BAB 5 HASIL PENELITIAN
|
|
|
- Suparman Agusalim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 25 BAB 5 HASIL PENELITIAN Pada penelitian ini viabilitas sel diperoleh dari rerata optical density (OD) MTT assay dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Viabilitas sel (%) = (OD perlakuan / OD kontrol) x 100% Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 5.1 dan gambar 5.1 di bawah ini : Tabel 5.1 Rerata Optical Density (OD) dan Viabilitas Sel-sel Pulpa Gigi Setelah Pemaparan Xylitol pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan Kelompok N Rerata OD ± SD Viabilitas sel Kontrol 4 1,566 ± 0, % Xylitol 2 % 9 1,784 ± 0, ,92 % Xylitol 4 % 6 2,465 ± 0, ,40 % Xylitol 8 % 4 2,168 ± 0, ,44 % Xylitol 16 % 3 1,912 ± 0, ,09 % Rerata OD Rerata OD 0 Kontrol Xylitol 2% Xylitol 4% Xylitol 8% Xylitol 16% Kelompok Gambar 5.1 Diagram Batang Rerata Optical Density (OD) Sel-sel Pulpa Gigi Setelah Pemaparan Xylitol pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan
2 26 Berdasarkan tabel 5.1, dapat dilihat bahwa rerata optical density kelompok xylitol 2% (1,784 ± 0,052), 4% (2,465 ± 0,057), 8% (2,168 ± 0,162), dan 16% (1,912 ± 0,148) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (1,566 ± 0,069). Nilai rerata kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tersebut di atas digambarkan dalam bentuk diagram batang pada gambar 5.1. Dari nilai optical density itu diperoleh persentase viabilitas sel. Viabilitas kelompok xylitol 2%, 4%, 8%, dan 16% berturut-turut adalah 113,92%, 157,40%, 138,44%, dan 122,09%. Terdapat peningkatan viabilitas sel pada kelompok perlakuan bila dibandingkan dengan viabilitas sel pada kelompok kontrol, yaitu 100%. Peningkatan mencapai maksimum pada kelompok xylitol 4%. Gambaran peningkatan viabilitas sel dapat dilihat pada gambar 5.2. Gambar 5.2 Grafik Viabilitas Sel-sel Pulpa Gigi Setelah Pemaparan Xylitol pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan Data hasil penelitian mempunyai distribusi normal dan bersifat homogen. Sebelumnya telah dilakukan uji normalitas terlebih dahulu. Uji normalitas data yang digunakan adalah Shapiro-Wilk karena sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kurang dari lima puluh. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan rerata optical density, dilakukan uji Oneway ANOVA yang membandingkan dua variabel yang tidak berhubungan. Hasil uji Oneway ANOVA dapat dilihat pada tabel 5.2
3 27 Tabel 5.2 Hasil Uji Oneway ANOVA Rerata Optical Density Antara Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan serta Antar Kelompok Perlakuan Kelompok Rerata OD ± SD Sig Kontrol 1,566 ± 0,069 0,001* Xylitol 2% 1,784 ± 0,052 Kontrol 1,566 ± 0,069 0,000* Xylitol 4% 2,465 ± 0,057 Kontrol 1,566 ± 0,069 0,000* Xylitol 8% 2,168 ± 0,162 Kontrol 1,566 ± 0,069 0,000* Xylitol 16% 1,912 ± 0,148 Xylitol 2% 1,784 ± 0,052 0,000* Xylitol 4% 2,465 ± 0,057 Xylitol 2% 1,784 ± 0,052 0,000* Xylitol 8% 2,168 ± 0,162 Xylitol 2% 1,784 ± 0,052 0,048* Xylitol 16% 1,912 ± 0,148 Xylitol 4% 2,465 ± 0,057 0,000* Xylitol 8% 2,168 ± 0,162 Xylitol 4% 2,465 ± 0,057 0,000* Xylitol 16% 1,912 ± 0,148 Xylitol 8% Xylitol 16% 2,168 ± 0,162 1,912 ± 0,148 0,001* *Perbedaan bermakna antar kelompok yang diperbandingkan (p<0,05) Tabel di atas memperlihatkan perbedaan yang bermakna di antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dan antar kelompok perlakuan. Viabilitas sel kelompok xylitol 2% (113,92%) lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dan secara statistik perbedaan tersebut bermakna (p<0,05). Viabilitas sel kelompok xylitol 4% (157,40%) lebih tinggi daripada kelompok kontrol dan secara statistik perbedaan tersebut bermakna (p<0,05). Demikian juga dengan kelompok xylitol 8% (138,44%) dan 16% (122,09%) yang masing-masing memiliki viabilitas sel yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dan secara statistik perbedaan tersebut bermakna (p<0,05).
4 28 Oleh karena itu, hipotesis pertama yang menyatakan xylitol dapat meningkatkan viabilitas sel-sel pulpa gigi diterima. Standar Kontrol 2% 8% 16% Berat molekul (kda) Kelompok Gambar 5.3. Gambaran Profil Protein Sel Pulpa Setelah Pemaparan Xylitol dengan Menggunakan Metode SDS PAGE Untuk mengetahui profil protein sel, dilakukan analisis profil protein dengan menggunakan metode SDS PAGE. Setelah double staining, hasilnya diamati melalui Gel Doc dengan tampilan line-line seperti gambar di atas. Line 6 menunjukkan standar See BluePlus2, sedangkan line 7, 8, 9, dan 10 berturut-turut menunjukkan sampel sel yang diambil dari kelompok kontrol, xylitol 2%, xylitol 8%, dan xylitol 16%. Tiap-tiap line memperlihatkan tampilan band-band protein yang berbeda. Band-band protein kelompok xylitol 2% terlihat lebih tebal jika dibandingkan dengan band-band protein kelompok kontrol. Band-band protein kelompok xylitol 8% terlihat lebih tebal jika dibandingkan dengan band-band kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan lainnya. Band protein pada pada kelompok xylitol 16% tidak banyak terlihat. Hal ini menunjukkan tidak terdeteksinya
5 29 protein-protein pada kelompok xylitol 16%. Nilai berat molekul protein yang muncul pada tiap band mengacu pada nilai protein standard (See BluePlus2) sebagai tolak ukurnya. Protein baru terbentuk pada berat molekul 44,29 kda dan 46,79 kda yang masing-masing tampak sebagai band ke tiga pada kelompok xylitol 2% dan 8%, berat molekul 26,69 kda dan 27,10 kda yang masing-masing tampak sebagai band ke lima pada kelompok xylitol 2% dan 8%, serta berat molekul 13,23 kda dan 12,08 kda yang masing-masing tampak sebagai band ke tujuh pada kelompok xylitol 2% dan 8%. Band-band protein tersebut tidak terlihat pada kelompok kontrol. Dari hasil pengamatan tersebut maka hipotesis kedua yang menyatakan bahwa xylitol dapat mempengaruhi profil protein total sel dapat diterima.
6 30 BAB 6 PEMBAHASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek xylitol terhadap sel-sel pulpa gigi ditentukan berdasarkan viabilitas sel dan profil protein sel pulpa. Pada penelitian ini, nilai rerata optical density (OD) dari MTT assay pada kelompok xylitol 2%, 4%, 8%, dan 16% lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan rerata OD sejalan dengan peningkatan persentase viabilitas sel. Persentase viabilitas sel pada semua kelompok perlakuan berbeda signifikan dibanding kelompok kontrol (p<0,05). Peningkatan viabilitas sel pada kelompok perlakuan mencapai maksimum pada konsentrasi 4%. Persentase viabilitas sel kelompok xylitol 8% dan 16% tidak setinggi kelompok xylitol 4%. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan masalah fisiologis. Xylitol pada konsentrasi yang berlebih diduga bersifat toksik. Sifat toksik tersebut menghambat aktivitas proliferasi sel. Peningkatan viabilitas sel atau jumlah sel yang hidup diduga akibat meningkatnya aktivitas proliferasi sel. 36 Proliferasi sel dapat diinduksi oleh paparan suatu agen. Di dalam sel terdapat sinyal-sinyal yang mampu menginduksi proliferasi sel. Barron dkk melaporkan bahwa sel normal akan menerima dan memproses sejumlah growth-stimulatory signal, terutama yang dibawa oleh growth factor, kemudian menilainya apakah cukup kuat untuk membuat sel berproliferasi. 37 Kyriakis dkk melaporkan bahwa jalur transduksi sinyal dapat diaktivasi oleh stres lingkungan, termasuk benda asing. 37 Diduga xylitol sebagai agen yang dapat mengintervensi sel pulpa dan mengaktivasi jalur transduksi sinyal. Doiron dkk melaporkan bahwa pentose phosphate pathway dipengaruhi oleh xylitol. 38 Proliferasi sel pulpa menandai adanya aktivasi protein akibat pengaruh sejumlah faktor seperti hormon dan growth factor. 37 Growth factor mengikat reseptor pada permukaan sel yang menghubungkannya dengan signaling molecules. Molecular signal diterima melalui interaksi antara signaling molecules (ligand) dan reseptor spesifik di permukaan sel. Secara bertahap, pesan dari
7 31 sinyal-sinyal tersebut ditransmisikan dan akan mengaktivasi faktor transkipsi spesifik di nukleus. Setelah itu akan terjadi sintesis protein yang menyebabkan sel melanjutkan proses pembelahannya. 39 Analisis profil protein yang dilakukan menggunakan metode SDS PAGE dengan pewarnaan double staining. Coomassie blue staining merupakan pewarnaan yang umum digunakan untuk mewarnai gel hasil elektroforesis, tetapi gambaran band-band protein yang dihasilkan tampak kurang jelas. Untuk memperjelas band-band protein tersebut digunakan pewarnaan Silver staining yang memiliki sensitivitas 50 hingga 100 kali lipat dibanding Coomassie blue staining. 32,40 Dengan Silver staining, band-band protein yang memiliki berat molekul rendah terlihat lebih jelas. Dari hasil gambaran band-band protein (gambar 5.3), terlihat adanya perbedaan profil protein sel antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Protein baru ditemukan pada kelompok perlakuan, namun tidak ditemukan pada kelompok kontrol. Protein baru terdeteksi menyerupai protein dengan berat molekul 44,29 kda dan 46,79 kda yang masing-masing tampak sebagai band ke tiga pada kelompok xylitol 2% dan 8%. Protein dengan berat molekul 26,69 kda dan 27,10 kda yang masing-masing tampak sebagai band ke lima pada kelompok xylitol 2% dan 8% juga dideteksi sebagai protein baru. Begitu pula dengan protein yang memiliki berat molekul 13,23 kda dan 12,08 kda yang masing-masing tampak sebagai band ke tujuh pada kelompok xylitol 2% dan 8%. Pada kelompok 16% tidak ditemukan band-band protein yang jelas. Hal ini diduga disebabkan oleh degradasi protein. Degradasi protein dapat terjadi sebagai respon protein terhadap zat kimia. Nampaknya dibutuhkan marker antibody spesifik untuk mendeteksi band-band protein yang terbentuk pada kelompok xylitol 16%. Band protein dengan berat molekul 44 kda yang terdapat pada kelompok xylitol 2% dan 8% diduga merupakan protein Mitogen-activated Protein (MAP) Kinase. Dugaan tersebut ditunjang oleh penelitian Kawata dkk yang melaporkan bahwa MAP kinase berperan dalam proliferasi sel. 41 Enzim tersebut merespon benda asing berupa zat kimia dan tekanan mekanis sebagai upaya mengontrol kehidupan sel. 41 Frodin dkk melaporkan bahwa MAP kinase dapat diaktivasi oleh glukosa yang diinduksi oleh sekresi insulin, dengan dibantu oleh ion Ca
8 32 Aktivasi MAP kinase dapat diukur dengan metode immunoprecipitation kinase assay. 42 Dalam penelitian ini, xylitol diduga melakukan hal yang serupa dengan glukosa. Xylitol sebagai benda asing berupa zat kimia dapat menjadi sumber energi bagi sel untuk melakukan aktivitas proliferasi. Dengan demikian terjadi peningkatan viabilitas sel. Band protein dengan berat molekul 26 kda yang terdapat pada kelompok xylitol 2% dan 8% diduga merupakan 26 kda protein yang juga sering disebut sebagai IL1-inducible 26k factor. Faktor ini dideteksi sebagai faktor yang menginduksi fibroblast manusia yang juga banyak terdapat di dalam pulpa gigi. 43 Band protein dengan berat molekul 27 kda yang terdapat pada kelompok xylitol 2% dan 8% diduga merupakan Heat Shock Protein 27. Protein ini dilaporkan memiliki efek antiapoptotik. Whitlock dkk melaporkan bahwa peningkatan Hsp27 dapat memproteksi sel dari apoptosis yang bergantung cytochrome c. dan yang diperantarai caspase. 44 Sedangkan band protein dengan berat molekul 12 kda dan 13 kda yang terdapat pada kelompok xylitol 2% dan 8% diduga merupakan FKBP12 (FK506- binding protein 12 kda) dan FKBP13 (FK506-binding protein 13 kda). Proteinprotein ini berperan dalam sistem imun, antara lain dengan mengaktivasi sel T dan mencegah apoptosis sel-sel saraf. 45,46 Dalam penelitian ini, xylitol terbukti memiliki efek meningkatkan viabilitas sel-sel pulpa gigi manusia dan mempengaruhi profil protein dalam sel. Akan tetapi, mekanisme kerja xylitol dalam menimbulkan efek tersebut masih memerlukan penelitian lanjut. Demikian pula berbagai jenis protein baru yang terbentuk masih perlu penelitian lebih lanjut dengan menggunakan antibodi yang spesifik terhadap protein-protein yang diduga merupakan produk sel pulpa.
BAB 5 HASIL PENELITIAN
BAB 5 HASIL PENELITIAN Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sel pulpa yang merupakan hasil subkultur dari kultur primer sel pulpa gigi sehat. Gambaran mikroskopis kultur sel primer dan subkultur
BAB 5 HASIL PENELITIAN
BAB 5 HASIL PENELITIAN Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sel-sel pulpa hasil subkultur dari kultur primer sel pulpa gigi sehat. Gambaran mikroskopis kultur sel primer dan subkultur sel-sel
BAB 5 HASIL PENELITIAN
28 BAB 5 HASIL PENELITIAN Sel galur HSC-3 dan HSC-4 yang telah dikultur dan jaringan mukosa mulut normal dilakukan purifikasi (ekstraksi) protein dengan menggunakan kit Trizol (Invitrogen) sesuai dengan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Xylitol (11, 12) Xylitol telah diketahui sebagai bahan kimia organik sejak tahun 1890. Pada tahun 1891, Emil Fischer, kimiawan berkebangsaan Jerman merupakan orang pertama yang
Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran
Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran yang menonjol ke luar sel Melalui permukaan sel ini,
HASIL DAN PEMBAHASAN Tipe-tipe Sel yang Tumbuh dan Berkembang dalam Kultur
yaitu tingkat proliferasi, PDT dan panjang akson-dendrit dianalisis menggunakan metoda statistik T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. HASIL DAN PEMBAHASAN Tipe-tipe Sel yang Tumbuh dan Berkembang dalam
Gambar Scan gel SDS PAGE protein sel galur HSC-3
34 BAB 5 HASIL PENELITIAN Sampel yang digunakan dalam penelitian ini, berupa sel galur karsinoma sel skuamosa rongga mulut tipe HSC-3 dan HSC-4 serta jaringan mukosa mulut normal. Penelitian diawali dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Area pengamatan dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian didapatkan dari perhitungan jumlah fibroblas dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Area pengamatan dan jumlah
BAB 6 PEMBAHASAN. ekstrak Phaleria macrocarpa terhadap penurunan indek mitosis dan
BAB 6 PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian ekstrak Phaleria macrocarpa terhadap penurunan indek mitosis dan menurunnya atau penghambatan pertumbuhan karsinoma epidermoid
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Xylitol Xylitol merupakan gula alkohol berantai karbon lima (polyol) yang ditemukan pada berbagai macam produk pertanian. 1-5 Xylitol pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti
TRANSDUKSI SINYAL PADA TINGKAT SEL
TRANSDUKSI SINYAL PADA TINGKAT SEL Tranduksi sinyal Adalah proses perubahan bentuk sinyal yang berurutan, dari sinyal ekstraseluler sampai respon dalam komunikasi antar sel Tujuan: Untuk berlangsungnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penderita DM di dunia diperkirakan berjumlah > 150 juta dan dalam 25
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penderita DM di dunia diperkirakan berjumlah > 150 juta dan dalam 25 tahun ini bertambah 2 kali lipat. Penderita DM mempunyai resiko terhadap penyakit kardiovaskular 2 sampai 5
Signal Transduction. Dr. Sri Mulyaningsih, Apt
Signal Transduction Dr. Sri Mulyaningsih, Apt Konsep umum signal transduction Komunikasi sel Tipe-tipe reseptor Molecular signaling Komunikasi antar sel Umumnya diperantarai oleh molekul sinyal ekstraseluler
Mekanisme penyerapan Ca dari usus (Sumber: /16-calcium-physiology-flash-cards/)
92 PEMBAHASAN UMUM Berdasarkan bukti empiris menunjukkan bahwa pegagan yang kaya mineral, bahan gizi dan bahan aktif telah lama digunakan untuk tujuan meningkatkan fungsi memori. Hasil analisa kandungan
III. SINYAL TRANSDUKSI
III. SINYAL TRANSDUKSI III.a. pengantar jalur sinyal Sel-sel mengatur aktivitasnya utk beradaptasi dg perubahan kondisi lingkungan Organisme yg hidup bebas (spt ragi dan bakteri) merespon perubahan suhu,
BAB VI PEMBAHASAN. Pemeriksaan tumor pada kolon secara makroskopis, berhasil tumbuh 100%
63 BAB VI PEMBAHASAN Pemeriksaan tumor pada kolon secara makroskopis, berhasil tumbuh 100% dari masing-masing kelompok dan bersifat multipel dengan rerata multiplikasi dari kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Penelitian Pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa mencit yang terpapar 2-ME
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa mencit yang terpapar 2-ME Telah dilakukan penelitian pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. metode freeze drying kemudian dilakukan variasi waktu perendaman SBF yaitu 0
37 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini sampel komposit hidroksiapatit-gelatin dibuat menggunakan metode freeze drying kemudian dilakukan variasi waktu perendaman SBF yaitu 0 hari, 1 hari, 7 hari
BAB I PENDAHULUAN. kadar hormon seseorang. Aging proses pada pria disebabkan oleh menurunnya sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Siklus kehidupan khususnya manusia pasti akan mengalami penuaan baik pada wanita maupun pria. Semakin bertambahnya usia, berbanding terbalik dengan kadar hormon seseorang.
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini telah mengajukan izin kelayakan penelitian ke Komite Etik FK UII dengan nomor protokol 12/Ka.Kom.Et/70/KE/XII/2015. Hasil penelitian terhadap
(G Protein-coupled receptor) sebagai target aksi obat
Reseptor terhubung protein G (G Protein-coupled receptor) sebagai target aksi obat merupakan keluarga terbesar reseptor permukaan sel menjadi mediator dari respon seluler berbagai molekul, seperti: hormon,
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Serum dan Kuning Telur Hasil AGPT memperlihatkan pembentukan garis presipitasi yang berwarna putih pada pengujian serum dan kuning telur tiga dari sepuluh ekor ayam yang
BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara merupakan keganasan yang paling sering ditemukan pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker payudara merupakan keganasan yang paling sering ditemukan pada wanita dengan insiden lebih dari 22% (Ellis et al, 2003) dan angka mortalitas sebanyak 13,7% (Ferlay
4 Hasil dan Pembahasan
4 Hasil dan Pembahasan α-amilase merupakan enzim yang mempunyai peranan penting dalam bioteknologi saat ini. Aplikasi teknis enzim ini sangat luas, seperti pada proses likuifaksi pati pada proses produksi
BAB I PENDAHULUAN. pembedahan, radioterapi dan sitostatika. Pembedahan dan radioterapi
1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Terapi kanker payudara yang berlaku selama ini adalah dengan pembedahan, radioterapi dan sitostatika. Pembedahan dan radioterapi bersifat terapi definitif lokal, sedangkan
HASIL DAN PEMBAHASAN
20 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tingkat Proliferasi Berdasarkan Population Doubling Time (PDT) Population Doubling Time (PDT) adalah waktu yang diperlukan oleh populasi sel untuk menjadikan jumlahnya dua
ulangan pada tiap perlakuan. Pada penelitian ini dilakuan sebanyak 6 kali ulangan.
Hasil dari perhitungan rumus di atas diperoleh nilai minimal 3 kali ulangan pada tiap perlakuan. Pada penelitian ini dilakuan sebanyak 6 kali ulangan. 3.6. Analisis Data Data-data yang diperoleh adalah
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Morfologi Sel Fibroblas dalam Kultur In Vitro Hasil pengamatan kultur sel otot fetus tikus menunjukkan secara morfologi adanya dua bentuk sel, yakni sel fibrosit, berbentuk spindel
BAB I PENDAHULUAN. kematian ibu, disamping perdarahan dan infeksi. Dari kelompok hipertensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab 3 besar kematian ibu, disamping perdarahan dan infeksi. Dari kelompok hipertensi dalam kehamilan, syndrom preeklampsia,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mencit terinfeksi E. coli setelah pemberian tiga jenis teripang ditunjukkan pada
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Data hasil penelitian jumlah netrofil yang menginvasi cairan intraperitoneal mencit terinfeksi E. coli setelah pemberian tiga jenis teripang ditunjukkan
4 Hasil dan Pembahasan
4 Hasil dan Pembahasan α-amilase adalah enzim menghidrolisis ikatan α-1,4-glikosidik pada pati. α-amilase disekresikan oleh mikroorganisme, tanaman, dan organisme tingkat tinggi. α-amilase memiliki peranan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Sintesis BCP dan ACP Sintesis BCP dan ACP dilakukan dengan metode yang berbeda, dengan bahan dasar yang sama yaitu CaO dan (NH 4 ) 2 HPO 4. CaO bersumber dari cangkang telur
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukan perbandingan kondisi fibroblas yang didapat dari dua produsen
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN Penelitian ini menggunakan sel kultur primer fibroblas. Gambar 8 menunjukan perbandingan kondisi fibroblas yang didapat dari dua produsen yang berbeda untuk
Beberapa definisi berkaitan dengan elektroforesis
Prof.Dr..Ir.Krishna Purnawan Candra, M.S. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian FAPERTA UNMUL Beberapa definisi berkaitan dengan elektroforesis Elektroforesis : pergerakan partikel terdispersi secara relatif
MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS
MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS KD 3.8. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda
BAB VI PEMBAHASAN. Mencit Balb/C yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari. Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah
BAB VI PEMBAHASAN Mencit Balb/C yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Banyaknya mencit yang digunakan adalah 24
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian yang berjudul Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jati Belanda
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian yang berjudul Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) Terhadap Berat Badan, Berat Testis, dan Jumlah Sperma Mencit
BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini dilakukan analisis efek pemberian tiga jenis pasta hasil yang diproduksi oleh BATAN, yaitu pasta Injectable Bone Xenograft (IBX) yang menggunakan
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pengaruh pemberian berbagai level tepung limbah jeruk manis (Citrus sinensis) terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah pada domba Padjadjaran jantan telah dilaksanakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Resin Komposit Resin komposit merupakan salah satu kelompok material restoratif sewarna gigi. 2 Selain itu kini resin komposit digunakan untuk berbagai perawatan dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Prevalensi overweight dan obesitas meningkat baik pada dewasa dan anakanak
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Prevalensi overweight dan obesitas meningkat baik pada dewasa dan anakanak di negara maju maupun negara berkembang selama periode tahun 1980-2013. Indonesia termasuk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Rerata Zona Radikal. belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Rerata Zona Radikal Penelitian untuk menguji kemampuan daya hambat ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab gingivitis
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh ekstrak etanol biji labu kuning terhadap jumlah spermatozoa mencit yang diberi 2-ME
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pengaruh ekstrak etanol biji labu kuning terhadap jumlah spermatozoa mencit yang diberi 2-ME Hasil pengamatan pengaruh ekstrak etanol biji labu kuning
IMUNITAS HUMORAL DAN SELULER
BAB 8 IMUNITAS HUMORAL DAN SELULER 8.1. PENDAHULUAN Ada dua cabang imunitas perolehan (acquired immunity) yang mempunyai pendukung dan maksud yang berbeda, tetapi dengan tujuan umum yang sama, yaitu mengeliminasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Uji pelarut DMSO terhadap kontraksi otot polos uterus
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil penlitian dan pembahasan 1. Uji pelarut DMSO terhadap kontraksi otot polos uterus Senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenon adalah senyawa sintetis
BAB V HASIL PENELITIAN. Subjek Penelitian ini adalah Hematopoetic Stem cell dari darah perifer Dewasa yang
BAB V HASIL PENELITIAN.1 Karakteristik Subjek Penelitian Subjek Penelitian ini adalah Hematopoetic Stem cell dari darah perifer Dewasa yang secara random digunakan sebanyak 20 sediaan sebagai sampel, yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tikus putih (Rattus norvegicus, L.) adalah sebagai berikut:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian mengenai pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya, L.) terhadap ketebalan lapisan endometrium dan kadar hemoglobin tikus putih (Rattus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tikus putih (Rattus norvegicus, L.) adalah sebagai berikut:
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak kacang kedelai hitam (Glycine soja) terhadap jumlah kelenjar dan ketebalan lapisan endometrium
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Universitas Indonesia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Xylitol Xylitol diketahui sebagai salah satu bahan kimia organik sejak pertama kali diolah pada tahun 1891 oleh para ahli kimia di Jerman. 2 Setelah Perang Dunia II, para peneliti
4 Hasil dan Pembahasan
4 Hasil dan Pembahasan Danau Kakaban menyimpan berbagai organisme yang langka dan unik. Danau ini terbentuk dari air laut yang terperangkap oleh terumbu karang di sekelilingnya akibat adanya aktivitas
HASIL DAN PEMBAHASAN
21 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada setiap sediaan otot gastrocnemius dilakukan tiga kali perekaman mekanomiogram. Perekaman yang pertama adalah ketika otot direndam dalam ringer laktat, kemudian dilanjutkan
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PERCOBAAN KE 2 PEMISAHAN PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN FRAKSINASI (NH 4 ) 2 SO 4
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PERCOBAAN KE 2 PEMISAHAN PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN FRAKSINASI (NH 4 ) 2 SO 4 Disusun oleh : Ulan Darulan - 10511046 Kelompok 1 Asisten Praktikum : R. Roro Rika Damayanti (10510065)
HASIL. Tabel 1 Perbandingan berat abomasum, fundus, dan mukosa fundus dari domba di atas dan di bawah satu tahun
HASIL Ekstraksi Rennet dari Abomasum Domba di Atas dan di Bawah Satu Tahun Perbandingan antara berat abomasum, fundus, dan mukosa daerah kelejar fundus dapat dilihat seperti disajikan pada Tabel 1. Tabel
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yaitu aquades sebagai variabel kontrol dan sebagai variabel pengaruh
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Hasil Pengukuran Nilai Kekerasan Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui besar nilai kekerasan gigi desidui sebelum dan sesudah perendaman pada beberapa
HASIL DAN PEMBAHASAN. HSP 70 yang muncul pada sampel itik saat pengukuran menggunakan PCR harus
24 IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Susunan DNA Primer HSP 70 Pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar ekspresi gen HSP 70 yang muncul pada sampel itik saat pengukuran menggunakan PCR harus
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
23 4.1 Hasil IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Uji Akut Uji akut dilakukan pada konsentrasi timbal sebesar 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm dan 160 ppm serta perlakuan kontrol negatif. Respon ikan uji terhadap deretan
Respon imun adaptif : Respon humoral
Respon imun adaptif : Respon humoral Respon humoral dimediasi oleh antibodi yang disekresikan oleh sel plasma 3 cara antibodi untuk memproteksi tubuh : Netralisasi Opsonisasi Aktivasi komplemen 1 Dua cara
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Makanan adalah sumber kehidupan. Di era modern ini, sangat banyak berkembang berbagai macam bentuk makanan untuk menunjang kelangsungan hidup setiap individu. Kebanyakan
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Isolasi enzim fibrinolitik Cacing tanah P. excavatus merupakan jenis cacing tanah yang agresif dan tahan akan kondisi pemeliharaan yang ekstrim. Pemeliharaan P. excavatus dilakukan
BAB 4 HASIL PENELITIAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1. Hasil Rendemen Ekstrak akar Acalypha indica Linn. dari tiga sediaan menunjukkan hasil rendemen yaitu, 1,85 %, 2,4 %, dan 1,9 %. 4.2. Uji Fitokimia Hasil uji fitokimia ekstrak
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Kehidupan modern dewasa ini menyebabkan tingkat stress yang tinggi, sehingga menjadi salah satu faktor pemicu berkembangnya berbagai macam penyakit yang memerlukan penanganan
BAB I PENDAHULUAN. tahapan dalam siklus sel. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat an Nuh :
13 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu ciri kehidupan sel ditandai dengan terjadinya proliferasi. Proliferasi merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh pembelahan sel yang aktif dan bukan
Proses fisiologis dan biokimiawi yang meregulasi proses persalinan
Proses fisiologis dan biokimiawi yang meregulasi proses persalinan Terdiri dari beberapa proses seperti: 1. Perubahan anatomis dan fisiologis miometrium Pertama, terjadi pemendekan otot polos miometrium
BAB I PENDAHULUAN. pembuluh darah (Ruan, et al., 2013). Hiperglikemia tidak hanya meningkatkan resiko
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik yang dikarakteristikan dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.
SUHARTO WIJANARKO PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN (PIT) KE-21 TAHUN 2016 PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS BEDAH INDONESIA (IKABI) MEDAN, 12 AGUSTUS 2016
SUHARTO WIJANARKO PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN (PIT) KE-21 TAHUN 2016 PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS BEDAH INDONESIA (IKABI) MEDAN, 12 AGUSTUS 2016 BSK sudah lama diketahui diderita manusia terbukti ditemukan
BAB 4 HASIL. Gambar 4.1 Folikel Primer. 30 Universitas Indonesia
BAB 4 HASIL Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemajanan medan elektromagnet pada jumlah folikel ovarium mencit. Hasil penelitian ini membandingkan antara kelompok kontrol
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Nitrit (NO 2 atau nitrogen dioksida) adalah gabungan senyawa nitrogen dan oksigen yang terbentuk dari reaksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Nitrit (NO 2 atau nitrogen dioksida) adalah gabungan senyawa nitrogen dan oksigen yang terbentuk dari reaksi oksidasi nitrat oksida (NO) atau reaksi reduksi senyawa
BAB I PENDAHULUAN. proses di berbagai Negara. Saat ini penggunaan terapi stem cell menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan penelitian mengenai Stem cell masih memasuki tahap proses di berbagai Negara. Saat ini penggunaan terapi stem cell menjadi terobosan baru dalam upaya pengobatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepsis merupakan kondisi yang masih menjadi masalah kesehatan dunia karena pengobatannya yang sulit sehingga angka kematiannya cukup tinggi. Penelitian yang dilakukan
C. Kerangka Teori D. Hipotesis... 54
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...iii HALAMAN PERNYATAAN... iv PRAKATA...v HALAMAN PERSEMBAHAN...ix DAFTAR ISI...x DAFTAR TABEL...xii DAFTAR GAMBAR...xiii DAFTAR LAMPIRAN...xv DAFTAR SINGKATAN...xvi
Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72)
Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Rumus Umum Asam Amino (Campbell, 1999: 73) H H O N C C H R OH GUGUS AMINO GUGUS KARBOKSIL Tabel 5.1 Gambaran Umum Fungsi Protein (Campbell, 1999: 74) JENIS
BIOLOGI SEL. Chapter IV Sifat Membran Plasma (Transportasi pada Membran)
BIOLOGI SEL Chapter IV Sifat Membran Plasma (Transportasi pada Membran) Membran Molekul Besar Molekul Kecil Gas ION Ingat Fungsi Protein Transmembran?? Manakah Fungsi Transmembran pada Kasus Ini?? Sifat
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK ELISA PEMERIKSAAN KUANTITATIF MANNAN BINDING LECTIN PADA PLASMA DARAH
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK ELISA PEMERIKSAAN KUANTITATIF MANNAN BINDING LECTIN PADA PLASMA DARAH NAMA PRAKTIKAN : Amirul Hadi KELOMPOK : I HARI/TGL. PRAKTIKUM : Kamis, 9 Januari 2014 I. TUJUAN PRAKTIKUM
TOKSIKOMETRIK. Studi yang mempelajari dosis dan respon yang dihasilkan. Efek toksik. lethal dosis 50
TOKSIKOMETRIK TOKSIKOMETRIK Toksikologi erat hubungannya dengan penilaian kuantitatif tentang berat dan kekerapan efek toksik sehubungan dengan terpaparnya mahluk hidup. Sifat spesifik dan efek suatu paparan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
17 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1. 1 Pertumbuhan, Konversi Pakan, dan Kelangsungan Hidup Pada pemeliharaan 4 minggu pertama, biomassa ikan yang diberi pakan mengandung rgh belum terlihat berbeda
BAB 2 TERMINOLOGI SITOKIN. Sitokin merupakan protein-protein kecil sebagai mediator dan pengatur
BAB 2 TERMINOLOGI SITOKIN Sitokin merupakan protein-protein kecil sebagai mediator dan pengatur immunitas, inflamasi dan hematopoesis. 1 Sitokin adalah salah satu dari sejumlah zat yang disekresikan oleh
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut. Konsentrasi Jika konsentrasi suatu larutan makin besar, larutan akan mengandung jumlah partikel
PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Itik Cihateup merupakan salah satu unggas air, yaitu jenis unggas yang
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Itik Cihateup merupakan salah satu unggas air, yaitu jenis unggas yang sebagian besar waktunya dihabiskan di air. Kemampuan termoregulasi itik menjadi rendah karena tidak
PADA SEL MAKROFAG JARINGAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI PADA
Secretory Leukocyte Protease Inhibitor (SLPI) MENURUNKAN ESKPRESI IL-1β MELALUI PENGHAMBATAN EKSPRESI SELULER NF-Kβ PADA PADA SEL MAKROFAG JARINGAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI PADA Rattus Novergicus ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil dari organisme. Sel tidak akan mampu bekerja dan membentuk sebuah jaringan bila tidak ada koordinasi antara satu dengan yang lain. Miliaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan terhadap 60 orang laki-laki dan perempuan pada kelompok usia 40-75 tahun yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah eksperimental laboratorik. Penanaman sel ke 96-wells plate. Uji Viabilitas Sel
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah eksperimental laboratorik. 4.2 Alur Penelitian Kultur Sel dari Penyimpanan Nitrogen Cair Inkubasi selama 48 jam dalam inkubator dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian. Gambaran mikroskopik folikel ovarium tikus putih betina ((Rattus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Gambaran mikroskopik folikel ovarium tikus putih betina ((Rattus norvegicus, L) dengan perbesaran 4x10 menggunakan teknik pewarnaan Hematoxilin-eosin
Bab IV Hasil dan Pembahasan
22 Bab IV Hasil dan Pembahasan α-amilase (E.C 3.2.1.1) merupakan salah satu enzim hidrolitik yang memegang peranan penting di dalam industri. Hidrolisis langsung dari pati mentah secara enzimatis dibawah
Metode Pengukuran Spektrofotometri (Bergmeyer et al. 1974) Pembuatan Media Heterotrof Media Heterotrof Padat. Pengaruh ph, Suhu, Konsentrasi dan
4 Metode Penelitian ini dilakukan pada beberapa tahap yaitu, pembuatan media, pengujian aktivitas urikase secara kualitatif, pertumbuhan dan pemanenan bakteri, pengukuran aktivitas urikase, pengaruh ph,
TINJAUAN PUSTAKA. (Setianto, 2009). Cahaya sangat di perlukan untuk ayam broiler terutama pada
7 II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Cahaya Untuk Ayam Broiler Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan ayam, karena cahaya mengontrol banyak proses fisiologi dan tingkah laku ayam (Setianto,
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Histopatologi Bursa Fabricius
19 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Histopatologi Bursa Fabricius Hasil pengamatan histopatologi bursa Fabricius yang diberi formula ekstrak tanaman obat memperlihatkan beberapa perubahan umum seperti adanya
