BAB II URAIAN TEORITIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KAJIAN PUSTAKA. menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat, dan juga

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KONSEP DAN KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. sebagai lembaga keuangan yang kegiatan nya tidak terlepas dari transaksi

BAB II LANDASAN TEORI. menerbitkan promes atau yang dikenal dengan nama Banknote (uang kertas). Kata

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. pendapatan rata-rata masyarakat pada wilayah tersebut. Dalam menghitung

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. suatu bank adalah untuk pencapaian profitabilitas yang maksimal, maka perlu

BAB I PENDAHULUAN. kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam

BAB II LANDASAN TEORITIS

Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan: Peserta PPG kompeten dalam menganalisis Pendapatan Nasional.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KINERJA PERBANKAN 2008 (per Agustus 2008) R e f. Tabel 1 Sumber Dana Bank Umum (Rp Triliun) Keterangan Agustus 2007

BAB I PENDAHULUAN. satunya ialah kredit melalui perbankan. penyediaan sejumlah dana pembangunan dan memajukan dunia usaha. Bank

BAB I PENDAHULUAN. bagi hasil. Balas jasa atas modal diperhitungkan berdasarkan keuntungan atau

Pendapatan Nasional (National Income)

Ronny Kusnandar ISSN Nomor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN. yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Harga Saham Perusahaan-Perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta, hasil

II. LANDASAN TEORI. atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

MANAJEMEN PERBANKAN. By : Angga Hapsila, SE.MM

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KONDISI PERUSAHAAN. 2.1 Pengertian, Fungsi, Jenis, Peran dan Usaha Bank

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pembiayaan atau pembayaran baik dalam menghimpun dana maupun lembaga. yang melancarkan arus uang dari masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang

PENDAPATAN NASIONAL. Model circular flow membagi perekonomian menjadi empat sektor:

BAB I PENDAHULUAN. lembaga keuangan yang aman untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pendapatan regional adalah tingkat (besarnya) pendapatan masyarakat pada

BAB II KERANGKA TEORI

abungan, baik dalam rupiah giro valuta

BAB II LANDASAN TEORI. yang semakin terhadap banco-banco ini, maka orang bukan saja menukarkan uang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ekonomi K-13 PENDAPATAN NASIONAL K e l a s A. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL Semester 1 Kelas XI SMA/MA K-13 Tujuan Pembelajaran

INDIKATOR MAKROEKONOMI KABUPATEN PAKPAK BHARAT

L A M P I R A N. Kantor Bank Indonesia Ambon 1 PERTUMBUHAN TAHUNAN (Y.O.Y) PDRB SEKTORAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ekonomi Kelas X BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK KTSP & K-13 A. Pengertian Bank Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara. sangatlah besar. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai

BAB II LANDASAN TEORI. dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. perbankan dapat dikatakan indikator utama kemajuan ekonomi bangsa. PD.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan,

BAB I PENDAHULUAN. Besar Haluan Negara (GBHN), dipaparkan secara tegas bahwa pembangunan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Usaha Mikro dan Kecil (UMK), yang merupakan bagian integral. dunia usaha nasional mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang

PENDAHULUAN. Menurut Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan diperbaharui dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non. membutuhkan kajian teori sebagai berikut:

Kegiatan- kegiatan tersebut dapat dijelaskan pada gambar berikut:

aruhi Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar

Metodologi Pengertian Produk Domestik Regional Bruto Beberapa Pendekatan Penyusunan PDRB

KLIPPING BANK OLEH : NUR. FRATIWI KELAS : X IPS 4

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Bank

PERBANDINGAN PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN MUDHARABAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN PADA PT. BANK MANDIRI

Sumber Dana Bank dan Aktivitas Perbankan

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 /

No. Sektor No. Sektor No. Jenis Penggunaan

BAB I PENDAHULUAN. itu, setiap perusahaan harus berusaha meningkatkan pelayanan ( services)

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional

BAB II LANDASAN TEORITIS

SEKTOR MONETER, PERBANKAN DAN PEMBIAYAAN BY : DIANA MA RIFAH

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2007

RUANG LINGKUP PERBANKAN KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN, MANAJEMEN, 2 SKS

BAB I PENDAHULUAN. sektor tersebut mempunyai andil dalam menambah devisa negara dan

MODUL SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA (2 SKS) BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA & KONSEP SYARIAH. Oleh : Feni Fasta, SE, M.Si

LANDASAN TEORI. konsumen untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginan dari masing-masing

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran dan tidak kalah

BAB II LANDASAN TEORI. maupun lembaga yang melancarkan arus uang dari masyarakat.

NERACA PEMBAYARAN, PENDAPATAN NASIONAL, GDP DAN GNP

BAB I PENDAHULUAN. hasil kerja pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya. Pertumbuhan ekonomi

% yoy. Jan*

PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL. Minggu 3

BAB I PENDAHULUAN. bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas

BAB I PENDAHULUAN. Bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah

BAB I PENDAHULUAN. modal untuk kelancaran usahanya. Perkembangan perekonomian nasional dan

BAB II LANDASAN TEORI. Berikut ini adalah terdapat beberapa jenis bank yang di Indonesia :

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Prosedur dapat didefinisikan sebagaai suatu urutan pekerjaan (clerical), biasanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 10 tahun 1998 bahwa yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dari dan menyalurkan ke dalam masyarakat.

Pengantar Makro Ekonomi. Pengantar Ilmu Ekonomi

Transkripsi:

10 BAB II URAIAN TEORITIS 2.1. Bank 2.1.1. Definisi Bank Bank sebagai suatu wahana yang dapat menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien, yang dengan berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian dan mendukung pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Sektor perbankan merupakan salah satu sektor ekonomi yang berperan aktif dalam pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan peran serta dana masyarakat dalam pembiayaan pembangunan. Sesuai dengan tujuan dari perbankan Indonesia yang tercantum dalam undang-undang perbankan No. 10 tahun 1998 pasal 4 yang berisikan perbankan nasional betujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat. Menurut undang-undang pokok perbankan nomor 7 tahun 1992, dan ditegaskan lagi dengan keluarnya undang-undang Nomor 10 tahun 1998 maka yang

11 dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran Bank umum sebagai lembaga intermediasi keuangan memberikan jasa-jasa keuangan baik kepada unit surplus maupun kepada unit deficit. Bank umum memiliki fungsi pokok sebagai berikut : 1. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi. 2. Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat 3. Menawarkan jasa-jasa keuangan lain 2.1.2. Jenis Bank Dilihat dari Segi Fungsinya 1. Bank Umum ( BPR ) Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prisnip syari ah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu-lintas pembayaran.

12 2. Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang menjalankan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syari ah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR lebh sempit dibandingkan Bank Umum. BPR dilarang menerima simpanan giro, tidak diperkenankan ikut kliring serta transaksi valas. Dari Segi Kepemilikannya 1. Bank Milik Pemerintah Bank yang mana akte pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. 2. Bank Milik Swasta Nasional Bank yang seluruh atau sebagian besar dimiliki swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu juga dengan pembagian keuntungan diambil oleh swasta pula. 3. Bank Milik Asing Cabang dari bank di luar negeri baik milik swasta asing maupun pemerintah asing suatu Negara.

13 4. Bank Campuran Bank yang kepemilikan sahamnya dimilik oleh pihak asing dan pihak swasta nasional dimana kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga Negara Indonesia. Dilihat dari Segi Status 1. Bank Devisa Bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan misal transfer ke luar negeri, Pembukaan dan pembayaran letter of credit dan transaksi luar negeri lainnya 2. Bank Non Devisa Bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri seperti yang dilakukan oleh bank devisa. Dilihat dari Segi Cara Menentukan Harga 1. Bank yang berdasarkan Prinsip Konvensional 2. Bank berdasarkan Prinsip Syari ah

14 2.1.3. Sumber Dana Bank Umum Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat. Cost of fund merupakan cerminan dari suku bunga deposito, giro dan tabungan. Dana ini kemudian digunakan oleh bank untuk membiayai kegiatan bank. Suku bunga tabungan dan giro yang tercatat di papan bank sekitar 2-3 persen pertahun. Sedangkan deposito berjangka waktu satu bulan 7-8 persen per tahun. Bahkan untuk deposito bernilai besar, bank sanggup menawarkan bunga hingga 12 persen pertahun. Secara garis besar sumber dana bank dapat diperoleh dari 1. Dari Bank itu Sendiri Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri ( modal sendiri ) maksudnya adalah dana yang diperoleh dari dalam bank. Peroleh dana ini biasanya digunakan apabila bank mengalami kesulitan untuk memperoleh dana dari luar. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari 1. Setoran modal dari pemegang saham yaitu merupakan modal dari para pemegang saham lama atau pemegang saham baru 2. Cadangan laba yaitu merupakan laba yang setiap tahun dicadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan

15 3. Laba bank yang belum dibagi merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham 2. Dari Masyarakat Luas Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional bank. Sumber dana ini ini terdiri dari 1. Simpanan giro 2. Simpanan tabungan 3. Simpanan deposito 3. Dari Lembaga Keuangan Lain Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana yang pertama dan kedua diatas. Sumber dana ini dapat diperoleh dari 1. BLBI 2. Pinjaman antar bank 3. Pinjaman dari bank luar negri 4. Surat berharga pasar uang

16 2.2. Tabungan 2.2.1. Definisi Tabungan Tabungan sendiri dapat didefinisikan sebagai bagian dari pendapatan tahun ini yang tidak dibelanjakan atau digunakan untuk konsumsi (Nopirin, 1996: 51). Tabungan dapat dijelaskan dalam persamaan berikut ini : Y = C + S (2.1) S = Y C.... (2.2) Dimana : S = tabungan Y = pendapatan C = konsumsi Tabungan disebut juga sebagai dana murah karena bunganya relatif rendah. Tabungan memilik peranan yang cukup penting dalam pembangungan suatu daerah mengingat tabungan merupakan salah satu sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank. 2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2.3.1. Definisi PDRB PDRB adalah nama yang diberikan kepada total nilai nominal barang barang dan jasa jasa yang dihasilkan suatu daerah selama periode 1 (satu) tahun atau

17 tertentu. PDRB digunakan untuk berbagai tujuan, tetapi yang terpenting adalah untuk mengukur kinerja perekonomian secara keseluruhan. Data PDRB menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Perekonomian suatu wilayah terbentuk dari berbagai macam aktivitas/kegiatan ekonomi yang timbul di wilayah tersebut. Kegiatan ekonomi dikelompokkan ke dalam sembilan sektor/lapangan usaha. Adanya perbedaan geografis maupun potensi ekonomi yang dimiliki suatu daerah menggambarkan keadaan sektor-sektor ekonomi yang menentukan dan berpengaruh di daerah tersebut. 2.3.2. Metode Penghitungan PDRB Metode Penghitungan Atas Dasar Harga Berlaku Metode penghitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat dihitung melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu : Pendekatan Produksi, Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Pengeluaran. a. Metode Produksi. Metode produksi digunakan untuk menentukan besarnya pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai produksi yang dihasilkan oleh sektor sektor produktif. Di Indonesia ada 9 sampai dengan 11 sektor yang merupakan lapangan pekerjaan (produktif), yaitu sebagai berikut : 1. Pertanian

18 2. Pertambangan dan penggalian 3. Industri pengolahan. 4. Listrik, gas dan air bersih 5. Bangunan 6. Perdagangan, restoran dan hotel 7. Pengangkutan dan komunikasi 8. Keuangan, persewaan bangunan dan jasa perusahaan 9. Jasa jasa Secara matematis, metode produksi dapat dituliskan dalam suatu persamaan sebagai berikut : Y = Σ Pqn.Qin Y = Pq 1.Q 1 + Pq 2.Q 2 + Pq 3.Q 3.Pq 9.Q 9 Dimana : Pqn = harga produk dari sector n Q 1,Q 2,Q 3 = jumlah produk dari masing masing sektor Dalam perhitungan ini dimungkinkan adanya perhitungan ganda, untuk menghindari terjadinya perhitungan ganda tersebut maka dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah atau value added dari masing masing sektor produksi atau menjumlahkan nilai akhir dari hasil produksi sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut : Y = ΣNTB 1-9 = NTB1+ NTB2 +.. NTB9

19 b. Metode Pendapatan. Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari faktor faktor produksi dalam perekonomian, yaitu manusia (tenaga kerja), modal, tanah dan skill. Bila tenaga kerja menghasilkan upah (wages = W), modal menghasilkan bunga (interest = I), tanah menghasilkan sewa (rent = R), dan skill menghasilkan (profit = P) yang persamaan secara matematis adalah sebagai berikut : Y = Y W + Y I + Y R + Y P c. Metode Pengeluaran/Penggunaan Metode ini mencoba menghitung dengan menjumlahkan semua pengeluaran, baik yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen ( C ), rumah tangga swasta/perusahaan (I),rumah tangga pemerintah (G) dan luar negeri Ekspor Netto (X - M) yang secara matematis dinyatakan sebagai berikut : Y = C + I + G + (X M) Metode Penghitungan Atas Dasar Harga Konstan Metode penghitungan PDRB atas dasar harga konstan dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu : metode revaluasi, ekstrapolasi dan deflasi. a. Revaluasi yaitu perkalian kuantum produksi tahun yang berjalan dengan harga tahun dasar (tahun 1993), menghasilkan langsung PDRB ADHK.

20 Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut : Output k,t = Produksi t x Harga o NTB k,t = Output k,t x Rasio NTB o b. Ekstrapolasi yaitu dengan cara mengalikan nilai tahun dasar dengan suatu indeks kuantum dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut : Output k,t = Output k,o x (IKP t /100) NTB k,t = Output k,t x Rasio NTB o c. Deflasi yaitu dengan cara membagi nilai pada tahun berjalan dengan suatu indeks harga dibagi 100. Dalam rumus dapat dinyatakan sebagai berikut : Output k,t = Output b,t /(IH t /100) NTB k,t = Output k,t x Rasio NTB o 2.4. Pendapatan perkapita Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah wilayah. Semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur wilayah tersebut.

21 Pendapatan per Kapita (per capita income) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut. Dengan demikian, pendapatan per kapita dari suatu daerah dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: PDRB per Kapita = PDRB tahun t Jumlah Penduduk tahun t 2.5. Suku Bunga 2.5.1. Definisi Suku Bunga Bunga merupakan hal penting bagi bank dalam penarikan tabungan dan penyaluran kreditnya. Penarikan tabungan dan penyaluran kredit selalu dihubungkan dengan tingkat suku bunganya. Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan penarik bagi nasabahnya berupa balas jasa yang menarik dan menguntungkan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan bagi hasil untuk bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kemudian penarikan lainnya dapat berupa cendra mata, hadiah, undian, atau balas jasa lainnya, semakin beragam

22 dan menguntungkan balas jasa yang diberikan, maka akan menambah minat masyarakat untuk menyimpan uangnya. Jadi, Suku bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas investasinya. Suku bunga mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan. 2.5.2. Jenis Suku Bunga Berdasarkan kegiatan bank dalam menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat (dalam hubungannya dengan nasabah), maka suku bunga yang dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis yaitu: a. Bunga Simpanan Bunga Simpanan adalah bunga yang diberikan sebagai rangsangan atas balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank yang merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabahnya. Contohnya : giro, bunga tabungan, dan bunga deposito b. Bunga Pinjaman Jika menurut sejarah perkreditan berasal dari ungkapan jiwa tolong-menolong tanpa pamrih, akhirnya perkembangan ekonomi modern menjuruskan orang untuk berpikir pada penghargaan uang, waktu dan jasa. Timbullah

23 perhitungan sewa modal berupa bunga yang tinggi rendahnya mengikuti dalil ekonomi, yaitu penawaran dan permintaan. 2.5.2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Suku Bunga Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga adalah sebagai berikut : 1. Kebutuhan Dana Apabila bank kekurangan dana, sementara permohonan pinjaman meningkat, maka yang dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga simpanan. 2. Persaingan Dalam memperebutkan dana simpanan, pihak perbankan harus memperhatikan pesaing. Dalam artian jika bunga simpanan rata-rata 6% maka, jika hendak membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan dinaikkan diatas bunga pesaing. 3. Kebijakan Pemerintah Dalam arti baik untuk bunga simpanan tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 4. Target laba yang diinginkan Sesuai dengan target laba yang diinginkan, jika laba diinginkan besar maka bunga simpanan kecil namun bunga pinjaman besar dan sebaliknya.

24 5. Jangka Waktu Semakin panjang jangka waktu, maka semakin tinggi bunganya, dan sebaliknya jika simpanan jangka pendek, maka bunganya relatif lebih rendah. Suku bunga merupakan salah satu dari variable yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk menabung. Namun, ada factor-faktor lain yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi masyarakat untuk menabung. Beberapa faktor berikut yang mempengaruhi untuk memiliki rekening tabungan adalah : a. Jaminan keamanan serta keyakinan dan kepercayaan pada tempat menyimpan tabungan, dengan kata lain, faktor kepercayaan. b. Likuiditas dari pilihan tabungan. Akses yang cepat atas simpanan, khususnya, sangat penting bagi masyarakat bilamana terjadi keadaan darurat dan peluang investasi muncul secara tiba-tiba. c. Biaya transaksi, misalnya biaya pembukaan dan penutupan rekening tabungan. Waktu yang terbuang untuk pergi ke lembaga keuangan, mengantri, dan menyelesaikan urusan surat-menyurat dapat mengakibatkan biaya tinggi yang membuat pendapatan yang tampaknya positif ternyata menjadi negatif. Dengan terpaksa penabung kecil akan lebih memilih cara tidak formal dalam menabung.