Oleh : Fuji Rahayu W ( )

dokumen-dokumen yang mirip
REGRESI BEDA DAN REGRESI RIDGE Ria Dhea Layla N.K 1, Febti Eka P. 2 1)

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. statistik Kolmogorov- Smirnov (uji K-S). Dasar untuk pengambilan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut merupakan Statistik Deskriptif variabel dependen dan variabel. Tabel 4.1

BAB IV HASIL PENELITIAN. bawah ini. Untuk membantu penulis dalam melakukan perhitungan yang cermat

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dengan rasio aktivitas, kita dapat mengetahui tingkat persediaan,

REGRESI LINEAR SEDERHANA

Analisis Regresi: Regresi Linear Berganda

BAB III METODE PENELITIAN. dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Unit. tercatat di BEI pada tahun

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Suku Bunga, Inflasi dan Kurs terhadap Perkembangan Harga Saham PT. Telkom Tbk Menggunakan Analisis Regresi

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

STK 511 Analisis statistika. Materi 7 Analisis Korelasi dan Regresi

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Materi Kuliah Metode Penelitian. Uji Asumsi

BAB III DESAIN PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang terdaftar dalam LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

Hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa ketiga sampel atau variabel tersebut adalah distribusi normal.

REGRESI LINIER GANDA. Fitriani Agustina, Math, UPI

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Likuiditas Terhadap

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

BAB III METODE PENELITIAN. teknik purposive sample. Dengan kriteria kriteria sebagai berikut : melaporkan keuangan di BEI periode

BAB 4 PEMBAHASAN. Penelitian ini menguji pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang baik

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Dari data-data sekunder berupa laporan keuangan yang telah diperoleh, maka

Ringkasan Mata Kuliah EKONOMETRIKA Semester 4 Universitas Swadaya Gunung Jati

BAB III LANDASAN TEORI

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi,

III. METODOLOGI PENELITIAN

sebuah penelitian tentang: pengaruh laba akuntansi, arus kas opera- sional, ukuran perusahaan, tingkat pertum- buhan perusahaan terhadap harga saham

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

Analisis Regresi 2. Multikolinier & penanganannya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Analisis Regresi 1. Pokok Bahasan Pengujian pada Regresi Ganda

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

Biaya operasional terendah adalah dialami oleh PT. Centrin Online Tbk (CENT), dan tertinggi di alami oleh Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI

BAB III METODE PENELITIAN. mengungkapkan laporan keuangan (annual report) kepada publik periode 2013

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini di lakukan dikantor Dinas Pendapatan Pengelolaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. independen dari listrik adalah satuan kilowatt (kwh), untuk minyak adalah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. laporan keuangan perusahaan yang didapat dari Annual Report perusahaan

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Pajak Daerah,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisis data, penulis menggunakan alat bantu komputer seperti paket

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. B. Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi. manufaktur. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, ada

BAB III METODE PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia (BEI). S edangkan waktu yang digunakan dalam melakukan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing

Analisis Regresi Linier Berganda Untuk Mengetahui Hubungan Antara Beberapa Aktifitas Promosi dengan Penjualan Produk

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB III METODE PENELITIAN. metode analisis data serta pengujian hipotesis.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data

BAB IV HASIL PENELITIAN. telah di publikasikan melalui website Bank Panin Syariah

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Indonesia (BEI) yang bergerak dalam bidang pertambangan. Perusahaan yang terdaftar

Analisis Regresi 2. Multikolinier & penanganannya

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Balam Jaya Di Desa Balam Merah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Nasir (2003:54) Metode deskriptif yaitu pencarian fakta dengan interprestasi

BAB III METODE PENELITIAN. populasi disebut parameter populasi dan ukuran-ukuran pada sampel disebut. sampel merupakan bagian dari populasi.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

Oleh : Fuji Rahayu W (1208 100 043) JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012

Indonesia sebagai negara maritim Penduduk Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan Metode regresi utk memodelkan jumlah produksi ikan laut di Jatim Meningkatkan jumlah produksi ikan laut melalui pemilihan variabel kendali yang tepat

Rumusan Masalah 1. Bagaimana bentuk persamaan model regresi untuk jumlah penangkapan ikan laut di Provinsi Jawa Timur. 2. Bagaimana model regresi yang terbentuk dari variabel bebas terhadap variabel respon.

Batasan massalah dalam Tugas Akhir ini adalah : 1. Variabel responnya adalah jumlah penangkapan ikan di perairan laut (Y) dan variabel bebasnya adalah jumlah nelayan (X1), jumlah motor boat penangkap ikan (X2), jumlah alat penangkapan ikan (X3) dan jumlah PDRB nelayan (X4). 2. Data stastistik yang diambil adalah data tahunan tentang perikanan di Provinsi Jawa Timur dari tahun 1980-2010 berdasarkan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. 4. Metode yang digunakan adalah Regresi Linier Bertatar Langkah Mundur. 3. Selang kepercayaan yang digunakan adalah 95 %.

Tujuan Penelitian 1. Menentukan model regresi untuk jumlah penangkapan ikan laut di Provinsi Jawa Timur. 2. Menentukan besarnya sumbangan variabel bebas secara keseluruhan terhadap variabel respon dari model regresi yang didapat.

Manfaat yang diharapkan pada tugas akhir ini adalah untuk memberikan informasi mengenai seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap jumlah penangkapan ikan laut di Provinsi Jawa Timur yang diharapkan mempunyai prospek hasil penangkapan ikan yang lebih bagus kedepannya.

2.1 Analisis Regresi Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih. Dalam analisis regresi, dikenal dua jenis variabel yaitu variabel respon yaitu variabel yang keberadaannya dipengaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan Y dan variabel bebas yaitu variabel yang bebas yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan X. 2.2 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda (Multiple Linier Regression) ialah suatu alat analisis dalam ilmu statistik yang berguna untuk mengukur hubungan matematis antara lebih dari dua peubah. Regresi linear berganda juga merupakan regresi dimana variabel terikatnya (Y) dihubungkan atau dijelaskan lebih dari satu variabel, mungkin dua, tiga dan seterusnya variabel bebas. Bentuk umum dari persamaan regresi linier berganda dapat ditulis sebagai berikut: Y = 0 + 1 X 1i + 2 X 2i +.. + k X ki + i ; i = 1,2,, n dengan : Y β 0, β 1...β k X 1i, X 2i.. X ki εi k : variabel respon : parameter regresi : variabel bebas : error : banyaknya parameter

2.3 Regresi Bertatar Metode regresi bertatar umumnya dipakai sebagai pemilihan model terbaik apabila antar variabel bebasnya mengalami multikolinieritas karena dengan metode bertatar ini dapat menghilangkan variabel yang mempunyai multikolinieritas tinggi. Metode begresi bertatar langkah mundur (backward selection) mencoba memeriksa hanya regresi terbaik yang mengandung sejumlah tertentu peubah peramal. Metode ini bekerja dengan mengeluarkan satu per satu variabel bebas yang tidak signifikan dan dilakukan terus menerus sampai tidak ada variabel bebas yang tidak signifikan, langkah-langkah metode backward adalah sebagai berikut : 1. Menghitung persamaan regresi yang mengandung semua peubah peramal. 2. Menghitung nilai F-parsial untuk setiap peubah peramal. 3. Membandingkan nilai F-parsial terendah, misalnya F L, dengan nilai F bertaraf nyata tertentu dari tabel, misalnya F 0. a. Jika F L < F 0, buang peubah Z L yang menghasilkan F L dari persamaan regresi, kemudian hitung kembali persamaan regresi tanpa menyertakan peubah tersebut; kembali ke langkah (2). b. Jika F L > F 0, ambillah persamaan regresi tersebut.

2.4 Pengujian Parameter Regresi 1. Uji serentak Uji serentak bertujuan untuk menguji apakah antara variabel-variabel bebas X dan terikat Y benar-benar terdapat hubungan linier (linear relation). Hipotesa : H 0 : β i = 0, dimana i = 1,2,3,4,...k H 1 : ada i dimana β i 0, dimana i = 1,2,3,4,...k Statistik Uji : F F hitung hitung MSR SSReg/k MSR SSReg/k MSE SSRes/(n k 1) MSE SSRes/(n k 1) Kriteria Pengujian : Tolak Ho jika F hitung > F Tabel (α, p, n- p-1 ). 2. Uji Individu Dalam pengujian ini ingin diketahui apakah jika secara terpisah, suatu variabel X masih memberikan kontribusi secara signifikan terhadap variabel terikat Y. Hipotesa : H 0 : βi = 0 H 1 : βi 0 Statistik Uji : ˆ j bj thitung s. e( ˆ ) s( bj ) j jika t hitung > t tabel (n-p), maka tolak H 0

2.5 Uji Asumsi Residual Karena model regresi yang dibentuk didasarkan dengan meminimumkan jumlah kuadrat error, maka residual (sisaan) yang dalam hal ini dianggap sebagai suatu kesalahan dari pengukuran harus memenuhi beberapa asumsi, diantarannya : Identik : memiliki varian yang konstan Bebas (saling bebas) : tidak ada autokorelasi antar residual Berdistribusi Normal a 1. Uji Identik (Heteroscedasticitas) Hipotesa : Statustik uji : Kriteria pengujian: Apabila nilai F hitung < F Tabel, maka H 0 diterima atau residual tidak terdapat heterokedastisitas. i 0 1X1 2X 2... nx n

2. Uji Asumsi Independen Hipotesa : Statistik uji Durbin-Watson : d n e e t t n t 2 et t 1 2 1 2 Kriteria pengujian : Ho: tak ada otokorelasi positif Bila: d < dl : tolak Ho, d >du : terima Ho, dl d du : tak dapat disimpulkan Ho: tak ada otokorelasi positif dan negatif Bila: d < dl atau d > 4- dl : tolak Ho, du<d<4-du : terima Ho, dl d du atau4-du d 4-dL : tak dapat disimpulkan Ho: tak ada otokorelasi negatif Bila: d >4 - dl : tolak Ho, d<4-du : terima Ho, 4-dU d 4-dL : tak dapat disimpulkan

3. Uji Asumsi Distribusi Normal Uji asumsi distribusi normal adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya. 4. Uji Multikolinieritas Multikolinearitas merupakan korelasi atau hubungan yang kuat diantara variabelvariabel bebas dalam persamaan regresi linear berganda. Multikolinearitas terjadi jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih besar dari 10.

Metodologi Penelitian Pengumpulan Data Metode penelitian Penarikan kesimpulan Penyusunan laporan Dalam Tugas Akhir ini, data di ambil dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Data stastistik yang diambil adalah data tahunan tentang perikanan di Provinsi Jawa Timur dari tahun 1980-2010. Langkah1: Memeriksa asumsi Langkah 2: Mengolah data dengan bantuan Minitab 15 Langkah 3: Menafsirkan output Langkah4:Mengembangkan persamaan model

Analisis dan Pembahasan 4.1 Analisis Regresi Dengan menggunakan program aplikasi MINITAB diperoleh hasil output komputer sebagai berikut: Tabel 4.1 Hasil Printout Analisis Regresi Y terhadap X 1, X 2, X 3, X 4 The regression equation is Y = 168109 + 0,554 X1-2,4 X2-4,68 X3 + 0,0137 X4 Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant 168109 118997 1,41 0,170 X1 0,5539 0,5890 0,94 0,356 2,829 X2-2,42 10,58-0,23 0,821 18,364 X3-4,678 3,040-1,54 0,136 2,139 X4 0,01365 0,01092 1,25 0,222 21,074 S = 60074,9 R-Sq = 70,6% R-Sq(adj) = 66,1% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression 4 2,25770E+11 56442424985 15,64 0,000 Residual Error 26 93833719809 3608989223 Total 30 3,19603E+11 Durbin-Watson statistic = 1,48237

Dari hasil pengolahan data minitab pada Tabel 4.1 diperoleh suatu model parameter regresi dengan metode kuadrat terkecil dan persamaan regresinya sebagai berikut: Y i = 168109 + 0,554X 1i - 2,4X 2i - 4,68X 3i + 0,0137X 4i + ε i Setelah dilakukan pengujian parameter untuk uji serentak, didapat bahwa = 15,6393 > F tabel (5%,4,26) = 2,74 atau nilai p-value = 0.000 < = 0.05. Yang berarti secara statistik signifikan, maka H 0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh variabel X 1, X 2, X 3 dan X 4 terhadap variabel Y. Sedangkan untuk uji individu didapat berdasarkan hasil output diperoleh bahwa koefisien regresi dari masing-masing X 1, X 2, X 3, dan X 4 tidak signifikan karena nilai t hitung dari masingmasing koefisiennya lebih kecil daripada t tabel, sehingga H o diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel X 1, X 2, X 3, dan X 4 yang bersesuaian dengan parameter regresi secara individual tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap model.

3.2 Uji Asumsi Residual a. Uji Identik (Heteroscedasticitas). Dari hasil pengolahan diperoleh F hitung = 3,25 > F tabel (5%,4,26) ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi heteroskedastisitas. = 2,74, dengan demikian H o b. Independen (Autokorelasi) Secara umum, pengujian autokorelasi dapat menggunakan plot ACF seperti pada Gambar 1. Jika tidak ada lag yang keluar dari garis merah, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antar variabelnya. c.uji Normalitas Hasil minitab pada Gambar 2 menggunakan test Kolmogorov Smirnov menunjukkan p- value < 0,150 maka H 0 ditolak, jadi residual tidak memenuhi asumsi normal. d. Multikolinearitas Dari hasil Analisis multikolinearitas menggunakan minitab pada Tabel 1 ditemukan nilai VIF yang lebih besar dari 10 yaitu variabel X 2 dan X 4 sehingga diduga ada multikolinearitas antar variabel bebas tersebut.

Gambar 1. Plot ACF residual 1 Gambar 2. Uji Normalits residual 1

3.3 Perbaikan Model Dari model yang didapat sebelumnya, masih terdapat heterokedastisitas dan multikolenieritas serta residualnya belum berdistribusi normal. Oleh karena itu, antar variabel bebasnya perlu diadakan tinjauan ulang terhadap model tersebut dengan melakukan transformasi terhadap semua variabelnya, yaitu variabel Y, X 1, X 2, X 3 dan X 4 dengan menggunakan transformasi Box-Cox.. Untuk selanjutnya, semua variabel yang sudah ditransformasi diberi lambang Y*, X 1 *, X 2 *, X 3 * dan X 4*. dengan : Y* mempunyai nilai X 1 * mempunyai nilai (X 1 ) 2 X 2 * mempunyai nilai In X 2 X 3 * mempunyai nilai In X 3 X 4 * mempunyai nilai (X 4 ) 0,18

Setelah dilakukan transformasi dengan menggunakan Box-Cox didapat persamaan regresinya, yaitu : Y* = 11,1-0,000000 X 1 * - 0,339 X 2 * - 0,199 X 3 * - 0,209 X 4 * Selajutnya dari hasil transformasi semua variabelnya dilakukan analisis regresi dengan metode bertatar seleksi langkah mundur untuk mengatasi kasus multikolinieritas dan uji asumsi normalnya. Secara umum, pengolahan metode analisis regresi seleksi bertatar langkah mundur dapat dilihat pada Tabel 2. Dari pengolahan tersebut didapat persamaan model regresinya adalah sebagai berikut : Y i * = 8,40-0,330 X 4i * + ε i

Tabel 2 Hasil Printout Analisis Regresi Metode Seleksi bertatar Langkah Mundur Backward elimination. Alpha-to-Remove: 0,05 Response is Y* on 4 predictors, with N = 31 Step 1 2 3 4 Constant 11,120 10,978 8,907 8,397 X1* -0,00000 T-Value -0,18 P-Value 0,859 X2* -0,34-0,35-0,28 T-Value -1,02-1,09-1,02 P-Value 0,316 0,286 0,318 X3* -0,20-0,19 T-Value -0,46-0,44 P-Value 0,650 0,661 X4* -0,209-0,211-0,220-0,330 T-Value -1,77-1,83-1,96-11,51 P-Value 0,089 0,078 0,060 0,000 S 0,680 0,668 0,658 0,658 R-Sq 82,84 82,82 82,69 82,05 R-Sq(adj) 80,20 80,91 81,46 81,43 Mallows Cp 5,0 3,0 1,2 0,2

Setelah dilakukan semua asumsi uji residual ternyata masih ada autokorlasi. Untuk mengatasi autokorelasi tersebut, maka dilakukan lag satu kali pada variabel Y*. Kemudian, variabel Y* yang sudah mengalami lag tersebut dimasukkan sebagai variabel bebasnya. Yang diregresikan dengan X 4 * dengan variabel responya adalah Y* seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil printout Analisis Regresi Yi* dengan variabel X 4* dan Y i-1 The regression equation is Y* = 5,55-0,228 X4* + 0,371 Y* (i-1) 30 cases used, 1 cases contain missing values Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant 5,553 1,321 4,20 0,000 X4* -0,22760 0,05703-3,99 0,000 4,373 Y* (i-1) 0,3712 0,1581 2,35 0,026 4,373 S = 0,594065 R-Sq = 86,0% R-Sq(adj) = 85,0%

adalah : Karena semua asumsi residual terpenuhi, maka model yang digunakan Y i * = 5,55-0,228 X 4i * + 0,371 Y i-1 * dengan : Y i * adalah X 4i * adalah (X 4i ) 0,18

Untuk selanjutnya, akan dibahas kasus multikolinieritas. Pada pembahasan sebelumnya, ditemukan adanya kasus multikolinieritas antara variabel X 2 * dan X 4 * sebelum dilakukan proses seleksi bertatar. Multikolinearitas ditandai dengan tingginya nilai koefisien determinasi R 2 jika antar variabel tersebut di regresikan. Hasil pengolahan minitab antara variabel X 2 * dan X 4 * dapat dilihat pada Tabel 4.15. Dapat dilihat pada Tabel 4.15 tersebut bahwa R 2 yang didapat sangat besar yaitu 93,5 %. Sekarang akan dicoba memasukkan variabel X 2 * dalam model yang dapat dilihat pada Tabel 4.16. Dari pengolahan minitab didapat persamaan model regresinya adalah sebagai berikut : Y* = 5,88-0,502 X 2 * + 0,430 Y* (i-i) + ε i (5) dengan : Y i * adalah X 2 * mempunyai nilai In X 2

Selanjutnya dari persamaan (5) juga akan dilakukan uji asumsi residual untuk melihat apakah model tersebut benar-benar signifikan atau tidak. Jika model tersebut memenuhi semua asumsi residualnya, tidak menutup kemungkinan model tersebut juga bisa dipakai. Tabel 4.15 Hasil Analisis Regresi variabel X 4 * terhadap X 2 * The regression equation is X2* = 1,83 + 0,396 X4* Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant 1,8331 0,2519 7,28 0,000 X4* 0,39632 0,01942 20,41 0,000 1,000 S = 0,445915 R-Sq = 93,5% R-Sq(adj) = 93,3% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression 1 82,823 82,823 416,53 0,000 Residual Error 29 5,766 0,199 Total 30 88,590

Uji Asumsi Residual a. Uji Identik (Heteroscedasticitas). Dari hasil pengolahan diperoleh F hitung = 2,08 < F tabel (5%,2,28) = 3,34, dengan demikian H o diterima, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. b. Independen (Autokorelasi) Secara umum, pengujian autokorelasi dapat menggunakan plot ACF seperti pada Gambar 4.18. Jika tidak ada lag yang keluar dari garis merah, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antar variabelnya. c.uji Normalitas Hasil minitab pada Gambar 4.19 menggunakan test Kolmogorov Smirnov menunjukkan p- value < 0, 05 maka H 0 diterima, jadi residual memenuhi asumsi normal. d. Multikolinearitas Dari hasil Analisis multikolinearitas menggunakan minitab pada Tabel 4.16 ditemukan nilai VIF yang kurang dari dari 10 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas.

IV. PENUTUP Dari hasil analisa model yang terbentuk, didapatkan kesimpulan sebagai berikut : Model terbaik penangkapan ikan laut di Provinsi Jawa Timur tahun 1980-2010 setelah dilakukan pemilihan model terbaik berdasarkan kriteria yang ada dengan metode regresi linier bertatar langkah mundur adalah sebagai berikut : dengan : Y* = 5,88-0,502 X 2 * + 0,430 Y* (i-i) + ε i Y i * adalah X 2 * mempunyai nilai In X 2 Besar sumbangan variabel bebasn terhadap variabel responnya adalah 85,2%.