Bab 2 GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pulau Kalukalukuang Provinsi Sulawesi Selatan 2.1 Lokasi Lokasi pekerjaan terletak di Pulau Kalukalukuang, ibu kota kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Propinsi Sulawesi Selatan. Lokasi pekerjaan dapat dilihat selengkapnya pada peta orientasi Gambar 2.1. Sementara itu pada Gambar 2.3 disajikan peta laut Dinas Hidro-oseanografi TNI AL untuk kawasan sekitar Pulau Kalukalukuang. 2.2 Kondisi dan Potensi Wilayah Secara geografi Kabupaten Pangkep terletak pada koordinat antara 4 o 40 LS - 8 o 00 LS dan 110 o BT - 113 o BT. Kabupaten Pangkep terdiri dari 12 Kecamatan yaitu 9 Kecamatan Daratan dan 3 Kecamatan Kepulauan (117 buah pulau) dengan luas wilayah daratan 1.112,29 km 2 dan wilayah laut 17.100 km 2. Jarak dari ibukota Propinsi (Makassar) adalah 51 km, jarak terjauh yaitu dari pulau Kapoposang Bali, sedangkan yang terdekat adalah pulau Saugi, jarak dari ibukota kabupaten ke kecamatan terjauh (Liukang Tangaya)adalah 262,43 mil, kemudian Kecamatan Liukang Kalmas 185,82 mil. Berikut ini adalah batas-batas wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. - Sebelah Utara : Kabupaten Barru - Sebelah Selatan : Kabupaten Maros - Sebelah Timur : Kabupaten Bone - Sebelah Barat : Pulau Kalimantan, Jawa, Madura Nusa Tenggara, dan Bali Di pesisir laut sepanjang pantai yang membentang dari arah selatan ke utara tempat dimana masyarakat pesisir menggantungkan hidupnya sebagai nelayan, baik sebagai nelayan tangkap maupun sebagai nelayan tambak serta petani penggarap sawah. Pada saat kondisi krisis menimpa negara, masyarakat Kabupaten Pangkep yang berprofesi sebagai nelayan tambak meraup banyak manfaat akibat kenaikan Dollar yang sangat tajam. Harga udang hasil tambak di Kabupaten Pangkep naik berlipat ganda dan ini sangat menguntungkan nelayan tambak tersebut. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-1
Potensi perikanan tambak di Pangkep akhir-akhir ini semakin berkembang pesat. Banyaknya pembukaan lahan tambak dari lahan persawahan, menandakan semakin meningkatnya produksi ikan tambak di wilayah ini. Terutama ikan bandeng yang merupakan komoditi unggulan dan Pangkep sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan ikan bandeng di wilayah Makassar dan daratan Sulawesi Selatan setiap harinya. Untuk budidaya tambak di Kabupaten Pangkep menghasilkan ikan hingga mencapai 4.153,4 ton. Sebagai wilayah yang memiliki 117 pulau dengan 90 pulau yang berpenghuni, kabupaten Pangkep juga sangat berpotensi untuk perikanan laut. Di wilayah perairan, mereka yang bermukim di wilayah kepulauan, umumnya bermata pencaharian nelayan tradisional dengan tingkat ketergantungan pada laut yang sangat tinggi. Secara turun temurun mereka telah mewarisi cara penangkapan secara tradisional dengan menggunakan pancing, pukat dan beberapa alat lainnya yang cukup sederhana. Selain itu juga terdapat budidaya rumput laut di beberapa kecamatan yang cukup menjanjikan prospek. Namun dengan perkembangan masyarakat dewasa ini, mereka pun sudah perlahan-lahan mengetahui bebepa teknologi penangkapan yang modern namun ketergantungan pada pemilik modal di luar daerah yang tinggi. Sehingga mereka hanya bekerja sebagai buruh nelayan. Jumlah produksi penangkapan ikan di laut pada tahun 2004 sebanyak 9.755,1 ton dan budidaya rumput laut di kecamatan Liukang Tangaya, Kalmas dan Tupabiring sebanyak 7.174 ton. Sumber alam Pangkep memang sangat berlimpah ruah. Selain di wilayah kepulauan terdapat potensi perikanan dan parawisata, juga di wilayah daratan dan pegunungan terhampar potensi pertanian yang menjadi andalan utama masyarakat. Misalnya padi, kacang-kacangan dan jeruk bali yang kini sudah banyak merambah pasar domestik. Bahkan khusus untuk jeruk bali, setiap musim panen pada bulan Juni-Oktober, puluhan kendaraan berat berisi kontainer (peti kemas) hilir mudik memuat jeruk untuk dipasarkan di berbagai kota di Sulsel dan di kota-kota besar seperti Bali, Surabaya hingga Jakarta. Luas lahan untuk jeruk bali di Pangkep mencapai 50.787 ha dengan produksi 4.240,1 ton per tahunnya. Jeruk ini banyak tersebar di di delapan kecamatan, Pangkajene, Bungoro, Minasa Tene, Labakkang, Marang, Segeri, Mandalle dan Tondong Tallasa. Selain jeruk juga terdapat potensi lain diantaranya : Padi sawah luas panen mencapai 18.248 ha dengan produksi 102.116 ton. Jagung luas panen 104 ha dengan produksi 328 ton. Kacang tanah dengan luas panen 1.016 ha dengan produksi 1.773 ton. Kacang hijau dengan luas panen 1.021 ha produksi 1.011 ton. Mangga dengan luas panen 52.026 ha produksi 1.607,6 ton. Komoditi perkebunan khususnya kelapa menggunakan areal seluas 4.758 ha dengan produksi 4.731 ton, jambu mete seluas 8.354 ha dengan produksi 4.113 ton, kemiri seluas 825 ha dengan produksi 362 ton, Kopi seluas 633 ha dengan produksi 83 ton, kapuk seluas 135 ha dengan produksi 70 ton dan kakao 230 ha dengan produksi 24 ton. Potensi pertambangan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah salah satu sektor yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam era otonomi daerah. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-2
Jenis Tambang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan teridiri dari 19 (sembilan belas) jenis yaitu: 1 (satu) jenis bahan galian golongan A yaitu batu bara dengan jumlah cadangan 13.500.000 m 3 berlokasi di Desa Tompobulu, Bantimala dan Baring. 2 (dua) jenis bahan galian golongan B terdiri atas kromik dan mineral radioaktif dengan luas sebaran 10.000.000 meter kubik berlokasi Bulu Erasa Desa Mangilu. 16 (enam belas) bahan galian golongan C dengan produksi/sebaran sebagai berikut: 1) Marmer dengan produksi 79.092 meter kubik, luas sebaran 12.625.000 Ha. 2) Pasir silika/pasir kuarsa dengan produksi 109.632 meter kubik, luas sebaran 28.500.000 Ha berlokasi di Desa Baring, Tonbasa, Tabo-Tabo dan Lanne. 3) Tanah liat dengan produksi 72.863 meter kubik, luas sebaran 121.500.000 Ha. 4) Batu gamping dengan produksi 1.432.341 M 3, luas sebaran 147.000.000 Ha. 5) Sirtu dengan produksi 18.000 meter kubik, luas sebaran 2.500.000 Ha. 6) Kristal kuarsa 600.000 meter kubikberlokasi di Tondong Kura 7) Batu Gamping 140.000.000 meter kubik berlokasi di Bulu Tempe, Desa Bowong Cindea, Bulu Mattampa, Desa Samalewa, Siloro, Desa Mangilu, Bulu Campalagi, Kelurahan Tonasa, Bulu Ballang, Kelurahan Kalabbirang, Lanne dan Bonto, Desa Biranne, Kampung parenreng, Desa Parenreng. 8) Lempung dengan luas sebaran 121.500.000 Ha berlokasi dibiranne, Bantimala, Tonasa, Tabo-tabo, Kalabbirang dan Bonto Mate'ne. 9) Trakit dengan luas sebaran 13.000.000 Ha belokasi di Tabo-Tabo, Mangilu dan Bantimala. 10) Profilit dengan luas sebaran 46.200.000 Ha berlokasi di Tondong Kura dan Biranne. 11) Kaolin dengan luas sebaran 1.250.000 Ha berlokasi di Bulu Panettekang Kecamatan Tondong Tallasa. 12) Biorit dengan jumlah cadangan 33.000.000 meter kubik berlokasi di Desa Biranne. 13) Basal dengan jumlah cadangan seluas 97.350.000 meter kubik berlokasi di Kecamatan Tondong Tallasa. 14) Batu Sabak dengan jumlah cadangan seluas 336.600.000 meter kubikberlokasi di Desa Biranne, Bantimala dan Tongdong Kura. 15) Tras dengan jumlah cadangan seluas 2.640.000 meter kubik berlokasi di Desa Biranne. 16) Rijam dengan jumlah cadangan seluas 1,500.000 meter kubik berlokasi di Desa Biranne dan Bantimala. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-3
2.3 Kondisi Eksisting Pada saat ini, di sekitar rencana lokasi pekerjaan telah terdapat dermaga kayu berbentuk T, dengan panjang dermaga ± 12 meter, panjang trestle ± 85 meter, dan lebar ± 3 meter. Dermaga kayu ini merupakan fasilitas yang sangat penting, terutama berfungsi sebagai fasilitas utama transportasi penunjang masyarakat di Pulau Kalukalukuang yang telah melayani kegiatan kepelabuhanan masyarakat di pulau tersebut. Dermaga kayu ini awalnya berbentuk T, namun karena pada sisi kanan (barat) dermaga mengalami kerusakan maka menjadi berbentuk L. Kondisi dermaga kayu dan trestle di Pulau Kalukalukuang pada saat ini bisa dilihat pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Rencana awal pekerjaan pelabuhan ini kemungkinan akan menggantikan dermaga kayu tersebut dengan dermaga beton. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-4
U PROPINSI SULAWESI BARAT PROPINSI SULAWESI TENGAH PROPINSI SULAWESI TENGGARA LOKASI PEKERJAAN PROPINSI SULAWESI SELATAN Gambar 2.1 Peta lokasi dermaga general cargo Pulau Kalukalukuang yang berada sekitar 200 km sebelah barat Pangkep daratan. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-5
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-6 Gambar 2.2 Peta wilayah Kecamatan Liukang Kalmas. Sumber: http://www.pangkep.go.id, tanggal 07 Desember 2007.
Gambar 2.3 Peta Laut No 174 dari Dinas Hidro-oseanografi TNI AL, menggambarkan kondisi laut di sekitar Pulau Kalukalukuang. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-7
Dermaga Kayu Gambar 2.4 Kondisi dermaga kayu di Pulau Kalukalukuang Trestle Gambar 2.5 Kondisi trestle kayu di Pulau Kalukalukuang BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK 2-8