JAKARTA, 11 Juli 2007

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAPAT FRAKSI PARTAI BINTANG REFORMASI TERHADAP TENTANG RUU TENTANG PEMILU DPR, DPD, DAN DPRD DAN RUU PEMILU PRESIDEN

PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI BINTANG REFORMASI TERHADAP RANCANGAN UNDANG - UNDANG

Disampaikan oleh: Drs. Ali Mochtar Ngabalin, Msi. - Anggota No.A- 12

Disampaikan oleh : Drs. AL MUZZAMIL YUSUF Nomor anggota A-249. Dibacakan pada Raker Pansus PEMILU dengan Pemerintah Kamis, 12 Juli 2007

Disampaikan Dalam Rapat Pansus Pemilu DPR-Rl, Kamis 12 Juli 2007 Oleh Juru Bicara F-PPP DPR-Rl: Dra. Hj. Lena Maryana Anggota DPR-Rl Nomor: A-26

PEMANDANGAN UMUM FRAKSI KEBANGKITAN BANGSA DPR RI TERHADAP KETERANGAN PEMERINTAH TENTANG RUU PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR/DPRD DAN DPD

Pimpinan dan anggota pansus serta hadirin yang kami hormati,

Disampaikan Oleh Juru Bicara FKB DPR-RI Anggota Nomor: ================================== Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dibacakan oleh: Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc. Nomor Anggota : A-183 FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

PENDAPAT AKHIR PRESIDEN TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT. Tanggal 23 Februari2016

Selanjutnya perkenankanlah kami, Fraksi Partai GOLKAR DPR RI, menyampaikan pendapat akhir fraksi atas RUU tentang Partai Politik.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

: DR. H. Happy Bone Zulkarnaen, MS.

Tanggal 26 Januari Disampaikan oleh: H. Firman Subagyo, SE.,MH. Wakil Ketua Badan Legislasi, A.273

PERTAMA: UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DAN DPRD

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI

BAHAN RAPAT KERJA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI RI, MENTERI DALAM NEGERI RI DAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI DENGAN

BAB I PENDAHULUAN. perbincangan yang hangat, sebab dalam Undang-Undang ini mengatur sistem

-2- demokrasi serta menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah sesuai dengan tuntutan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mesk

PANDANGAN AKHIR FRAKSI PARTAI DAMAI SEJAHTERA DPR-RI TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PARTAI POLITIK

Assalamu alaikum Wr. Wb Selamat Malam dan Salam sejahtera bagi kita semua

BUPATI BENGKALIS BENGKALIS, 14 AGUSTUS 2017 ASSALAMU ALAIKUM, WR, WB., SELAMAT MALAM DAN SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA,

Assalamu'alaikum Wr.Wb Salam Sejahtera

ORASI KETUA DPR-RI PADA ACARA FORUM RAPAT KERJA NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TAHUN 2009

USULAN ASOSIASI ILMU POLITIK INDONESIA (AIPI) TERHADAP RUU PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 1

BUPATI BURU. Bismilahirahmanirahim Assalamualaikum Wr. Wb dan salam sejahtera

BUPATI BURU Bismilahirahmanirahim Assalamualaikum wr. Wb dan salam sejahtera

LAPORAN SINGKAT PANJA RUU PILKADA KOMISI II DPR RI

2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rak

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 35/PUU-XII/2014

Tanggal 17 Agustus Assalamu alaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita sekalian.

SAMBUTAN SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KEBUMEN P A D A CERAMAH NETRALITAS PNS DI HADAPAN PANWASLU KABUPATEN KEBUMEN. Senin, 19 Oktober 2015

PEMILIHAN UMUM DAN SISTEM KEPARTAIAN : SUATU STUDI TERHADAP PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM PEMILU LEGISLATIF DPRD KOTA MEDAN 2004

Dibacakan Oleh : IGNATIUS MULYONO Nomor Anggota : A-103. Yth. Saudara Pimpinan Sidang, Yth. Para Anggota DPR-RI serta hadirin yang kami hormati.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

TEMA: PERAN DPR-RI DALAM PERSPEKTIF PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DAN DEMOKRASI DI INDONESIA. Kamis, 12 November 2009

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, REPUBLIK INDONESIA

PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI DEMOKRAT TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG T E N T A N G PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA (PAN) TAHUN ANGGARAN 2003

PANDANGAN PRESIDEN TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

2018, No Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang P

PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH UNTUK MEWUJUDKAN PEMILU 2019 YANG ADIL DAN BERINTEGRITAS

PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DPR Rl TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

KETUA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN HADIRI PERTEMUAN PIMPINAN LEMBAGA NEGARA

BAB I PENDAHULUAN. demokrasi, desentralisasi dan globalisasi. Jawaban yang tepat untuk menjawab

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MENINGKATKAN KINERJA ANGGOTA DPR-RI. Dr. H. Marzuki Alie KETUA DPR-RI

POLITIK DAN STRATEGI (SISTEM KONSTITUSI)

PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI DEMOKRAT T E R H A D A P RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG OMBUDSMAN

BUPATI KULON PROGO Sambutan Pada Acara UPACARA BENDERA 17 APRIL 2014 TINGKAT KABUPATEN KULON PROGO Wates, 17 April 2014

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN. dikelola salah satunya dengan mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi

I. PENDAHULUAN. ini merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. DPR dan DPRD dipilih oleh rakyat serta utusan daerah dan golongan

Assalamualaikum Wr. Wb

ASPEK HUKUM PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN ANTAR WAKTU (PAW) ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. Oleh: Husendro

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Konstitusi dan Rule of Law

Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di

BUPATI SUMBAWA PENDAPAT AKHIR BUPATI SUMBAWA TERHADAP PEMBAHASAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 بسماللهالرحمنالرحيم

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

Pemilu Serentak 2019 dan Penguatan Demokrasi Presidensial di Indonesia. Oleh Syamsuddin Haris

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SKRIPSI COMBINATION PRESIDENTIAL SYSTEM WITH MULTYPARTY SYSTEM ON GOVERMENT UNDER CONSTITUTION OF REPUBLIC INDONESIA Oleh:

PIDATO KETUA DPR-RI PADA RAPAT PARIPURNA DPR-RI KE-3 MASA SIDANG II TAHUN SIDANG KAMIS, 1 OKTOBER 2009

Sambutan Presiden RI pd Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi, di Jakarta, 25 Apr 2014 Jumat, 25 April 2014

BAB 14 PERWUJUDAN LEMBAGA DEMOKRASI YANG MAKIN KUKUH

BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA RAPAT PARIPURNA DPRD TENTANG PERSETUJUAN PENETAPAN RAPERDA MENJADI PERDA KABUPATEN SEMARANG

kinerja DPR-GR mengalami perubahan, manakala ada keberanian dari lembaga legislatif untuk kritis terhadap kinerja eksekutif. Pada masa Orde Baru,

SAMBUTAN BUPATI KEBUMEN PADA UPACARA HARI SENIN TANGGAL 10 OKTOBER Senin, 10 Oktober 2016

Disampaikan oleh : Prof. WILA CHANDRA WILA SUPRIADI Anggota Nomor : AA - 320

Tugas dan Wewenang serta Dasar Hukum Lembaga Negara

keterangan Pers Presiden RI pada Pertemuan dengan Pimpinan Lembaga Negara, Jakarta, 4 Agustus 2011 Kamis, 04 Agustus 2011

Disampaikan Oleh : Drs. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si. Anggota No. A-12. Bismillahorrahmanirrahim, Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamualaikum Wr. Wb

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 73/PUU-XII/2014 Kedudukan dan Pemilihan Ketua DPR dan Ketua Alat Kelengkapan Dewan Lainnya

BUPATI KULONPROGO Sambutan Pada Acara SOSIALISASI DAN PEMBEKALAN PILKADES DESA GARONGAN, KECAMATAN PANJATAN Wates, 2 April 2013

PENGANTAR ILMU POLITIK Kerangka Berpikir dalam Dimensi Arts, Praxis & Policy

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR..TAHUN.. TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. diwujudkan dengan adanya pemilihan umum yang telah diselenggarakan pada

SAMBUTAN KUNCI MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN PADA PERTEMUAN BAKOHUMAS TINGKAT NASIONAL DAN ANUGERAH MEDIA HUMAS TAHUN 2013

KEYNOTE SPEECH PADA FORUM DISKUSI EVALUASI PILKADA SERENTAK 2015 Jakarta, 4 Mei 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pemilihan Umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem

BAB I PENDAHULUAN. Pemilihan umum adalah salah satu hak asasi warga negara yang sangat

PARTAI POLITIK ISLAM Teori dan Praktik di Indonesia

MEWUJUDKAN DPR RI SEBAGAI LEMBAGA PERWAKILAN YANG KREDIBEL 1 Oleh: Muchamad Ali Safa at 2

Transkripsi:

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI PENDAPAT TERHADAP RUU TENTANG PARTAI POLITIK DAN RUU TENTANG SUSDUK MPR, DPR, DPD, DAN DPRD JAKARTA, 11 Juli 2007

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Kantor MPR/DPR RI, Gedung Nusantara I Lt. 22 Ruang 2208-2215 JI. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270 Telp. (021) 575 5988, 575 5936, Fax. (021) 575 5925, 5755935 PENDAPAT TERHADAP RUU TENTANG PARTAI POLITIK DAN RUU TENTANG SUSDUK MPR, DPR, DPD, DAN DPRD Disampaikan dalam Rapat Pansus Tanggal : 11 Juli 2007 Juru Bicara : H. Zainal Abidin Hussein, SE Nomor Anggota : A-286 Yth, Saudara Pimpinan dan anggota Pansus Yth, Saudara Mendagri, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Hukum dan HAM Segenap hadirin yang tercinta Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Salam sejahtera bagi kita semua Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita bersama dapat menghadiri Rapat Pansus hari ini dalam rangka mendengarkan pendapat Fraksi-fraksi di DPR terhadap RUU tentang Partai Politik dan RUU tentang Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD sebagai bagian dari penyempurnaan paket Undang-undang di bidang politik yang diajukan oleh Pemerintah. Penyempurnaan atau revisi paket Undang-undang di bidang politik seakan mengokohkan tradisi yang berjalan selama ini, yakni melakukan bongkar pasang peraturan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Kalau bukan merevisi undang-undang yang mengatur eksistensi parpol dan aturan main pemilu, peraturan pelaksanaannya yang diubah. Ini mengakibatkan pelaksanaan pemilu di Indonesia, sejak tahun 1955 hingga

pemilu terakhir pada tahun 2004, berjalan dengan sistem, aturan, dan prosedur yang berbeda. Merujuk pada naskah akademik yang menjadi acuan penyusunan RUU Partai Politik yang diajukan Pemerintah, revisi terhadap undang-undang tentang Partai Politik kali ini diarahkan untuk menciutkan jumlah partai politik dalam rangka memperkuat atau mengefektifkan sistem presidensial. Fraksi Partai Bintang Reformasi menilai, argumentasi yang digunakan oleh para penyusun RUU Partai Politik untuk menciutkan jumlah partai politik tidak didukung oleh fakta yang benar dan tidak memiliki dasar teoritis yang kuat. Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Yang Terhormat, Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik saat ini masih sangat rendah, seperti ditunjukkan oleh berbagai survey dan polling. Persoalan ini, selayaknya ditujukan pada parpol-parpol lama yang saat ini menguasai pemerintahan dan institusi pembuat kebijakan publik. Penilaian bahwa fungsi-fungsi parpol belum berjalan efektif sesungguhnya bersumber dari tradisi politik tidak sehat yang sudah berlangsung puluhan tahun dan tetap dipertahankan oleh parpol-parpol lama. Belum muncul suatu tradisi politik yang dapat memberikan dasar kepercayaan masyarakat terhadap proses politik dengan partai politik sebagai subyeknya. Karena persoalannya terletak pada perilaku dan tradisi partai politik lama, apakah tepat jika kekuatan politik baru kemudian dilarang untuk hidup dan berkembang? Bukankah hal ini hanya akan melanggengkan tradisi politik lama sekaligus mematikan potensi lahirnya tradisi politik baru? Terhadap wacana yang memandang negatif terhadap demokrasi multi partai seolah-olah menjadi faktor instabilitas pernerintahan clan penghambat kemajuan ekonomi, menurut Fraksi PBR pandangan itu, sangat keliru dan cenderung manipulatif. Rendahnya kinerja Pemerintah di bidang ekonomi sesunguhnya lebih terkait dengan problem birokrasi yang belum sepenuhnya direformasi, bukan karena hambatan dari sistem demokrasi multi partai. Sistem demokrasi multi partai justru memiliki beberapa dimensi positif dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Antara lain, pertama, sistem multi partai memungkinkan terjadinya perimbangan kekuasaan antara lembaga legislatif dan eksekutif. DPR tidak lagi menjadi alat stempel Pemerintah seperti di era Orde Baru. Karena di DPR tidak ada lagi fraksi yang dominan, maka kebijakan politik yang diambil harus terlebih

dahulu melalui perdebatan yang serius. Pertimbangan kepentingan masyarakat pun mulai menjadi acuan penting bagi penetapan suatu kebijakan. Dimensi positif kedua, adalah banyaknya pilihan pemimpin bagi masyarakat karena sumber kepemimpinan tidak lagi menjadi monopoli parpol "itu-itu saja" seperti di era Orde Baru. Yang menarik, beberapa kasus Pemilihan Kepala Daerah secara langsung (Pilkadal) justru dimenangkan oleh pasangan calon yang didukung oleh gabungan parpol yang tidak meraih kursi di DPR Daerah. Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah tampilnya duet SBY-JK menjadi Presiden dan Wapres karena diberi peluang oleh demokrasi multi partai yang ada saat ini. Sungguh tidak bijaksana jika Pemerintah dan DPR yang dilahirkan oleh sistem demokrasi multipartai justru punya rencana untuk mematikan demokrasi multipartai itu sendiri. Penyempurnaan undang-undang Partai Politik selayaknya dilakukan dengan tetap mengacu kepada spirit reformasi. Yakni, perubahan sistem politik dari pembatasan jumlah partai menuju multi partai, dari pembatasan partisipasi politik menuju peruuasan partisipasi politik, dari penyeragaman asas menuju penghargaan terhadap aspirasi dan hak-hak minoritas, dari keterbatasan pilihan figur pemimpin menuju tersedianya banyak pilihan figur pemimpin bagi rakyat. Spirit reformasi di atas perlu untuk kita renungkan kembali agar penyempurnaan paket undang-undang politik benar-benar kita lakukan untuk kepentingan bangsa. Bukan sekadar untuk menciutkan jumlah partai politik yang cenderung berangkat dari kepentingan kekuatan politik tertentu. Dengan dasar pemikiran di atas, Fraksi Partai Bintang Reformasi tidak sependapat dengan rumusan pasal-pasal yang memperberat syarat pendirian partai politik baru karena akan menghambat lahirnya kekuatan politik baru di Indonesia. RUU Partai Politik ini juga cenderung mencampuri masalah-masalah internal parpol, dan terkesan mengarahkan agar penyelesaian terhadap sengketa yang terjadi di parpol diselesaikan melalui pengadilan. Pasalpasal yang mengatur tentang perselisihan di tubuh partai politik perlu ditinjau kembali karena berpotensi menghilangkan kemandirian partai politik dalam menyelesaikan masalah internalnya.

Saudara Pimpinan dan Anggota Pansus Yang Terhormat, Penyempurnaan RUU tentang Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD memuat perubahan yang antara lain mencakup tentang penethpan pimpinan DPR berdasarkan prinsip proporsional (berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR), sanksi lebih tegas terhadap anggota Dewan yang melanggar kode etik dan tidak menjalankan kewajiban konstitusionalnya, penguatan peran DPD, serta pengaturan tentang penggunaan hak-hak Dewan. Secara terinci, perubahan pasal-pasal yang mengatur tentang hal-hal di atas akan dibahas dalam rapat-rapat Pansus mendatang dan perlu disinkronisasikan dengan pasal-pasal dalam RUU terkait. Fraksi PBR berharap agar penyempurnaan RUU Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD ini dapat mempermudah dan memperkuat peran konstitusional Dewan sebagai lembaga negara yang menjadi respresentasi rakyat. Bukan justru mempersulit pelaksanaan hak-hak konstitusional Dewan sebagai dijamin oleh Undang-undang Dasar 1945. Demikianlah pendapat Fraksi Partai Bintang Reformasi. Semoga Allah SWT meridhoi aural ibadah kita dan senantiasa melimpahkan rahmat-nya yang tiada terbatas. Billahit Taufik Walhidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI Jakarta, 11 Juli 2007 Ketua Sekretaris