xxiv r min Rmax Rnv Rnt

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR NOTASI. = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balok-kolom (mm²) = Luas penampang tiang pancang (mm²)

D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Eksentrisitas dari pembebanan tekan pada kolom atau telapak pondasi

DAFTAR NOTASI. = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balokkolom

DAFTAR NOTASI. xxvii. A cp

xxv = Kekuatan momen nominal untuk lentur terhadap sumbu y untuk aksial tekan yang nol = Momen puntir arah y

DAFTAR NOTASI. Luas penampang tiang pancang (mm²). Luas tulangan tarik non prategang (mm²). Luas tulangan tekan non prategang (mm²).

DAFTAR NOTASI. = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balokkolom

d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek

DAFTAR NOTASI. A cp. = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balokkolom

DESAIN BALOK SILANG STRUKTUR GEDUNG BAJA BERTINGKAT ENAM

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BERATURAN TAHAN GEMPA BERDASARKAN SNI DAN FEMA 450

DAFTAR ISTILAH. Al = Luas total tulangan longitudinal yang memikul puntir

= keliling dari pelat dan pondasi DAFTAR NOTASI. = tinggi balok tegangan beton persegi ekivalen. = luas penampang bruto dari beton

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL.. i. LEMBAR PENGESAHAN ii. KATA PENGANAR.. iii ABSTRAKSI... DAFTAR GAMBAR Latar Belakang... 1

DAFfAR NOTASI. = Luas total tulangan longitudinal yang menahan torsi ( batang. = Luas dari tulangan geser dalam suatu jarak s. atau luas dari tulangan

BAB III LANDASAN TEORI. untuk bangunan gedung (SNI ) dan tata cara perencanaan gempa

BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan

L p. L r. L x L y L n. M c. M p. M g. M pr. M n M nc. M nx M ny M lx M ly M tx. xxi

1.6 Tujuan Penulisan Tugas Akhir 4

TUGASAKHffi PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR Y.KP.P. DENGAN SISTEM PRACETAK. Luas bagian penampang antara muka serat lentur tarik dan titik berat

Soal 2. b) Beban hidup : beban merata, w L = 45 kn/m beban terpusat, P L3 = 135 kn P1 P2 P3. B C D 3,8 m 3,8 m 3,8 m 3,8 m

PLATE GIRDER A. Pengertian Pelat Girder

PLATE GIRDER A. Pengertian Pelat Girder

DAFTAR NOTASI BAB I β adalah faktor yang didefinisikan dalam SNI ps f c adalah kuat tekan beton yang diisyaratkan f y

ANALISIS KOLOM BAJA WF MENURUT TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG ( SNI ) MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL 2002

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT YSKI SEMARANG

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PERPAJAKAN PUSAT KOTA SEMARANG

ABSTRAK. Kata Kunci : Gedung Parkir, Struktur Baja, Dek Baja Gelombang

BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan

Struktur Balok-Rusuk (Joist) 9 BAB 3. ANALISIS DAN DESAIN Uraian Umum Tinjauan Terhadap Lentur 17

BAB III LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL

2.5.3 Dasar Teori Perhitungan Tulangan Torsi Balok... II Perhitungan Panjang Penyaluran... II Analisis dan Desain Kolom...

LEMBAR PENGESAHAN Tugas Akhir Sarjana Strata Satu (S-1)

1 HALAMAN JUDUL TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TRI TUNGGAL SEMARANG

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BANK MANDIRI JL. NGESREP TIMUR V / 98 SEMARANG

NOTASI DAFTAR. Luas bagian penampang antara muka serat lentur tarik dan titik berat. penampang bruto

BAB 2 DASAR TEORI Dasar Perencanaan Jenis Pembebanan

2.2 Pembahasan Penelitian Terdahulu 7

Henny Uliani NRP : Pembimbing Utama : Daud R. Wiyono, Ir., M.Sc Pembimbing Pendamping : Noek Sulandari, Ir., M.Sc

PRESENTASI TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI D III TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BRESING TAHAN GEMPA

BAB III LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan Surat Pernyataan Kata Pengantar DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN

Q p. r-i. tti 01" < < IX. 4 S --1 ,..J -13. r-i. r-i. r-i C<J. r-j

LANDASAN TEORI. Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan

PENGGAMBARAN DIAGRAM INTERAKSI KOLOM BAJA BERDASARKAN TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG (SNI ) MENGGUNAKAN MATLAB

DAFTARSIMBOL. DAFTAR Sllv!BOL - HAL vii. tinggi blok persegi tegangan tekan ekivalen. Ast At. j arak s pada komponen struktur lentur tinggi.

3.1 Tegangan pada penampang gelagar pelat 10

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH (DEKRANASDA) JL. KOLONEL SUGIONO JEPARA

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG APARTEMEN SEMBILAN LANTAI DI YOGYAKARTA. Oleh : PRISKA HITA ERTIANA NPM. :

Yogyakarta, Juni Penyusun

BAB V ANALISIS PEMBEBANAN

PERHITUNGAN BALOK DENGAN PENGAKU BADAN

BAB II BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA. 1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03

APLIKASI SAP2000 UNTUK PEMBEBANAN GEMPA STATIS DAN DINAMIS DALAM PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BAJA

BAB III LANDASAN TEORI. dan pasal SNI 1726:2012 sebagai berikut: 1. U = 1,4 D (3-1) 2. U = 1,2 D + 1,6 L (3-2)

BAB III LANDASAN TEORI

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

PERENCANAAN STRUKTUR PROYEK PEMBANGUNAN BANK DANAMON JL PEMUDA-JEPARA

Universitas Sumatera Utara

PERHITUNGAN PLAT LANTAI (SLAB )

2.1.1 Penelitian Sugeng Siswali dan Nurhayanto Penelitian Akbar Han Susanto dan Dezy Patwoko 8

1. Rencanakan Tulangan Lentur (D19) dan Geser (Ø =8 mm) balok dengan pembebanan sbb : A B C 6 m 6 m

Kata Kunci : beton, baja tulangan, panjang lewatan, Sikadur -31 CF Normal

BAB 5 ANALISIS. Laporan Tugas Akhir Semester II 2006/ UMUM

PERENCANAAN GEDUNG BETON BERTULANG BERATURAN BERDASARKAN SNI DAN FEMA 450

PERBANDINGAN STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN STRUKTUR BAJA DARI ELEMEN BALOK KOLOM DITINJAU DARI SEGI BIAYA PADA BANGUNAN RUMAH TOKO 3 LANTAI

Perancangan Struktur Atas P7-P8 Ramp On Proyek Fly Over Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur. BAB II Dasar Teori

BAB III LANDASAN TEORI

STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN STRUKTUR BAJA MENGGUNAKAN PROFIL BIASA DAN PROFIL KASTELA PADA PROYEK GEDUNG PGN DI SURABAYA.

Analisis Profil Baja Kastilasi. Ni Kadek Astariani

LAPORAN TUGAS AKHIR (KL-40Z0) Perancangan Dermaga dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pelabuhan Garongkong, Propinsi Sulawesi Selatan. Bab 6.

DESAIN BATANG TEKAN PROFIL C GANDA BERPELAT KOPEL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pendahuluan Permasalahan Yang Akan Diteliti 7

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS STUDENT PARK APARTMENT SETURAN YOGYAKARTA

PERANCANGAN STRUKTUR HOTEL DI JALAN LINGKAR UTARA YOGYAKARTA

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN 11 ABSTRAK DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR NOTASI

LAMPIRAN 1 PRELIMINARY DESAIN

TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG STRUKTUR PORTAL GEDUNG PPPPTK MATEMATIKA YOGYAKARTA

PERENCANAAN STRUKTUR UNIT GEDUNG A UNIVERSITAS IKIP VETERAN SEMARANG

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR NOTASI. : Tinggi blok tegangan persegi ekuivalen. : Koefisien momen lapangan arah x. : Koefisien momen tumpuan arah y

BAB III LANDASAN TEORI. dasar ke permukaan tanah untuk suatu situs, maka situs tersebut harus

3.6.4 Perhitungan Sambungan Balok dan Kolom

BAB III LANDASAN TEORI. Bangunan Gedung SNI pasal

BAB III LANDASAN TEORI. A. Analisis Pembetonan Struktur Portal

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG CONDOTEL MATARAM CITY YOGYAKARTA. Oleh : KEVIN IMMANUEL KUSUMA NPM. :

BAB III LANDASAN TEORI. dan SNI 1726, berikut kombinasi kuat perlu yang digunakan:

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH SMP SMU MARINA SEMARANG

BAB III LANDASAN TEORI

Kata kunci: Balok, bentang panjang, beton bertulang, baja berlubang, komposit, kombinasi, alternatif, efektif

PERANCANGAN ULANG STRUKTUR ATAS GEDUNG PERKULIAHAN FMIPA UNIVERSITAS GADJAH MADA

TUGAS AKHIR DESAIN ALTERNATIF STRUKTUR GEDUNG YAYASAN PRASETIYA MULYA DENGAN LANTAI BETON BERONGGA PRATEGANG PRACETAK

ANALISIS DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG

ANALISIS PENGARUH WILAYAH GEMPA DI INDONESIA TERHADAP BANGUNAN BAJA

DAFTAR ISI. Halaman LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT. iii KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL. xii DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN 1-1

3.4.5 Beban Geser Dasar Nominal Statik Ekuivalen (V) Beban Geser Dasar Akibat Gempa Sepanjang Tinggi Gedung (F i )

Bab 6 DESAIN PENULANGAN

Transkripsi:

DAFTAR NOTASI A adalah luas penampang, mm 2 Ab adalah Luas penampang bruto Acp adalah luas yang dibatasi oleh keliling luar penampnag beton, mm 2 Ae adalah luas efektif penampang, mm 2 Ag adalah luas bruto penampang Agv adalah luas kotor penampang arah vertikal Al adalah luas tulangan logitudinal total yang menahan torsi An adalah luas netto penampang Anv adalah luas bersih penampang arah vertikal Aoh adalah luas penampang yang dibatasi oleh garis as tulangan sengkang, mm 2 ar adalah perbandingan luas plat badan terhadap plat sayap tekan As adalah Luas tukangan terpakai At adalah luas 1 kaki sengkang tertutup pada daerah sejarak s untuk menahan torsi, mm 2 Atp adalah luas penampang tiang pancang, mm 2 Av adalah luas tulangan geser pada daerah sejarak s atau luas tulangan geser yang tegak lurus terhadap tulangan lentur tarik dalam suatu daerah sejarak s pada komponen struktur lentur tinggi, mm 2 Aw adalah Luas kotor pelat badan adalah Sudut dalam pondasi λ adalah Kelangsingan penampang λc adalah parameter kelangsingan batang tekan λ iy adalah kelangsingan ideal λg adalah faktor kelangsingan berdasarkan panjang bentang λ p adalah Batas maximum untuk penampang kompak λ r adalah Batas maximum untuk penampang tak kompak Δ adalah lendutan yang terjadi xx

Δ ijin adalah lendutan yang diijinkan bf adalah lebar profil bw adalah lebar badan balok atau dameter penamnag bulat, mm bo adalah Keliling dari penampang kritis yang terdapat tegangan geser maksimum pada pondasi (mm) βd adalah Rasio beban aksial tetap terfaktor maksimum tehadap beban aksial terfaktor maksimum c adalah Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek penampang kolom b1 adalah Faktor bentuk distribusi tegangan beton c adalah Jarak garis netral terhadap sisi atas beton Cb adalah Koofisien pengali momen tekuk torsi lateral Cc adalah gaya pada tulangan tekan cm adalah faktor yang menghubungkan diagram momen aktual dengan diagram momen ekivalen Cs Koofisien respon seismik d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik, mm d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tekan, mm db adalah Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang (mm) de adalah lendutan elastis akibat beban mati dan hidup dg adalah lendutan jangka panjang akibat rangkak dan susut ds adalah jarak tulangan terhadap sisi luar beton dtot adalah lendutan total E adalah Modulus elastisitas adalah 200000 Mpa Eg adalah efisiensi tiang pancang f adalah Faktor reduksi kekuatan lentur adalah Getaran periode pendek fc adalah mutu beton fcr adalah tegangan kritis, Mpa Fl adalah Tegangan leleh dikurangi tegangan sisa xxi

fr adalah Tegangan tekan residual fub adalah tahanan mutu baut fuw adalah tegangan tarik putus material las, Mpa fu adalah tegangan putus baja adalah Getaran periode 1 detik fy adalah tegangan leleh baja fyl adalah kuat leleh tulangan lentur fyt adalah kuat leleh tulangan torsi fyv adalah kuat leleh tulangan geser G adalah modulus geser baja, Mpa Gb Faktor panjang tekuk titik b h adalah Tinggi profil I adalah Momen inersia Icr adalah momen inersia penampang retak Ie adalah inersia efektif Ig adalah momen inersia brutto penampang pelat J adalah konstanta puntir torsi, mm 4 kc adalah faktor kelangsingan plat badan ke adalah faktot kelangsingan plat badan Kel tp adalah keliling penampang tiang pancang Kg adalah koefisien balok plat berdinding penuh L adalah Jarak pengekang lateral ld adalah panjang penyaluran, mm ldb adalah panjang penyaluran dasar, mm lh adalah panjang angkur, mm Lk adalah Panjang tekuk Lp adalah Panjang bentang maksimum balok yang mampu menerima momem plastis Lr adalah Panjang bentang minimum balok yang kekuatannya ditentukan oleh momen kritis Lw adalah panjang las Ly adalah panjang bentang arah y Lx adalah panjang bentang arah x m adalah Jumlah bidang geser xxii

Ma adalah momen maksimum akibat beban terfaktor MA adalah Momen pada ¼ bentang MB adalah Momen pada tengah bentang MC adalah Momen pada ¾ bentang Mcr adalah Momen kritis Mltu adalah momen lentur akibat beban tetap Mmax adalah Momen maksimum pada bentang yang ditinjau Mn adalah momen nominal Mntu adalah momen lentur akibat gempa Mp adalah Momen nominal adalah Zx.fy (Momen lentur plastis) Mr adalah Momen batas tekuk adalah S(fy-fr) Mu adalah momen ultimate Mulx adalah momen lapangan arah x Muly adalah momen lapangan arah y Mutx adalah momen tumpuan arah x Muty adalah momen tumpuan arah y M1 adalah momen ujung terkecil pada kolom, Nmm M2 adalah momen ujung terbesar pada kolom, Nmm n nilai perbandingan modulus elastis Nel adalah gaya tekan menurut euler Nu adalah tahanan ultimate Nn adalah tahanan nominal Φ adalah koefisien reduksi adalah Faktor reduksi kekuatan Pcp adalah keliling luar penampang beton, mm Ph adalah keliling dari garis as tulangan sengkang torsi ρ adalah Rasio tulangan tarik ρ b adalah Rasio tulangan yang memberikan kondisi regangan yang seimbang ρ max adalah Rasio tulangan tarik maksimum ρ min adalah Rasio tulangan tarik minimum r rasio tulangan jari-jari girasi rb adalah rasio tulangan kondisi balance xxiii

Rb r min Rmax Rn Rnv Rnt Rnw Ru Rn rt ry S δb δs Sx te tf Tn tp ts tw adalah Gaya tumpu perlu pada pelat badan adalah rasio tulangan minimum adalah faktor tahanan momen maksimum adalah kuat nominal, N adalah Kuat nominal geser adalah kuat nominal tumpu adalah kuat nominal sambungan las, N adalah Kuat tumpu nominal pelat badan adalah kuat nominal, N adalah jari-jari daerah plat sayap ditambah sepertiga bagian plat badan yang mengalami tekan, mm adalah Radius of gyration arah y adalah Modulus elastis adalah Parameter respons spektral percepatan gempa untuk periode pendek adalah faktor amplifikasi momen untuk komponen struktur tak bergoyang adalah Parameter respons spektral percepatan desain pada periode 1 adalah Parameter spektrum respons percepatan pada periode 1 detik adalah Parameter spektrum respons percepatan pada periode pendek adalah Parameter respons spektral percepatan gempa untuk periode 1 detik adalah faktor amplifikasi momen untuk komponen struktur bergoyang adalah Modulus penampang arah x adalah tebal efektif las, mm adalah Tebal bada sayap adalah kuat tarik nominal adalah Tebal pelat adalah tebal bersih selimut beton adalah Tebal badan profil xxiv

V Vc Vu Vn Vs ω Wt X1 X2 Z adalah Gaya lateral statik ekuivalen adalah kuat geser beton adalah kuat geser ultimate adalah kuat geser nominal adalah Kuat geser nominal yang disumbangkan oleh tulangan geser (N) adalah faktor panjang tekuk adalah koofisien tekuk x adalah koofisien tekuk y adalah Berat seismik efektif adalah Koofisien untuk peritungan momen tekuk torsi lateral adalah Koofisien untuk peritungan momen tekuk torsi lateral adalah Modulus plastis xxv