GLOBAL BUSINESS OPPORTUNITY

dokumen-dokumen yang mirip
Q GREEN PLAN A TREE! Adalah sebuah Platform Green Investment PT POG Indonesia yang menjual menjual bibit jabon unggul dan ditanamkan sampai panen,

BAB I PENDAHULUAN. Industri pengolahan kayu yang semakin berkembang menyebabkan

PENAWARAN MENJADI INVESTOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan hutan. Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan hutan terluas di dunia

BAB VI ANALISIS PERKEMBANGAN PRODUKSI KAYU PETANI HUTAN RAKYAT

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. sosial memegang peranan yang sangat penting dalam tindakan-tindakan yang

KAJIAN PEMASARAN KAYU JATI RAKYAT DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Periode Tanam III, Tahun Proposal CV GLI, Page 1 of 13

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang

PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : POTENSI, KEGUNAAN DAN NILAI TAMBAH KAYU DARI HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN BOGOR

Peluang Investasi Agribisnis Jagung

BAB VI KELEMBAGAAN USAHA KAYU RAKYAT

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. disekitarnya. Telah menjadi realita bila alam yang memporak-porandakan hutan,

BAB I PENDAHULUAN. Sengon atau dengan nama ilmiah Falcataria moluccana (Miq.) Barneby &

BAB I PENDAHULUAN. Hutan memiliki banyak fungsi ditinjau dari aspek sosial, ekonomi, ekologi

SAMBUTAN BUPATI SLEMAN PADA ACARA KUNJUNGAN MENTERI KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM KEGIATAN HARI MENANAM POHON INDONESIA TAHUN 2014 DI KAB

I. PENDAHULUAN. Hutan memiliki banyak fungsi salah satunya fungsi ekonomi. Fungsi hutan

Bab I PENDAHULUAN. Universitas Gadjah Mada

VI. ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU (IPK)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebuah komitmen untuk melibatkan masyarakat di dalam pembangunan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG

III. METODOLOGI PENELITIAN

Industri Kayu. Tonny Soehartono

PENGUMPULAN DATA KEHUTANAN

Lampiran 1 Data luas lahan yang dimiliki petani hutan rakyat di masing masing desa penelitian No Responden Desa Margajaya

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hutan Tanaman Industri Hutan Tanaman Industri adalah hutan yang dibangun dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMASARAN BIBIT SENGON DI DESA KEDUNGLURAH KECAMATAN POGALAN KABUPATEN TRENGGALEK

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA IZIN PEMANFAATAN HASIL HUTAN PADA TANAH MILIK DAN KEBUN RAKYAT

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan kayu di Indonesia setiap tahun meningkat dan diperkirakan kebutuhan

I. PENDAHULUAN. sampai ke pengemasan (Syafii, 2000). Seiring dengan meningkatnya jumlah

II. TINJAUAN PUSTAKA. (hardwood). Pohon jati memiliki batang yang bulat lurus dengan tinggi mencapai

BAB I PENDAHULUAN. Pada awal masa pembangunan Indonesia dimulai, perdagangan luar negeri

DATA HARVESTMON PARTNER DATA LAHAN

PENDAHULUAN Latar Belakang

V. KEADAAN UMUM INDUSTRI KAYU DI KECAMATAN CIGUDEG

MENAKSIR VOLUME POHON BERDIRI DENGAN PITA VOLUME BUDIMAN

I. PENDAHULUAN. menonjol terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada periode

Edisi 1 No. 1, Jan Mar 2014, p Resensi Buku

Potensi Tanaman Bambu di Tasikmalaya

I. PENDAHULUAN. Pertanian dan sektor-sektor yang terkait dengan sektor agribisnis

I. PENDAHULUAN. Industri dikenal sebagai hutan tanaman kayu yang dikelola dan diusahakan

KEBIJAKAN EKSPOR PRODUK INDUSTRI KEHUTANAN (PIK) By. Hanik Rustiningsih

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Kebutuhan kayu yang semakin meningkat membutuhkan kenaikan

Nomor : Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Unit UBH-KPWN, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. penggunaan baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai bahan non-konstruksi.

PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : KAJIAN POTENSI KAYU PERTUKANGAN DARI HUTAN RAKYAT PADA BEBERAPA KABUPATEN DI JAWA BARAT

ASPEK SOSIAL EKONOMI JENIS: SUNGKAI

Bab II. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG Tinjauan Penataan Ruang Nasional

BAB I PENDAHULUAN. Untuk memenuhi kebutuhan industri perkayuan yang sekarang ini semakin

KAJIAN SISTEM DAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KALIMANTAN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan bahan baku, karena pasokan bahan baku terutama dari hutan alam

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

MEMBENDUNG meluasnya preseden buruk pengelolaan HPH di Indonesia

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN

MG-8 PERMINTAAN DAN PENAWARAN HASIL HUTAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Volume Pohon pada Jarak Tanam 3 m x 3 m. Bardasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, Pada sampel populasi untuk

BAB I PENDAHULUAN. karena hutan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, hewan dan

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida

PEMILIHAN ALTERNATIF PENYEDIAAN BBK DI PT X DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS)-BOCR (BENEFIT, OPPORTUNITY, COST DAN RISK)

BAB I PENDAHULUAN. dengan target luas lahan yang ditanam sebesar hektar (Atmosuseno,

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

POTENSI PENGEMBANGAN KEDELAI DI KAWASAN HUTAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. Kawasan suaka alam sesuai Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 adalah sebuah

beragam kegunaan, maka tak heran bahwa tanaman ini dikenal juga sebagai tanaman surga. Bagian daun sampai tulang daunnya bisa dijadikan kerajinan dan

Moratorium gambut diabaikan, dua kebun sawit grup Panca Eka menebangi hutan alam di Semenanjung Kampar, Riau

PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : POTENSI HUTAN RAKYAT DI INDONESIA DAN PERMASALAHANNYA Oleh : Sukadaryati 1) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba yang merupakan hasil yang

LAMPIRAN Bagaimana sejarah berdirinya PT Margono Dian Graha? 2. Apa visi dan misi PT Margono Dian Graha?

1 BAB I. PENDAHULUAN. tingginya tingkat deforestasi dan sistem pengelolan hutan masih perlu untuk

EFISIENSI PEMASARAN KAYU JABON (Anthocephalus cadamba) (STUDI KASUS HASIL HUTAN RAKYAT DESA WAMBULU KECAMATAN KAPONTORI)

BAB I PENDAHULUAN. kemungkinan akan banyak terjadi peristiwa yang bisa dialami oleh pohon yang

PENGEMBANGAN UMKM MENGHADAPI EKONOMI GLOBAL

BAB I. PENDAHULUAN. Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Perubahan iklim global (global climate

KETENTUAN MENGENAI PELAKSANAAN PENGUSAHAAN HUTAN PT. DAYA SAKTI TIMBER CORPORATION

BAB I. PENDAHULUAN. menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Pemanasan tersebut

I. PENDAHULUAN. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota-kota seluruh dunia.

PENDAHULUAN. ini pertumbuhannya sangat signifikan. Sejak tahun 2006 indonesia telah. Tabel 1.1 Volume dan Nilai Expor Kelapa Sawit

Legalitas Pengeksporan Hasil-Hasil Hutan ke Negara-Negara Uni Eropa, Australia dan Amerika Serikat. Kota, Negara Tanggal, 2013

KAYULAPIS Teknologi dan Sertifikasi sebagai Produk Hijau

2015, No Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 97/M-DAG/PER/12/2014 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan dinilai su

Transkripsi:

GLOBAL BUSINESS OPPORTUNITY

PT. GMN didirikan tahun 2005 dengan basis usaha teknologi telekomunikasi & informasi. FC Malang FC ACEH Cikarang Denpasar Bekasi Tangerang

PT. GMN didirikan tahun 2005 dengan basis usaha teknologi telekomunikasi & informasi. Infrastructur milik sendiri dengan dukungan teknologi terdepan.

PT. GMN didirikan tahun 2005 dengan basis usaha teknologi telekomunikasi & informasi. Infrastructur milik sendiri dengan dukungan teknologi terdepan. Legalitas lengkap dan Aman. GLOBAL MEDIA NUSANTARA

Perusahaan yang Memanfaatkan Jasa Teknologi group PT. GMN

Laba-laba MENGGUNAKAN WAKTU untuk MEMBUAT SARANG (investasi) yang menjadi PENJARING MAKANAN Cecak MEMBARTERKAN WAKTU untuk MENDAPATKAN MAKANAN

2 Konsep membangun hidup yang lebih baik, aman, bahagia dan sejahtera Merencanakan Masa Depan (Investasi Membangun aset seperti laba-laba)

Legalitas Keamanan Kemudahan Keuntungan

INVESTASI LEGALITAS RESIKO KEMUDAHAN LIQUIDITAS KEUNTUNGAN Property OK Rendah Sulit 15%-20%pertahun Emas OK Sedang Mudah 15%-20%pertahun Saham OK Tinggi Mudah 18%-30%pertahun I-Gist OK Rendah Mudah 40%-100%pertahun

5. Termasuk tanaman pionir, yang dapat tumbuh dengan mudah pada lahan-lahan terbuka, lahan yang semula kosong sehingga tepat untuk penghijauan pada lahan-lahan kritis. Keunggulan tanaman Jabon : 6. Budidaya Jabon relatif mudah, tidak terlalu membutuhkan 1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th perawatan yang istimewa. 2. Masa produksi jabon yang singkat hanya 4 7 tahun 7. Harga kayu yang relatif tinggi, saat ini berkisar Rp 1.200.000,- per 3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus kubik. Harga ini akan cenderung terus meningkat, karena kebutuhan 4. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan industri terhadap kayu, serta saat ini tidak diperkenankan kayu bulat cabang akan rontok dengan sendirinya (Self Pluring) yang berasal dari alam.

PERTUMBUHAN Pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu.

POHON JABON

PEMASARAN Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, sumpit, palet, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

Artikel Investasi Jabon di Media Elektronik Detik Finance

Artikel di Majalah TRUBUS edisi November 2011 (Majalah referensi terbaik tentang agrobisnis)

Acara penanaman perdana pohon Jabon di Cianjur oleh Bupati Cianjur dan Dirut PT GMN beserta para Investor Sumber : onlinejabarnews.com

Peluang pengembangan hutan rakyat cukup terbuka dalam rangka penyediaan bahan baku kayu Kebutuhan kayu nasional saat ini : 57,1 juta m 3 per tahun kemampuan hutan alam dan hutan tanaman : 45,8 juta m 3 per tahun defisit kebutuhan kayu sebesar : 11,3 juta m 3 per tahun Untuk memenuhi kebutuhan kayu tersebut, penebangan ilegal banyak terjadi di kawasan hutan Sumber : (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007)

Meningkatnya kebutuhan kayu mempengaruhi harga kayu rakyat di daerah Jawa Barat saja, pertumbuhan jumlah unit usaha penggergajian rata-rata 20% per tahun Pertumbuhan itu tidak diikuti oleh pertumbuhan hutan rakyat

Tingginya kebutuhan bahan baku industri perkayuan nasional merupakan salah satu alasan investasi budi daya tanaman hutan sangat potensial Kebutuhan bahan baku industri perkayuan nasional setiap tahunnya mencapai 72 juta m³ dengan rincian sebagai berikut : - Industri sawmill (penggergajian) sebanyak 30 juta m³ - Industri kayu lapis sebanyak 18 juta m³ - Industri pulp dan kertas sebanyak 17-25 juta m³

Isu Global Warming dan Indonesia sebagai paru-paru dunia Tuntutan dari dunia bahwa Indonesia harus menjaga hutan alam yang berfungsi sebagai paru-paru dunia dan pencegah global warming Tuntutan ini membuat Pemerintah harus melarang pengambilan kayu dari hutan alam Kebutuhan industri akan sangat mengandalkan Hutan Tanaman Rakyat

Legalitas : di fasilitasi oleh PT GMN perusahaan yang berpengalaman fasilitator investasi yang didukung PEMDA dan PEMERINTAH PUSAT dengan Legalitas yang dapat di pertanggung jawabkan

Manajemen Resiko igist PT.GMN Tanaman Quality menyediakan Control investasi jamin cadangan pohon diberikan sebesar kompensasi Didukung 20% lembaga dari penggantian total konsultan pohon quality jika yang terjadi Control ditanam yang berpengalaman di bidang investasi kehutanan yang bencana akan alam di manfaatkan maupun kebakaran sebagai cadangan jika didukung pohon tim member Pengamanan bermasalah lapangan yang dapat di control sehingga resiko dapat di minimalisir sehingga target pertumbuhan investasi dapat tercapai. Investor memiliki sertifikat resmi yang dilegalisir, dengan denah detail Lokasi cluster pohon jabon miliknya dan dapat di perjual belikan

Sistem Eye Grow yang sudah terpasang saat ini

Kemudahan / Liquiditas igist PT.GMN menyediakan portal trading pohon sehingga Investor bisa saling melakukan jual beli pohon jika sewaktu-waktu membutuhkan uang

Daya Ungkit Hasil Investasi Yang dahsyat Investasi Jumlah Pohon Prediksi Harga Jual Nett Hasil Penjualan Margin Profit 5 tahun Margin Profit / tahun Rp. 10 Juta 65 Rp 600,000 Rp 39,000,000 287% 57% Rp. 20 Juta 130 Rp 600,000 Rp 78,000,000 287% 57% Rp. 30 Juta 195 Rp 600,000 Rp 117,000,000 287% 57% Rp. 40 Juta 260 Rp 600,000 Rp 156,000,000 287% 57% Rp. 50 Juta 325 Rp 600,000 Rp 195,000,000 287% 57% Rp. 60 Juta 385 Rp 600,000 Rp 231,000,000 287% 57% Rp. 70 Juta 455 Rp 600,000 Rp 273,000,000 287% 57%

Potensi keuntungan Pohon di Panen Kedua (3,5 tahun berikutnya) Investasi Jumlah Pohon Hasil share penjualan Panen kedua dengan Asumsi harga jual 750.000 / pohon Hasil Penjualan Panen Kedua Rp. - 65 Rp. 150.000,- Rp. 9.750.000,- Rp. - 130 Rp. 150.000,- Rp. 19.500.000,- Rp. - 195 Rp. 150.000,- Rp. 29.250.000,- Rp. - 260 Rp. 150.000,- Rp. 39.000.000,- Rp. - 325 Rp. 150.000,- Rp. 48.750.000,- Rp. - 390 Rp. 150.000,- Rp. 58.500.000,- Rp. - 455 Rp. 150.000,- Rp. 68.250.000,-

Tambahan Keuntungan Investasi Pohon Jabon melalui igist ROI Rollover : 1% X Omzet Paket igist dibagi investor kualified, didapatkan selama 6 bulan ROI Ultima (7 Paket) : 3% X Omzet paket igist dibagi investor ultima, didapatkan selama 1 tahun

2 Konsep membangun hidup yang lebih baik, aman, bahagia dan sejahtera Merencanakan Masa Depan (Investasi Membangun aset seperti laba-laba) Menghadapi resiko hidup (Sakit, cacat, kecelakaan, meninggal)

SOLUSI berinvestasi! Note : Presentasi ini adalah versi pendek, karena versi panjangnya filenya sangat besar, sehingga tidak efektif jika dikirimkan pakai email terima kasih