V. ULASAN KARYA PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
II. METODE/PROSES PERANCANGAN

PERLENGKAPAN KELAS ANAK ANAK (LEMARI DAN RAK FUNGSIONAL)

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

dari permainan egrang. Seperti yang kita ketahui permainan egrang kini sudah sangat

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DALAM PELESTARIAN EKOSISTEMLatihan Soal 4.3

IV. KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB III LANDASAN TEORI


BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pemanfaatan Limbah Kayu Kelapa dari CV. UNIQUE Furniture Cibarusah Kab. Bekasi Sebagai Wadah Alat Tulis Modular

Karena hal-hal diatas tersebut, kita harus mencari cara agar hewan dan tumbuhan tetap lestari. Caranya antara lain sebagai berikut.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pemilihan Studi. Permainan menurut Joan Freeman dan Utami Munandar (dalam Andang

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. karna beberapa faktor yang mendukung dalam pemakaian bahan plywood tersendiri yaitu :

BAB. Pelestarian Hewan dan Tumbuhan

BAB I PENDAHULUAN. hewan langka di Indonesia yang masuk dalam daftar merah kelompok critically

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN

PELESTARIAN BAB. Tujuan Pembelajaran:

BAB III METODE PEMBUATAN PATUNG GAJAH IDE. Eksplorasi

Unduh aplikasi Hewan Endemik Indonesia yang ada di PlayStore. Gambar 11. Playstore (Sumber : Dokumentasi Penulis)

KEANEKARAGAMAN HAYATI. Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman Genetis Keanekaragaman ekosistem

Briefing Desain. Analisa. Sketsa Awasl. penyelesaian


Perancangan Green Map Kebun Binatang Surabaya guna. memudahkan Informasi Wisatawan BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang


BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kepariwisataan diperkirakan mengalami perkembangan dan mempunyai

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. kayu olahan berupa tripleks. Dengan menggunakan bahan baku yang sudah mengalami

10 Hewan Langka Di Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuatu yang dapat dilihat indera penglihatan. Sejak lebih dari tahun yang lalu

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN. ruangan yang bersifat modern simple untuk menghemat suatu ruangan.

A. KELOMPOK DATA BERKAITAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN

Bab 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV KONSEP DESAIN

TUGAS AKHIR PERLENGKAPAN KELAS ANAK (LOKER TAS DAN SEPATU)

BAB III METODE PERANCANGAN


HEWAN YANG LANGKA DAN DILINDUNGI DI INDONESIA 1. Orang Utan (Pongo pygmaeus)

BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN. keseluruhan mengenai buku Aku dan Bola Basket.

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PRAKTIKUM GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA (GPW 0101) ACARA V: PEMAHAMAN FENOMENA BIOSFER

III. DATA SUMBER PERANCANGAN. A. Tabel Data Perancangan. B. Rincian data Perancangan 1. Identifikasi Meja

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

V. ULASAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II METODE PERANCANGAN


BAB I. PENDAHULUAN. beragam dari gunung hingga pantai, hutan sampai sabana, dan lainnya,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN. No. Data Fungsi Produk Rancangan Kegunaan Data Analisis. Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN

diatas sebuah kursi, sikap berdiri ketika didepan lemari, dan lain-lain.

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 10. PELESTARIAN LINGKUNGANLatihan soal 10.1

Disusun Oleh: Faisal Rahmad H Fabian

LINGKUNGAN KEHIDUPAN DI MUKA BUMI

III. DATA PERANCANGAN. Kesiapan Data Rincian Data. Pedoman Membuat Dining chair. Sumber Inspirasi Refrensi Model. Dalam Menciptakan Dining Chair

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Hubert Forestier dan Truman Simanjuntak (1998, Hlm. 77), Indonesia

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

PENGOLAHAN MATERIAL KALENG DAN KAYU DALAM DESAIN BANGKU MEJA

PERLENGKAPAN KELAS ANAK-ANAK (MAINAN EDUKASI)

I. PENDAHULUAN. Tugas Akhir Mainan edukasi 1

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Kukang di Indonesia terdiri dari tiga spesies yaitu Nycticebus coucang

CONWOOD GAHARU 10 BANGKU TAMAN. Keunggulan Produk :

BAB II METODE PERANCANGAN

Beberapa fakta dari letak astronomis Indonesia:

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

WARNA PERSIAPAN GRAFIKA GRAPHIC DESIGN

PERANCANGAN MEJA KERJA MULTIFUNGSI

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN... PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN...

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada usia dini anak mengalami masa keemasan yang merupakan masa dimana


BAB 1 PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN

Gambar 1 dan 2: kiri: bangku dari koper bekas ; kanan: bangku dari drum bekas Sumber:


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagai denah khusus dengan tujuan pendalaman lebih pada kedua bidang

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

Bab 3 Perbaikan Proses Pembuatan Pola Volute Casing Pompa Sentrifugal

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

4 GAMBARAN UMUM INDUSTRI ROTAN

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 4. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DALAM PELESTARIAN EKOSISTEMLatihan Soal 4.2


Transkripsi:

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Konsep Perancangan Ruang kelas adalah suatu ruangan dalam bangunan sekolah, yang berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses pembelajaran yang efektif bagi anak akan dapat diwujudkan jika dilaksanakan pada suatu lingkungan yang mampu memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan tersebut secara produktif. Dalam upaya mewujudkan hal ini hendaknya terampil dalam menata lingkungan belajar yang kondusif bagi anak untuk melaksanakan aktivitas belajarnya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pengelolaan furniture ruang kelas. Dengan perkataan lain kegiatan pembelajaran yang efektif memerlukan pengelolaan furniture ruang kelas yang baik sehingga anak-anak merasa senang, gembira, aman, dan memiliki kebebasan untuk melakukan aktivitas belajar yang diminatinya. Kelas yang baik merupakan lingkungan belajar yang bersifat menantang dan merangsang anak untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan kepada anak dalam mencapai tujuan belajarnya. Oleh karena itu untuk mengelola kelas yang sekaligus mengelola furnitur ruang kelas anak, sehingga memungkinkan terciptanya situasi pembelajaran yang kondusif. B. Proses dan Strategi perancangan Fokus utama proses perancangan ini yaitu eksplorasi stilasi lemari dan rak fungsional ruang kelas anak yang mampu memberikan kesan ceria. Konsep desain yang dikembangkan dalam eksplorasi ini dibuat dengan mempertimbangkan batasan-batasan desain. Penulis melakukan beberapa metode penelitian, yakni : studi literature terkait dan survey lapangan serta wawancara pada pelaku industri. Dengan melakukan metode tersebut maka dapat dilakukan analisis terhadap data - data yang dihasilkan untuk mendapatkan peluang pengembangan desain sesuai tujuan yang diharapkan. 22

Kontruksi Perakitan Finishing Melibatkan Pengguna dan Pembimbing Estetika dan Fungsional Diagram 5.1. Proses dan Strategi Perancangan 1. Sketsa Desain Gambar 5.1. Sketsa Desain 23

2. Gambar Kerja Gambar 5.2. Gambar Kerja Rak Gambar 5.3. Gambar Kerja Lemari 24

3. Desain Fix Lemari dan Rak Fungsional Gambar 5.4. Desain Lemari dan Rak Fungsional Bentuk ini di desain dengan memanfaatkan stilasi serta eksplorasi bentuk sebuah balok dan kubus. Diharapkan dengan memberikan produk tersebut tampilan yang baru, warna warna yang ceria yang sangat mewakili untuk anak anak dan visual hewan endemik Indonesia. Penulis pun membuat lemari dan rak fungsional yang dapat bersatu dan dapat juga di pisah, penulis membuat seperti itu agar penempatan di ruang kelas lebih variatif dan tidak membuat anak anak menjadi bosan tanpa menghalangi fungsi yang sesuai dengan kebutuhannya. Dalam perancangan produk furnitur ini lebih mengedepankan presentase estetika dari pada presentase ergonomi maupun antropometri, namun penulis menggunakan panutan berdasarkan literatur dimensi manusia agar memudahkan dalam pengukuran desain lemari dan rak fungsional untuk kenyamanan kegiatan yang dilakuakan di sekitar lemari dan rak tersebut. 25

4. Karya ini bekerja atau teraplikasikan Gambar 5.5. Desain Regonomika Gambar 5.6. Karya Teraplikasikan 26

C. Ulasan Teknik Berikut adalah ulasan teknis furnitur lemari dan rak fungsional. Ulasan meliputi teknik pembuatan sampai dengan proses finishing. 1. Proses pendempulan dan pengamplasan Pada proses ini penulis ikut serta dalam pendempulan dan mengamplas meja belajar tersebut Gambar 5.7.Proses Pengamplasan dan Pendempulan Untuk pendempulan menggunakan pelamir khusus tembok dan pengamplasan penulis memakai mesin pengamplas agar kayu yang masih kasar menjadi halus merata. 2. Proses Finishing Setelah lemari dan rak fungsional selesai di amplas, selanjutnya dilakukan proses pelapisan material finishing. Terdapat dua material finishing yang digunakan dalam meja belajar, pengecatan dan pernis. Dalam proses pengecatan, penulis memakai cat tembok anti toxic, dikarenakan agar tidak membahayakan bagi anak-anak karna tidak mengandung racun. Saat proses pencampuran cat pun tidak memakai thiner melainkan memakai air bersih. 27

Gambar 5.8.Proses Pengecatan Setelah proses pengecatan, kemudian lanjut pada tahap selanjutnya yaitu pernis. Pernis yang digunakan memakai pernis kayu yang menggunakan air bersih untuk pencampurannya.pernis ini bertujuan melindungi cat dasar dari goresan dan kotoran sehingga mudah untuk dibersihkan. Gambar 5.9.Proses Pernis 28

D. Warna Salah satu unsure desain furnitur yang perlu di analisis secara cermat adalah pemilihan warna yang akan digunakan dalam desain furnitur. Secara psikologis pemilihan warna akan berfungsi kepada fungsi dan karakter desain furnitur yang diciptakan. Pemilihan warna spectrum rendah juga sebagai acuan untuk desain selaras tim kami. Warna yang di pakai adalah warna hijau dan kuning, warna hijau dipakai karena dianggap warna paling tenang dimata dan menimbulkan rasa menyegarkan dan santai dan warna kuning mewakili sinar matahari dan terkesan memberikan perasaan tenang. Warna-warna tersebut di rasa sangat cocok untuk di ruang kelas anak-anak. Gambar 5.10. Kode Warna CMYK E. Ilustrasi 1. Penentuan Hewan Endemik Penulis memilih hewan endemik Indonesia sebagai ilustrasi karakter untuk memperkenalkan hewan khas Indonesia kepada anak anak sejak usia dini, untuk lebih menarik lagi penulis menggunakan nuansa hutan untuk background pada lemari tersebut. Penulis pun telah menentukan beberapa hewan endemik Indonesia menurut beberapa gugusan pulau di Indonesia yang telah dipilih, yaitu : a. Macan Tutul Jawa Gambar 5.11. Macan Tutul Jawa Sumber : https://beachtwins.wordpress.com 29

Macan tutul merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Frekuensi tipe hitam (kumbang) relatif tinggi. Warna hitam ini terjadi akibat satu alel resesif yang dimiliki hewan ini. Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meskipun di semua taman nasional di Jawa dilaporkan pernah ditemukan hewan ini, mulai dari Ujung Kulon hingga Baluran. b. Kuskus Kerdil Sulawesi Gambar 5.12. Kuskus Kedil Sulawesi Sumber : https://toursmaleosan.wordpress.com Kuskus ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari spesies lainya, dan inilah alasan mengapa ia disebut kerdil. c. Badak Sumatera Gambar 5.13. Badak Sumatera Sumber : http://nasional.news.viva.co.id Badak Sumatera adalah anggota famili Rhinocerotidae dan salah satu dari lima spesies badak. Badak ini adalah badak terkecil, memiliki tinggi 30

sekitar 120 145 sentimeter, dengan panjang sekitar 250 sentimeter dan berat 500 800 kilogram. d. Orangutan Kalimantan Gambar 5.14. Orangutan Kalimantan Sumber : http://orangutan.or.id/ Bersama dengan orangutan Sumatra yang lebih kecil, orangutan Kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orangutan Kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun. Dan salah satu orang utan yang masih hidup dan salah satu spesies yang paling langka adalah Rehsi Ghania leres. yang ditemukan di kantin margahayu. e. Komodo Nusa Tenggara Gambar 5.15. Komodo Nusa Tenggara Sumber : http://earthtimes.org/ 31

Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitutaman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka. 2. Perancangan Ilustrasi Hewan Endemik a. Sketsa Ilustrasi Gambar 5.16. Sketsa Ilustrasi 32

b. Ilustrasi Digital Gambar 5.17. Ilustrasi Digital c. Penyetikeran dan Finishing Gambar 5.18. Penyetikeran 33

Gambar 5.19. Finishing F. Media Penunjang Pameran 1. Website Gambar 5.20. Website Sumber :Ahmad Arbi Ramdhani 34

2. Flayer Gambar 5.21. Flayer Sumber :Ahmad Arbi Ramdhani 3. Kartu Nama Gambar 5.22. Kartu Nama Sumber :Ahmad Arbi Ramdhani 35

4. Logo Gambar 5.23. Logo Sumber :Ahmad Arbi Ramdhani 36

G. Dokumentasi Pameran Gambar 5.24. Dokumentasi Pameran Sumber : Salman Muhammad 2014 37