METODE DEMONSTRASI. Oleh :Tuty Herawati

dokumen-dokumen yang mirip
JENIS - JENIS METODE PENYULUHAN PERTANIAN PENDAHULUAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTANIAN. Penyuluhan Pertanian. Metode.

M.Yazid, Nukmal Hakim, Guntur M.Ali, Yulian Junaidi, Henny Malini Dosen Fakutas Pertanian Universitas Sriwijaya ABSTRAK

TINJAUAN PUSTAKA. komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sasarannya

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2017 KABUPATEN BLITAR. RKPD: DINAS PERTANIAN DAN PANGAN hal 1 dari 10

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyuluh Pertanian Dalam UU RI No. 16 Tahun 2006 menyatakan bahwa penyuluhan pertanian dalam melaksanakan tugasnya

BAB III MATERI PENYULUHAN KEHUTANAN

TINJAUAN PUSTAKA. Pengaturan Pola Tanam dan Tertib Tanam (P2T3) pola tanam bergilir, yaitu menanam tanaman secara bergilir beberapa jenis

METODA DAN TEKNIK PENYULUHAN. Pusat Pengembangan Penyuluhan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan

PENDAHULUAN. Petunjuk Teknis Lapang PTT Padi Sawah Irigasi...

Pepi Rospina Pertiwi, Rinda Noviyanti, Dewi Juliah Ratnaningsih 1. ABSTRAK

TINJAUAN PUSTAKA. kehidupan rakyat, dan pembangunan dijalankan untuk meningkatkan produksi dan

VIII. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN. penelitian, sedangkan pada bagian implikasi penelitian disajikan beberapa saran

A. Definisi dan Tujuan Usaha Tani

PROGRAM DAN KEGIATAN. implementasi strategi organisasi. Program kerja operasional merupakan proses

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA Nomor : 3C Tahun 2008 Lampiran : 1 (satu) berkas TENTANG

KONTRIBUSI PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYUR- SAYURAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI LAHAN KERING DI KABUPATEN ENDE

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. seperti industri, jasa, pemasaran termasuk pertanian. Menurut Rogers (1983),

BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang

ACARA 3. KELEMBAGAAN !! Instruksi Kerja : A. Aspek Kelembagaan

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PEKAN SEREALIA NASIONAL I JULI 2010

SKRIPSI. Oleh : Desvionita Nasrul BP

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PANEN RAYA PADI DI DESA SENAKIN KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 1

BAB VIII PENGAMBILAN KEPUTUSAN INOVASI PRIMA TANI OLEH PETANI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGANNYA

29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN /D

BUPATI PASURUAN PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM INTENSIFIKASI PERTANIAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2015

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

INTRODUKSI BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK MENGGUNAKAN PIPA PARALON DI DESA TANJUNG SETEKO KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR

FUNGSI : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanian yang meliputi tanaman pangan, peternakan dan perikanan darat b.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN

PERANAN PENYULUH PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI DI KOTA PEKANBARU

LAPORAN PELAKSANAAN PELATIHAN PENINGKATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI PERTANIAN LAHAN KERING KABUPATEN DONGGALA. OLEH : SYAMSYIAH GAFUR, dkk

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertanian telah menetapkan 4 sukses Pembangunan

PENDAHULUAN Latar Belakang

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI (RDK) DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI (RDKK)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi

VIII. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN. Penelitian menyimpulkan sebagai berikut:

DASAR-DASAR PENYULUHAN PERTANIAN

I. PENDAHULUAN. rumahtangga yang mengusahakan komoditas pertanian. Pendapatan rumahtangga

PENDAHULUAN. kehidupan para petani di pedesaan tingkat kesejahteraannya masih rendah.

BAB I PENDAHULUAN. sumber pendapatan bagi sekitar ribu RTUT (Rumah Tangga Usahatani Tani) (BPS, 2009).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

PENDAHULUAN. lebih baik (better farming), berusahatani lebih baik (better bussines), hidup lebih

MASALAH-MASALAH PENYULUHAN PERTANIAN

BAB I PENDAHULUAN. desa yang amat kecil dan terpencil dari desa-desa lain yang ada di Kecamatan

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan

RENCANA AKSI DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KAB. BLITAR TH 2018

DAMPAK PENYULUHAN PERTANIAN PARTISIPATIF TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK TANI PEMULA

METODE PENYULUHAN PERTANIAN MATERI DIKLAT DASAR PENYULUHAN AHLI BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN BATU ANGAKAT 1 TAHUN 2014

RENCANA KERJA ANGGARAN PERUBAHAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL Tahun Anggaran 2015

BAB II. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

.000 WALIKOTA BANJARBARU

HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT EFEKTIVITAS SEKOLAH LAPANG PERBENIHAN PADI DI KABUPATEN KENDAL

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI BAB I PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PELUANG PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK MENDUKUNG KEMANDIRIAN PETANI DI KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBURAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Teori Adopsi dan Difusi Inovasi

PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATANI PADI (Oryza Sativa L) KULTIVAR PADI HITAM LOKAL CIBEUSI DENGAN PADI CIHERANG

I. PENDAHULUAN. pertanian dalam arti luas mencakup perkebunan, kehutanan, peternakan dan

I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RENCANA STRATEGIS SKPD DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN KARANGASEM

ARTIKEL ILMIAH OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PERKEBUNAN KAKAO BUKAAN BARU DENGAN TANAMAN SELA (PADI GOGO)

STRATEGI PENCAPAIAN UPAYA KHUSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI SUKOHARJO (STUDI KASUS DI DALANGAN TAWANGSARI)

PETUNJUK PELAKSANAAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK TANI (RDKK) PUPUK BERSUBSIDI

IX. KESIMPULAN DAN SARAN. petani cukup tinggi, dimana sebagian besar alokasi pengeluaran. dipergunakan untuk membiayai konsumsi pangan.

PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN KELEMBAGAAN PENYULUHAN DALAM MENDUKUNG SISTEM INTEGRASI DI KECAMATAN KERUMUTAN KABUPATEN PELALAWAN

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

POHON KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha di Indonesia Tahun (Persentase)

BAB 4 EVALUASI KEEFEKTIFAN PROGRAM DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI SAWAH

RISET STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK DI INDONESIA*) Syekhfani**)

PENGEMBANGAN KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) Bunaiyah Honorita

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO UTARA,

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BAB I PENDAHULUAN. dekade ini termasuk di Indonesia. Berdasar Undang-undang Nomor 18 tahun 2012

Penyuluh pertanian ke depan adalah penyuluh pertanian yang dapat menciptakan dirinya sebagai mitra dan fasilitator petani dengan melakukan peranan

I. PENDAHULUAN. melaksanakan usaha-usaha yang paling baik untuk menghasilkan pangan tanpa

PEDOMAN PELAKSANAAN PENINGKATAN KAPASITAS BP3K

ANALISIS FINANSIAL USAHA PUPUK ORGANIK KELOMPOK TANI DI KABUPATEN BANTUL I. PENDAHULUAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan sektor pertanian selalu dikaitkan dengan kondisi kehidupan para

Transkripsi:

METODE DEMONSTRASI Oleh :Tuty Herawati Metode demonstrasi sering kali dipandang sebagai metode yang paling efektif, karena metode seperti ini sesuai dengan kata pepatah seeing is believing yang dapat diartikan sebagai dengan melihat, kita menjadi percaya atau percaya karena melihat. Artinya didalam kegiatan penyuluhan, kepada sasaran penyuluhan perlu ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, yang dapat dengan mata kepala mereka sendiri, agar mereka mempercayai segala sesuatu yang disuluhkan. Bila mereka sudah percaya mereka lebih cepat terdorong untuk mencoba dan menerapkannya. Oleh sebab itu, metode demonstrasi hampir selalu diterapkan oleh setiap penyuluh, meskipun sebenarnya metode ini lebih tepat diterapkan setidak tidaknya pada tahapan minat dan menilai, karena memerlukan biaya yang relative mahal. Demonstrasi adalah suatu bentuk metode penyuluhan pertanian yang memperlihatkan cara dan hasil penerapan teknologi baru. Selain itu, demonstrasi merupakan salah satu media penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan. Sebagai salah satu media penyuluhan pertanian, demonstrasi sangat populer di kalangan petani terutama karena proses kegiatannya dapat langsung dilihat secara nyata di lapangan. Demonstrasi dapat dilakukan dalam ruangan secara simulasi untuk menunjukkan produk baru atau cara kerja teknologi baru yang lebih menguntungkan petani. Namun secara umum, kegiatan demonstrasi khususnya yang ingin memperlihatkan suatu teknologi baru (misalnya yang menyangkut dengan budidaya tanaman, seperti pengenalan varitas, percobaan pemupukan, dan penggunaan pestisida) kebanyakan dilakukan di lapangan pada areal terbuka. Hal ini dimaksudkan agar proses kegiatannya dapat diikuti oleh lebih banyak khalayak. Sebagaimana diketahui bahwa setiap kegiatan itu tentu ada tujuannya, demikian pula dengan demonstrasi. Kegiatan demonstrasi dilakukan dengan maksud agar memperlihatkan suatu inovasi baru kepada sasaran secara nyata atau kongkrit. Melalui kegiatan demonstrasi sasaran (audience) diajarkan mengenai keterampilan, 25

memperagakan cara kerja teknik-teknik baru termasuk keunggulannya untuk menyempurnakan cara lama. Kegiatan demonstrasi secara umum bertujuan untuk memperkenalkan teknologi baru dalam kegiatan budidaya tanaman/ternak yang berguna bagi sasaran dan memberi hasil yang baik dan menguntungkan secara lokalita. Demonstrasi menurut Jenis dan Bentuknya 1. Demonstrasi menurut Jenisnya Dalam penyuluhan pertanian dikenal ada tiga jenis demonstrasi, yaitu a) demonstrasi cara, b) demonstrasi hasil, dan c) demonstrasi usaha tani. a. Demonstrasi cara Demonstrasi ini mempertunjukkan suatu cara kerja baru atau suatu cara lama tetapi dilakukan dengan lebih baik, misalnya bagaimana cara menanam padi menurut sistem tanam jajar Legowo, cara melakukan vaksinasi, cara pembuatan pupuk organik (bokasi), dan sebagainya. Metode demonstrasi cara tidak mempersoalkan mengenai hasilnya, tetapi bagaimana melakukan suatu cara kerja. Yang perlu diingat bahwa demonstrasi bukanlah suatu percobaan atau pengujian, tetapi suatu usaha pendidikan atau percontohan. Untuk kegiatan demonstrasi diperlukan langkah kerja sebagai berikut: 1) persiapan, 2) pelaksanaan, dan 3) pengakhiran. Langkah kerja untuk kegiatan demonstrasi cara, antara lain: 1) Persiapan Yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan demonstrasi cara, yaitu: a) tentukan isi pesan atau kebutuhan belajar; b) mempersiapkan penyajian dan perlengkapan (alat dan bahan); c) mempersiapkan ruangan/tempat yang akan digunakan. 2) Pelaksanaan Dalam pelaksanaan kegiatan demonstrasi cara, antara lain: a) desain ruangan agar para audien bisa fokus pada materi; b) peragaan dalam proses demonstrasi dikerjakan dengan hati-hati; c) usahakan agar sistematis dalam penyajiannya (lengkapi dengan alat bantu berupa sketsa, gambar, dan model); d) beri kesempatan audien untuk mencoba secara langsung peragaan; 26

e) berikan penjelasan untuk menghindari bahaya yang mungkin timbul; f) rangsang audien untuk bertanya dan berdiskusi; g) berilah motivasi salah seorang audien agar mau membimbing audien lainnya melakukan peragaan; h) berilah simpulan tentang apa yang telah dilakukan selama proses peragaan tersebut. 3) Pengakhiran Setelah selesai melaksanakan demonstrasi cara, perlu dilakukan tindaklanjut berupa: a) menyebarluaskan hasil demonstrasi cara dalam media yang dapat dimonitor oleh audien, misalnya surat kabar, siaran radio, dan pertemuan-pertemuan; b) melakukan bimbingan lanjutan kepada petani, terutama kepada kontak tani. b. Demonstrasi hasil Demonstrasi untuk memperlihatkan hasil yang diperoleh dari penerapan teknik baru, misalnya demonstrasi pemupukan dengan dosis pupuk tertentu, adaptasi varitas tanaman padi, dan sebagainya. Metode demonstrasi hasil memperlihatkan atau membuktikan pemanfaatan satu atau beberapa seri teknologi yang dianjurkan. Selain itu, agak memerlukan banyak waktu dan biasanya diperlukan perbandingan dan pencatatan. Langkah kerja untuk kegiatan demonstrasi hasil, antara lain: 1) Persiapan Sebagaimana hal demonstrasi cara, maka yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan demonstrasi hasil, yaitu: a) tentukan isi pesan atau kebutuhan belajar; b) mempersiapkan penyajian dan perlengkapan (alat dan bahan); c) mempersiapkan ruangan/tempat yang akan digunakan (usahakan yang strategis); d) menunjuk instruktur selaku penanggung jawab kegiatan; e) Penanggung jawab menyusun kalender kerja dan menyampaikan kepada audien; f) lokasi demonstrasi direncanakan di tempat yang merupakan masalah untuk memenuhi kebutuhan belajar; g) hendaknya menggunakan pembanding cara lama dengan cara baru; 27

h) ukuran disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia dan sebaiknya materi demonstrasi bisa menimbulkan minat audien untuk berpartisipasi; i) buat jadwal hari-hari kunjungan bagi audien; j) menyampaikan atau publisitas tentang penyelenggaraan demonstrasi dan demonstratornya. 2) Pelaksanaan Dalam pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil, antara lain: a) mempersiapkan semua alat dan bahan; b) menghadirkan audien ada tahap awal kegiatan; c) menentukan ukuran plot (untuk kegiatan demplot); d) penanggung jawab hendaknya sering mengunjungi lokasi demonstrasi ntuk memberi bimbingan kepada demonstrator; e) melakukan pencatatan peristiwa, bukti-bukti atau keunggulan; f) beri kesempatan audien untuk mencoba secara langsung peragaan; g) berikan penjelasan untuk menghindari bahaya yang mungkin timbul; h) rangsang audien untuk bertanya dan berdiskusi; semua cara-cara baru yang memberi kontribusi terhadap keunggulan hendaknya disaksikan oleh audien. 3. Pengakhiran Setelah selesai melaksanakan demonstrasi hasil, perlu dilakukan tindaklanjut berupa: a) menyebarluaskan hasil demonstrasi cara dalam media yang dapat dimonitor oleh audien, misalnya surat kabar, siaran radio, selebaran, dan pertemuanpertemuan; b) melakukan bimbingan lanjutan kepada petani, terutama kepada kontak tani. c. Demonstrasi usaha tani Kegiatan demonstrasi yang di dalamnya termasuk demonstrasi cara dan demonstrasi hasil dalam suatu kegiatan usaha tani. Pada kegiatan demonstrasi usaha tani, dilengkapi dengan analisis perhitungan input dan output yang sebetulnya dari suatu usaha tani yang baik. Prosesi kegiatan demonstrasi usaha tani pada dasarnya sama dengan prosesi kegiatan dalam demonstrasi cara dan demonstrasi hasil. 2. Demonstrasi menurut Bentuknya 28

Sedangkan menurut bentuknya atau luas areal dikenal ada empat tingkatan demonstrasi, yaitu: a. Demonstrasi plot (demplot); demonstrasi usaha tani perorangan dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani kecil dengan komoditi tertentu (tanaman pangan, perkebunan, ternak, ikan, dan penghijauan). Luas lahan yg digunakan 0,1 ha. Pembiayaannya berasal dari pemerintah atau pihak swasta yang bertujuan mempromosikan produk atau teknologinya. b. Demonstrasi farming (demfarm); demonstrasi usaha tani dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani yang dilakukan secara kelompok. Luas lahan yang digunakan 1-5 ha. c. Demonstrasi area (dem-area); demonstrasi usaha tani gabungan kelompok dgn penerapan teknologi pertanian pd usaha tani yg dilakukan secara kerja sama antara kelompok dalam satu gabungan kelompok. Luas lahan yang digunakan 25 100 ha. Dem-area ini merupakan pola dasar dari model intensifikasi khusus (INSUS) d. Demonstrasi unit (dem-unit); demonstrasi yg dilaksanakan antar gabungan kelompok tani dalam suatu hamparan Wilayah Kerja Penyuluhan. Kegiatan utamanya meliputi, produksi, pengolahan, penguasaan, dan pemasaran hasil pertanian, menuju kepada pembangunan masyarakat perdesaan. Demonstrasi pada dasarnya merupakan tindak lanjut dari hasil pengujian suatu produk atau teknologi, yang dianggap tepat diterapkan atau dikembangkan di suatu daerah tertentu. Pembukaan awal dari penerapan teknologi di suatu tempat yaitu demonstrasi plot (demplot). Contoh kegiatan demplot yang sering dilakukan adalah demplot penggunaan agroinput (benih, pupuk, dan pestisida) pada budidaya tanaman padi atau percobaan penggunaan obat-obatan dan vaksinasi pada ternak. Manfaat dan Hambatannya 29

Manfaat demonstrasi cara, yaitu a) efektif untuk mengajarkan keterampilan, b) menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri, c) merangsang kegiatan, dan d) mempunyai efek publisitas. Sedangkan hambatannya, yaitu a) tidak semua dapat didemonstrasikan, b) memerlukan banyak persiapan, dan c) akan merugikan program penyuluhan apabila demonstrasi berjalan buruk. Manfaat demonstrasi hasil, yaitu a) mempecepat proses adopsi, b) memperoleh keterangan dan data yang nyata, dan c) memberi pengalaman kepada petugas sehingga memperbesar keyakinan atas tugasnya. Sedangkan hambatannya, yaitu a) memerlukan banyak persiapan, pelaksanaan dan pengawasan yang teliti, b) biaya besar, c) sering gagal karena faktor agroklimat, dan d) dapat menimbulkan persaingan tidak sehat. Selain hal-hal tersebut di atas, yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan demonstrasi, antara lain: 1. Letak petakan Letak petak demonstrasi harus dipilih tempat yang strategis, artinya mudah dilihat oleh petan lain. Tidak terlalu dekat dengan saluran air yang bisa banjir. Diusahakan dalam satu petak sawah/kebun. Keadaan pengairannya baik dan kualitas tanah rata-rata sama dengan seperti tanah-tanah lainnya. 2. Ada atribut/keterangan Dalam proses pelaksanaan demonstrasi harus dilengkapi dengan atribut berupa penjelasan tertulis dalam petak demonstrasi sehingga setiap orang yang melewati tempat tersebut dapat membacanya. Dengan adanya penjelasan ini, petani yang lain akan tahu perlakuan yang digunakan, misalnya jarak tanam, dosis pemupukan, varitas, dan waktu tindakan pemeliharaan. Siapa pelaksananya, kapan waktu panennya. 3. Hasil yang dicapai Diusahakan dari kegiatan demonstrasi hasilnya lebih baik sesuai dengan tujuannya. 4. Libatkan lebih banyak petani Dalam pelaksanaannya, diusahakan banyak mengikutsertakan petani. Dalam hal ini kontak tani, para tokoh tani setempat, dan beberapa masyarakat tani. Keikutsertaan petani dalam kegiatan demonstrasi sebaiknya memberi pengaruh terhadap petani-petani lainnya, berkomitmen untuk maju dan selalu 30

respon terhadap inovasi baru, dan mudah diajak bekerja sama serta mau menerima berbagai petunjuk yang diperlukan. Untuk melaksanakan demonstrasi, seorang penyuluh pertanian sebelumnya harus benar-benar menguasai bagaimana cara yang akan dilakukan dalam demonstrasi tersebut, dan setiap saat selalu siap apabila ada permintaan dari petani untuk menjelaskan proses demonstrasi. DAFTAR PUSTAKA Ban, van den, A.W. dan Hawkins, H.S., 1999. Penyuluhan Pertanian, Kanisius, Yogyakarta. Kartasapoetra, A.G., 1988. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta Kusnadi, T., 2001. Teknik Penyuluhan Pertanian. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta. Mardikanto, T., 1999. Penyuluhan Pembangunan Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Padmowihardjo, S., 2000. Metode Penyuluhan Pertanian, Universitas Terbuka, Jakarta. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: Per/02/ Menpan/2/2008, tanggal 18 Pebruari 2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya, Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta. Samsudin, U. 1987. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian, Bina Cipta, Bandung. Soedijanto, 2004. Menata Kembali Penyuluhan Pertanian di Era Agribisnis, Departemen Pertanian, Jakarta. Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Jakarta. 31

32