PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

Introduction. Nursyamsuddin

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

DASAR & FUNGSI. PENDIDIKAN NASIONAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

DASAR & FUNGSI. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

DAFTAR ISI. Contents A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT E. REFERENSI...

2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 12 B. TUJUAN 12 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 12 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 13 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 13

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE

PERATURAN AKADEMIK KTSP G-78. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri 78 Jakarta dengan Menerapkan Sistem Paket dan Rintisan SKS

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 22 B. TUJUAN 22 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 22 D. UNSUR YANG TERLIBAT 23 E. REFERENSI 23 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 23

PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37

BAB II LANDASAN TEORI

INFORNASI AKADEMIK SMA NEGERI 78 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 22 B. TUJUAN 22 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 22 D. UNSUR YANG TERLIBAT 23 E. REFERENSI 23 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 23

Halimatus Sa diyah Universitas Negeri Malang

Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Copyright by Asep Herry Hernawan

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 33 B. TUJUAN 33 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT 34 E. REFERENSI 34 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 34

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

2 Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 33 B. TUJUAN 33 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 34 D. UNSUR YANG TERLIBAT 34 E. REFERENSI 34 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 34

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 144 B. TUJUAN 144 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 144 D. UNSUR YANG TERLIBAT 144 E. REFERENSI 145 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 145

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pendidikan dianggap sebagai sebagai suatu investasi yang paling berharga

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Latar Belakang

PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 144 B. TUJUAN 144 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 144 D. UNSUR YANG TERLIBAT 145 E. REFERENSI 145 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 145

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 50 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

STANDAR PENILAIAN BIMBINGAN AKREDITASI SMK Oleh : A L M A N

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 12 B. TUJUAN 12 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 12 D. UNSUR YANG TERLIBAT 13 E. REFERENSI 13 F. URAIAN PROSEDUR KERJA 15

SMP NEGERI 1 SEMARAPURA Jalan Teratai, Semarapura Kelod, Klungkung Website:

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 911 TAHUN 2011 TENTANG

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA

Model Penyelenggaraan Peminatan Kurikulum 2013 di SMA KATA PENGANTAR. 2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah ii

BAB V PEMBAHASAN. meningkatkan kualitas peserta didik agar lulusannya mampu bersaing. dalam skala nasional maupun internasional. Tuntutan kebutuhan

PEMBUKAAN PENGANTAR KEPALA SEKOLAH AGENDA MENJELANG UNBK UJIAN PRAKTEK, USBN, UNBK DAN SNMPTN

1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 23 B. TUJUAN 23 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 24 D. UNSUR YANG TERLIBAT 24 E. REFERENSI 24 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 25

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG

Achmad Samsudin, M.Pd. Jurdik Fisika FPMIPA UPI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO NOMOR: /D.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MATERI PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Puskur Balitbang 1

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 101 B. TUJUAN 101 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 101 D. UNSUR YANG TERLIBAT 102 E. REFERENSI 102 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 102

LANDASAN DAN PENTAHAPAN PERINTISAN SBI. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional

KEMENAG. Sekolah Menengah Agama. Katolik. Perubahan.

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 36 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37

KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 BATAM TAHUN PELAJARAN 2018/2019

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMBELAJARAN IPS DALAM KTSP

RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (4 TAHUN) SMA NEGERI 78 JAKARTA TAHUN


RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI (SMA) Oleh : H. Karso Lektor Kepala FPMIPA UPI

PEMERINTAH KOTA SERANG DINAS PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN KURIKULUM SBI Oleh: Dr. Cepi Safruddin Abdul Jabar 1

M E M U T U S K A N: Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM PEROLEHAN KREDIT AKADEMIK DI UNIVERSITAS INDONESIA.

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK)

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL 1

A. Latar Belakang Tujuan pendidikan menengah umum adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Departemen Pendidkan Nasional menjelaskan dalam visinya bahwa kecerdasan mencakup cerdas intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual. Pasal 12 Undang-Undang Nomor 20 tentang Tahun 203 Sistem Pendidikan Nasional melindungi hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan potensi, minat dan kebutuhannya guna menunjang masa depannya. Saat ini pendidikan bermutu dan bertaraf internasional dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Masyarakat yang umumnya memiliki minat tinggi terhadap sekolah negeri yang dianggap favorit banyak berharap agar mutu pendidikan meningkat lebih cepat dari kondisi real yang ada. Dengan keterbatasan sumber daya dan sarana permintaan dan dorongan untuk berharap sekolah negeri menjadi setara dengan mutu internasional mendorong pemerintah provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan tentang sekolah nasional plus/internasional pada tahun 2005. Saat itu SMA nasional plus/internasional diberi peluang untuk membuka layanan kelas internasional. Sesuai dengan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Nomor., SMA Negeri 78 Jakarta membuka program kelas internasional yang berafiliasi dengan University of Cambridge Internasional Examination mulai tahun ajaran 2006 2007. Dibukanya layanan baru ini tentu saja merupakan sebuah terobosan dan harapan baru untuk mempercepat mutu pendidikan, namun di sisi lain membutuhkan kejelasan informasi tentang tatalaksana layanan kelas internasional. Informasi yang jelas diperlukan untuk mengurangi pro-kontra di masyarakat sekaligus membantu peningkatan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu perlu disusun panduan layaan kelas internasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat peminat layanan ini di SMA Negeri 78 Jakarta. B. Tujuan Panduan layanan kelas internasional bertujuan: 1. Memberikan informasi yang jelas, objektif, dan transparans tentang mekaisme dan prosedur layanan kelas internasional; 2

2. Menjadi panduan operasional dalam melaksanakan kelas internasional di SMA Negeri 78 Jakarta; dan 3. Menjadi patokan dalam melaksanakan evaluasi keterlakasanaan layanan kelas internasional. C. Ruang Lingkup Ruang lingup panduan ini meliputi rekruitmen, kurikulum dan pembelajaran, serta penilaian pada layanan kelas internasional. D. Referensi 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Than 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12, 35, 37, dan 38; 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 11; 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru; 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 dan Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan; 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi; 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan; 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan; 11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana Pendidikan; 12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan; 13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan; 14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Konselor; 15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional; 3

16. Panduan Penyusunan KTSP dari BSNP; 17. Panduan Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) dari BSNP; 18. Panduan Penyusunan Laporan Hasil Belajar dari Dit. PSMA. 19. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta Nomor... tentang... 20. KTSP G 78 Tahun... E. Pengertian dan Konsep 21. Layanan kelas internasional adalah lapayanan pendidikan dengan kelas khusus yang dilaksanakan pada satuan pendidikan formal dengan menggunakan standar nasional dan standar internasional. Standar nasional yang digunakan mengacu pada standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, dan standar penilaian. 22. Layanan kelas internasional bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan bermutu tinggi yang diakui dunia internasional agar lulusannya memiliki kemampuan sesuai standar isi dan standar kompetensi lulusan (nasional), serta memiliki lisensi internasional melalui sertifikasi ujian internasional yang berafiliasi dengan University of Cambridge Internasional Examination. 23. Peserta didik pada layanan kelas internasional berhak dan wajib mengikuti ujian nasional UN) dan ujian internasional dari University of Cambridge Internasional Examination pada jenjang O Level (IGCSE) dan As Level, serta dapat megikuti ujian A Level sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. 24. Kurikulum yang digunakan pada layanan kelas internasional adalah KTSP G 78 yang mengacu pada standar isi yang diperkaya dengan standar isi dari University of Cambridge Internasional Examination dengan cara mengadopsi dan mengadaptasi kedua standar isi. Kurikulum didesain sedemikian rupa dalam struktur mata pelajaran dan beban belajar dengan menggunakan sistem kredit semester (SKS). Beban belajar minimum kelas internasional adalah 126 satuan kredit semester (sks) 4

25. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang siswanya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem kredit semester dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur; 26. Penyelenggaraan SKS layanan kelas internasional menggunakan pilihan paket yang telah didesain dalam enam semester untk program sains (IPA). 27. Bahasa Pengantar dan sumber referensi utama yang digunakan pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Inggris adalah bahasa Inggris. Bahasa pengantar pada mata pelajaran lainnya menggunakan bahasa Indonesia dan dapat mengguanakan bahasa internasional. 28. Struktur kurikulum dan beban belajar kelas internasional adalah No MATA PELAJARAN Beban Belajar KKM Semester/beban belajar (sks) 1 2 3 4 5 6 1 Pendidikan Agama 1 2 Pendidikan Agama 2 3 Pendidikan Agama 3 4 5 6 7 8 9 10 Pendidikan Kewarganegaraan 1 Pendidikan Kewarganegaraan 2 Pendidikan Kewarganegaraan 3 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 1 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2 Seni Budaya 1 (seni rupa / seni tari) Seni Budaya 2 (seni rupa / seni tari) 11 Sejarah umum 12 Keterampilan Bahasa 5

No 13 14 15 MATA PELAJARAN Asing 1 (Bahasa Mandarin) Keterampilan Bahasa Asing 2 (Bahasa Mandarin) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Mulok :PLHKJ, Sinematografi, dan Robotika (satu jenis) Beban Belajar (sks) KKM 16 Bahasa Indonesia 1 17 Bahasa Indonesia 2 4 76 4 Semester/beban belajar 1 2 3 4 5 6 18 Bahasa Indonesia 3 4 76 4 19 Bahasa Indonesia 4 20 English 1 21 English 2 4 76 4 22 English 3 4 76 4 23 English 4 24 English 5 (TOEFL) 25 English 6 (TOEFL) 26 Mathematics 1 (IGGSE) 27 Mathematics 2 (IGGSE) 4 76 4 28 29 30 Mathematics 3 ( AS/A Level) Mathematics 4 ( AS/A Level) Mathematics 5 ( AS/A Level) 4 76 4 4 76 4 31 Physics 1 (IGGSE) 32 Physics 2 (IGGSE) 4 76 4 33 Physics 3 ( AS/A Level) 4 76 4 34 Physics 4 ( AS/A Level) 4 76 4 35 Chemistry 1 (IGGSE) 36 Chemistry 2 (IGGSE) 4 76 4 37 Chemistry 3 ( AS/A Level) 4 76 4 6

No MATA PELAJARAN Beban Belajar KKM Semester/beban belajar (sks) 1 2 3 4 5 6 38 Chemistry 4 ( AS/A Level) 4 76 4 39 Biology 1 (IGGSE) 40 Biology 2 (IGGSE) 4 76 4 41 Biology 3 ( AS/A Level) 4 76 4 42 Biology 4 ( AS/A Level) 4 76 4 43 Biology 5 ( AS/A Level) Jumlah 118 20 20 30 28 24 10 6 29. Pembelajaran dilaksanakan pada ruangan khusus yang bersifat tetap dengan fasilitas berstandar internasional yang dilengkapi perangkat ICT dengan jadwal akademik sama dengan jadwal akademik SMA Negeri 78; 30. Penilaian dilaksanakan sesuai dengan pedoman penilaian untuk seluruh peserta didik SMA Negeri 78 Jakarta dengan KKM minimal 75; 31. Laporan hasil belajar (LHB) bagi peserta didik pada layanan kelas internasional ditulis dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris dengan format sesuai dengan LHB peserta didik lainnya yang mengacu pada standar penilaian dan panduan penyusunan LHB dari Dit. PSMA; 32. Pengelolaan penyelenggaraan kelas internasional dilaksanakan oleh staff khusus layanan kelas internasional yang dibantu pelaksana administrasi khusus, bertanggungjawab kepada kepala sekolah melalui koordinasi dengan wakil kepala sekolah. 33. Pengelolaan kelas dilakukan oleh wali kelas yang merangkap sebagai pembimbing akademik bekerjasama dengan konselor/bk; 34. Penerimaan pesera didik baru dilakukan melalui seleksi tertulis dan wawancara dalam bahasa Inggris serta persetujuan/kesanggupan pembiayaan khusus kelas internasional. Mata pelajaran yang diujikan pada saat seleksi adalah bahasa Inggris, matematika dan sains; 35. Beban biaya layanan kelas internasional bersumber dari pembiayaan mandiri orangtua peserta didik yang dilunasi pada awal tahun pelajaran, yaitu terdiri dari: a. Biaya pendidikan sebesar Rp. 24.000.000,00 per tahun b. Biaya sumbangan peserta didik baru minimal Rp 10.000.000,00 c. Beban biaya sudah termasuk untuk buku/bahan ajar dan biaya ujian (UN, IGCSE, dan A/As level) masing-masing satu kali. 7

36. Pendidik pada layanan kelas internasional memiliki kualifikasi sebagai guru profesional dengan sertifikat profesi pendidik dan kualifikasi internasional dengan sertifikasi lembaga internasional (University of Cambridge Internasional Examination). 37. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 1); 38. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh siswa pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005Bab I Pasal 1 butir 5); 39. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 4); 40. Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. 41. Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 6); 42. Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 11); 43. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 13); 8

44. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 butir 10); 45. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 22); 46. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa; 47. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal siswa yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional; 48. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi. 49. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah; 50. Pembimbing akademik (PA) adalah guru yang diberi tugas pembimbingan akademik terhadap sejumlah siswa dalam menyelesaikan studinya pada satuan pendidikan; 51. Konselor adalah pendidik profesional yang bertugas memberikan pelayanan bimibingan dan koselling pada satuan pendidikan formal; F. Mekanisme dan Prosedur 52. Kepala Sekolah menugaskan wakil kesiswaan dan staff layanan kelas internasional untuk menyiapkan penerimaan peserta didik baru berdasarkan jadwal resmi dari dinas pendidikan; 53. Wakil kesiswaan menyusun rencana, jadwal dan panitia penerimaan peserta didik baru dengan melibatkan unsur tenaga administrasi, staff layanan kelas internasional, dan wakil/kepala sekolah. Penanggungjawab 9

pelaksanaan penerimaan peserda didik baru adalah wakil bidang kesiswaan: 54. Panitia melaksanakan kegiatan seleksi penerimaan peserta didik baru: a. Tahap pertama dibuka pendaftaran, seleksi, laporan hasil seleksi, dan pengumuman tahap pertama. Jika hasil seleksi tahap pertama belum mencapai kuota dilanjutkan dengan seleksi tahap ke dua; b. Tahap kedua dibuka pendaftaran, seleksi, laporan hasil seleksi, dan pengumuman tahap kedua. c. Penetapan hasil seleksi dinyatakan dalam surat keputusan kepala sekolah 55. Peserta didik yang diterima mengikuti kegiatan orientasi peserta didik baru (MOPD) yang terintegrasi dengan seluruh peserta didik di SMA Negeri 78 Jakarta; 56. Pembelajaran semester 1 diprioriaskan untuk menguatkan kemampuan bahasa inggris secara khusus bagi persiapan pembelajaran mata pelajaran matematika dan sains; 57. Kegiatan UH, UTS, UAS, dan remedial dilaksanakan sesuai jadwal akademik yang berlaku untuk semua peserta didik SMA Negeri 78 Jakarta; 58. Pesera didik berhak dan wajib mengikuti ujian O Level (IGCSE) mulai semester 3, yaitu pada periode ujian Oktober-Nopember. a. Peserta didik yang belum lulus atau akan memperbaiki nilai ujian dapat mengikuti ujian ulang di semester 4 yaitu pada periode ujian Mei-Juni; b. Beban biaya ujian ulang ditanggung oleh orangtua peserta didik. 59. Peserta didik berhak dan wajib mengikuti ujian As Level mulai semester 5, yaitu pada periode ujian Oktober-Nopember. a. Peserta didik yang belum lulus atau akan memperbaiki nilai dapat mengikuti ujian ulang di semester 6 yaitu pada periode ujian Mei- Juni; b. Beban biaya ujian ulang ditanggung oleh orangtua peserta didik 60. Peserta didik berhak mengikuti ujian A Level pada semester 6 10

61. Peserta didik dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dengan menggunakan hasil ujian IGCSE atau AS Level sebelum ujian nasional (UN) sesuai dengan keputusan yang disetujui orangtua mulai semester 4. Dengan demikian peserta didik tersebut tidak berhak mendapat ijasah kelulusan dari SMA Negeri 78 Jakarta; 62. Peserta didik yang lulus sesuai kriteria kelulusan dan menyelesaikan beban belajar 118 sks berhak mendapat ijasah dari SMA Negeri 78 Jakarta. 63. Peserta didik pada layanan kelas internasional berhak mendapatkan beasiswa/penghargaan prestasi, ikut serta dalam semua bentuk kegiatan kesiswaan, dan kesempatan berprestasi lainnya yang berlaku di SMA Negeri 78. Peserta didik pada layanan kelas internasional tidak berhak mendapatkan beasiswa kurang mampu atau bantuan pendidikan sejenis lainnya. LAMPIRAN Lampiran 1. Alur Prosedur Kerja Lampiran 2. Instruksi Kerja Lampiran 3. Contoh-Contoh 11

INPUT Lampiran 1. Alur Prosedur Kerja Layanan Kelas Internasional PROSES-PROSEDUR/UNSUR TERLIBAT OUT PUT KEPALA SEKOLAH WAKIL/STAFF GURU MATA PELAJARAN WALI KELAS/PA/BK ` 1. Juknis Dinas Pend. DKI 2. KTSP G-78 3. Panduan Layanan KI 4. dll Menugaskan dan memberi pengarahan Mengesahkan LHB 1. Menyusun rencana, jadwal, anggaran, dll 2. Menyelenggarakan seleksi Merekap, menganalisis, mengevaluasi dan menyiapkan LHB Melaksanakan pembelajaran dan penilaian dengan bahasa Inggris Memonitor,mengelola, melaporkan LHB siap dibagikan Menganalisis hasil, mengesahkan Melaksanakan Ujian dari UCIE Melaksanakanan US/UN Melatih persiapan ujian Cambridge Sertifikat Cambridge Ijasah hasil UN dan US 12

Lampiran 2a : Instruksi Kerja Penentuan Nilai Mata Pelajaran Proses Pembelajaran Penilaian KD melalui Tugas (PR, produk, proyek),tes (UH), dan/ atau praktik Lulus (KKM)? YA Remedial KD Hasil penilaian KD mencakup tiga aspek (pengetahuan, sikap, dan/atau praktik) Penilaian KD Berikutnya ` Lulus (KKM)? Remedial KD Hasil penilaian KD berikutnya YA Penilaian SK melalui UTS/UAS Lulus (KKM)? Remedial SK Penggabungan nilai SK dari tiap KD YA Nilai SK dari Penilaian UTS/UAS Penggabungan nilai SK Nilai SK dari penilaian harian Nilai SK dari seluruh penilaian (UH, UTS/UAS) Data mencakup nilai pengetahuan, sikap, dan/atau praktik disertai nilai gabungan pengetahuan dan praktik menjadi satu nilai SK Nilai mata pelajaran mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan/ atau praktik dan gabungan ratarata SK dalam satu nilai untuk menyatakan indeks prestasi (IP) Penggabungan beberapa nilai SK untuk mendapatkan nilai Mata Pelajaran 13

Lampiran 2a : Instruksi Kerja Plaksanaan Ujian Proses Pembelajaran Ujian IGCSE di Semester 3 Lulus? YA Ujian Ulang di Semster 4 Sertifikat IGCSE Ujian A/As Level di Semester 5 Lulus? YA ` Ujian ulang A/As Level di Semester 6 Sertifikat As Leve; Ujian Sekolah setelah selesai seri terakhir MP mulai sem 4 Lulus? YA Ujian Ulang (US) di semester berikutnya Dokumen hasil US Ujian Nasional (UN) di Semester 5 atau 6 Lulus? Ujian Ulang (UN) di semester berikutnya YA Penentuan kelulusan berdasarkan hasil UN dan Nilai Sekolah 14

Lampiran 2c : Instruksi Kerja Kegiatan Remedial dan Semester Pendek Penilaian KD melalui UH, tugas-tugas. dll Tuntas? Remedial KD Y Data Nilai KD Y Tuntas? Penggabungan nilai tiap KD dengan nilai SK dari UTS/UAS Y Tuntas? Data Nilai SK Remedial SK Y Tuntas? Penggabungan nilai tiap SK menjadi nilai Mata Pelajaran (satu nilai) Data LHB (IP Semester) Finish Y Tuntas? Kegiatan Semester Pendek (SP) Data LHB (IPK Semester berikutnya) Y Tuntas? Kegiatan SP Ulang 15