M A R K E T I N G P L A N U M R A H M E R D E K A Februari 2017 / / /

dokumen-dokumen yang mirip
M A R K E T I N G P L A N U M R A H M E R D E K A Februari 2017 / / /

Ada yang berbeda hadir di tengah - tengah anda. Bagi Jama'ah PayTren

DIPA BADAN URUSAN ADMINISTRASI TAHUN ANGGARAN 2014

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 08 /PMK.07/2011 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR. keterampilan para petani dan petugas melalui sekolah lapangan serta pelatihan pemandu (PL I, PL II, PL III).

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA (TRANSAKSI KAS) BELANJA WILAYAH MELALUI KPPN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 (dalam rupiah)

MODAL DASAR PD.BPR/PD.PK HASIL KONSOLIDISASI ATAU MERGER

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.11, 2010 Kementerian Keuangan. Dana Bagi Hasil. Pertambangan. Panas Bumi.

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA (TRANSAKSI KAS) BELANJA WILAYAH MELALUI KPPN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (dalam rupiah)

CAPAIAN INDIKATOR MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN AREA MANAJEMEN TRIWULAN I TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan di daerah setempat. Penyediaan lapangan kerja berhubungan erat dengan

DATA PERKEMBANGAN REALISASI INVESTASI PMA DAN PMDN SE JAWA BARAT PERIODE LAPORAN JANUARI - MARET TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat baik material maupun spiritual. Untuk

1. COOPERATIVE FAIR KE-1

RENCANA BISNIS/PEMASARAN

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

BAB IV GAMBARAN UMUM DAN OBJEK PENELITIAN. Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara Lintang

Buletin Analisis Hujan dan Indeks Kekeringan Bulan April 2012 dan Prakiraan Hujan Bulan Juni, Juli dan Agustus 2012 KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PT. Veritra Sentosa Internasional (treni) menawarkan model kemitraan sebagai berikut:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN No : 005/IMI - JABAR/SK-JUKLAK ADV. MOTOR/WIS/A/I/2014 Tentang

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015

Buletin Analisis Hujan Bulan Januari 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan Maret, April dan Mei 2013 KATA PENGANTAR

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (2012)

PT. Veritra Sentosa Internasional (treni) menawarkan model kemitraan sebagai berikut:

Yth. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota se-jawa Barat. Disampaikan dengan hormat, terima kasih. T April 2017 antor Wilayaha

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014

Buletin Analisis Hujan dan Indeks Kekeringan Bulan Desember 2012 dan Prakiraan Hujan Bulan Februari, Maret dan April 2013 KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. daerah, karenanya pembangunan lebih diarahkan ke daerah-daerah, sehingga

RENCANA BISNIS/PEMASARAN (Marketing Plan Versi )

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DAN INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER KOTA BEKASI TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. diberlakukan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah. Tujuan

KONTRAK PERJANJIAN PT IKHLAS BERKAH MANDIRI DENGAN AGEN PROPERTI INDEPENDENCE. Bismillahhirrahmannirrohim

BAB I PENDAHULUAN. Timur dan Tenggara. Negara-negara dengan sebutan Newly Industrializing Countries

Buletin Analisis Hujan Bulan Februari 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan April, Mei dan Juni 2013 KATA PENGANTAR

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT

EVALUASI PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) PROVINSI JAWA BARAT

BAB IV ANALISIS BISNIS BIRO PERJALANAN HAJI DAN UMROH PT ARMINAREKA DALAM PERSPEKTIF FATWA DSN NO:83/DSN-MUI/VI/2012

BAB I PENDAHULUAN. ketimpangan dan pengurangan kemiskinan yang absolut (Todaro, 2000).

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI

Buletin Analisis Hujan Bulan April 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan Juni, Juli dan Agustus 2013 KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Sejak otonomi daerah dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2001

SATU DATA PEMBANGUNAN JAWA BARAT PUSAT DATA DAN ANALISA PEMBANGUNAN (PUSDALISBANG) DAFTAR ISI DAFTAR ISI

TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014

PENCAPAIAN KONTRAK KINERJA PROVINSI (KKP) PROVINSI JAWA BARAT JANUARI 2013

BAB I PENDAHULUAN. diberlakukannya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No.

BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. hayati yang tinggi yaitu berupa sumber daya alam yang berlimpah, baik di

Sudahkah anda menjadi tamu Allah? JIKA BELUM Sudah adakah Niat anda untuk menjadi tamu Allah??

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Daftar Populasi dan Sampel Penelitian

PAGU ANGGARAN (Rp) 1 Pengadaan Pakaian Korpri 134,950, Juli. 1 Jasa Kebersihan 164,700,000 Pebruari. 2 Jasa Keamanan 135,000,000 Pebruari

BAB I PENDAHULUAN. Sejak kebijakan pemerintah Indonesia tentang Otonomi Daerah

Buletin Analisis Hujan dan Indeks Kekeringan Bulan Juli 2012 dan Prakiraan Hujan Bulan September, Oktober dan November 2012 KATA PENGANTAR

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah melakukan reformasi pengelolaan keuangan dengan. mengeluarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,

BAB III PRAKTEK SISTEM MARKETING DI KBIH RAUDHLATUSY SYARIFAH AL- MUFTI. 1. Sejarah Berdirinya KBIH Raudhlatusy Syarifah Al- Mufti

LAPORAN KETUA PENTAS PAI III TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT SOREANG, APRIL 2011

Seminar Perencanaan Ibadah

VERITRA SENTOSA INTERNASION

Nomor : W10-A/2565/OT.01.2/XII/2012 Bandung, 4 Desember 2012 Lampiran : 1 (satu) bundel Perihal : Laporan Tahunan 2012

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR Drs. Helmizar Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI

BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia dilandasi oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 dan Undang-

Penyelenggara Perjalanan Umroh

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya pendapatan nasional di era globalisasi seperti saat ini

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.

BAB I PENDAHULUAN. Otonomi daerah dan desentralisasi yang efektif berlaku sejak tahun 2001

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT

BERITA RESMI STATISTIK

Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan Satu Data Pembangunan Jawa Barat

MARKETING PLAN Efektif 1 Oktober 2009

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016

2015 PENGARUH MINAT BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

MARKETING PLAN Efektif 1 Oktober 2009

Jumlah penduduk Jawa Barat berdasarkan hasil SP2010 sebanyak 43 juta orang dengan laju pertumbuhan sebesar 1,91 persen per tahun

KODE ETIK DAN PERATURAN PT. WAHANA INSAN NURANI ( PLANET WIN 369 ) Pasal 1 Pengertian

Selamat Datang Para Mitra

7 K E U N T U N G A N

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 12 Tahun 2010 TENTANG PENGELOLAAN PENGGUNAAN DAN PENGALOKASIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN 2010

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT

JULI 2013 PENCAPAIAN KONTRAK KINERJA PROVINSI (KKP) PROVINSI JAWA BARAT

AGUSTUS 2013 PENCAPAIAN KONTRAK KINERJA PROVINSI (KKP) PROVINSI JAWA BARAT

JUNI 2013 PENCAPAIAN KONTRAK KINERJA PROVINSI (KKP) PROVINSI JAWA BARAT

RAKOR MONEV BULAN AGUSTUS 2007

7 K E U N T U N G A N

Ringkasan Laporan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penerapan UU di Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat

GubernurJawaBarat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 49 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI

Positive Deviance kota

2015 MANAJEMEN DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. sektor perindustrian ini adalah dengan cara mengembangkan industri kecil.

BAB 1 PENDAHULUAN. Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara,

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi ton beras dari petani nasional khususnya petani di wilayah Jawa

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan tersebut diharapkan dapat memberikan trickle down effect yang

BERITA RESMI STATISTIK

Transkripsi:

M A R K E T I N G P L A N U M R A H M E R D E K A 2 0 1 7 Februari 2017 / / / Ver.01

DENGAN NAMA ALLAH YANG PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG

00 A ADA YANG BERBEDA HADIR DITENGAH ANDA BAGI MITRA PAYTREN

01 MEMBANTU REALISASI DEKATKAN DIRI KE / / / KA BAH

02 B PROGRAM INI ADALAH PROGRAM UMRAH YANG DI RANCANG KHUSUS YANG DAPAT DI IKUTI MITRA PAYTREN

03 SYARAT BERAGAMA ISLAM MEMILIKI NIAT UMRAH 100% PILIH PAKET UMRAH PILIH JADWAL BERANGKAT / / / SUDAH MENJADI MITRA PAYTREN

04 C JALAN MENUJU BAITULLAH TERASA SEMAKIN DEKAT

05 PAYTREN UMRAH Adalah Program Umrah yang dirancang secara khusus untuk membantu mereka yang sudah memiliki niat 100 % Umrah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana, namun memiliki semangat yang tinggi dan hanya untuk mitra PayTren Karena Ibadah Umrah bukan lagi Impian, tapi Kebutuhan...!!! TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI ALLAH, KARENA ALLAH TIDAK MEMANGGIL YANG MAMPU TAPI MEMAMPUKAN YANG DIPANGGIL

06 MENGAPA HARUS BERSAMA UMRAH KARENA PAYTREN UMRAH BIMBINGAN USTAD YUSUF MANSUR ADALAH SATU SATUNYA PROGRAM YANG DI DUKUNG OLEH 5 TRAVEL TERNAMA DI INDONESIA DAN KOPERASI INDONESIA BERJAMAAH. Didukung oleh

07 TERPERCAYA MEMBERIKAN PELAYANAN DENGAN SEPENUH HATI UNTUK KEPUASAN JAMA`AHNYA PEDULI PENGEMBANGAN KOMUNITAS, ANDA BERIBADAH SEKALIGUS MEMBANGUN KOMUNITAS DAN USAHA JANGKA PANJANG LEBIH MENGUNTUNGKAN KARENA LEBIH MURAH, MUDAH, CEPAT DAN MENGHASILKAN

08 D MENGAPA HARUS CEPAT KE BAITULLAH?

10 E PROGRAM UMRAH Program ini akan memberikan 2 keuntungan Menarik Untuk : 1 Jama`ah 2 Penjual / Sponsor

11 1 KEUNTUNGAN JAMA`AH Apabila Jama ah yg belum memiliki dana cukup untuk berangkat umrah maka bisa melalui program ini, karena perusahaan memberikan PROMO BOOKING SEAT awal 100 % CICILAN BOOKING SEAT AWAL RP / DOMPET PUT PROMO BS 100% / TABUNGAN PUT TOTAL SENILAI (RUPIAH) / PUT Rp. 250.000,- / 877 PUT 878 PUT Rp. 500.000,- / 1755 PUT Rp. 1.500.000,- / 5263 PUT 5264 PUT Rp. 3.000.000,- / 10527 PUT Rp. 3.500.000,- / 12300 PUT 12.300 PUT Rp. 7.000.000,- / 24600 PUT Catatan : 1. Promo Booking seat maksimal Rp 3.500.000,- 2. Promo ini hanya berlaku untuk tabungan booking seat awal 3. PUT (Poin Umroh Treni) 1 PUT = 285

12 2 SAMSARAH PENJUALAN Mitra A adalah Sponsor PayTren Langsung dari Mitra B Dan baik Mitra A maupun Mitra B sama sama SUDAH/BELUM melunasi Booking Seat. MENJUAL PAKET PAYTREN CALON JAMA`AH

12 Apabila Anda Mampu memasarkan / Menjual UMRAH Walaupun Baru BERBENTUK TABUNGAN BOOKING SEAT Maka Perusahakan Akan Tetap Memberikan Fee: CICILAN PRIBADI JAMA AH RP TRENI AKAN MEMBERIKAN SAMSARAH PENJUALAN LUNAS BS BELUM LUNAS BS Rp. 250.000,- 200 PUT 500 PUT Rp. 1.500.000,- 800 PUT 1.500PUT Rp. 3.500.000,- Rp. 700.000,- Rp. 415.000,- Catatan : Jika Mitra A belum lunas BS kemudian melakukan penjualan Paket Umrah kepada Mitra B lunas BS, dan sebelum komisi diterima kemudian mitra A melunasinya maka komisi yang akan diterima mitra A adalah : 1000 PUT + Rp. 700.000,-

13 3 JU ALAH/KOMISI JARINGAN DI SEPONSORI MITRA LAIN Mitra A adalah Sponsor PayTren Langsung dari Mitra B, kemudian Mitra X menjual Paket PayTren Merdeka kepada Mitra B, Apa bila Mitra B sudah melunasi Booking Seat Rp 3,5 jt

13 200 PUT 200 PUT MENJUAL PAKET PAYTREN SPONSOR PAYTREN MITRA A ADALAH SPONSOR LANGSUNG (PAYTREN) DARI MITRA B CALON JAMA`AH

14 4 JU ALAH/BONUS GENERASI 1 Mitra A adalah Sponsor PayTren Langsung dari Mitra B, lalu Mitra B melakukan penjualan Paket PayTren Merdeka ke Mitra C Rp. 50.000,- + 200 PUT MENJUAL PAKET PAYTREN

15 Perusahaan memberikan bonus penjualan generasi 1 kepada Mitra A dalam bentuk cash dan poin karena Mitra B telah membantu perusahaan memasarkan Paket PayTren Merdeka SYARAT: Mitra A dan Mitra C harus sudah melunasi Booking Seat CALON JAMA`AH

16 Mitra A adalah Sponsor PayTren Langsung dari Mitra B, kemudian Mitra X adalah Sponsor Paket PayTren Merdeka dari Mitra B, lalu Mitra B menjual Paket PayTren Merdeka kepada Mitra C Perusahaan memberikan bonus penjualan generasi 1 ke Mitra X dalam bentuk cash dan poin, juga kepada Mitra A dalam bentuk poin karena Mitra B telah membantu perusahaan memasarkan Paket PayTren Merdeka SYARAT: Mitra X dan Mitra C harus sudah melunasi Booking Seat

200 PUT + Rp. 50.000,- 200 PUT MITRA A ADALAH SPONSOR LANGSUNG (PAYTREN) DARI MITRA B

17 5 JU ALAH/BONUS GENERASI 2-10 Mitra A adalah Sponsor Paket PayTren Merdeka dari Mitra B, lalu Mitra B menjual Paket PayTren Merdeka kepada Mitra C, Mitra C menjual Paket PayTren Merdeka kepada Mitra D dan seterusnya Perusahaan memberikan bonus penjualan generasi ke 2-10 kepada Mitra A dalam bentuk cash senilai Rp 50.000 apabila Mitra A dan Calon Jamaah dari generasi ke 2 s/d 10 melakukan pelunasan Booking Seat, dan berlaku perhitungan dengan system Compress)

18 GENERASI KE 1 GENERASI KE 2 GENERASI KE 10 SYARAT: Pencapaian Generasi akan menentukan tingkat prestasi peserta (dijelaskan dalam slide terpisah)

19 5 JU ALAH/BONUS PESERTA AKTIF

20 Berdasarkan Rabat Internasional Mingguan (Senin Minggu) 1 Syarat pertama, Mitra/Peserta sudah lunas booking seat & menjual minimal 1 Paket PayTren Merdeka 2 SYARAT KEDUA adalah melakukan TRANSAKSI PRIBADI per Minggu berdasarkan akumulasi penjualan Pribadi Paket PayTren Merdeka dg perhitungan sbb: JUAL 1-4 1X TRANSAKSI / MG JUAL 5-8 2X TRANSAKSI / MG JUAL 9-12 JUAL 13-16 JUAL 17-20 JUAL 21-24 3X TRANSAKSI / MG 4X TRANSAKSI / MG 5X TRANSAKSI / MG 6X TRANSAKSI / MG 3 Syarat ketiga, maksimum Bonus adalah 93.000 PUT, ketika ini dipenuhi maka mitra peserta tsb sudah bisa berangkat Umroh

21 Catatan: Rabat Nasional Mingguan adalah Total Omzet Paket PayTren Merdeka Perusahaan dari Senin hingga Minggu dikalikan 1.500 PUT Akumulasi penjualan pribadi Paket PayTren Merdeka adalah sama dengan Jumlah Bagian yang diterima Mitra/Peserta yang memenuhi Syarat pertama s/d syarat ketiga.

22 6 CONTOH PERHITUNGAN BONUS PESERTA AKTIF ASUMSI: 1. Omset Penjualan Perusahaan dalam 1 minggu (Senin Minggu) = 100 Paket 2. Jumlah Mitra/Peserta Aktif (memenuhi semua syarat) = 30 peserta, terdiri dari: 10 peserta menjual @1 Paket (total 10 bagian, @1 bagian) 10 peserta menjual @3 Paket (total 30 bagian, @3 bagian) 10 peserta menjual @5 Paket (total 50 bagian, @5 bagian) PERHITUNGAN AWAL: 1. Anggaran Rabat Internasional yang dibagikan = 100 Paket x 1500 PUT = 150.000 PUT 2. Total yang dibagikan adalah 90 Bagian (kenapa bukan 100? Karena kemungkinan yang 10 bagian lagi bukan termasuk mitra/peserta aktif) 3. Jumlah PUT per Bagian = 150.000 PUT / 90 Bagian = 1.666 PUT / Bagian

23 KESIMPULAN: Untuk minggu tersebut setiap mitra/peserta aktif akan mendapatkan 1.666 PUT / Bagian (misalkan 5 bagian berarti 5 Bagian x 1.666 PUT = 8.330 PUT) Seandainya Asumsi per minggu tidak berubah maka untuk mendapatkan 93.000 PUT hanya membutuhkan kurang lebih 12 Minggu saja, dan itu berarti PayTren sudah MEmbantu Realisasikan DEkatakan diri ke KAbah (PayTren )

23 6 TINGKAT PRESTASI PESERTA Pendapatan Bonus Generasi dari generasi tertinggi akan menentukan tingkat prestasi peserta seperti yang ada disamping kiri. Misalkan peserta sudah mendapatkan Bonus Generasi ke-1 maka tingkat prestasi peserta tersebut adalah Jamaah. Apabila peserta mendapatkan Bonus Generasi ke-10 maka tingkat prestasi peserta tersebut adalah Distributor Utama.Tingkat Prestasi Peserta ini tidak akan turun lagi walaupun pada periode berikutnya Bonus Generasi yang didapat lebih rendah dari sebelumnya.semua ini akan terlihat saat kita masuk ke Virtual Office Umrah

24 Distributor Utama Distributor Senior Distributor Junior Agent Agent Senior Agent Junior Sub Agent Sub Agent Senior Sub Agent Junior Jama`ah

25 7 PROGRAM PENGEMBANGAN UMRAH 2017 MARKETING SUPPORT TARGET TEAM INTI

26 STEP 01 CARI ( 3-10 ) DATA ORANG YG BERPENGARUH SPIRITUAL DI DAERAH TUJUAN.

27 STEP 02 MEMILIH 5 ORANG YANG PALING PENGARUH/ YANG CERDAS, JIWA USAHA, JIWA PEMIMPIN, PUNYA MODAL.

28 STEP 03 MASING-MASING YG TERPILIH REFERENSIKAN 5 KANDIDAT UNTUK DITRAINING DI KANTOR PUSAT.

29 STEP 04 TEAM INTI + 5 KANDIDAT BERANGKAT KE DAERAH TUJUAN UNTUK MENCARI 25 ORANG YANG CERDAS, JIWA USAHA, JIWA PEMIMPIN, BERPENGARUH SPIRITUAL & PUNYA MODAL.

30 STEP 05 25 ORANG TERPILIH MENGIKUTI TRAINING INTENSIVE DARI KANTOR PUSAT.

31 STEP 06 PENCAPAIAN TARGET TERPENUHI.

32 8 KONSEP PENGEMBANGAN UMRAH & PEMBAGIAN WILAYAH PEMASARAN WILAYAH I Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Indramayu WILAYAH II Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Garut WILAYAH III Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Ciamis, Tasikmalaya

33 CONTOH : PROSPEK UMRAH JAWA BARAT

34 AGEN JML NO. KABUPATEN KEC TARGET AWAL (RP) TARGET KETERANGAN 1 BANDUNG 31 86.800.000 2,690,800,000.00 2 BANDUNG BARAT 15 86.800.000 1,302,000,000.00 3 BEKASI 23 86.800.000 1,996,400,000.00 4 BOGOR 40 86.800.000 3,472,000,000.00 5 CIAMIS 36 86.800.000 3,124,800,000.00 6 CIANJUR 30 86.800.000 2,604,000,000.00 7 CIREBON 40 86.800.000 3,472,000,000.00 8 GARUT 42 86.800.000 3,645,600,000.00 9 INDRAMAYU 31 86.800.000 2,690,800,000.00 10 KARAWANG 30 86.800.000 2,604,000,000.00 11 KUNINGAN 32 86.800.000 2,777,600,000.00 12 MAJALENGKA 26 86.800.000 2,256,800,000.00 13 PURWAKARTA 17 86.800.000 1,475,600,000.00 14 SUBANG 30 86.800.000 2,604,000,000.00 15 SUKABUMI 47 86.800.000 4,079,600,000.00 16 SUMEDANG 28 86.800.000 2,430,400,000.00 17 TASIKMALAYA 39 86.800.000 3,385,200,000.00 TOTAL 537 1,302,000,000.00 46,611,600,000.00

35 MENYIAPKAN PROPERTI ACARA TICKETING PESERTA (CETAK & DISTRIBUSI) SUSUNAN ACARA BACK DROP ROLL BANNER SPANDUK TEMPAT PENYELENGGARAAN ACARA PERALATAN : (SOUND SYSTEM, AUDIOVISUAL, PROJECTOR DAN DOKUMENTASI) PENGISI ACARA (MC, PEMBICARA UTAMA,DLL) KONSUMSI ACARA SNACK & MAKAN PANITIA ACARA (TEAM INTI, COORDINATOR,DAN PELAKSANA PROYEK) MODUL / MATERI ACARA HADIAH / DOOR PRIZE

SELAMAT BERJUANG DALAM KEBAIKAN TERIMA KASIH