BAB II KAJIAN PUSTAKA...

dokumen-dokumen yang mirip
Disajikan oleh: LIA MAULIDA, SH., MSi. (Kabag PUU II, Biro Hukum, Kemen PU)

ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA BITUNG

Perhitungan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan Jenis Publik (Studi Kasus : Kota Surakarta)

Pembangunan Geodatabase Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan kota seringkali menyebabkan terjadinya perubahan kondisi ekologis lingkungan perkotaan yang

MATA KULIAH PRASARANA WILAYAH DAN KOTA I (PW ) Jur. Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

BAB IV ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA CIREBON

BAB I PENDAHULUAN. perdagangan, kawasan industri, jaringan transportasi, serta sarana dan prasarana

BAB I PENDAHULUAN. lahan terbangun yang secara ekonomi lebih memiliki nilai. yang bermanfaat untuk kesehatan (Joga dan Ismaun, 2011).

SCAFFOLDING 1 (2) (2012) SCAFFOLDING. IDENTIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA REMBANG

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan pesat di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan-pembangunan

I. PENDAHULUAN. sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2016 KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERD ASARKAN JUMLAH PEND UD UK D I KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMED ANG

DAFTAR ISI. PRAKATA... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xii

BAB II TINJAUAN TEORI...

MEMUTUSKAN : : PERATURAN DAERAH TENTANG PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU.

III PENYUSUNAN MASTERPLAN RTH PERKOTAAN MASTERPLAN RTH

KATA PENGANTAR. RTRW Kabupaten Bondowoso

LAMPIRAN V KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI KOTA MEDAN. Kualitas yang diharapkan

METODOLOGI 3.1 Lokasi dan waktu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

6.1.1 Hasil Analisis RTH pada Kabupaten Mimika. b. Hasil perhitungan berdasarkan status kepemilikan RTH eksisting: ha dengan pembagian:

Pranata Pembangunan Pertemuan 1 Pembangunan di Kawasan Hijau. Sahid Mochtar, S.T., MT. Ratna Safitri, S.T., M.Ars.

Studi Peran & Efektifitas RTH Publik di Kota Karanganyar Isnaeny Adhi Nurmasari I BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,

BAB IV KONDISI UMUM. Gambar Peta Dasar TPU Tanah Kusir (Sumber: Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, 2011) Perumahan Warga

DAFTAR ISI. Halaman Judul Halaman Pengesahan Halaman Pernyataan Halaman Persembahan Kata Pengantar. Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

Pangkalanbalai, Oktober 2011 Pemerintah Kabupaten Banyuasin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal

BUPATI BANGKA TENGAH

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BAB V STRATEGI PRIORITAS PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN CILOSEH

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kota sebagai pusat pemukiman, industri dan perdagangan

PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU TERINTEGRASI IPAL KOMUNAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP

Diajukan untuk Memenhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Skripsi S-1. Diajukan Oleh : Dimas Santoso Rahmadi NIRM : E

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. permukaan tanah dan atau air (Peraturan Pemeritah Nomor 34 Tahun 2006).

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR. Demikian Laporan Akhir ini kami sampaikan, atas kerjasama semua pihak yang terkait kami ucapkan terima kasih. Medan, Desember 2012

ANALYSIS OF GREEN OPEN SPACE IN THE CITY OF BANDAR LAMPUNG. Citra Dewi, Armijon, Fajriyanto, Vanessa Paradais, Renanda Andari, Dan Siti Nurul Khotimah

PENJELASAN PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA CIMAHI TAHUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN KLATEN TUGAS AKHIR

TUJUAN DAN KEBIJAKAN. 7.1 Program Pembangunan Permukiman Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kota. No KOMPONEN STRATEGI PROGRAM

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB V. EVALUASI HASIL PENELITIAN Evaluasi Parameter Utama Penelitian Penilaian Daya Dukung dengan Metode Pembobotan 124

Kata Pengantar. Yogyakarta, Desember Tim Penyusun. Buku Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi BWP Sedayui

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

terendam akibat dari naiknya muka air laut/rob akibat dari penurunan muka air tanah.

ANALISA PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN, STUDI KASUS KOTA MARTAPURA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA, SERTA PRASARANA DAN SARANA UMUM

Tabel III-1 Rekapitulasi RTH Publik Per SWK dam Potensi RTH Kota Bandung Tahun 2014 SWK

ANALISIS PERUBAHAN LAHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN TEGALREJO DAN KECAMATAN WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

BAB II RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BINJAI. 2.1 Penggunaan Lahan Di Kota Binjai

TINJAUAN PUSTAKA. waktu tidak tertentu. Ruang terbuka itu sendiri bisa berbentuk jalan, trotoar, ruang

LAMPIRAN I CONTOH PETA RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 1

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN PURWOREJO

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban

MODUL 6 : PENILAIAN KELENGKAPAN SUBSTANSI MATERI TEKNIS, RAPERDA, DAN PETA UNTUK STANDAR REKOMENDASI GUBERNUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. (DIY) memiliki peran yang sangat strategis baik di bidang pemerintahan maupun

INVENTARISASI SERAPAN KARBON OLEH RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MALANG, JAWA TIMUR

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 31 TAHUN 2013

I. PENDAHULUAN. Keberadaan ruang terbuka hijau saat ini mengalami penurunan yang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI TABEL V.1 KESESUAIAN JALUR HIJAU

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang. bertingkat atau permukiman, pertanian ataupun industri.

INFORMASI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI PROVINSI JAMBI

ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO. Sri Sutarni Arifin 1. Intisari

RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN LAMONGAN

Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana S-1 Program Studi Geografi

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PACITAN

DAFTAR GAMBAR. Gambar 2. 1 Pembagian Profil Melintang Sungai Gambar 2. 2 Diagram Kerangka Pemikiran BAB III

IV. KONDISI UMUM 4.1 Letak Geografis dan Aksesibilitas

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APARTEMEN HIJAU DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DAFTAR ISI. Halaman PRAKATA... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xii

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI

Proses Perencanaan Komprehensif: Praktek Proses Penyusunan RTRW Provinsi-Kabupaten-Kota

Transkripsi:

DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... x BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Permasalahan... 4 1.3 Tujuan dan Sasaran... 4 1.3.1 Tujuan... 4 1.3.2 Sasaran... 4 1.4 Ruang Lingkup... 5 1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah... 5 1.4.2 Ruang Lingkup Substansi... 6 1.5 Metodologi Penelitian... 6 1.5.1 Metodelogi Pendekatan... 6 1.5.2 Metodelogi Pengumpulan Data... 7 1.5.3 Metodelogi Analisis... 7 1.6 Kerangka Pemikiran... 11 1.7 Sistematika Pembahasan... 12 BAB II KAJIAN PUSTAKA... 13 2.1 Ruang Terbuka... 13 2.2 Ruang Terbuka Hijau... 13 2.2.1 Pengertian Ruang Terbuka Hijau... 13 2.2.2 Jenis-jenis Ruang Terbuka Hijau... 18 2.2.3 Tujuan Ruang Terbuka Hijau... 20 iv

2.2.4 Fungsi Ruang Terbuka Hijau... 21 2.2.5 Manfaat Ruang Terbuka Hijau... 22 2.3 Hutan Kota... 25 2.3.1 Pengertian Hutan Kota... 25 2.3.2 Fungsi dan Peranan Pembangunan Hutan Kota... 26 2.3.3 Manfaat Hutan Kota Terhadap Lingkungan... 27 2.3.4 Kriteria Hutan Kota... 29 2.3.4.1 Kriteria Luas Minimal Lahan Hutan Kota... 29 2.3.4.2 Kriteria Bentuk Hutan Kota... 30 2.4 Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau... 31 2.5 Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan... 33 2.6 Arahan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau... 34 2.6.1 Pada Lingkungan/Permukiman... 34 2.6.2 Pada Kota/Perkotaan... 36 2.7 Kajian Terdahulu... 49 2.8 Kesimpulan Teori... 56 BAB III GAMBARAN UMUM DAN KEBIJAKAN KAWASAN PERKOTAAN KARAWANG... 57 3.1 Gambaran Umun Kebijakan Terkait... 57 3.1.1 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang 2011-2031... 57 3.1.2 Kebijakan Ruang Terbuka Hijau Pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Karawang Tahun 2013-2033... 62 3.2 Gambaran Umum Kawasan Perkotaan Karawang... 69 3.2.1 Letak Geografis... 69 3.2.2 Kondisi Fisik Dasar... 70 3.2.3 Penggunaan Lahan Kawasan Perkotaan Karawang... 72 3.2.4 Kependudukan... 79 v

3.3 Gambaran Umum Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Karawang... 81 3.3.1 Kondisi RTH Kawasan Perkotaan Karawang... 81 3.3.2 RTH Publik Kawasan Perkotaan Karawang... 81 3.3.3 RTH Privat Kawasan Perkotaan Karawang... 87 BAB IV ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KAWASAN PERKOTAAN KARAWANG... 90 4.1 Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik... 90 4.1.1 Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik... 90 4.1.2 Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik... 90 4.1.2.1 Kebutuhan RTH Berdasarkan UU No 26 Tahun 2007... 91 4.1.2.2 Kebutuhan RTH Berdasarkan Peraturan yang ada di Kawasan Perkotaan Karawang atau Permen PU No 5/PRT/M/2008... 91 4.1.3 Kebutuhan RTH Publik Kawasan Perkotaan Karawang... 93 4.2 Analisis Perbandingan Penyediaan dan Kebutuhan... 99 4.2.1 Analisis Perbandingan Penyediaan dan Kebutuhan RTH di Kawasan Perkotaan Karawang... 99 4.2.1.1 Analisis Perbandingan Penyedian dan Kebutuhan RTH Berdasarkan UU No 26 Tahun 2007... 100 4.2.1.2 Analisis Perbandingan Penyedian dan Kebutuhan RTH Berdasarkan Permen PU No 5/PRT/M/2008... 100 4.3 Analisis Lahan Potensial... 102 4.4 Analisis Sebaran RTH... 105 4.5 Rekapitulasi Analisis RTH... 114 4.6 Rencana Pengembangan RTH... 115 4.7 Arahan Penataan Pada Ruang Terbuka Hijau Privat... 119 vi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI... 122 5.1 Kesimpulan dan Temuan Studi... 122 5.2 Rekomendasi... 123 5.3 Kelemahan Studi... 124 5.4 Usulan Studi Lanjutan... 124 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR LAMPIRAN vii

DAFTAR TABEL Halaman Tabel I.1 Wilayah Asministrasi Kawasan Perkotaan Karawang... 5 Tabel I.2 Kebutuhan Data... 7 Tabel I.3 Kriteria Penentuan Lahan Potensial... 9 Tabel II.1 Definisi Ruang Terbuka Hijau... 16 Tabel II.2 Jenis-jenis Ruang Terbuka Hijau... 18 Tabel II.3 Tujuan Ruang Terbuka Hijau... 20 Tabel II.4 Fungsi Ruang Terbuka Hijau... 21 Tabel II.5 Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau... 23 Tabel II.7 Kriteria Bentuk Hutan Kota... 31 Tabel II.8 Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Jumlah Penduduk... 34 Tabel II.9 Lebar Garis Sempadan Rel Kereta Api... 43 Tabel 11.10 Jarak Bebas Minimum SUTT dan SUTET... 44 Tabel II.11 Matriks Kajian Studi Terdahulu... 50 Tabel III.1 Wilayah Asministrasi Kawasan Perkotaan Karawang... 70 Tabel III.2 Penggunaan Lahan Perkotaan Karawang... 72 Tabel III.3 Jumlah Penduduk di Kawasan Perkotaan Karawang Tahun 2009-2013... 79 Tabel III.4 Proyeksi Penduduk Kawasan Perkotaan Karawang Tahun 2014-2034... 80 Tabel III.5 Lokasi Tempar Pemakaman Umum (TPU) Kawasan Perkotaan Karawang... 86 Tabel IV.1 RTH Publik di Kawasan Perkotaan Karawang Tahun 2013 (Eksisting)... 90 Tabel IV.2 Luas dan Kebutuhan RTH Taman Kota dan Lingkungan... 92 Tabel IV.3 Luas RTH Sempadan Rel Kereta Api... 94 Tabel IV.4 Luas RTH Jalur Hijau Jalan... 95 Tabel IV.5 Luas RTH Sempadan Sungai... 97 Tabel IV.6 Luas RTH Tempat Pemakaman Umum Tahun 2014-2034... 98 viii

Tabel IV.7 Rekapitulasi Luas Kebutuhan RTH Eksisting dan Rencana di Kawasan Perkotaan Karawang... 97 Tabel IV.8 Perbandingan Penyediaan dan Kebutuhan RTH di Kawasan Perkotaan Karawang Berdasarkan UU No 26 Tahun 2007... 100 Tabel IV.9 Perbandingan Penyediaan dan Kebutuhan RTH di Kawasan Perkotaan Karawang Berdasarkan Permen PU No 5/PRT/M/2008... 101 Tabel IV.10 Perbandingan Penyediaan dan Kebutuhan RTH di Kawasan Perkotaan Karawang Berdasarkan UU No 26 Tahun 2007 dan Permen PU No 5/PRT/M/2008... 101 Tabel IV.11 Luas Lahan Non Terbangun di Kawasan Perkotaan Karawang... 103 Tabel IV.12 Sebaran RTH Taman Kota dan Lingkungan di Kawasan Perkotaan Karawang... 106 Tabel IV.13 Rekapitulasi Analisis RTH... 114 Tabel IV.14 Rencana Pengembangan RTH Publik di Kawasan Perkotaan Karawang... 115 ix

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1 Peta Administrasi Kawasan Perkotaan Karawang... 10 Gambar 1.2 Kerangka Pemikiran... 10 Gambar 2.1 Pola Taman Hutan Kota Strata 2... 38 Gambar 2.2 Pola Taman Hutan Kota Strata Banyak... 38 Gambar 2.3 Contoh Tata Letak Jalur Hijau Jalan Pulau Jalan dan Median Jalan... 40 Gambar 2.4 Pola Taman Ruang Terbuka Hijau Jalur Pejalan Kaki... 41 Gambar 2.5 Contoh Pemanfaatan Vegetasi pada RTH di Bawah Jembatan Jalan Layang... 42 Gambar 2.6 Contoh Penanaman Vegetasi Pada Ruang Terbuka Hijau Sempadan Pantai... 47 Gambar 2.7 Contoh Penanaman Pada Ruang Terbuka Hijau Sumber Air Baku dan Mata Air... 48 Gambar 2.8 Contoh Pola Penanaman Pada Ruang Terbuka Hijau Pemakaman... 49 Gambar 3.1 Peta Keimiringan Kawasan Perkotaan Karawang... 73 Gambar 3.2 Peta Jenis Tanah Kawasan Perkotaan Karawang... 74 Gambar 3.3 Peta Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawasan Perkotaan Karawang... 75 Gambar 3.4 Peta Curah Hujan Kawasan Perkotaan Karawang... 76 Gambar 3.5 Peta Guna Lahan Kawasan Perkotaan Karawang... 77 Gambar 3.6 Peta Pola Ruang Kawasan Perkotaan Karawang... 78 Gambar 3.7 Grafik Jumlah Penduduk di Kawasan Perkotaan Karawang Tahun Tahun 2009-2013... 79 Gambar 3.8 Grafik Proyeksi Jumlah Penduduk Kawasan Perkotaan Karawang... 80 Gambar 3.9 RTH Taman Lingkungan di Kawasan Perkotaan Karawang... 82 Gambar 3.10 RTH Taman Kota di Kawasan Perkotaan Karawang... 83 Gambar 3.11 RTH Jalur Hijau Jalan Kawasan Perkotaan Karawang... 84 x

Gambar 3.12 RTH Sempadan Sungai Kawasan Perkotaan Karawang... 85 Gambar 3.13 RTH Ssempadan SUTET Kawasan Perkotaan Karawang... 86 Gambar 3.14 RTH Pekarangan Rumah di Perumahan Galuh Mas Kecamatan Telukjambe Barat... 87 Gambar 3.15 RTH Roof Garden Pemukiman di Kecamatan Karawang Barat... 88 Gambar 3.16 RTH Pekarangan Kantor Pemda Karawang... 89 Gambar 3.17 RTH Pekarangan Perdagangan dan Jasa di Jln Tuparev Kecamatan Karawang Barat... 89 Gambar 4.1 RTH Taman Kota dan Taman Lingkungan di Kawasan Perkotaan Karawang... 93 Gambar 4.2 RTH Sempadan Rel Kereta Api di Kawasan Perkotaan Karawang... 94 Gambar 4.3 RTH Jalur Hijau Jalan di Kawasan Perkotaan Karawang... 96 Gambar 4.4 RTH Sempadan Sungai Citarum dan Cibeet di Kawasan Perkotaan Karawang... 97 Gambar 4.5 Peta Lahan Non Terbangun Kawasan Perkotaan Karawang... 104 Gambar 4.6 Peta Lahan Potensial Kawasan Perkotaan Karawang... 105 Gambar 4.7 Peta Rencana Sebaran RTH Kecamatan Telukjambe Timur Tahun 2034... 108 Gambar 4.8 Peta Rencana Sebaran RTH Kecamatan Telukjambe Barat Tahun 2034... 109 Gambar 4.9 Peta Rencana Sebaran RTH Kecamatan Klari Tahun 2034... 110 Gambar 4.10 P eta Rencana Sebaran RTH Kecamatan Karawang Timur Tahun 2034... 111 Gambar 4.11 Peta Rencana Sebaran RTH Kecamatan Karawang Barat Tahun 2034... 112 Gambar 4.12 Peta Rencana Sebaran RTH Kawasan Perkotaan Karawang Tahun 2034... 113 xi

Gambar 4.13 Peta Arahan Pengembangan Sabuk Hijau (Greenbelt) Kawasan Perkotaan Karawang... 118 Gambar 4.14 Roof Garden Pemukiman... 120 Gambar 4.15 Green Wall... 121 xii