C. Kerangka Teori D. Hipotesis... 54

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. bidang kedokteran gigi bertujuan untuk mendapatkan penampilan dentofasial

PENGARUH TABLET HISAP VITAMIN C TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans (Penelitian Eksperimental Laboratoris) SKRIPSI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Rerata Zona Radikal. belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab

BAB 1 PENDAHULUAN. kelenjar saliva, dimana 93% dari volume total saliva disekresikan oleh kelenjar saliva

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kelainan oklusi dan posisi gigi-gigi dengan rencana perawatan yang cermat dan

BAB 1 PENDAHULUAN. archwire, dan cincin. Braket merupakan salah satu komponen penting. Agar dapat

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Karies adalah penyakit jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. digunakan di kedokteran gigi adalah hydrocolloid irreversible atau alginat

BAB 5 HASIL PENELITIAN. Tabel 1 : Data ph plak dan ph saliva sebelum dan sesudah berkumur Chlorhexidine Mean ± SD

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. ortodonti terbagi atas beberapa jenis di pasaran, antara lain copper nickel titanium,

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada adalah teknik Begg. Kawat busur yang

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 0,1%, usia tahun 0,4 %, usia tahun 1,8%, usia tahun 5,9%

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang perbedaan derajat keasaman ph saliva antara sebelum

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan hubungan oklusi yang baik (Dika et al., 2011). dua, yaitu ortodontik lepasan (removable) dan ortodontik cekat (fixed).

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kitosan merupakan kitin yang dihilangkan gugus asetilnya dan termasuk

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proses penuaan adalah perubahan morfologi dan fungsional pada suatu

IV. Hasil dan Pembahasan. A. Hasil penelitian. kamboja putih (Plumeria acuminataw.t.ait ) terhadap hambatan pertumbuhan

BAB I PENDAHULUAN. mamalia. Beberapa spesies Candida yang dikenal dapat menimbulkan penyakit

BAB 1 PENDAHULUAN. cetakan negatif dari jaringan rongga mulut. Hasil cetakan digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. massa koloni bakteri kompleks yang terorganisasi dalam matriks intermikrobial

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit periodontal adalah penyakit yang umum terjadi dan dapat ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENGARUH KONSUMSI COKELAT DAN KEJU TERHADAP KONSENTRASI KALSIUM

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

E. Analisis Data...29 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...31 A. Gambaran Subyek Penelitian Distribusi jenis kelamin pasien tuberkulosis

DAFTAR ISI. BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. seperti kesehatan, kenyamanan, dan rasa percaya diri. Namun, perawatan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kemampuan Corynebacterium glutamicum FHCC-0062 dalam mereduksi Perak Nitrat menjadi Nanopartikel Perak

RINGKASAN. SINTESIS, KARAKTERISASI, MEKANISME DAN UJI PREKLINIK NANOGOLD SEBAGAI MATERIAL ESENSIAL DALAM KOSMETIK ANTI AGING Titik Taufikurohmah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Flora mulut kita terdiri dari beragam organisme, termasuk bakteri, jamur,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. negatif Escherichia coli ATCC 25922, bakteri gram positif Staphylococcus aureus

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. metode freeze drying kemudian dilakukan variasi waktu perendaman SBF yaitu 0

DAYA ANTIBAKTERI LARUTAN NATRIUM FLUORIDE

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yaitu aquades sebagai variabel kontrol dan sebagai variabel pengaruh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gigi tiruan sebagian lepasan (removable partial denture) adalah gigi tiruan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. perawatan kelainan oklusal yang akan berpengaruh pada fungsi oklusi yang stabil,

BAB 1 PENDAHULUAN. cetak dapat melunak dengan pemanasan dan memadat dengan pendinginan karena

BAB I PENDAHULUAN. mulut. Ketidakseimbangan indigenous bacteria ini dapat menyebabkan karies gigi

BAB V HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan sebanyak tujuh plate dengan inkubasi

BAB 5 HASIL PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. sesuatu yang serba instan, praktis, dan efisien. Diantaranya terlihat pada perubahan pola

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kalangan masyarakat. Kebutuhan akan perawatan ortodonti saat ini meningkat

BAB I PENDAHULUAN. Mulut memiliki lebih dari 700 spesies bakteri yang hidup di dalamnya dan. hampir seluruhnya merupakan flora normal atau komensal.

Deskripsi KOMPOSISI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L) DAN PENGGUNAANNYA

ABSTRAK. Kata Kunci : Streptococcus mutans, avokad, in vitro.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. berdasarkan ada atau tidaknya deposit organik, materia alba, plak gigi, pelikel,

BAB 5 HASIL PENELITIAN

BAB 5 HASIL PENELITIAN

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sehingga didapatkan fungsi dan estetik geligi yang baik maupun wajah yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saliva merupakan cairan rongga mulut yang memiliki peran penting dalam

5. Media Mekanisme kerja antimikroba Pengukuran aktivitas antibiotik Ekstraksi Kromatografi Lapis Tipis

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kasus kehilangan gigi merupakan kasus yang banyak dijumpai di kedokteran gigi. Salah

BAB I PENDAHULUAN. indeks caries 1,0. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 melaporkan bahwa

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. langsung pada kavitas gigi dalam sekali kunjungan. Restorasi tidak langsung

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Trauma pada gigi dapat menyebabkan patahnya enamel gigi, dentin yang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ABSTRAK. PENGARUH EKSTRAK KULIT LEMON (Citrus limon Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA LANDASAN GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED

DAFTAR ISI x LEMBAR PENGESAHAN. PERNYATAAN.. ii ABSTRAK.. iii KATA PENGANTAR. v PENGHARGAAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH.

EFEKTIVITAS EKTRAK PROPOLIS LEBAH KELULUT (Trigona spp) DALAM

BAB I PENDAHULUAN. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, prevalensi

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan dilepas oleh operator yaitu ortodontis. Komponen alat cekat terbagi menjadi

BAB V PEMBAHASAN. graveolens L.), kemangi (Ocimum bacilicum L.) serta campuran keduanya. terhadap pertumbuhan Candida albicans in vitro yang

BAB I PENDAHULUAN. Candida albicans merupakan jamur yang dapat menginfeksi bagian- bagian

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. menjadi 4 jenis yaitu nikel titanium, kobalt-kromiun-nikel, stainless steel dan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada permukaan basis gigi tiruan dapat terjadi penimbunan sisa makanan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. rongga mulut. Kandidiasis oral paling banyak disebabkan oleh spesies Candida

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tujuan mengatasi maloklusi. Salah satu kekurangan pemakaian alat ortodonti cekat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Alginat merupakan bahan cetak hidrokolloid yang paling banyak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terutama resin akrilik kuring panas memenuhi syarat sebagai bahan basis gigi

BAB I PENDAHULUAN. labialis, premature loss gigi decidui, prolonged retension gigi decidui,

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perindustrian di Indonesia semakin berkembang. Seiring dengan perkembangan industri yang telah memberikan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dijalankan pada praktek sehari-hari dan salah satu caranya adalah dengan kontrol

ABSTRAK. vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN... ii. SURAT PERNYATAAN... iii. LEMBAR PERSETUJUAN PERBAIKAN... iv

POTENSI ANTIMIKROBIA KRIM EKSTRAK RANTING PATAH TULANG

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI KAKAO

SKRIPSI. Oleh : Daniati Tri Erikawati NIM

Transkripsi:

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...iii HALAMAN PERNYATAAN... iv PRAKATA...v HALAMAN PERSEMBAHAN...ix DAFTAR ISI...x DAFTAR TABEL...xii DAFTAR GAMBAR...xiii DAFTAR LAMPIRAN...xv DAFTAR SINGKATAN...xvi INTISARI...xvii ABSTRACT...xviii I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 1. Perumusan Masalah... 9 2. Keaslian Penelitian... 10 3. Manfaaat Penelitian... 13 B. Tujuan Penelitian... 14 1. Tujuan Umum... 14 2. Tujuan Khusus... 14 II TINJAUAN PUSTAKA... 16 A. Telaah Pustaka... 16 1. Korosi pada Komponen Alat Cekat Ortodonti... 16 1.1. Peran Saliva terhadap Terjadinya Korosi... 19 2. Pengaruh Ion Nikel yang Terlepas dari Alat Ortodonti Cekat terhadap Jaringan di Rongga Mulut... 21 2.1. Sitotoksitas...25 2.2. Pengaruh Ion Nikel terhadap Fibroblas Gingiva......26 2.2.1 Kerusakan DNA... 28 2.2.2 Apoptosis Sel... 30 3. Pengaruh Pemakaian Alat Ortodonti terhadap Peningkatan Pertumbuhan Bakteri dan Fungi di Rongga Mulut... 31 3.1. Streptococcus mutans...34 3.2. Candida albicans...35 4. Kitosan... 37 4.1. Sifat Adsorbsi Kitosan...38 4.2. Interaksi Kitosan dengan Ion logam... 40 4.3. Kitosan sebagai Antibakteri dan Antifungi...41 4.4. Nanokitosan... 43 5. Hidrogel Gelatin... 45 B. Landasan Teori... 49 x

C. Kerangka Teori... 53 D. Hipotesis... 54 III METODE PENELITIAN...56 A. Jenis Penelitian... 56 B. Identifikasi Variabel Penelitian... 56 C. Definisi Operasional Variabel... 57 D. Bahan dan Alat Penelitian... 61 E. Jalannya Penelitian... 64 1. Pembagian Kelompok Penelitian... 64 2. Pembuatan Larutan Nikel pada Saliva Tiruan...64 3. Prosedur Pembuatan Nanokitosan... 65 4. Preparasi Pembuatan Hidrogel Gelatin... 65 5. Karakterisasi Membran Hidrogel Nanokitosan...66 6. Penentuan Daya Serap Membran Hidrogel Nanokitosan dengan Variasi Berat Nanokitosan...66 7. Penentuan Daya Serap Membran Hidrogel Nanokitosan dengan Variasi Waktu Perendaman... 67 8. Pengambilan Sampel Jaringan Gingiva... 67 9. Persiapan Kultur Primer Sel Fibroblas Gingiva Manusia... 67 10. Pembuatan Sub kultur... 68 11. Pembuatan Sampel untuk Uji Sitotoksisitas:... 69 12. Pembuatan Sampel untuk Uji Proliferasi Sel... 70 13. Uji Apoptosis... 71 14. Pengujian Daya Hambat Pertumbuhan S. mutans... 72 15. Pengujian Daya Hambat Pertumbuhan C. albicans... 73 16. Bagan Penelitian...76 F. Analisis Hasil... 81 IV HASIL DAN PEMBAHASAN.......... 83 A. Hasil Penelitian..........83 B. Pembahasan.... 118 V. KESIMPULAN DAN SARAN...142 A. Kesimpulan...142 B.Saran...143 RINGKASAN...145 SUMMARY...153 DAFTAR PUSTAKA.............160 LAMPIRAN.................171 xi

DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Rerata penyerapan ion nikel oleh membran hidrogel nanokitosan... 86 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Hasil uji anova dua jalur penyerapan ion nikel...89 Ringkasan uji LSD penyerapan ion nikel...89 Tabel 4.4 Rerata dan simpangan baku viabilitas sel fibroblas... 91 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Hasil uji anova dua jalur viabilitas sel fibroblas...93 Ringkasan uji LSD viabilitas sel fibroblas...94 Tabel 4.7 Rerata nilai persentase viabilitas/ proliferasi sel fibroblas. 96 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Hasil uji anova dua jalur nilai proliferasi sel fibroblas...101 Ringkasan uji LSD proliferasi sel fibroblas...102 Rerata apoptosis sel fibroblas terhadap membran hidrogel nanokitosan-nikel...106 Hasil analisis Friedman untuk kelompok membran hidrogel nanokitosan dan kelompok waktu perendaman.....107 Ringkasan uji Wilcoxon apoptosis sel fibroblas....108 Tabel 4.13 Rerata zona hambat pertumbuhan S. mutans... 109 Tabel 4.14 Analisis statistik dengan Anova dua jalur zona hambat S. mutans... 111 Tabel 4.15 Ringkasan uji LSD zona hambat S. Mutans...112 Tabel 4.16 Rerata zona hambat pertumbuhan C. albicans......114 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Analisis statistik dengan Anova dua jalur zona hambat C. albicans...116 Ringkasan uji LSD zona hambat C. Albicans...117 xii

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Struktur kitosan......38 Gambar 2.2 Bagan kerangka teori...53 Gambar 3.1 Pengukuran diameter zona hambat....75 Gambar 3.2 Bagan penelitian penyerapan ion nikel...76 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 4.1 Bagan penelitian viabilitas sel fibroblas...77 Bagan penelitian proliferasi sel fibroblas...78 Bagan penelitian apoptosis sel fibroblas...79 Bagan penelitian zona hambat pertumbuhan S. mutans...80 Bagan penelitian zona hambat pertumbuhan C. albicans...80 Karakteristik fisik membran hidrogel nanokitosan sebelum dan sesudah perendaman...83 Gambar 4.2 Foto TEM nanokitosan perbesaran 20.000x...85 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Foto TEM nanokitosan perbesaran 40.000x...85 Gambaran proliferasi sel fibroblas setelah diberi paparan membran Hg NK 0,6g - Ni, (b) membran Hg NK 0,8g Ni, membran Hg NK 1g Ni, jam ke-24 dilihat menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 100x.... 99 Gambaran proliferasi sel fibroblas setelah diberi paparan membran Hg NK 0,6g - Ni, (b) membran Hg NK 0,8g Ni, membran Hg NK 1g Ni, jam ke-48 dilihat menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 100x... 99 Gambaran proliferasi sel fibroblas setelah diberi paparan membran Hg NK 0,6g - Ni, (b) membran Hg NK 0,8g Ni, membran Hg NK 1g Ni, jam ke-72 dilihat menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 100x... 99 Gambaran sel setelah pewarnaan double staining pada paparan membran Hg NK 0,6g Ni dengan lama peredaman (a) 15, (b) 30 dan (c) 45 menit... 105 xiii

Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambaran sel setelah pewarnaan double staining pada paparan membran Hg NK 0,8g Ni dengan lama peredaman (a) 15, (b) 30 dan (c) 45 menit... 105 Gambaran sel setelah pewarnaan double staining pada paparan membran Hg NK 1g Ni dengan lama peredaman (a) 15, (b) 30 dan (c) 45 menit...105 Gambar 4.10 Gambaran sel setelah pewarnaan double staining pada paparan kontrol membran NK 0,8g Ni dengan lama peredaman (a) 15, (b) 30 dan (c) 45 menit... 105. Gambar 4.11 Zona hambat S. mutans dalam sumuran setelah diberi perlakuan (a) membran Hg NK 0,6g; (b) membran Hg NK 0,8g; (c) membran Hg NK 1g... 109 Gambar 4.12 Zona hambat C. Albicans dalam sumuran setelah diberi perlakuan (a) membran Hg NK 0,6g; (b) membran Hg NK 0,8g; (c) membran Hg NK 1g....... 113 Gambar 4.13 Gambar ikatan ion nikel dengan gugus amina dan hidroksil nanokitosan...,...122 Gambar 4.14 Pengaruh logam berat pada kerja enzim...126 xiv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3. Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 berat kitosan dan waktu perendaman terhadap penyerapan ion nikel....171 berat kitosan dan waktu perendaman terhadap viabilitas sel fibroblas...175 berat kitosan dan waktu perendaman terhadap proliferasi sel fibroblas 179 berat kitosan dan waktu perendaman terhadap apoptosis sel fibroblas...182 berat kitosan dan waktu perendaman terhadap pertumbuhan bakteri S. Mutans...184 berat kitosan dan waktu perendaman terhadap pertumbuhan C. Albican...187 Surat-surat perijinan dan keterangan selesai penelitian....190 Data hasil penelitian penyerapan ion nikel...196 Data hasil penelitian sitotoksisitas sel fibroblas... 200 Data hasil penelitian proliferasi sel fibroblas........201 Data hasil penelitian zona hambat C. albicans...204 Lampiran 12 Data hasil penelitian zona hambat S. mutans...205 xv