E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

dokumen-dokumen yang mirip
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA POSTER UNTUK MENGENALKAN PAKAIAN DAERAH BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB AL HIDAYAH PADANG

EFEKTIFITAS MEDIA RUMAH BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL NILAI TEMPAT BILANGAN BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini sering dijumpai siswa sekolah dasar yang mempunyai kecerdasan

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan adalah pretest-posttest with Nonequevalent Control Grup. Kelompok Pretes Perlakuan Postes.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIB SDN Inpres Dodung Pada Materi Luas Permukaan Bangun Ruang Melalui Penggunaan Media Peraga

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hitung penjumlahan siswa tunagrahita ringan. Peningkatan kemampuan operasi

Nurul Dwi Yuliana* Yudi Budianti ABSTRAK

III. METODE PENELITIAN. oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis,

BAB III METODE PENELITIAN

ARTIKEL ILMIAH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN. 76/1 SUNGAI BULUH SKRIPSI OLEH ERLINA BR MANURUNG A1D109119

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIFITAS GAME EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAJAN BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR DI MIN KOTO LUAR, KECAMATAN PAUH

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. memenuhi persyaratan validitas isi dan memiliki harga koefisien reliabilitas

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN MEDIA KOLASE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP 18 BANDA ACEH

ISSN: Anita Rahmawati

III METODE PENELITIAN

Prosiding Pendidikan Agama Islam ISSN:

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penetitian. 2 Berdasarkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asep Zuhairi Saputra, 2014

MEDIA BENDA NYATA UNTUK PENYELESAIAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA DISKALKULIA

MENINGKATKAN MOTIVASI MEMBACA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KESULITAN BELAJAR

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Akuntansi SMK YPKK 1 Sleman Tahun Ajaran 2011/2012, dengan r x1y

PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA TUNARUNGU KELAS IV MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS II SDN BANTARGEBANG II KOTA BEKASI

EFEKTIFITAS METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA ANAK TUNARUNGU

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental-Semu ( quasi

Indah Nursuprianah, Aan Ani

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan,

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT-ALAT UKUR DI SMK NEGERI 4 PURWOREJO

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS DALAM BENTUK PILIHAN GANDA DAN ESSAY TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs NEGERI MODEL MAKASSAR

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS PADA MINAT BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 13 POASIA KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI

Hubungan Antara Pemberian Motivasi Belajar Dari Orangtua Dengan Prestasi Belajar IPS/ Sejarah Bagi Peserta Didik

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENDAPAT GURU PAMONG TENTANG KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR PRAKTIKAN PPL PRODI PENDIDIKAN TATA BOGA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP N 10 PADANG JURNAL

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, setiap manusia

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA GAMBAR MATEMATIKA BERBASIS REALISTIK UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

Oleh Mike Akta Buana. Absatrak. Kata Kunci : Keaktifan dan Hasil Belajar, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI JUNI, 2014

Kata Kunci : media pembelajaran, media Batang Napier, hasil belajar. Pendahuluan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18

HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 18 BANDA ACEH. Zainidar Aslianda, Israwati, Nurhaidah

Skripsi. Oleh NURFITRIYANA NIM Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 142/1 SENGKATI KECIL. Oleh: SUHADA NIM A1D109190

MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL TUTORIAL UNTUK PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK

demikian F hitung > F tabel, artinya secara bersama-sama cara belajar dan Kompetensi Melakukan Prosedur Administrasi Siswa Kelas X Program

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. 1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kerja sama siswa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dan hasil pengembangan yang telah di bahas pada bab sebelumnya, penelitian

PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGGUNAKAN ALAT UKUR BERSKALA DI SMK

PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA YANG TIDAK MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK DENGAN YANG MENGGUNAKAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

BAB II KAJIAN TEORI. A. Kerangka Teoretis. 1. Hasil Belajar. a. Pengertian Hasil Belajar

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL MELALUI MEDIA HURUF KERTAS AMPELAS BAGI ANAK DWON SYNDROME DI SLB SABILUNA PARIAMAN

Penggunaan Media Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Penjumlahan pada Anak Tunagrahita Ringan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa: faktor eksternal siswa yang sebesar 44,75%. Gedung di SMK N 1 Seyegan.

PENGARUH MEDIA ALBUM FOTO KENANGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGANALISA RANGKAIAN LISTRIK DENGAN METODE PROBLEM SOLVING DI SMK NEGERI 1 PADANG RANDIKA PUTRA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PECAHAN DENGAN MEDIA PAPAN FLANEL MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SDN KLAMPOK 02 SINGOSARI SKRIPSI

BAB II KAJIAN TEORI. aktifitas, tanpa ada yang menyuruh.

Konseling dan Pendidikan

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN ULAR TANGGA BERDASAR TEORI DIENES PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 4 SD

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA KOTAK ANGKA BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR

PENGARUH TUTORIAL DALAM PEMBELAJARAN GAMBAR BANGUNAN DI SMK N 3 YOGYAKARTA. Oleh : Irwansyah NIM ABSTRAK

Transkripsi:

Volume 3 Nomor 3 September 014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 365-377 Perbandingan Efektifitas antara Media Kantong dengan Media Kotak untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Tempat bagi Anak Kesulitan Belajar Di SDN 0 Dan SDN 11 Pasa Gadang Oleh : Novi Hildayanti Novi Hildayanti (014): Perbandingan Efektifitas antara Media Kantong dengan Media Kotak untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Tempat bagi Anak Kesulitan Belajar Di SDN 0 Dan SDN 11 Pasa Gadang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan PLB FIP Universitas Negeri Padang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kemampuan anak berkesulitan belajar dalam mengenal nilai tempat meningkat. Dilihat dari kemampuan mengenal nilai tempat dengan menggunakan media kantong diperoleh U hit = 17,5 dan U tab = 13. Dilihat dari mengenal nilai tempat dengan menggunakan media kotak diperoleh U hit = 1, dan U tab = 13. Dari kedua hasil pengujian maka U hit U tab. Dengan demikian hipotesis diterima, berarti dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kantong lebih efektif dalam mengenal nilai tempat bagi anak berkesulitan belajar matematika kelas IV. Oleh sebab itu, disarankan pada pihak sekolah untk menggunakan Media Kantong dalam pembelajaran belajar nilai tempat bagi anak berkesulitan belajar pada pelajaran matematika. Kata kunci: Efektifitas; Anak Kesulitan Belajar; Perbandingan Media Kantong dan Media Kotak; Kemampuan Mengenal Nilai Tempat Di SD N 0 dan SD N 11 Pasa Gadang A. PENDAHULUAN Anak kesulitan belajar menurut (Depdikbud:1997) adalah anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh adanya disfungsi neurologis, proses psikologis maupun oleh sebab lain sehingga prestasi belajar yang dicapai jauh berada di bawah potensi yang sebenarnya. Sebenarnya Anak kesulitan belajar sudah dikenal dalam dunia pendidikan. Namun demikian, penanganan terhadap mereka belum seperti yang di harapkan. Banyak faktor yang mempengaruhi keterlambatan perkembangan anak berkesulitan belajar. Salah satu di antaranya adalah karena kurangnya keterampilan guru dalam mengidentifikasi terhadap mereka, terutama kesulitan belajar dalam pembelajaran matematika seperti meletakkan nilai tempat. 365

366 Dari semua keterampilan diatas, keterampilan mengenal konsep nilai tempat pada pelajaran matematika tak kalah pentingnya bagi anak kesulitan belajar. Dimana satauan dijumlahkan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, dan ratusan dengan ratusan. Matematika merupakan mata pelajaran yang penting diberikan kepada anak. Karena matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern yang mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu serta berfungsi mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan bilangan dan symbol-simbol serta pemikiran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di SD N 0 dan 11 Pasa Gadang. Di sana penulis menemukan delapan orang anak (RZ, BG, ML, DZ, MT, DV, AY, AF,) yang mengalami Kesulitan Belajar Matematika yang mana mereka tidak mengenal konsep nilai tempat yang mana di dua sekolah itu guru-guru hanya menuliskan di papan tulis saja kalau menerangkan tentang nilai tempat. Ketika penulis menanyakan kepada anak bilangan yang mana puluhan dan satuannya, anak tidak bisa menjawabnya. Dan ketika penulis menyebutkan bilangan, anak tidak dapat menunjukkan manakah bilangan yang termasuk ratusan dan puluhan yang penulis sebutkan tersebut. Berdasarkan hasil asesmen yang penulis peroleh dari anak-anak di sekolah, diketahui bahwa mereka masih banyak salah dalam menyebutkan nilai tempat pada bilangan. Dan sering terbalikbalik sewaktu menunjukkan kembali bentuk dari bilangan nilai tempat yang penulis tanyakan kepada anak. RZ tidak mengenal satupun bentuk dari nilai tempat. BG hanya mampu menjawab 30% dan hanya mengenal bilangan angka saja yaitu puluhan dan satuan, ML hanya mampu menjawab 30% dalam menjumlahkan bilangan saja dengan 1 bilangan. Dan DZ hanya mampu mengenal 10% yaitu satuan saja. MT hanya mampu mengenal 60% sampai puluhan saja. DV hanya mampu mengenal 40% sampai puluhan dan satuan saja. AY hanya mampu mengenal 50% sampai dengan ratusan. Sedangkan Af hanya mampu mengenal 30% yaitu satuan saja. Setelah penulis melakukan wawancara dengan guru kelas ternyata memang benar bahwa guru hanya mengenal nilai tempat hanya dengan menuliskan saja di papan tulis, misalnya bilangan yang akan di jumlahkan biasanya guru hanya menuliskan saja di papan E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

367 tulis, misalnya 15 akan dijumlahkan dengan. Guru hanya menjelaskan bahwa bilangan 15, angka 5 menempati nilai satuan, angka adalah puluhan, angka 1 adalah ratusan. Hal ini juga yang terjadi pada bilangan, bahwa angka menenmpati nilai satuan dan angka puluhan. Berikut saat menjumlahkan guru menunjukkan pada siswa angka 5 pada bilangan 15 dijumlahkan dengan angka pada bilangan dan begitu juga untuk angka berikutnya. Oleh karena itu, penulis tertarik mengangkat masalah tentang Perbandingan Efektifitas anatara Media Kantong dengan Media Kotak Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Tempat Bagi Anak Kesulitan Belajar Di SDN 0 Dan SDN 11 Pasa Gadang Dilihat dari permasalahan di atas maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Anak belum mampu untuk melatakkan nilai tempat pada pelajaran matematika dalam menjumlahkan satuan dengan satuan dan puluhan dan puluhan.. Anak masih sering salah dalam menjumlahkan berdasarkan nilai tempatnya seperti satuan dengan satuan dan puluhan dengan puluhan. 3. Guru sering menanamkan konsep nilai tempat hanya dengan memberikan penjelasan di papan tulis saja. 4. Guru dalam mengajarkan belum ada menggunakan sebua media yang efektif di gunakan agar anak cepat paham tentang pelajaran nilai tempat. 5. Guru kelas tidak mencari metode yang tepat u.ntuk diterapkan kepada anak Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian yang akan dilakukan ini, adalah untuk mengetahui apakah perbandingan efektifitas antara media kantong dan media kotak untuk meningkatkan kemampuan mengenal nilai tempat bagi anak kesulitan belajar (x) kelas IV SD N 0 dan SD N 11 Pasa Gadang. B. Metodologi penelitian Berdasarkan permasalahan yang diteliti yaitu Perbandingan Efektifitas antara Media Kantong dengan Media Kotak untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Tempat Bagi Anak Kesulitan Belajar di SDN 0 dan SDN 11 Pasa Gadang, maka penulis memilih jenis penelitian Quasi eksperiment (eksperimen semu) yaitu suatu prosedur penelitian yang diajukan untuk mengetahui pengaruh dari kondisi yang sengaja diadakan terhadap suatu E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

368 situasi, kegiatan atau tingkah laku individu atau kelompok individu. Metode ini berguna untuk mencobakan sesuatu yang baru sebelum dipergunakan, dilaksanakan atau dikembangkan dalam kehidupan sebenarnya. Moh. Nasir (005:63) berpendapat bahwa eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (005:01) menyatakan Quasi eksperiment adalah eksperimen yang digunakan kalau dapat mengontrol satu variabel saja meskipun dalam bentuk matching atau memasangkan atau menjodohkan karakteristik. Perjodohan kelompok umpamanya diambil berdasarkan kecerdasan. Menurut Sumadi Suryabrata (011:9) menyatakan tujuan dilakukannya penelitian Quasi eksperimen ini adalah untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variable. C. Hasil penelitian Setelah data skor Anak Berkesulitan Belajar terkumpul, maka tahapan selanjutnya adalah pengolahan data. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Uji U Mann Whitney. Berikut tabel data hasil kemampuan mengenal nilai tempat Anak Berkesulitan Belajar dengan menggunakan Media Kantong dengan Media Kotak. Tabel 4.1 Hasil Tes Kemampuan Mengenal Nilai Tempat dengan Media Kantong N Kode Siswa Skor Keterangan O Menyebutkan Menunjukkan 1 MT 15 15 SDN 0 AY 14 1 SDN 0 3 DV 14 1 SDN 0 4 AF 10 8 SDN 0 5 BG 10 8 SDN 11 6 ML 10 8 SDN 11 7 DZ 10 5 SDN 11 8 RZ 10 5 SDN 11 Pada tabel 4.1 di atas menggambarkan tentang hasil tes siswa kelas IV dalam mengenal nilai tempat dengan menggunakan media kantong yang dilihat dari kemampuan menyebutkan dalam mengenal nilai tempat, ada satu orang yang E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

369 menyebutkan 15, ada dua orang anak yang mampu menyebutkan14, ada lima orang anak yang menyebutkan 1. Dilihat dari kemampuan menunjukkan dalam mengenal nilai tempat, ada satu orang anak yang mampu menunjukkan 15, ada dua orang anak yang menunjukkan 10, ada tiga orang anak yang menunjukkan 8, dan ada dua orang yang mampu menunjukkan 5. Tabel 4. Hasil Tes Kemampuan Mengenal Nilai Tempat dengan Media Kotak N Kode Siswa Skor Keterangan O Menyebutkan Menunjukkan 1 MT 10 1 SDN 0 AY 10 10 SDN 0 3 DV 10 10 SDN 0 4 AF 10 8 SDN 0 5 BG 10 5 SDN 11 6 ML 10 5 SDN 11 7 DZ 5 5 SDN 11 8 RZ 5 5 SDN 11 Pada tabel 4. di atas menggambarkan tentang hasil tes siswa dalam mengenal nilai tempat dengan menggunakan media kotak. Dilihat dari kemampuan menyebutkan dalam mengenal nilai tempat ada enam orang anak yang mampu menyebutkan 10,dan orang anak yang menyebutkan 5. Dilihat dari kemampuan menunjukkan dalam mengenal nilai tempat, ada satu orang anak yang mampu menunjukkan 1, ada dua orang anak yang mampu menunjukkan 10, satu orang anak yang mampu menunjukkan 8, dan ada empat orang anak yang mampu menunjukkan 5. Tabel 4.3 Tabel Persiapan Menghitung Rank AKB Kelas IV Dilihat Dari Kemampuan Menyebutkan dan Menunjukkan Nilai Tempat dengan Menggunakan Media Kantong No Kode Siswa Skor Rank 1 MT 15 1,5 MT 15 1,5 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

370 3 AY 14 3,5 4 DV 14 3,5 5 AY 1 5,5 6 DV 1 5,5 7 AF 10 9 8 BG 10 9 9 ML 10 9 10 DZ 10 9 11 RZ 10 9 1 AF 8 13 13 BG 8 13 14 ML 8 13 15 DZ 5 15,5 16 RZ 5 15,5 Tabel 4.3 di atas merupakan tabel persiapan menghitung rank dari masing-masing subjek yang dilihat dari kemampuan mengenal nilai tempat. Dengan menunggunakan tabel ini dapat mempermudah dalam pembuatan tabel 4.4 nantinya, yang nilai keseluruhan dari pengumpulan data hingga rank nilai yang telah diurutkan. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai keseluruhan dari hasil kemampuan siswa dalam menyebutkan nilai tempat dengan menggunakan media kantong dan media kotak dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut Tabel 4.4 Data Kemampuan Anak Berkesulitan Belajar Dilihat Dari Kemampuan Menyebutkan dan Menyebutkan nilai tempat Dengan Menggunakan Media Kantong No Skor Rank KS T 1 T R 1 R 1 MT 15 15 1,5 1,5 AY 14 1 3,5 5,5 3 DV 14 1 3,5 5,5 4 AF 10 8 9 13 5 BG 10 8 9 13 6 ML 10 8 9 13 7 DV 10 5 9 15,5 8 RZ 10 5 9 15,5 93 73 53,5 8,5 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

371 Keterangan: Dari tabel di atas diperoleh hasil belajar Anak Berkesulitan Belajar kelas IV dilihat dari kemampuan menyebutkan dalam mengenal nilai tempat dengan menggunakan media kotak kantong diperoleh skor menyebutkan 93. Sedangkan dengan menunjukkan diperoleh skor 73. KS = Kode siswa T 1 T = Hasil kemampuan mengenal nilai tempat dengan menyebutkan menggunakan media kantong/media kotak = Hasil kemampuan mengenal nilai tempat dengan menunjukkan menggunakan media kantong/media kotak R 1 = Rank pada saat menyebutkan R = Rank pada saat menunjukkan Tabel 4.5 Tabel Persiapan Menghitung Rank AKB Mengenal Nilai Tempat Dilihat Dari Kemampuan Menyebutkan dan Menunjukkan Nilai Tempat dengan Media Kotak No Kode Siswa Skor Rank 1 MT 1 1 MT 10 5 3 AY 10 5 4 DV 10 5 5 AF 10 5 6 BG 10 5 7 ML 10 5 8 AY 10 5 9 DV 8 9,5 10 AF 8 9,5 11 DZ 5 13,5 1 RZ 5 13,5 13 BG 5 13,5 14 ML 5 13,5 15 DZ 5 13,5 16 RZ 5 13,5 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

37 Tabel 4.6 Data Kemampuan Anak Berkesulitan Belajar Dilihat Dari Kemampuan Menunjukkan Dengan Menggunakan Media Kantong dan Media Kotak No KS Skor Rank T 1 T R 1 R 1 MT 10 1 5 1 AY 10 10 5 5 3 DV 10 8 5 9,5 4 AF 10 8 5 9,5 5 BG 10 5 5 13,5 6 ML 10 5 5 13,5 7 DV 5 5 13,5 13,5 8 RZ 5 5 13,5 13,5 70 58 57 79 Dari tabel di atas diperoleh hasil belajar Anak Berkesulitan Belajar kelas IV dilihat dari kemampuan menunjukkan dalam mengenal nilai tempat dengan menggunakan media kotak kantong dalam menyebutkan diperoleh skor 70. Sedangkan dalam menunjukkan diperoleh skor 58. a. Analisis Uji U Mann Whitney 1. Analisis Uji U Mann Whitney tentang Penggunaan Media Kantong dalam Meyebutkan dan Menunjukkan Nilai Tempat Dari hasil perhitungan pada tabel 4.4 di atas, tentang penggunaan Media Kantong dilihat dari kemampuan menyebutkan nilai tempat diperoleh nilai sebagai berikut: T 1= 93 n 1= 8 T = 73 n = 8 R 1= 53,5 R = 8,5 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

373 Setelah diperoleh T 1, T, R 1, dan R, langkah selanjutnya memasukkan data ke dalam rumus Uji Mann Whitney dengan langkah-langkah sebagai berikut: U 1 = n 1. n + n (n+1) Σ R = 8. 8+ 8(8+1) 8,5 = 64 + 8(9)- 8,5 = 64 + 7 8,5 = 64+36 8,5 = 17,5 U = n 1. n + n1 (n1+1) Σ R 1 = 8. 8+ 8(8+1) 53,5 = 64 + 8(9)- 53,5 = 64 + 7 53,5 = 64+36 53,5 = 46,5 Perhitungan untuk mencari U hit dalam rumus ini dipakai nilai antara U 1 dan U yang terkecil pada taraf signifikan 95% dan ά = 0,05. Perhitungan data diperoleh U 1 = 17,5 dan U = 46,5. Yang diambil yaitu 17,5. Berdasarkan perhitungan dan disesuaikan dengan tabel diperoleh U hit = 17,5 dan U tab = 13 (pada n = 8).. Analisis Uji U Mann Whitney tentang Penggunaan Media Kotak dalam Meyebutkan dan Menunjukkan Nilai Tempat Dari hasil perhitungan pada tabel 4.4 di atas, tentang penggunaan media kotak dilihat dari kemampuan menyebutkan huruf hijaiyah diperoleh nilai sebagai berikut: T 1= 70 n 1= 8 T = 58 n = 8 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

374 R 1= 57 R = 79 Setelah diperoleh T 1, T, R 1, dan R, langkah selanjutnya memasukkan data ke dalam rumus Uji Mann Whitney dengan langkah-langkah sebagai berikut: U 1= n 1. n + n (n+1) Σ R = 8. 8+ 8(8+1) 79 = 64 + 8(9)- 79 = 64 + 7 79 = 64+36 79 = 1 U = n 1. n + n1 (n1+1) Σ R 1 = 8. 8+ 8(8+1) 57 = 64 + 8(9)- 57 = 64 + 7 57 = 64+36 57 = 43 Perhitungan untuk mencari U hit dalam rumus ini dipakai nilai antara U 1 dan U yang terkecil pada taraf signifikan 95% dan ά = 0,05. Perhitungan data diperoleh U 1 = 1 dan U = 43. Yang diambil yaitu 1. Berdasarkan perhitungan dan disesuaikan dengan tabel diperoleh U hit = 1 dan U tab = 13 (pada n = 8). b. Pengujian Hipotesis 1) Penggunaan Media Kantong dilihat dari kemampuan menyebutkan dan menunjukkan nilai tempat diperoleh U hit = 17,5 disesuaikan dengan tabel pada taraf signifikan 95% dan ά = 0,05 untuk n= 8 diperoleh U tab = 13. Dari hasil tersebut, didapat U hit U tab. Hal ini berarti Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dilihat dari kemampuan siswa dalam menyebutkan nilai tempat, penggunaan E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

375 media kantong lebih efektif dalam mengenal nilai tempat bagi Anak Berkesulitan Belajar kelas IV SD N 0 dan SD N 11 Pasa Gadang. ) Penggunaan Media Kotak dilihat dari kemampuan menyebutkan dan menunjukkan nilai tempat diperoleh U hit = 1 disesuaikan dengan tabel pada taraf signifikan 95% dan ά = 0,05 untuk n= 8 diperoleh U tab = 13. Dari hasil tersebut, didapat U hit U tab. Hal ini berarti Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dilihat dari kemampuan siswa dalam menunjukkan nilai tempat, penggunaan media kantong lebih efektif dalam mengenal nilai tempat bagi Anak Berkesulitan Belajar kelas IV SD N 0 dan SD N 11 Pasa Gadang. D. Pembahasan Secara umum Anak Berkesulitan Belajar merupakan anak yang mengalami hambatan dalam belajarnya sehingga memerlukan pelayanan khusus untuk mengoptimalkan kemampuan yang ada. Salah satu bagian dari Anak Berkesulitan Belajar adalah Anak berkesulitan Belajar matematika. Untuk itu guru harus melihat karakeristik anak di dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam memberikan pembelajaran kepada Anak Berkesulitan Belajar nilai tempat, diharapkan guru dapat memilih media yang sesuai. Maka dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah media kantong pada Mata Pelajaran Matematika yaitu mengenal nilai tempat. Anak Berkesulitan Belajar di kelas IV yang menjadi subjek penelitian, mereka mengalami kesulitan dalam mengenal nilai tempat. Selama ini dalam pembelajaran mengenal nilai tempat, guru menggunakan hanya menerangkan di papan tulis saja. Anak hanya mampu menyebutkan dan menunjukkan beberapa dari nilai tempat saja. Dalam penelitian ini terbukti bahwa dilihat dari kemampuan siswa menyebutkan dan menunjukkan nilai tempat menggunakan media kantong lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal nilai tempat bagi Anak Berkesulitan Belajar. E. Kesimpulan Subjek penelitian ini adalah Anak Berkesulitan Belajar Matematika, mereka mengalami kesulitan dalam mengenal nilai tempat. Dari beberapa nilai tempat mereka hanya mengenal sampai ratusan saja. Selama ini dalam pembelajaran di sekolah guru E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

376 hanya menerangkan nilai tempat hanya dengan cara menuliskan di depan papan tulis saja. Oleh sebab itu, peneliti mencoba dalam pembelajaran mengenalkan nilai tempat ini melalui perbandingan efektifitas antara media kantong dengan media kotak untuk meningkatkan kemampuan mengenalkan nilai tempat bagi anak kesulitan belajar. Hasil penelitan tentang studi komparatif antara Media Kantong dengan Media Kotak dilihat dari kemampuan siswa dalam menyebutkan nilai tempat diperoleh U hit = 15 dan U tab = 13, maka U hit U tab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Kantong lebih efektif dalam mengenal nilai tempat bagi Anak Berkesulitan Belajar SDN 0 dan SDN 11 Pasa Gadang. Dilihat dari kemampuan siswa dalam menunjukkan nilai tempat diperoleh U hit = 15 pada taraf signifikan 95% dan ά = 0,05 diperoleh U tab = 13, maka U hit U tab berarti dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Kantong lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal nilai tempat bagi Anak Berkesulitan Belajar di SDN 0 dan SDN 11 Pasa Gadang F. SARAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan serta diambil kesimpulan, maka selanjutnya dikemukakan saran-saran sebagai berikut: 1. Bagi Kepala Sekolah, agar memberikan kesempatan kepada guru untuk menggunakan media kantong dan media kotak.. Bagi guru, hendaknya mengenali karakteristik dari masing-masing siswa. Sehingga dapat menggunakan strategi yang tepat dalam proses belajar mengajar. Salah satunya dengan menggunakan Media Kantong dalam mengenalkan nilai tempat bagi Anak Berkesulitan Belajar. 3. Bagi peneliti berikutnya, yang berminat mengadakan penelitian yang serupa disarankan agar dapat melakukan dengan lebih sempurna dan mengontrol semua variabel sehingga hasil penelitian dapat berlaku lebih luas. G. DAFTAR RUJUKAN Abdurrahmat Fathoni. 006. Metodelogi penelitian dan teknik penyusunan skripsi. Jakarta: Rineka Cipta; E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014

377 Djadja Raharja. (006). Pengantar Pendidikan Luar Biasa. Criced : University Tsukuba. Azhar Ar Syad (1997). Media Pengajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Ambiyar dan Nizwar (1996) Media Pembelajaran I. Makalah di sajikan pada penataran Dosen FPTK IKIP Jakarta, Surbaya, Ujung Pandang, dan Padang, Februari. Arief S. Sadiman dkk. (007). Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Abdurrhman Mulyono. (1997). Menangani Kesulitan Belajar Berhitung. Jakarta: Depdikbud. Depdikbud. (004). Anak Berkesulitan Belajar Spesifik. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti. Arikunto,Suharmi.006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Nazir, Moh.(1983). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Sukardi. (003). Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara. Sukmadinata, Nana Syaodih. 005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. PT.Remaja Rosdakarya. Suryabrata, Sumadi.1983. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Rajawali Pers. Yusuf, A. Muri. 005. Metodologi Penelitian.UNP Pers Wikipedia. Kotak Nilai Tempat. (online) http://id.wikipedia.org/wiki/kotak bilangan (5 Mei 013). E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Volume 3, nomor 3, September 014