A. Pedoman Wawancara

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS DINAMIKA KEPRIBADIAN GAY MENGGUNAKAN TEKNIK WARTEGG SKRIPSI NJOO STEFFEN YOSEPH PASCARIO

Tes Wartegg disusun oleh Ehrig Wartegg, seorang psikolog Jerman, yang termasuk dalam aliran Gestalt. Dalam mempelajari tes Wartegg, ada 2 pendekatan:

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh kembang anak pada usia dini akan berpengaruh secara nyata pada

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. masa beralihnya pandangan egosentrisme menjadi sikap yang empati. Menurut Havighurst

BAB II LANDASAN TEORI. yang luar biasa, yang tidak lazim memadukan informasi yang nampaknya tidak

BAB II TINJAUAN TEORITIS. A. Karyawan PT. INALUM. capital, yang artinya karyawan adalah modal terpenting untuk menghasilkan nilai

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Masa anak prasekolah (3-5 tahun) adalah masa yang menyenangkan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. normal dan sehat, bekerja me nyajikan kehidupan sosial yang mengasyikkan dan

15 Prinsip dasar Kecerdasan Emosional : Modal Dasar Perawat Profesional

BAB I PENDAHULUAN. Anak adalah seseorang yang akan menjadi penerus bagi orang tua,

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang

EMOTIONAL INTELLIGENCE MENGENALI DAN MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Hogan Assessment Systems Inc.

PERSEPSI, NILAI DAN SIKAP. DRA. SUMARNI P., Msi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Problem Focused Coping. fisik, psikis dan sosial. Namun sayangnya, kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak

BAB I PENDAHULUAN. salah satu cara untuk mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok

PENERAPAN PEMBELAJARAN MEMBACA DENGAN PERMAINAN KARTU GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B TK SATU ATAP MARDI PUTRA I WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2009/2010

BAB II LANDASAN TEORI

I. PENDAHULUAN. lain. Menurut Supratiknya (1995:9) berkomunikasi merupakan suatu

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan anak sebanyak-banyaknya. Di masa peka ini, kecepatan. pertumbuhan otak anak sangat tinggi hingga mencapai 50 persen dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebutuhan mencari pasangan hidup untuk melanjutkan keturunan akan

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari bahasa saja, tetapi juga mempelajari sastra. Menurut Lukens

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS

BAB II KAJIAN TEORITIS. dengan apa yang dirasakan orang lain (Batso dan Coke dalam Eisenbeng & Trayer, 1987

BAB I PENDAHULUAN. salah satu faktor penentu kelulusan ujian nasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI JURUSAN IPS SMA PGRI 2 KAYEN TAHUN AJARAN 2008/2009

BAB II LANDASAN TEORI. Bradburn (1969 dalam Ryff, 1989) membedakan psychological

KOMUNIKASI EFEKTIF. Memudahkan dalam memenuhi kebutuhan kita dengan cara menumbuhkan rasa hormat, percaya dan harmoni.

BAB I PENDAHULUAN. mandiri, disiplin dalam mengatur waktu, dan melaksanakan kegiatan belajar yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan

Pengertian psikologi dan psikologi komunikasi_01. Rahmawati Z, M.I.Kom

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem. Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia, bahasa merupakan alat menyatakan pikiran dan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BERMAIN SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI

Gangguan Kepribadian. Mustafa M. Amin Departemen Psikiatri FK USU

BAB I PENDAHULUAN. masa ini sering kali disebut dengan masa keemasan the Golden Age, masa-masa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 KonteksMasalah

I. PENDAHULUAN. Sebagai makhluk sosial kita tidak akan mampu mengenal dan dikenal tanpa

BAB I PENDAHULUAN. atau interaksi dengan orang lain, tentunya dibutuhkan kemampuan individu untuk

TIPS MENGHADAPI PSIKOTES. Candra Ariokusuma

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terutama karena berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA NEGERI 2 BIREUEN PADA MATERI KALOR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN - ENDED PROBLEM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PROSES WAWANCARA. E-Learning/Wawancara/NoviaSintaR/2016 1

Pendidikan Keluarga (Membantu Kemampuan Relasi Anak-anak) Farida

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang dimulai dari usia

PENTINGNYA BERMAIN BAGI ANAK USIA DINI. Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd Staf Pengajar Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UNY

RISET KUALITATIF DOSEN : DIANA MA RIFAH

Psikologi Kepribadian I Analytical Psychology Carl Gustav Jung

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Bab ini menyajikan simpulan hasil penelitian tentang penerapan

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN AFEKSI SOSIAL EMOSIONAL MELALUI STRATEGI SALING TUKAR ALAT MAINAN PADA ANAK KELOMPOK A. TK AISYIYAH DEMANGAN SAMBI BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju

Hubungan antara Persepsi Anak Terhadap Perhatian Orang Tua dan Intensitas Komunikasi Interpersonal dengan Kepercayaan Diri pada Remaja Difabel

Model-model Bimbingan

B A B I PENDAHULUAN. di sepanjang rentang hidup. Salah satu tahap perkembangan manusia

MODUL PEDOMAN DAN MATERI KONSELING INDIVIDUAL PENANGGULANGAN NAFZA BAGI FASILITATOR DENGAN SASARAN ORANG TUA DAN REMAJA

ANALISIS DINAMIKA KEPRIBADIAN GAY MENGGUNAKAN TEKNIK WARTEGG

Tumbuh Kembang Anak Usia KOMPETESI DASAR. 5-6 Tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Roslinawati Nur Hamidah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu akan mengalami perubahan pada dirinya baik secara fisik

Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk multidimensional yang dapat ditelaah dari

Dani Anwar: Pekerja Keras dengan Ekspresi Selektif. Oleh: Niniek L. Karim, Bagus Takwin, Dicky Pelupessy, Nurlyta Hafiyah

BAB I PENDAHULUAN. Keterlibatan Belajar Siswa, (Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2011), 2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berperan bagi perkembangan anak. Menurut Gagner dalam Multiple

Psikologi Konseling Gestalt Therapy and Behavior Therapy

CREATIVE THINKING AND PROBLEM SOLVING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Efikasi Diri. Menurut Bandura (1997) Efikasi diri merupakan bagian penting dalam

MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan berlangsung terus-menerus sepanjang kehidupan. Hal demikian

BAB I PENDAHULUAN. ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. UNESCO pada tahun 2014 mencatat bahwa jumlah anak autis di dunia mencapai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. berperilaku asertif, dalam hal ini teknik yang digunakan adalah dengan Assertif

SS S TS STS SS S TS STS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Perilaku Asertif. jujur, terbuka, penuh percaya diri, dan teguh pendiriannya (Davis, 1981).

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan bertambahnya usia kaum lanjut usia telah terjadi pula

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kontrol Diri

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dan berinteraksi dengan orang lain demi kelangsungan hidupnya. Karena pada

Transkripsi:

LAMPIRAN

A. Pedoman Wawancara

PEDOMAN WAWANCARA A. Menggali Emosi Outgoing Emosi Seklusif 1. Berapa banyak teman dan sahabat yang anda miliki? 2. Bagaimana hubungan anda dengan teman-teman anda? 3. Saat anda berada di lingkungan baru misal seperti masuk universitas pertama, apa yang biasanya anda pikirkan dan lakukan? 4. Apakah anda sering mengalami berada di lingkungan baru? 5. Anda cenderung menyukai waktu luang sendirian atau bersama orang lain? 6. Apa yang biasanya anda lakukan bila mempunyai masalah? 7. Setiap mempunyai masalah, anda selalu memikirkan masalah itu atau lebih membiarkan masalah itu hilang oleh waktu? 8. Apa saja minat dan bakat anda? 9. Saat bekerja, anda lebih menyukai bekerja dengan satu pekerjaan dalam satu bidang atau lebih menyukai bekerja dalam banyak bidang? 10. Apakah menurut anda sendiri, anda adalah orang yang unik? B. Menggali Imajinasi Kombinasi Imajinasi Kreatif 11. Apakah anda suka berimajinasi? 12. Hal-hal apa yang paling sering anda imajinasikan? 13. Anda suka berimajinasi tentang hal yang nyata atau lebih ke hal abstrak/khayal? 126

127 14. Saat anda mengamati sesuatu atau seseorang, anda seringkali mengimajinasikannya atau tidak? 15. Menurut anda, anda menyukai hal-hal baru seperti inovasi atau tidak? C. Menggali Intelektual Praktis Intelektual Spekulatif 16. Anda lebih menyukai teori atau praktek? 17. Seringkali anda berpikir secara berurutan atau acak? 18. Anda lebih menyukai mengamati sesuatu menggunakan data-data atau lebih menggunakan naluri/feeling? D. Menggali Aktivitas Dinamis Aktivitas Kontrol 19. Menurut anda apa itu tujuan atau target? 20. Apakah anda sering membuat tujuan atau target? 21. Apakah tujuan atau target anda seringkali tercapai? 22. Apabila anda ingin melakukan suatu hal yang baru, anda lebih memilih merencanakan dan mengaturnya atau anda lebih suka semua berjalan begitu saja? 23. Bagaimana cara/gaya anda dalam mengambil keputusan?

B. Pedoman Observasi

PEDOMAN OBSERVASI A. Penampilan fisik. B. Hubungan subyek dengan lingkungan sekitar (termasuk teman). C. Perilaku subyek dan kegiatan subyek sehari-hari. D. Reaksi, emosi, dan perilaku subyek selama penelitian (wawancara dan teknik Wartegg) termasuk ekspresi dan bahasa tubuh subyek. 129

C. Hasil Interpretasi Wartegg

INTERPRETASI SDR TUNGGAL WARTEGG SUBYEK I Stimulus 1 2 3 4 5 6 7 Interpretasi FS dapat menempatkan ego dengan baik. FS menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian. FS kurang peka terhadap lingkungan. FS sulit untuk menyesuaikan aspek-aspek kognisi, afeksi, dan konasi. FS kemampuan intrapersonal yang kurang sehat dan cenderung kaku. FS cenderung mudah menyerah karena memiliki motivasi yang menurun. FS memiliki kepercayaan diri yang rendah. FS memiliki kecemasan dan merupakan tipe pencemas. FS cenderung bergerak dari satu masalah ke masalah yang lain. FS memiliki kemampuan problem solving yang baik. FS mempunyai keberanian saat menghadapi masalah (tidak menghindari konflik). FS memiliki pengetahuan yang baik. FS mudah memahami pengetahuan baru. FS mudah melihat sesuatu dengan cara pandang orang lain. FS mempunyai emosi yang peka, lembut, halus, dan teliti. FS menolak perlakuan kasar, mengarah ke sifat feminin. FS dominan menggunakan perasaannya. 131

132 8 FS memiliki kontak sosial yang kurang baik. FS memiliki hubungan interpersonal yang kurang baik. Non-score Particulary Waktu dan respon stimulus menandakan kapasitas intelektual FS cukup. Prioritas FS pada kemampuan interpersonal namun kenyataannya kemampuannya kurang. Prioritas terakhir FS adalah kemampuan intrapersonal. Stimulus feminin (1, 2, 7, 8) digambar feminin

INTERPRETASI SDR TUNGGAL WARTEGG SUBYEK II Stimulus 1 2 3 4 5 6 7 Interpretasi WA dapat menempatkan ego dengan baik. WA seringkali merasa sensitif. WA kurang dapat menyesuaikan aspek-aspek kognisi, afeksi, dan konasi. WA memiliki kemampuan intrapersonal yang kurang sehat dan cenderung kaku. WA ingin kelihatan bermotivasi dan percaya diri yang tinggi tapi sebenarnya kurang memiliki potensi. WA memiliki keinginan untuk maju. WA memiliki kecemasan yang mendalam dan sulit dihilangkan. WA cenderung bergerak dari satu masalah ke masalah yang lain dan sulit mengontrol kecemasannya. WA memiliki kemampuan problem solving yang cukup. WA memiliki solusi yang kurang konstruktif. WA memiliki pengetahuan yang baik. WA mudah memahami pengetahuan baru termasuk dalam masalah kehidupan. WA mudah melihat sesuatu dengan cara pandang orang lain. WA mempunyai emosi yang peka, lembut, halus, dan teliti. WA menolak perlakuan kasar, mengarah ke sifat feminin. 134

135 WA dominan menggunakan perasaannya. 8 WA memiliki kontak sosial yang kurang baik. WA memiliki hubungan interpersonal yang kurang baik. WA merupakan orang yang kurang hangat dan kurang easy going. Non-score Particulary Waktu dan respon stimulus menandakan kapasitas intelektual WA cukup. Prioritas WA adalah egonya. Prioritas terakhir WA pada problem solving. Urutan menggambar urut menandakan WA sistematik, percaya diri, kurang afektif, dan kaku. Stimulus feminin (1, 2, 7, 8) digambar feminin

INTERPRETASI SDR TUNGGAL WARTEGG SUBYEK III Stimulus 1 2 3 4 5 6 7 Interpretasi ME kurang memiliki kemampuan ego dengan baik. ME jarang membutuhkan pengakuan dan penahanan perhatian. ME kurang dapat menyesuaikan aspek-aspek kognisi, afeksi, dan konasi. ME memiliki kemampuan intrapersonal yang kurang sehat dan cenderung kaku. ME memiliki motivasi yang kuat. ME memiliki kepercayaan diri yang baik. ME memiliki keinginan untuk maju. ME memiliki kecemasan dan merupakan tipe pencemas. ME sulit mengendalikan kecemasan yang dihadapi secara sehat. ME cenderung bergerak dari satu masalah ke masalah yang lain. ME memiliki kemampuan problem solving yang buruk. ME seringkali menghindari konflik yang dihadapi. ME memiliki pengetahuan yang baik. ME mudah memahami pengetahuan baru. ME mudah melihat sesuatu dengan cara pandang orang lain. ME mempunyai emosi yang peka, lembut, halus, dan teliti. 137

138 8 ME menolak perlakuan kasar, mengarah ke sifat feminin. ME dominan menggunakan perasaannya. ME memiliki kontak sosial yang kurang baik. ME memiliki hubungan interpersonal yang kurang baik. Non-score Particulary Waktu dan respon stimulus menandakan kapasitas intelektual ME cukup. Prioritas ME pada kemampuan interpersonal namun kenyataannya kurang memiliki potensi. Prioritas terakhir ME pada penempatan ego sekaligus sebagai gambar yang menurutnya sukar, tidak disukai, dan memang kurang memiliki kemampuan. Stimulus feminin (1, 2, 7, 8) digambar feminin

D. Surat Perijinan

E. Surat Pernyataan