BAB III DESKRIPSI LOKASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III DESKRIPSI INSTANSI

BAB III DESKRIPSI INSTANSI

BAB II PROFIL KANTOR BANK INDONESIA MEDAN. A. Sejarah Ringkas Berdirinya Kantor Bank Indonesia Medan

BAB I Pendahuluan 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Perusahaan

1. Visi, Misi, dan Nilai-nilai Strategis BI

BAB I PENDAHULUAN PROFIL TEMPAT PRAKTIKA KERJA LAPANGAN Keadaan Umum Tempat PKL

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN BANK INDONESIA. Nama : Samuel Arijan Jurusan : Manajemen Institusi : Universitas Padjadjaran NPM :

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA. wawancara langsung dan dokumenter, penulis mendapatkan data-data yang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. menimbulkan munculnya gagasan pendirian bank sirkulasi untuk Hindia Belanda.

BAB II PROFIL INSTANSI

SEJARAH BANK INDONESIA : KELEMBAGAAN Periode

Bank Indonesia : Apa, Siapa dan Bagaimana

No. 15/35/DPAU Jakarta, 29 Agustus SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

- 2 - PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Angka 1 sampai dengan angka 13 Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR: 188/411/KEP/ /2013

II. PT. BANK GANESHA

SEJARAH BANK INDONESIA : KELEMBAGAAN Periode

BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Kantor Bank Indonesia Bandung. Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia, seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan sebagai darahnya perekonomian negara. Oleh karena itu

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. tabungan serta deposito berjangka dan memberikan kredit kepada pihak yang

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/9/PBI/2016 TENTANG PENGATURAN DAN PENGAWASAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 19/13/PBI/2017 TENTANG PELAYANAN PERIZINAN TERPADU TERKAIT HUBUNGAN OPERASIONAL BANK UMUM DENGAN BANK INDONESIA

RENCANA STRATEGIS TAHUN BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TAHUN ANGGARAN 2013

PERANAN KLIRING DALAM LALU LINTAS PEMBAYARAN GIRAL DI BANK INDONESIA CABANG SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan sebagai darahnya perekonomian negara. Oleh karena itu

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/19/PBI/2009 TENTANG SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO BAGI PENGURUS DAN PEJABAT BANK UMUM

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 59 /KPTS/013/2016 TENTANG TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37 /POJK.03/2016 TENTANG RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

BAB III PAPARAN DATA PENELITIAN. Penerima Beasiswa Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp

S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/25/PBI/2004 TENTANG RENCANA BISNIS BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PEDOMAN dan TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT. BANK MASPION INDONESIA Tbk

Menjaga Stabilitas Keuangan di Tengah Berlanjutnya Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah singkat Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara

LAMPIRAN A PEMIMPIN CABANG BIDANG PEMBINAAN PELAYANAN PENYELIAAN LAYANAN PRIMA / EMERALD

Bab 3. Analisis Sistem yang Berjalan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II LANDASAN TEORI tentang perbankan, adalah sebagai berikut :

BAB III AUDIT BERBASIS RISIKO PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK BRI SYARIAH KANTOR CABANG GUBENG SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. usaha yang terdiri atas uang kertas dan uang logam, yang merupakan alat pembayaran

PERATURAN BANK INDONESIA Nomor: 7/25/PBI/2005 TENTANG SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO BAGI PENGURUS DAN PEJABAT BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS

12Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

Gambar 1.1 Logo Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia (2014)

Self Assessment GCG. Hasil Penilaian Sendiri Pelaksanaan GCG

DAFTAR ISI. Daftar isi Pelaksanaan Good Corporate Governance PD BPR Garut 2

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR NOMOR 19/20/PADG/2017 TENTANG REKENING GIRO DI BANK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2 1. Perluasan akses kepesertaan yang tidak terbatas pada Bank Umum Saat ini kepesertaan SKNBI terbatas pada Bank Umum sehingga transfer dana melalui

PEDOMAN & TATA TERTIB SATUAN PENGAWASAN INTERNAL PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

Matriks Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS

-2- Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 66, Tambahan Lembaran

KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI ACEH

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BANK SYARIAH BUKOPIN SEMESTER I TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN. Uang sebagai sistem pembayaran tidak dapat dipisahkan dari fungsinya untuk

Bab 6 Kesimpulan dan Implikasi

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

No. 4/12/DASP Jakarta, 24 September 2002 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

Otoritas Moneter di Indonesia

DAFTAR ISI. Daftar isi 1

BAB II DESKRIPSI PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. Sesuai dengan objek penelitian, yaitu website perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 19 /PBI/2009 TENTANG SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO BAGI PENGURUS DAN PEJABAT BANK UMUM

Laporan Bulanan Bank Perkreditan Rakyat.

BAB VI ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA (API)

No.11/21/DKBU Jakarta, 10 Agustus 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT. BPR KANAYA

Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Profil Bank Indonesia

SEJARAH BANK INDONESIA : KELEMBAGAAN Periode

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/1/PBI/2013 TENTANG LEMBAGA PENGELOLA INFORMASI PERKREDITAN

BAB I PENDAHULUAN. tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.03/2016 TENTANG RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT

POIN ISI SURAT EDARAAN USULAN PERBARINDO. Matriks Rancangan Surat Edaran OJK Tentang Rencana Bisnis BPR dan BPRS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ANGGOTA DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA,

Transkripsi:

BAB III DESKRIPSI LOKASI A. Sejarah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo dibuka pertama pada tanggal 25 November 1867 dengan nama Agentshap Soerakarta sebagai cabang ke 6 De Javasche Bank itu merupakan gagasan ketika C.F.W Wiggers van Kerchem (Presiden direktur DJB pada saat itu) melakukan kunjungan dinas ke Yogyakarta yang kemudian mengirimkan telegram kepada direksi bahwa pendirian kantor cabang DJB solo sangat diharapkan. Pemimpin kantor cabang Solo yang pertama adalah W.A Verkouteren, Kantor cabang DJB Solo merupakan kantor cabang yang pertama berdiri di pedalaman bukan di pinggir pantai, seperti DJB Jakarta, Padang dan Surabaya. Pertama kali dibuka hingga akhir tahun 1867, Kantor cabang Solo ini menempati sebuah losmen sebagai kantornya. Selanjutna intuk menampung kegiatan perbankan yang semakin berkembang pesat, pada tahun 1908. Pada tanggal 10 November 1908 gedung KPwBI Solo dibangun dengan peletakan batu pertama oleh Moej. A. Roufls dengan perancang oleh Biro Arsitek dan Insinyur Vermont Cuypers & Hulswit. Gedung baru ini mulai digunakan pada tanggal 1 Agustus 1910 dengan alamat Jl Jend. Sudirman nomor 4. Sementara periode Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo mulai di buka pada tanggal 15 Januari 1949 dengan status kelas III. (tayangan Bank Indonesia Solo, 2006). Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1953 tentang Penetapan UU Pokok Bank Indonesia, dijelaskan bahwa Bank Indonesia didirikan untuk menggantikan De Javache Bank N.V sekaligus bertindak sebagai Bank Sentral Indonesia. Bank Indonesia adalah Bank Sentral Negara Republik Indonesia yang keberadaannya diatur dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang kemudian diubah dan disempurnakan dengan UU No. 3 Tahun 2004. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Bank Indonesia memiliki kantor di beberapa daerah, 43

44 termasuk di Solo. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Solo memiliki wilayah kerja di 6 Kabupaten dan 1 kota di Eks Karesidenan Surakarta, yaitu Kota Solo, Kabupaten Klaten, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, dan Sukoharjo. Pada gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo telah mengalami banyak perubahan/penambahan hal itu dikarenakan telah terjadi perkembangan organisasi dan kebutuhan kegiatan operasional KPwBI Solo. Sehingga diperlukan pembangunan gedung baru yang dapat menampung kegiatan operasional saat ini dan telah mengantisipasi kebutuhan yang akan datang. Setelah dilakukan kajian terhadap lokasi untuk pembangunan KPwBI Solo yang baru, dengan berbagai pertimbangan seperti pertimbangan luas lahan, jarak dan pusat Kota Solo, dan efisiensi khususnya dalam hal rencana pemanfaatan gedung KPwBI Solo existing sebagai public use, akhirnya Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk membeli lahan dari bekas Hotel Merdeka disudut simpang Jl. Jend. Sudirman dan Jl. Ronggowarsito sebelah selatan gedung KPwBI yang lama yang saat dibeli merupakan asset dari Bank Mandiri dan gedung tersebut menjadi gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo yang digunakan saat ini. B. Visi, Misi, Core Function dan Sasaran Strategis KPwBI Solo 1. Visi KPwBI Solo Menjadi Kantor Bank Indonesia yang dapat dipercaya di daerah melalui peningkatan peran dalam menjalankan tugas-tugas Bank Indonesia yang diberikan. 2. Misi KPwBI Solo Mendukung pencapaian kebijakan Bank Indonesia di bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran secara efisien dan optimal serta memberikan saran kepada Pemda dan lembaga terkait lainnya di daerah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah. 3. Core Function Core function KPwBI Solo adalah sistem kebijakan sedangkan supportingnya adalah sistem operasional. Oleh karena itu, KBI Solo pun tidak

45 melakukan kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan oleh Bank Umum ataupun BPR seperti: menghimpun dana dari masyarakat maupun menyalurkan dana dalam bentuk kredit kepada masyarakat. 4. Sasaran Strategis a. Terkendalinya inflasi daerah dan tersedianya informasi ekonomi regional. b. Terwujudnya industri perbankan yang sehat. c. Terpeliharanya kehandalan sistem pembayaran dan pengedaran uang. d. Mendukung upaya pengendalian inflasi. e. Mendorong upaya penyehatan industri perbankan. f. Memelihara keamanan dan kehandalan sistem pembayaran. g. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. h. Memperkuat dukaungan organisasi dan kepemimpinan pegawai, serta mengembangkan kompetensi pegawai. i. Memperbaiki pelaksanaan governance. C. Nilai-nilai Strategis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo 1. Trust & Integrity Membangun kondisi saling menghormati dan mempercayai secara internal dan eksternal melalui keterbukaan, kehandalan, dan konsistensi antara pikiran, ucapan & tindakan yang didasari oleh nilai-nilai moral dan etika. 2. Profesionalism Bekerja dengan tuntas dan tanggung jawab atas dasar kompetensi terbaik yang dilakukan secara independen, antisipasif, rasional dan obyektif 3. Excellence Senantiasa melakukan yang terbaik dengan mengedepankan penciptaan nilai tambah yang prima untuk mencapai keunggulan yang berkelanjutan menuju kesempurnaan. 4. Public Interest Senantiasa mengutamakan dan melindungi kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan dalam melaksanakan mandate dengan penuh dedikasi, adil dan bertanggung jawab.

46 5. Coordination & Teamwork Membangun sinergi yang berkesinambungan secara internal dan eksternal melalui kolaborasi dan komunikasi yang menghasilkan komitmen yang memberikan nilai tambah dengan dasar saling percaya, saling menghargai, dan semangat independensi. D. Tugas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Sesuai Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir melalui Undang-Undang No. 06 Tahun 2009, Tujuan Bank Indonesia adqlqh mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Dalam menjalankan mandate tersebut, Bank Indonesia diberikan tugas untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo sebagai pelaksana implementasi tugas Bank Indonesia memiliki visi untuk menjadi Kantor Perwakilan yang kredebel dalam pelaksanaan tugas Bank Indonesia dan kontributif bagi pembangunan ekonomi daerah maupun Nasional. Bedasarkan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 30 September 2014, berikut merupakan 9 (Sembilan) fungsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri, meliputi : 1. Bidang Moneter & Stabilitas Keuangan Pengembangan ekonomi dan advisor kebijakan pada Gubernur tiap provinsi (dan walikota dari beberapa kota penting), melalui : a. Pembuatan dan publikasi Kajian Ekonomi dan Keuangan dan Regional (KEKR) b. Mempengaruhi supply side kebijakan moneter melalui Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daeara (TPID) c. Kondelor ke Gubernur 2. Bidang Sistem Pembayaran

47 a. Pengelolaan uang kartal b. Pengawasan Sistem Pembayaran c. Pelaksanan Sistem Pembayaran 3. Bidang Keuangan Inklusif & UMKM a. Pelaksanaan Financial Inclusion dan UMKM 4. Bidang Manajemen Intern a. Melakuakan Komunikasi Kebijakan b. Dukungan SDM, SI, Perencanaan dan Anggaran, Manajemen Fasilitas, Keamanan E. Struktur Organisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo (Sumber: KPwBI Solo)

48 F. Sumber Daya Manusia Kantor perwakilan Bank Indonesia Solo dipimpin oleh seorang Kepala Perwakilan yang memiliki golongan G6, dan diwakili oleh 2 (dua) orang Deputi Kepala yaitu 1. Deputi Kepala Ekonomi dan Moneter yang bergolongan G5 yang membawahi 3 (tiga) unit kerja yaitu : a. Unit Asesmen, Statistik, Survei dan Liaison yang terdiri dari 3 pegawai yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. b. Unit Akses keuangan & UMKM terdiri dari 2 pegawai dan 2 konsultan yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. c. Unit Komunikasi & Koordinasi Kebijakan yang terdiri dari 3 pegawai yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. 2. Deputi Kepala Sistem Pembayaran dan Menejemen Intern yang bergolongan G5 yang membawahi 4 (empat) unit kerja yaitu : a. Unit Sumber Daya yang terdiri dari 16 pegawai dan 2 orang tenaga operasional yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. b. Unit Distribusi dan Layanan Kas yang terdiri dari 12 pegawai yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. c. Unit Layanan Nasabah dan Penyelenggaraan Kliring.yang terdiri dari 4 pegawai yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. d. Unit Pengelolaan Uang yang terdiri dari 12 pegawai yang dipimpin oleh seorang Manajer yang bergolongan G4. G. Deskripsi Tugas Unit Kerja 1. Bidang Ekonomi Moneter a. Unit Asesmen, Statistik, Survei dan Liaison - Memiliki tugas yaitu survei lapangan atau penelitian ekonomi daerah yang berbasis kajian lapangan dan menggelar temu dengan responden survei dan kontak liaison yang merupakan salah satu sarana bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk memberikan apresiasi kepada stakeholders dalam pengisian survey yang dilakukan oleh UASSL.

49 - Menyusun Kajian Ekonomi Regional (KER) per-semester dan per-bulan dan pengembangan ekonomi dan harga. - Aktif dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dalam rangka menjaga stabilitas inflasi yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dengan membentuk TPID di masing-masing Kota/Kabupaten di Soloraya. - Pemberian Informasi Sistem Informasi Debitur (SID), pemberian informasi kepada masyarakat terkait SID tanpa biaya diberikan di KPwBI Solo setiap hari Senin-Jumat Pukul 08.00 s.d 10.00 WIB. - Melakukan Diseminasi Hasil Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) b. Unit Akses keuangan & UMKM - Melakukan Pemberdayaan atau permberian Kepada UMKM di Soloraya. - Melakukan identifikasi hasil penelitian/ kesepakatan dengan stakeholder mengenai program yang berpotensi dalam pengembangan UMKM. - Menyusun program pemberdayaan UMKM berdasarkan hasil identifikasi. - Melakukan pengembangan UMKM melalui pengembangan klaster komoditas yang menjadi sumber tekanan inflasi atau komoditi unggulan daerah. c. Unit Komunikasi & Koordinasi Kebijakan - Melakukan peran kehumasan kepada stakeholder terkait dengan media, SKPD, perbankan, maupun masyarakat luas seperti kegiatan sosialisasi kebanksentralan kepada siswa, gathering wartawan, konferensi pers mengenai perkembangan ekonomi. - Melakukan implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di bidang ekonomi, social budaya, pendidikan maupun bidang kemasyarakatan, pemberian beasiswa kepada 80 mahasiswa setiap tahunnya.

50 2. Manajemen Intern a. Unit Sumber Daya - Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penerimaan, penempatan, pengembangan, pembinaan dan pemutusan hubungan kerja dengan pegawai temasuk THOS sesuai ketentuan yang berlaku. - Mengelola data kepegawaian. - Menyelenggarakan pendidikan dan latihan pegawai sesuai dngan keweangannya. - Melakuakan kegiatan yang terkait dengan sistem pemeliharan pegawai (gaji, intensif, manfaat dan fasilitas) seperti kesehatan pegawai dan keluarganya serta darmasiswa bagi anak pegawai. - Melakukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi program kerja dan anggaran KPwBI Solo. - Melaksanakan pemeliharaan gedung, inventaris kantor, rumah dinas, rumah istirahat dan perabotnya, serta sarana lainnya. 3. Sistem Pembayaran a. Unit Distribusi dan Layanan Kas - Melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah (CIKUR) - Memberikan seminar penanggulangan tindak criminal pada perbankan. - Melalukan kas keliling ke daerah terpencil. - Melakukan kerjasama layanan penukaran uang dengan pihak Bank umum. - Melakukan kegiatan penukaran uang rusak dan uang sudah tidak layak edar pada hari selasa dan hari kamis di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo b. Unit Layanan Nasabah dan Penyelenggaraan Kliring. - Settlement transfer melalui BI-RTGS untuk kepentingan pengeluaran pemerintah. - Pentatausahaan rekening nasabah (termasuk pemerintah daerah dan lembaga lain terkait dengan tugas bank Indonesia) - Pengeriman Data Keuangan Elektronik (DKE) melalui SKNBI. - Pengelolaam database BI-SOSA dan BI-RTGS

51 - Penyelenggara kliring lokal (Warkat debet) - Pengelolaan Data Keuangan Elektronik (DKE) - Monitoring penyelenggaraan kliring lokal non-bi c. Unit Pengelolaan Uang - Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggung jawaban Hitung Uang Hitung (HUM) uang kertas dan logam - Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggung jawaban Hitung Uang Hitung (HUM) MSUK - Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggung jawaban pemusnahan uang kertas dan MRUK - Mempersiapkan modal kerja, melaksanakan kegiatan dan pertanggung jawaban peleburan uang logam.