PT Ancora Indonesia Resources Tbk dan anak perusahaan

dokumen-dokumen yang mirip
PT. Ancora Indonesia Resources Tbk Dan Anak Perusahaan

PT. Ancora Indonesia Resources, Tbk Dan Anak Perusahaan

: Dharma Hutama Djojonegoro. Direktur Utama

PT. Ancora Indonesia Resources Tbk Dan Entitas Anak

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT Dynaplast Tbk. dan Anak Perusahaan


PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK


PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

JUMLAH ASET LANCAR

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

REKSA DANA SCHRODER PRESTASI GEBYAR INDONESIA II DAFTAR ISI. Halaman. Laporan Auditor Independen 1

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

Catatan 31 Maret Maret 2010

PT MAHAKA MEDIA TBK. DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

Jumlah aset lancar

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Salinan Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 PT Citatah Tbk

Transkripsi:

PT Ancora Indonesia Resources Tbk dan anak perusahaan Laporan keuangan konsolidasian sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dengan angka perbandingan

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Neraca Konsolidasian..... 1-3 Laporan Laba Rugi Konsolidasian... 4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian... 5 Laporan Arus Kas Konsolidasian... 6-7 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian... 8-62 ***************************

NERACA KONSOLIDASIAN 30 September 2010, Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,3 56.651.759.539 115.626.246.840 Dana yang dibatasi penggunaannya 2c,4 39.744.791.367 - Piutang 2e,5 Usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp5.456.176.416 ( : Rp8.406.397.955) 264.605.836.760 327.492.934.235 Pihak hubungan istimewa 2d,10 668.564.740 947.157.685 Lain-lain - pihak ketiga 902.280.377 3.805.089.113 Persediaan 2f,6 91.870.386.625 92.891.248.001 Pajak dibayar di muka 2o,16c 68.017.059.089 81.067.290.786 Beban dibayar di muka dan uang muka 2g,7 17.519.987.623 131.316.821.232 Jumlah Aset Lancar 539.980.666.120 753.146.787.892 ASET TIDAK LANCAR Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp436.791.068.094 (: Rp388.557.131.216) 2h,8 497.481.955.747 272.061.188.377 Dana yang dibatasi penggunaannya 2c,4 12.804.283.192 10.165.050.000 Aset pajak tangguhan - bersih 2o,16d 10.369.432.429 7.981.975.594 Pinjaman kepada pemegang saham 2d,10 36.278.126.954 47.484.726.463 Goodwill - bersih 2i,9 3.172.913.239 - Aset tidak lancar lainnya 2.162.728.075 1.120.432.583 Jumlah Aset Tidak Lancar 562.269.439.636 338.813.373.017 JUMLAH ASET 1.102.250.105.756 1.091.960.160.909 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1

NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 30 September 2010, Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Usaha 11 Pihak ketiga 186.841.559.144 220.226.338.394 Pihak hubungan istimewa 2d,10 15.240.894.604 17.542.628.805 Lain-lain - pihak ketiga 290.012.826 3.388.350.000 Hutang pembelian aset tetap 8 Pihak ketiga 23.459.881.193 - Pihak hubungan istimewa 2d,10 20.799.027.139 - Hutang dividen 2d,10 37.000.000 - Uang muka penjualan 3.785.492.446 4.438.779.974 Hutang pajak 2o,16a 4.628.224.800 42.302.380.080 Beban masih harus dibayar dan pencadangan 12 15.374.339.542 13.966.453.289 Hutang pembiayaan konsumen - jatuh tempo dalam waktu satu tahun 13 713.336.969 1.210.996.975 Pinjaman bank jangka pendek 14 51.775.062.510 - Pinjaman jangka panjang - jatuh tempo dalam waktu satu tahun 15 27.909.545.659 19.432.980.705 Jumlah Kewajiban Lancar 350.854.376.832 322.508.908.222 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2o,16d 6.633.977.372 9.748.633.531 Pinjaman dari pemegang saham 2d,10 27.623.400.000 - Hutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 13 1.412.620.642 16.871.728 Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 15 266.022.474.209 244.596.083.852 Kewajiban imbalan kerja karyawan 2k,17b 13.852.613.981 11.671.799.133 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 315.545.086.204 266.033.388.244 Jumlah Kewajiban 666.399.463.036 588.542.296.466 BAGIAN MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2b,18 287.970.522.338 231.635.918.925 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 2

NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 30 September 2010, Catatan EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham Modal dasar - 7 miliar saham (: 4 miliar saham) Modal ditempatkan dan disetor penuh - 1.765,927 juta saham ( : 1.017,5 juta saham) 19 176.592.777.700 101.750.000.000 Tambahan modal disetor 20 97.020.608.180 56.963.383.388 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 1d,2r,29 (167.763.681.154) (39.293.230.093) Pro forma ekuitas yang timbul dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 36-107.390.882.875 Ekuitas lainnya 2w (4.202.618.981) - Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 28 300.000.000 200.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 45.933.034.637 44.770.909.348 Jumlah Ekuitas 147.880.120.382 271.781.945.518 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.102.250.105.756 1.091.960.160.909 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 3

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN, Catatan PENJUALAN BERSIH 2n,21 1.064.795.490.421 962.552.511.671 BEBAN POKOK PENJUALAN 2n,22,23 876.458.928.324 749.434.651.447 LABA KOTOR 188.336.562.097 213.117.860.224 BEBAN USAHA Penjualan 24 46.967.256.573 37.557.676.516 Umum dan administrasi 25 57.233.904.901 40.666.421.345 Jumlah Beban Usaha 104.201.161.474 78.224.097.861 LABA USAHA 84.135.400.623 134.893.762.363 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba/(rugi) selisih kurs - bersih 2m 3.729.314.540 (14.132.961.431) Penghasilan bunga 3.557.373.302 2.605.404.796 Laba/(rugi) penjualan aset tetap 8 21.553.125 (182.485.000) Laba atas penjualan investasi anak perusahaan 1d - 1.016.046.467 Beban keuangan 26 (22.904.906.941) (1.592.265.475) Lain-lain - bersih (3.404.952.398) (15.168.746.371) Beban Lain-lain - Bersih (19.001.618.372) (27.455.007.014) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 65.133.782.251 107.438.755.349 PAJAK PENGHASILAN 2o,16b Pajak tahun berjalan (26.797.337.763) (35.070.142.419) Pajak tangguhan 6.174.221.780 2.671.586.241 Pajak Penghasilan - Bersih (20.623.115.983) (32.398.556.178) LABA SEBELUM BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN 44.510.666.268 75.040.199.171 BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN - BERSIH 18 (31.303.696.109) (41.567.853.741) LABA BERSIH SETELAH EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA 13.206.970.159 33.472.345.430 Efek penyesuaian pro forma 2r,36 - (3.797.533.455) LABA BERSIH 13.206.970.159 29.674.811.975 Laba bersih per saham dasar 2q,27 Setelah efek penyesuaian pro forma 7,48 20,83 Sebelum efek penyesuaian pro forma 7,48 18,47 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 4

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah) Pro forma Selisih Ekuitas yang Nilai timbul dari Saldo Laba Modal Saham Transaksi Transaksi Ditempatkan Tambahan Restrukturisasi Restrukturisasi Telah Belum Jumlah dan Disetor Modal Entitas Entitas Ekuitas Ditentukan Ditentukan Ekuitas - Catatan Penuh Disetor Sepengendali Sepengendali Lain-lain Penggunaannya Penggunaannya Bersih Saldo 1 Januari, dilaporkan sebelumnya 101.750.000.000 56.963.383.388 (52.389.801.793) - - 100.000.000 20.029.222.373 126.452.803.968 Laba bersih - - - - - - 29.674.811.975 29.674.811.975 Pengakuan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - - 13.096.571.700 - - - - 13.096.571.700 Pembentukan cadangan umum 28 - - - - - 100.000.000 (100.000.000) - Pembayaran dividen tunai 28 - - - - - - (4.833.125.000) (4.833.125.000 ) Saldo 30 September, dilaporkan sebelumnya 101.750.000.000 56.963.383.388 (39.293.230.093) - - 200.000.000 44.770.909.348 164.391.062.643 Penyesuaian pro forma ekuitas akibat transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 36 - - - 103.593.349.420 - - - 103.593.349.420 Efek penyesuaian pro forma 36 - - - 3.797.533.455 - - - 3.797.533.455 Saldo 30 September, disajikan kembali 101.750.000.000 56.963.383.388 (39.293.230.093) 107.390.882.875-200.000.000 44.770.909.348 271.781.945.518 Saldo 1 Januari 2010 124.361.111.100 149.252.274.780 (167.763.681.154) - - 200.000.000 33.762.006.200 139.811.710.926 Laba bersih - - - - - - 13.206.970.159 13.206.970.159 Pembentukan cadangan umum 28 - - - - - 100.000.000 (100.000.000) - Dampak penerapan awal PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) 2w - - - - (4.202.618.981) - - (4.202.618.981 ) Kapitalisasi tambahan modal disetor 52.231.666.600 (52.231.666.600) - - - - - - Dividen tunai 28 - - - - - - (935.941.722) (935.941.722 ) Saldo 30 September 2010 176.592.777.700 97.020.608.180 (167.763.681.154) - (4.202.618.981) 300.000.000 45.933.034.637 147.880.120.382 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 5

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (Disajikan dalam Rupiah), Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 1.101.881.396.204 995.721.009.233 Pembayaran kas kepada pemasok dan pihak ketiga lainnya (911.043.508.082) (766.622.945.148) Pembayaran kas kepada karyawan (95.708.189.018) (46.898.427.106) Penghasilan bunga yang diterima 533.079.737 2.097.432.165 Pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya - bersih (52.075.926.875) (138.389.822.736) Pembayaran beban usaha dan beban lainnya (11.194.459.058) (117.462.887.611) Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 32.392.392.908 (71.555.641.203) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap 8 (135.664.035.597) (83.248.247.489) Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya (17.374.321.398) (10.165.050.000) Hasil penjualan aset tetap dan aset lainnya 8 120.950.000 244.062.500 Peningkatan kepemilikan saham pada anak perusahaan - (62.270.000.000) Hasil penjualan saham anak perusahaan 1d - 1.980.000.000 Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (152.917.406.995) (153.459.234.989) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari (pembayaran untuk): Hutang pihak hubungan istimewa - bersih 17.272.605.000 (2.224.201.988) Hutang pembiayaan konsumen - bersih 1.008.078.144 (2.146.740.627) Dividen untuk pemegang saham minoritas anak perusahaan (13.148.941.722) (29.416.708.168) Pinjaman bank - bersih 83.956.136.477 201.180.000.000 Pembayaran bunga (21.453.310.822) (243.833.518) Penerimaan dari penerbitan modal saham anak perusahaan - bersih - 63.039.788.500 Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 67.634.567.077 230.188.304.199 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 6

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) (Disajikan dalam Rupiah)., Catatan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (52.890.447.010) 5.173.428.007 LABA SELISIH KURS KAS DAN SETARA KAS (2.655.806.638) - KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 112.198.013.187 109.366.409.471 Pro forma saldo awal kas dan setara kas anak perusahaan - 1.086.409.362 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 56.651.759.539 115.626.246.840 Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Perolehan konstruksi dalam penyelesaian melalui hutang pembelian aset tetap 44.258.908.332 - Penambahan modal disetor anak perusahaan melalui konversi hutang dividen - 10.039.417.920 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 7

1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Ancora Indonesia Resources Tbk ( Perseroan ) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 36 dari Sugito Tedjamulja, S.H., tanggal 15 September 2003. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-24761.HT.01.01.TH.2003 tanggal 16 Oktober 2003 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 16 Maret 2004, Tambahan No. 2738. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 18 September 2008 yang keputusannya dinyatakan dalam Akta Notaris No. 3 dari Fathiah Helmi, S.H., tanggal 6 November 2008, semua pemegang saham menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT TD Resources Tbk menjadi PT Ancora Indonesia Resources Tbk. Perubahan nama Perseroan tersebut efektif sejak tanggal 3 Desember 2008, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-92968.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 3 Desember 2008. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 4 dari Fathiah Helmi, S.H., tanggal 1 Desember sehubungan dengan penyesuaian maksud dan tujuan Perseroan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.J.1. Akta perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-04096 tanggal 17 Februari 2010 dan telah mendapatkan Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat persetujuan No. AHU-15750.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah pertambangan, perdagangan, pengangkutan, pertanian, industri, pembangunan dan jasa. Selama sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010, Perseroan belum memiliki kegiatan operasi aktif, kecuali yang berhubungan dengan peranannya sebagai perusahaan induk (holding company). Operasi komersial Perseroan selama sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dilaksanakan melalui anak perusahaan. Ruang lingkup kegiatan anak perusahaan dijelaskan pada Catatan 1d. Kantor Perseroan berlokasi di Equity Tower Lt 41 Suite A, Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta, Indonesia. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Februari tahun 2004. b. Penawaran Umum Saham Perseroan Pada tanggal 29 Maret 2006, Perseroan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan Surat No. S-753/PM/2006 untuk melakukan penawaran umum perdana 85.000.000 saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp110 per saham. Pada tanggal 17 April 2006, seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tanggal 18 September 2008, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM-LK dengan Suratnya No. S-6546/BL/2008 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 832.500.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp170 per saham. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tersebut telah dilaksanakan sepenuhnya pada tanggal 17 Oktober 2008. 8

1. UMUM (lanjutan) b. Penawaran Umum Saham Perseroan (lanjutan) Pada tanggal 11 September, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM-LK dengan Suratnya No. S-8384/BL/ untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 226.111.111 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp520 per saham. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tersebut telah dilaksanakan sepenuhnya pada tanggal 19 Oktober. c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 September 2010 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama dan Independen : Judi Magio Jusuf Komisaris Independen : I Nyoman Tjager Komisaris : Edwin Stamboel Komisaris : Usman H. Darus Direksi Direktur Utama : Dharma Hutama Djojonegoro Direktur Independen : J. Roger Harkin Direktur : Aulia M. Oemar Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 September adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Judi Magio Jusuf Komisaris : Edwin Stamboel Komisaris Independen : I Nyoman Tjager Direksi Direktur Utama : Usman H. Darus Direktur Independen : J. Roger Harkin Direktur : Meliza Musa Komposisi Komite Audit Perseroan pada tanggal 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: 2010 Ketua : I Nyoman Tjager I Nyoman Tjager Anggota : Mursid Setiadji Mursid Setiadji Anang Yudiansyah Setiawan Pat Lisk Sekretaris Perseroan pada tanggal 30 September 2010 dan masing-masing adalah Aulia M. Oemar dan Meliza Musa. Untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010, jumlah remunerasi yang diberikan kepada Direksi Perseroan adalah sebesar Rp1.912.500.000 (: Rp1.712.017.089) dan kepada Dewan Komisaris Perseroan sebesar Rp1.248.750.000 (: Rp1.002.224.736). Pada tanggal 30 September 2010 dan, Perseroan dan anak perusahaan mempunyai 295 dan 247 karyawan tetap. 9

1. UMUM (lanjutan) d. Anak Perusahaan Kepemilikan saham Perseroan pada anak perusahaan yang dikonsolidasi sebagai berikut: Jumlah aset Persentase kepemilikan Dimulainya sebelum eliminasi Anak kegiatan perusahaan Domisili Jenis usaha 2010 komersial 2010 PT Multi Nitrotama Jakarta Industri bahan 50,00% 40,00% 1991 824.742.416.300 633.862.409.098 Kimia ( MNK ) peledak, jasa peledakan dan perdagangan bahan peledak dan aksesorisnya PT Bormindo Jakarta Jasa pengeboran 60,00% - 1981 235.056.545.205 299.601.871.338 *) Nusantara ("BN") dan perawatan sumur minyak PT Ancora Shipping Jakarta Pelayaran dalam 99,80% - 2010 497.869.561 - ( AS ) negeri *) Disajikan kembali (Catatan 36) MNK Pada tanggal 17 Oktober 2008, Perseroan membeli 40% saham PT Multi Nitrotama Kimia ( MNK ) dari PT Ancora Mining Service ( AMS ), pihak yang mempunyai hubungan istimewa, senilai Rp141.360.000.000. Transaksi ini merupakan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Selisih antara harga perolehan dan 40% nilai aset bersih MNK sebesar Rp52.389.801.793 (rugi) dicatat sebagai bagian dari Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, disajikan di bagian ekuitas pada neraca konsolidasian (Catatan 29). Selama, Perseroan membeli 4.716 lembar saham baru yang diterbitkan oleh MNK kepada Perseroan dengan harga perolehan sebesar Rp98.637.281.064. Pembelian ini mengakibatkan peningkatan kepemilikan saham Perseroan di MNK dari 40% menjadi 50%. Transaksi ini menghasilkan goodwill sebesar Rp4.077.013.334 yang diamortisasi selama lima tahun (Catatan 9). Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 14 tertanggal 6 Mei 1997, MNK telah ditunjuk untuk mengadakan dan mendistribusikan bahan peledak dan aksesorisnya untuk aktivitas komersial di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia No. KEP/242/ M/XII/ tanggal 8 Desember, MNK diberikan izin sebagai badan usaha di bidang peledakan hingga tanggal 8 Desember 2019. Surat Keputusan ini harus diperbaharui setiap sepuluh tahun. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia No. KEP/257/ M/XII/ tanggal 14 Desember, MNK disetujui dan diberikan sejumlah kuota untuk menyelenggarakan pengadaan dan distribusi bahan peledak komersial dan aksesoris hingga tanggal 31 Desember 2010. Persetujuan ini diperbaharui setiap tahun. Sesuai Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan MNK adalah industri bahan peledak, jasa peledakan dan perdagangan bahan peledak dan aksesorisnya. 10

1. UMUM (lanjutan) d. Anak Perusahaan (lanjutan) BN Pada 2 November, Perseroan membeli 60% kepemilikan saham di BN dari PT Ancora Resources ( AR ), pemegang saham Perseroan, senilai Rp222.980.000.000. Transaksi ini digolongkan sebagai transaksi dengan entitas sepengendali sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38, Akuntansi untuk Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Selisih antara harga perolehan dan 60% nilai aset bersih BN sebesar Rp115.373.879.361 (rugi) dicatat sebagai bagian dari Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, disajikan di bagian ekuitas pada neraca konsolidasian (Catatan 29). Sebelumnya, efektif sejak 23 Juni, AR mengakuisisi 60% saham BN dari pihak ketiga. Sebelum tanggal 23 Juni, BN bukan merupakan entitas bagian dari Ancora Grup, dan bukan entitas sepengendali. Oleh karenanya, laporan keuangan konsolidasian disajikan seolah-olah transaksi restrukturisasi terjadi sejak 23 Juni. Laba bersih dari BN sejak 23 Juni sampai 30 September disajikan sebagai Efek Penyesuaian Pro forma dalam laporan laba rugi konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September. Sesuai Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BN terutama adalah melakukan jasa pengeboran dan perawatan sumur-sumur minyak. AS Berdasarkan Akta Notaris No. 90 oleh Fathiah Helmi, S.H., tanggal 29 Juni, Perseroan mendirikan AS dengan kepemilikan 99,80%. Sisa kepemilikan lainnya dimiliki oleh PT Ancora Resources (: PT Ancora Kapita Indonesia). NVG Sesuai dengan Akta Notaris No. 6 tanggal 7 Mei oleh Fathiah Helmi, S.H., Perseroan menjual seluruh kepemilikan saham di PT Navindo Geosat kepada PT Navindo Technologies, pihak ketiga, sebesar Rp1.980.000.000. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI Laporan keuangan konsolidasian disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, yang telah diperbaharui dengan Surat Edaran BAPEPAM No. 02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan akuntansi yang signifikan telah diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis), kecuali untuk laporan arus kas. Pengukurannya disusun berdasarkan harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. 11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan) Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah. b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perseroan dan anak perusahaan dimana Perseroan mempunyai penyertaan saham dengan hak suara lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, atau apabila Perseroan memiliki 50% atau kurang penyertaan saham dengan hak suara tetapi memiliki kemampuan untuk mengendalikan. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian secara efektif telah beralih kepada Perseroan dan tidak dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian berakhir. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perseroan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut. Porsi kepemilikan pemegang saham minoritas atas aset bersih anak perusahaan disajikan sebagai Bagian Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan di neraca konsolidasian. Perseroan mengkonsolidasi laporan keuangan MNK, walaupun Perseroan hanya mempunyai kepemilikan 50% saham MNK, karena Perseroan mempunyai pengendalian terhadap MNK yaitu dapat menunjuk atau memberhentikan sebagian besar manajemen MNK. Sesuai dengan Kesepakatan Bersama No. 151/PK/SP/UK/II/2008, tanggal 14 Februari 2008, yang diaktakan dengan Akta Notaris No. 15 dari Meiyane Halimatussyadiah, S.H., tanggal 29 Februari 2008, PT Ancora Mining Service (AMS), pemegang saham MNK terdahulu, berhak untuk menunjuk 2 orang Direksi MNK serta bersama-sama dengan pemegang-pemegang saham MNK lainnya berhak mengangkat 1 orang Direksi lainnya. Jumlah Direksi MNK per 30 September 2010 adalah 4 orang. Sesuai dengan Kesepakatan Bersama tersebut di atas dan Surat Keterikatan Terhadap Kesepakatan Bersama tanggal 4 Agustus 2008, Perseroan sebagai pemegang saham MNK, yang dahulu dimiliki oleh AMS, sekarang memiliki hak untuk menunjuk Direksi yang dahulu hak tersebut dimiliki oleh AMS. Pada tanggal 15 Maret 2010 terdapat Addendum Kesepakatan Bersama No. 182/PK/SP/UK/III/2010 yang memuat perubahan atas Kesepakatan Bersama No. 151/PK/UK/II/2008 tanggal 14 Februari 2008 sehubungan dengan pengalihan seluruh saham MNK yang dimiliki oleh PT Ancora Mining Service kepada Perseroan, dan juga terdapat penegasan mengenai hak untuk mengajukan Direksi dimana Perseroan berhak menunjuk 2 (dua) orang Direksi MNK dan bersama-sama dengan pemegang-pemegang saham MNK lainnya berhak mengajukan 1 (satu) orang Direksi lainnya, sehingga dari komposisi tersebut, maka jumlah Direksi yang diajukan oleh Perseroan dan selanjutnya pengangkatannya akan ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah melebihi porsi 50% (lima puluh persen). 12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Kas dan Setara Kas Perseroan dan anak perusahaan mengelompokkan semua kas dan bank serta deposito berjangka dengan masa jatuh tempo tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan sebagai kas dan setara kas. Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun disajikan sebagai Dana yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari Aset Lancar pada neraca konsolidasian. Kas dan setara kas yang akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun dari tanggal neraca konsolidasian disajikan sebagai Dana yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari Aset Tidak Lancar pada neraca konsolidasian. d. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang diklasifikasikan sebagai pihak-pihak hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam PSAK No. 7, Pengungkapan Pihak pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak hubungan istimewa telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. e. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu, berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo piutang untuk masingmasing pelanggan pada akhir periode. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut tidak tertagih. f. Persediaan Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk barang jadi dan bahan baku serta metode rata-rata bergerak untuk bahan penolong dan suku cadang. Harga perolehan barang jadi terdiri dari biaya bahan baku dan penolong, tenaga kerja langsung, biaya-biaya langsung lainnya dan biaya overhead yang dinyatakan sebesar nilai yang terkait dengan produksi. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Perseroan dan anak perusahaan menentukan penyisihan persediaan usang berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir periode. g. Beban Dibayar di Muka Beban dibayar di muka dibebankan pada operasi selama masa manfaat masing-masing biaya. h. Aset Tetap Pemilikan Langsung Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi yang signifikan diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. 13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) h. Aset Tetap (lanjutan) Pemilikan Langsung (lanjutan) Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: Tahun Pengembangan tanah 20 Bangunan 20 Mesin pabrik 14-20 Peralatan pabrik 10 Perlengkapan proyek blasting 5 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan 8-15 Alat-alat penyambung pipa selubung 5 Perabot dan interior 5 Kendaraan 4-5 Peralatan kantor 3-5 Hak atas tanah dinyatakan berdasarkan harga perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak kepemilikan tanah, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya. Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di telaah kembali, dan, jika diperlukan, disesuaikan secara prospektif pada masing-masing periode. Aset dalam Penyelesaian Biaya konstruksi bangunan dan pabrik serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. Biaya pinjaman diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika aset kualifikasian telah selesai dan siap digunakan. i. Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan investasi anak perusahaan/ perusahaan asosiasi atau bisnis dan nilai wajar bagian Perseroan atas aset bersih anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang dapat diidentifikasi, atau bisnis pada tanggal akuisisi. Goodwill diamortisasi dengan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya, yaitu lima tahun. 14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) j. Penurunan Nilai Aset Setiap tanggal neraca, Perseroan dan anak perusahaan menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset. Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengidentifikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi diantara harga jual netto atau nilai pakai aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. k. Imbalan Kerja Karyawan Perseroan dan anak perusahaan mempunyai kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU 13). Anak perusahaan (MNK) mempunyai program pensiun manfaat pasti yang meliputi seluruh karyawan tetapnya dan kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan UU 13. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun. Pendanaan program pensiun berasal dari kontribusi MNK dan karyawan masing-masing sebesar 4% dan 9,65% dari gaji kotor. Jika pendanaan dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan kurang dari jumlah manfaat yang ditentukan oleh program pensiun, MNK akan menyisihkan kekurangan pendanaan tersebut. Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya untuk penyediaan imbalan kerja karyawan dalam UU 13 ditentukan menggunakan metode penilaian aktuaria Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi bersih dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari jumlah kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang melebihi 10% dari batas tersebut diakui selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para karyawan. Biaya jasa lalu yang timbul dari penerapan suatu program manfaat pasti atau perubahanperubahan dalam hutang imbalan kerja dari program yang sudah ada harus diamortisasi selama periode sampai manfaat tersebut telah menjadi hak karyawan. Anak perusahaan (MNK) memberikan imbalan kerja jangka panjang lainnya dalam bentuk cuti panjang. Prakiraan biaya imbalan ini diakui sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan metodologi akuntansi yang hampir sama dengan yang digunakan dalam program imbalan pasca kerja manfaat pasti. Kewajiban ini dinilai oleh aktuaria independen. l. Informasi Segmen Sebuah segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi Iainnya yang berada dalam Iingkungan ekonomi lain. Berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimiliki, manajemen menetapkan bahwa segmen usaha merupakan segmen primer dan segmen geografis adalah segmen sekunder. 15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Berikut ini kurs mata uang asing utama yang digunakan untuk penjabaran pada tanggal 30 September 2010 dan : 2010 Rp/Dolar Amerika Serikat 1 8.924 9.681 Rp/Dolar Singapura 1 6.774 6.841 Rp/Euro 1 12.139 14.158 n. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan produk diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan kepada pelanggan. Pendapatan jasa peledakan diakui pada saat jasa diberikan dimana jumlah tersebut dapat diukur dengan andal. Pendapatan dari kontrak pengeboran dan perawatan sumur minyak diakui berdasarkan pekerjaan yang telah dikerjakan dengan mengalikan jumlah jam yang terpakai dengan tarif yang telah disetujui dengan pemberi kerja. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). o. Perpajakan Beban pajak tahun berjalan, ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode/tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diperkirakan akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau kewajiban dilunasi, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau, jika Perusahaan dan anak perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan p. Dividen Pembagian dividen final diakui sebagai kewajiban, ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Pembagian dividen interim diakui sebagai kewajiban ketika dividen disetujui RUPS Luar Biasa Perseroan. 16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) q. Laba Bersih per Saham Dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan masing-masing berjumlah 1.765.927.777 lembar saham dan 1.606.606.084 lembar saham setelah memperhitungkan pengaruh retroaktif seakan-akan pembagian saham bonus sebesar 522.316.666 lembar saham pada tanggal 15 Januari 2010 dilakukan pada tanggal 1 Januari. r. Transaksi Restrukturisasi Transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 38, Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Dalam standar ini yang dimaksud dengan transaksi antara entitas sepengendali adalah pengalihan entitas dalam satu grup yang sama dan secara substansi tidak merubah kepemilikan, sehingga tidak ada pengakuan laba atau rugi pada grup maupun entitas individu pada grup yang sama. Transaksi yang mendasari restrukturisasi harus dibukukan pada nilai bukunya dan transaksi tersebut diperlakukan sebagai penggabungan usaha menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interest method). Dalam metode penyatuan kepemilikan, laporan keuangan perusahaan yang direstrukturisasi disajikan seolah-olah entitas pengakuisisi atau yang di lepas telah disatukan atau dilepaskan pada saat awal periode laporan keuangan terakhir disajikan atau ketika transaksi yang mendasari restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari grup. Selisih antara harga pengalihan yang dibayar atau diterima oleh Perseroan dari mengakuisisi atau melepaskan anak perusahaan dengan kepemilikan Perseroan pada aset bersih anak perusahaan diakui sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, sebagai bagian dari ekuitas. s. Sewa Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK No. 30 (Revisi 2007), sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada penyewa. Perseroan dan/atau anak perusahaan sebagai lessee Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Perseroan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset tetap (aset sewaan) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perseroan dan anak perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Perseroan dan anak perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. 17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) s. Sewa (lanjutan) Perseroan dan/atau anak perusahaan sebagai lessor Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Perseroan dan anak perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di neraca sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan penghasilan pembiayaan. Pengakuan penghasilan pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih Perseroan dan anak perusahaan dalam sewa pembiayaan. Dalam sewa menyewa biasa, Perseroan dan anak perusahaan mengakui aset untuk sewa operasi di neraca sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Rental kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa. t. Aset Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perseroan dan anak perusahaan mengadopsi PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK revisi ini dilakukan secara prospektif. Biaya transaksi atas kontrak pembiayaan yang sudah terjadi pada saat standar diterapkan tidak diperhitungkan dalam perhitungan suku bunga efektif dari kontrak tersebut. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, kelompok tersedia untuk dijual, atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Perseroan dan anak perusahaan menentukan klasifikasi atas aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pengakuan dan Pengukuran Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar dalam laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan tersebut. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset. Aset keuangan Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya - lancar, piutang usaha, piutang lain-lain, dana yang dibatasi penggunaannya - tidak lancar, dan pinjaman kepada pemegang saham diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. Biaya amortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan tersebut memperhitungkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya-biaya transaksi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Seluruh pembelian dan penjualan yang lazim pada aset keuangan diakui atau dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan seperti contohnya tanggal pada saat Perseroan dan anak perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. 18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) t. Aset Keuangan (lanjutan) Pembelian atau penjualan yang lazim adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu umumnya ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar. Penghentian Pengakuan Perseroan dan anak perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perseroan dan anak perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga dibawah kesepakatan pelepasan (pass through arrangement); dan (a) Perseroan dan anak perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perseroan dan anak perusahaan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer pengendalian atas aset. u. Penurunan Nilai Aset Keuangan Setiap tanggal neraca, Perseroan dan anak perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perseroan dan anak perusahaan pertama kali menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual terdapat bukti penurunan nilai secara kolektif. Jika entitas menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka entitas memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Perseroan dan anak perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi. Ketika aset tidak tertagih, nilai tercatat atas aset keuangan yang telah diturunkan nilainya dikurangi secara langsung atau jika ada suatu jumlah telah dibebankan ke pos cadangan, jumlah tersebut dihapusbukukan terhadap nilai tercatat aset keuangan tersebut. Untuk menentukan adanya bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, Perseroan dan anak perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor misalnya probabilitas kebangkrutan atau kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur dan gagal bayar atau keterlambatan pembayaran yang signifikan. 19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) u. Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan sepanjang pemulihan tersebut tidak mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi. v. Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perseroan dan anak perusahaan menentukan klasifikasi atas kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal kewajiban keuangan diukur pada nilai wajarnya. Kewajiban keuangan Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap, beban yang masih harus dibayar dan pencadangan, pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, pinjaman dari pemegang saham dan pinjaman jangka panjang diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Dalam hal kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, pada awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam Beban keuangan dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika kewajiban keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat kewajiban keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersih dilaporkan dalam neraca jika, dan hanya jika, terdapat hak legal untuk saling hapus jumlah yang diakui dan ada intensi untuk menyelesaikan pada jumlah net, atau untuk merealisasikan aset dan melunasi kewajiban pada saat yang sama. w. Penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) Seperti dijelaskan dalam Catatan 2t - 2v, laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan anak perusahaan pada tanggal dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 telah menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006). Dalam menerapkan standar-standar baru di atas, Perseroan dan anak perusahaan telah mengidentifikasi penyesuaian penerapan berikut sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 mengenai ketentuan transisi untuk penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam penerapan ke PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) terdapat penyesuaian terhadap neraca konsolidasian awal Perseroaan dan anak perusahaan pada tanggal 1 Januari 2010 dijelaskan dalam tabel berikut ini: 20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) w. Penerapan awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (lanjutan) Saldo per Saldo per 1 Januari 2010 1 Januari 2010 sebelum setelah penerapan Penyesuaian ke penerapan PSAK No. 50 PSAK No. 50 PSAK No. 50 (Revisi 2006) (Revisi 2006) (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 dan PSAK No. 55 dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (Revisi 2006) (Revisi 2006) Aset Pinjaman kepada pemegang saham 46.547.390.470 7.004.364.968 39.543.025.502 Hak minoritas 271.718.572.217 2.801.745.987 274.520.318.204 Ekuitas Ekuitas lain-lain - 4.202.618.981 4.202.618.981 x. Murabahah Murabahah adalah transaksi pembelian barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. Hutang yang timbul dari transaksi murabahah tangguhan diakui sebagai hutang murabahah sebesar harga beli yang disepakati (jumlah yang wajib dibayarkan). Aset yang diperoleh melalui transaksi murabahah diakui sebesar biaya perolehan murabahah tunai. Selisih antara harga beli yang disepakati dengan biaya perolehan tunai diakui sebagai beban murabahah tangguhan dan diamortisasi secara proporsional dengan porsi hutang murabahah. y. Pernyataan yang telah dikeluarkan tapi belum berlaku efektif Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sampai dengan penyelesaian laporan keuangan Perseroan dan anak perusahaan tetapi belum efektif adalah sebagai berikut: Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: PSAK 1 (Revisi ) Penyajian Laporan Keuangan. Menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. PSAK 2 (Revisi ) Laporan Arus Kas. Memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode. PSAK 4 (Revisi ) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. Akan diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. PSAK 5 (Revisi ) Segmen Operasi. Informasi segmen diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. PSAK 7 (Revisi 2010) Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. Mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak yang berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Penerapan dini diperkenankan. 21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) y. Pernyataan yang telah dikeluarkan tapi belum berlaku efektif (lanjutan) Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: (lanjutan) PSAK 15 (Revisi ) Investasi Pada Entitas Asosiasi. Akan diterapkan untuk akuntansi investasi dalam entitas asosiasi. Menggantikan PSAK 15 (1994) Akuntansi untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi dan PSAK 40 (1997) Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi. PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Tak berwujud. Menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tak berwujud yang tidak diatur secara khusus dalam PSAK lain. Mensyaratkan untuk mengakui aset tak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria tertentu dipenuhi, dan juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tak berwujud dan pengungkapan yang berhubungan. PSAK 22 (Revisi 2010) Kombinasi Bisnis. Diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis guna meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya tentang kombinasi bisnis dan dampaknya. PSAK 23 (Revisi 2010) Pendapatan. Mengidentifikasikan keadaan saat kriteria mengenai pengakuan pendapatan akan terpenuhi, sehingga pendapatan akan diakui. Mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu. Memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan. PSAK 25 (Revisi ) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan. Menentukan kriteria untuk pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi, bersama dengan perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas perubahan kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan koreksi kesalahan. PSAK 48 (Revisi ) Penurunan Nilai Aset. Menetapkan prosedur-prosedur yang diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai harus diakui. PSAK 57 (Revisi ) Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. Bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memungkinkan para pengguna memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut. PSAK 58 (Revisi ) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Bertujuan untuk mengatur akuntansi untuk aset yang dimiliki untuk dijual, serta penyajian dan pengungkapan operasi dihentikan. ISAK 9 Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa. Diterapkan terhadap setiap perubahan pengukuran atas aktivitas purna-operasi, restorasi atau kewajiban yang serupa yaitu diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap sesuai PSAK 16 dan sebagai kewajiban sesuai PSAK 57. Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan. Perseroan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar dan Interpretasi yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangannya. 22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) z. Penggunaan Estimasi Penyajian laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan. Sehubungan dengan ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan dalam periode mendatang mungkin berbeda dengan estimasi tersebut. 3. KAS DAN SETARA KAS Kas dan bank terdiri dari: Kas Rupiah 90.474.379 59.466.559 Dolar AS 658.056 7.538.982 Jumlah kas 91.132.435 67.005.541 Pihak ketiga: Bank Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.368.890.197 2.260.215.709 PT Bank Mega Tbk 1.169.283.057 791.039.560 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.034.061.027 560.497.235 PT Bank Permata Tbk 1.028.216.811 1.091.539.270 PT Bank Syariah Mandiri 231.861.715 76.325.194 Standard Chartered Bank 32.764.368 209.380.032 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 juta) 34.380.692 93.833.727 Jumlah 4.899.457.867 5.082.830.727 Dolar Amerika Serikat PT Bank Permata Tbk 42.367.551.434 49.551.473.877 PT Bank CIMB Niaga Tbk 7.861.992.330 56.972.191.366 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.283.702.498 3.504.261.194 PT ANZ Panin Bank 130.432.292 45.249.381 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 17.490.683 19.245.247 Standard Chartered Bank - 383.989.507 Jumlah 51.661.169.237 110.476.410.572 Jumlah bank 56.560.627.104 115.559.241.299 Jumlah kas dan setara kas 56.651.759.539 115.626.246.840 Suku bunga kas di bank adalah suku bunga mengambang berdasarkan tingkat suku bunga deposito bank harian. 23

4. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA Aset lancar PT Bank Permata Tbk 37.497.939.167 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.210.474.800 - PT Bank CIMB Niaga Tbk 36.377.400 - Jumlah 39.744.791.367 - Aset tidak lancar PT Bank CIMB Niaga Tbk 11.069.624.181 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.734.659.011 - PT Bank Permata Tbk - 10.165.050.000 Jumlah 12.804.283.192 10.165.050.000 Aset lancar Saldo deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$4.201.921 atau setara dengan Rp37.497.939.167 per 30 September 2010 pada PT Bank Permata Tbk merupakan deposito berjangka milik MNK yang dibatasi penggunaannya sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian fasilitas Trade dan fasilitas pembiayaan Murabahah (Catatan 14). Saldo dana yang dibatasi penggunaannya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan rekening giro dolar Amerika Serikat yang dijaminkan atas penerbitan bank garansi terkait dengan penyediaan jasa pengeboran kepada PT Chevron Pacific Indonesia sebesar AS$247.700 atau setara dengan Rp2.210.474.800. Bank garansi tersebut akan jatuh tempo pada 8 November 2010. Aset tidak lancar Saldo dana yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$1.240.433 atau setara dengan Rp11.069.624.181 per 30 September 2010 pada PT Bank CIMB Niaga Tbk merupakan rekening penampung yang dibatasi penggunaannya sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (Catatan 15). Saldo dana yang dibatasi penggunaannya sebesar AS$125.802 atau setara Rp1.122.659.011 dan Rp612.000.000 pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan jaminan pembayaran dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atas pembayaran Jual Beli Gas Pelanggan Industri Manufaktur dan Pembangkit Listrik. Suku bunga tahunan dan nisbah bagi hasil untuk instrumen keuangan syariah atas deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya adalah sebagai berikut: 2010 Bunga AS$ 1,25% - 1,75% - Bagi hasil Dolar AS 84%:16% 81% : 19% 24

5. PIUTANG USAHA Akun ini terdiri dari: Pihak ketiga PT Freeport Indonesia 85.732.119.901 46.267.950.229 PT Pama Persada Nusantara 31.946.120.904 32.369.257.418 PT Indominco Mandiri 19.706.938.496 48.229.370.811 PT Chevron Pacific Indonesia 17.126.090.432 50.265.811.830 PT Kideco Jaya Agung 15.024.679.720 3.524.841.787 PT Saptaindra Sejati 14.130.789.568 12.455.106.530 PT Leighton Contractors Indonesia 9.188.780.303 8.032.094.787 PT Orica Mining Service 9.096.683.513 7.282.902.458 PT Indomuro Kencana Sakti 7.355.477.940 7.773.756.936 PT United Tractors Semen Gresik 6.923.382.470 9.220.355.667 PT Newmont Nusa Tenggara 5.667.726.925 10.725.571.807 Orica Singapore Pte., Ltd. 2.865.128.585 7.771.641.987 PT Petrosea Tbk 2.594.046.197 15.476.860.264 PT Madhani Talatah Nusantara 2.144.217.845 14.449.395.201 PT RPP Mining Contractors 1.393.289.177 6.768.358.976 PT Pertamina (persero), Subang - 5.455.755.915 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 milyar) 39.166.541.200 49.830.299.587 Jumlah 270.062.013.176 335.899.332.190 Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu (5.456.176.416) (8.406.397.955) Pihak ketiga - bersih 264.605.836.760 327.492.934.235 Pihak hubungan istimewa (Catatan 10) 668.564.740 947.157.685 Jumlah Piutang Usaha - Bersih 265.274.401.500 328.440.091.920 Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan pada umumnya mempunyai jangka waktu pembayaran 30-90 hari. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo setiap akhir periode adalah sebagai berikut: Saldo awal periode 3.186.401.145 2.139.900.123 Penyisihan tahun berjalan 2.269.775.271 6.266.497.832 Saldo akhir periode 5.456.176.416 8.406.397.955 Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo 177.008.644.969 184.400.354.586 Telah jatuh tempo 1-30 hari 51.131.132.954 95.583.132.142 25

5. PIUTANG USAHA (lanjutan) Telah jatuh tempo (lanjutan) 31-60 hari 14.315.995.845 32.683.181.062 > 60 hari 28.274.804.148 24.179.822.085 Jumlah piutang usaha 270.730.577.916 336.846.489.875 Penyisihan piutang ragu-ragu (5.456.176.416) (8.406.397.955) Jumlah piutang usaha - bersih 265.274.401.500 328.440.091.920 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Dolar AS 255.902.042.347 317.401.666.490 Rupiah 14.828.535.569 19.444.823.385 Penyisihan piutang ragu-ragu (5.456.176.416) (8.406.397.955) Jumlah piutang usaha - bersih 265.274.401.500 328.440.091.920 Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut. Manajemen juga berkeyakinan bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga. Pada tanggal 30 September 2010, piutang usaha sebesar Rp200.000.000.000 dijaminkan dalam Perjanjian Fidusia dengan PT Bank Permata Tbk sehubungan dengan fasilitas Term Loan dan Pembiayaan Faktur Komersil CIF-2 dari PT Bank Permata Tbk (Catatan 14) yang diterima oleh MNK dan sebesar Rp17.126.090.432 dijaminkan pada PT Bank CIMB Niaga Tbk atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang panjang yang diterima oleh BN (Catatan 14 dan 15). 6. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi (Catatan 22) 59.460.428.075 46.933.855.336 Suku cadang 21.113.299.550 30.724.266.897 Bahan baku dan pembantu (Catatan 22) 3.565.733.710 4.563.594.991 Bahan pengemas 2.752.575.726 2.055.652.064 Barang dalam perjalanan 1.868.575.000 3.782.515.061 Lain-lain 3.109.774.564 4.831.363.652 Jumlah persediaan 91.870.386.625 92.891.248.001 Pada tanggal 30 September 2010, persediaan telah diasuransikan kepada beberapa perusahaan asuransi, seluruhnya pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar AS$7.300.000 atau setara dengan Rp65.145.200.000 dan Rp26.000.000.000. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. 26

6. PERSEDIAAN (lanjutan) Pada tanggal 30 September 2010, persediaan barang jadi MNK sebesar Rp2.139.841.340 merupakan persediaan Murabahah sehubungan dengan fasilitas Murabahah dari PT Bank Permata Tbk (Catatan 14). Pada tanggal 30 September 2010, persediaan MNK dengan jumlah minimal sebesar Rp50.000.000.000 dijaminkan dalam perjanjian Fidusia sehubungan dengan fasilitas Term Loan dan Pembiayaan Faktur Komersil CIF-2 dari PT Bank Permata Tbk (Catatan 14 dan 15). Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat terjual atau digunakan sehingga tidak perlu dibuat penyisihan penurunan nilai persediaan. 7. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA Akun ini terdiri dari: Beban dibayar di muka Sewa 4.745.424.532 5.823.294.900 Asuransi 3.055.450.206 1.929.559.752 Jaminan pinjaman - 7.115.535.000 Lain-lain 1.099.245.825 2.372.104.754 Jumlah beban dibayar di muka 8.900.120.563 17.240.494.406 Uang muka Pembelian bahan baku 4.790.786.737 3.861.435.990 Perjalanan dinas 152.838.500 262.956.322 Akuisisi PT Bormindo Nusantara - 106.491.000.000 Pendirian PT Ancora Shipping - 889.217.500 Lain-lain 3.676.241.823 2.571.717.014 Jumlah uang muka 8.619.867.060 114.076.326.826 Jumlah beban dibayar di muka dan uang muka 17.519.987.623 131.316.821.232 8. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari: 2010 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan langsung Hak atas tanah 2.354.887.055 3.000.000.000 - - 5.354.887.055 Pengembangan tanah 1.508.816.941 - - - 1.508.816.941 Bangunan 8.706.816.222 2.090.000 - - 8.708.906.222 Mesin pabrik 116.125.491.221 - - - 116.125.491.221 Peralatan pabrik 13.904.958.059 855.205.500 - - 14.760.163.559 Perlengkapan proyek blasting 9.194.538.222 4.051.131.678 - - 13.245.669.900 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan 416.111.396.634 10.597.726.365 - - 426.709.122.999 Alat-alat penyambung pipa selubung 4.032.472.155 - - - 4.032.472.155 Perabot dan interior 8.707.773.219 3.400.000 - - 8.711.173.219 Kendaraan 14.090.084.841 3.173.000.000 (199.500.000) - 17.063.584.841 Peralatan kantor 13.196.125.561 437.862.957 (6.435.000) - 13.627.553.518 27

8. ASET TETAP (lanjutan) 2010 (lanjutan) Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya Perolehan (lanjutan) Aset dalam penyelesaian 123.092.557.367 181.604.722.177 (272.097.333) - 304.425.182.211 Jumlah biaya perolehan 731.025.917.497 203.725.138.677 (478.032.333) - 934.273.023.841 Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Hak atas tanah 132.719.132 - - - 132.719.132 Pengembangan tanah 1.202.431.033 54.679.031 - - 1.257.110.064 Bangunan 6.553.748.863 455.289.456 - - 7.009.038.319 Mesin pabrik 83.109.440.278 7.520.465.927 - - 90.629.906.205 Peralatan pabrik 2.168.235.730 2.787.016.743 - - 4.955.252.473 Perlengkapan proyek blasting 3.058.520.882 1.229.612.217 - - 4.288.133.099 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan 276.660.050.205 21.583.080.601 - - 298.243.130.806 Alat-alat penyambung pipa selubung 4.032.472.155 - - - 4.032.472.155 Perabot dan interior 5.543.297.182 733.306.441 - - 6.276.603.623 Kendaraan 7.277.294.846 1.522.188.136 (100.996.875) - 8.698.486.107 Peralatan kantor 10.614.289.992 659.467.369 (5.541.250) - 11.268.216.111 Jumlah akumulasi penyusutan 400.352.500.298 36.545.105.921 (106.538.125) - 436.791.068.094 Nilai Buku - bersih 330.673.417.199 497.481.955.747, Catatan 36) Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan langsung Hak atas tanah - 2.354.887.055 - - 2.354.887.055 Pengembangan tanah 1.508.816.941 - - - 1.508.816.941 Bangunan 4.284.648.285 4.068.831.610 - - 8.353.479.895 Mesin pabrik 100.854.806.636 - - - 100.854.806.636 Peralatan pabrik 3.860.373.219 59.504.995 - - 3.919.878.214 Perlengkapan proyek blasting 4.334.308.429 4.258.402.023 - - 8.592.710.452 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan - 407.076.703.916 - - 407.076.703.916 Alat-alat penyambung pipa selubung - 4.032.472.155 - - 4.032.472.155 Perabot dan interior 791.392.119 7.069.155.732 - - 7.860.547.851 Kendaraan 9.193.778.483 5.321.306.358 (769.350.000) - 13.745.734.841 Peralatan kantor 3.211.902.979 9.917.512.180 - - 13.129.415.159 Aset dalam penyelesaian - 89.188.866.478 - - 89.188.866.478 Jumlah biaya perolehan 128.040.027.091 533.347.642.502 (769.350.000) - 660.618.319.593 Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Hak atas tanah - 132.719.132 - - 132.719.132 Pengembangan tanah 1.128.081.657 55.821.439 - - 1.183.903.096 Bangunan 3.665.120.557 2.736.882.541 - - 6.402.003.098 Mesin pabrik 76.070.610.017 4.532.008.287 - - 80.602.618.304 Peralatan pabrik 1.265.971.834 261.706.653 - - 1.527.678.487 Perlengkapan proyek blasting 1.873.045.404 794.684.914 - - 2.667.730.318 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan - 269.254.302.147 - - 269.254.302.147 Alat-alat penyambung pipa selubung - 4.032.472.155 - - 4.032.472.155 Perabot dan interior 449.866.077 4.873.649.174 - - 5.323.515.251 Kendaraan 3.239.252.268 4.187.608.298 (395.302.500) - 7.031.558.066 Peralatan kantor 1.898.898.748 8.499.732.414 - - 10.398.631.162 Jumlah akumulasi penyusutan 89.590.846.562 299.361.587.154 (395.302.500) - 388.557.131.216 Nilai Buku - bersih 38.449.180.529 272.061.188.377 28

8. ASET TETAP (lanjutan) Termasuk di dalam penambahan tahun adalah aset tetap dari BN, anak perusahaan, yang disajikan seolah-olah dikonsolidasi sejak 23 Juni (Catatan 1d) sebagai berikut: Akumulasi Nilai Buku - Biaya Penyusutan Bersih Hak atas tanah 2.354.887.055 132.719.132 2.222.167.923 Bangunan 4.068.831.610 2.576.208.230 1.492.623.380 Alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan 407.076.703.916 269.254.302.147 137.822.401.769 Alat-alat penyambung pipa selubung 4.032.472.155 4.032.472.155 - Perabot dan interior 5.049.031.388 4.566.377.631 482.653.757 Kendaraan 4.854.064.470 3.075.573.904 1.778.490.566 Peralatan kantor 9.403.325.777 8.182.849.203 1.220.476.574 Aset dalam penyelesaian 5.239.764.569-5.239.764.569 Jumlah 442.079.080.940 291.820.502.402 150.258.578.538 Perhitungan laba (rugi) dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Nilai buku bersih aset tetap 99.396.875 374.047.500 Hasil penjualan - bersih 120.950.000 191.562.500 Laba (rugi) penjualan aset tetap - bersih 21.553.125 (182.485.000) Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Beban pokok pendapatan jasa (Catatan 22) 22.991.639.313 7.565.860.535 Beban pabrikasi (Catatan 23) 10.955.568.423 5.320.977.723 Beban operasional (Catatan 24 dan 25) 2.597.898.185 2.713.742.007 Jumlah 36.545.105.921 15.600.580.265 Efek penyesuaian pro forma - (8.059.495.513) Beban sebelum efek penyesuaian proforma 36.545.105.921 7.541.084.752 Aset dalam penyelesaian merupakan pembayaran uang muka MNK atas pembangunan pabrik baru di Cikampek. Pembangunan pabrik baru rencananya akan diselesaikan pada tahun 2011. Persentase estimasi penyelesaian pembangunan pabrik baru sampai dengan 30 September 2010 adalah 57,4%. Pabrik MNK dibangun di atas tanah milik PT Kawasan Industri Kujang Cikampek yang disewa selama 20 tahun (Catatan 30a). 29

8. ASET TETAP (lanjutan) Pada tanggal 30 September 2010 dan, alat-alat pengeboran/perawatan sumur minyak dan perlengkapan yang tidak dipakai sementara adalah sebagai berikut: Biaya perolehan 159.467.110.192 51.976.086.750 Akumulasi penyusutan (116.863.269.395) (44.674.429.235) Nilai buku - bersih 42.603.840.797 7.301.657.515 Pada tanggal 30 September 2010 dan, alat-alat penyambung pipa selubung telah disusutkan penuh dan masih digunakan. Pada tanggal 30 September 2010, aset tetap telah diasuransikan kepada beberapa perusahaan asuransi, seluruhnya pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar AS$108.098.250 setara dengan Rp964.668.783.000 dan Rp7.875.250.000. Manajemen Perseroan dan anak perusahaan berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran, bencana alam dan risiko lainnya. Pada tanggal 30 September 2010, mesin pabrik dan konstruksi dalam penyelesaian dengan jumlah minimal masing-masing sebesar AS$58.800.000 dan Rp175.000.000.000 dijaminkan dalam Perjanjian Fidusia sehubungan dengan fasilitas Term Loan dan fasilitas Pembiayaan Faktur Komersil CIF-2 dari PT Bank Permata Tbk yang diterima MNK (Catatan 14). Kendaraan dan alat-alat pengeboran/ perawatan sumur minyak masing-masing dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp3.410.589.583 dan Rp91.154.936.471, digunakan sebagai jaminan atas hutang pembiayaan konsumen dan pinjaman bank yang diterima oleh Perseroan dan BN (Catatan 13 dan 15). Berdasarkan analisa manajemen Perseroan dan anak perusahaan, bahwa tidak terdapat kejadiankejadian atau perubahan-perubahan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada 30 September 2010 dan. 9. GOODWILL - BERSIH Akun ini terdiri dari: Harga perolehan - awal 4.077.013.334 - Akumulasi amortisasi Awal periode (292.548.096) - Penambahan periode berjalan (611.551.999) - Akhir periode (904.100.095) - Goodwill - bersih 3.172.913.239 - Manajemen berkeyakinan nilai tercatat goodwill pada tanggal neraca dapat dipulihkan sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai 30

10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perseroan dan anak perusahaan mengadakan transaksi dengan pihak hubungan istimewa, yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang disepakati bersama. Sifat hubungan istimewa Perincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Sifat Hubungan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Transaksi Pemegang saham - PT Ancora Resources - PT Pupuk Kujang - Yayasan Dana Abadi Karya Bakti - Pinjaman untuk modal kerja dan dividen - Pembelian bahan baku, jasa manajemen dan dividen - Dividen Mempunyai pemegang saham yang sama dengan Perseroan dan anak perusahaan - PT Kawasan Industri Kujang Cikampek - PT Kujang Sud Chemie Catalyst -Yayasan Hari Tua Karyawan PT Pupuk Kujang - Sewa tanah - Penjualan asam nitrat - Sewa kantor Mempunyai komisaris atau direksi yang sama dengan Perseroan atau anak perusahaan - PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) - Pembelian atas barang dan jasa untuk konstruksi pabrik baru Transaksi Penjualan produk PT Kujang Sud Chemie Catalyst 2.805.807.708 4.844.654.541 Persentase terhadap jumlah penjualan bersih 0,26% 0,50% Pembelian produk dan jasa PT Pupuk Kujang 37.056.554.769 40.743.592.892 Persentase terhadap beban pokok penjualan 4,23% 5,43% Pembebanan biaya Jasa manajemen PT Pupuk Kujang 2.640.000.000 2.475.000.000 Beban sewa PT Kawasan Industri Kujang Cikampek 1.813.976.955 893.910.897 Jumlah 4.453.976.955 3.368.910.897 Persentase terhadap beban pokok penjualan dan beban usaha 0,45% 0,41% 31

10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Saldo Aset Piutang usaha PT Kujang Sud Chemie Catalyst 668.564.740 947.157.685 Persentase terhadap jumlah aset 0,06% 0,09% Pinjaman kepada pemegang saham PT Ancora Resources 36.278.126.954 47.484.726.463 Persentase terhadap jumlah aset 3,29% 4,35% Pengadaan atas barang dan jasa yang dikapitalisasi ke aset dalam penyelesaian (Catatan 8) PT Inti Karya Persada Tehnik 66.282.955.221 - Persentase terhadap jumlah aset 6,01% - Pada tanggal 6 Juni, BN dan PT Ancora Resources (AR), pemegang saham Perseroan, mengadakan perjanjian pinjaman, dimana AR setuju untuk mengambil alih sisa saldo pinjaman dari pemegang saham BN sebelumnya, Shore Cap Limited, sebesar AS$4.843.212 dengan bunga pinjaman SIBOR ditambah dengan marjin sebesar 3,5%. AR akan melunasi seluruh bunga dan pokok pinjamannya pada tanggal 5 Juni 2014 dengan masa perpanjangan maksimum 2 (dua) tahun dan tingkat bunga tahunan akan berubah menjadi sebesar SIBOR ditambah dengan marjin sebesar 5%. Kewajiban Hutang usaha PT Pupuk Kujang 15.240.894.604 17.542.628.805 Hutang pembelian aset tetap PT Inti Karya Persada Tehnik 20.799.027.139 - Beban yang masih harus dibayar PT Pupuk Kujang 646.800.000-36.686.721.743 17.542.628.805 Persentase terhadap jumlah kewajiban 5,51% 2,98% Hutang dividen Kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan PT Pupuk Kujang 20.000.000 - Yayasan Dana Abadi Karya Bakti 17.000.000-37.000.000 - Pinjaman kepada pemegang saham PT Ancora Resources 27.623.400.000 - Persentase terhadap jumlah kewajiban 4,15% - 32

10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Pada tanggal 2 November, Perseroan menandatangani perjanjian pinjaman dari AR, pemegang saham Perseroan, dengan total maksimum pinjaman sebesar Rp24.000.000.000 dan AS$350.000. Tujuan pinjaman adalah untuk modal kerja Perseroan. Pinjaman ini tidak dijamin dan jatuh tempo pada tanggal 1 November 2010. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 0,5% per tahun. Berdasarkan Addendum Perjanjian Pinjaman tanggal 11 Oktober 2010, AR setuju untuk menambah jumlah pinjaman menjadi maksimum sebesar Rp45.000.000.000 dan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 3 tahun terhitung sejak 2 Nopember (Catatan 35). 11. HUTANG USAHA Rincian hutang usaha pada tanggal 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pemasok Pihak ketiga PT Orica Mining Service 55.856.067.418 38.708.194.074 Orica Singapore Pte., Ltd. 37.529.465.428 82.373.732.492 Orica International Pte., Ltd. 19.828.918.375 - African Explosives Limited 15.641.533.504 31.068.972.300 DNX Australia Pty., Ltd. - 13.381.243.745 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5 miliar) 57.985.574.419 54.694.195.783 Jumlah pihak ketiga 186.841.559.144 220.226.338.394 Pihak hubungan istimewa (Catatan 10) 15.240.894.604 17.542.628.805 Jumlah hutang usaha 202.082.453.748 237.768.967.199 b. Berdasarkan umur Belum jatuh tempo 117.715.490.945 171.751.091.760 Telah jatuh tempo 84.366.962.803 66.017.875.439 Jumlah hutang usaha 202.082.453.748 237.768.967.199 Hutang usaha tidak dikenakan bunga dan pada umumnya mempunyai jangka waktu pembayaran 30-90 hari. c. Berdasarkan mata uang Dolar AS 161.286.496.245 198.752.702.938 Rupiah 40.767.582.954 38.911.762.621 33

11. HUTANG USAHA (lanjutan) c. Berdasarkan mata uang (lanjutan) Dolar Singapura 28.374.549 90.920.836 Euro - 13.580.804 Jumlah hutang usaha 202.082.453.748 237.768.967.199 12. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR DAN PENCADANGAN Rincian beban masih harus dibayar dan pencadangan terdiri dari: Pencadangan bonus untuk Komisaris, Direktur dan karyawan 5.751.263.664 6.003.090.686 Biaya provisi dan tahunan atas fasilitas pinjaman bank 3.301.880.000 - Bunga 2.292.148.307 6.522.114.967 Sewa alat pengeboran dan perawatan sumur dan pompa 1.312.797.600 - Honorarium tenaga ahli 1.078.790.145 118.592.250 Jasa manajemen (Catatan 10) 646.800.000 - Lain-lain 990.659.826 1.322.655.386 Jumlah 15.374.339.542 13.966.453.289 13. HUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Saldo hutang pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut: PT Bank OCBC NISP Tbk 1.245.533.421 - PT Bank CIMB Niaga Tbk 599.666.670 161.930.874 PT Bank Panin Tbk 280.757.520 - PT Austindo Nusantara Jaya Finance - 848.243.413 PT Mitsui Leasing Capital - 190.492.807 PT U Finance Indonesia - 27.201.609 Jumlah 2.125.957.611 1.227.868.703 Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun (713.336.969) (1.210.996.975) Bagian jangka panjang 1.412.620.642 16.871.728 Pada tahun 2010 dan, Perseroan dan anak perusahaan mendapat fasilitas pembiayaan konsumen untuk pembelian kendaraan dengan jangka waktu antara dua sampai lima tahun dengan suku bunga berkisar antara 5% sampai 7% per tahun. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang dibeli. 34

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK Rincian pinjaman bank jangka pendek adalah sebagai berikut: PT Bank Permata Tbk Faktur komersil (AS$5.112.110 dan Rp102.287.880) 45.722.761.090 - Murabahah (AS$332.605) 2.968.167.020 - PT Bank CIMB Niaga Tbk (AS$345.600) 3.084.134.400 - Jumlah 51.775.062.510 - PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) Berdasarkan Akta Notaris No. 11 dari Elly Halida, S.H., tanggal 13 Agustus, MNK memperoleh fasilitas pembiayaan Murabahah dari PT Bank Permata Tbk ( Permata ), dimana Permata, baik secara langsung maupun tidak langsung, setuju untuk membeli aset tertentu dan kemudian menjualnya kembali kepada MNK dengan marjin harga, syarat dan kondisi yang telah disepakati bersama. Sehubungan dengan fasilitas pembiayaan Murabahah tersebut di atas, berdasarkan Akta Notaris No. 12 dari Elly Halida, S.H., tanggal 13 Agustus, Permata ditunjuk sebagai agen oleh MNK untuk membeli aset yang terkait dengan perjanjian pendanaan tersebut dengan nilai sebesar AS$3.000.000. Marjin bagi hasil atas fasilitas ini ditentukan sebelum dokumen persetujuan transaksi ditandatangani. Fasilitas ini tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 13 Agustus. Pada tanggal 12 Agustus 2010, Permata setuju untuk memperpanjang Perjanjian Fasilitas Murabahah dengan Surat Perpanjangan No. PFM/10/588amd/CGVC. Fasilitas ini tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2010 sampai 13 Agustus 2011. Pada tanggal 30 September 2010, MNK menggunakan fasilitas Murabahah atas beberapa ikatan untuk pembelian persediaan dari beberapa pemasok sebesar AS$332.605 atau setara dengan Rp2.968.167.020 dengan rata-rata tingkat marjin bagi hasil selama periode 2010 sebesar 7% per tahun. Hutang tersebut jatuh tempo pada bulan Oktober, Nopember dan Desember 2010. Berdasarkan Akta Notaris No. 23 dari Elly Halida, S.H., tanggal 26 Oktober, MNK memperoleh pembiayaan baru berupa Fasilitas Trade dari Permata yang terdiri dari Faktur Komersial CIF-2, Fasilitas Usance Letter of Credit (ULC) dan Usance Payable at Sight (UPAS) yang dapat dipakai bersama-sama, dengan nilai fasilitas pinjaman maksimum sebesar AS$3.000.000. Bunga atas fasilitas CIF-2 ditetapkan berdasarkan tingkat suku bunga mengambang dan bunga untuk fasilitas UPAS sebesar 7% per tahun. Fasilitas ini tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 26 Oktober. Berdasarkan Akta Notaris No. 34 dari Drs. Gunawan Tedjo, SH. MH, tanggal 6 April 2010, MNK menambah fasilitas CIF-2 menjadi sebesar AS$6.000.000. MNK juga memperoleh fasilitas baru berupa Fasilitas Term Loan untuk membiayai investasi MNK dalam pembangunan pabrik baru - MNK II dari Permata yang dapat dipergunakan untuk Fasilitas Sight Letter of Credit (SLC), Usance Letter of Credit (ULC), Usance Payable at Sight (UPAS), dan Usance Financing at Maturity Date (UFAM) dengan nilai fasilitas pinjaman maksimum sebesar AS$37.000.000. Bunga atas fasilitas CIF-2 dan Term Loan ditetapkan berdasarkan tingkat suku bunga mengambang. Selama periode 2010 tingkat suku bunga yang berlaku sebesar 7% - 7,25% per tahun. Bunga untuk fasilitas UPAS dari fasilitas CIF-2 dan Term Loan masing-masing sebesar 6,75% dan 5,5% per tahun. Fasilitas CIF-2 tersedia untuk periode 12 bulan terhitung sejak tanggal 6 April 2010 dan fasilitas Term Loan tersedia untuk periode 48 bulan terhitung sejak tanggal 8 April 2010. 35

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) (lanjutan) Berdasarkan Akta Notaris No. 86 dari Drs. Gunawan Tedjo, S.H., M.H., tanggal 19 Juli 2010, MNK memperoleh fasilitas baru berupa Fasilitas Letter of Credit (LC) dari Permata yang terdiri dari Usance Payable at Sight (UPAS) dan Usance Financing at Maturity Date (UFAM) dengan nilai fasilitas pinjaman maksimum sebesar AS$2.700.000 dengan tingkat bunga sebesar 6% per tahun dan jangka waktu 120 hari. Fasilitas ini tersedia untuk periode 30 hari terhitung sejak 19 Juli 2010. Berdasarkan Akta Perubahan Kelima Notaris No. 83 dari Drs. Gunawan Tedjo, SH. MH, tanggal 12 Agustus 2010, MNK telah memperpanjang Fasilitas CIF-2 untuk periode 12 bulan sampai dengan 13 Agustus 2011. Jumlah jaminan Fidusia MNK atas fasilitas CIF-2 dan Term Loan dengan Permata atas piutang dagang, persediaan, pabrik MNK I, dan konstruksi dalam pembangunan MNK II masingmasing menjadi minimal sebesar Rp200.000.000.000, Rp50.000.000.000, Rp175.000.000.000, dan AS$58.800.000. Saldo terhutang untuk fasilitas CIF-2 pada tanggal 30 September 2010 sebesar AS$5.112.110 atau setara dengan Rp45.620.473.210 dan Rp102.287.880 yang merupakan pemakaian atas Fasilitas UPAS terkait dengan pembelian Ammonium Nitrat dari beberapa pemasok. Pinjaman tersebut jatuh tempo pada bulan Oktober, Nopember dan Desember 2010. Saldo terhutang untuk fasilitas Term Loan pada tanggal 30 September 2010 sebesar AS$9.234.614 atau setara dengan Rp82.409.696.813, yang merupakan pemakaian atas Fasilitas UFAM terkait dengan pembayaran kepada beberapa pemasok dan kontraktor untuk pembangunan pabrik baru - MNK II. Pinjaman tersebut jatuh tempo mulai Juli 2011 dengan pembayaran secara cicilan setiap bulannya sampai dengan April 2014. Atas setiap pembukaan letter of credit melalui Fasilitas Trade dan pembiayaan Murabahah, MNK diwajibkan untuk menyetor marginal deposit sebesar 30% hingga 60% dari nilai nominal letter of credit yang dibuka (Catatan 4). Perjanjian-perjanjian fasilitas kredit tersebut juga mencakup pembatasan-pembatasan yang mensyaratkan MNK untuk: - menjaga rasio hutang terhadap modal maksimum sebesar 3 kali; - memastikan bahwa pemegang saham MNK yaitu PT Pupuk Kujang dan Perseroan menjaga kepemilikan saham mereka di MNK minimal sebesar 70%; - menjaga saldo minimum rekening MNK di Permata sebesar AS$1.000.000; - menyisihkan dana di rekening penampung secara bertahap sampai dengan April 2011 dengan nilai minimum sebesar AS$3.000.000; - menjaga rasio jumlah hutang terhadap EBITDA maksimum 3 kali. Pada tanggal 30 September 2010, MNK telah mematuhi seluruh persyaratan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh Permata tersebut di atas. 36

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) PT Bormindo Nusantara (BN) Berdasarkan Perubahan dan Pernyataan Kembali Terhadap Perjanjian Kredit No. 291/AMD/CB/JKT/2010 tertanggal 31 Mei 2010, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman jangka pendek kepada BN dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar AS$1.332.000 dengan jumlah perikatan sebagai berikut: a. Pinjaman Fasilitas A, dengan jumlah pokok pinjaman sampai dengan AS$576.000. Pinjaman tersebut dapat dicairkan dalam jangka waktu 8 (delapan) bulan sejak tanggal perjanjian. Pinjaman ini harus dibayar kembali dalam 5 (lima) kali cicilan bulanan masing-masing sebesar 20% dari jumlah penarikan dimulai sejak 3 (tiga) bulan sejak penarikan pertama. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 8,5%. Sampai dengan tanggal 30 September 2010, BN telah menarik Pinjaman Fasilitas A sebesar AS$576.000. b. Pinjaman Fasilitas B, dengan jumlah pokok pinjaman sampai dengan AS$756.000. Pinjaman tersebut dapat dicairkan dalam jangka waktu sesuai dengan masa kerja dalam kontrak No. C806120 antara BN dengan PT Chevron Pacific Indonesia. Pinjaman ini harus dibayar kembali setiap bulan, dimulai sejak satu bulan setelah kontrak No. C806120 efektif dimulai sesuai dengan jangka waktu kontrak. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 8,5%. Sampai dengan tanggal 30 September 2010, BN belum melakukan penarikan atas Pinjaman Fasilitas B. Fasilitas kredit digunakan oleh BN untuk membiayai kegiatan jasa pengeboran untuk PT Chevron Pacific Indonesia dan dijamin dengan piutang usaha dan alat-alat pengeboran milik BN. Pada tanggal 30 September 2010, BN tidak memenuhi persyaratan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh CIMB (Catatan 15). Manajemen BN akan mengajukan permohonan waiver kepada CIMB. Manajemen BN berkeyakinan bahwa CIMB akan menyetujui permohonan waiver tersebut. 15. PINJAMAN JANGKA PANJANG Rincian pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut: Jatuh tempo Jatuh tempo Saldo 30 September 2010 dalam 1 tahun lebih dari 1 tahun Jumlah PT Bank CIMB Niaga Tbk (AS$25.261.792) 20.417.755.040 205.018.479.981 225.436.235.021 PT Bank Permata Tbk (AS$9.234.614) 7.491.790.619 74.917.906.194 82.409.696.813 Dikurangi: Biaya pinjaman yang belum diamortisasi - (13.913.911.966) (13.913.911.966) Jumlah 27.909.545.659 266.022.474.209 293.932.019.868 Jatuh tempo Jatuh tempo Saldo 30 September dalam 1 tahun lebih dari 1 tahun Jumlah PT Bank CIMB Niaga Tbk (AS$27.272.912) 19.432.980.705 244.596.083.852 264.029.064.557 Biaya pinjaman merupakan biaya ditangguhkan yang berasal dari biaya komitmen, biaya perolehan pinjaman dan biaya provisi sehubungan dengan perolehan pinjaman dan diamortisasi selama masa pinjaman. Amortisasi atas biaya pinjaman yang diakui sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2010 adalah sebesar Rp1.751.083.673. 37

15. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Perseroan Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 209/CBG/JKT/09 tertanggal 16 September, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah maksimum sebesar AS$21.000.000 dan tingkat bunga sebesar 10,5% per tahun dengan jumlah perikatan sebagai berikut: a. Pinjaman Fasilitas A, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$6.500.000. Tujuan dari pinjaman ini adalah untuk membiayai 65% dana yang diperlukan untuk peningkatan 10% kepemilikan saham di MNK sehingga kepemilikan Perseroan di MNK akan menjadi 50%. b. Pinjaman Fasilitas B, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$14.500.000. Tujuan dari pinjaman ini adalah untuk membiayai 65% dana yang dibutuhkan oleh Perseroan dalam rangka pembelian 60% saham BN. Pinjaman Fasilitas A dan B ini dapat dicairkan pada tanggal 16 September sampai dengan 31 Oktober. Pinjaman ini harus dibayar kembali dalam dua puluh (20) kali cicilan kuartalan yang dimulai pada tanggal 17 Maret 2011 sampai dengan 17 Desember 2015. Perseroan telah menarik seluruh Pinjaman Fasilitas A dan B sebesar AS$21.000.000. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan berupa gadai saham PT Ancora Resources pada Perseroan sebesar Rp325.000.000.000 atau 150% dari jumlah pinjaman dan rekening penampung di CIMB minimal sebesar enam bulan bunga pinjaman atau setara dengan AS$1.050.000. Berdasarkan Perubahan terhadap Perjanjian Kredit No. 093/AMD/CBG/JKT/2010 tertanggal 18 Februari 2010, PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Perseroan setuju untuk menurunkan suku bunga kredit Fasilitas A dan B dari 10,5% menjadi 9,5% per tahun. Perjanjian pinjaman tersebut menyebutkan pula beberapa pembatasan, antara lain: a. Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan atau menyerahkan pemakaian seluruh atau sebagian aset Perseroan, baik barang-barang bergerak maupun tidak bergerak, kecuali dalam rangka menjalankan usaha Perseroan sehari-hari. b. Menjaminkan atau mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan Perseroan kepada orang atau pihak lain, kecuali meminjamkan atau mengagunkan kekayaan kepada CIMB sebagaimana tertuang di dalam perjanjian-perjanjian jaminan. c. Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban Perseroan untuk membayar kepada pihak ketiga, kecuali dalam rangka menjalankan usaha Perseroan sehari-hari. d. Menjaminkan langsung maupun tidak langsung kepada pihak ketiga, kecuali melakukan endorsemen atas surat-surat yang dapat diperdagangkan untuk keperluan pembayaran atau penagihan transaksi-transaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha. e. Memberikan pinjaman kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka menjalankan usaha Perseroan sehari-hari. f. Mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha Perseroan seperti yang sedang dijalankan saat ini. g. Mengadakan perubahan anggaran dasar dan nilai saham Perseroan. h. Melakukan merger atau akuisisi, konsolidasi, re-organisasi dan pembubaran Perseroan, termasuk menjual atau mengalihkan hak atas kepemilikan Perseroan dan anak perusahaan kepada pihak lain. i. Menerbitkan jaminan/indemnities kepada pihak ketiga atas hutang afiliasi atau anak perusahaan. j. Mengadakan perjanjian atau kontrak baru dengan pihak lain/afiliasi yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha sehingga Perseroan tidak dapat membayar pinjamannya kepada CIMB. k. Melakukan investasi pengeluaran modal lebih dari Rp10.000.000.000 per tahun. l. Mengajukan moratorium, penundaan pembayaran atau kepailitan. 38

15. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Perseroan (lanjutan) Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, Perseroan harus mempertahankan interest service coverage ratio minimum sebesar 1,5 kali dan debt service coverage ratio minimum sebesar 1 kali. Pada tanggal 30 September 2010, Perseroan telah mematuhi seluruh persyaratan penting sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh CIMB tersebut di atas. PT Bormindo Nusantara (BN) Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 238/CBG/JKT/09 tertanggal 29 September, CIMB setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman berjangka kepada BN dengan jumlah maksimum sebesar AS$6.350.000 dengan jumlah perikatan sebagai berikut: a. Pinjaman berjangka A, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$4.350.000. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 9,5% per tahun. b. Pinjaman berjangka B, dengan rata-rata pokok pinjaman sampai dengan AS$2.000.000. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 10,5% per tahun. Pinjaman berjangka A dan B tersebut dapat dicairkan pada tanggal 29 September sampai dengan 1 (satu) bulan setelahnya. Pinjaman ini harus dibayar kembali dalam 13 (tiga belas) kali cicilan kuartalan yang dimulai pada bulan Desember sampai dengan bulan Desember 2012. BN telah menarik fasilitas A dan B masing-masing sebesar AS$4.272.912 dan AS$2.000.000. Fasilitas kredit ini digunakan oleh BN untuk membiayai pengambilalihan pinjaman BN dari Standard Chartered Bank tertanggal 27 Desember dan fasilitas pinjaman IPAM tertanggal 2 Mei 2007 sebesar AS$2.000.000. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan berupa piutang BN dan alat-alat pengeboran. Berdasarkan Surat No. 060/LA/CBG-I/JKT/I/2010, CIMB telah melakukan penyesuaian terhadap tingkat suku bunga pinjaman Fasilitas A dan B masing-masing menjadi 9,5% dan 10,5% per tahun yang berlaku efektif sejak 25 Januari 2010. Perjanjian pinjaman tersebut menyebutkan pula beberapa pembatasan, antara lain: - Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan atau menyerahkan pemakaian seluruh atau sebagian aset BN, baik barang-barang bergerak maupun tidak bergerak milik BN, kecuali dalam rangka menjalankan usaha BN sehari-hari. - Menjaminkan atau mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan BN kepada orang atau pihak lain, kecuali menjaminkan atau mengagunkan kekayaan kepada CIMB sebagaimana tertuang di dalam perjanjian-perjanjian jaminan. - Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban BN untuk membayar kepada pihak ketiga yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha ke arah kondisi yang buruk, kecuali dalam rangka menjalankan usaha BN sehari-hari. - Menjaminkan langsung maupun tidak langsung pihak ketiga lainnya termasuk atas hutang afiliasi atau anak BN, kecuali melakukan endorsemen atas surat-surat yang dapat diperdagangkan untuk keperluan pembayaran atau penagihan transaksi-transaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha. - Memberikan pinjaman kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka menjalankan usaha BN sehari-hari. - Mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha BN seperti yang sedang dijalankan saat ini. - Mengubah susunan para pemegang saham dan nilai saham BN. - Mengumumkan dan membagikan dividen saham, apabila terdapat tunggakan kewajiban pembayaran yang telah jatuh tempo kepada CIMB. 39

15. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) PT Bormindo Nusantara (BN) (lanjutan) - Melakukan merger atau akuisisi. - Membayar atau membayar kembali tagihan-tagihan atau piutang-piutang berupa apapun juga yang sekarang dan/atau kemudian hari akan diberikan oleh para pemegang saham BN baik berupa jumlah pokok, bunga dan lain-lain jumlah uang yang wajib dibayar. - Menyimpang terhadap pembatasan ketiga dan kelima di atas, BN berhak untuk menerima pinjaman dari pihak ketiga lainnya dan karenanya mempunyai kewajiban membayar kembali kepada pihak ketiga tersebut, apabila CIMB tidak membalas atau setuju untuk memberikan pendanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 6.10 Perjanjian Kredit No. 238/CBG/JKT/09 tertanggal 29 September, dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak CIMB menerima surat permohonan pendanaan dari BN. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, BN harus mempertahankan interest service coverage ratio minimum sebesar 1,5 kali dan debt service coverage ratio minimum sebesar 1 kali. Pada tanggal 30 September 2010, BN tidak memenuhi persyaratan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan oleh CIMB tersebut di atas. Manajemen BN akan mengajukan permohonan waiver kepada CIMB. Manajemen BN berkeyakinan bahwa CIMB akan menyetujui permohonan waiver tersebut. 16. PERPAJAKAN a. Hutang Pajak Rincian hutang pajak adalah sebagai berikut: Perseroan Pajak Penghasilan Pasal 21 155.392.248 753.770.700 Pasal 23 dan 26 6.173.323 - Pasal 4(2) - 250.000 Pasal 29-8.635.728 Pajak Pertambahan Nilai 207.471.836-369.037.407 762.656.428 Anak Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal 21 938.930.338 1.001.095.204 Pasal 23 dan 26 649.993.911 2.330.542.634 Pasal 4(2) 198.599.774 172.489.853 Pasal 29-32.490.796.526 Pajak Pertambahan Nilai 2.471.663.370 5.544.799.435 4.259.187.393 41.539.723.652 Jumlah hutang pajak 4.628.224.800 42.302.380.080 40

16. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Pajak Penghasilan Badan Beban pajak kini Perseroan (17.608.259) - Anak perusahaan (26.779.729.504) (35.070.142.419) Jumlah pajak kini (26.797.337.763) (35.070.142.419) Manfaat pajak tangguhan Perseroan 2.548.351.077 1.550.881.147 Anak perusahaan - bersih 3.625.870.703 1.120.705.094 Jumlah pajak tangguhan 6.174.221.780 2.671.586.241 Jumlah pajak penghasilan (20.623.115.983) (32.398.556.178) Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasian dengan penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian 65.133.782.251 107.438.755.349 Laba anak perusahaan sebelum taksiran pajak penghasilan badan (82.466.523.033) (113.765.415.717) Jurnal eliminasi konsolidasi 28.008.968.123 34.450.591.199 Laba sebelum beban pajak penghasilan - Perseroan 10.676.227.341 28.123.930.831 Beda temporer Imbalan kerja karyawan 408.947.348 34.012.207 Aset tetap 25.285.691 22.475.149 Beda tetap Bagian atas laba anak perusahaan - bersih (23.916.488.511) (34.450.591.196) Beban yang tidak dapat dikurangkan 559.769.160 1.507.649.562 Penghasilan yang dikenakan pajak final (88.041.294) (650.937.761) Taksiran rugi pajak Perseroan (12.334.300.265) (5.413.461.208) Beban pajak kini: Perseroan Pajak penghasilan sesuai tarif pajak berlaku - - Pajak kini - final 17.608.259-17.608.259 - Anak perusahaan Pajak penghasilan sesuai tarif pajak berlaku 26.779.729.504 44.011.555.213 Efek penyesuaian pro forma - (8.941.412.794) 26.779.729.504 35.070.142.419 41

16. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan) Beban pajak kini konsolidasian 26.797.337.763 35.070.142.419 Dikurangi: Pajak penghasilan dibayar di muka Perseroan 21.000.000 520.667.495 Anak perusahaan 37.514.607.995 11.520.758.687 37.535.607.995 12.041.426.182 Lebih (kurang) bayar pajak kini konsolidasian Perseroan 21.000.000 520.667.495 Anak perusahaan 10.734.878.491 (32.490.796.526) Rugi fiskal Perseroan yang dibawa ke masa depan, yang dapat dipakai sebagai kompensasi pengurang penghasilan kena pajak di masa lima tahun mendatang, terjadi di periode fiskal berikut: 2010 Periode 2008 4.793.280.378 4.793.280.378 Periode 12.026.850.963 5.413.461.208 Periode 2010 12.334.300.265 - Jumlah 29.154.431.606 10.206.741.586 Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasian dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan Perseroan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: Laba sebelum beban pajak penghasilan - Perseroan 10.676.227.341 28.123.930.831 Pajak penghasilan (tarif tetap yang berlaku) 2.669.056.835 7.874.700.632 Pengaruh pajak penghasilan pada beda permanen: Penghasilan yang dikenakan pajak final (22.010.323) (182.262.573) Beban yang tidak dapat dikurangkan (5.821.571.579) (9.224.023.657) Penyesuaian tarif pajak dan penyesuaian 643.782.249 (19.295.549) Beban (manfaat) menurut laporan laba rugi konsolidasian Perseroan (2.530.742.818) (1.550.881.147) Anak perusahaan 23.153.858.801 33.949.437.325 Jumlah 20.623.115.983 32.398.556.178 42

16. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Pajak dibayar di muka Perseroan Pajak penghasilan badan 176.616.264 520.667.495 Pajak Pertambahan Nilai 894.469.172 466.344.896 Anak perusahaan Pajak penghasilan badan 25.245.307.268 38.801.485.635 Pajak Pertambahan Nilai 41.700.666.385 41.278.792.760 Jumlah 68.017.059.089 81.067.290.786 d. Pajak tangguhan Aset pajak tangguhan - bersih Perseroan Rugi Fiskal 7.288.607.902 2.953.753.253 Aset tetap 29.575.122 18.652.051 Imbalan kerja karyawan 149.062.866 12.690.741 Cadangan aset pajak tangguhan - rugi fiskal (1.588.285.358) - 5.878.960.532 2.985.096.045 Anak perusahaan Pencadangan bonus 1.743.031.032 1.914.022.110 Imbalan kerja karyawan 1.967.318.338 1.581.263.508 Penyisihan piutang ragu-ragu 1.459.636.139 2.353.791.427 Aset tetap (679.513.612) (852.197.496) 4.490.471.897 4.996.879.549 Aset pajak tangguhan - bersih konsolidasi 10.369.432.429 7.981.975.594 Kewajiban pajak tangguhan - bersih Anak perusahaan Aset tetap (10.727.253.235) (11.117.769.633) Imbalan kerja karyawan 1.433.415.668 1.369.136.102 Rugi fiskal 2.659.860.195 - Kewajiban pajak tangguhan - bersih konsolidasi (6.633.977.372) (9.748.633.531) Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan aset pajak tangguhan cukup untuk menutup kerugian yang timbul dari tidak terealisasinya aset pajak tangguhan dari rugi pajak. Realisasi aset pajak tangguhan bergantung pada kemampuan Perseroan dan anak perusahaan untuk menghasilkan pendapatan kena pajak yang memadai di masa mendatang. 43

16. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Ketetapan pajak PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) Pada tanggal 30 April, MNK menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dari DJP atas pemotongan pajak penghasilan badan, pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4(2) untuk tahun pajak 2004. Penetapan kurang bayar pajak dan denda atas pemotongan pajak penghasilan badan, pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4(2) masing-masing sebesar Rp644.036.554, Rp19.501.311 dan Rp8.143.634. MNK menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. Pada tanggal 25 November, MNK menerima SKPKB dari DJP atas pajak penghasilan badan untuk tahun pajak 2007 yang menetapkan kurang bayar pajak dan denda sebesar Rp3.151.749.742. MNK menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. Pada tanggal 4 Desember, MNK menerima SKPKB dari DJP atas pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4(2) untuk tahun pajak 2007. Penetapan kurang bayar pajak dan denda atas pemotongan pajak penghasilan pasal 23 dan pajak penghasilan pasal 4(2) masing-masing sebesar Rp77.238.501 dan Rp83.244.956. MNK menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. Pada tanggal 21 Desember dan 18 Januari 2010, MNK menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk masa pajak Mei, September dan Desember 2008 yang menetapkan lebih bayar masing-masing sebesar Rp4.614.453.875, Rp10.155.438.779 dan Rp7.774.157.065 dari yang seharusnya masing-masing sebesar Rp4.616.550.395, Rp10.155.438.779 dan Rp7.796.057.065 sesuai dengan yang dilaporkan di dalam surat pemberitahuan. MNK menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui selisih sebesar Rp23.996.520 sebagai beban dalam laporan laba rugi tahun. PT Bormindo Nusantara (BN) Pada tanggal 18 Mei 2010, BN menerima SKPLB dari DJP atas pajak penghasilan badan tahun 2008 yang menetapkan lebih bayar sebesar Rp5.954.045.790 yang seharusnya sebesar Rp6.144.195.684 sesuai dengan yang dilaporkan di dalam surat pemberitahuan. BN menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui selisih atas perbedaan sebesar Rp190.149.894 sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. Pada tanggal 18 Mei 2010, BN menerima SKPKB tambahan dari DJP atas PPN untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp921.715.692. BN menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui kurang bayar pajak dan dendanya sebagai beban sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. Pada tanggal 18 Mei 2010, BN menerima SKPKB dari DJP atas pajak penghasilan pasal 23 dan pajak penghasilan pasal 4(2) untuk tahun pajak 2008. Penetapan kurang bayar pajak dan denda atas pajak penghasilan pasal 23 dan pajak penghasilan pasal 4(2) masing-masing sebesar Rp374.341.126 dan Rp26.271.371. BN menerima keputusan kurang bayar pajak ini dan mengakui kurang bayar pajak dan denda sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. Pada tanggal 16 Agustus 2010, BN menerima SKPLB dari DJP atas Pajak Pertambahan Nilai untuk tahun pajak periode Januari - Juni sebesar Rp6.075.481.807. BN menerima ketetapan pajak tersebut dan mengakui selisih atas perbedaan sebesar Rp39.670.864 sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan. 44

16. PERPAJAKAN (lanjutan) Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perseroan dan anak perusahaan menghitung, menetapkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang. DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak, atau sampai dengan akhir tahun 2013, mana lebih dulu. Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku mulai tahun 2008, DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terhutangnya pajak. 17. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA KARYAWAN a. Program pensiun Anak perusahaan (MNK) mempunyai program pensiun manfaat pasti yang meliputi seluruh karyawan tetapnya. Program pensiun manfaat pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara ( Danapera ), yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 382/KM.17/1996 tanggal 15 Oktober 1996. Pendiri Danapera adalah PT Global Mediacom Tbk (dahulu PT Bimantara Citra Tbk) dan MNK bertindak sebagai mitra pendiri. Pendanaan program pensiun berasal dari kontribusi MNK dan karyawannya masing-masing sebesar 4% dan 9,65% dari gaji kotor. Jika pendanaan dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan kurang dari jumlah manfaat yang ditentukan oleh program pensiun, MNK akan menyisihkan kekurangan pendanaan tersebut. b. Kewajiban imbalan kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun Perseroan dan anak perusahaan (MNK dan BN) mempunyai kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU 13). MNK juga menyisihkan kewajiban imbalan kerja karyawan sesuai dengan UU 13 dan imbalan kerja jangka panjang lainnya dalam bentuk cuti panjang. MNK melakukan juga penyisihan tunjangan purna jabatan untuk Dewan Komisaris dan Direksi MNK sebesar dua kali gaji bulanan terakhir dikalikan dengan masa kerja. Kewajiban imbalan kerja yang tidak dicakup oleh program pensiun meliputi imbalan-imbalan tersebut di atas. Mutasi kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut: Saldo awal periode 11.540.046.745 6.095.260.060 Jumlah yang dibebankan 4.247.333.814 1.097.406.340 Pembayaran manfaat (1.934.766.578) (997.411.677) Efek penyesuaian pro forma - 5.476.544.410 Saldo akhir periode 13.852.613.981 11.671.799.133 45

18. HAK MINORITAS ANAK PERUSAHAAN Akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aset/(kewajiban) bersih dan laba/(rugi) bersih anak perusahaan dengan rincian sebagai berikut: a. Bagian minoritas atas aset bersih anak perusahaan PT Multi Nitrotama Kimia 227.506.524.137 160.041.997.010 PT Bormindo Nusantara 60.463.791.534 71.593.921.915 PT Ancora Shipping 206.667 - Jumlah 287.970.522.338 231.635.918.925 b. Hak minoritas atas laba (rugi) bersih PT Multi Nitrotama Kimia 37.798.862.309 39.036.164.771 PT Bormindo Nusantara (6.494.366.937) 2.531.688.970 PT Ancora Shipping (799.263) - Jumlah 31.303.696.109 41.567.853.741 19. MODAL SAHAM Rincian modal disetor Perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham pada tanggal 30 September 2010 dan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut: 30 September 2010 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Ancora Resources 918.304.978 52,00% 91.830.497.800 UBS AG, Singapore S/A Summer Harvest Pte Ltd 303.414.240 17,18% 30.341.424.000 Pictet and CIE S/A Burgundy Assets Corp. 194.996.613 11,04% 19.499.661.300 Sarasin Robo Nominees (Singapore) Pte Ltd 208.220.295 11,79% 20.822.029.500 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 140.991.651 7,99% 14.099.165.100 Jumlah 1.765.927.777 100,00% 176.592.777.700 30 September Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Ancora Resources 521.286.632 51,23% 52.128.663.200 Summer Harvest Pte. Ltd. 257.172.000 25,27% 25.717.200.000 Pictet and CIE S/A Burgundy Assets Corp. 143.078.000 14,06% 14.307.800.000 Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 95.963.368 9,44% 9.596.336.800 Jumlah 1.017.500.000 100.00% 101.750.000.000 46

19. MODAL SAHAM (lanjutan) Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 11 September, sebagaimana diaktakan dalam Akta Keputusan Rapat No. 2 pada tanggal 1 Desember, yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp101.750.000.000 menjadi sebesar Rp124.361.111.100. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-03561 tanggal 11 Februari 2010. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 1 Desember, sebagaimana diaktakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 8 pada tanggal 19 Januari 2010, yang dibuat dihadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp124.361.111.100 menjadi sebesar Rp176.592.777.700 melalui kapitalisasi tambahan modal disetor. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-03561 tanggal 11 Februari 2010 (Catatan 20). 20. TAMBAHAN MODAL DISETOR Rincian akun ini adalah sebagai berikut: Penawaran umum perdana 428.673.873 428.673.873 Agio saham 153.241.666.620 58.275.000.000 Biaya penawaran umum terbatas I (1.740.290.485) (1.740.290.485) Biaya penawaran umum terbatas II (2.677.775.228) - Kapitalisasi tambahan modal disetor tahun 2008 (52.231.666.600) - Jumlah 97.020.608.180 56.963.383.388 Agio saham merupakan selisih antara harga saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I dan II (Catatan 1) dengan harga per lembar saham masing-masing sebesar Rp170 dan Rp520 dengan nilai nominal per saham Rp100 untuk masing-masing 832.500.000 saham dan 226.111.111 saham yang ditawarkan. Biaya Penawaran Umum Terbatas I dan II terdiri dari imbalan jasa profesional yang dibayarkan kepada akuntan, penasihat hukum, penasihat keuangan dan biro administrasi efek. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 1 Desember yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 8 dari Fathiah Helmi, S.H., tanggal 19 Januari 2010, semua pemegang saham menyetujui untuk membagikan saham bonus sebanyak 522.316.666 lembar saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham sebesar Rp52.231.666.600 yang dibagikan kepada para pemegang saham secara proporsional dengan rasio setiap pemegang 50 saham berhak mendapatkan 21 saham baru dengan harga sebesar nilai nominal yaitu Rp100 setiap lembar saham. Saham bonus ini telah dibagikan pada tanggal 15 Januari 2010. 47

21. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut: Barang pabrikasi Amonium nitrat 162.711.227.242 214.678.782.887 Asam nitrat 3.052.677.653 4.032.426.471 Barang dagangan Amonium nitrat 487.274.291.626 367.441.823.009 Bahan peledak 140.531.286.283 138.371.828.356 Pendapatan jasa Peledakan 143.908.569.705 159.315.533.002 Pengeboran 115.666.491.965 67.723.329.056 Perawatan sumur minyak 11.465.945.947 10.988.788.890 Angkutan kapal 185.000.000 - Jumlah 1.064.795.490.421 962.552.511.671 Rincian pelanggan dengan penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut: Persentase Terhadap Jumlah Jumlah Penjualan Konsolidasian 2010 2010 Pihak ketiga: PT Freeport Indonesia 281.349.266.842 173.038.155.880 26,42% 17,98% PT Indominco Mandiri 134.672.434.343 153.357.383.946 12,65% 15,93% PT Chevron Pacific Indonesia 112.221.719.716-10,54% - 22. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Beban Pabrikan Persediaan bahan baku dan pembantu awal 3.316.105.518 4.794.994.041 Pembelian 52.095.010.855 52.883.974.746 Persediaan bahan baku dan pembantu akhir (Catatan 6) (3.565.733.710) (4.563.594.991) Pemakaian persediaan bahan baku dan bahan pembantu 51.845.382.663 53.115.373.796 Upah langsung 6.754.786.502 8.426.261.760 Beban pabrikasi (Catatan 23) 28.836.537.974 23.694.404.031 Jumlah biaya produksi 87.436.707.139 85.236.039.587 Persediaan barang jadi Awal periode 4.243.765.168 29.002.401.810 Akhir periode (Catatan 6) (2.678.629.796) (6.296.337.887) Jumlah beban pokok penjualan - pabrikan 89.001.842.511 107.942.103.510 48

22. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan) Barang dagangan Awal periode 61.397.879.695 47.875.828.872 Pembelian impor 516.058.170.020 428.217.381.836 Tersedia untuk dijual 577.456.049.715 476.093.210.708 Akhir periode (Catatan 6) (56.781.798.279) (40.637.517.449) Jumlah beban pokok penjualan - barang dagangan 520.674.251.436 435.455.693.259 Beban pokok pendapatan jasa Biaya peledakan 118.018.688.020 129.304.345.304 Gaji dan kesejahteraan karyawan 40.237.776.487 27.613.492.430 Pengeboran, perawatan sumur dan pompa 35.523.698.738 12.960.516.681 Penyusutan (Catatan 8) 22.991.639.313 7.565.860.535 Reparasi dan pemeliharaan 17.865.768.902 9.153.843.258 Minyak dan pelumas 14.019.813.028 10.369.368.572 Konsumsi karyawan 6.564.045.143 3.223.421.213 Asuransi 2.936.512.811 1.341.692.752 Sewa 2.518.509.767 1.628.909.055 Pengiriman barang 1.512.618.863 505.610.028 Alat-alat keselamatan 841.087.107 488.682.081 Pengangkutan 707.413.000 444.861.167 Lain-lain (kurang dari Rp500 juta) 3.045.263.198 1.436.251.602 Jumlah beban pokok pendapatan jasa 266.782.834.377 206.036.854.678 Jumlah beban pokok penjualan 876.458.928.324 749.434.651.447 Rincian pemasok dengan nilai pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut: Jumlah Persentase Terhadap Jumlah Penjualan Konsolidasian 2010 2010 Pihak ketiga: Orica Singapore Pte. Ltd 137.973.591.750 290.982.132.685 12,96% 30,23% PT Orica Mining Services 115.318.617.858 129.338.435.057 10,83% 13,44% 49

23. BEBAN PABRIKASI Rincian beban pabrikasi adalah sebagai berikut: Penyusutan (Catatan 8) 10.955.568.423 5.320.977.723 Bahan bakar, listrik dan air 10.301.015.927 10.859.571.365 Perbaikan dan pemeliharaan 2.760.768.996 2.635.286.174 Jasa manajemen (Catatan 10) 2.427.661.530 2.694.636.583 Sewa 621.855.318 682.890.357 Asuransi 598.255.983 633.893.740 Biaya umum 569.378.708 420.804.132 Lain-lain (kurang dari Rp500 juta) 602.033.089 446.343.957 Jumlah beban pabrikasi 28.836.537.974 23.694.404.031 24. BEBAN PENJUALAN Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: Pengiriman dan pengangkutan 28.412.622.124 22.706.160.814 Gaji dan kesejahteraan karyawan 6.891.880.518 4.481.487.884 Sewa 3.085.523.038 2.498.294.014 Pengemasan 2.288.443.337 1.814.486.194 Umum 2.190.804.174 1.406.634.440 Perjalanan dinas dan transportasi 676.368.451 596.541.220 Penyusutan (Catatan 8) 512.438.685 383.125.452 Perijinan 436.500.000 339.500.000 Asuransi 434.012.450 365.755.646 Perbaikan dan pemeliharaan 323.211.297 518.925.676 Jasa manajemen 298.442.487 471.207.415 Pemasaran barang dan jasa 189.882.150 1.259.040.538 Lain-lain (kurang dari Rp200 juta) 1.227.127.862 716.517.223 Jumlah beban penjualan 46.967.256.573 37.557.676.516 25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: Gaji dan kesejahteraan karyawan 33.116.994.013 17.938.401.171 Jasa manajemen (Catatan 10) 7.902.705.576 8.895.789.070 50

25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (lanjutan) Sewa 3.579.663.890 1.543.517.488 Umum 2.411.726.313 3.004.704.004 Honorarium tenaga ahli 2.143.299.994 1.771.516.896 Penyusutan (Catatan 8) 2.085.459.500 2.330.616.555 Perjalanan dinas 1.704.979.175 797.583.423 Perlengkapan kantor 1.229.737.950 437.283.196 Promosi, jamuan dan sumbangan 656.980.695 1.377.494.438 Komunikasi 650.605.412 250.842.138 Lain-lain (kurang dari Rp200 juta) 1.751.752.383 2.318.672.966 Jumlah beban umum dan administrasi 57.233.904.901 40.666.421.345 26. BEBAN KEUANGAN Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut: Beban bunga 18.674.390.649 1.592.265.475 Amortisasi biaya pinjaman (Catatan 15) 1.751.083.673 - Beban keuangan lainnya 2.479.432.619 - Jumlah beban keuangan 22.904.906.941 1.592.265.475 27. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma per saham dasar: Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma 13.206.970.159 33.472.345.430 Rata-rata tertimbang jumlah saham: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) 1.765.927.777 1.017.500.000 - setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) 1.765.927.777 1.606.606.084 Laba bersih per saham dasar setelah efek penyesuaian pro forma: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 32,90 - setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 20,83 Laba bersih sebelum efek penyesuaian pro forma 13.206.970.159 29.674.811.975 Rata-rata tertimbang jumlah saham: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) 1.765.927.777 1.017.500.000 - setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) 1.765.927.777 1.606.606.084 51

27. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR (lanjutan) Laba bersih per saham dasar sebelum efek penyesuaian pro forma: - sebelum pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 29,16 - setelah pembagian saham bonus (Catatan 20) 7,48 18,47 28. DIVIDEN TUNAI DAN SALDO LABA Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 16 Juli yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 9 dari Fathiah Helmi, S.H., pada tanggal yang sama, para pemegang saham Perseroan, antara lain, menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2008 sebesar Rp100.000.000 yang digunakan untuk saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan pembagian dividen tunai sebesar Rp4.833.125.000. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 26 Mei 2010 yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 59 dari Fathiah Helmi, S.H., pada tanggal yang sama, para pemegang saham Perseroan, antara lain, menyetujui penggunaan laba bersih tahun sebesar Rp100.000.000 yang digunakan untuk saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan memutuskan untuk menyetujui dividen tunai untuk tahun sebesar Rp935.941.722. Pada tanggal 7 Juli 2010, dividen tersebut telah dibayarkan penuh. 29. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI Akun ini merupakan selisih antara nilai pengalihan dan bagian Perseroan pada nilai buku anak perusahaan yang diakuisisi, dengan rincian sebagai berikut: Dari akusisi MNK dari AMS (Catatan 1d dan 35) 52.389.801.793 39.293.230.093 Dari akusisi BN dari AR (Catatan 1d) 115.373.879.361 - Jumlah 167.763.681.154 39.293.230.093 30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING Perseroan Pada tanggal 5 Juli 2010, Perseroan dan Coal, Chemicals and Commodities Trading Co. Limited menandatangani Perjanjian Manajemen. Dalam perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pengadaan batu bara. Dari perjanjian tersebut, Perseroan akan mendapatkan pembayaran jasa sebesar AS$105.000 per bulan. Perjanjian ini berlaku untuk masa waktu enam bulan dan dapat diperpanjang. 52

30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) a. MNK menyewa sebidang tanah Hak Guna Bangunan seluas 50.000 m² milik PT Kawasan Industri Kujang Cikampek dengan jangka waktu sewa selama 20 tahun sejak tanggal 13 Juni 1988 sampai dengan tanggal 12 Juni 2008 dan telah diperpanjang kembali selama 20 tahun sejak tanggal 16 Juni 2008 sampai dengan 15 Juni 2028. Sewa dibayar dimuka setiap tahunnya. Efektif tanggal 1 Januari 2006, tarif sewa adalah sebesar AS$1,5/m² dan mulai periode 1 Juni 2008 sampai dengan 31 Desember adalah sebesar AS$1,6/ m² dan tarif sewa untuk periode 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2011 menjadi sebesar AS$1,75/m2 per tahun (Catatan 10). Jumlah pembayaran sewa tanah minimum di masa depan dalam sewa operasi yang tidak dibatalkan adalah sebagai berikut: 2010 < 1 tahun 780.850.000 752.000.000 1-5 tahun 3.123.400.000 3.008.000.000 > 5 tahun 9.370.200.000 9.776.000.000 13.274.450.000 13.536.000.000 Pada tanggal 18 Agustus, MNK menandatangani perjanjian No. 268/ SP/KIKC/VIII/ sehubungan dengan sewa tanah seluas 8.000 m 2 dan 20.000 m 2 milik PT Kawasan Industri Kujang Cikampek. Atas sewa tanah seluas 8.000 m 2, jangka waktu sewa adalah sejak tanggal 1 November sampai dengan tanggal 16 Juni 2028 dengan tarif sewa sebesar AS$2/m 2 per tahun dan biaya pemeliharaan sebesar Rp300/m 2 per bulan. Atas sewa tanah seluas 20.000 m 2, jangka waktu sewa adalah sejak tanggal 1 November sampai dengan tanggal 1 Mei 2012 dengan nilai sewa sebesar AS$147.384. Jumlah pembayaran sewa tanah minimum di masa depan atas tanah seluas 8.000 m 2 dalam sewa operasi yang tidak dibatalkan adalah sebagai berikut: 2010 < 1 tahun 142.784.000-1 - 5 tahun 571.136.000 - > 5 tahun 1.570.624.000-2.284.544.000 - b. Pada tanggal 1 Januari 2002, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Freeport Indonesia ( Freeport ) untuk menjual Ammonium Nitrat. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2006 dan telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 30 September 2011. Freeport akan membeli Ammonium Nitrat dari MNK minimal 40.000 Metrik Ton (MT) per tahun. c. Pada tanggal 21 Oktober 2004, MNK bekerja sama dengan PT Orica Mining Services menandatangani perjanjian sebagai kontraktor dengan PT Newmont Nusa Tenggara No. BH0419000mi untuk mendukung pengoperasian pertambangan milik PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau, Sumbawa dengan nilai kontrak sebesar AS$24.352.767. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 28 Februari 2012. Berdasarkan perubahan perjanjian No. 03 tertanggal 1 Januari, nilai kontrak menjadi sebesar AS$25.366.167. 53

30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) (lanjutan) d. Pada tanggal 2 Maret 2005, MNK memiliki perjanjian manajemen dengan PT Pupuk Kujang, dimana MNK memperoleh bimbingan dan pembinaan di bidang usaha/operasional, manajemen dan administrasi. Perjanjian ini masih akan berakhir berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. Sebagai imbalannya, MNK setuju untuk membayar jasa manajemen sebesar Rp222.530.000 per bulan. Berdasarkan perubahan perjanjian tertanggal 14 April 2008, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Maret 2008, jasa manajemen yang dibebankan sebesar Rp275.000.000 per bulan (Catatan 10). e. Pada tanggal 27 Juni 2005, MNK menandatangani surat perjanjian No. A2-016/X-05/SP atas pelaksanaan jasa peledakan di proyek Tanjung Alam dengan PT Kalimantan Prima Persada. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 27 Juni 2005 sampai dengan tanggal 26 Juni 2008. Pada tanggal 18 Agustus, perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 26 Juni 2011. f. Pada tanggal 25 November 2005, MNK menandatangani perjanjian penyediaan bahan baku dan utilitas dengan PT Pupuk Kujang, dimana PT Pupuk Kujang akan menyediakan bahan baku (amonia) dan utilitas (air) yang diperlukan oleh MNK. Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan perjanjian No. PK/SP/UM/XII/2008 tertanggal 24 Desember 2008 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2018 (Catatan 10). g. MNK menyewa sebidang gudang seluas 3.600 m² di Samarinda, milik Jemmy Wijaya, dengan jangka waktu sewa selama 10 tahun sejak tanggal 1 Agustus 2007 sampai dengan tanggal 31 Juli 2017 dengan jumlah sewa sebesar Rp2.000.000.000 dan akan dibayar setiap dua tahun. Jumlah pembayaran sewa gudang minimum di masa depan dalam sewa operasi yang tidak dibatalkan adalah sebagai berikut: 2010 1-5 tahun 800.000.000 800.000.000 > 5 tahun 400.000.000 400.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 h. Pada tanggal 12 November 2008, MNK menandatangani perjanjian penawaran penyediaan bahan peledak dan jasa peledakan No. MTM-SP-053-08 dengan PT Indomuro Kencana. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Februari kecuali dihentikan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian tersebut. i. Pada tanggal 23 Februari, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Newmont Nusa Tenggara No. BH0906900mi untuk memberikan jasa sebagai fasilitator antara PT Newmont Nusa Tenggara dengan Pemerintah Republik Indonesia sehubungan dengan bahan peledak. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 1 Maret sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 dengan nilai perjanjian sebesar AS$107.100. j. Pada tanggal 12 Maret, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT), pihak hubungan istimewa, untuk jasa pembangunan dan pengadaan dalam proyek pengembangan pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak untuk jasa pembangunan sebesar AS$1.777.650 serta sebesar 5% dari harga pembelian peralatan dan material untuk jasa pengadaan (Catatan 10). 54

30. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) (lanjutan) k. Pada tanggal 15 April, MNK menandatangani penawaran niaga dengan CFI Holding Pte. Ltd. terkait dengan jasa pembangunan pabrik Amonium Nitrat dengan nilai kontrak untuk jasa pembangunan pabrik sebesar AS$2.740.400. l. Pada tanggal 6 Mei, MNK menandatangani surat perjanjian No. 014/RBA-SPK/V/09 atas pelaksanaan jasa peledakan di lokasi penambangan PT Mahakam Sumber Jaya - Kalimantan Timur dengan PT Ricobana Abadi. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal 6 Mei sampai dengan tanggal 5 Mei 2012. m. Pada tanggal 10 Agustus, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) terkait dengan pre-activity pelaksanaan pembangunan pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak sebesar AS$2.705.000 (Catatan 10). n. Pada tanggal 31 Desember, MNK menandatangani perjanjian No. SJAN/07/ P/BD/DN/XII/-024/MNK/L/XII/09 dengan PT Pindad (Persero) sehubungan dengan sewa gudang dengan kapasitas sesuai dengan ijin yang diperoleh sebesar 150 m3/130.000 kg untuk dinamit/booster dan 225 m3/150.000 buah untuk detonator. Jangka waktu sewa adalah selama 3 tahun sejak tanggal 31 Desember sampai dengan tanggal 30 Desember 2012 dengan tarif sewa sebesar Rp1.542.000.000 per tahun. o. Pada tanggal 29 Januari 2010, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) terkait dengan pelaksanaan pembangunan konstruksi pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak sebesar AS$10.500.000 (Catatan 10). p. Pada tanggal 27 Mei 2010, MNK menandatangani perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) terkait dengan jasa expediting atas peralatan-peralatan untuk pembangunan pabrik Amonium Nitrat di Cikampek dengan nilai kontrak sebesar AS$128.372 (Catatan 10). q. Pada tanggal 15 Juli 2010, MNK menandatangani perjanjian penyediaan teknologi informasi, peralatan dan produk dengan Hanwa Corporation dan Petroflow Ltd., sebagai agen sehubungan dengan pembangunan pabrik non-elektrik detonator di Kalimantan Timur, dimana tanggal efektif dari perjanjian ini adalah 1 Oktober 2010, dengan total nilai perjanjian sebesar AS$1.130.500. PT Bormindo Nusantara (BN) a. Pada tanggal 2 Oktober 2007, BN menandatangani perjanjian dengan PT Chevron Pacific Indonesia ( CPI ) untuk memberikan jasa pengeboran dengan menggunakan RIG BN#10 dan BN#11. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 1 Juni 2012 dan akan diperpanjang jika diperlukan. b. Pada tanggal 22 April 2010, BN menandatangani perjanjian dengan CPI untuk memberikan jasa pengeboran dengan menggunakan RIG BN#3 dan BN#5. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 8 Oktober 2010 dan akan diperpanjang jika diperlukan. 55

31. INFORMASI SEGMEN USAHA a. Segmen Primer Informasi segmen usaha Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari: 2010 Pabrikan Perdagangan Jasa Eliminasi Jumlah PENJUALAN BERSIH Penjualan 165.763.904.895 627.805.577.909 271.226.007.617-1.064.795.490.421 BEBAN Beban pokok penjualan (89.001.842.511) (520.674.251.436) (266.782.834.377) - (876.458.928.324) Beban penjualan - - - - (46.967.256.573) Beban umum dan administrasi - - - - (57.233.904.901) Penghasilan bunga - - - - 3.557.373.302 Beban lain-lain - - - - (22.558.991.674) Beban pajak - - - - (20.623.115.983) Laba bersih sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan 44.510.666.268 Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan - bersih (31.303.696.109) Laba bersih 13.206.970.159 ASET Aset segmen 339.733.905.256 56.781.798.279 246.313.293.750-642.828.997.285 Aset yang tidak dapat dialokasikan - - - - 459.421.108.471 Jumlah Aset 1.102.250.105.756 KEWAJIBAN Kewajiban segmen 120.552.046.709 48.690.928.110 84.948.531.104-254.191.505.923 Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan - - - - 412.207.957.113 Jumlah Kewajiban 666.399.463.036 INFORMASI LAINNYA Penyusutan - - - - 36.545.105.921 Pengeluaran modal - - - - 135.664.035.597 Catatan 36) Pabrikan Perdagangan Jasa Eliminasi Jumlah PENJUALAN BERSIH Penjualan 218.711.209.358 505.813.651.365 238.027.650.948-962.552.511.671 BEBAN Beban pokok penjualan (107.942.103.510) (435.455.693.259) (206.036.854.678) - (749.434.651.447 ) Beban penjualan (37.557.676.516 ) Beban umum dan administrasi (40.666.421.345 ) Penghasilan bunga 2.605.404.796 Penghasilan lain-lain (30.060.411.810 ) Beban pajak (32.398.556.178 ) Laba bersih sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan 75.040.199.171 56

31. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) a. Segmen Primer (lanjutan) Catatan 36) (lanjutan) Pabrikan Perdagangan Jasa Eliminasi Jumlah Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan - bersih (41.567.853.741 ) Efek penyesuaian pro forma (3.797.533.455 ) Laba bersih 29.674.811.975 ASET Aset segmen 106.593.489.968 40.637.517.449 299.601.871.338-446.832.878.755 Aset yang tidak dapat dialokasikan 645.127.282.154 Jumlah Aset 1.091.960.160.909 KEWAJIBAN Kewajiban segmen - - 120.617.066.547-120.617.066.547 Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan 467.925.229.919 Jumlah Kewajiban 588.542.296.466 INFORMASI LAINNYA Penyusutan - - - - 15.600.580.265 Pengeluaran modal - - - - 83.248.247.489 b. Segmen Sekunder Informasi menurut segmen geografis yang merupakan segmen sekunder adalah sebagai berikut: Penjualan bersih Kalimantan 597.653.940.750 509.518.371.472 Papua 281.348.622.037 244.165.154.692 Sumatera 126.166.251.586 81.608.774.061 Jawa 42.312.098.310 64.829.748.029 Nusa Tenggara Timur 16.459.919.333 43.817.523.188 Sulawesi 854.658.405 18.612.940.229 Jumlah penjualan bersih 1.064.795.490.421 962.552.511.671 Aset bersih Jawa 435.201.541.142 205.228.550.040 Sumatera 166.212.527.967 216.175.931.136 Papua 85.732.119.901 113.285.988.709 Kalimantan 16.490.761.064 5.924.980.134 Aset yang tidak dapat dialokasikan 398.613.155.682 551.344.710.890 Jumlah aset bersih 1.102.250.105.756 1.091.960.160.909 57

32. ASET DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Posisi aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada 30 September 2010 dan adalah sebagai berikut: Konversi ke mata Mata uang asing uang Rupiah 30 September 2010 Aset Kas dan setara kas AS$ 5.789.089 51.661.169.237 Dana yang dibatasi penggunaannya AS$ 5.815.856 51.900.697.159 Piutang usaha AS$ 28.675.711 255.902.042.347 Pinjaman kepada pemegang saham AS$ 4.065.232 36.278.126.954 Kewajiban Hutang usaha AS$ 18.073.341 161.286.496.245 SIN$ 4.188 28.374.549 Hutang pembelian aset tetap AS$ 4.410.927 39.363.112.548 Beban masih harus dibayar dan pencadangan AS$ 585.400 5.224.109.600 Pinjaman pihak hubungan istimewa AS$ 350.000 3.123.400.000 Pinjaman bank jangka pendek AS$ 5.790.315 51.672.774.630 Pinjaman bank jangka panjang AS$ 34.496.406 307.845.931.834 Kewajiban bersih AS$ (19.360.501) (172.773.789.160) SIN$ (4.188) (28.374.549) 30 September Aset Kas dan setara kas AS$ 11.411.673 110.476.410.572 Dana yang dibatasi penggunaannya AS$ 1.050.000 10.165.050.000 Piutang usaha AS$ 32.786.041 317.401.666.490 Pinjaman kepada pemegang saham AS$ 4.904.940 47.484.726.463 Kewajiban Hutang usaha AS$ 20.530.183 198.752.702.938 SIN$ 13.290 90.920.836 EUR 959 13.580.804 Beban masih harus dibayar dan pencadangan AS$ 685.953 6.640.707.217 Pinjaman bank jangka panjang AS$ 27.272.912 264.029.064.557 Aset/(Kewajiban) bersih AS$ 1.663.606 16.105.378.813 SIN$ (13.290) (90.920.836) EUR (959) (13.580.804) 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN Instrumen keuangan pokok Perseroan dan anak perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain pinjaman kepada pemegang saham, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap, beban yang masih harus dibayar, pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dan pinjaman dari pemegang saham. Perseroan dan anak perusahaan terpengaruh terhadap risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen senior Perseroan mengawasi manajemen risiko atas risiko-risiko tersebut. 58

33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan) Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: Risiko pasar Risiko pasar merupakan risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari instrumen keuangan akan berfluktuasi disebabkan oleh perubahan harga pasar. Harga pasar terdiri dari dua jenis risiko; risiko tingkat suku bunga dan risiko mata uang asing. Instrumen keuangan dipengaruhi oleh risiko pasar termasuk kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, pinjaman jangka pendek dan panjang, pinjaman kepada pemegang saham, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap dan pinjaman dari pemegang saham. Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Perseroan dan anak perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaanya, pinjaman kepada pemegang saham, pinjaman dari pemegang saham serta pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang dimiliki Perseroan dan anak perusahaan. Risiko mata uang asing Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. Perseroan dan anak perusahaan membeli valuta asing secara tunai (spot) untuk melakukan pembayaran atas pinjaman CIMB dan bunganya dalam mata uang asing yang tidak terlindung nilai. Pendapatan valuta asing merupakan lindung nilai yang efektif terhadap kewajiban keuangan valuta asing yang timbul dari kegiatan usaha anak perusahaan, kondisi ini akan menghasilkan saling hapus arus kas masa depan yang berfluktuasi karena perubahan nilai tukar mata uang. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko dimana lawan transaksi tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perseroan dan anak perusahaan hanya terkena risiko kredit dari kegiatan operasi yang berhubungan dengan penjualan. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai dengan kebijakan Perseroan dan anak perusahaan, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau secara teratur. Persyaratan untuk penurunan nilai dianalisis setiap tanggal pelaporan dan dinilai berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo setiap akhir periode (Catatan 5). Risiko likuiditas Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas yang memadai untuk mendukung kegiatan bisnis secara tepat waktu. Perseroan dan anak perusahaan menjaga keseimbangan antara kesinambungan penagihan piutang serta melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank untuk mengelola risiko likuiditas. 59

34. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perseroan dan anak perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan. Nilai tercatat 30 September 2010 Nilai wajar Aset keuangan Kas dan setara kas 56.651.759.539 56.651.759.539 Dana yang dibatasi penggunaannya - lancar 39.744.791.367 39.744.791.367 Dana yang dibatasi penggunaannya - tidak lancar 12.804.283.192 12.804.283.192 Piutang usaha - bersih 265.274.401.500 265.274.401.500 Piutang lain-lain 902.280.377 902.280.377 Pinjaman kepada pemegang saham 41.514.873.853 36.278.126.954 Kewajiban keuangan Hutang usaha 202.082.453.748 202.082.453.748 Hutang lain-lain 290.012.826 290.012.826 Hutang pembelian aset tetap 44.258.908.332 44.258.908.332 Beban masih harus dibayar dan pencadangan 15.374.339.542 15.374.339.542 Hutang pembiayaan konsumen 2.125.957.611 2.125.957.611 Pinjaman bank jangka pendek 51.775.062.510 51.775.062.510 Pinjaman jangka panjang 293.932.019.868 293.932.019.868 Pinjaman dari pemegang saham 27.623.400.000 27.623.400.000 Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar Nilai wajar kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya - lancar, piutang usaha - bersih, piutang lain-lain, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang pembelian aset tetap, pinjaman bank jangka pendek, beban yang masih harus dibayar dan pencadangan dan pinjaman dari pemegang saham mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Nilai wajar dana yang dibatasi penggunaannya - tidak lancar, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, dan pinjaman jangka panjang mendekati nilai tercatat karena tingkat suku bunganya dinilai ulang secara berkala. Nilai wajar pinjaman kepada pemegang saham dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif rata-rata tertimbang (Catatan 2w dan 10). 35. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA a. Berdasarkan Addendum Perjanjian Pinjaman tanggal 11 Oktober 2010, AR setuju untuk menambah jumlah maksimum pinjaman menjadi maksimum sebesar Rp45.000.000.000 dan memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 3 tahun terhitung sejak 2 Nopember. b. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat PT Ancora Mining Service (AMS) No. 13 tanggal 27 Januari 2010, yang dibuat di hadapan Catherina Situmorang, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, para pemegang saham AMS melalui Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham AMS tertanggal 25 Januari 2010 memutuskan untuk menyetujui pembubaran AMS dengan likuidasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menunjuk Tjetjep Muljana, Direktur AMS, sebagai likuidator. Pemberitahuan atas pembubaran tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.10-05545 tanggal 5 Maret 2010. 60

35. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) Sampai dengan tanggal 30 September 2010, likuidator yang ditunjuk belum memberikan laporan pertanggungjawaban atas proses likuidasi kepada RUPS sehingga per tanggal 30 September 2010, status badan hukum AMS masih berlaku secara yuridis karena proses likuidasi masih berlangsung. Jika status badan hukum AMS telah berakhir, maka saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang timbul sehubungan dengan akuisisi MNK oleh Perseroan dari AMS sebesar Rp52.389.801.793 (rugi) akan dicatat sebagai rugi terealisasi pada laporan laba rugi konsolidasian sesuai dengan PSAK No 38 (Revisi 2004) (Catatan 1d dan 29). 36. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI Pada tanggal 2 November, Perseroan membeli 60% saham BN dari PT Ancora Resources ( AR ), senilai Rp222.980.000.000. Nilai buku aset bersih BN pada saat akuisisi adalah sebesar Rp107.606.120.639. Transaksi ini menghasilkan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp115.373.879.361. Akuisisi tersebut dicatat berdasarkan PSAK No 38 (Revisi 2004), Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Dengan demikian selisih senilai Rp115.373.879.361 antara harga transfer dan bagian proporsional dari nilai buku aset bersih BN disajikan sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam kelompok ekuitas di neraca konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September, telah disajikan kembali seolah-olah transaksi restrukturisasi telah terjadi sejak tanggal 23 Juni. Laba bersih dari perusahaan yang diakuisisi dari tanggal 23 Juni sampai 30 September porsinya Perseroan, disajikan sebagai Efek penyesuaian pro forma dalam laporan laba rugi konsolidasian untuk peiode yang berakhir pada tanggal 30 September. Pengaruh dari penyajian kembali sebelum dan sesudah restrukturisasi pada laporan laba rugi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September adalah sebagai berikut: Dilaporkan sebelumnya Disajikan kembali NERACA Aset lancar 651.512.820.438 753.146.787.892 Aset tidak lancar 140.845.469.133 338.813.373.017 Jumlah aset 792.358.289.571 1.091.960.160.909 Kewajiban lancar 258.412.103.467 322.508.908.222 Kewajiban tidak lancar 209.513.126.451 266.033.388.244 Jumlah kewajiban 467.925.229.918 588.542.296.466 Hak minoritas 160.041.997.010 231.635.918.925 Ekuitas sebelum efek penyesuaian pro forma 164.391.062.643 164.391.062.643 Pro forma ekuitas yang timbul dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - 107.390.882.875 Jumlah ekuitas 164.391.062.643 271.781.945.518 Jumlah kewajiban dan ekuitas 792.358.289.571 1.091.960.160.909 61

36. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI (lanjutan) Dilaporkan sebelumnya Disajikan kembali LAPORAN LABA RUGI Penjualan bersih 883.840.393.725 962.552.511.671 Beban pokok penjualan (689.931.205.310) (749.434.651.447) Beban usaha (70.675.615.886) (78.224.097.861) Penghasilan/(beban) lain-lain (24.585.403.881) (27.455.007.014) Beban pajak penghasilan (29.937.191.902) (32.398.556.178) Laba sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan 68.710.976.746 75.040.199.171 Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan (39.036.164.771) (41.567.853.741) Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma 29.674.811.975 33.472.345.430 Efek penyesuaian pro forma - (3.797.533.455) Laba bersih sebelum efek penyesuaian pro forma 29.674.811.975 29.674.811.975 62