Fundamental analysis 2014

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. diperjualbelikan, salah satunya dalam bentuk ekuitas (saham). Pasar

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN

ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN

CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini terdapat 9 sampel perusahaan dari sektor Property dan

MNC Gemesin CALL MNC CENTER Sekuritas :

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Model estimasi..., Andriyatno, FE UI, 2010.

Mudahnya berinvestasi dengan. Menabung Saham

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur. modal yang kuat untuk meningkatkan laba agar tetap mampu

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bab sebelumnya, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan dipasar perdana (primary market) maupun di pasar sekunder (secondary

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin kuat.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALIS PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN

Monthly View. Februari PT. Mega Capital Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. pada emiten akan semakin kuat. Semakin banyak permintaan saham pada suatu

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu kebijakan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan adalah UKDW

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan akan mampu memberikan deviden kepada pemegang saham, kelangsungan hidup suatu perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal

ANALISIS FUNDAMENTAL. 1

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan Price Earning Ratio (PER),

PENILAIAN SAHAM. Nilai nominal Nilai nominal adalah nilai per lembar saham yang berkaitan dengan hukum. Nilai yang tercantum dalam lembar saham.

BAB I PENDAHULUAN. saham yang meningkat menggambarkan bahwa nilai perusahaan meningkat atau

BAB I PENDAHULUAN. modal. Modal merupakan salah satu faktor terpenting untuk menjalankan

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana yang sangat efektif untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perekonomian di Indonesia mengalami krisis moneter yang sempat

Fundamental Analysis. Prepared by Research Team etrading Securities

BAB I PENDAHULUAN. diterimanya adalah informasi yang benar. Sistem perdagangan di Bursa Efek

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. yang ditetapkan dan struktur permodalan yang lemah dan sebagainya.

BAB I PENDAHULUAN. suatu Negara dapat dilihat dan diukur melalui berbagai cara, salah satunya dengan

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN Agustus 2016 KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. investasi yang produktif guna mengembangkan pertumbuhan jangka panjang.

BAB I PENDAHULUAN. dana dari investor. Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai objek keuangan

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dari periode ke

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal mempunyai peran penting bagi perekonomian negara. Pasar modal

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Debt to Equity Ratio mencerminkan kemampuan perusahaan dalam

Bab I PENDAHULUAN. ekspansi dengan lingkup ekonomi global seiring perkembangan ekonomi dunia.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pasar modal adalah pasar dengan berbagai instrumen keuangan jangka panjang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berkembangnya suatu perusahaan tergantung pada kinerja keuangan yang

BAB I PENDAHULUAN. Saham adalah salah satu instrumen investasi yang dapat memberikan return UKDW

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengukur likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. berharga yang berjangka panjang seperti saham, obligasi, waran, dan right

BAB IV PEMBAHASAN. saham adalah Dividend Discount Model (DDM) dan Price Earning Ratio (PER)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Aktvitas investasi yang dilakukan investor dihadapkan pada berbagai macam resiko

BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.

TUJUAN PENILAIAN SAHAM :

Lampiran 1 Daftar Populasi Sampel Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia Tahun

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pembangunan suatu negara memerlukan dana investasi dalam jumlah

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI

merupakan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan maupun dari

BAB I PENDAHULUAN. nilai investasi di masa yang akan datang. (Jones, 2004). Tujuan kegiatan investasi

BAB II URAIAN TEORITIS. Parwati (2005) melakukan penelitian yang berjudul: Faktor-Faktor yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era globalisasi pada saat ini pertumbuhan perekonomian berkembang pesat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai kondisi perusahaan. Untuk

BAB I PENDAHULUAN. Investor dalam menanamkan dananya di pasar modal tidak hanya. bertujuan dalam jangka pendek tetapi bertujuan untuk memperoleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:

BAB I PENDUHULUAN. mengembangkan usahanya perusahaan harus mengembangkan perusahaannya

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan property dan real estate semakin marak diberbagai penjuru

BAB 2. Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh pembiayaan atau dana dengan cara penjualan saham. Pasar modal

BAB 1 PENDAHULAN. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar modal (capital market)

BAB I PENDAHULUAN. disebut go public. Menurut Darmaji dan Fakhrudin (2012:1) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. akan datang (Tandelilin, 2010:2). Menurut Hartono (2013:7) tipe-tipe investasi

sejarah perusahaan. untuk melanjutkan operasi Teknik-Teknik Analisis Laporan Keuangan teknik yang lazim dipakai yaitu:

Transkripsi:

PT Mandiri Sekuritas Plaza Mandiri 29th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 - Indonesia Tel: (62-21) 526 3445 Fax: (62-21) 526 3521 www.mandirisek.co.id investment banking capital markets research 1

Kapitalisasi Pasar Market Capitalization Merupakan jumlah nilai pasar sebuah perusahaan dengan memperhitungkan jumlah saham dan harga saham per lembar yang tercermin di pasar. Semakin tinggi nilai kapitalisasi sebuah perusahaan, semakin tinggi pula pengaruhnnya terhadap pergerakan indeks (Indeks Harga Saham Gabungan). Kombinasi antara likuiditas pasar (nilai transaksi), jumlah saham beredar di masyarakat dan kapitalisasi pasar dapat dijadikan beberapa pertimbangan dalam memilih saham suatu perusahaan. Top 10 Kapitalisasi Pasar Terbesar Saham Kapitalisasi Bobot HMSP 287 6.95% ASII 244 5.93% UNVR 238 5.76% TLKM 221 5.37% BBCA 220 5.35% BMRI 164 3.97% BBRI 161 3.9% PGAS 130 3.17% SMGR 74 1.81% GGRM 73 1.77% data per Agustus 2013 Sumber : Bursa Efek Indonesia

Laba (Rugi) Bersih Net Profit/Net Income Hasil perhitungan laba (profit) yang diterima oleh sebuah perusahaan dari kegiatan usaha setelah dikurangi beban produksi, biaya bunga dan lainnya serta pajak dalam kurun waktu tertentu yang disajikan dalah laporan keuangan Investor dapat melihat perubahan laba atau rugi sebuah perusahaan pada laporan laba rugi dalam laporan keuangan Investor disarankan untuk melihat performa keuangan pada laporan laba rugi secara menyeluruh agar dapat mengetahui perubahan positif maupun negatif yang terjadi berlangung sementara atau dalam jangka yang lebih panjang

Contoh : Laporan Laba Rugi Perusahaan (Dalam Miliar Rupiah) 2012 2013 Growth Pendapatan 1,000 1,300 Beban Pokok Pendapatan (-) 500 700 Laba Bruto 500 600 20.0% Beban Penjualan (-) 100 120 Beban Umum (-) 75 80 Pendapatan Operasi Lain (+) 60 50 Beban Operasi Lain (-) 15 20 Laba Usaha 370 430 16.2% Pendapatan Keuangan (+) 10 15 Biaya Keuangan (-) 40 50 Pendapatan xxx Beban Pokok xxx - Laba Bruto xxx Beban Penjualan & Umum xxx - Laba Usaha xxx Pendapatan/Biaya Lain xxx -/+ Laba Sebelum Pajak xxx Pajak xxx - Laba Bersih xxx Laba Sebelum Pajak 340 395 16.2% Pajak Penghasilan (-) 60 69 Laba Bersih 280 326 16.4% Marjin Laba Bersih 28% 25%

Laba per saham atau bisa disebut dengan EPS merupakan jumlah laba bersih setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor Laba per Saham Earning per Share Contoh : Laba bersih per saham perusahaan 2012 2013 Growth Investor perlu memperhatikan aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan karena dapat mempengaruhi jumlah saham seperti right issue, warrant, konversi obligasi ke saham dan aksi korporasi lainnya (kepemilikan saham akan terdilusi) Laba Bersih (Rp. juta) 500,000 750,000 50% Jumlah Saham (juta lembar) 1,000 1,000 Laba per Saham 500 750 50% Dengan adanya kenaikan laba bersih perusahaan dalam pertumbuhan per tahun (year-on-year) dan estimasi tidak adanya perubahan dalam jumlah saham akan mengakibatkan kenaikan dari laba bersih per saham Laba per Saham = (Basic EPS) Laba Bersih Jumlah Saham

Rasio Harga Terhadap Laba per lembar Price to Earning Ratio Rasio harga terhadap laba per lembar atau price to earning ratio (P/E Ratio)merupakan hasil bagi antara harga pasar dengan laba bersih per lembar (EPS) Dinilai dengan satuan kali (x) yang menjadi ekspektasi perkalian laba bersih yang diharapkan investor terhadap perusahaan dalam kurun waktu tertentu Semakin tinggi nilai P/E suatu perusahaan, maka dinilai perusahaan tersebut tergolong mahal (kurang menarik atau kurang atraktif) atau sebaliknya Contoh : Perbandingan rasio P/E perusahaan properti Saham P/BV (x) APLN 4.5 ASRI 7.1 BKSL 13.8 BSDE 14.3 CTRA 16.1 MDLN 4.5 SMRA 11.4 Simple Avg. 10.2 Investor disarankan untuk melihat P/E suatu perusahaan dengan industri sejenis dan melakukan analisa mendalam mengenai P/E yang terbentuk di pasar P/E Ratio = Harga Saham Laba Bersih per Saham

Rasio Harga Terhadap Nilai Buku per lembar Price to Book Value per Share Rasio harga terhadap nilai buku per lembar atau price to book value per share (P/BV Ratio) merupakan hasil bagi antara harga pasar dengan nilai buku per lembar (BV/share) Book Value per share (BV/share) diperoleh dengan membagi nilai ekuitas (Aset Utang ) terhadap jumlah saham Investor disarankan untuk melihat P/BV suatu perusahaan dengan industri sejenis dan melakukan analisa mendalam mengenai P/BV yang terbentuk di pasar Contoh : Perbandingan rasio P/BV perbankan Saham P/BV BBCA 4.2 BBNI 1.7 BBRI 2.6 BBTN 1.1 BDMN 1.4 BJBR 1.5 BJTM 1.0 BTPN 2.5 PNBN 0.9 Simple Avg. 1.9 Nilai Buku per lembar = Nilai Buku (Ekuitas) Total Saham P/BV = Harga Saham Nilai Buku per Lembar

Imbal Hasil Dividen Dividend Yield Dividend Yield, atau biasa juga disebut Dividend- Price Ratio, adalah rasio keuangan yang menunjukkan pengembalian investasi (investment return) dari sebuah saham. Besaran Dividend Yield diperoleh dengan membagi nilai dividen per saham secara tahunan (atau estimasi dividen di akhir tahun) terhadap harga saham saat itu. Untuk mendapatkan dividend yield yang tinggi, investor perlu meilhat perusahaan yang secara fundamental baik tapi ditransaksikan pada harga yang tergolong murah (koreksi pada harga di pasar yang terjadi hanya sementara). Dividend Yield = Dividen Per Saham Tahunan Harga Saham Semakin rendah harga yang diperoleh di pasar, maka dividend yield yang diterima akan semakin besar.

Pendapatan dividen seorang investor secara jangka panjang dapat direinvestasikan untuk membeli saham lagi. Semakin besar Dividend Yield, maka semakin besar potensi keuntungan dividen yang dapat diraih investor. Perbandingan antar perusahaan sebaiknya dilakukan terhadap perusahaan di dalam industri yang sama dengan ukuran perusahaan yang serupa (yang salah satunya dapat dilihat dari kapitalisasi pasar). Contoh : Perbandingan Dividen Yield properti Saham Kapitalisasi pasar Dividend Yield (%) (Rp miliar) 2014 2015 Properti 119.881 1,6 1,7 BSDE 26.683 2,5 2 PWON 16.952 1,5 2 SMRA 16.589 0 0 CTRA 15.090 1,2 1,6 JRPT 12.925 0,9 0,9 ASRI 7.824 5 5,9 APLN 5.843 2,9 3,1 LPCK 5.220 0 0 MDLN 5.176 0 0 CTRS 4.314 2,2 2,8 BKSL 3.265 0 0

Contact Detail Mandiri Sekuritas 2013 Fundamental analysis 2014 Head Office PT Mandiri Sekuritas Plaza Mandiri 28th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 Indonesia Tel: (62-21) 526 3445 Fax: (62-21) 526 3521 www.mandirisek.co.id Equity Capital Market Retail Care center : (62-21) 500 178 Visit : www.most.co.id Follow : @Mandiri_OLT Facebook : Mandiri Sekuritas Online Trading Training : training.center@mandirisek.co.id Join : Mansek_Investor_Club@yahoogroups.com