MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II

dokumen-dokumen yang mirip
Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

Modul VIII Filter Aktif

Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

Modul VII Operasional Amplifier

LEMBAR KERJA V KOMPARATOR

Penguat Inverting dan Non Inverting

MODUL 08 Penguat Operasional (Operational Amplifier)

MODUL 08 OPERATIONAL AMPLIFIER

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Percobaan Mempelajari karakteristik statik penguat opersional (Op Amp )

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA MERANGKAI DAN MENGUJI OPERASIONAL AMPLIFIER UNIT : VI

OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Oleh : Sri Supatmi

PENDAHULUAN. Modul Praktikum Rangkaian Linear Aktif. Lab. Elektronika Fakultas Teknik UNISKA

PERCOBAAN 3 RANGKAIAN OP AMP

PRAKTIKUM II PENGKONDISI SINYAL 1

MODUL 09 PENGUAT OPERATIONAL (OPERATIONAL AMPLIFIER) PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

PERCOBAAN 10 RANGKAIAN DIFFERENSIATOR DAN INTEGRATOR OP-AMP

JOBSHEET 9 BAND PASS FILTER

MODUL - 04 Op Amp ABSTRAK

PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 1 / RANGKAIAN LISTRIK / 2015 PERATURAN PRAKTIKUM. 1. Peserta dan asisten memakai kemeja pada saat praktikum

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. Blok diagram carrier recovery dengan metode costas loop yang

Operational Amplifier Karakteristik Op-Amp (Bagian ke-satu) oleh : aswan hamonangan

Modul 04: Op-Amp. Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat

OPERATIONAL AMPLIFIERS (OP-AMP)

BAB 4. Rangkaian Pengolah Sinyal Analog

BABV INSTRUMEN PENGUAT

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)

PENGUAT OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Laporan Praktikum

OPERATIONAL AMPLIFIERS

JOBSHEET PRAKTIKUM 8 HIGH PASS FILTER

Perancangan Sistim Elektronika Analog

Penguat Oprasional FE UDINUS

JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING

Dengan Hs = Fungsi alih Vout = tegang keluran Vin = tegangan masukan

MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

Workshop Instrumentasi Industri Page 1

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN

Pengkondisian Sinyal. Rudi Susanto

Gambar 1.1 Rangkaian Dasar Komparator

Tipe op-amp yang digunakan pada tugas akir ini adalah LT-1227 buatan dari Linear Technology dengan konfigurasi pin-nya sebagai berikut:

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

Bab III. Operational Amplifier

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

Modul 4. Asisten : Catra Novendia Utama ( ) : M. Mufti Muflihun ( )

Lampiran A. Praktikum Current Feedback OP-AMP. Percobaan I Karakteristik Op-Amp CFA(R in,vo max. Slew rate)

PERCOBAAN 9 RANGKAIAN COMPARATOR OP-AMP

yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Gambar 2.1. simbol op amp

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT. modulator 8-QAM seperti pada gambar 3.1 berikut ini: Gambar 3.1 Blok Diagram Modulator 8-QAM

Modul 02: Elektronika Dasar

Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED

BAB II ANALOG SIGNAL CONDITIONING

Teknik Elektromedik Widya Husada 1

LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 4 (LOW PASS FILTER )

LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 8 (ADC-ANALOG TO DIGITAL CONVERTER)

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PENGENALAN OPERATIONAL AMPLIFIER (OP-AMP)

BAB III PERANCANGAN ALAT

PENGUAT OPERASIONAL. ❶ Karakteristik dan Pemodelan. ❷ Operasi pada Daerah Linear. ❸ Operasi pada Daerah NonLinear

MODUL 06 RANGKAIAN FILTER PASIF

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM. Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah modulator BPSK dengan bit rate

BAB II LANDASAN TEORI

RANGKAIAN ELEKTRONIKA ANALOG

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB III PERANCANGAN ALAT

PERCOBAAN 7 RANGKAIAN PENGUAT RESPONSE FREKUENSI RENDAH

Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

KARYA TULIS ILMIAH MENGETAHUI DAN MENGANALISA KELUARAN PENGUAT INTEGRATOR (INTEGRATOR AMPLIFIER)

Percobaan 3 Rangkaian OPAMP

MODUL PRAKTIKUM INSTRUMENTASI KENDALI PENGENALAN NI ELVIS MEASUREMENT INSTRUMENT

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISIS

RESPON FREKUENSI PENGUAT CE

BAB III PERANCANGAN SISTEM

ADC-DAC 28 IN-3 IN IN-4 IN IN-5 IN IN-6 ADD-A 5 24 IN-7 ADD-B 6 22 EOC ALE msb ENABLE CLOCK

BAB III PERANCANGAN DAN PENGUKURAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. Bab ini membahas tentang pengujian alat yang dibuat, adapun tujuan

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Osiloskop (Gambar 1) merupakan alat ukur dimana bentuk gelombang sinyal listrik yang diukur akan tergambar pada layer tabung sinar katoda.

PERCOBAAN 4 RANGKAIAN PENGUAT KLAS A COMMON EMITTER

MODUL 5 RANGKAIAN AC

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG PERCOBAAN OSILATOR. Disusun Oleh : Kelompok 2 DWI EDDY SANTOSA NIM

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada perancangan alat untuk sistem demodulasi yang dirancang, terdiri dari

Politeknik Negeri Bandung

BAB I FILTER I. 1. Judul Percobaan. Rangkaian Band Pass Filter. 2. Tujuan Percobaan

RANGKAIAN DIODA CLIPPER DAN CLAMPER

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

JOBSHEET 6 PENGUAT INSTRUMENTASI

BAB II DASAR TEORI. Sistem pengukur pada umumnya terbentuk atas 3 bagian, yaitu:

BAB II DASAR TEORI. Modulasi adalah proses yang dilakukan pada sisi pemancar untuk. memperoleh transmisi yang efisien dan handal.

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK LABORATORIUM SISTEM ELEKTRONIKA TELKOM UNIVERSITY

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Mei 2015 dan tempat

RANCANG BANGUN WHIRLPOOL DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan rangkaian elektronika yang terdiri dari komponen-komponen seperti

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808)

Penguat Operasional OP-AMP ASRI-FILE

Transkripsi:

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK

A. OP-AMP Sebagai Peguat TUJUAN PERCOBAAN PERCOBAAN VII OP-AMP SEBAGAI PENGUAT DAN KOMPARATOR 1. Mempelajari kerja op-amp sebagai penguat. TEORI UMUM IC 741 adalah salah satu IC yang berfungsi sebagai op-amp. Op-amp yang ideal memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. resistansi input, Ri = 2. resitansi output, Ro = 0 3. tegangan input, Vi = 0 4. arus input, Ii = 0 5. penguatan tegangan, Av = Ada dua jenis penguat op-amp yaitu penguat pembalik dan penguat tak membalik. Langkah Percobaan A. Percobaan penguat pembalik 1. Buat rangkain seperti Gambar 1. 2. Berikan V 1 = 10 mvpp dengan frekuensi 100 Hz, R1 = 1K, R2 = 10K 3. Lihat Vo pada oscilloscope, catat nilainya. 4. Ulangi langkah 2 dan 3 dengan R2 = 100K Percobaan penguat tak membalik 1. Buat rangkain seperti pada Gambar 2. 2. Lakukan langkah 2-4 seperti pada percobaan A. R2 V1 R1 - + Vo Gambar 1. Penguat pembalik Gambar 2. Penguat tak membalik

B. OPAMP Sebagai Pembanding (Komparator) TUJUAN PERCOBAAN 1. Mempelajari kerja Opamp sebagai pembanding TEORI UMUM 1. Tegangan keluaran Op-Amp dapat dinyatakan dengan Persamaan (1) yaitu : Vo=V d.a OL.(1) dimana : V O = tegangan Output. V d = selisih tegangan masukan tak membalik dengan masukan membalik A OL = penguatan tegangan rangkaian terbuka. Secara praktis sulit untuk medapatkan nilai V d, sehingga untuk mengukur tegangan output dapat digunakan rangkaian seperti Gambar 3. Berdasarkan gambar tersebut, besar tegangan output dinyatakan dengan persamaan (2) dan (3). Vo = +Vsat untuk Vi>Vrot (2) Vo = -Vsat untuk Vi<Vrot.(3) Dimana +Vsat akan mendekati nilai Vcc + (catu positif) dan -Vsat akan mendekati nilai Vcc Gambar 3. Rangkaian Detektor Positif

Langkah Percobaan Percobaan detektor positif 1. Konfigurasi rangkaian seperti Gambar 3. 2. Atur Vrot=15 V, R=10K dan Vi=0-15 V. 3. Ukur dan catat nilai Vo seperti pada tabel 1 dengan mengubah-ubah Vi. Percobaan pembanding 1. Konfigurasi rangkaian seperti Gambar 4. 2. Catat LED yang menyala seperti pada tabel 2 dengan mengubah-ubah nilai Vi=1,2,3,.. 5V Gambar 4. Rangkaian Pembanding ALAT YANG DIGUNAKAN Power supply DC, multimeter, oscilloscope, bread board, LED, resistor (10K, 1K, 220 Ohm), IC741, IC4558.

Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Karakteristik Op amp Simbol dan rangkaian dalam Op amp Jenis-jenis rangkaian Op amp Unity Gain untuk inverting,non inverting, Kerja rangkaian komparator Kerja rangkaian penguat Tegangan offset opamp Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.

PERCOBAAN VIII OP-AMP SEBAGAI INTEGRATOR DAN DIFFERENSIATOR TUJUAN PERCOBAAN Mempelajari integrasi dan differensiasi bentuk gelombang sinusoida dan non sinusoida serta pengaruhnya terhadap amplitudo dan sudut fasanya. INTEGRATOR Teori Integrator pada gambar 1 biasa dipakai untuk pengubahan bentuk gelombang, misalnya membentuk gelombang segitiga dari gelombang persegi dan sebaliknya. Integrator mempunyai keluaran berupa integral terhadap waktu dan masukannya. V in R - + C Vout Gambar 1. Rangkaian Integrator Ideal V in + R 1 - + R 2 V out Tegangan output: Gambar 2. Rangkaian Penguat Inverting Untuk dapat menggambarkan tanggapan penguatan integrator terhadap frekuensi, Vout K Vin. dt Dengan : faktor skala. 1 K merupakan RC Jika tegangan masukannya DC, maka : Vout K. Vin. t Dari rangkaian penguat inverting gambar 2 dapat diketahui besarnya penguatan yang terjadi adalah : A vo R R 2 1 maka perlu diketahui besarnya : R A vo R 2 1 Gain 20.log Avo db

Dari titik perpotongan frekuensi open-loop Op-Amp dengan response integrator pada gambar 3 didapat f o 1 2. A. R. C o Serta frekuensi transisi dari penguat ke integrator (f c ) : f 1 c 2.. R. C SINYAL INPUT Frek < f c SINYAL OUTPUT Frek > f c Rangkaian Percobaan C R 1 V in + R - + 15 V V out 15 V Gambar 3. Rangkaian Integrator Lengkap

Langkah Percobaan 1. Buat rangkaian integrator seperti pada gambar 3 dengan R = 1 k ; R 1 = 10 k ; C = 10 nf ; V = 15 volt. 2. Atur generator untuk gelombang persegi dengan V = 1 Vpp dan f = 20 Hz. 3. Amati gelombang input dan outputnya, seperti pada tabel I ; bagaimana amplitudo dan fasanya, catat hasilnya pada lembar data. 4. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk frekuensi 14 KHz. 5. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk gelombang segitiga dan sinus. 6. Ubah nilai resistor R 1 menjadi 22 k. 7. Ulangi langkah 2 sampai 5. DIFFERENSIATOR Teori Differensiator pada gambar 4 adalah rangkaian yang menghasilkan sinyal keluaran yang berupa turunan dari sinyal masukannya; sinyal keluaran tersebut sangat bergantung pada frekuensi sinyal masukan. V in C - + R Vout dv Tegangan keluaran : Vout K. dt Dengan : K R. C V V out in 2. R. C.. f Pada kurva Gain vs f dapat dilihat : Frekuensi transisi : in Gambar 4. Rangkaian Differensiator Ideal SINYAL INPUT Frek < f c SINYAL OUTPUT Frek > f c

SINYAL INPUT SINYAL OUTPUT Rangkaian Percobaan R 1 V in + R C - + 15 V V out 15 V Gambar 5. Rangkaian Differensiator Lengkap Langkah Percobaan 1. Buat rangkaian differensiator seperti pada gambar 5 dengan R = 10 k ; R 1 = 100 k ; C = 100 nf ; V = 15 volt. 2. Atur generator pada gelombang persegi dengan V = 3 Vpp dan frekuensi 10 Hz. 3. Amati gelombang masukan dan keluarannya seperti pada tabel 2. 4. Amati lagi gelombang keluarannya untuk f = 14 khz. 5. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk gelombang segitiga dan sinus, catat hasilnya pada lembar data. 6. Ubah nilai resistor R menjadi 22 k. 7. Ulangi langkah 2 sampai 5.

Pelajari Secara Mendalam Poin-Poin di Bawah ini: Unity Gain untuk diff,integrator Kerja rangkaian differensiator Kerja rangkaian integrator Tegangan offset opamp Nb : Penguasaan dari setiap materi yang tertulis di atas adalah WAJIB dan akan diuji pada Tes Pendahuluan. Asisten BERHAK memberikan sanksi kepada praktikan yang tidak menguasai materi tersebut.

PERCOBAAN IX FILTER AKTIF I. TUJUAN PERCOBAAN 1. Praktikan dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari sebuah filter. 2. Praktikan dapat mengetahui karakteristik sebuah filter. 3. Praktikan dapat membuat suatu filter aktif dengan karakteristik yang diinginkan. II. TEORI UMUM Filter aktif RC adalah rangkaian pemilah frekuensi yang komponen-komponen pasifnya terdiri dari tahanan ( R ), kapasitor ( C ) dan Op Amp sebagai komponen aktifnya. Cara kerja filter secara umum adalah memakai karakteristik beban impedansi sehingga beban impedansi tersebut bisa berubah sesuai dengan frekuensi yang masuk. III. KLASIFIKASI DAN JENIS FILTER Terdapat empat klasifikasi umum filter yaitu : Low Pass Filter, Filter Elektronik yang melewatkan sinyal yang berfrekuensi lebih rendah daripada frekeuensi cutoff, dan mengatenuasi sinyal yang diatas frekuensi cut off. High Pass Filter, Filter Elektronik yang melewatkan sinyal yang berfrekuensi tinggi, dan mengatenuasi sinyal yang dibawah frekuensi cutoff. Band Pass Filter, Filter Elektronik yang melewatkan sinyal diantara frekuensi cut off, dan mengatenuasi sinyal selain diantara frekeunsi tersebut. Band Reject Filter, Filter Elektronik yang meatenuasi sinyal diantara frekuensi cut off, dan melewatkan sinyal selain diantara frekeunsi tersebut.

Jika melihat konfigurasi rangkaiannya, Filter aktif dapat dibagi menjadi beberapa jenis: 1. Filter Butterworth, merupakan filter yang keluarannya dapat mengurangi atenuasi, seiring dengan bertambahnya orde dari filter tersebut. 2. Filter Chebyshev, merupakan filter yang keluarannya dapat mengurangi ripple, seiring dengan bertambahnya orde dari filter tersebut. 3. Filter Bassel, merupakan filter yang keluarannya dapat mengurangi perbedaan fasa, seiring dengan bertambahnya orde dari filter tersebut. 4. Filter Sallen Key, merupakan filter aktif, yang digunakan untuk orde genap (n = 2,4,6,..) sehingga dapat langsung men:ghasilkan orde 2 (atau kelipatannya) dan dapat menghemat pemakaian komponen lainnya. IV. PARAMETER FILTER Beberapa Parameter yang disebutkan : A. Lewat bawah (Low Pass), keluaran filter (yang mungkin merupakan penguatan), yang dinyatakan oleh H(j2 f) muncul untuk frekuensi-frekuensi rendah, dalam gambar ditunjukkan dari frekuensi nol sampai frekuensi batas atas f H. B. Lewat pita (Band Pass), keluaran filter yang dinyatakan oleh H(j2 f) muncul untuk frekuensi-frekuensi antara frekuensi batas bawah f1 dan frekuensi batas atas f2. C. Lewat atas (High Pass), keluaran filter yang dinyatakan oleh H(j2 f) muncul untuk frekuensi-frekuensi antara frekuensi batas bawah f1 dan frekuensi batas atas tak terhingga. D. Eliminasi pita / penolakan pita (Band Rejection), keluaran filter yang dinyatakan oleh H(j2 f) tidak muncul untuk frekuensi-frekuensi antara frekuensi batas bawah f1 dan frekuensi batas atas f2. Pada kenyataannya, tanggapan frekuensi sebuah filter tidak seideal seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Tanggapan H(j2 f) tidak tetap besarnya, bervariasi antara harga maksimum H0 dan H1. Beda antara H0 dan H1 dinamakan kerutan (ripple). Untuk lebih

jelasnya pada gambar 2 akan terlihat karakteristik yang sesungguhnya dari suatu filter lewat bawah (Low Pass). V. RANGKAIAN PERCOBAAN i. LOW PASS FILTER a. Rangkaian Percobaan b. Langkah Percobaan 1. Susun rangkaian seperti pada gambar.

2. Pasang function generator dengan mode gelombang sinusoidal pada kanal input dan oscillator pada kanal output. 3. Beri catu daya pada rangkaian, catat level tegangan dan frekuensi yang tertera pada oscilloscope untuk masukan frekuensi yang berbeda. c. Peralatan Percobaan Function generator Oscilloscope Protoboard dan kabel penghubung DC power supply Komponen: Resistor: 220Ω/1W (2); 100Ω/2W (1); 100kΩ/0,5W (1) Kapasitor: 0,1μF/400V (2) Op Amp (1) ii. HIGH PASS FILTER a. Rangkaian Percobaan b. Langkah Percobaan 1. Susun rangkaian seperti pada gambar 2. Pasang function generator dengan mode gelombang sinusoidal pada kanal input dan oscilloscope pada kanal output. 3. Beri catu daya pada rangkaian, catat level tegangan dan frekuensi yang tertera pada oscilloscope untuk masukan frekuensi yang berbeda-beda

c. Peralatan Percobaan Function generator Oscilloscope Protoboard dan kabel penghubung DC power supply Komponen: o Resistor: 2,2kΩ/1W (2); 100Ω/2W (1); 100kΩ/0,5W (1) o Kapasitor: 0,1μF/400V (2) o Op Amp (1) iii. BAND PASS FILTER a. Rangkaian Percobaan b. Langkah Percobaan 1. Susun rangkaian Low Pass dan High Pass secara seri. 2. Pasang function generator dengan mode gelombang sinusoidal pada kanal input dan oscilloscope pada kanal output. 3. Beri catu daya pada rangkaian, catat level tegangan dan frekuensi yang tertera pada oscilloscope untuk masukan frekuensi yang berbeda-beda.

c. Peralatan Percobaan Function generator Oscilloscop Protoboard dan kabel penghubung DC power supply Komponen: o Resistor: 220Ω/1W (2); 2,2kΩ/1W (2); 100Ω/2W (1); 100kΩ/0,5W (1) o Kapasitor: 0,1μF/400V (4) o Op Amp (2) iv. BAND REJECT FILTER a. Rangkaian Percobaan b. Langkah Percobaan 1. Susun rangkaian High Pass dan Low Pass secara seri. 2. Pasang function generator dengan mode gelombang sinusoidal pada kanal input dan oscilloscope pada kanal output. 3. Beri catu daya pada rangkaian, catat level tegangan dan frekuensi yang tertera pada oscilloscope untuk masukan frekuensi yang berbeda-beda. c. Peralatan Percobaan Function generator Oscilloscope Protoboard dan kabel penghubung DC power supply

Komponen: o Resistor: 220Ω/1W (2); 2,2kΩ/1W (2); 100Ω/2W (1); 100kΩ/0,5W (1) o Kapasitor: 0,1μF/400V (4) o Op Amp (2) BAHAN BACAAN Sutanto, Rangkaian Analog dan Terpadu. Millman, Jacob & Arvin Grabel, Microelectronics. Millman, Jacob & Christos Halkias, Integrated Electronics. Buatlah dasar teori dengan mengikuti kerangka dasar teori berikut: Definisi Filter Cara Kerja Filter Klasifikasi dan Jenis Filter Parameter Filter Rangkaian Percobaan Praktikum Nb : kelengkapan dasar teori menjadi pertimbangan untuk mengikuti praktikum, harap diperhatikan dan dikerjakan sebaik-baiknya

PERCOBAAN X LINEAR DIGITAL IC DASAR TEORI Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah Komponen Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian dalam sebuah kemasan kecil. IC Digital memiliki batasan dalam kerja bergantung pada jumlah diskrit input dan hasil outputnya, sementara Linear Digital IC memiliki jumlah kerja yang tanpa batas. Hal ini disebabkan oleh Linear Digital IC memiliki input dan output yang proporsional, penguatannya berbentuk garis lurus pada grafik input- output. Input dari linear digital IC ada dua yaitu inverting dan non-inverting, input inverting akan menghasilkan output dengan fase yang berlawanan semenatara input non-inverting menghasilkan signal yang identik dengan fase output. Pada linear digital IC terdapat variable resistor yang dikoneksikan antara input inverting dengan output, fungsinya adalah sebagai pengontrol faktor penguatan (amplification factor). Aplikasi Linear Digital IC antara lain adalah untuk audio amplifiers, Analog to Digital Converter, DC amplfiers, integrator, differentiator, dan audio filters. A. Digital IC Sebagai DAC TUJUAN PERCOBAAN 1. Mempelajari kerja digital to analog converter Langkah Percobaan A. Percobaan digital to analog converter 1. Buat rangkain seperti Gambar dibawah 2. Berikan D0 dan D3 =ground serta D1 dan D2 sebagai input 1 3. Lihat Vo pada oscilloscope, catat nilainya. 4. Ulangi langkah dengan susunan input yang berbeda

Elektronik B. Digital IC Sebagai Digital to analog Converter TUJUAN PERCOBAAN 1. Mempelajari kerja digital to analog converter Langkah Percobaan 1. Konfigurasi rangkaian seperti Gambar dibawah 2. Ukur dan catat tegangan output C. Digital IC Sebagai voltage regulator TUJUAN PERCOBAAN 1. Mempelajari kerja digital IC Sebagai pengatur tegangan Langkah Percobaan 1. Konfigurasi rangkaian seperti Gambar dibawah

2. Ukur dan catat nilai Vo ALAT YANG DIGUNAKAN Power supply DC, multimeter, oscilloscope, bread board, resistor, LM555, LM7805 Buatlah dasar teori dengan mengikuti kerangka dasar teori berikut: KERANGKA DASAR TEORI Definisi Digital IC Cara Fabrikasi IC Gerbang logika, K-map, flip-flop Cara Kerja DAC, ADC, ladder network, voltage controlled osilator, PLL Pelajari IC 555 Voltage regulator dengan IC 78XX dan RC filter Nb : kelengkapan dasar teori menjadi pertimbangan untuk mengikuti praktikum, harap diperhatikan dan dikerjakan sebaik-baiknya