PEMAMPATAN DATA LOSSLESS DENGAN METODE STATIC-ADAPTIVE ARITHMETIC CODING

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Studi Kompresi Data dengan Metode Arithmetic Coding

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP

BAB I PENDAHULUAN. halaman khusus untuk pengaksesan dari handphone. Semakin baik informasi akan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KOMPRESI DATA TEKNIK LOSSLESS COMPRESSION

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Kinerja Dan Performa Algoritma Kompressi Lossless Terhadap Objek Citra Digital

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MULTIMEDIA system. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : 640 x 480 = 4800 karakter 8 x 8

DATA COMPRESSION CODING USING STATIC AND DYNAMIC METHOD OF SHANNON-FANO ALGORITHM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PEMAMPATAN DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODA RUN-LENGTH

PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE. Irwan Munandar

MODIFIKASI ALGORITMA J-BIT ENCODING UNTUK MENINGKATKAN RASIO KOMPRESI

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISIS KINERJA DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA KOMPRESI ARITHMETIC CODING PADA FILE TEKS DAN CITRA DIGITAL SKRIPSI SARIFAH

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

KINERJA DAN PERFORMA ALGORITMA KOMPRESSI LOSSLESS TERHADAP OBJEK CITRA DIGITAL

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. kepustakaan dan studi laboratorium, di mana penulis mempelajari teori-teori teknik

ABSTRACT. There are some imprecise file types for in compression with certain method, because exactly yields bigger fairish compression result file.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS DAN PERANCANGAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DALAM KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI DEBI MAULINA SIREGAR

IMPLEMENTASI SELF ORGANIZING MAP DALAM KOMPRESI CITRA DIGITAL

Kompresi. Definisi Kompresi

NASKAH PUBLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE ARITHMETIC CODING DALAM KAWASAN ENTROPY CODING

PENGANTAR KOMPRESI DATA

ANALISA DAN PERBANDINGAN ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING DAN ALGORITMA LZW ( LEMPEL ZIV WECH ) DALAM PEMAMPATAN TEKS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI HELBERT SINAGA

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT

ANALISIS PERBANDINGAN KOMPRESI DATA DENGAN TEKNIK ARITHMETIC CODING DAN RUN LENGTH ENCODING

STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN LZW (LEMPEL ZIV WELCH) PADA PEMAMPATAN FILE TEKS SKRIPSI CANGGIH PRAMILO

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia modern sekarang ini kebanyakan aktivitas manusia selalu

KOMPRESI DAN DEKOMPRESI DATA TEKSTUAL MENGGUNAKAN ALGORITMA DYNAMIC MARKOV

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

BAB 1 PENDAHULUAN. tertulis, audio dan video. Objek-objek tersebut yang sebelumnya hanya bisa

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bidang teknologi informasi, komunikasi data sangat sering

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT

PENGEMBANGAN APLIKASI QR CODE GENERATOR DAN QR CODE READER DARI DATA BERBENTUK GAMBAR MENGGUNAKAN TEKNIK KOMPRESI DENGAN ALGORITMA LZW

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA SHANNON-FANO, ARITHMETIC CODING, DAN HUFFMAN PADA KOMPRESI BERKAS TEKS DAN BERKAS CITRA DIGITAL SKRIPSI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Masalah kompresi data merupakan salah satu aspek penting perkembangan

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARITHMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP SKRIPSI SYAHFITRI KARTIKA LIDYA

Perbandingan Kompresi Data Dengan Algoritma Huffman Statik dan Adaptif

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION. Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode

KOMPRESI FILE MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK

APLIKASI KRIPTOGRAFI MENGGUNAKAN METODE MARS DAN KOMPRESI MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN. Oleh : SARWENDRA

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER

APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING

PERANCANGAN SISTEM PENGAMANAN DAN KOMPRESI DATA TEKS DENGAN FIBONACCI ENCODING DAN ALGORITMA SHANNON-FANO SERTA ALGORITMA DEFLATE SKRIPSI

Perbandingan Algoritma Kompresi Terhadap Objek Citra Menggunakan JAVA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi berkembang sangat cepat. Penyimpanan

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. Kompresi data merupakan proses mengkonversi input data stream (aliran

SKRIPSI KOMPRESI DATA TEKS MENGGUNAKAN ALGORITMA PPM (PREDICTION BY PARTIAL MATCHING)

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pendahuluan

Kompresi dan Dekompresi File Dengan Algoritma LZSS

PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA FIXED LENGTH BINARY ENCODING (FLBE) DENGAN VARIABLE LENGTH BINARY ENCODING (VLBE) DALAM KOMPRESI TEXT FILE SKRIPSI

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGKODEAN ARITMETIKA UNTUK KOMPRESI DATA TEKS (Arithmetic Coding for Text Compression)

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO DENGAN ALGORITMA ARITMETIC CODING

BAB 2 LANDASAN TEORI

EVALUASI KINERJA ALGORITMA LEMPEL-ZIV STORER SZYMANSKI TERHADAP DATA TEKS DAN GAMBAR LAPORAN TUGAS AKHIR JUDUL

APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK

[TTG4J3] KODING DAN KOMPRESI. Oleh : Ledya Novamizanti Astri Novianty. Prodi S1 Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM ANALISA PERBANDINGAN UKURAN HASIL KOMPRESI WINZIP DENGAN 7-ZIP MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING

BAB 2 LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI ALGORITMA ARITHMETIC CODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO VIA FTP (FILE TRANSFER PROTOCOL)

Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PERBANDINGAN KOMPRESI CITRA MENGUNAKAN ALGORITMA TRANSFORMASI WALSH-HADAMARD DENGAN RUN LENGTH ENCODING(RLE) DRAFT SKRIPSI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. komputer yang lain. Besarnya ukuran data terkadang menjadi kendala dalam

KOMPRESI DATA MENGGUNAKAN METODE HUFFMAN Ari Wibowo Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Batam

1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah

PEMBUATAN APLIKASI KOMPRESI FILE WAVE DENGAN METODE HUFFMAN

IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING UNTUK PERANCANGANAPLIKASI KOMPRESI DAN DEKOMPRESI FILE CITRA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Penerapan Kohonen Self Organized Map Dalam Kuantisasi Vektor Pada Kompresi Citra Bitmap 24 Bit

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI ALGORITMA SHANNON-FANO PADA KOMPRESI AUDIO SKRIPSI MUTIARA NOVELIA RAJAGUKGUK

Transkripsi:

PEMAMPATAN DATA LOSSLESS DENGAN METODE STATIC-ADAPTIVE ARITHMETIC CODING Hernawan Sulistyanto Teknik Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : hnstyanto@yahoo.com Abstract : This research explains about some popular algorithms of lossless compression that more people have implemented it in their programs, and how to join them to become a library file which use one of the features of object oriented programming. Implementation of Arithmetic Coding algorithm uses array of both low and high range. Low range array saves the lowest limit for interval of alphabet whereas high range saves limit highest interval. To test the library (the proof of concept), some application programs that use (call) the routines of lossless compression in the library are created to compress-decompress any file types. So the goal of this research is acquire a library file that contain all of the lossless compression algorithms, especially an application program is like toolbox of lossless compression, which is used to test the performance of the library or to support the advanced research (such as cascaded compression, etc.).the results of this research are a library file (static and dynamic) that contain some routines of lossless compression algorithms, namely Static Huffman order-0, Adaptive Huffman order-0,1, Run- Length Encoding order 0,1,2, and 3, LZW, Static Adaptive Aithmetic Coding. Totally, there are four kinds of lossless compression algorithm. In conclusion, the Arithmetic Coding algorithm is the best method based on the performance of compression ratio at 73%, then LZW algorithm, Huffman algorithm and RLE algorithm gain compression ratio 69%, 49% and 19%., respectively Keywords : data compression, lossless, static library, dynamic link library. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi berjalan seiring dengan perkembangan kapasistas dan laju data yang ditanganinya. Permasalahan utama penanganan data pada teknologi informasi saat ini adalah bagaimana data informasi yang semakin hari semakin bertambah besar dan kompleks tersebut dapat ditransfer dalam suatu jaringan komputer secara cepat, efisien dan akurat. Perangkat lunak-perangkat lunak aplikasi yang memakai dan mengolah data besar seperti misalnya perangkat lunak untuk manajemen basis data dan games, semakin hari semakin besar, komplek dan canggih. Akibatnya kebutuhan akan tempat dalam media penyimpan untuk menyimpan data dari program-program aplikasi tersebut akan terus

bertambah besar. Salah satu solusinya adalah dengan cara memampatkan (compressing) data tersebut menjadi lebih kecil dibanding ukuran semula atau menjadi data yang termampatkan. Selanjutnya data yang sudah termampatkan itu baru disimpan dalam media penyimpanan data atau dikirimkan ke lain tempat dalam suatu jaringan komputer. Apabila di lain waktu data tersebut akan digunakan atau diproses untuk keperluan tertentu, data yang termampatkan tadi dimekarkan (decompresing) kembali menjadi data aslinya (seperti sebelum dimampatkan) dengan tanpa mengurangi atau menghilangkan sedikitpun isi dari informasi tersebut. Berdasar latar belakang tersebut maka dirumuskan permasalahan yaitu bagaimana mengimplementasikan algoritma static-adaptive Arithmetic Coding untuk pemampatan data, bagaimana mengimplementasikan Arithmetic Coding dalam suatu toolbox pemrograman untuk mendapatkan file terkompresi dan dekompresi, seberapa besarkah prosentase rasio kompresi yang diperoleh pada implementasi konstruksi toolbox kompresi. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah merancang algoritma staticadaptive Arithmatic Coding; membuat konstruksi toolbox kompresi yang mengimplementasikan static-adaptive Arithmaetic Coding, mencari rasio kompresi data tak hilang dengan toolbox tersebut guna dibandingkan dengan algoritma-algoritma yang telah ada. METODE PENELITIAN Design program Algoritma Static Arithmetic Coding Algoritma Arithmetic Coding tak-adaptif tidak terlalu berbeda dengan algoritma tak-adaptif yang lain. Algoritma ini dimulai dengan menghitung frekuensi kemunculan semua simbol yang ada dalam aliran data masukan (file sumber). Implementasi kompresi dengan metode Arithmetic Coding memakai dua larik bantuan, yaitu low_range dan high_range. Larik low_range menyimpan batas bawah untuk interval bagian huruf dalam interval 0,0 1,0, sedangkan larik high_range menyimpan nilai batas maksimumnya.

Algoritma dekompresi Arithmetic Coding akan membalik perhitungan algoritma kompresi di atas. Ide dekompresi adalah perhitungan interval antara LOW dan HIGH seperti dalam proses kompresi, kemudian menghitung interval bagian masing-masing untuk LOW dan HIGH tersebut. Apabila nilai bilangan masukan jatuh dalam interval bagian untuk huruf c, maka huruf c ini akan dituliskan ke aliran keluaran (output file). Selanjutnya LOW dan HIGH akan disesuaikan seperti halnya dalam proses kompresi. Algoritma dekompresi dapat mengetahui tabel informasi statistik berdasarkan hasil pembacaan header file dari file masukan (terkompres). Untuk aliran masukan yang besar, presisi yang diperlukan untuk variabel LOW dan HIGH akan menjadi semakin besar. Akibatnya presisi yang disediakan dalam prosesor komputer nyata tidak mencukupi. Algoritma Arithmetic Adaptive Coding Pada prinsipnya algoritma Arithmetic Coding adaptif sama dengan semua algoritma kompresi adaptif. Sesudah tahap pengkode-an, statistik dan kode harus dihitung kembali. Algoritma Arithmetic Coding merubah kode sama dengan perubahan probabilitas untuk semua huruf. Akibatnya juga terjadi perubahan pemecahan interval 0.0-1.0 menjadi bagian interval yang lebih kecil. Urut-urutan algoritma kompresi Arithmetic Coding yang adaptif pada dasarnya dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Inisialisasi model. 2. Baca sebuah simbol dari file masukan (file yang akan dimampatkan). Jika simbol terbaca adalah karakter End-Of-File maka program selesai. 3. Enkode simbol yang terbaca tersebut, dengan model saat itu. Hasilnya yang berupa kode saat itu dari simbol tersebut, disimpan langsung ke file keluaran. 4. Perbarui (update) model. 5. Kembali ke langkah 2. Perlu digarisbawahi di sini adalah pada langkah update model karena sesungguhnya proses yang terjadi dalam langkah tersebut amat komplek. Pertama,

algoritma harus menghitung ulang statistik simbol yang muncul, kemudian menghitung probabilitas dan prosentase seluruh simbol yang sudah muncul saat itu. Selanjutnya memperbaharui pembagian interval : 0.0 1.0. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tahapan terakhir dalam penelitian ini adalah program aplikasi toolbox kompresi lossless tersebut yang dipakai untuk meneliti unjuk kerja setiap algoritma kompresi lossless yang tercakup dalam pustaka. Mekanismenya adalah dengan melakukan proses kompresi dan dekompresi terhadap berbagai macam jenis file yang umum dipergunakan, misalnya doc, exe, bmp, html, wav, dan filefile grafik. Lalu diamati dan dicatat besarnya rasio kompresi dan waktu kompresi (dekompresi) yang diperlukan oleh masing-masing algoritma kompresi. Saat toolbox35.exe dieksekusi maka pertama kali akan tertampil menu utama seperti dalam Gambar 1. Pengguna dapat memilih 5 macam menu utama yang berbeda dengan cara mengetikkan nomor dalam tanda kurung kurawal di depan menu pilihan. Gambar 1 Menu utama program toolbox algoritma kompresi lossless versi 3.5 Pengujian program dan pustaka dilakukan dengan cara langsung menggunakan program aplikasi toolbox35.exe tersebut untuk mengkompres berbagai tipe dan ukuran file sampel. Beberapa buah file dengan tipe yang berbeda (yang umum digunakan) dipakai untuk sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Jumlah file sampel untuk masing-masing tipe file minimal tiga buah dengan ukuran file yang bervariasi. Berikut daftar nama (dan tipe file) beserta

ukurannya. Beberapa perbandingan antara file yang belum terkompresi dengan file terkompresi mengunakan static-adaptive Arithmetic Coding ditampilkan pada gambar di bawah ini. Gambar 2 File *.doc sebelum kompresi Gambar 3 File *.doc hasil kompresi

Gambar 4 Isi file *.bmp sebelum terkompresi Gambar 5 Isi file *.bmp setelah proses kompresi Gambar 6 Isi file *.xml sebelum terkompresi Gambar 7 Isi file *.xml hasil kompresi Untuk membantu menganalisa unjuk kerja semua algoritma kompresi lossless yang ada dalam pustaka tersebut, maka data hasil penelitian unjuk kerja tiap-tiap algoritma yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik-grafik sebagai berikut.

Rerata-BMP Rerata-CPP Rerata-DOC Rerata-EXE Rerata-HTM Rerata-TXT Rerata-XML Rerata-Total 100% 90% 80% 70% 60% i s50% re p40% o m30% K 20% io a s10% R 0% Algoritma Kompresi Gambar 8 Grafik rerata unjuk kerja (rasio kompresi) dari semua algoritma kompresi lossless yang ada dalam pustaka ketika dipakai untuk mengkompres file-file sampel. Berdasarkan grafik rerata rasio kompresi yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa algoritma Adaptive Arithmethic Coding memiliki rasio kompresi tertinggi diatas 81% untuk file-file bmp, cpp, txt, dan xml. Rerata rasio kompresinya pada keseluruhan file sampel adalah 73%. Sedangkan untuk algoritma lain yaitu RLE rerata rasio kompresinya 19% dengan rasio kompresi tertinggi sebesar 56% pada kompresi file *.bmp. Huffman memberikan rerata rasio kompresi 49% dengan rasio tertinggi 70% pada kompresi file *.bmp. LZW menghasilkan rerata rasio kompresi 69% dengan rasio kompresi tertinggi pada kompresi file *.bmp sebesar 84%. Selanjutnya parameter kedua yang digunakan untuk meneliti unjuk kerja algoritma-algoritma kompresi lossless yang ada dalam pustaka tersebut adalah waktu kompresi atau kecepatan kompresi. Data yang diperoleh dari hasil eksekusi program toolbox35.exe adalah data-data numerik (integer) dalam satuan detik, sehingga untuk mendapatkan kecepatan kompresi harus dilakukan perhitungan lagi dengan membagi ukuran file sumber (dalam satuan byte) dengan waktu

kompresi yang diperoleh tersebut, sehingga dihasilkan nilai dari kecepatan kompresi dalam satuan byte (atau kilo byte) per detik (bps/kbps). Beberapa algoritma seperti RLE dan LZW tidak diperoleh data yang lengkap untuk seluruh file sampel dalam satu tipe (karena kecepatan kompresi yang tinggi), sehingga perhitungan kecepatan kompresi dilakukan berdasarkan waktu kompresi rata-rata untuk satu jenis file sampel. 1100 1000 900 800 e t 700 /d s 600 te y 500 b K 400 300 200 100 0 Rerata-BMP Rerata-CPP Re rata-doc Rerata-EXE Rerata-HTML Rerata-TXT Re rata-xml Rerata-Total Grafik Kecepatan Kompresi Algoritma Kompresi Gambar 9 Kecepatan kompresi untuk masing-masing algoritma dalam Kbps Berdasar grafik hasil penelitian tersebut di atas, dapat dianalisa bahwa secara umum algoritma yang berunjuk kerja rasio kompresi lebih tinggi, akan membawa konsekuensi waktu kompresi yang relatif lebih lama (kecepatan kompresi rendah), atau dengan kata lain, rasio kompresi dan kecepatan kompresi saling berbanding terbalik.

GRAFIK KECEPATAN DEKOMPRESI 900 800 700 600 /s 500 y te B400 K 300 200 100 0 Rerata-BMP Rerata-CPP Rerata-DOC Rerata-EXE Rerata-HTML Rerata-TXT Rerata-XML Rerata-Tot al Algoritma Kompresi Gambar 10 Grafik kecepatan rata-rata dekompresi untuk masing-masing algoritma Berdasarkan grafik kecepatan kompresi dan dekompresi, algoritma yang paling cepat waktu kompresi dan dekompresi adalah RLE orde-2 dengan rate 984164 kbyte/s pada kompresi file *.txt, lalu RLE orde-3, dan RLE orde-0. Rerata kecepatan kompresi RLE tertinggi adalah 622687 kbyte/s. Sedangkan rerata kecepatan kompresi untuk Static Arithmetic coding hanya 78458 kbyte/s dan rerata laju kompresi Adaptive Arithmetic Coding tertinggi 24829 kbyte/s. Hal ini bisa dimengerti karena algoritma ini relatif lebih sederhana dalam proses komputasi. Namun konsekuensinya rata-rata rasio kompresi yang dihasilkan adalah paling rendah. Algoritma ini paling tepat jika digunakan untuk mengawali proses kompresi pada teknik kompresi bertingkat. KESIMPULAN Beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh setelah menyelesaikan proyek ini adalah sebagai berikut.

1. Algoritma Adaptive Arithmetic Coding memberikan rerata rasio kompresi yang lebih baik sebesar 73% pada semua file sampel dibandingkan algoritma kompresi yang telah ada, yaitu RLE, Hufman, dan LZW. 2. Algoritma Adaptive Arithmetic Coding akan menghasilkan file kompresi dengan rasio kompresi maksimum pada pengkompresian file *.bmp, *.cpp, *.txt, dan *.xml sebesar lebih dari 81%. 3. Algoritma RLE rerata rasio kompresinya 19% dengan rasio kompresi tertinggi sebesar 56% pada kompresi file *.bmp. Huffman memberikan rerata rasio kompresi 49% dengan rasio tertinggi 70% pada kompresi file *.bmp. LZW menghasilkan rerata rasio kompresi 69% dengan rasio kompresi tertinggi pada kompresi file *.bmp sebesar 84%. 4. Kemampuan kompresi dengan rasio kompresi maksimum akan memberikan dampak yang berkebalikan terhadap laju kompresinya. Rerata laju kompresi untuk algoritma Static Arithmatic Coding 78458 Kbyte/s. Hal ini akan menurun lagi pada algoritma Adaptive Arithmetic Coding sebesar 24829 Kbyte/s. Sedangkan laju kompresi pada RLE mencapai 984164 Kbyte/s. DAFTAR PUSTAKA Gilbert, Held, 1991, Data Compression 3rd edition, John Willey & Sons, Ltd. Herianto, Tjendri, 1995, Tuntunan Praktis Pemrograman C++, Elex Media Computindo Lempel, A., 2005, A Universal Algorithm for Sequential Data Copmression, IEEE Transaction on Information Theory, IT-23(3):337-343. Lelewer, Debra A., Daniel S. Hirschberg,4/1/2002, Data Compression, Situs internet, URL: http://www1.ics.uci.edu/~dan/pubs/dc-sec3.html. Nelson, M., Jean-Loup Gailly, 1996, The Data Compression Book, 2 nd edition, M&T Books, New York.

Phamdo, Nam, 2002, Data-Compression.com (internet site), Department of Electrical and Computer Engineering State University of New York Stony Brook, NY 11794-2350. URL: http://www.datacompression.com. Salomon, D., Nam Phamdo, 2002, Data Compression.com (internet site), Department of Electrical EngineeringState University of New York Stony Brook, NY 11794-2350. Sedgwick, Robert, 1990, Algoritma in C, Addison-Wesley Publishing Company. Wibowo, Wahyu C., 1991, Pemrograman Berorientasi Objek, PT. Elexmedia Komputindo, Gramedia Jakarta. Wikipedia, 2006, Lossless Data Compression, wikipedia foundation, US. URL: http://www.data-compression.com URL: http://www.howstuffworks/datacompression.html URL: http://www.cblomm.com/src/lzw trie.zip URL: http://datacompression.info/huffiman.shtml URL: http://www.cs.mu.oz.au/alistair/abstractc/mnw98:acmtois.html