BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan pendekatan penelitian analisis-kualitatif yaitu penelitian yang temuantemuannya

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sendiri. Penelitian terkait judi online pada kalangan

BAB III METODE PENELITIAN. perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan

BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. bersifat faktual secara sistematis dan akurat. Sebagaimana dinyatakan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. kriteria pengambilan data yang akan dilakukan. untuk mengumpulkan data-data sekaligus untuk dianalisis lebih

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Boyolali yang terletak di jantung Kota Boyolali merupakan salah satu pasar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa SPBU di atas adalah SPBU yang

BAB III METODE PENELITIAN. Pandanan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. yaitu bulan Oktober sampai bulan Desember 2012.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. (SMA) Muhammadiyah 1 Karanganyar yang beralamat di Jl. Brigjen Slamet

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di TK Negeri Pembina Kihajar Dewantoro Kecamatan Kota

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena, mengumpulkan informasi dan menyajikan hasil penelitian pada

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini masalah yang sedang diteliti yaitu mengenai peran tutor paud dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan AR-Rahman dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Moleong (2001 ; 112 ) mengatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan lokasi di Panti asuhan ini

BAB III METODE PENELITIAN. rawan terjadi praktek ketidaksetaraan gender dalam kepengurusannya, maka

III. METODE PENELITIAN. data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti. 1 Pemilihan lokasi atau site selection

BAB III METODE PENELITAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab III ini, akan dibahas subbab-subbab sebagai berikut: (1) Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. 22) metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pacitan. Pemilihan lokasi penelitian ini karena SMAN 1 Ngadirojo. berbagai prestasi yang diraih oleh siswa dan guru.

BAB III METODE PENELITIAN. menggambarkan lebih jauh mengenai proses strategi komunikasi

BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. lokasi ini karena secara geografis mudah dijangkau sehingga memudahkan dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research),

BAB III METODE PENELITIAN. Mungkid, Kabupaten Magelang. Dipilihnya lokasi ini sebagai tempat

BAB III METODE PENELITIAN. tenaga kerja wanita (TKW) ini dilaksanakan di desa Citembong,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. terlaksananya kegiatan komunitas IBLBC yang dilakukan di sekitaran Panahan,

Moleong (2012: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Bab III ini akan membahas langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap ritual sebagai syarat pengambilan sarang burung walet terletak di

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Lokasi penelitian adalah tempat dimana seorang peneliti melakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemanfaatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. holistic dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa,

BAB in METODOLOGI PENELITIAN. dipergunakan, dengan ditentukannya metode penelitian, maka akan memandu seorang

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif. Tipe deskriptif adalah tipe

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. kelompok, atau situasi. Menurut Smith, sebagaimana dikutip Lodico,Spaulding

BAB III METODE PENELITIAN. secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat

BAB III METODE PENELITIAN. Saebani (2008 : 123) menyatakan sebagai berikut: Penelitian dilakukan di MAN Yogyakarta 3, yang terletak di Jl.

METODE PENELITIAN. lazim dipakai dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenoligis.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam. penelitian ini layak untuk diuji kebenarannya.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang yang terletak di

BAB III METODE PENELITIAN. Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELTIAN. variabel (Kriyantono, 2006:69). Hal ini berarti bahwa peneliti terjun langsung

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kota Pontianak dan faktor-faktor yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pemuda Hijau Indonesia) regional Yogyakarta ini menggunakan metode

BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Modinan masih melestarikan tradisi Suran Mbah Demang.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan tertentu. Sebagaimana yang dikemukakan Sugiyono (2012:3) bahwa,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Fenomena Kehidupan Anak Pekerja Ojek Payung di

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan

Transkripsi:

66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian analisis-kualitatif yaitu penelitian yang temuantemuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Penelitian kualitatif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat dengan tujuan untuk membuat telaah, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran yang lengkap mengenai proses penelitian ini. Menurut Bogdan dan Biklen (1982:88), ciri khusus dari suatu penelitian kualitatif adalah: 1. Penelitian kualitatif mempunyai latar yang alami sebagai sumber data dan peneliti dipandang sebagai instrumen kunci, 2. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, 3. Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata, 4. Penelitian kualitatif cenderung menganalisa data secara induktif, dan 5. Makna merupakan soal esensial dalam rancangan penelitian kualitatif. Sejalan dengan ini, Latunussa (1988: 55) menambahkan bahwa penelitian kualitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai hakikat gejala, atau pertanyaan mengenai apa itu, atau mendeskripsikan tentang apa itu. Bogdan dan Tylor (dalam Furchan, 1992: 21) menjelaskan bahwa metode kualitatif merupakan suatu prosedur 66

67 penelitian yang menghasilkan deskripsi, ucapan atau tulisan, dan perilaku yang dapat diamati dari orang-orang (subjek) itu sendiri. Penggunaan penelitian kualitatif ini dipandang tepat, karena beberapa alasan, yaitu: 1. Ditinjau dari segi tujuan penelitian, lebih sesuai dengan pendekatan kualitatif; 2. Objek yang akan diteliti berupa gejala yang memerlukan analisis mendalam dan tidak mudah diungkap hanya dalam bentuk studi sepintas; 3. Untuk mengkaji program diperlukan kajian terhadap situasi yang bersifat alami, situasi yang sebenarnya terjadi, tanpa campur tangan peneliti; 4. Penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini. B. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Provinsi Gorontalo. Agar hasil penelitian dapat mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Rancangan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memahami dan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam penelitian. Peneliti memilih Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Provinsi Gorontalo dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa berlokasi dekat dengan tempat tinggal peneliti; peneliti kenal baik dengan pengurus dan mudah dijangkau dalam pencarian data dan observasi. Penentuan lokasi ini juga didasarkan pertimbangan bahwa karakteristik masyarakat yang kompleks, berasal dari berbagai karakter dan sifat yang berbedabeda. Sifat dan karakter tersebut memberikan warna dalam pekerjaan dan aktivitas. Permasalahan lain yang menjadi pertimbangan yaitu kehidupan

68 masyarakat, di antaranya: hubungan sosial, kebutuhan ekonomi, permasalahan keluarga, dan lain-lain. Keadaan yang diuraikan tersebut, lokasi ini sebagai tempat yang menarik untuk diteliti. Untuk masuk kelokasi tersebut peneliti melakukan komunikasi dengan pengelola yang dilanjutkan dengan melakukan tahap uji pengamatan lapangan dan mengikuti penyelenggaraan program yang terkait dengan penelitian. Hal ini cukup beralasan karena peneliti tidak dapat menerka dan meramalkan sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan atau apa yang terjadi di lapangan. Hal itu baru dapat diketahui setelah peneliti terjun di lapangan dan berinteraksi secara langsung dengan kenyataan yang ada. C. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Kedudukan peneliti sangat penting karena ia adalah sebagai perencana, sekaligus pelaksana pengumpul data, analis dan penafsir data, dan sebagai pelapor hasil penelitiannya. Seluruh data dan informasi, selain dikumpulkan melalui kegiatan pengamatan pada latar, juga melalui wawancara. pada umumnya dilakukan secara informal mengingat subyek telah mengenal peneliti dan tim, sehingga memungkinkan kegiatan ini dapat berinteraksi secara alamiah. Keberadaan peneliti pada latar penelitian sangat menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam melakukan penelitian. Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan pendekatan awal (pra entri). Data adalah hasil pencatatan penelitian, baik berupa fakta ataupun angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi (Arikunto, 1998:

69 90). Data yang digali dalam penelitian ini secara umum merupakan data kualitatif. Menurut Miles dan Huberman (1992: 7), data kualitatif adalah data yang berwujud kata-kata, ujaran-ujaran atau peristiwa. Sumber data adalah subjek data yang dapat diperoleh (Arikunto, 1998:96). Sumber data dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sumber data berupa orang (person), sumber data berupa tempat atau benda (place), dan sumber data berupa simbol (paper). Dengan demikian, secara garis besar sumber data berupa manusia dan non manusia (peristiwa atau benda).

71 KISI-KISI PENELITIAN No Tujuan Variable Indikator 1 Mengetahui perencanaan dari pelatihan teknis bagi Pamong Belajar tersebut Tujuan Pamong Belajar Analisis Kebutuhan Pendekatan Materi Sarana dan Prasarana Keikutsertaan pamong dalam menganalisis kebutuhan Alat Pengumpul Data Instrumen Bagaimana analisis kebutuhan perencanaan pengelolaan Pelatihan Teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? Bagaimana pendekatan dalam perencanaan pengelolaan Pelatihan Teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? Bagaimana struktur materi dalam perencanaan pengelolaan Pelatihan Teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? Bagaimana perencanaan sarana dan prasarana dalam pengelolaan Pelatihan Teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? 1. Bagaimanakah cara pamong belajar mengetahui proses analisis kebutuhan? 2. Bagaimana partisipasi pamong belajar dalam proses analisis kebutuhan?

72 Pengelola an Kesepakatan untuk prioritas Identifikasi kebutuhan masyarakat Kesesuaian dengan tujuan dan materi Mampu mengakomodir kebutuhan pamong, masyarakat dan lembaga Pengorganisasian Administrasi Analisis Kebutuhan kegiatan Penentuan tujuan bersama Bagaimanakah cara pamong belajar dalam merumuskan kesepakatan untuk prioritas yang sama? 1.Bagaimana cara pamong belajar mengidentifikasi kebutuhan? 2.Bagaimanakah hasil identifikasi kebutuhan tersebut dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat? Bagaimanakah cara pamong memahami tujuan dan materi yang sesuai dengan maksud pelatihan? Bagaimanakah cara pamong untuk dapat mengakomodir kebutuhan pamong, masyarakat dan lembaga secara bersamaan? Bagaimana pengorganisasian administrasi dalam pengelolaan pelatihan? Bagaimana analisis kebutuhan kegiatan dalam pengelolaan pelatihan? Bagaimana Penentuan tujuan bersama dalam pengelolaan pelatihan? Desain program Bagaimana Desain program dalam pengelolaan pelatihan? Metode program Bagaimana metode pelaksanaan program dalam pengelolaan

73 2. Bagaimana pengorganisa sian pengelolaan pelatihan teknis bagi pamong belajar 3 Bagaimana proses pelaksanaan dari pelatihan teknis bagi Pamong Belajar Penentuan tempat dan waktu pelaksanaan pelatihan Struktur Kepanitiaan Narasumber Struktur Administrasi dan pelaporan Pelatihan Masukan mentah Masukan sarana Masukan lingkungan pelatihan? Bagaimana pengaturan waktu dan tempat pelatihan teknis bagi Pamong belajar ini dilakukan? Bagaimanakah proses pembentukan kepanitiaan pengeloalan pelatihan teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? Bagaimanakah proses penentuan kriteria Narasumber dalam pengelolaan pelatihan teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? Bagaimanakah proses pengeloaan administrasi dan pelaporan pelatihan teknis bagi Pamong Belajar dalam meningkatkan kinerja? Bagaimanakah penentuan kriteria masukan mentah dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Bagaimanakah motivasi pamong belajar? Bagaimanakah Kepemimpinan situasional akan berdampak pada pamong belajar? Bagaimanakah pemanfaatan sarana dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Bagaimanakah penentuan kriteria lingkungan dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar?

74 4. Bagaimana Evaluasi Penilaian pembelajara n 5. Bagaimana cara penilaian pembelajara Evaluasi pelatihan Peran Pamong Belajar Masukan lain Proses Out put Out come Cara evaluasi Bagaimanakah pengaruh lain dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Bagaimana proses pelaksanaan dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Bagaimanakah out put yang diharapkan dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Bagaimanakah outcome dapat berdampak pada pengelolaan dalam pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Bagaimana dampak dari Kepuasan pelayanan terhadap kinerja Pamong Belajar? Bagaimana menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan pada Pamong Belajar? Bagaimanakah cara evaluasi penilaian pembelajaran pelatihan teknis bagi Pamong belajar? Fasilitator Bagaimanakah cara Pamong Belajar menyadari perannya sebagai fasilitator? Jelaskan! Pembimbing Bagaimanakah cara Pamong Belajar menyadari perannya sebagai pembimbing? Jelaskan!

75 n dari Pelatihan Teknis bagi Pamong Belajar tersebut 6. Bagaimana hasil belajar yang dicapai dari pelatihan teknis bagi Pamong Belajar tersebut Kompeten si Pamong Motivator Bagaimanakah cara Pamong Belajar menyadari perannya sebagai motivator? Jelaskan! Komunikator Bagaimanakah cara Pamong Belajar menyadari perannya sebagai komunikator? Jelaskan! Inovator Bagaimanakah cara Pamong Belajar menyadari perannya sebagai inovator? Jelaskan! Organisator Bagaimanakah cara Pamong Belajar menyadari perannya sebagai organisator? Jelaskan! Profesional Bagaimanakah kompetensi profesional pamong dapat dicapai dari hasil pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Personal Bagaimanakah kompetensi personal pamong dicapai dari hasil pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Kemasyarakatan Bagaimanakah kompetensi kemasyarakatan pamong dicapai dari hasil pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Pedagogik Bagaimanakah kompetensi pedagogik pamong dicapai dari hasil pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Andragogi Bagaimanakah kompetensi Andragogi pamong dicapai dari hasil pelatihan teknis bagi Pamong Belajar? Pemahaman tugas pokok Bagaimanakah pemahaman tugas pokok memberi dampak pada kinerja Pamong Belajar? Proses Penyusunan administrasi Bagaimanakah pemahaman Proses Penyusunan administrasi dan angaka kredit serta penilaianya memberi dampak pada kinerja Pamong

76 angaka kredit dan penilaian Kemampuan penyusunan karya ilmiah Belajar? Bagaimanakah pemahaman Kemampuan penyusunan karya ilmiah memberi dampak pada kinerja Pamong Belajar?

77 D. Subjek Penelitian Objek yang akan diteliti yaitu pelatihan pamong dalam upaya meningkatkan kinerja. Dalam konteks ini, yang menjadi sumber data berupa orang kunci (key person) adalah nara sumber, pamong dan pengelola BPKB yang berkaitan dengan kinerja pamong. Subjek penelitian yang ditentukan adalah pengurus Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Provinsi Gorontalo yang terlibat dalam penyusunan instrumen pelatihan pamong belajar sebanyak 4 orang pengelola pelatihan perwakilan dari BPKP Provinsi Gorontalo, Akademisi, dan Dinas Pendidikan Provinsi, dan peserta pelatihan Pamong Belajar sebanyak 6 orang yang mewakili SKB Kabupaten/Kota dan BPKB se-provinsi Gorontalo dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Di samping itu, digali pula sumber data benda berupa sumber-sumber yang tersedia serta catatan dokumentasi. E. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur yang dipakai dalam pengumpulan data yang dibutuhkan adalah : 1. Pengamatan. Pengamatan menurut Moleong (2006: 174) merupakan teknik pengumpulan data secara langsung dan sangat banyak dipakai di dalam penelitian kualitatif. Alasan-alasan itu dapat dijelaskan dan yang akan dilakukan dalam penelitian ini dalam proses pencarian dan pengumpulan data, di antaranya: a. Teknik pengamatan atas pengalaman secara langsung.

78 b. Teknik pengamatan juga melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat prilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. c. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasisituasi yang rumit, yaitu sebagai alat untuk prilaku yang kompleks. 2. Studi dokumentasi. adalah suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumendokumen yang ada pada benda-benda tertulis seperti buku-buku, notulensi, peraturan-peraturan, catatatan harian, dan sebagainya. 3.. Pengertian wawancara seperti dikemukakan oleh Arikunto (1993: 126) sebagai berikut: Sebuah dialog yang dikemukakan oleh pewawancara (interviwer) untuk memperoleh informasi dari wawancara. Pelaksanaan wawancara ini dilakukan dengan mengadakan tatap muka secara langsung dengan mengajukan pertanyaan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk memperoleh informasi mengenai masalah yang diteliti. Mewawancarai informan sebagaimana narasumber dilakukan dengan maksud untuk menggali informasi yang berkenaan dengan fokus penelitian. Dalam wawancara, peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelumnya, dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan terbuka. Jika wawancara dilakukan terhadap informan yang dianggap dapat memberikan penjelasan tentang masalah-masalah yang ada hubungan dengan

79 fokus penelitian secara formal, maka peneliti menggunakan pertanyaan yang sudah berstruktur. Sementara itu, untuk keperluan wawancara yang tidak formal, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berstruktur, dengan maksud untuk melihat dan menyesuaikan secara wajar dan tidak tergesa-gesa. Untuk melengkapi informasi dari hasil wawancara tersebut sebagai upaya pengecekan ulang atau triangulasi, dilakukan dengan pengamatan dan studi dokumentasi dengan melihat peristiwa-peristiwa dan catatan-catatan atau laporan pelaksanaan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, maka kehadiran peneliti di lapangan sangatlah menentukan serta diperlukan secara optimal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci (utama) sekaligus sebagai pengumpul data penelitian. Sebagai instrumen kunci, peneliti harus dapat menangkap makna yang berinteraksi terhadap nilai-nilai lokal, yang tidak akan dapat dilakukan hanya dengan kuisioner atau yang lainnya. Sebagai instrumen, peneliti dengan kapasitasnya berupaya melakukan pengamatan, bertanya, melacak, memahami, dan mengabstraksikan gejala serta kondisi yang muncul di lapangan. Namun demikian, keterlibatan peneliti tidak berarti menghilangkan unsur manusiawinya, justru dengan potensi yang dimiliki peneliti berusaha menjalin hubungan baik subjek terteliti sejauh tidak mengganggu terhadap tujuan penelitian. Untuk itu, peneliti juga menggunakan instrumen-instrumen pendukung berupa pedoman observasi, wawancara, dan

80 studi dokumentasi. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat berpartisipasi (partisipan-observer). Berdasarkan jenis dan tingkatan partisipasi di atas, peneliti dengan potensi, waktu, dan kesempatan yang tersedia berusaha menerapkan partisipasi moderat dengan tingkat keterlibatannya menengah, dalam rangka memperoleh data secara alami yang terjadi di lapangan. F. Pengecekan Keabsahan Data Dalam kegiatan penelitian diperlukan kriteria tertentu yang dapat memenuhi nilai keabsahan data dari informasi yang dikumpulkan peneliti dan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kesalahan dan kekurangan terhadap data yang dianalisa. Untuk menjamin keabsahan data, dalam penelitian ini dilakukan triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan trianggulasi untuk memperoleh kebenaran temuan penelitian. Triangulasi berarti membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari seorang informan kepada informan yang lainnya. Triangulasi sumber dilakukan terutama dengan maksud mengatasi kesalahan penafsiran data penelitian yang diperoleh dari sumber subjek terteliti. Dalam hal ini, informan yang mewakili diminta untuk membaca laporan hasil penelitian agar mengetahui temuan yang ditulis dan sekaligus mengoreksi kesalahan dan kejanggalan data temuan. Tanggapan dan

81 saran dari informan selanjutnya didiskusikan sebagai acuan untuk merevisi penulisan laporan penelitian. G. Analisis Data Dalam tahap ini akan dicoba menganalisis data yang sudah terkumpul dengan teknik analisa data yang bersifat analisis-kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau bisa dari orang-orang dan prilaku yang diamati dalam analisa data analisiskualitatif, peneliti melakukan proses mulai dari pengumpulan data mentah, data yang direduksi dan hasil kajian, data proses penyelenggaraan, data yang berkaitan dengan maksud dan keinginan, kemudian diolah, dianalisis dan menghasilkan sintesis penelitian. Analisa data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasi ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar informasi yang terkumpul melalui catatan lapangan (field note), komentar peneliti, foto dan dokumen. Setelah data dikumpulkan di lapangan dalam wujud kata-kata yang dituangkan dalam catatan dan laporan lapangan, maka data segera dianalisis. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif-interaktif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang berjalan secara simultan, yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 1) Reduksi Data Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabsahan, dan transformasi data kasar yang muncul dari

82 catatan-catatan tertulis di lapangan. Kegiatan reduksi data terus menerus selama penelitian berjalan sampai laporan akhir penelitian tersusun. Karena itu reduksi data merupakan suatu bentuk proses analisis yang berusaha menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan, dan mengorganisasi data sehingga dapat dilakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Cara melakukan reduksi data antara lain melalui seleksi data yang ketat, ringkasan atau uraian singkat, dan menggolongkan dalam suatu pola yang lebih luas. 2) P enyajian Data Alur kegiatan analisis data kedua adalah penyajian data, yaitu menggelar data dalam bentuk sekumpulan informasi yang berupa teks naratif, grafik, matriks, bagan, jaringan. Dengan cara penyajian tersebut memberikan kemungkinan untuk penarikan kesimpulan, pengambilan tindakan verifikasi, dan atau melengkapi data yang dirasa masih kurang melalui pengumpulan data tambahan dan reduksi data. 3). Penarikan kesimpulan/verifikasi Kesimpulan yang diambil dari data terkumpul perlu diverifikasi terus menerus selama penelitian berlangsung, agar data yang didapat terjamin keabsahan dan keobjektivitasnya, sehingga kesimpulan akhir dapat dipertanggungjawabkan. Analisis data kualitatif merupakan upaya berlanjut, berulang dan terus menerus, terjalin hubungan saling terkait antara kegiatan reduksi data, penyajian

83 data, dan penarikan kesimpulan. Jika sekiranya kesimpulan yang diambil masih dirasa ada kekurangan, maka harus dilakukan pengumpulan data tambahan. Data tambahan dianalisis melalui rangkaian kegiatan reduksi data, penyajian data, agar keabsahan dan objektivitasnya terjamin, sehingga tambahan data tersebut bermanfaat untuk menarik kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan uraian di atas, maka pada dasarnya penganalisaan data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap proses pengumpulan data dan tahap setelah data terkumpul. Terkait analisa data ini, hasil analisa data tahap pertama dijadikan bahan pertimbangan untuk meneliti kembali masalah penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian yang telah dibuat sebelumnya. Pada tahap kedua, hasil analisa data tahap pertama dilanjutkan dengan pemberian sandi, penomoran, dan penyortiran. H. Tahapan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Tahapan Persiapan dan Perencanaan a) Obserpasi awal, identifikasi, memiliki masalah, dan merumuskan masalah b) Konsultasi dengan dengan dosen pembimbing c) Menyusun usulan penelitian untuk diseminarkan 2. Tahap Pelaksanaan penelitian, meliputi. a) Menetapkan metode penelitian b) Memilih dan menetapkan informan

84 c) Mengumpul dan menganalisis data 3. Tahap Akhir Penelitian a) Penyusunan draft tesis b) Konsultasi dengan dosen pembiming c) Menyusun tesis untuk ujian akhir. I. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan BPKB Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2010 s.d April 2011, secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.2. Jadwal Waktu dan Kegiatan Penelitan No Kegiatan 1. a Studi Pendahuluan 2. Lapangan 3. Kegiatan Penelitian 4. Analisis Data atau Analisis Intensif 5. Pelaporan Penelitian Waktu Okt Nov Des Jan Feb Mar April