PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE

J. Pijar MIPA, Vol. X No.1, Maret 2015: ISSN (Cetak) ISSN (Online)

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika

Jln. Kalimantan 37, Jember

MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 4 WONOSARI MELALUI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISONS

Elly Junaidah SMP Negeri 8 Bandar Lampung ABSTRACT

Murniati 1,sainab 2. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, IPA Terpadu, Model Pembelajaran Aktif, dan Quiz Team

Dita Tria Putri, Made Sukaryawan, Bety Lesmini Universitas Sriwijaya

ARTIKEL SKRIPSI OLEH NAHWAN SHOLIHAN ZIKKRI E1R PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI UPW SMK NEGERI 1 JEMBER MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI IMPLEMENTASI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH. Oon Rehaeni.

ABSTRAK. Kata kunci: model pembelajaran rotating trio exchange (RTE), hasil belajar ABSTRACT

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KEPADATAN POPULASI MANUSIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMP ARTIKEL PENELITIAN OLEH

Abstrak. Kata Kunci : Metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS), aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE

PUBLIKASI ILMIAH AFRINA NUR BAITI A

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI CERITA PENDEK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Fika Yunifa Efrianingrum, Triwahyudianto, Rofi ul Huda Universitas Kanjuruhan Malang

Penulis 1: Dwi Yanu Mardi S. Penulis 2: Sri Palupi, M.Pd

Fandi Ahmad* STKIP Pembangunan Indonesia, Makassar. Received 15 th May 2016 / Accepted 11 th July 2016 ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK, TALK, WRITE

Jurnal Pena Sains Vol. 3, No. 2, Oktober 2016 p-issn: e-issn:

PENERAPAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI JOHO 02 SUKOHARJO TAHUN 2015/2016

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS V SD NEGERI TERBAHSARI ARTIKEL SKRIPSI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH. Oon Rehaeni.

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SDN KEBUN BUNGA 6 BANJARMASIN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL ROLE PLAYING PADA MATERI KOLOID ARTIKEL PENELITIAN OLEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur Dra.Jalinus Pendidikan Matematika, Universitas Riau

Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :

BAB III METODE PENELITIAN. terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI KELAS VII.B SMP NEGERI 10 KOTA BENGKULU

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

Skripsi. Oleh : Nur Oktavia K

Skripsi. Oleh: Dwi Listiawan X

Abstrak. Kata Kunci : menyimak wawancara, model think pair share, penerapan model think pair share, peningkatan kemampuan menyimak wawancara.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII.B SMP NEGERI 3 BAHOROK

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika di FKIP Universitas Mataram.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SMP

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN.

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika. Oleh:

Penerapan Mind Mapping pada Pembelajaran Biologi Konsep Sistem Pernapasan Manusia terhadap Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SDN 09 SUNGAI GERINGGING

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

PENERAPAN PEMBELAJARAN TSTS DENGAN AKTIFITAS WINDOW SHOPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BANGUN RUANG SISI DATAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION

PENGGUNAAN TEKNIK THINK PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SDN 1 SIDOGEDE

LINDA ROSETA RISTIYANI K

Hanna Nurfarida, Herawati Susilo SMP Negeri 2 Ponorogo, Ponorogo; FMIPA UM, Malang

Surdani Yanti 1, Fazri Zuzano 1, Pebriyenni 1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Antologi PGSD Bumi Siliwangi, Vol. I, Nomor 1, Desember 2013

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA KELAS VII SMPN 22 PADANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS V SD NEGERI NO

Penerapan Teknik Modelling dan Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Senam Aerobik dan Senam Lantai

Rika Aprilia 1, Yenita Roza 2, Rini Dian Anggraini 3 No.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 07 TUIK BATANG KAPAS

Implementasi Model Pembelajaran... (Iqbal Wahyu Perdana) 1

SKRIPSI. Oleh: Khoirul Muna. K

UPAYA MENINGKATAN PERHATIAN BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MIND MAPPING DI KELAS IV A SD MUHAMMADIYAH 14 DANUKUSUMAN SURAKARTA TAHUN 2015/2016

Sitti Rosida 1 Syarif Ibnu Rusydi, S.S 2

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 26 PASAMAN

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM

RAHMAT FAUZI NIM. K

Model Pembelajaran Koperatif Tipe Listening Team dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ekologi Hewan

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MATERI PENGHANTAR PANAS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS VI SDN JAMBUWER 02 KAB

Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi

Fatma Kumala 1, Sehatta Saragih 2, Nahor Murani Hutapea 3 No. Hp.

Indah Purnama *) Kartini dan Susda Heleni **) Progam Studi Pendidikan Matematika FKIP UR HP :

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH)

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP

Department of Chemistry Education Faculty of Teacher and Education University of Riau

Sumargiyani Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan JMP : Vol. 9 No. 1, Juni 2017, hal ISSN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS

INTEGRASI GALERI BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

YUNI ARIZA NPM

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS X-AK SMK BHUMI PAHALA PARAKAN TEMANGGUNG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

Peningkatan Aktifitas Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Jigsaw

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 KOKAP

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DILENGKAPI MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

ARTIKEL PENELITIAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN

Penggunan Model Pembelajaran Team Games Tournament Dan Picture And Picture

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI. Agustina Dwi Respati Wahyu Adi Muhtar

Transkripsi:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI KEPADATAN PENDUDUK DAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN (Suatu Penelitian Tindakan Kelas Di SMP Negeri I Kabila) JURNAL OLEH DWI NANGSI PAKAYA 431 408 015 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA JURUSAN BIOLOGI 2014 1

2

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Kepadatan Penduduk dan Permasalahan Lingkungan (Suatu Penelitian Tindakan kelas Di SMP Negeri I Kabila) Dwi Nangsi Pakaya 1, Ramli Utina 2, Lilan Dama 3 1) Mahasiswa Jurusan Biologi, 2) Dosen Jurusan Biologi, 3) Dosen Jurusan Biologi Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo 2014 Email : DwiNangsi08@ymail.com --------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRAK Dwi Nangsi Pakaya. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dalam Meningkatkan Aktivitas Peserta Didik dan Hasil Belajar pada Materi Kepaadatan Penduduk dan Permasalahan Lingkungan Di SMP Negeri I Kabila. Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo. Dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ramli Utina, M.Pd sebagai pembimbing I dan Ibu Dr. Lilan Dama, S.Pd, M.Pd sebagai pembing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas peserta didik dan hasil belajar kognitif pada mata pelajaran biologi khususnya materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) di kelas VII B SMP Negeri I Kabila. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama II siklus yang terdiri dari dua kali pertemuan setiap siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang berisi aspekaspek aktivitas peserta didik dan tes evaluasi hasil belajar kognitif peserta didik dilakukan setiap akhir siklus pembelajaran. Hasil penelitian menujukkan bahwa aktivitas peserta didik pada siklus I yakni 71% dan meningkat pada siklus II sebesar 87% dan hasil belajar kognitif pada siklus I yakni 75% meningkat menjadi 96% pada siklus II. Peningkatan ini disebabkan karena diadakannya refleksi pada silus II untuk memperbaiki semua kekurangan pada siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS), Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif. 3

ABSTRACT Dwi Nangsi Pakaya. 2014. Implemantation of cooperative learning mode Think Pair Share (TPS) in improving the activity and capacity of the cignitive of student on the material density of population and environmental problems at SMP Negeri I Kabila. Biology Aducation Departement. Mathematics and Natural Sciences Faculty (FMIPA), State University of Gorontalo. Supervised by Prof. Dr. Ramli Utina, M.Pd and Dr. Lilan Dama, S.Pd, M.Pd as co supervisior. This study aims to determine the acitivity and capacity of the cignitive of student in the subject matter biology, especially population density and environmental issues by implemeting cooperative learning mode Think Pair Share (TPS) in class VII B SMP Negeri I Kabila. This study is an action research conducted and the implementation is two cycles, each cycle consisting of two meetings. Data collection techniques using observation sheets that contain aspect of active learners during the learning process and student activity sheets which contains. For the evalution of cognitive learning outcomes conducted at the end of the learning ctcle. Results of the study showed that the acitivity of students in a cycle that 71% and ancreased in two cycle of 87% and ability to interpret of students in a cycle that is 75% to 96%. Increase in cycle to correct all deficiebcies in on cycle. This it can be concluded that the application of cooperative learning mode think pair share (TPS) can increase the active and cognitive learning outcomes of student. Keywords : Cooperative Learning Model, Think Pair Share (TPS). Student activity and cognitive learning outcomes. 4

PENDAHULUAN Ilmu biologi merupakan salah satu bidang IPA yang menyediakan berbagai pengalaman belajar. Sebagai ilmu yang menyediakan berbagai pengalaman belajar, maka perlu perbaikan dalam kegiatan belajar dan mengajar secara maksimal agar terjadi peningkatan mutu pendidikan dalam pembelajaran biologi. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal adalah masih banyak peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Oleh karena itu tugas guru di dalam kelas tidak hanya menyampaikan informasi dan tujuan pembelajaran akan tetapi guru harus mampu menemukan strategi yang dapat memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mendiri melalui proses berpikirnya, sehingga proses pembelajaran tidak berpusat ataupun mendominansi pada guru dan kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan dengan efektif. Hasil observasi awal terhadap proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran biologi di kelas VII SMP Negeri I Kabila menunjukkan kurangnya aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran sedangkan berdasarkan observasi dan diskusi dengan guru, hasil belajar pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan selama 2 tahun terakhir hanya mencapai 48-54%. Hal ini menunjukkan masih banyak peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sedangkan sekolah SMP Negeri I Kabila menetapkan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 70. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya hasil belajar yaitu peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran dikarenakan model pembelajaran yang digunakan kurang membuat peserta didik menjadi aktif dalam proses pembelajaran yakni model pembelajaran DI (Direct Intruction) dan PBI (Problem Direct Intruction). Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan mencoba formulasi pembelajaran yang lebih mengaktifkan peserta didik dengan jumlah anggota kelompok yang lebih sedikit yaitu model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Think pair share merupakan model pembelajaran kooperatif yang menganut sistem kerja sama yang merujuk pada aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share ini diawali dengan pemberian pertanyaan dan peserta didik berpikir secara mandiri 5

Selanjutnya peserta didik berdiskusi dengan pasangannya untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama yang kemudian berbagi dengan keseluruhan peserta didik. Identifikasi Masalah Adapun masalah penelitian dapat di identifikasi sebagai berikut: 1. Sebagian besar peserta didik tidak aktif dalam proses pembelajaran, yakni dari 28 peserta didik hanya 7 peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran. 2. Hasil belajar peserta didik masih banyak yang belum mencapai KKM, yakni pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan selama 2 tahun terakhir hanya berkisar 48-54%. 3. Model pembelajaran yang digunakan pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan kurang membuat peserta didik menjadi aktif yakni model pembelajaran DI (Direct Intruction) dan PBI (Problem Direct Intruction). Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan aktivitas peserta didik? 2. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik? 1Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu sebagai berikut : 4. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan aktivitas peserta didik. 6

5. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi guru, sebagai alternatif dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta didik dan kemampuan memecahkan masalah dalam proses pembelajaran 2. Bagi peserta didik, diharapkan dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran serta terbentuk sikap kerja sama antar peserta didik dalam menyelasaikan suatu masalah. 3. Bagi sekolah, memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah. 4. Bagi peneliti, menjadi acuan dalam mengembangkan proses pembelajaran selanjutnya. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian dan Subyek Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri I Kabil, Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII yang berjumlah 28 peserta didik. Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013 dalam 4 kali pertemuan dengan alokasi waktu 3 x 40 menit untuk satu kali pertemuan. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan kelas oleh Kemmis dan McTaggart (dalam Susilo dkk, 2008:13-14) Siklus 1 7

Pada siklus I dilakukan 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama membahas sub pokok dinamika penduduk dan pertemuan kedua membahas sub pokok dampak kepadatan penduduk terhadap lingkungan dengan tahapan sebagai berikut : Perencanaan/Persiapan (planning) Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan yaitu: menyusun rancangan pembelajaran, menyusun lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi keaktifan siswa, menyusun lembar kegiatan siswa, menyusun soal tes evaluasi untuk siswa, menyiapkan lembar penilaian, merencanakan dan menetapkan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan Tindakan (acting) Tahapan pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Tahap Observasi dan Evaluasi (observing) Observasi kegiatan proses belajar mengajar dilakukan oleh pengamat terhadap pelaksanaan tindakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan format lembar observasi kegiatan proses belajar mengajar yang berisikan aspekaspek yang akan diamati selama kegiatan berlangsung. Tahap Analisis dan Refleksi (reflecting) Pada tahap analisis dan refleksi dilaksanakan secara kuantitatif dan kualitatif dengan memperhatikan data yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil evaluasi yang bertujuan untuk melihat apakah tindakan yang dilakukan telah mencapai indikator yang telah ditetapkan atau belum, sehingga akan diperbaiki dan direncanakan pada siklus berikutnya (siklus II). Siklus II Pada siklus II dilakukan 2 kali pertemuan dengan tahapan yang sama dengan siklus I. Definisi Operasional Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. Aktivitas yang diukur pada penelitian ini yaitu aktivitas peserta didik dengan merujuk pada instrumen aktivitas mendengarkan dan 8

memperhatikan penjelasan guru, aktivitas peserta didik pada tahap think, pair (berpasangan) maupun share (berkelompok), aktivitas mengerjakan LKPD, aktivitas dalam bertanya, aktivitas berdiskusi dalam kelompok dan aktivitas mempresentasekan. 2. Hasil belajar kognitif diukur melalui tes evaluasi yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrument yang digunakan dalam pengumpulan data terdiri atas : 1. Lembar observasi kegiatan guru dalam menggunakan metode Think Pair Share (TPS). 2. Lembar observasi aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran 3. Lembar tes (soal objektif dan essay) untuk mengukur hasil belajar kognitif peserta didik. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian ini yakni data proses belajar dan evaluasi hasil belajar. Data proses belajar berupa data hasil observasi kegiatan guru, hasil aktivitas siswa, dan tes kemampuan memecahkan masalah, dan hasil tes evaluasi belajar. Siklus I HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel: 4.1. Hasil Penilaian Aktivitas Peserta Didik Siklus I Siklus I No Aspek yang diamati Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rerata siklus I 1 Aktifitas mendengarkan dan 75 82,5 78 memperhatikan penjelasan guru 2 Aktifitas peserta didik pada tahap 75 75 75 Think 3 Interaksi antar peserta didik pada 65 75 70 saat berpasangan (Pair) 4 Interaksi antar peserta didik pada 65 75 70 9

saat berkelompok (Share) 5 Aktifitas peserta didik mengerjakan 75 82,5 78 LKPD 6 Aktifitas dalam bertanya 57,5 65 61 7 Aktifitas berdiskusi antar kelompok 65 75 70 8 Aktifitas mempresentasekan 65 75 70 Jumlah 542,5 605 572 Rerata 67 75 71 (Sumber : Observasi Aktifitas Peserta Didik Siklus I Pertemuan I, dan II) Berdasarkan data di atas, aktifitas peserta didik pada siklus I belum mencapai kriteria yang diinginkan. Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut: Tabel: 4.2. Hasil Penilaian Kegiatan Guru Siklus I Hasil Penilaian Kegiatan Guru Siklus I No Aspek yang diamati Pertemuan Pertemuan Rerata 1. Menyampaikan apersepsi dan memotovasi peserta didik terhadap materi yang dibelajarkan 1 2 4 4 4 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4 4 4 3. Menyajikan materi 3,3 3,6 3,4 4. Keterlaksanaan dalam pembagian 3,6 4 3,8 kelompok 5. Keterlaksanaan peserta didik dalam 4 4 4 pembagian LKPD 6. Membimbing peserta didik dalam mengerjakan soal yang ada pada LKPD 3 4 3,5 7. Membimbing peserta didik dalam melaksanakan diskusi secara berpasangan (Pair) 8. Membimbing peserta didik dalam melaksanakan diskusi secara berempat (Share) 2,6 3 2,8 2,3 3 2,6 9 Melaksanakan diskusi kelas 3,3 3,6 3,4 10. Mengarahkan peserta didik untuk 2,3 2,6 2,4 bertanya kepada peserta didik lain 11. Mengarahkan peserta didik untuk 2,3 2,6 2,4 bertanya hal-hal yang belum dipahami 10

12 Memberikan penguatan hasil diskusi kelas 2,3 2,6 2,4 13. Membuat kesimpulan sesuai dengan 3 3,3 3,1 hasil diskusi kelas 14. Membimbing peserta didik dalam 3 3,3 3,1 menyimpulkan materi 15. Melakukan evaluasi pembelajaran - 3,6 3,6 Jumlah 43 51 48 Rerata 77 85 81 (Sumber : Observasi Kegitan Guru Siklus I Pertemuan I, dan II) Berdasarkan Tabel 4.2. hasil observasi kegiatan guru pada siklus I yang dilaksanakan oleh tiga observer yang terdiri dari pertemuan I dan II belum mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan yakni 85%. Hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I, 21 peserta didik yang tuntas dan 7 peserta didik yang belum tuntas. Untuk melihat hasil belajar kognitif peserta didik dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut ini. Tabel 4.3. Hasil Belajar Kognitif Peserta didik Pada Siklus I Kriteria Penilaian Presentase Tuntas 21 (75%) Tidak Tuntas 7 (25%) Refleksi Siklus I Berdasarkan hasil analisis pengamatan observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar kognitif terdapat beberapa kekurangan pada pelaksanaan tindakan yaitu : a. Pada hasil observasi kegiatan guru yang telah dilakukan oleh observser I, II dan III belum mencapai kriteria yang diinginkan yakni 85. b. Kurangnya aktivitas peserta didik bertanya dalam proses KBM, keaktifan peserta didik dalam kerja kelompok dan keaktifan peserta didik dalam diskusi kelas. c. Masih ada sebagian peserta didik yang belum tuntas yakni ada 7 orang peserta didik Siklus II 11

Pada siklus II observasi aktivitas peserta didik, kegiatan guru dan hasil belajar telah mencapai kriteria keberhasilan. Refleksi Siklus II Berdasarkan hasil analisis pengamatan pada lembar aktifitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar kognitif telah mencapai kriteria keberhasilan yang diingikan yakni 85% bahkan mengalami peningkatan pada siklus II, jadi peneliti dan pengamat sepakat untuk tidak melakukan tindakan pada siklus berikutnya. Pembahasan Penilaian proses belajar untuk aktifitas peserta didik pada siklus I dari 8 aspek yang diamati dengan rata-rata siklus I adalah 71%. Hasil tersebut menujukkan bahwa aktifitas peserta didik belum mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan yakni 85%. Hal ini disebabkan kerena kurangnya aktifitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung diantaranya, kurangnya aktivitas peserta didik saat bertanya, berpasangan (Pair) dan berkelompok (Share). Pada siklus II aktivitas peserta didik memiliki presentase 87%, hasil tersebut menujukkan bahwa aktivitas peserta didik telah mencapai kriteria keberhasilan. Analisis kegiatan guru pada siklus I dengan rata-rata siklus I adalah 81%. Hasil tersebut menujukkan bahwa observasi kegiatan guru pada siklus I belum mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan yakni 85%. Pada siklus II menujukkan adanya peningkatan yakni 88% hasil tersebut menujukkan bahwa observasi kegiatan guru telah mencapai kriteria keberhasilan. Evaluasi hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I mengenai sub pokok bahasan kepadatan penduduk peserta didik yang memperoleh nilai di atas 70 sebanyak 21 orang peserta didik (75%) dan peserta didik yang memperoleh nilai di bawah 70 sebanyak 7 orang peserta didik (25%). Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I belum mencapai ketuntasan. Pada siklus II peserta didik yang tuntas 27 atau 96% dan peserta didik yang tidak tuntas 1 atau 4%. Hasil tersebut menujukkan bahwa hasil belajar kognitif telah mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan walaupun masih terdapat 1 peserta didik yang belum tuntas. 12

Dari data hasil penelitian, menujukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar kognitif peserta didik. Kesimpulan PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopertif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIIB SMP N I Kabila pada pembelajaran Biologi materi kepadatan penduduk dan permasalahan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi belajar peserta didik, dimana ketintasan belajar peserta didik pada siklus I memperoleh hasil 75% dan pada siklus II mengalami peningkatan yakni 96% dan untuk pengamatan kegiatan guru dan aktivitas peserta didik sudah mencapai kriteria keberhasilan yakni 85%. Saran 1. Untuk peningkatan hasil belajar hendaknya guru harus lebih memperhatikan langkah-langkah yang digunakan dalam model pembelajaran koopertif tipe Think Pair Share agar hasil yang dicapai sesuai dengan kriteria yang diinginkan. 2. Dalam proses belajar mengajar hendaknya guru harus bisa menentukan model dan metode yang sesuai dengan materi yang diajarkan agar mempermudah peserta didik untuk mamahami konsep. Daftar Pustaka Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Chotimah, Husnul., Yuyun Dwitasari.2009. Strategi-strategi Pembelajran untuk Penelitian Tindakan Kelas. Malang:Surya Pena Gemilang Susilo, Herawati., Husnul Chotimah.,Yuyun Dwita Sari. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Bayumedia 13

14