BAB II GAMBARAN UMUM SEI NAGALAWAN. Desa sering dicirikan dengan tingkat kekerabatan yang lebih erat dibandingkan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Deli Serdang. Berada di jalur lintas Sumatera, desa ini terletak diantara dua kota besar di

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

PROFIL KECAMATAN BANDAR KHALIFAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

PENDAHULUAN. didarat masih dipengaruhi oleh proses-proses yang terjadi dilaut seperti

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN Kondisi Geografis Daerah Penelitian. Kecamatan Rumbai merupakan salah satu Kecamatan di ibukota

BAB V PROFIL KAWASAN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Wisata merupakan suatu bentuk pemanfaatan sumberdaya alam yang mengutamakan

BAB II GAMBARAN UMUM Suku Bangsa Banjar Sebagai Kelompok Etnik Pertama di Desa Sei

BAB II. Deskripsi Lokasi Penelitian. Dalam bab ini akan disajikan deskripsi lokasi penelitian dan rincianrincian

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN SUBYEK PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Indonesia dengan sasaran pembukaan lapangan kerja.

V. KEADAAN UMUM WILAYAH DESA PABEAN UDIK KECAMATAN INDRAMAYU, KABUPATEN INDRAMAYU

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Keadaan Umum Wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

KAJIAN PERMASALAHAN EKONOMI DI DAERAH BERPENDAPATAN RENDAH

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Letak Geografis Desa Ranah Sungkai Kecamatan XIII Koto Kampar

IV KONDISI UMUM KAWASAN PERENCANAAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Benai terletak antara LS dan BT

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Riau. Kecamatan ini meliputi beberapa Kelurahan atau Desa dengan luas wilayah

BAB II. DESKRIPSI DESA NAMO RAMBE PADA TAHUN Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang. Luas wilayahnya sekitar 389

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. dengan luas desa 337,64 Ha yang terdiri dari 186 Ha sawah, 44,64 Ha Perumahan, 15

BAB II GAMBARAN UMUM SUMBUL PEGAGAN. Sumbul Pegagan adalah salah satu dari enam belas kecamatan di Kabupaten

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. luas wilayah 1060 Ha. Dahulu desa ini bernama desa Prambanan, dan kemudian

BAB III DESKRIPSI WILAYAH KAJIAN

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dari luas Provinsi Jawa Barat dan terletak di antara Bujur Timur

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

Gambar 4. Kerangka Habitat Equivalency Analysis V. GAMBARAN UMUM WILAYAH. Wilayah penelitian pada masyarakat Kecamatan Rumpin secara


IV.GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Gedung Aji memiliki luas wilayah sekitar 114,47 km 2 beribukota di

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. maret Pada tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Mesuji dan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. satu daerah yang memiliki jumlah kelompok nelayan terbanyak. Dari data

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan :

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PULAU BURUNG. wilayah administratif Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau yang memiliki luas 531,22 km²

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. ada di kecamatan Kampar Utara yang luas wilayahnya , 75 Ha. Adapun batas-batas wilayah desa sawah:

BAB IV PROFIL DESA BANJARWARU

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM. administratif terletak di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada

STRATEGI NELAYAN TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Gambar 5. Peta Citra Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi

BAB IV ANALISIS DATA 1.1 Gambaran Umum Lokasi Penilitian Sejarah Desa Bale Luas, Batas dan Topografi Wilayah

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. jarak dengan ibukota provinsi (pekanbaru)sekitar 200 km. 1) Sebelah utara berbatasan dengan desa sepotong

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Malaka terletak antara Lintang Selatan Lintang Utara atau antara 100

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan


BAB II DESKRIPSI UMUM PENELITIAN

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Belitung yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak

IV. GAMBARAN UMUM. A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir. Ratu Ilir terdiri dari 7 (tujuh) dusun. Ketujuh dusun tersebut ialah :

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SEMPOR. membuat sungai dari sebelah barat (Sungai Sampan), sedang yang muda

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KECAMATAN RUMBAI PESISIR. orang jawa yang masuk dalam Wilayah Wali Tebing Tinggi. Setelah itu

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Lampung Tengah adalah 3,802 ha² yang terdiri dari pemukiman

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Jarak dari Kecamatan Megamendung ke Desa Megamendung adalah 8 km,

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. dengan Ibu Kota Propinsi Riau dengan luas Kecamatan 573,70 KM2 yang

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN FATUBESI KEC. KOTA LAMA KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR

BAB IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 16. Tabel 4. Luas Wilayah Desa Sedari Menurut Penggunaannya Tahun 2009

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Daerah tersebut merupakan daerah yang mempunyai iklim tropis dimana terdapat

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Berdasarkan sejarahnya Desa Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SOKARAJA TENGAH. RT dengan batas sebelah utara berbatasan dengan Desa Sokaraja Kulon, batas

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. kabupaten yang salah satu dari 14 Desa Kelurahan pada awalnya merupakan

BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN AJIBATA KABUPATEN TOBA SAMOSIR ( )

BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAUH JALAN JALA TERJUN MEDAN. dengan Dusun 1 Pauh jadi kebanyakan orang orang menyebut desa ini dengan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. pemerintahan Kecamatan Kampar TimurKabupaten Kampar. Adapun jarak desa Pulau

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Lebuh Dalem merupakan Desa yang terdapat di Kecamatan Menggala

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. kecamatan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang dengan letak geografis

V. KEADAAN UMUM WILAYAH. 5.1 Kondisi Wilayah Kelurahan Pulau Panggang

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data satu periode, yaitu data Program

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.

BAB I PENDAHULUAN. berkembang. Pentingnya sektor pariwisata karena sektor pariwisata ini

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Lampung. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada sampai

BAB III PENYITAAN BARANG AKIBAT HUTANG PIUTANG YANG TIDAK DITULISKAN DI DESA BERAN KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Sendayan, Desa Naga Beralih, dan Desa Muara Jalai.

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Deli Serdang. Desa Bandar Baru berada pada LU dan

BAB II GAMBARAN UMUM DESA PULAU SENGKILO KECAMATAN KELAYANG KABUPATEN INDRAGIRI HULU

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak pada BT dan


BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan

V. GAMBARAN UMUM. Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal,

BAB IV PROFIL LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

B A B II GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM SEI NAGALAWAN 2.1 Sekilas Tentang Desa Sei Nagalawan Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat. Desa umumnya memiliki perbedaan dengan kota. Desa sering dicirikan dengan tingkat kekerabatan yang lebih erat dibandingkan masyarakat kota. Hal inilah yang setidaknya terlihat di Desa Sei Nagalawan. Penduduknya tinggal dengan rumah yang saling berdekatan. Satu sama lain masih memiliki hubungan darah yang masih dapat ditelusuri hubungannya. Kebersamaan dan gotong royong juga masih dijunjung tinggi oleh mereka. Gambar 1: Peta wilayah desa Sei Nagalawan Sumber: Dokumentasi KSU Muara Baimbai Desa Sei Nagalawan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Desa ini merupakan desa yang letaknya paling jauh dari ibukota kecamatan. Jarak dari ibukota kecamatan menuju Sei Nagalawan berkisar 15 km dan dibutuhkan waktu tempuh hampir 30 menit lamanya. Desa Sei Nagalawan berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Tidak seperti desa umumnya di Serdang Bedagai, Sei Nagalawan memiliki keunikan tersendiri. Keunikan tersebut berasal dari adanya suku bangsa Banjar yang sudah mendiami daerah ini dalam waktu yang cukup lama. Suku Banjar bahkan menjadi penduduk pertama yang mendiami wilayah Sei Nagalawan khususnya di dusun III. Hadirnya suku Banjar menjadi cikal bakal dibentuknya Desa Sei Nagalawan. Suku Banjar merupakan suku asli yang berasal dari pulau Kalimantan yang kemudian bermigrasi ke Langkat, Sumatera Utara untuk membuat bangsal. Seiring berjalannya waktu, suku Banjar tidak hanya mendiami wilayah Langkat melainkan mulai menyebar ke berbagai daerah termasuk Sei Nagalawan. Suku Banjar bukan satu-satunya suku yang mendiami wilayah Sei Nagalawan. Mereka berbaur dan hidup bersama dengan suku lain seperti suku Jawa, Melayu, Minang, Batak dan berbagai suku lainnya. Kendati demikian kehidupan bermasyarakat di Desa Sei Nagalawan sangat harmonis. Desa Sei Nagalawan merupakan penggabungan dua desa yang pernah ada sebelumnya yakni Desa Nipah dan Desa Nagalawan. Kedua desa ini diyakini sudah ada sejak tahun 1800 Masehi. Proses bergabungnya sendiri baru terjadi pada tahun 1949 tepatnya saat pemerintahan desa dipegang oleh Penghulu Saman. Proses penggabungan ini semakin menambah luas wilayah Desa Sei Nagalawan. Karena luasnya wilayah maka Desa Sei Nagalawan kemudian dibagi menjadi tiga dusun. Sei Nagalawan menyimpan sumberdaya alam berbasis pesisir dan laut yang sangat luar biasa. Hal ini dapat dilihat bahwa keberadaan pantainya tidak hanya mampu menghidupi masyarakat yang tinggal di wilayah Sei Nagalawan

saja, akan tetapi termasuk masyarakat di desa tetangga seperti Lubuk Bayas, Lubuk Rotan, Naga Kisar dan lain sebagainya 2.2 Pemerintahan Desa Pemerintahan Desa Sei Nagalawan dilakukan oleh penghulu/kepala desa. Saat ini proses penentuan kepala desa dilakukan dengan pemungutan suara untuk periode jabatan selama lima tahun. Mulai tahun 1940 setidaknya sudah ada beberapa penghulu/kepala desa yang pernah menjabat, yakni: Tabel 1 Kepemimpinan Kepala Desa Sei Nagalawan No Nama 1 Saman (1940-1952) 2 Muhammad (952-1957) 3 Tuganal (1957-1971) 4 Siab (1971-192) 5 Tuganal (1972-1987) 6 Umar (1987-2006) 7 Ishaq (Januari 2006-Juli 2006) 8 Sahrum ( Juli 2006-2011) 9 Japar Siddik (2011-Sekarang) Sumber : Data Kepala Desa 2014 2.3 Luas dan Pembagian Wilayah Sei Nagalawan Desa Sei Nagalawan memiliki wilayah yang cukup luas yakni 871 hektar. Di lahan seluas itu penduduk melakukan berbagai aktifitas pertanian, perkebunan, perindustrian, perdagangan dan beragam akitifitas lainnya. Luasnya wilayah ini menyebabkan Desa Sei Nagalawan dibagi menjadi 3 dusun yakni dusun I, dusun II, dusun III

Secara spesifik wilayah Sei Nagalawan terdiri atas pertanian dan perkebunan. Pemanfaatan pertanian padi (sawah) mencapai 497 hektar. Sementara sisanya merupakan lahan kering yang dimanfaatkan untuk permukiman dan perkebunan. Desa Sei Nagalawan dikenal sebagai desa yang banyak menghasilkan padi. Tak heran jika musim tanam tiba maka penduduk setempat akan bersamasama mengerjakan sawah mereka secara bergantian. Masyarakat setempat masih menerapkan sistem gotong royong dimana saling membantu satu sama lain secara sukarela serta secara bergantian mengerjakan sawah-sawah tersebut. Persawahan ini di dukung oleh adanya irigasi teknis seluas 252 hektar dan irigasi non teknis mencapai 245 hektar. Selain pemanfaatan sebagai lahan persawahan lahan juga digunakan untuk kepentingan pertanian non sawah seluas 258 hektar dan 116 hektar untuk kebutuhan non pertanian. 2.4 Batas Desa Secara geografis Sei Nagalawan terletak pada 7º 50 Lintang Utara 9º 21 Lintang Utara dan 97º 18 Bujur Timur - 98º 42 Bujur Timur dengan batasan geografis yakni: Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Lubuk Bayas, Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Teluk Mengkudu, Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pantai Cermin.

2.5 Kependudukan 2.5.1 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah keseluruhan penduduk Sei Nagalawan pada tahun 2011 adalah 3005 jiwa. Bila dilihat dari jenis kelamin maka komposisi penduduk Desa Sei Nagalawan didominasi oleh kaum perempuan. Jumlah perempuan mencapai 1517 jiwa sedangkan jumlah laki laki hanya 1488 jiwa. Banyaknya jumlah perempuan tidak menutup kemungkinan perempuan terlibat dalam berbagai aktifitas untuk tercapainya kesetaraan gender. Keterlibatan perempuan salah satunya terlihat pada pengelolaan ekowisata mangrove. Tabel 2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin (Dalam Satuan Jiwa) No Jenis Kelamin Jumlah 1. Laki-laki 1488 2. Perempuan 1517 Jumlah 3005 Sumber: Data Desember 2014 Diolah dari BPS Kabupaten Serdang Bedagai 2.5.2 Komposisi Penduduk Menurut Usia Komposisi penduduk Desa Sei Nagalawan bervariasi bila dilihat dari usia. Melalui tabel dibawah ini maka dapat diketahui jumlah penduduk yang produktif dan tidak produktif. Berikut adalah komposisi penduduk Desa Sei Nagalawan berdasarkan usia:

Tabel 3 Komposisi Penduduk Menurut Usia (Dalam Satuan Jiwa) No. Usia Jumlah 1. 0-5 tahun 411 2. 6-12 tahun 372 3. 13-16 tahun 409 4. 17-59 tahun 1551 5. 60+ tahun 262 Jumlah 3005 Sumber: Data Desember 2014 Diolah dari BPS Kabupaten Serdang Bedagai Bila dilihat dari tabel di atas maka dapat diketahui bahwa jumlah terbanyak adalah penduduk dengan usia produktif yakni direntang usia 17-59 tahun dengan jumlah 1551. Peringkat kedua terbanyak ditempati oleh penduduk dengan usia yang belum produktif yakni pada rentang usia 13-16 tahun dengan jumlah 409. Penduduk yang tidak produktif (60+) jumlahnya paling sedikit yakni 262 jiwa. Adapun penduduk berumur antara 6-12 tahun sebanyak 372 dan 0-5 tahun sebanyak 411 jiwa. 2.5.3 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Penduduk Desa Sei Nagalawan bekerja pada banyak sektor. Ada yang bekerja sebagai PNS, karyawan, wiraswasta, nelayan, tani dan pekerjaan lainnya. Dari banyaknya pekerjaan banyak penduduk yang memanfaatkan sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemanfaatan sektor pertanian berkaitan dengan luasnya lahan kosong yang dapat digunakan untuk budidaya pertanian. Lahan yang tidak produktif diubah menjadi lahan yang lebih bernilai ekonomis. Usaha tani yang banyak dilakukan adalah pertanian sawah dengan memanfaatkan

irigasi. Selain bekerja pada sektor pertanian banyak juga penduduk setempat yang bekerja sebagai buruh. Kebanyakan penduduk menjadi buruh di pabrik, salah satu pabrik yang banyak mempekerjakan penduduk setempat sebagi buruh adalah PT. Aquafarm. PT. Aqufarm sendiri merupakan perusahan yang menggunakan bahan baku ikan yang diperoleh melalui proses pembibitan dalam tambak dan hasil tangkapan nelayan setempat. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang beroperasi di sekitaran Sei Nagalawan dan di kawasan danau Toba. Secara umum kehadiran PT. Aquafarm memberikan dampak positif dalam bidang perekonomian terutama bagi masyarakat setempat yang membutuhkan pekerjaan sebagai karyawan, namun disatu sisi perusahaan ini juga tidak terlepas dari dampak negatif. Dampak negatif terhadap lingkungan merupakan hal yang paling jelas terlihat dimana dengan beroperasinya PT. Aquafarm menyebabkan polusi udara serta tercemarnya sungai dan pesisir sekitar wilayah pabrik akibat pembuangan limbah hasil operasional PT. Aquafarm tersebut. Tabel 4 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencarian (Dalam Satuan Jiwa) No Pekerjaan Jumlah 1. PNS 6 2. Karyawan 152 3. Wiraswasta 149 4. Jasa 48 5. Tani 320 6. Nelayan 136 7. Buruh 176 8 Lainnya 574

Jumlah 1561 Sumber: Data Desember 2014 Diolah dari BPS Kabupaten Serdang Bedagai Selain tani dan buruh, bekerja sebagai nelayan juga banyak dilakukan terutama oleh penduduk yang tinggal dekat dengan laut. Penduduk bekerja dengan memanfaatkan keadaan geografis laut. Penduduk yang banyak bekerja sebagai nelayan berasal dari dusun III yang memang tepat berada di muara sungai yang langsung terhubung dengan laut. Penduduk Sei Nagalawan juga banyak yang menjadi karyawan dengan jumlah 152 jiwa, wiraswasta 149, jasa 48 jiwa. Pekerjaan yang paling sedikit jumlahnya adalah PNS yang hanya 6 jiwa. 2.5.4 Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Pendidikan merupakan hal yang penting untuk mendapatkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kompetensi untuk bersaing di dunia kerja. Tak heran penduduk Sei Nagalawan banyak yang menyekolahkan anaknya untuk memudahkan dalam mencari pekerjaaan. Banyak pekerjaan yang mengutamakan kualifikasi pendidikan sebagai salah satu syarat utama. Tabel 5 Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan (Dalam Satuan Jiwa) No. Pendidikan Jumlah 1. TK 65 2 SD 184 3 SMP 203 4 SMA 276 5 D1-D3 8

6 S1 3 Jumlah 739 Sumber: Data Desember 2014 Diolah dari BPS Kabupaten Serdang Bedagai Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah terbanyak penduduk sekolah dan menamatkan pendidikannya pada tingkatan SMA dengan jumlah 276 jiwa, SMP 203 jiwa, SD 184 jiwa dan TK 65 jiwa. Sementara penduduk yang menamatkan program Diploma hanya berjumlah 8 jiwa dan S1 3 jiwa. 2.5.5 Komposisi Penduduk Menurut Agama Kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan setiap penduduk telah dijamin oleh negara sehingga tidak ada paksaan untuk menganut agama/kepercayaan tertentu. Beberapa hal administratif bahkan mewajibkan tiap penduduk untuk mengisi kolom agama sesuai dengan yang diakui oleh negara Indonesia. Begitu halnya dengan penduduk Sei Nagalawan, mereka menganut agama/keyakinan sesuai hati nuraninya. Tabel 6 Komposisi Penduduk Menurut Agama (Dalam Satuan Jiwa) No Agama Jumlah 1. Islam 2712 2. Protestan 218 3. Katolik 75 4. Hindu - 5. Budha - 6. Konghucu - Jumlah 3005 Sumber: Data Desember 2014 Diolah dari BPS Kabupaten Serdang Bedagai

Berdasarkan tabel diatas penduduk Sei Nagalawan mayoritas memeluk agama Islam dengan jumlah 2712, Protestan 218 dan Katolik 75. Sementara penganut agama Hindu, Budha dan Konghucu sama sekali tidak terdapat di desa ini. 2.5.6 Komposisi Penduduk Menurut Suku Bangsa Konsep kesukubangsaan tidak dapat terlepas dari penduduk Sei Nagalawan. Hal ini dikarenakan Sei Nagalawan merupakan sebuah desa yang penduduknya masih memiliki rasa primordial satu sama lain. Penduduk Sei Nagalawan paling banyak bersuku bangsa Melayu. Hal ini wajar mengingat Sei Nagalawan berada di Kabupaten Serdang Bedagai yang terkenal dengan Kesultanan Melayu dari dahulu kala. Setelah Melayu, suku bangsa Jawa merupakan suku kedua terbanyak dengan jumlah 803 jiwa diikuti oleh suku bangsa Banjar sebanyak 692 jiwa, Batak 476 jiwa, Mandailing 79 jiwa, Karo 20 jiwa, Minang 42 jiwa, Tionghoa 20 jiwa dan arab 4 jiwa. Tabel 7 Komposisi Penduduk Menurut Suku Bangsa (Dalam Satuan Jiwa) No Suku bangsa Jumlah 1. Melayu 868 2. Batak 476 3. Karo 20 4. Mandailing 79 5. Banjar 692 6. Jawa 803 7. Minang 42 8. Tionghoa 20

9. Arab 4 Jumlah 3005 Sumber: Data Desember 2014 Diolah dari BPS Kabupaten Serdang Bedagai Beragamnya suku bangsa yang mendiami Desa Sei Nagalawan menjadi bukti harmonisnya hubungan antara suku bangsa yang berbeda. Ekowisata mangrove merupakan salah satu objek wisata yang dibangun oleh orang-orang yang memiliki latar belakang suku yang berbeda satu sama lain. 2.6 Sarana dan Prasarana 2.6.1 Sarana Pendidikan Sarana pendidikan yang ada di Desa Sei Nagalawan hanya Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) berjumlah satu buah dan SD Negeri yang juga hanya satu satunya di desa ini. Sementara sarana pendidikan untuk tingkat pertama (SMP/MTs) sama sekali tidak ada begitu juga sarana pendidikan tingkat lanjut (SMA sederajat). Penduduk setempat harus keluar desa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Biasanya penduduk setempat menyekolahkan anaknya di Perbaungan yang memiliki fasilitas pendidikan lebih lengkap. 2.6.2 Sarana Kesehatan Unit kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas sama sekali tidak terdapat di Sei Nagalawan. Hanya terdapat beberapa tenaga medis berupa bidan (2 orang), bidan desa (1 orang), dukun bayi (2 orang) dan tenaga paramedis (1

orang). Masyarakat setempat harus keluar desa untuk mendapatkan akses kesehatan. 2.6.3 Sarana Ibadah Adapun sarana ibadah yang tersedia mesjid berjumlah 3 unit, surau 2 unit dan gereja 2 unit. 2.6.4 Sarana Transportasi Wilayah Desa Sei Nagalawan merupakan wilayah yang terjauh dari Kecamatan Perbaungan. Lokasi yang cukup jauh dari jalan lintas membuat beberapa alat transportasi sangat penting untuk mendukung mobilitas. Alat transportasi yang banyak digunakan adalah becak motor dan ojek. Selain itu ada pula perahu yang digunakan nelayan untuk melaut. Sementara transportasi umum seperti minibus dan angkutan kota sama sekali tidak ada di desa ini. Untuk berpergian penduduk setempat banyak menggunakan sepeda motor pribadi. 2.6.5 Sarana Komunikasi Sarana komunikasi yang umum digunakan antara lain telepon rumah, telepon genggam dan laptop dengan menggunakan jaringan komunikasi. Sarana komunikasi sudah ada di desa ini walaupun belum sepenuhnya maksimal. Minimya dukungan dari pihak pengembang layanan komunikasi menyebabkan komunikasi tidak berjalan maksimal. Media komunikasi hanya bisa digunakan untuk SMS dan telepon, sementara untuk akses belum didukung oleh layanan 3G yang maksimal.

2.7 Potensi Desa Sei Nagalawan 2.7.1 Potensi Pertanian dan Perkebunan Sektor pertanian dan perkebunan merupakan salah satu sektor yang paling potensial di Desa Sei Nagalawan. Sektor ini didukung oleh luas lahan yang mencapai 871 hektar. Lahan yang ada dimanfaatkan untuk bertani padi, ubi serta tanaman palawija lainnya. Pemanfaatan lahan juga dimaksimalkan untuk menanam tanaman tahunan misalnya kelapa sawit dan karet. 2.7.2 Potensi Pariwisata Potensi pariwisata Sei Nagalawan di dukung oleh letak geografisnya. Letak geografis yang berdekatan dengan laut membuat wisata berbasis kelautan menjadi wisata yang paling diandalkan. Saat ini setidaknya ada beberapa objek wisata yang memanfaatkan keindahan alam sebagai nilai jual pariwisata, antara lain: 2.7.2.1 Pantai Klang Pantai Klang berada di Desa Nagalawan Kecamatan Perbaungan. Pantai ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat setempat. Pantai ini cocok untuk menjadi lokasi bersantai dan berkumpul bersama keluarga karena lokasinya yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan. Selain itu pantai Klang juga berdekatan dengan persawahan yang ditanam oleh masyarakat setempat.

2.7.2.2 Ekowisata Mangrove Kampoeng Nipah Ekowisata mangrove saat ini menjadi andalan wisata Sei Nagalawan. Wisata yang memanfaatkan ekosistem mangrove ini sudah dikenal sehingga cukup banyak pengunjung yang datang ke objek wisata. Pengunjung benar-benar dimanjakan dengan berbagai hal yang berbau mangrove. Menanam mangrove, makan kerupuk mangrove, mengelilingi hutan mangrove benar-benar hal yang tak akan terlupakan begitu saja. Ekowisata mangrove bahkan menjadikan Desa Sei Nagalawan menjadi salah satu desa wisata terpadu yang masih jarang dimiliki oleh Indonesia. 2.7.2.3 Pantai Tengah Pantai Tengah merupakan salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat setempat. Letaknya bersebelahan dengan kawasan ekowisata mangrove Kampoeng Nipah. Namun kondisi pantai Tengah saat ini cukup memprihatinkan. Hampir seluruh bibir pantai mengalami abrasi yang parah karena terjangan ombak. Kawasan pantai ini merupakan kawasan pantai yang tidak ditanami dengan mangrove hingga laju abrasi pantai cukup tinggi. 2.7.3 Potensi Perikanan dan Kelautan Sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor yang menyokong banyak ekonomi rumah tangga penduduk Sei Nagalawan. Cukup banyak penduduk setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Sayangnya potensi disektor perikanan dan kelautan belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak hal yang

menjadi kendala nelayan untuk memaksimalkan pendapatannya misalnya mahalnya bahan bakar yang digunakan untuk melaut. 2.7.4 Potensi Kerajinan Tangan Tikar Purun Bertahun-tahun lamanya Desa Sei Nagalawan dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki kerajinan yang memiliki nilai jual. Salah satu kerajinan tangan yang banyak dihasilkan adalah anyaman tikar yang diolah dengan memanfaatkan tanaman purun. Tanaman purun merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di rawa dan persawahan. Menganyam purun menjadi tikar yang siap jual banyak dilakukan oleh kaum wanita untuk menambah pendapatan ekonomi. Saat ini produksi anyaman tikar purun tidak sebanyak dulu. Hal ini dikarenakan tanaman purun mulai sulit didapat. Sulitnya tanaman purun didapat karena lahan rawa sudah banyak dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. Banyaknya potensi pariwisata ini akan semakin baik jika dikelola secara terpadu sehingga wisatawan bisa berkunjung ke berbagai lokasi wisata di Sei Nagalawan secara bersamaan dan efisien. Sayangnya masyarakat setempat masing-masing memiliki kepentingan dalam mengelola tiap potensi yang ada. Selain itu beberapa lokasi ekowisata juga dikelola oleh pengelola profesional sehingga sulit untuk menjadikan objek wisata potensial menjadi kawasan wisata terpadu.