Si Fero yang Tinggi Hati

dokumen-dokumen yang mirip
GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri.

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

***** 2 Bintang Bersinar di Negeri Berlian

BROADCASTING TV MIDTERMS

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah.

Pantang Menyerah. Nasution 1. Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011

Anam Rufisa. Catatan Anak Kelinci. Penerbit. Ana Monica Rufisa

Pasang Surut Ombak Segare Sopianus Sauri XII IPA

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

Pagi itu, Roni beranjak dari tempat tidur.

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

Atau ada juga yang hanya di dalam kota. Ada yang ke Dufan, Water Boom, atau ke Puncak. kata Anti lagi.

vioooooo, udah jam 6 lewat, kamu mau sekolah apa gak sih jerit mama dari dapur ketika mendapati sarapan yang disiapkannya masih rapi di meja makan.

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Yaitu Ditra, Dila, Tantri, DITRA.

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya.

'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes.

ANTARA DENDAM DAN CINTA. Oleh: Sri Rahmadani Siregar

YESUS DITANGKAP DAN DIADILI

I M A CAT!? TRI WAHYU PAMUNGKAS 09-S1TI

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN. Naskah Film Dan Sinopsis. Ber Ibu Seekor KUCING

Gambar tersebut adalah sebuah hati, ditengah-tengahnya terdapat sebuah gedung dan disamping kiri gambar tersebut ada angka satu besar sekali.

Bolehkah kuhapus air matamu ibu

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu.

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

"Ya ampun ini anak pikirannya makan terus. Hahahaha," jawab Ricky "Yah keliatan kali dari pipi Ki. Hahaha," timpal Cella Persahabatan yang nyaris

TILL DEATH DO US PART

It s a long story Part I

Negeri Peri Di Tengah Hutan

Di Ujung Langit Ada Mimpi

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul

Kegiatan Sehari-hari

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

YANG TERHILANG Oleh: Yung Darius

Keindahan Seni Pendatang Baru

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP

INSTRUMEN PENELITIAN PROFIL PROAKTIVITAS PESERTA DIDIK SMP PETUNJUK PENGISIAN

Buah Kejujuran Putri Amanda Karimatullah LL

Sang Pangeran. Kinanti 1

I. Arga ( tentang Dia dan Dia )

MODUL STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR OLEH ANNISETYA ROBERTHA M. BATE

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi

Selain kesini daftar kemana aja?

Sexual Abuse. Ditulis oleh Grace Suryani Jumat, 17 April :05

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

Bab 5. Pengalamanku. M e n u U t a m a. Peta Konsep. M e n u T a m b a h a n. Pengalamanku. Memahami cerita dan teks drama. Bertelepon dan bercerita

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Memang benar. Asap tebal membubung tinggi ke angkasa. Kancil ketakutan melihatnya. Dia langsung bangkit dan berlari mengikuti teman-temannya.

Dari jarak sepuluh meter bisa kukenali siapa lelaki yang duduk menundukkan kepalanya dan bertumpu pada lengannya yang ia letakkan di atas lutut.

CINTA TANPA DEFINISI 1 Agustus 2010

1 Curahan Hati Sebatang Pohon Jati

Persahabatan Ayam dan Elang: Cerita Dongeng

[Fanfic] Sebuah gambar aneh menarik perhatianmu. Gambar itu jelek, tapi memiliki sesuatu yang membuatmu penasaran. Cast : Kalian yang membaca~

Adakah ada yang Akan Mendoakan Kita?

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan?

Pendidikan 97. Bab 9. Pendidikan

Suatu hari. Fara, kamu ibu ikutkan ke olimpiade Ipa ya! Seru Bu Guru yang membuat Fara kaget sekaligus senang.

Dengan senyum aku menyapanya. Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku.

Kuda Berkacamata Hitam

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Ramadan di Negeri Jiran

Ya sudah aku mau makan mie saja deh hari ini, kebetulan aku lagi pengen makan mie pakai telur ceplok.

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA ANALISA PROSES INTERAKSI

Hidup ini singkat bagiku! Kebahagian saat ini hanyalah sementara, tak mudah bagiku untuk menjalani hidup normal layaknya sebagai manusia biasa.

"BOLA DAN CINTA" TRI ISTANTO S1TI-07

Tekadku Karena Mimpiku

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU.

Aduh 15 menit lagi masuk nih, gimana donk? Jalanan macet segala lagi, kenapa sih setiap hari jalanan macet kaya gini? Kayanya hari ini bakalan jadi

JUDUL :JAKA NGIYUB. SFX : suara angin (live) dan selanjutnya musik karawitan yang mengiringi tari bidadari yang turun ke bumi

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03

Saat itu aku sedang berdua di rumah dengan Fadhil, Kak Dityo sedang berada di kampus, dan Kak Darma baru saja pulang.

AZAN PERTAMA DENDY. (Penulis : IDM)

Anjing dan Bayangannya. Pemerah Susu dan Embernya

CATATAN KECIL MASA SEKOLAH. dan cerita-cerita lainnya

PERANG BERUJUNG MAKAN BUAH SIMALAKAMA

Karya Nurul Alma Febriyanti

Perempuan dan Seekor Penyu dalam Senja

orang tuanya itu selesai. Tak jarang ia akan berlari ke kamarnya di tingkat atas gedung itu atau ke taman pribadi keluarganya di tingkat paling atas.

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

ART OF THE TRIOMPE. Oleh: Dwi Wulandari

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

Bab 1. Awal Perjuangan

DATA PERCAKAPAN. pada saat anak sedang mengerjakan tugas di dalam kelas)

Sembilan Hari Terindah Bagian 15 SEMBILAN HARI TERINDAH (BAGIAN 15)

Pemilik jiwa yang sepi

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.6

SOAL FINAL LOGIKA ILPC 2011

Batu yang Menjadi Roti

.satu. yang selalu mengirim surat

V.O. OCA Selamat siang! Yak. Ini buku album foto CACA (20). Hobinya adalah fotografi. Meskipun amatir, ia sangat suka foto-foto

Bimo, Ra, Kenapa lagi sama calon lakimu itu duhai Syaqilaku sayang? godaku. Ojo ngenyeklah. Hahaha. Iya, iya. Bimo kenapa? Tadi aku nggak sengaja

Budi Mulyanto. Hati Bicara

Naskah Manajemen Complain dan Customer Care

Transkripsi:

Si Fero yang Tinggi Hati Si Fero yang Tinggi Hati Sore itu cuaca sangat cerah. Para penghuni desa Metaloa banyak yang menghabiskan waktunya di Taman Lantana. Ada yang hanya duduk-duduk di bangku, bermain ayunan, dan ada yang sekedar berjalan mengelilingi taman. Di dekat pancuran taman, ada sekelompok anak-anak yang sedang bercakap-cakap. Rupanya mereka sedang saling bercerita. Di antara semua orang di Metaloa ini, keluargaku yang paling hebat, ujar salah seorang anak bernama Fero. Dia menambahkan lagi, Tahukah kalian, keluargaku yang paling banyak berjasa di negeri ini?. Seorang anak di sebelahnya yang bernama Magnesia bertanya, Ah masa sih? Memang apa saja jasa keluargamu? Banyak, sungut Fero. Kalian tahu pagarpagar di istana Maharaja Gas Mulia. Nah, itu semua dibuat dari keluargaku.

Loving Chemistry with Simple Learning Alah cuma jadi pagar saja. Keluargaku malah dibuat jadi pesawat kenegaraan Maharaja Gas Mulia, ujar Alumina. Gitu aja kamu bangga. Selain jadi pagar, keluargaku juga dijadikan bahan-bahan bangunan di negeri ini. Selain kuat, keluargaku juga mengkilat. Dibandingkan keluargaku, keluargamu tak ada apa-apanya, kata Fero masih membanggakan diri dan keluarganya. Oh gitu, iya deh keluargamu memang hebat. Kuat juga. tidak seperti keluargaku yang lembek, kata Natria. Dia rupanya mulai enggan berbicara dengan Fero. Ya sudah, aku pulang dulu ya Fero. Kapan-kapan kita main lagi. Natria lalu meninggalkan Fero. Langkahnya disusul oleh teman-temannya. Fero tahu teman-temannya mulai tidak suka padanya. Huh, mereka itu memang iri padaku dan keluargaku. Padahal semua penduduk di sini kan sudah mengakuinya, ujar Fero setelah teman-temannya pergi. Dia pulang sambil bersiul dan masih membayangkan kehebatan-kehebatannya.

Si Fero yang Tinggi Hati Keesokan harinya, Fero kembali bermain bersama teman-temannya di taman. Mereka kali ini bermain adu kuat mengangkat batu di taman. Permainan ini diusulkan oleh Fero. Dia sebenarnya hanya ingin bisa memperlihatkan kemampuannya. Semua anak ikut dalam permainan ini. Natria yang mendapat giliran pertama mengangkat batu itu. Dia sangat kepayahan sampai keringatnya bercucuran. Haha. Kamu payah sekali ya. Mengangkat batu segitu saja tidak kuat, ejek Fero. Natria tidak menanggapi ejekan Fero. Dia hanya diam saja, berharap Fero segera sadar akan perbuatannya. Lalu Magnesia mendapat giliran kedua. Dia juga sangat kepayahan. Meski bisa mengangkat batu itu, tapi dia seperti ingin pingsan. Lagi-lagi Fero mengejek, Huu, Magnesia magnesia. Kamu itu cuma bisa jadi kembang api di istana saja. Habis itu sudah deh kamu bakal jadi abu. Kali ini Magnesia cukup dongkol dengan ejekan Fero. Awas saja ya kamu Fero kalau juga tak kuat mengangkat batu ini, sungut Magnesia dalam hati.

Loving Chemistry with Simple Learning Teman-teman Fero lainnya seperti Alumina, Titania, dan Vanadia juga tak kuat mengangkat batu itu. Akhirnya, kini tibalah giliran Fero. Kali ini tanpa kesulitan Fero mengangkat batu tadi. Dengan senyum mengembang, dia mengejek teman-temannya, Lihat. Kuat kan aku, kalian mana bisa? Teman-teman Fero mengakui bahwa Fero memang hebat. Namun, mereka mulai enggan bermain dengan Fero kembali. Mengetahui teman-temannya enggan bermain dengan dirinya, dia segera mencari teman baru. Dia berjalan menuju sungai di desa sebelah. Huh, mereka memang gak seru. Payah semua. Lebih baik aku cari teman baru yang seru. Dia berjalan semakin jauh dan jauh. Hingga tibalah ia di tepi sungai. Lalu, dia memutuskan beristirahat sejenak. Dari situ, dilihatnya dua anak sedang asyik bermain perahu. Sepertinya permainan mereka menyenangkan, bisik Fero dalam hati. Hei, aku boleh gabung dengan kalian? tanya Fero.

Si Fero yang Tinggi Hati Dua anak tadi segera menghampiri Fero. Boleh aja, perkenalkan, namaku hidro dan ini temanku oksi. Kita lagi main perahu, seru deh. Kamu mau ikut? kata salah satu anak. Oke, aku mau. Gimana cara mainnya? tanya Fero. Gampang, kamu tinggal naik perahu ini, Terus kita balapan sampai ujung dermaga. Mudah bukan? kata Oksi. Fero mengangguk. Dia akan menujukkan kehebatannya lagi kali ini. Dan dia akan menceritakan kehebatannya pada temantemannya. Fero pun naik perahu dan mulai beraksi. Rupanya dua anak tadi sangat hebat. Fero harus berjuang keras agar menjadi yang terdepan. Tapi memang Fero hebat, dia sangat cepat dan sampai di dermaga paling awal. Wah kamu hebat. Besok kita main lagi ya, kata Oksi. Oke, siapa takut. Aku pasti menang lagi, ujar Fero. Fero pun pulang. Dia sangat bangga dengan dirinya. Dia merasa menjadi anak yang

Loving Chemistry with Simple Learning paling kuat, tidak hanya di desa Metaloa, tapi juga di desa seberang. Besok dia akan unjuk kebolehan lagi. Sampai di rumah, dia merasa sangat lelah sekali. Setelah makan, dia lalu tidur. Keesokan paginya, dia sudah siap akan bermain lagi. Tapi kali ini dia merasa badannya sakit semua dan tak bisa digerakkan. Untuk bangun saja dia tak kuat. Dia kaget menyadari tubuhnya yang mengkilap kini menjadi kecoklatan. Dia lalu menangis. Ibunya yang mengetahui Fero menangis segera menghampirinya. Fero, kamu kenapa? Huhuhuuu, aku tak tahu Bu, Aku kok jadi begini, isak Fero. Ibu Fero bertanya pada Fero kemarin dia dari mana saja. Fero pun bercerita semuanya. Ibu Fero akhirnya mengetahui akan kesalahan anaknya dan berkata, Nah, kau sudah melanggar patangan dari Ibu. Dulu kau sudah kularang bermain jauh-jauh. Sekarang kau sudah terkena penyakit oksidasi. Mungkin kau terlalu lama bermain bersama dua teman barumu itu. Sudah, kau istirahat saja dulu ya. Fero menurut. Dia pun menyesal. Dia sudah bersalah sudah bersikap seperti ini. Dia

Si Fero yang Tinggi Hati berjanji tak akan membanggakan dirinya dan keluarganya. Dia berharap semoga temantemannya mau memaafkannya.