7) K d = K c T d = 4.66(0.00041)= 0.0019 Model sistem yang dinyatakan kedalam fungsi alih posisi dinyatakan pada gambar 12, yaitu: + 0.0 2 7 1 9 s K(s+Zc) 0.3 5 3 8 e 1-0.0 8 4 3 6 s 1 s PD Model Sistem Posisi Gambar 12. Blok Diagram Pengendali PD untuk Posisi Tuning parameter PD dilakukan dengan menggunakan metode root locus dengan spesifikasi overshoot 2% dan settling time 0.2 s sehingga didapatkan parameter PD sesuai persamaan (8): K p = 3.612 K d = 0.369 (8)

Berdasarkan sistem pengendalian kecepatan yang telah dirancang sebelumnya, akan dibuat sebuah pengendali PD dan PID untuk mengendalikan posisi dan kecepatan putar dari DC geared motor dengan menggunakan metode root locus. Blok diagram sistem dengan pengendali PID untuk kecepatan dan PD untuk posisi ditunjukkan oleh gambar 13 sebagai berikut: 2 0.0019( s 2452.63 s35545.26 ) s 0.02719 s 0.3538 e 0.08436 s 1 1 s Gambar 13. Blok Diagram Pengendali PD dan PID untuk Kecepatan dan Posisi Tuning parameter PD dilakukan dengan menggunakan metode root locus dengan spesifikasi overshoot 2% dan settling time 0.2 s sehingga didapatkan parameter PD sesuai persamaan (9): K p = 5.868 K d = 0.375 (9) V. HASIL SIMULASI Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil simulasi dari pengendalian DC geared motor dengan menggunakan PD dan PID untuk mengatur perputaran proportional valve pada fuel cell. Setelah itu juga akan dibahas mengenai implementasinya pada sistem DC geared motor yang telah dibuat. Simulasi awal dilakukan dengan menggunakan pengendali PID untuk mengatur kecepatan sistem. Pengendalian PID untuk kecepatan DC geared motor ditujukan untuk memperbaiki error kecepatan dari sistem yang telah dibuat. Pada sistem ini digunakan time delay sebesar 0.02719 s disebabkan karena efek diskritisasi sistem dengan waktu sampling sebesar 3.9 ms yang digunakan dalam sistem pengendali PID ( ' t / 2 0. 02719s ). Simulasi pengendalian kecepatan dengan menggunakan PID ini akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu dengan menggunakan rumus PID diskrit ideal(dengan menggunakan selisih error) dan dengan menggunakan rumus PID dengan menggunakan selisih Controlled Variable (CV). Keduanya menggunakan parameter PID sesuai dengan korelasi Ciancone, yaitu dengan Kp = 4.66, K I = 67.536, dan K d = 0.0019. Berdasarkan hasil simulasi ini kemudian akan dibandingkan keduanya untuk mendapatkan respons pengendali yang terbaik. Tuning PID dengan menggunakan korelasi Ciancone ini kemudian akan dikoreksi dengan menggunakan metode trial and error. Hasil dari simulasi rangkaian pengendali PID ideal beserta tanggapan PWM untuk kecepatan ditunjukkan oleh gambar 14: Gambar 14. Grafik Pengendali PID Ideal untuk Kecepatan Analisa tanggapan waktu untuk kecepatan dengan menggunakan PID ideal ditunjukkan oleh tabel 2 berikut: Tabel 2 tanggapan waktu kecepatan pada PID ideal 0.035 s Peak Time 0.12 s 0.35 s Overshoot 11.64 % Final Value 3.538 Error Steady State 2 % Selain simulasi kecepatan dengan menggunakan PID ideal, simulasi juga dilakukan dengan menggunakan rumus pengendali PID dengan menggunakan selisih controlled variable (CV). Hasil simulasi rangkaian pengendali PID dengan selisih CV beserta tanggapan PWM untuk kecepatan ditunjukkan oleh gambar 15: Gambar 15. Grafik Pengendali PID dengan selisih CV untuk Kecepatan Analisa tanggapan waktu untuk kecepatan dengan menggunakan PID dengan selisih CV ditunjukkan oleh tabel 3:

Tabel 3 tanggapan waktu kecepatan pada PID dengan selisih CV 0.035 s Peak Time 0.12 s 0.3 s Overshoot 9.38 % Final Value 3.538 Error Steady State 0 % Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa pengendali PID dengan menggunakan selisih CV memberikan nilai overshoot dan settling time yang lebih baik dibandingkan PID ideal. Hal ini berlaku apabila sistem mengalami perubahan setpoint sehingga error yang ditimbulkan oleh perubahan setpoint tersebut tidak mempengaruhi nilai derivative pada pengendali PID. Setelah itu, dilakukan perbaikan parameter PID yang telah dibuat pada bagian sebelumnya dengan metode trial and error. Setelah dilakukan beberapa kali iterasi, didapatkan parameter PID dengan nilai Kp = 5, K I = 50, dan K d = 0.002. Hasil simulasi dengan menggunakan parameter PID ini beserta tanggapan PWM-nya ditunjukkan oleh gambar 16: sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tuning parameter PID dengan menggunakan korelasi Ciancone sudah menunjukkan hasil yang cukup baik. Penyesuaian parameter PID yang lebih lanjut dapat disesuaikan dengan jenis respons yang diinginkan (untuk memperbaiki respons transien atau respons steady state). Pada bagian selanjutnya akan dibahas tentang pengendali PD yang digunakan untuk mengendalikan posisi dari DC geared motor. Pengendali PD yang digunakan disini akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pengendali PD tunggal untuk mengendalikan posisi serta pengendali PD dan PID untuk mengendalikan posisi dan kecepatan. Pertama-tama akan dibahas tentang pengendali PD untuk mengendalikan posisi dari sistem. pengendali PD yang digunakan memiliki nilai Kp=3.612 dan Kd=0.369. Hasil simulasi dari Pengendali PD beserta tanggapan PWM untuk posisi ditunjukkan oleh gambar 17 sebagai berikut: Gambar 16. Grafik Kecepatan dengan Perbaikan PID Analisa tanggapan waktu untuk kecepatan dengan perbaikan parameter PID ditunjukkan oleh tabel 4 berikut: Tabel 4 tanggapan waktu kecepatan dengan perbaikan parameter PID 0.035 s Peak Time 0.115 s 0.4 s Overshoot 3.73 % Final Value 3.538 Error Steady State 0 % Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat sedikit perbaikan pada peak time serta perbaikan yang cukup signifikan pada nilai overshoot, namun settling time dari sistem menjadi lebih lambat 0.1 s dibandingkan dengan simulasi Gambar 17. Pengendali PD untuk posisi DC geared motor Analisa tanggapan waktu dari pengendali PD untuk posisi ditunjukkan oleh tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5 tanggapan untuk Waktu Posisi dengan Pengendali PD 1.49 s Peak Time - 3.1 s Overshoot - Final Value 10 Error Steady State 0 % Berdasarkan hasil analisa tanggapan waktu diatas, dapat dilihat bahwa respons transien dari sistem DC geared motor masih cukup lambat. Setelah itu, akan dibahas tentang pengendali PID dan PD untuk mengendalikan kecepatan dan posisi sistem untuk memperbaiki respons tanggapan waktu sistem DC geared motor. Pada sistem ini akan

digunakan parameter PD yang telah didapatkan dengan nilai K p = 5.868 dan K d = 0.375. Hasil simulasi dengan menggunakan parameter PD dan PID beserta tanggapan PWM untuk mengendalikan posisi dan kecepatan ditunjukkan oleh gambar 18 berikut: Gambar 18. Grafik Posisi dengan Pengendali PD dan PID Analisa tanggapan waktu untuk pengendalian posisi dengan menggunakan PD dan PID ditunjukkan oleh tabel 6 berikut: Tabel 6 Tanggapan Waktu untuk Posisi dengan memakai PD dan PID 0.21 s Peak Time - 1.1 s Overshoot - Final Value 10 Error Steady State 0% Berdasarkan hasil analisa yang ditunjukkan pada tabel 6 dan tabel 5, dapat dilihat bahwa sistem yang dikendalikan dengan menggunakan pengendali PD dan PID untuk posisi dan kecepatan menunjukkan hasil tanggapan waktu yang lebih baik dibandingkan dengan pengendali PD saja untuk mengendalikan posisi sistem. Hal ini dapat terlihat dengan adanya respon tanggapan waktu berupa perbaikan rise time sebesar 1.28 s dan settling time sebesar 2 s. Sistem pengendali posisi yang dibuat kemudian diimplementasikan ke DC geared motor untuk dilihat respons sistemnya. PD yang digunakan pada DC geared motor merupakan parameter PD hasil tuning yang telah diperbaiki responsnya untuk mengurangi penggunaan bilangan real/floating. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan respons yang ditunjukkan oleh gambar 19 berikut: Gambar 19. Perubahan Output dengan Pengendali PD untuk Posisi Analisa tanggapan waktu dari pengendali PD untuk posisi ditunjukkan oleh tabel 7 sebagai berikut: Tabel 7 Tanggapan Waktu Pengendali PD untuk Posisi 1.6 s Peak Time 1.85 s 1.9 s Overshoot 2 % Final Value 2.5 Error Steady State 2 % Berdasarkan tabel 7, dapat dilihat bahwa nilai tanggapan waktu sistem DC Geared Motor menjadi lebih lambat dibandingkan simulasinya dikarenakan faktor gesekan pada sistim gear motor dan faktor ketidakidealan alat lainnya. Setelah itu, akan dilakukan pengukuran respons tanggapan waktu pada pengendali PD dan PID untuk mengendalikan posisi dan kecepatan pada sistem DC geared motor. PD dan PID yang digunakan pada DC geared motor merupakan parameter PID hasil tuning yang telah dilakukan pembulatan ke bilangan bulat(integer) dikarenakan keterbatasan memory dari mikrokontroller 16F876. Sistem pengendali PD dan PID untuk posisi dan kecepatan menghasilkan respons yang ditunjukkan oleh gambar 20 berikut:

dengan menggunakan korelasi Ciancone. Korelasi ini dapat dijadikan sebagai parameter tuning awal yang cukup tepat dan akurat dengan Kp= 4.66, Ki=67.53, dan Kd = 0.0019 dengan nilai rise time 0.035s, peak time 0.12s, settling time 0.3 s dan overshoot sebesar 9.38%. Untuk pengendalian kecepatan DC geared motor didapatkan parameter PID hasil optimasi dengan Kp = 5, Ki = 50 dan Kd = 0.002 dengan nilai rise time 0.035 s, peak time 0.12 s, settling time 0.4 s dan overshoot 3.73%. Hasil pengendalian dengan menggunakan PD dan PID untuk kecepatan dan posisi menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pengendalian PD untuk posisi dengan selisih rise time 1.28 s dan settling time 2 s. Implementasi dari sistem pengendali PD dan PID untuk mengendalikan posisi dan kecepatan sistem sudah memberikan hasil pengendalian sesuai yang diharapkan dengan parameter rise time 0.76 s, peak time 1.18 s, settling time 1.22s, overshoot 3.8 %, dan error steady state sebesar 3 %. Gambar 20. Perubahan Output dengan Pengendali PD dan PID untuk Posisi dan Kecepatan Analisa tanggapan waktu untuk pengendali PD dan PID untuk posisi dan kecepatan ditunjukkan oleh tabel 8: Tabel 8 Tanggapan Waktu Pengendali PD dan PID untuk Posisi 0.76 s Peak Time 1.18 s 1.22 s Overshoot 3.8 % Final Value 2.5 Error Steady State 3 % Berdasarkan tabel tanggapan waktu baik pada tabel 7 maupun tabel 8, respons transien yang ditunjukkan DC motor lebih lambat daripada hasil simulasi yang telah dilakukan. Hal ini bisa disebabkan karena pembulatan dalam penggunakan parameter PID, maupun ketidakidealan sistem. Hasil implementasi dari sistem pengendali baik pada posisi dan kecepatan ini sudah memberikan hasil yang memuaskan dengan respons tanggapan waktu mendekati simulasi yang dilakukan. VI. KESIMPULAN Berdasarkan pemodelan DC geared motor secara empiris didapatkan fungsi transfer kecepatan, yaitu 0. 02524 s ( s ) 0. 3538 e G ( s ). Setelah p u ( s ) 0. 08436 s 1 itu, dilakukan tuning parameter PID untuk kecepatan PUSTAKA [1] Chapman, Stephen J. Electric Machinery and Power System Fundamentals. BAE Systems Australia. 2002. [2] Dewantoro, Rahardian. Simulasi dan Analisa Pengendalian Kecepatan Putar Motor Arus Searah Penguatan Terpisah dengan Pengendali PI dan Logika Fuzzy pada Beban Bervariasi. Skripsi, 2001. [3] Marlin, Thomas E. Process Control, Designing Processes and Control Systems for Dynamic Performance. McGraw-Hill International Editions. 1999. [4] Nise, Norman S., Control Systems Engineering. International Student Edition, Addison Wesley, 1995 [5] Edrington, Chris S. Continuous-Time Control Systems Lecture: Root Locus Analysis. Arkansas State University. 2006. <http://users.ece.utexas.edu/~friedric/clas11.pdf >. 14 Juni 2010. [6] Rylee, Mike. Low Cost Bi-directional Brushed DC Motor Control using PIC16F684. Microchip Technology Inc. 2003 [7] Charais, John. AN 964 Implementing a PID Controller on PIC16F684. Microchip Application Notes. October 20 th, 2004. <www.microchip.com/downloads/en/appnotes /00964A.pdf> [8] Dual DC Motor Speed Control with Reverse. Lashwhip Project Online. <http://lashwhip.com/spdcntrl.html>. 20 Desember 2009 [9] PIC PID Micro-Controller. Shawn Lankton Online. March 14 th, 2005.

<http://www.shawnlankton.com/2005/03/picpid-controller/>. 30 Mei 2010.