BAB IV TINJAUAN MENGENAI SENSOR LASER

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VII ANALISIS. Airborne LIDAR adalah survey untuk mendapatkan posisi tiga dimensi dari suatu titik

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah yang sangat luas, kekayaan alam yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 TEKNOLOGI LIDAR

Pengukuran Kekotaan. Lecture Note: by Sri Rezki Artini, ST., M.Eng. Geomatic Engineering Study Program Dept. Of Geodetic Engineering

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal

PERCOBAAN ELEKTRODINAMIKA CEPAT RAMBAT GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. A. Tujuan Menentukan besarnya cepat rambat gelombang elektromagnetik.

ANALISIS KECEPATAN REAKSI SENSOR TERHADAP GELOMBANG CAHAYA INFRA MERAH DAN LASER

Antiremed Kelas 10 Fisika

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1. Kenaikan permukaan air laut dari waktu ke waktu [Mackinnon, 2004]

Antiremed Kelas 12 Fisika

Cahaya membawaku ke bulan

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

BAB II CAHAYA. elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x

BAB 11 GETARAN DAN GELOMBANG

BAB VI TINJAUAN MENGENAI APLIKASI AIRBORNE LIDAR

Materi Pendalaman 03 GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK =================================================

RANGKUMAN MATERI GETARAN DAN GELOMBANG MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS 8 SMP NEGERI 55 JAKARTA

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Fisika Umum (MA 301) Cahaya

TEORI MAXWELL Maxwell Maxwell Tahun 1864

Gelombang Elektromagnetik

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di dengan memasukkan kode 5976 ke menu search. Copyright 2017 Zenius Education

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Gambar 4.1. Kemampuan sensor LIDAR untuk memisahkan antara permukaan tanah dengan vegetasi di atasanya [Karvak, 2007]

Luar biasanya laser. Penerobos yang berusaha masuk harus menghindari laser

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK FREKUENSI TINGGI DAN GELOMBANG MIKRO

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

Radiasi Elektromagnetik

PERBEDAAN INTERPRETASI CITRA RADAR DENGAN CITRA FOTO UDARA

BAB III DASAR DASAR GELOMBANG CAHAYA

GROUND PENETRATING RADAR (GPR)

Gelombang Transversal Dan Longitudinal

BAB II LANDASAN TEORI

PENGINDERAAN JAUH D. SUGANDI NANIN T

BAB III TEKNOLOGI LIDAR DALAM PEKERJAAN EKSPLORASI TAMBANG BATUBARA

Radio dan Medan Elektromagnetik

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )

ACARA I SIMULASI PENGENALAN BEBERAPA UNSUR INTERPRETASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SUB POKOK BAHASAN 10/16/2012. Sensor Penginderaan Jauh menerima pantulan energi. Sensor Penginderaan Jauh menerima pantulan energi

PREDIKSI UN FISIKA V (m.s -1 ) 20

Bab 3. Transmisi Data

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kurikulum 2013 Kelas 12 SMA Fisika

Fisika Modern (Teori Atom)

BAB I PENDAHULUAN. Deteksi lingkungan merupakan suatu hal yang penting bagi robot, yang hal paling

Makalah Gelombang Elektromagnetik

09 - Penginderaan Jauh dan Pengolahan Citra Dijital. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Data and Computer BAB 3

1. Hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh alat ukur dibawah ini adalah.

BAB IV KOMUNIKASI RADIO DALAM SISTEM TRANSMISI DATA DENGAN MENGGUNAKAN KABEL PILOT

1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah

Transmisi Signal Wireless. Pertemuan IV

Antiremed Kelas 12 Fisika

Jaringan Komputer. Transmisi Data

Kumpulan Soal Fisika Dasar II.

BAB 2 DASAR TEORI. 2.1 Tinjauan Umum Teknologi Pemetaan Tiga Dimensi

BAB II LANDASAN TEORI

CHAPTER I RADIASI BENDA HITAM

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.

Menyebutkan prinsip umum sinyal bicara dan musik Mengetahui Distorsi Mengetahui tentang tranmisi informasi Mengetahui tentang kapasitas kanal

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang - Pengertian Gelombang

ALAT OPTIK. Bagian-bagian Mata

Gelombang Cahaya. Spektrum Gelombang Cahaya

KELAS XII FISIKA SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG SMA KOLESE LOYOLA M1-1

MEDIA TRANSMISI. Sumber: Bab 4 Data & Computer Communications William Stallings. Program Studi Teknik Telekomunikasi Sekolah Tinggi Teknologi Telkom

PERTEMUAN IV SURVEI HIDROGRAFI. Survei dan Pemetaan Universitas IGM Palembang

Intensitas spesifik Fluks energi Luminositas Bintang sebagai benda hitam (black body) Kompetensi Dasar: Memahami konsep pancaran benda hitam

BAB V TINJAUAN MENGENAI DATA AIRBORNE LIDAR

Gelombang Elektromagnetik Fisika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JURUSAN FISIKA NAMA : HERLIN TARIGAN NPM :

Spektrum elektromagnetik. Frekuensi radio

ISTILAH DI NEGARA LAIN

ELECTROMAGNETIC WAVE AND ITS CHARACTERISTICS

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. Oleh: DHELLA MARDHELA NIM: 15B08052

Gambar dibawah memperlihatkan sebuah image dari mineral Beryl (kiri) dan enzim Rubisco (kanan) yang ditembak dengan menggunakan sinar X.

Kurikulum 2013 Kelas 12 Fisika

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini Getaran, Gelombang dan Bunyi

#2 Dualisme Partikel & Gelombang (Sifat Partikel dari Gelombang) Fisika Modern Eka Maulana, ST., MT., MEng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

Benda akan berhenti setelah bergerak selama... A. 4 sekon B. 5 sekon C. 8 sekon D. 10 sekon E. 20 sekon

4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan 72 km/jam. Jarak yang ditempuh selama selang waktu 20 sekon adalah...

PERTEMUAN PERTAMA. Apa itu Elektromagnetik?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

#2 Dualisme Partikel & Gelombang Fisika Modern Eka Maulana, ST., MT., MEng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

Sinyal analog. Amplitudo : ukuran tinggi rendah tegangan Frekuensi : jumlah gelombang dalam 1 detik Phase : besar sudut dari sinyal analog

PEMANFAATAN RADIASI ELEKTROMAGNETIK. Berikut beberapa pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan dan

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya

DASAR-DASAR OPTIKA. Dr. Ida Hamidah, M.Si. Oleh: JPTM FPTK UPI Prodi Pend. IPA SPs UPI

Gambar 4.1. Penampang Alat.

KONSEP DAN TERMINOLOGI ==Terminologi==

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

GEOGRAFI. Sesi PENGINDERAAN JAUH : 3 A. CITRA NONFOTO. a. Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik

PENGUKURAN SUHU MENGGUNAKAN THERMOMETER INFRA MERAH

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

Transkripsi:

41 BAB IV TINJAUAN MENGENAI SENSOR LASER 4.1 Laser Laser atau sinar laser adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation, yang berarti suatu berkas sinar yang diperkuat dengan cara merangsang pembentukan pancaran (emisi) dan radiasi. Sinar laser dibandingkan dengan berkas sinar biasa mempunyai beberapa perbedaan penting, antara lain : 1. Laser mempunyai sifat terkolimasi yang sangat tinggi. Artinya berkas sinar laser mempunyai sudut pancaran yang sangat kecil sehingga dapat diarahkan pada arah tertentu dalam bentuk berkas sinar yang sempit untuk jarak yang cukup jauh. 2. Laser memiliki intensitas yang sangat tinggi, artinya daya per satuan luas dalam berkas sinar laser sangat tinggi. Sebagai contoh, suatu berkas langsung sinar laser sebesar 0,0006 Watt mempunyai intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan lampu dengan daya sebesar 100 Watt. (Pitono, 1981). 3. Sinar laser merupakan gelombang monokromatik. Artinya sinar laser memancarkan sinar atau cahaya dari satu panjang gelombang saja. 4. Sinar laser mempunyai sifat koheren, yaitu sifat yang menyatakan bahwa jika dua buha berkas sinar laser berinterferensi maka beda fasa dari kedua sinar laser tersebut konstan walaupun fasa masing-masing sinar dapat berubah. Sifat koheren

42 ini berhubungan dengan daya yang dihasilkan sinar laser dan kemampuan untuk membuat berkas sinar yang sangat kecil. 4.2 Spektrum Gelombang Elektromagnetis Gelombang pada dasarnya hanyalah suatu cara perpindahan energi dari satu tempat ke tempat.contoh sederhananya dapat kita lihat pada gelombang air. Ketika gelombang merambat pada permukaan air, yang melakukan perpindahan adalah energinya saja, sedangkan molekul-molekul air hanya melakukan gerak melingkar di sekitar kedudukan mulanya. Energi dipindahkan melalui pergerakan lokal yang relatif kecil pada lingkungan sekitarnya. Sedangkan energi pada sinar berjalan karena perubahan lokal yang fluktuatif pada medan listrik dan medan magnet, oleh karena itu disebut radiasi elektromagnetik. Gambar 4.1 memberikan ilustrasi mengenai suatu berkas sinar yang memiliki bentuk seperti gelombang. Gambar 4.1 Gelombang Setiap gelombang mempunyai satu puncak dan satu lembah, di mana jarak antara dua puncak atau dua lembah dapat disebut sebagai panjang gelombang (wavelength, λ). Banyaknya puncak yang merambat melewati satu titik disebut dengan frekuensi

43 gelombang (υ), di mana frekuensi diukur dengan satuan putaran per detik atau Hertz (Hz). Berikut adalah hubungan antara panjang gelombang dan frekuensi. c = λ υ (4.1) di mana: c υ λ = kecepatan cahaya = frekuensi = panjang gelombang Dari hubungan di atas dapat terlihat bahwa semakin besar panjang gelombang, maka semakin kecil frekuensinya, demikian pula sebaliknya. Setiap frekuensi mempunyai hubungan dengan energi : E = h υ (4.2) di mana: E h υ = energi cahaya = konstanta planck = frekuensi Dalam spektrum gelombang elektromagnetik dikenal beberapa jenis gelombang seperti x- ray, ultraviolet, cahaya tampak, infra merah, microwave, dan gelombang radio. Gambar 4.2 menunjukkan pembagian spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya.

44 Gambar 4.2 Spektrum Gelombang Elektromagnetik Dalam spektrum gelombang elektromagnetik, cahaya tampak (visible light) terletak di antara ultraviolet dan inframerah, dengan panjang gelombang berkisar 380 hingga 740 ηm, seperti yang ditunjukkan gamabr 4.3. Gambar 4.3 Visible Light 4.3 Sensor Laser Lidar adalah sistem pengideraan dengan memanfaatkan sinar laser. Prinsip kerjanya adalah dengan menghitung jarak berdasarkan informasi selang waktu yang dibutuhkan sinar laser menempuh perjalanan dari pemancar, memantul pada objek hingga kembali pada receiver.

45 SCANNER /RECEIVER d = t/2 x kecepatan cahaya SINAR LASER Lama waktu tempuh (t) d OBJEK Gambar 4.4 Prinsip kerja LIDAR Sistem LIDAR terdiri dari beberapa komponen seperti : 1. Sinar laser, umumnya digunakan spektrum ultraviolet, near-infrared, serta cahaya tampak (visible light). 2. Scanner dan alat optik, yaitu alat untuk menembakkan sinar laser serta alat optik untuk membagi arah tembak sinar laser. 3. Receiver, yaitu alat untuk menerima sinar laser yang ditembakkan oleh scanner. 4.4 Sensor Laser pada Airborne LIDAR Airborne LIDAR adalah suatu metode pemetaan dengan menggunakan sensor LIDAR pada wahana terbang, umumnya pesawat terbang atau helikopter. Sensor LIDAR menembakkan sinar laser dari wahana terbang ke arah permukaan bumi dengan sudut pancaran tertentu, sehingga didapatkan informasi jarak antara wahana terbang dengan permukaan bumi. Jika posisi wahana terbang dapat diketahui dengan GPS dan INS, serta jarak antara wahana terbang dan permukaan bumi dapat diketahui dengan sensor LIDAR, maka titik-titik di permukaan bumi dapat diketahui posisinya. Karateristik dari sistem LIDAR dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

46 Tabel 4.1 Spesifikasi Laser Scanner Airborne LIDAR Spesification Typical Value Wavelength 1.064 μm Pulse Repetition Rate 5 33 khz (50 khz max) Pulse Energy 100s μj Pulse Width 10 ns Beam Divergence 0.25 2 mrad Scan Angle (Full Angle) 40 (75 max) Scan Rate 25 40 Hz Scan Pattern zig-zag, parallel, elliptical, sinusoidal GPS Frequency 1 2 times per second INS Frequency 50 (200 max) Operating Altitude 100 1000 m (6000 m max) Footprint 0.25 2 m (from 1000 m) Multiple Elevation Capture 1 5 Grid Spacing 0.5 2 m Vertical Error 15+ cm Horizontal Error 10 100 cm Sumber : Fowler, 2001 Airborne LIDAR dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan spektrum sinar yang digunakan, yaitu : 1. Airborne tophographic LIDAR, yang menggunakan spektrum sinar nearinfrared, untuk memetakan permukaan bumi yang tidak tertutupi dengan air. 2. Airborne LIDAR bathymetry, yang menggunakan spektrum sinar biru/hijau, untuk mengukur kedalaman perairan hingga 50 meter.

47 Berkas sinar Spektrum sinar biru atau hijau dapat merambat pada badan air dengan baik hingga kedalaman 30 hingga 40 meter, sehingga sangat cocok untuk mengukur kedalaman perairan dangkal. Sedangkan berkas sinar spektrum infra merah sebagian besar dipantulkan pada permukaan air. Sehingga jika sistem airborne LIDAR menembakkan berkas sinar laser infra merah dan sinar biru/hijau secara serentak, dapat diketahui informasi kedalaman pada suatu perairan. 4.5 Multiple Return Keunggulan utama dari sistem Airborne LIDAR adalah kemampuan untuk melakukan pengukuran multiple return (multi pantulan) dari setiap pulsa yang dipancarkan, sehingga sistem ini dapat memetakan tutupan lahan suatu daerah mulai dari yang paling atas hingga permukaan bumi. Banyaknya pantulan yang dapat dideteksi oleh sistem airborne LIDAR adalah dua hingga lima pantulan. Gambar 4.5 menunjukkan kemampuan sistem airborne LIDAR melakukan pengukuran multiple return. PANTULAN PERTAMA PANTULAN KEDUA Gambar 4.5 Sensor LIDAR yang menghasilkan lebih dari satu pantulan [www.airbornelasermapping.com]

48 4.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan laser pada LIDAR Kemampuan penetrasi sinar laser pada sistem LIDAR sangat bergantung pada medium yang dilewatinya, apakah itu udara, tutupan lahan permukaan bumi, maupun dasar perairan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan pulsa LIDAR adalah: 1. Kondisi cuaca di bawah wahana udara seperti adanya asap, kabut, dan hujan. 2. Komposisi vegetasi dan objek-objek pada permukaan bumi yang mempengaruhi reflektifitas dan kemampuan penetrasi. 3. Background noise yaitu efek pantulan sinar matahari. Sedangkan faktor-faktor lainnya pada sistem airborne LIDAR juga berpengaruh terhadap data yang dihasilkan, antara lain: Besar sudut scanning Panjang gelombang sinar laser Karakteristik receiver yang digunakan Banyaknya gelombang sinar laser yang dipancarkan Tinggi terbang wahana udara. 4.7 Prinsip Scanning Sensor Laser pada Airborne LIDAR Sistem airborne LIDAR mengunakan pancaran berkas sinar laser yang mempunyai kecepatan rambat 299.792,458 km per detik atau dapat dibulatkan menjadi 300.000 km per detik. Dengan jarak pengukuran dari sensor laser ke permukaan tanah yang maksimal hanya berjarak 6 km, maka satu berkas sinar laser akan menempuh jarak sekitar 12 km mulai dari transmitter hingga kembali lagi ke receiver. Jarak 12 km itu dapat ditempuh dalam waktu 4 x 10-5 detik.

49 Sementara kemampuan sensor laser untuk memancarkan sinar laser adalah 5000 hingga 50.000 pancaran per detiknya, atau dapat menembakkan satu berkas sinar laser dalam 2 x 10-4 detik hingga 2 x 10-5 detik. Berkas sinar laser ditembakkan secara beruntun dan diarahkan sesuai dengan pola scan melalui cermin yang dapat bergerak seperti yang ditunjukkan gambar 4.6. Cermin berputar untuk memantulkan berkas sinar laser agar merambat sesuai dengan jalur sapuan. Sudut yang dibentuk dari sapuan sinar laser ini berkisar antara 20 hingga 75. Gambar 4.6 Prinsip scanning sensor laser. Transmitter menembakkan laser (1) diarahkan oleh cermin yang bergerak (3) ke arah sudut scan yang diinginkan (2). [Hvidegaard, 2006] Sensor laser tidak akan salah mengidentifikasi sinar laser yang masuk pada receiver, jika waktu tempuh berkas sinar lebih cepat dari sela waktu antara penembakkan dua berkas yang berurutan, di mana sela waktu ini bergantung pada banyaknya berkas sinar yang ditembakkan setiap detiknya.

50 4.8 Metode Pemetaan dengan Menggunakan Sensor Lain pada Wahana Terbang Selain airborne LIDAR, terdapat beberapa metode pemetaan lainnya yang memanfaatkan wahana terbang tetapi menggunakan sensor yang berbeda seperti Fotogrametri dan IFSAR. Dibandingkan dengan kedua metode tersebut, airborne LIDAR mempunyai beberapa keunggulan yaitu : a. Airborne LIDAR vs Fotogrametri Airborne LIDAR menggunakan sumber energi aktif sedangkan sumber energi fotogrametri bersifat pasif yaitu sinar matarahi sehingga sangat bergantung pada waktu, keadaan cuaca, dan arah sinar matahari. Dan sistem Airborne LIDAR mampu memetakan satu hingga lima layer tutupan lahan, sedangkan fotogrametri hanya dapat memetakan satu layer paling atas dari tutupan lahan. b. Airborne LIDAR vs IFSAR Secara umum, ketelitian posisi titik yang dihasilkan oleh airborne LIDAR lebih tinggi daripada yang dihasilkan IFSAR., dan mampu menghasilkan data multilayer berbanding dengan satu layer. Tetapi sistem IFSAR dapat dioperasikan pada elevasi yang lebih tinggi sehingga mampu mencakup daerah yang lebih luas pada satu rentang waktu.