DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi sumber daya yang berkualitas tidak hanya dilihat secara fisik namun

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Komunikasi merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari-hari, bahkan

PENGANTAR PSIKOLOGI KLINIS DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. pada ketidakmampuan untuk mengendalikan fungsi motorik, postur/ sikap dan

Pengantar Psikologi Abnormal

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2015

Kuliah 3 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rosenbaum dkk, palsi serebral adalah gangguan permanen gerakan

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2013

KONSEP NORMAL & ABNORMAL

Hereditas dan Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. Periode lima tahun pertama kehidupan anak (masa balita) merupakan masa

MENGENAL ANAK TUNAGRAHITA. anak yang biasa-biasa saja, bahkan ada anak yang cepat. Yang menjadi persoalan dalam

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendeteksi secara dini disfungsi tumbuh kembang anak. satunya adalah cerebral palsy. Cerebral palsy menggambarkan

KONSEP DASAR GANGGUAN TINGKAH LAKU

TINJAUAN MATA KULIAH...

Deteksi Dini dlm Perkembangan. Oleh : Santi E. P., M.Si, Psi.

PSIKOLOGI PENDIDIKAN 1

SATUAN ACARA PERKULIAHAN-FAKULTAS PSIKOLOGI- UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI UMUM 2 * KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 3 SKS

BAB I PENDAHULUAN. terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

LAYANAN PSIKOLOGIS UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS. Komarudin Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN

BAB I PENDAHULUAN. yang bisa merangsang motorik halus anak. Kemampuan ibu-ibu dalam

BAB I PENDAHULUAN. berkembang secara optimal sesuai usianya, baik sehat secara fisik, mental,

BAB I PENDAHULUAN. tentunya akan menjadikan penerus bagi keturunan keluarganya kelak. Setiap anak

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan diarahkan pada meningkatnya mutu SDM yang berkualitas. Salah

BAB I PENDAHULUAN. khusus karena anak tersebut menandakan adanya kelainan khusus. Mereka

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN. By: IRMA NURIANTI. SKM, M.Kes

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Konteks assessment dan Klasifikasi Pemeriksaan Psikologis

PERSOALAN DEPRESI PADA REMAJA

PENG ANTAR TEORI ASESMEN*) Oleh: Dra. Herlina, Psi.

Pengembangan Kemampuan Berkomunikasi pada Anak Cerebral Palsy. Musjafak Assjari (PLB-FIP-UPI)

PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA ANAK KORBAN KEKERASAN. Suryo Dharmono

Pedologi. Batasan Pedologi Bidang Terapan. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi.

IDENTIFIKASI PENANGANAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN NON-NORMATIF

BAB I PENDAHULUAN. (Wong, 2009). Usia pra sekolah disebut juga masa emas (golden age) karena pada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kehadiran anak umumnya merupakan hal yang dinanti-nantikan

GAMBARAN POLA ASUH ORANGTUA PADA ANAK PENYANDANG EPILEPSI USIA BALITA DI POLIKLINIK ANAK RSUP.PERJAN DR. HASAN SADIKIN BANDUNG.

BAB I PENDAHULUAN. disabilitas intelektual dapat belajar keterampilan baru tetapi lebih lambat

1. PENDAHULUAN. Gambaran resiliensi dan kemampuan...dian Rahmawati, FPsi UI, Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Gangguan perkembangan seseorang bisa dilihat sejak usia dini, khususnya pada usia

Deskripsi Mata Kuliah Psikologi Perkemb 1: Psikologi perkembangan menjabarkan tentang perkembangan manusia, meliputi perkembangan fisik, perkembangan

BAB II TINJAUAN TEORI

Pertumbuhan dan perkembang anak dalam keluarga dari segi. kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. Remaja adalah bagian yang penting dalam masyarakat, terutama di negara

PENDIDIKAN BAGI ANAK AUTIS. Mohamad Sugiarmin

BAB I PENDAHULUAN. dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau

BAB I PENDAHULUAN. pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial yang

HUBUNGAN PENGGUNAAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) DENGAN PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA BULAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. terjadi pada pertengahan tahun 2008 karena penurunan ekonomi global.

BAB I PENDAHULUAN. pikiran dan perasaan kepada orang lain. 1. lama semakin jelas hingga ia mampu menirukan bunyi-bunyi bahasa yang

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITY of DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. harapan tersebut bisa menjadi kenyataan. Sebagian keluarga memiliki anak yang

PERAN ORANGTUA DALAM PENYESUAIAN DIRI ANAK TUNAGRAHITA. Oleh : Ria Ulfatusholiat ABSTRAKSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sempurna, ada sebagian orang yang secara fisik mengalami kecacatan. Diperkirakan

BAB I PENDAHULUAN. yang abnormal, gerakan tak terkendali, dan kegoyangan saat. dengan sifat dari gangguan gerakan yaitu spastic, athetoid,

CLINICAL CHILD PSYCHOLOGY ISU UNIK PADA PSIKOLOGI KLINIS ANAK

Pedologi. Review Seluruh Materi. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 GAMBARAN POLA ASUH

Penyuluhan Perkembangan Anak Usia Dini dan Anak Hyperactive Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Chr Argo Widiharto, Suhendri, Venty.

GAMBARAN PERKEMBANGAN BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR KABUPATEN JOMBANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berarti. Anak datang menawarkan hari-hari baru yang lebih indah, karena

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan perkembangannya (Hariweni, 2003). Anak usia di bawah lima tahun (Balita) merupakan masa terbentuknya

Mengenali Perkembangan Balita

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan setiap manusia sejak mulai meninggalkan masa kanak-kanak

BAB I PENDAHULUAN. persallinan, bayi baru lahir, dan masa nifas.

HAKIKAT ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Inklusi dan Anak Berkebutuhan Khusus

BAB 1 PENDAHULUAN. karena itu penggunaan komputer telah menjadi suatu hal yang diperlukan baik di

BINA PRIBADI DAN SOSIAL

Brain Development in Infant Born with Small for Gestational Age

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Lintas Budaya

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika

KEMAMPUAN KOGNITIF & HAMBATANNYA BAHAN KULIAH KE 4 PPS-PLB. Dr.Mumpuniarti, M Pd.

Modul ke: Pedologi. Skizofrenia. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

MENGATASI PERMASALAHAN PERILAKU ANAK PENYANDANG AUTISME DENGAN METODE APPLIED BEHAVIOUR ANALYSIS (ABA) DI TK PERMATA BUNDA SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa pra sekolah merupakan tahap

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan perilaku maupun sikap yang diinginkan. Pendidikan dapat

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana. tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain,

BAB I PENDAHULUAN. Kejang merupakan masalah neurologi yang paling sering kita jumpai pada

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Destalya Anggrainy M.P, 2013

Transkripsi:

DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM: Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa mampu memahami alasan perlunya melakukan deteksi dini dalam perkembangan, permasalahan, dan pendekatan yang digunakan dalam melakukan deteksi dini. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS: 1. Mahasiswa dapat menjelaskan alasan-alasan pentingnya melakukan deteksi dini dalam perkembangan 2. Mahasiswa dapat menjelaskan permasalahan-permasalahan yang ada dalam melakukan deteksi dini dalam perkembangan 3. Mahasiswa dapat menyebutkan pendekatan yang digunakan untuk melakukan deteksi dini salam perkembangan MATERI: Hampir 15-18% anak-anak di AS mengalami gangguan perkembangan atau tingkah laku, 7-10% gagal melanjutkan ke sekolah lanjutan, dan 1 dari 4 anak mengalami masalah psikososial yang serius (Glascoe, 2000). Menurut Dubos, dkk (Dworkin, 2001), prevalensi yang tinggi dari masalah-masalah yang ditemukan dalam praktek pediatrik adalah: kesulitan belajar khusus (specific learning dissability), hendaya bicara/bahasa (speech/language impairment), keterbelakangan mental (mental retardation), cerebral palsy, hendaya pendengaran (hearing impairment), dan gangguan emosional serius (serious emotional disturance). Sifat dari masalah perkembangan menambah tantangan dalam melakukan deteksi dini. Simptomsimptom pada anak-anak seringkali tak tampak dan sulit dibedakan dari perkembangan normal. Sebagai contoh, sebagian besar anak yang memiliki kesulitan mampu berbicara, tetapi mereka tidabk berbicara dengan baik. Mereka juga bisa membaca, tapi tidak membaca dengan baik. Demikian pula halnya dengan anak-anak yang memiliki masalah perhatian dan tingkah laku yang serius, mereka tetap mampu menurut dan memusatkan perhatian selama pemeriksaan singkat. Perkembangan juga merupakan suatu target yang bergerak. Gangguan perkembangan berkembang sebagaimana perkembangan yang normal. Tidaklah mungkin untuk menentukan bahwa seorang anak berumur 12 bulan yang memiliki hendaya bahasa hingga perbendaharaan kata dan kombinasi kata gagal untuk tampil atau tampil hanya dalam keadaan lemah. Kesulitan belajar dan gangguan pemusatan perhatian jarang terdeteksi sampai umur 4-7 tahun, saat siswa mulai dihadapkan pada pelajaran membaca dan tugas-tugas akademik terstruktur lainnya. RASIONAL Penanganan gangguan atau abnormalitas perkembangan (termasuk anak-anak gifted atau memiliki kelebihan lain) perlu dilakukan sesegera dan setepat mungkin. Namun ketepatan penanganan itu

juga sangat tergantung pada deteksi dini, yang memiliki syarat yaitu ahli yang melakukan deteksi tersebut harus mengetahui bagaimana mengidentifikasi secara tepat dan cepat pasien/anak yang memiliki gangguan. Ada beberapa alasan tentang mengapa deteksi dini perlu dilakukan (Dworkin, 2001): 1. Masa kanak-kanak awal memiliki pengaruh kritis pada keberhasilan sekolah di masa berikutnya. 2. Otak yang belum terdiferensiasi pada anak-anak yang masih kecil masih mudah untuk menerima intervensi. 3. Kesempatan untuk mencegah masalah sekunder, misalnya masalah pada harga diri dan keyakinan diri. 4. Memberikan keuntungan-keuntungan: bagi penyandang cacat fisik dan keterbelakangan mental, bisa meningkatkan fungsi keluarga bagi lingkungan yang bermasalah, bisa menurunkan kejadian tidak naik kelas, menurunkan kebutuhan layanan pendidikan khusus, menurunkan tingkat DO dari sekolah. 5. Memperjelas gambaran pengaruh yang merugikan: Interaksi bayi-orangtua yang merugikan PERMASALAHAN Beberapa hambatan dalam melakukan deteksi dini, terutama berkaitan dengan: a. Siapa (profesi) yang melakukan deteksi tersebut. Profesi yang berbeda menitikberatkan faktor yang berbeda pula dalam melakukan deteksi dini: Para ahli medik lebih menekankan pada aspek fisik dan fisiologis. Para ahli psikologi lebih menekankan pada aspek sosial emosional Para ahli pendidikan lebih menekankan pada aspek keberhasilan belajar di sekolah Perbedaan di atas berdampak pada teknik dan alat yang digunakan dalam deteksi dini. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antara berbagai ahli agar deteksi dini bisa memberikan hasil yang tepat dan komprehensif. b. Keterbatasan alat screening: Seringkali alat screening tidak praktis dan terlalu panjang untuk digunakan secara rutin Isu reliablitas Isu validitas Norma yang kurang tepat Menurut Dubos, dkk (1994) hanya 30% dari ahli kesehatan anak yang menggunakan alat screening formal. PENDEKATAN

A. Nosologi Pendekatan yang biasanya digunakan dalam melakukan deteksi dini adalah sebagai berikut: Pendekatan ini banyak dipakai oleh psikiater - Kata Kunci: keadaan patologis penyakit - Genesis/Penyebab: patogenesis pola biologis - Info yang perlu dicari: simptom/sindrom (simptom yang menetap dan bersifat universal) - Metode: Interviu klinis ada karakteristik yang berkaitan dengan rasa sakit/penyakit, yaitu: merasa kurang bebas, ada disfungsi, ada polaritas antara sakitsehat, ada diskontinuitas. Bagaimana simptom/sindrom itu berkembang, misalnya apakah Ibu- Ayah memiliki hubungan keluarga dekat, kapan ibu melahirkan B. Psikodinamik - Kata Kunci: Kelainan perkembangan - Genesis/Penyebab: Psikogenesis (kelainan psikologis) Konflik intrapsikis, yaitu adanya guilty feeling akibat adanya SE anxiety dan Id anxiety - Info yang perlu dicari: Pola psikodinamika (interrelasi struktur kepribadian dengan dunia luar) - Metode: Interviu klinis Tes proyeksi Observasi klinis Asosiasi bebas C. Behavioral - Kata Kunci: Penyimpangan tingkah laku - Genesis/Penyebab: Antecedents dan consequences (kejadian-kejadian sebelum gangguan tingkah laku terjadi dan akibat gangguan tingkah laku tersebut) - Info yang perlu dicari: Analisis fungsional Melihat behavior style, yaitu karakteristk temperamen

- Metode: Observasi tingkah laku overt Interviu D. Interaksional/Transaksional - Kata Kunci: Gangguan komunikasi - Genesis/Penyebab: Gangguan interaksi sosial Gangguan dalam mutual dependency to each other dalam keluarga - Info yang perlu dicari: Melihat pola hubungan komunikasi dan proses komunikasi - Metode: Observasi interaksi yang aktual Melihat the whole system of the family, terutama bagaimana tiap anggota keluarga bertingkah laku terhadap anggota keluarga lainnya. Menganalisis hubungan intra keluarga yang memungkinkan timbulnya tingkah laku bermasalah Melihat situasi aktual, tidak melihat etiologi (sejauh mana kelainan tingkah laku) Interviu perasaan E. Ekologi - Kata Kunci: Krisis, gangguan dalam ekosistem - Genesis/Penyebab: Ada disequilibrium antara anak dengan lingkungan Ada gangguan interaksi antara anak dengan lingkungan - Info yang perlu dicari: Mencari keterangan mengapa terjadi krisis. Simptom-simptom yang tampak. - Metode: Analisis: keluhan, posisi anak dalam ekosistem, situasi Analisis komunikasi kognitif HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGUMPULAN INFORMASI A. Interviu Klinis 1. Faktor Genetik : kromosom, bahan-bahan biokimia 2. Faktor Prenatal: nutrisi ibu semasa hamil, usia ibu dan paritas (jumlah dan jarak kehamilan), infeksi bakteri/virus, disungsi ibu (obesitas, toxemia), obat-obatan dan zat addiktif, faktor psikologis (trauma emosi)

B. Tes 3. Faktor Perintal (saat kelahiran): anoxia (kekurangan O2), prematuritas/ postmaturitas, birth injury. 4. Faktor Postnatal: bakteri/infeksi lainnya, rudapaksa kepala (head injury), tumor, acun 5. Faktor demografi: JK, usia, urutan keluarga 6. Faktor sosial psikologis: tinggal di panti, hubunan orangtua-anak. Gunakan tes hanya jika dipandang perlu, misalnya tes inteligensi, visual motorik, dan sebagainya. C. Obsevasi tingkah laku Observasi tingkah laku langsung dan didasarkan pada informasi yang diperoleh dari rujukan, checklist, atau interviu. Metode observasi: - dilakukan secara individual - dilakukan tiap hari/ hari tertentu - melihat frekuensi tingkah laku - interval recording, misalnya ada atau tidak perilaku muncul dalam interval 15-20 menit - duration, yaitu lamanya waktu antara munculnya sampai hilangnya tingkah laku bermasalah. BUKU SUMBER: Frakenburg, W.R., Emde, R.N., Sullivan, W.J. 1985. Early Identification of Children at Risk. New York: Plenum Press. Houghughi, M. 1992. Assesing Child and Adolescent Disorder. London: Sage Publisher. Mash, Eric J., David A Wolfe. 2005. Abnormal Child Psychology, 3 rd ed. California: Thomson Wadworth. -. 1988. Diktat Kuliah Psikopatologi Anak. Universitas Indonesia: Fakultas Psikologi.