Economic Education Analysis Journal

dokumen-dokumen yang mirip
Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

BAB III METODE PENELITIAN

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA SPBU

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT DELTOMED DI WONOGIRI

ANALISIS FAKTOR KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI KARET PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII JEMBER

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Hasil Jawaban Responden Atas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak. kerelaan nilai dalam membayar pajak sebagai berikut :

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN INTENSITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 10 KOTA JAMBI TAHUN AJARAN 2013/2014 ABSTRACT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

Budhi Darmakusuma. Analisis Pengaruh Waktu Dan Harga terhadap Keputusan Konsumen Dalam Berbelanja Online Melalui Media Kaskus

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Assosiatif kausal, penelitian

ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL PENGARUH PRAKERIN, PRESTASI BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS. Eddi Artanti Puji Lestari L.A

BAB III METODE PENELITIAN. angka-angka dan analisis menggunakan statistik. subjek dari mana data dapat diperoleh. 30

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA (EFFECT ON STUDENT MOTIVATION TO LEARN MATHEMATICS ACHIEVEMENT OF STUDENT)

Bab III METODELOGI PENELITIAN

Dwi Setyani Damayanti Dewi Sukriyah. Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP PGRI Sidoarjo Jalan Kemiri Sidoarjo

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah sebagai penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data yang diperlukan dari responden. Dalam upaya pengumpulan

BAB III METODE PENELITIAN. karena data diperoleh dari hasil pengamatan langsung di Bank Muamalat

BAB III METODE PENELITIAN. obyek penelitian adalah para pengguna software akuntansi pada perusahaanperusahaan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field Research), yaitu. menjadi fokus perhatian untuk diteliti.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu: Variabel Independen (Independent Variable)

PENGARUH HARGA, PROMOSI, KUALITAS DAN MODEL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE NOKIA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. populasi atau bagian populasi untuk mencari hubungan-hubungan yang. data yang pokok (Singarimbun dan Effendi, 1998).

BAB III METODE PENELITIAN. Restoran Adem Ayem dan Restoran Solo Bristo. Sampel dalam penelitian ini

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisis bagaimana pengaruh Pengetahuan, Objek Fisik Bank, pelayanan

PENGARUH KONSENTRASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 1

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, KOMPENSASI, MOTIVASI DAN TRAINING TERHADAP KINERJA PEGAWAI PLN CABANG SOLO

ANALISIS PENGARUH PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN TEMPAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN RESTORAN RICHEESE FACTORY CABANG DEPOK KELAPA DUA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.13.

BAB 3. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif atau

KONTRIBUSI KREATIVITAS SISWA DALAM PRAKTIK PEMESINAN DAN MOTIVASI KERJA SISWA TERHADAP KESIAPAN KERJA

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

PENGARUH FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN GALABO (GLADAK LANGEN BOGAN) SURAKARTA TAHUN 2013 NASKAH PUBLIKASI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2016 di Jakarta. Data-data

PENGARUH INTENSITAS PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Economic Education Analysis Journal

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi,

BAB III METODE PENELITIAN

NASKAH PUBLIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH (ZIS) MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT DI YOGYAKARTA

PENGARUH PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPS SISWA SMKN 1 MARTAPURA

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Kinerja Keuangan terhadap Alokasi Belanja Modal

PENGARUH GAYA BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI DITINJAU DARI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DAN FASILITAS

Bab III Metode Penelitian

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR (STUDI KORELASI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK)

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. dalam kelompok tersebut (Sugiyanto, 2008). Definisi operasional. yang diamati) sehingga menjadi variabel yang dapat diukur.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia periode penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. misalnya berupa laporan-laporan, buku-buku, jurnal penelitian yang berkaitan

Jurnal Siliwangi Vol. 3. No.1, 2017 ISSN Seri Pendidikan

BAB III METODE PENELITIAN. logika matematika dan membuat generalisasi atas rata-rata.

Edu Geography

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. jasa BMT SM NU Cabang Kesesi. a. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SLACK ANGGARAN PADA PT. BRI DI KOTA JAMBI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kabupaten Bengkalis. Jl. Simp. Rangau Km.3 Duri. Sedangkan waktu penelitian. Jenis data dalam penelitian ini berupa :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa STAIN Pekalongan

Transkripsi:

EEAJ 2 (1) (2013) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH MOTIVASI DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI MELALUI PENDIDIKAN Kustitik Prodi Pendidikan Ekonomi, Program Sarjana, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima Maret 2013 Disetujui April 2013 Dipublikasikan Mei 2013 Keywords: Investment Education; Socio-Economic Conditions; Motivation Abstrak Investasi melalui pendidikan merupakan sejumlah dana yang dikeluarkan untuk bersekolah oleh individu dengan harapan memperoleh pendapatan lebih tinggi dimasa yang akan datang. Permasalahan penelitian ini adalah apakah ada pengaruh motivasi siswa dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap SMK di Kabupaten Batang secara simultan dan parsial. Populasi penelitian 494 orang, siswa kelas XI SMK di Babupaten Batang dan diambil sampel 65 responden. Hasil deskripsi variabel penelitian menunjukkan variabel keputusan investasi melalui pendidikan, variabel motivasi siswa dan variabel kondisi sosial ekonomi orang tua dalam kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan tua berpengaruh terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang baik secara simultan maupun parsial. Abstract Investing through a fund education is spent on schooling by individuals in the hope of obtaining a higher income in the future. The problem of this study is whether there is influence student motivation and parental socio-economic conditions for investment decisions through education vocational students in Batang simultaneously and partially. The study population was 494 people, a class XI student of SMK in Kabupaten Batang and sampled 65 respondents. The description of the variables showed variable investment decisions through education, student motivation variables and variable socioeconomic conditions of parents in the high category. Hypothesis test results show student motivation and parental socioeconomic conditions affect investment decisions through education vocational students in Batang either simultaneously or partially. 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Kampus Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang E-mail: Ush_thiethie@yahoo.com ISSN 2252-6544 1

PENDAHULUAN Kustitik / Economic Education Analysis Journal 2 (1) (2013) Investasi non fisik atau lebih dikenal dengan investasi sumber daya manusia adalah sejumlah dana dan kesempatan yang dikeluarkan untuk memempuh pendidikan dengan harapan memperoleh tingkat penghasilan yang lebih tinggi dimasa yang akan datang (Simanjuntak, 1985 dalam Atmanti 2005). Pendidikan sebagai investasi dapat memberi manfaat moneter ataupun nonmoneter. Manfaat moneter atau manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan di bawahnya. Manfaat non-meneter dari pendidikan yaitu diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa tua dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan (Njotoprajitno, 2009). Secara umum terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Akan tetapi, fakta yang terjadi di Kabupaten Batang tidak demikian. Sebagian masyarakat di Kabupaten Batang terutama yang tinggal di pedesaan masih menganggap bahwa dengan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah akan membuang waktu dan menghabiskan biaya. Sedangkan jika langsung bekerja mereka akan mendapatkan penghasilan dan mengurangi beban orang tua. Hal ini dapat dilihat dari data jumlah siswa yang tercatat dalam data dinas pendidikan Kabupaten Batang, dimana jumlah murid sekolah dasar pada tahun 2007-2010 dibandingakan sekolah menengah tidak mencapai 50%. Padahal, di Indonesia kini ijazah lulusan sekolah dasar tidak dapat dipakai untuk mencari pekerjaan formal. Hal ini karena adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki kompetensi lebih untuk menjalankan dan mengkreasi tugas-tugas pekerjaan yang senantiasa berubah. Oleh karena itu, masyarakat perlu menambah jumlah pendidikan yang dimiliki agar bisa memenuhi 2 syarat minimal untuk mendaftar pekerjaan formal. Menurut pendapat Halim (2005) investasi yaitu penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Sedangkan investasi non fisik atau lebih dikenal dengan investasi sumber daya manusia yaitu sejumlah dana dan kesempatan yang dikeluarkan untuk memempuh pendidikan dengan harapan memperoleh tingkat penghasilan yang lebih tinggi dimasa yang akan datang (Simanjuntak, 1985 dalam Atmanti 2005). Oleh karena itu keputusan investasi melalui pendidikan yaitu pengambilan tindakan untuk membelanjakan atau menanamkan sejumlah dana yang dimiliki oleh individu untuk bersekolah dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih baik di masa yang akan datang, sehingga biaya yang telah ditanamkan dapat kembali melalui imbalan berupa pendapatan yang lebih tinggi. Setiap orang memiliki kondisi internal dimana kondisi internal tersebut turut berperan dalam aktivitas dirinya sehari-hari. Salah satu kondisi internal tersebut adalah motivasi (Uno, 2009). Uno mengatakan bahwa motivasi merupakan dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan dorongan dari dalam dirinya. Dengan demikian, maka pengambilan keputusan untuk berinvestasi melalui pendidikan yang dilakukan oleh siswa diperngaruhi oleh motivasi yang ada pada diri siswa karena dengan adanya motivsi inilah siswa akan tergerak untuk mengambil keputusan investasi melalui pendidikan dan berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan invetasi yang diharapkan. Hal lain yang dapat mempengaruhi siswa dalam pengambilan keputusan investasi melalui pendidikan yaitu kondisi sosial ekonomi orang tua. Hal ini berangkat dari pendapat yang dikemukakan oleh Halim (2005) dimana dalam mengambil keputusan investasi terdapat tiga faktor yang paling dipertimbangkan yaitu: tingkat pengembalian yang diharapkan

(expected rate of return), tingkat risiko, dan ketersediaan jumlah dana yang akan diinvestasikan. Dari ketiga faktor tersebut yang paling berpengaruh yaitu ketersediaan jumlah dana, dimana jika seseorang tidak mempunyai dana yang cukup untuk berinvestasi maka keputusan investasi tidak dapat diambil. Untuk itu, karena siswa belum mempunyai penghasilan maka dana yang digunakan untuk berinvestasi menjadi tanggungan orang tua, sehingga dalam pengambilan keputusan investasi dipengaruhi oleh kondisi keuangan atau ekonomi orang tua. Namun, kondisi ekonomi saja tidak bisa membuat orang tua dengan serta merta mendukung keputusan investasi yang akan diambil oleh anak. Orang tua sebagai anggota masyarakat hidup dalam masyarakat dengan kondisi sosial tertentu, dimana kondisi sosial tersebut dapat berpengaruh pada pola pikir atapun perilaku anggotanya. Berdasarkan uraian diatas maka masalah yang muncul dalam penelitian ini yaitu: (1) apakah ada pengaruh motivasi siswa dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap SMK di Kabupaten Batang, (2) apakah ada pengaruh motivasi siswa terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang dan (3) apakah ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap SMK di Kabupaten Batang. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh tua terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang, (2) untuk mengetahui apakah ada pengaruh motivasi siswa terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang dan (3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang. 3 Adapun hipotesis dalam penelitian ini yaitu: H1 = Ada pengaruh motivasi siswa dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap SMK di Kabupaten Batang. H2 = Ada pengaruh motivasi siswa terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang. H3 = Ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Batang, SMK PGRI Batang, dan SMK Muhammadiyah Batang yang masuk dalam program keahlian akuntansi, administrasi perkantoran, pemasaran dan perbankan Syari ah dengan jumlah siswa sebanyak 494 orang. Berdasarkan pengamatan peneliti tentang karakteristik dari responden, diketahui bahwa populasi bersifat homogen, ditunjukkan dengan kesamaan belajar pada bidang bisnis dan manajeman dan kesamaan pendidikan di SMK. Oleh karena itu, peneliti mengambil sampel sebesar 13% dari populasi, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 responden. Pengambilan sampel ini sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto (2002) yaitu Apabila jumlah subyek penelitiannya besar dapat diambil antara 10 15% atau 20 25% atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan probabilitas sampling dengan teknik klaster. Pembagian kelas pada penelitian ini yaitu berdasarkan jurusan sehingga diperoleh lima kelas, meliputi: akuntansi, administrasi perkantoran, pemasaran dan perbankan syari ah. Prosedur pengambilan sampel yaitu siswa dikelompokkan berdasarkan jurusan dan kemudian kelompokkan lagi per sekolah, setelah itu diambil sampel secara acak, hal ini dimaksudkan agar setiap jurusan di setiap

sekolah mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi responden. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 jenis variabel, yaitu variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini yaitu Keputusan Investasi Melalui Pendidikan. Sedangkan variabel bebasnya yaitu : Motivasi Siswa (X1) dan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua (X2). Adapun Indikator yang dipakai dalam mengukur variabel keputusan investasi melalui pendidikan ini yaitu: pendidikan sebagai investasi, manfaat pendidikan, biaya pendidikan, harapan penghasilan dan pengembalian pendidikan. Indikator variabel motivasi berinvestasi melalui pendidikan yaitu: suka bekerja keras, ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa), sosialisasi dalam kelompok, berorientasi pada masa depan dan adanya lingkungan sosial yang mendukung. Indikator variabel kondisi sosial ekonomi orang tua yaitu: hubungan dengan masyarakat, hubungan antar anggota keluarga, kepedulian terhadap pendidikan anak, tingkat pendapatan, dan penyediaan fasilitas guna menunjang pendidikan anak. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuesioner). Metode ini digunakan untuk mencari informasi tentang keputusan investasi melalui pendidikan, tua dengan siswa yang menjadi responden. Jenis kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner tertutup dimana kuesioner sudah disediakan alternatif jawaban sehingga responden tinggal memilih. Instrumen penelitian ini berupa daftar pertanyaaan sejumlah 75 butir dengan empat alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, kurang setuju dan tidak setuju. Instrumen di analisis dengan menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Berdasarkan uji validitas diperoleh 63 butir pertanyaan yang valid dan reliabel. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji regresi berganda. Analisis deskriptif persentase digunakan untuk mendeskripsikan persentase masing-masing variabel bebas yaitu variabel 4 tua. Pengukuran pada variabel yang diungkap dilakukan dengan memberikan skor dari jawaban angket yang diisi oleh responden. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis data adalah sebagai berikut: 1. Mengumpulkan angket dan memeriksa kelengkapannya. 2. Mengubah skor kualitatif menjadi skor kuantitatif. 3. Membuat tabulasi data. 4. Memasukkan data kedalam rumus deskriptif presentase. 5. Hasil perhitungan yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan tabel kategori. Uji regresi berganda dalam penelitian ini terdiri dari empat aspek yaitu uji prasyarat analisis regresi, model regresi linier berganda, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji prasyarat analisis regresi meliputi uji normalitas dan uji linieritas. Model regresi digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dalam penelitian ini model regresi linier berganda digunakan untuk membuat model matematis yang menunjukkan pengaruh variabel motivasi siswa (X1) dan kondisi ekonomi orang tua (X2) terhadap keputusan investasi melalui pendidikan (Y) siswa SMK di Kabupaten Batang. Berikut adalah bentuk model regresi berganda dua variabel yang digunakan: Uji asumsi klasik yang digunakan yaitu: uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis meliputi uji simultan dan parsial. Uji silmultan dianalisis dengan menggunakan uji F, sedangkan uji parsial dianalisis dengan menggunakan uji t. Adapun kaidah keputusannnya yaitu apabila hasil perhitungan diperoleh nilai probabilitas atau sig-nya < 0,05 (taraf signifikansi 5%) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Selanjutnya, apabila hasil perhitungan diperoleh nilai probabilitas atau sig-nya > 0,05 (taraf signifikansi 5%) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Pada penelitian ini uji F dan uji t

dilakukan dengan bantuan program SPSS for windows release 16.00. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil deskriptif variabel keputusan investasi melalui pendidikan menunjukkan bahwa indikator dari keputusan investasi melalui pendidikan sudah optimal. Hal ini ditandai dengan siswa telah memahami bahwa pendidikan di SMK yang sedang ditempuhnya merupakan sebuah investasi, siswa telah memahami manfaat dari kegiatan investasi melalui pendidikan di SMK, pemahaman siswa akan biaya pendidikan yang baik, komitmen yang tinggi dari siswa untuk untuk bekerja agar memperoleh penghasilan yang lebih baik, dan keyakinan siswa yang tinggi akan kembalinya biaya investasi yang dikeluarkan selama bersekolah dengan penghasilan yang diperoleh setelah bekerja. Hasil analisis deskriptif variabel motivasi siswa menunjukkan bahwa indikator dari variabel motivasi siswa dalam kategori tinggi. Hal ini ditandai dengan tingginya karakter kerja keras yang dimiliki siswa dalam menempuh pendidikan yang sedang dilakukan, tingginya karakter ulet dalam menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) dari siswa dalam menghadapi permasalahan dan tugas-tugas sekolah, hubungan sosial siswa dengan teman-temannya yang telah terjain dengan baik, diorientasikannya hal-hal yang dilakukan siswa pada masa depan siswa serta tingginya dukungan dari lingkungan sosial siswa dalam membantu meningkatkan motivasi siswa terutama dukungan yang berasal dari orang tua siswa. Hasil analisis deskriptif variabel kondisi sosial ekonomi orang tua menunjukkan indikator dari variabel kondisi sosial ekonomi orang tua dalam kategori tinggi. Hal ini ditandai dengan tingginya stastus sosial orang tua siswa dinilai dari hubungan orang tua siswa dengan masyarakat, tingginya hubungan antar anggota keluarga, tingginya kepedulian orang tua siswa terhadap pendidikan, dan tingginya tingkat pendapatan orang tua. Pada variabel kondisi 5 sosial ekonomi orang tua masih ada kelemahan pada indikator penyediaan fasilitas guna menunjang pendidikan anak hal ini menunjukkan bahwa orang tua siswa kemampuan ekonominya masih rendah. Uji prasyarat regresi menggunakan uji normalitas dan linieritas. Uji normalitas data pada penelitian ini menggunakan analisis menggunakan rasio skweness dengan nilai - 1,680 dan rasio kurtosis dengan nilai -0,097. Berdasarkan nilai rasio skewness dan rasio kurtosis yang diperoleh berada antara -2 hingga +2, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah normal. Uji linearitas dalam penelitian ini menggunakan uji lagrange multiplier. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai sebesar 0,571 dengan jumlah n observasi atau responden 65, maka besarnya nilai hitung adalah 65x0,571 = 37,115. Nilai tabel dengan df = 60 dan tingkat signifikansi 0,05 didapat nilai tabel 79,082. Oleh karena nilai hitung lebih kecil dari tabel maka dapat disimpulkan bahwa model yang dipakai adalah linier. Model regresi linier berganda digunakan untuk membuat model matematis yang menunjukkan pengaruh variabel motivasi siswa (X1) dan kondisi ekonomi orang tua (X2) terhadap keputusan investasi melalui pendidikan (Y) siswa SMK di Kabupaten Batang. Berdasakan hasil perhitungan maka model regresi berganda pada penelitian ini adalah. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: uji multikolinieritas dan uji heterokedastisitas. Uji multikolinieritas dianalisis dengan melihat nilai tolerance : 0.567 dan 0.567 dengan nilai VIF : 1.763 dan 1.763. Dari nilai tersebut diketahui bahwa besarnya tolerance untuk masing-masing variabel kurang dari 1 dan besarnya nilai VIF masing-masing variabel kurang dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada model regresi yang dipakai. Uji heterokedastisitas di analisis dengan melihat grafik scatterplots. Dari grafik scatterplots pada di atas terlihat titik-titik menyebar secara acak baik diatas maupun di bawah angka 0 pada

sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Berdasarkan pengujian asumsi klasik, menunjukkan bahwa model regresi tidak terjadi penyimpangan asumsi klasik sehingga dapat dikatakan bahwa model regresi yang dipakai sudah BLUE (best linear unbiased estimator) sehingga model tersebut dapat digunakan untuk memprediksi dalam penelitian ini. Uji hipotesis penelitian ini meliputi uji simultan dan parsial. Uji simultan diperoleh nilai sig (probabilitas) 0,000. Karena nilai probabilitas lebih kecil dari taraf sigifikansi sebesar 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga H1 yang menyatakan ada pengaruh tua terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang diterima. Besarnya pengaruh variabel bebasnya dianalisis dengan melihat nilai adjusted R square. Nilai adjusted R square sebesar 0,557 artinya bahwa 55,7% variabel keputusan investasi melalui pendidikan mampu dijelaskan oleh variabel motivasi siswa dan kondisi sosial ekonomi orang tua, sementara 44,3% variabel keputusan investasi melalui pendidikan dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian. Uji parsial X1 diperoleh nilai probabilitas 0,000, karena probabilitas yang diperoleh kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga H2 yang menyatakan ada pengaruh motivasi siswa terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang diterima. Uji parsial X2 diperoleh nilai probabilitas 0,006, karena probabilitas yang diperoleh kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga H2 yang menyatakan bahwa ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap keputusan investasi melalui pendidikan siswa SMK di Kabupaten Batang diterima. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi siswa dan kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap SMK Batang baik secara simultan maupun parsial. Peneliti mengucapakan terima kasih kepada Kepala SMK Negeri 1 Batang, SMK PGRI Batang, dan SMK Muhammadiyah Batang yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut dan Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang telah membimbing dalam penyusunan jurnal ilmiah ini. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rieneke Cipta Atmanti, Hastati Dwi. 2005. Investasi Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan. Dalam Jurnal Dinamika Pembangunan. 2 (1): 30-39 Njotoprajitno, Rosemarie Sutjiati. 2009. Analisis Nilai Ekonomi Pendidikan Tinggi di Fakultas Teknologi Informasi UK.Maranatha. Dalam Jurnal Sistem Informasi. 4 ( 2): 131-139 Fattah, Nanang. 2002. Ekonomi dan Penbiayaan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Gunawan, Ary H. 2000. Sosiologi Pendidikan : Suatu Analisis Sosiologi Tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat. Soekanto, Soejono. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Uno, Hamzah B. 2009. Teori Motivasi dan Pengukurannya: analisis di bidang pendidikan. Ed.1. Cet.5. Jakarta: Bumi Aksara 6