Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA CLUSTER OPENMOSIX DENGAN MPI TERHADAP APLIKASI RENDERING POV-RAY

4. SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

Sistem terdistribusi Processes, Threads and Virtualization pertemuan 3. Albertus Dwi Yoga Widiantoro, M.Kom.

Bab 3 Metode Perancangan 3.1 Tahapan Penelitian

ANALISA KINERJA CLUSTER LINUX DENGAN PUSTAKA MPICH TERHADAP PERKALIAN MATRIKS

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Bab I Pengenalan Sistem Operasi. Apa yang dimaksud Sistem Operasi?

Struktur Sistem Operasi

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Bab 2 Tinjauan Pustaka

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 1.1 ANALISA KEBUTUHAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PROSES. Sistem Terdistribusi

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

ARSITEKTUR SISTEM. Alif Finandhita, S.Kom, M.T. Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1

BAB I PENDAHULUAN. seiring perkembangan teknologi mikroprosesor, proses komputasi kini dapat

Operating System. Thread. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Bab 1. Pengenalan Sistem Terdistribusi

TUGAS SISTEM OPERASI

Pertemuan 2. Struktur Sistem Operasi

BAB I PERSYARATAN PRODUK

TUGAS SISTEM OPERASI THREAD

ANALISIS AVAILABILITAS LOAD BALANCING PADA WEB SERVER LOKAL

PERANCANGAN KOMPUTER CLUSTER DENGAN MENGGUNAKAN CLUSTERKNOPPIX MEIDYANA

Proses dan Threads Dalam SISTEM OPERAS

Bab 2: Struktur Sistem Operasi. Komponen Sistem Secara Umum

SISTEM OPERASI THREAD DAN MULTITHREADING

BAB 2 LANDASAN TEORI. menyediakan layanan ke komputer lain melalui koneksi jaringan. Server dapat

PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK BILLING LABORATORIUM INTERNET DI SMA NEGERI 6 BANDUNG BERBASISKAN CLIENT SERVER MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.

Thread. pada satu waktu. menjalankan banyak tugas/thread. yang sama

STRUKTUR SISTEM OPERASI

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP

SISTEM OPERASI. Belajar SO?

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PEMBAHASAN. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem

BUKU PANDUAN REFERENSI MANUAL

BAB IV PEMBAHASAN. grafik dengan menggunakan diagram relasi entitas (ERD). Diagaram relasi entitas

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Sistem Informasi

M. Choirul Amri

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

PRAKTIKUM BASIS DATA TERDISTRIBUSI MODUL VI FAILOVER CLUSTER

Struktur Sistem Komputer

TUGAS KELAS PTIK 03 REKAYASA PERANGKAT LUNAK SRS SISTEM KOPERASI SIMPAN PINJAM RAHMATANG PTIK 03 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi.

MODUL 2 KOMPONEN, LAYANAN SISTEM OPERASI M. R A J A B F A C H R I Z A L - S I S T E M O P E R A S I - C H A P T E R 2

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. sistem baik yang lama maupun untuk mulai memiliki sistem yang baru. Perancangan

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

I. PENDAHULUAN. jaringan dan aplikasi yang dibuat khusus untuk jaringan. Akibatnya, interaksi

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI

PERBEDAAN PROSES DAN THREAD PADA SISTEM INFORMASI

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Dalam suatu perusahaan besar yang sudah memiliki berbagai sistem informasi,

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

UJI AVAILABILITAS LOAD BALANCING WEB SERVER MENGGUNAKAN LINUX VIRTUAL SERVER

Tipe Sistem Operasi. Stand alone Network Embedded

Bab 3. Metode Dan Perancangan Sistem

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Pertemuan Ke-8 Unit I/O (Unit Masukan dan Keluaran)

Operating System. File System. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut tahapan penelitian yang dilakukan: 1. Menentukan kebutuhan data yang akan digunakan.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN APLIKASI. Sistem pengolahan data merupakan satu kesatuan kegiatan pengolahan

ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA CLUSTER OPENMOSIX DENGAN PVM (PARALLEL VIRTUAL MACHINE)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Thread Proses merupakan sebuah program yang mengeksekusi THREAD tunggal. Kendali thread tunggal ini hanya memungkinkan proses untuk menjalankan satu t

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk menjalankan alat bantu normalisasi ini dibutuhkan sarana perangkat keras

PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Arsitektur Two-Tier 2 1 BAB I

BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Kebutuhan Perangkat Keras

BAB I PERSYARATAN PRODUK

THREAD Ulir utas thread

STRUKTUR SISTEM OPERASI

BAB 1 PENDAHULUAN. diinginkan. Dengan banyaknya penjual ikan secara konvensional untung yang

1. Hardware terdistribusi. 2. Program terdistribusi. Nama : Gede Doddi Raditya Diputra NIM : Kelas : 5.C

DASKOM & PEMROGRAMAN. Dani Usman

Struktur Sistem Komputer

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. selanjutnya yaitu tahap implementasi. Pada bab ini akan dibahas mengenai

Tampilan Form Update Evaluasi Sarana InHouse

Pengantar Hardware: Sistem Bus pada Komputer. Hanif Fakhrurroja, MT

Arsitektur Sistem Operasi

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. dapat siap untuk dioperasikan. Dalam implementasi aplikasi tes penentuan kelas

BAB III METODE PENELITIAN

SISTEM TERDISTRIBUSI

BAB 4 IMPLEMENTASI. pada jaringan komputer berbasis Windows, oleh karena itu diperlukan spesifikasi

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

Pengantar Sistem Operasi

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

MODUL PERKULIAHAN APLIKASI KOMPUTER SISTEM OPERASI. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

(User Manual) Sistem Informasi Manajemen Kependudukan dan Aset Desa Desaku. Buku Petunjuk Penggunaan Aplikasi

Transkripsi:

Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix Rachman inggih Jatmiko. Benny Mutiara Q. N. bstrak Openmosix ebagai cluster yang berjalan pada level kernel dapat megalihkan pekerjaan apa saja dan kapan saja tanpa harus aplikasi tersebut dirancang untuk cluster. Dengan menggunakan konsep load-balancing maka openmosix akan mengalihkan kerja server bila server tersebut telah penuh dengan beban. Pengawasan terhadap cluster secara langsung dengan berbasiskan web akan menjadi lebih mudah. Kata kunci : WEB, Clustering, OpenMosix, PHP, Control Panel 1. Pendahuluan lasan utama untuk memilih penelitian ini adalah keinginan untuk membuat suatu tools yang sangat bermanfaat untuk administrator sistem. Tools ini akan mempermudah administrator dalam melakukan pengawasan langsung terhadap cluster openmosix. Pengawasan langsung ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk memantau kinerja cluster openmosix dan memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan kinerja sistem tersebut. Tools ini dibuat dengan memanafaatkan PI openmosix dan kemudian membuat control panel, untuk memudahkan administrator sistem tools ini juga dapat digunakan secara remote atau jarak jauh dengan menggunakan web. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi literatur pada awalnya dan kemudian melakukan percobaan termasuk pembuatan jaringan cluster openmosix, pembuatan panel kontrol web dan melakukan pengujian dan analisa terhadap panel kontrol yang dibuat. Pembahasan diorganisasikan dengan membahas latar belakang pengetahuan, perancangan kontrol panel, pengujian dan terakhir adalah penutup. 2. Latar Belakang Pengetahuan uatu program paralel memerlukan koordinasi ketika sebuah tugas bergantung pada tugas lainnya. da dua macam bentuk koordinasi pada komputer paralel: asynchronous dan synchronous. Bentuk synchronous merupakan koordinasi pada hardware yang memaksa semua tugas agar dilaksanakan pada waktu yang bersamaan dengan mengesampingakan adanya ketergantungan tugas yang satu dengan lainnya. ementara bentuk asynchronous mengandalkan mekanisme pengunci untuk mengkoordinasikan prosesor tanpa harus berjalan bersamaan. OpenMosix merupakan tools untuk kernel yang termasuk jenis keluarga unix, seperti linux. Terdiri dari algoritma-algoritma penggunaan sumber daya bersama yang dapat disesuaikan. Open mosix memperbolehkan multiple Uniprocessors (UP) dan imetric Multiprocessors (MP) menjalankan kernel yang sama untuk bekerja dalam pekerjaan yang mirip. lgoritma-algoritma penggunaan sumber daya bersama dirancang untuk merespon langsung bermacam-macam pemakaian sumber daya pada setiap node. Hal ini dicapai dengan memindahkan proses dari satu node ke node yang lain, secara preemsi dan transparan, untuk load-balancing dan untuk mencegah terjadi tumbukan yang berhubungan dengan penukaran memori. Tujuannya untuk membuktikan performa cluster-wide dan untuk menciptakan multiuser yang sesuai, lingkungan time-sharing untuk mengerjakan aplikasi sequensial dan paralel. tandar runtime dari open mosix adalah computing cluster, dimana sumber daya cluster-wide tersedia untuk setiap node. Teknologi OpenMosix terdiri dari 2 bagian yaitu Mekanisme Preemtive Process Migration (PPM) dan algoritma untuk penggunaan bersama sumber daya yang dapat disesuaikan. Keduanya Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix 849

diimplementasikan pada level kernel menggunakan modul yang bisa dipanggil, sehingga pengantarmukaan kernel tetap tidak dirubah, meskipun benar-benar transparan terhadap level aplikasi. PPM dapat memindahkan proses apa saja, kapan saja, ke node yang tersedia. Biasanya, Perpindahan berdasarkan pada informasi yang disediakan oleh salah satu dari algoritma penggunaan bersama sumber daya, akan tetapi pengguna dapat mengesampingkan beberapa sistem pengambilan keputusan secara otomatis dan memindahkan proses mereka secara manual. lgoritma penggunaan sumber daya bersama yang utama dari openmosix yaitu loadbalancing dan pengantar memori. Kekuatan algoritma load-balancing terus menerus mencoba untuk mengurangi perbedaaan load di antara pasangan node-node, dengan memindahkan proses-proses dari loaded yang tinggi ke loaded yang lebih sedikit. kema ini menyebarkan semua node-node yang mengeksekusi algotritma-algoritma yang sama, dan pengurangan dari perbedaan load ditampilkan secara independen oleh sepasang node. Jumlah prosesor pada setiap node dan kecepatannya merupakan faktor yang penting dalam algorita load-balancing. lgoritma ini menanggapi perubahanperubahan load dari node-node atau karakteristik runtime dari proses-proses tersebut. Hal ini berlaku selama tidak ada kekurangan yang berarti dari sumber daya yang lain seperti free memori atau slot proses yang kosong. OpenMosix mendukung perpindahan proses (PPM) preemsi dan benar-benar transparan. etelah perpindahan, sebuah proses berlanjut untuk berintraksi dengan lingkungannya tanpa memperhatikan lokasinya. Untuk mengimplementasikan perpindahan proses (PPM), proses perpindahan dibagi dalam dua konteks: user context, dimana bisa dipindahkan, dan system context, yaitu tidak tergantung dengan UHN dan tidak boleh dipindahkan. User context, biasa disebut dengan remote, berisi kode program, stack, data, peta memori, dan register dari proses. Remote meringkas proses ketika bekerja di level user. ystem context, biasa disebut deputy, terdiri dari penjabaran dari sumber daya dimana proses itu terhubung, dan sebuah kernel-stack untuk pengeksekusian dari kode system pada keseluruhan proses. Deputy meringkas proses ketika bekerja dalam kernel. Deputy menahan bagian dependent dari system context pada proses; karenanya deputy harus tetap berada dalam UHN dari proses. ementara proses dapat sering berpindah-pindah diantara node-node yang berbeda, deputy tidak pernah berpindah. Pengantarmukaan antara user-context dan system context sudah didefinisikan dengan jelas. Maka dari itu sangat mungkin untuk memberhentikan setiap interaksi antara context-context ini, dan melanjutkan interaksi ini lewat jaringan. Hal ini diimplementasikan pada layer link, dengan jalur komunikasi spesial untuk interaksi. Waktu untuk perpindahan memiliki komponen tetap, untuk membangun suatu kerangka proses yang baru pada situs remote baru, dan komponen linear, terbagi rata ke sejumlah memory pages untuk ditransfer. Untuk pengeksekusian sebuah proses dalam OpenMosix, transparansi lokasi dapat dicapai dengan melanjutkan pemanggilan system site-dependent ke deputy pada UHN. Pemanggilan system (system calls) adalah suatu bentuk synchronous dari interaksi antara konteks dua proses. emua system calls yang dieksekusi oleh proses tersebut diberhentikan oleh link layer situs remote. Jika system call independent terhadap situs maka system tersebut dieksekusi secara local oleh remote. Jika tidak, system call dilanjutkan ke deputy, yang mengeksekusi system call yang mewakili proses dalam UHN. Deputy mengirimkan kembali hasil ke situs remote, dan melanjutkan untuk mengeksekusi user s code. Bentuk lain dari interaksi antara konteks dua proses adalah pengiriman melalui sinyal dan event proses wakeup, seperti ketika data dari suatu jaringan dating. Event-event ini membutuhkan bahwa deputy menempatkan secara asynchronous dan berinteraksi dengan remote. Kebutuhan lokasi ini dipertemukan oleh jalur komunikasi di antara mereka. Dengan skenario yang mirip, kernel yang berada pada UHN menginformasikan kepada deputy dari event tersebut. Deputy memeriksa apakah ada suatu tindakan yang perlu diambil, dan jika memang maka menginformasikan kepada remote. Remote memonitor jalur komunikasi untuk laporan dari event asynchronous, seperti sinyal, tepat sebelum memulai eksekusi user-level. Pendekatan cara ini dapat dikatakan kuat, dan tidak terpengaruh bahkan oleh modifikasi atau perubahan yang besar dari kernel 850 Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix

tersebut. Hal ini tergantung pada hampir fitur-fitur no machine-dependent dari kernel, dan hal ini tidak menghalangi jalur ke arsitektur-arsitektur yang berbeda. 3. Perancangan Kontrol Panel U T O R I I P E N G G U N E O N Grafik cluster Control aktifasi node cluster Pengaturan aktifitas server cluster dministrasi Pengguna Gambar 1. Bagan Control Panel Kontrol panel ini terdiri dari: 1. utorisasi Pengguna, yang dapat mengakses control panel ini adalah pengguna yang telah terdaftar pada database bengguna. 2. eason, merupakan suatu fungsi yang ada di PHP yang berguna untuk mengenal semua pengguna yang masuk.ini penting karena control panel yang dibuat bersifat khusus dan tidak semua pengguna bisa mengaksesnya. eason ini terdiri dari: a. Grafik Cluster, merupakan modul yang dibust memanfaatkan PI OpenMosix agar dapat menampilkan jenis-jenis kegiatan seperti Load setiap processor,penggunaan Memori, CPU pada cluster. PI dari OpenMosix berada pada /tmp/openmosixcolector. Contoh apabila file ini diakses maka data yang terbaca dari file tersebut adalah : 13.11.2003-20.52.50 0 200 5376 22 4 rti dari data yang tebaca diatas sebagai berikut : 13.11.2003-20.52.50 : waktu proses dari openmosix, terdiri dari : tanggal dan jam 0 : Load dari processor 200 : Balancing dari prosessor 5376 : Memori yang tersedia 22 : Memoori yang terpakai dalam mengerjakan tugas 4 : total node yang tersambung ke server. b. Control ktifasi Node Cluster, karena mekanisme kerja Openmosix menggunakan metode Load-Balancing maka pada level kerja tertentu semua node tidak perlu diaktifkan. Hal ini bisa dilakukan dengan memutuskan hubungan dari server ke node Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix 851

cluster melalui alamat IP pada /etc/hosts yang ada di server, maka beban kerja yang dibuang dari server tidak akan sampai ke node yang terputus hubungannya dari server. c. Pengaturan ktifitas erver Cluster, aktifitas server berbasis linux dapat dilihat dengan perintah TOP pada consol, namun dengan fungsi yang telah tersedia di PHP memungkinkan untuk memantau aktifitas server dari web. elain untuk memantau aktifitas dari server, kita juga bisa secara langsung menghentikan aktifitas yang tidak diperlukan dari web. d. dministrasi Pengguna, perancangan administrasi pengguna ini untuk mendukung fungsi season yang dibuat, adapun data-data pengguna tersebut disimpan pada database. Disini digunakan MyQL sebagai database karena ringan dalam pengolahan data dan alasan lisensi. Table database dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 1. Tabel Database Pengguna Nama Field Tipe Data Fungsi ID_Pengguna VarChar < 30> ID pengguna sifatnya unik Nama_Pengguna VarChar < 30 > Nama pengguna Passwod_Pengguna VarChar <30> Password Pengguna 4. Pengujian Kontrol Panel Cluster Pengujian kontrol panel cluster dilakukan dengan menggunakan spesifikasi hardware sebagai berikut erver : - Processor MD Duron 1300 MHz On Board Motherboard EC K7OM+ - Memori DDR 256 MB - Hard Disk 40 GB 5400 RPM - LN Card 10/100 MBP Edimex - witch 100 MBP - VG On board 32 MB share memory - istem Operasi Linux RedHat 9.0 - pache erver - PHP 4 Client : - Processor MD Duron 1300 MHz On Board Motherboard EC K7OM+ - Memori DDR 128 MB - Hard Disk 40 GB 5400 RPM - LN Card 10/100 MBP Edimex - VG Onboard 32 MB hare memory - istem Operasi Linux RedHat 9.0 Pengujian cluster menggunakan web server akan menampilkan data-data kerja dari server open mosix dan clientnya dan bekerja dengan baik seperti terlihat pada gambar gambar dibawah. 852 Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix

Gambar 2. Tampilan awal Web Control Panel Gambar 3. Tampilan Menu Web Control Panel Gambar 4 Tampilan Monitoring Web Openmosix Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix 853

Gambar 5. Tampilan Memori Load Gambar 6. Tampilan Load Processor Gambar 7. Tampilan Utilisasi Cluster Gambar 8 Tampilan Control Node 854 Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix

5. Penutup Gambar 9. Tampilan administrasi Pengguna Dari hasil yang diperoleh selama pembuatan contol panel cluster openmosix maka dapat mengambil kesimpulan bahwa pengontrolan cluster tidak selalu melalui consol linux, hal ini dkarenakan PI OpenMosix yang memudahkan pembuatan pengantarmukaan untuk pengontrolan cluster tersebut bahkan dengan pembuatan control panel ini akan sangat memudahkan sistem administrator untuk mengetahui kerja mesin clusternya. Dari pengalaman yang dialami selama penulisan Tugas khir ini maka ada beberapa hal-hal yang menjadi saran dari penulis, yaitu : Pembuatan pengantarmukaan pengalihan beban kerja untuk lebih memudahkan pengontrolan secara jarak jauh. Pembuatan pengantarmukaan untuk menjalankan program secara langsung dari web. 6. Daftar Pustaka [1] Betha idik, Ir., Pemrograman Web Dengan PHP, INFORMTIK Bandung 2002 [2] Firrar Utdirartatmo, Pemrograman Paralel dengan PVM di LINUX dan WINDOW, NDI Yogyakarta, 2002. [3] nonim, Pemrograman Paralel di LINUX Berbasis DM (Distributed hared Memory), NDI Yogyakarta, 2003. [4] nonimthe userland-tools of the openmosix-system, http://openmosix.sourceforge.net/ [5] Instalasi Cluster dengan openmosix, URL : http://www.clustering.org [6] Kompilasi dan Konfigurasi Kernel, URL : http://www.kernel.org [7] Michael J. Quinn, Parallel Computing : Theory and Practice econd Edition, 1994. [8] Mulyadi antosa, Clustering di Linux dengan OpenMosix [9] Ted G. Lewis & Hesham El-rewini, Introduction to Parallel Computing, Prentice-Hall Internasional Editions, 1992. Perancangan Control Panel untuk Cluster OpenMosix 855