Check List Informasi Yang dihasilkan Di Unit Rekam Medis

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN. Nomor Dokumen SOP-RM-001 Nomor Revisi 004 Halaman 1 s/d 2 PROSEDUR TETAP. Tanggal Terbit : 1 Desember 2012

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana. tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain,

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo

Curriculum Vitae. Nama: Dr. Mawari Edy, M.Epid Alamat: Bella Cassa Residence, Depok Jawa Barat Pendidikan:

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan zaman yang begitu pesat, diera globalisaasi

PROSEDUR TUGAS POKOK DAN FUNGSI PPID RUMAH SAKIT JIWA MENUR

PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN

PERAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PENANGANAN PENDERITA SKIZOFRENIA

BAB I PENDAHULUAN. maupun yang tidak periodik. Ada yang harus diperbaharui (updated) yang perlu

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dengan kehidupan sehari-hari, hampir 1 % penduduk dunia mengalami

Ditulis oleh Rini Saputro Jumat, 28 November :47 - Last Updated Selasa, 15 Desember :40

SKPD : RSUD CILEUNGSI

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 141 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 86 TAHUN 2008 TENTANG

PEDOMAN PELAYANAN REKAM MEDIS I.

Uraian Tugas Rumah Sakit

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. menjadi permasalahan besar karena komunikasi 1. Oleh sebab itu komunikasi

BUPATI JENEPONTO. Jalan Lanto Dg. Pasewang No. 34 Jeneponto Telp. (0419) Kode Pos 92311

BAB I PENDAHULUAN. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis, sarana pelayanan

BAB 1 : PENDAHULUAN. masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber

C. PERANCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

REGISTRASI. Oleh Lily Wijaya, Amd.Per.Kes., SKM., MM.

STRUKTUR ORGANISASI RSUD TARAKAN

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

BAB 1 PENDAHULUAN. beraneka ragam gangguan pada alam pikir, perasaan dan perilaku yang. penderita sudah mempunyai ciri kepribadian tertentu.

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar Negara Republik. gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.

BAB I PENDAHULUAN. adalah menyelenggarakan rekam medis. 2. mengandung isian yang lengkap tentang identitas pasien, kepastian

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa adalah bagian dari kesehatan secara menyeluruh, bukan sekedar

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

LAPORAN ANALISA, MONITORING, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT 34 INDIKATOR MUTU PRIORITAS

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

LAPORAN ANALISA, MONITORING, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT 26 INDIKATOR MUTU PRIORITAS RS. ERNALDI BAHAR

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

BAB 1 PENDAHULUAN. klinis bermakna yang berhubungan dengan distres atau penderitaan dan

BAB I PENDAHULUAN. Medis, pengertian sarana pelayanan kesehatan adalah tempat. untuk praktik kedokteran atau kedokteran gigi. Rumah sakit merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Promosi kesehatan menurut Piagam Ottawa (1986) adalah suatu proses yang

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

PANDUAN MENJALANKAN PROGRAM

BAB II HASIL SURVEY. untuk memberikan nama Dr. R. Sososdoro Djatikoesoemo tahun 1990.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV KRSIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

g. BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH 1. BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KEPALA SEKRETARIAT

URAIAN TUGAS KEPALA DAN STAFF REKAM MEDIS

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4.

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. yang utuh untuk kualitas hidup setiap orang dengan menyimak dari segi

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG

PROGRAM KERJA PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUNAN KALIJAGA KABUPATEN DEMAK TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. Penyebab yang sering disampaikan adalah stres subjektif atau biopsikososial

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk

BAB I PENDAHULUAN. harus dipelihara kerena bermanfaaat bagi pasien, dokter dan rumah sakit. pengobatan dan perawatan kepada pasien.

BAB 1 PENDAHULUAN. melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya

PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2014

PANDUAN PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DAN PENERIMAAN PASIEN RAWAT INAP

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

DAFTAR KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSJ PROF. Dr. SOEROJO MAGELANG TAHUN 2017 NO NOMOR SK TENTANG TMT BERAKHIR KETERANGAN

JENIS FORMULIR REKAM MEDIS

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam

PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSU HAJI MEDAN TAHUN

PROGRAM KERJA INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH TAHUN 2016

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG

BUPATI MANDAILING NATAL

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB I. PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna

TINJAUAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DISTRIBUSI REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BEKASI

BAB 1 PENDAHULUAN. baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SISTEM KLASIFIKASI DAN DIAGNOSIS GANGGUAN MENTAL DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A

Struktur Organisasi Instalasi Rekam Medis RSMM Bogor

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan Nasional (SKN) yang dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang pesat menjadi stresor pada kehidupan manusia. Jika individu

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN 2013

PEDOMAN PELAYANAN KEDOKTERAN DAN KEPERAWATAN

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA

LAMPIRAN 1 Gambar 4.1 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG

4. Pengisian dan pengelolaan data perawatan dan rekam medis

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-spritual yang komprehensif ditunjukan pada

-1- PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG

LAPORAN ANALISA, MONITORING, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT 34 INDIKATOR MUTU PRIORITAS

BAB I PENDAHULUAN. Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan institusi yang memiliki fungsi utama memberikan

PROGRAM PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA RSUP DR. M. DJAMIL PADANG 2013 DAFTAR ISI

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

LAMPIRAN B DATA SUBJEK DAN KEEMPAT ANAK DI RSJ. SOEHARTO MEERJAN

TUGAS MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

Lampiran I Check List Informasi Yang dihasilkan Di Unit Rekam Medis No Jenis Informasi RM Periode 1 Jumlah kunjungan 160, Pelayanan Penunjang medik, Setiap Jumlah pasien RJ, RI, Bulan dan kunjungan poliklinik 2 Indikator Pelayanan RI Setiap Bulan 3 Jumlah kunjungan lama dan baru Setiap berdasarkan jenis Bulan pendaftaran 4 10 besar kelompok Setiap penyakit RJ, RI Bulan Penyajian Informasi Mudah Kelengka Kejela Rele Dipahami pan san vasi Keterangan Penyajian menggunakan tabel dan grafik Penyajian menggunakan grafik line untuk melihat kenaikan presentase indikator pelayanan Penyajian dalam bentuk grafik dengan presentase Penyajian menggunakan grafik

Lampiran II 10 Penyakit Terbanyak Rawat Inap 2014 Kode ICD-10 Nama Penyakit Jumlah F20.0 Skizofrenia Paranoid 1328 F20.3 Skizofrenia Tak Terinci ( Undifferentiated ) 517 F20.5 Skizofrenia Residual 159 F25.0 Gangguan Skizoafektif Tipe Manik 113 F23.0 Gangguan psikotik Polimorfik Akut Tanpa gejala Skizofrenia 57 F20.1 Skizofrenia Hebefrenik 56 F09 Gangguan Mental Organik atau Simtomatik YTT 51 F31.1 Gangguan Afektif Bipolar, Episode kini manik tanpa gejala psikotik 38 F25.9 Gangguan Skizoafektif YTT 34 F31.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT 33 10 Penyakit Terbanyak Rawat Jalan 2014 Kode ICD-10 Nama Penyakit Jumlah F20.5 Skizofrenia Residual 15,580 F20.0 Skizofrenia Paranoid 12,539 F20.3 Skizofrenia Tak Terinci ( Undifferentiated ) 1,083 F09 Gangguan Mental Organik atau Simtomatik YTT 1,033 F20.9 Skizofrenia YTT 850 F31.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT 742 F25.0 Gangguan Skizoafektif Tipe Manik 583 F25.9 Gangguan Skizoafektif YTT 479 F23.9 Gangguan psikotik akut dan Sementara 448 F20.1 Skizofrenia Hebefrenik 336

Lampiran III Jumlah Penyakit Fisik Rawat Inap 2014 KODE ICD Nama Penyakit TOTAL E63.9 Nutritional deficiency, unspecified 225 E87.6 Hypokalaemia 205 K03.6 Deposits [accretions] on teeth 190 G25.9 Extrapyramidal and movement disorder, unspecified 137 K02.1 Caries of dentine 128 E46 Unspecified protein-energy malnutrition 103 L30.9 Dermatitis, unspecified 81 D64.9 Anaemia, unspecified 79 D72.8 Other specified disorders of white blood cells 75 K30 Dyspepsia 74 B86 Scabies 67 K04.1 Necrosis of pulp 55 A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin 46 J06.9 Acute upper respiratory infection, unspecified 46 K76.8 Other specified diseases of liver 36 M10.9 Gout, unspecified 35 I10 Essential (primary) hypertension 34 L30.3 Infective dermatitis 27 T14.0 Superficial injury of unspecified body region 27 B36.9 Superficial mycosis, unspecified 25 J00 Acute nasopharyngitis [common cold] 23 R51 Headache 21 E79.0 Hyperuricaem without sign inflamm arthritis+tophaceous dis 20

Lampiran IV Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KUNJUNGAN RUMAH No. Dokumen No. Revisi Halaman Prosedur tetap Tanggal terbit Disahkan Oleh : Direktur Utama RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit terkait Dr. Bella Patriaiaya, SeKJ. NIP:19610226 198902 1001 Prosedur kunjungan rumah adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Instalasi Keswamas untuk mendatangi keluarga dan pasien dengan gangguan jiwa yang sudah mendapatkan perawatan, berdasarkan persetujuan Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dengan Dinas/pihak terkait Sebagai acuan penerapan langkah-langkah kegiatan kunjungan rumah keluarga dan pasien untuk menindak lanjuti yang sudah dirawat di RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta Dilakukan pada seluruh pasien dengan gangguan jiwa yang sudah pulang. Koordinasi dengan Instalasi Medical Recort tentang data-data pasien yang sudah pulang. 2. Koordinasi dengan keluarga melalui telephon/surat tentang rencana kunjungan rumah ( cek alamat ), surat acc Ka lnstalasi Keswamas diajukan ke Direktur Medik dan Keperawatan. 3. Koordinasi dengan Bagian Kepegawaian untuk pembuatan surat tugas. 4. Koordinasi dengan bagian rumah tangga untuk penggunaan kendaraan dan sopir. 5. Pelaksanaan kunjungan rumah ( evaluasi perkembangan pasien,, kepatuhan minum obat dan penkes untuk keluarga/pasien tentang cara merawat pasien di rumah ). lnstalasi Medical Record Bagian Kepegawaian Bagian Keuangan

Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR DENGAN LAPAS UNTUK DETEKSI DINI GANGGUAN JIWA No. Dokumen No. Revisi Halaman Prosedur tetap Tanggal terbit Disahkan Oleh : Direktur Utama RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit terkait Dr. Bella Patriaiaya, SpKJ. NIP:19610226 1989021001 Prosedur untuk mengetahui sedini mungkin gangguan jiwa dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ), berdasarkan persetujuan Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dengan Dinas/pihak terkait Sebagai acuan penerapan langkah-langkah deteksi dini gangguan jiwa dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Dilakukan pada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di Lapas. 1. Koordinasi dengan Lapas tentang jadwal pemeriksaan kesehatan jiwa bagi Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ). 2. Menentukan tim/petugas yang akan melaksanakan tugas pelayanan kesehatan jiwa yang terdiri dari : DokterSspesialis Jiwa, Psikolog dan Perawat. 3. Koordinasi dengan Bagian Kepegawaian untuk pembuatan surat tugas. 4. Koordinasi dengan bagian rumah tangga untuk penggunaan kendaraan dan sopir. Pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa bagi Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) dan rencana tidak lanjut bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengalami gangguan jiwa. 6. Pendokumentasian laporan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa. Bagian Kepegawaian Bagian Rumah Tangga Bagian Keuangan

Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN POS BINDU No. Dokumen No. Revisi Halaman Prosedur tetap Tanggal terbit Disahkan Oleh : Direktur Utama RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Pengertian Dr. Bella Patriaiaya, SeKJ. NIP:19610226 198902 1001 Prosedur pelayanan Pos Bindu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan pasien dengan masalah psikososial dan fisik, berdasarkan persetujuan Rumah Sakit jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dengan dinas / pihak terkait Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah kegiatan dalam memberikan pelayanan pasien yang datang berobat dengan masalah psikososial di Pos Bindu Kebijakan Dilakukan pada seluruh pasien yang dating ke pos bindu Prosedur 1. Koordinasi dengan Pos Bindu tentang jadwal pelayanan kesehatan di Pos Bindu dan menentukan kegiatan yang akan dilakukan. 2. Menentukan tim/ tugas yang akan melaksanakan tugas pelayanan kesehatan jiwa. 3. Koordinasi dengan bagian kepegawaian untuk pembuatan surat tugas. 4. Koordinasi dengan bagian rumah tangga untuk penggunaan kendaraan dan sopir 5. Pelaksanaan kesehatan di Pos Bindu 6. Pendokumentasian laporan hasil pelayanan di pos bindu Unit terkait Bagian Kepegawaian Bagian Rumah Tangga Bagian Keuangan

LAMPIRAN V No. Pertanyaan Bagian Nama Jawaban 1 Apakah informasi rekam medis digunakan sebagai perencanaan pemasaran rumah sakit? Humas Pak Sardi Pemasaran secara langsung tidak ada, tapi kalo data-data rekam medis memang digunakan oleh direktur sebagai acuan pengambilan keputusan dan tim renstra untuk pembuatan rencana strategis rumah sakit Dr. Darmawan Informasi rekam medis, berguna, salah satunya informasi 10 penyakit terbesar kita pakai untuk edukasi masyarakat. Kita melakukan pendekatan kepada masyarakat dan keluarga pasien melalui edukasi. 2 Informasi-informasi apa yang biasanya biasa digunakan? 3 Bagaiamana informasi tersebut diolah hingga menjadi strategi pemasaran Humas Pak Sardi Informasi internal rumah sakit mengenai jumlah kunjungan pasien Rawat Jalan, jumlah kunjungan pelayanan penunjang, jumlah 10 penyakit terbanyak Rawat Jalan dan Rawat Inap Humas Pak Sardi data-data yang telah diolah di unit rekam medis, kami yang meminta untuk kemudian langsung diberikan kepada direktur/pihak manajeman rumah sakit, dan data tersebut mereka sendiri yang mengolahnya untuk pengambilan keputusan dan tindakan selanjutnya. 4 Adakah kesulitan dalam menggunakan informasi yang dihasilkan oleh unit rekam medis? Humas Pak Sardi kalo kesulitan sih, ngga ya karena data-datanya kan sudah diolah terlebih dahulu disana, dan kita kan hanya meminta informasi tersebut tidak mengolahnya.

5 Bagaimana menyusun langkah-langkah strategi pemasaran rumah sakit? Humas Bu Retno pemasaran kita berbeda dengan RS lain, kalo kita dengan memberi informasi mengenai kesehatan jiwa, Bagaimana menyadari masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa. Humas Bu Retno dan Pak Sardi paling kita penyuluhanpenyuluhan ke masyarakat, seminar kesehatan, dan bekerjasama dengan sekolah,menerima pasien rujukan. 6 Media apa saja yang digunakan untuk melakukan kegiatan tersebut? Humas Bu Retno dan Dr. Darmawan Media cetak dan elektronik. Kalo media cetak kan, kaya brosur, leaflet, buletin itu kan sudah standar ya, tapi kita juga ada website, facebook, kerjasama dengan stasiun televisi. Dan untuk lebih menyebarluaskan informasi kita lagi menjalankan digital marketing tapi belum sepenuhnya karena tidak adanya ahli marketing. 7 Apakah informasi rekam medis digunakan sebagai bahan untuk melakukan penyuluhan? Tetapi apakah KESWAMAS ini melakukan pemasaran? KESWAMAS Bu Endah terkadang sih digunakan yang 10 penyakit terbesar, untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang penyakit kejiwaan. Terus informasi mengenai jumlah kunjungan rawat jalan dan pelayanan penunjang lainnya, itu digunakan sebagia acuan pembuatan brosur biasanya itu yang buat bagian Humas biasanya. Tapi kalo kita yang terjun langsung ke lapangan melakukan penyuluhan dan pengobatan kepada pasien, keluarga pasien, ke puskemas daerah,sekolah dll. Penyuluhan itu terjadwal untuk intern sebulan 1x diminggu ke-2

dengan berbagai topik yang berbeda, sedangkan untuk ekstern tergantung permintaan luar,puskesmas,sekolah atau tempat lain. Narasumbernya pun berbeda-beda, tetapi untuk permintaan narasumber harus ada surat permintaan narasumber yang diberikan kepada direktur untuk melakukan penyuluhan. Pemasaran sebenarnya beda dengan kita disini. Kita disini lebih ke promosi kesehatan. Pemasaran di Rumah Sakit tidak seperti diswasta, yaitu melalui rujukan karena kita rumah sakit BPK3 dari BPK2.