MIX USE BUILDING JAVA MARINA BEACH WALK SEMARANG

dokumen-dokumen yang mirip
KOMPLEKS CITY HOTEL PERTAMINA DI SOLO

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RESORT HOTEL

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PROGRAM DASAR PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL

BAB VI Konsep Perencanaan Dan Program Dasar Perancangan

CITY HOTEL BINTANG TIGA DI PEKALONGAN CITY HOTEL BINTANG TIGA DI PEKALONGAN DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN

HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG

KATA PENGANTAR. Semarang, April Penyusun. iii

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PROGRAM DASAR PERANCANGAN

SHOPPING MALL TERINTEGRASI KAWASAN STASIUN TUGU

BAB II PEMROGRAMAN. Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,

SHOPPING MALL DENGAN KONSEP CITY WALK DI SEMARANG

BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL RESORT

Canopy: Journal of Architecture

TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto

SOEKARNO HATTA INTERNATIONAL AIRPORT TRANSIT HOTEL DENGAN PENEKANAN DESAIN SUSTAINABLE DESAIN

TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK. Oleh : Diah Galuh Chandrasasi, Satrio Nugroho, Agung Budi

[TUGAS AKHIR 38] CONDOTEL DI SEMARANG BAB I PENDAHULUAN

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RESORT APUNG

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya sangat

MALL DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN KONSEP CITY WALK

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan

Sports Hotel di Kawasan Bukit Gombel Semarang BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar

Fasilitas Wisata Kuliner di Pantai Losari Makassar

BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

CITY HOTEL BINTANG EMPAT DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BINTANG EMPAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TERMINAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU

BAB I PENDAHULUAN. C I T Y H O T E L B I N T A N G 3 D I S E M A R A N G I m a n t a k a M u n c a r

BAB I PENGANTAR. menjadi sub sektor andalan bagi perekonomian nasional dan daerah. Saat ini

Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang 1

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman, pelayanan-pelayanan penunjang lainnya tempat rekreasi,

HOTEL RESORT DI DAGO GIRI, BANDUNG

HOTEL RESORT DI PULAU KARIMUNJAWA Dengan Penekanan Desain Arsitektur Organik Frank Lloyd Wright

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL

KRITERIA PENENTU TIPOLOGI PROPERTI HOTEL TRANSIT BANDARA SOEKARNO HATTA

REDESAIN PASAR MODERN SUKAPURA JAKARTA. Oleh : Erni Sri Mulyani, Bambang Adji Murtomo, Wijayanti.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

HOTEL RESORT DI PARANGTRITIS

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan dan pengujian model yang dapat menjelaskan sebab dan akibat perilaku seorang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

HOTEL RESORT DI PANTAI MANGGAR BALIKPAPAN DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS

BAB I PENDAHULUAN CITY HOTEL DI MEDAN

DAFTAR PUSTAKA TA 123 PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN SUNGAI GAJAH WONG DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

MUSEUM ZOOLOGI DI KOTA SEMARANG

Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang

CONVENTION CENTER DI BUKIT SEMARANG BARU

CITY HOTEL BINTANG EMPAT DI SEMARANG

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

BAB V PROGRAM DASAR PERANCANGAN DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. menyusun strategi untuk menarik hati para pelanggan mereka (Budi, 2013: 1).

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Banyaknya Pengunjung obyek-obyek wisata pantai di Gunung Kidul Mancanegara (Man) dan Nusantara (Nus)

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan di berbagai sektor salah satunya adalah sektor pariwisata.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. seluruh belahan dunia. Saat ini, seluruh Negara berlomba-lomba untuk

KAPO - KAPO RESORT DI CUBADAK KAWASAN MANDEH KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah hotel berbintang yang ada di Pantai Sorake sampai saat ini baru berjumlah

RESORT APUNG DI PULAU PEUCANG TAMAN NASIONAL UJUNG KULON DENGAN PENEKANAN DESAIN EKO ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan nasional. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan salah satu

BAB III ANALISA DAN STUDi BANDING

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat diandalkan tidak hanya dalam pemasukan devisa, tetapi juga

PENGEMBANGAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG

RUSUNAMI DI JAKARTA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Propinsi Bali pada Tahun 2009 memiliki luas sekitar Ha dan

Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung

HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA CIPANAS GARUT

BAB I PENDAHULUAN. wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dan telah menjadi salah satu

CITY HOTEL DI MEDAN. Oleh : Valentino Damanik, Eddy Hermanto, Totok Roesmanto

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

DAFTAR PUSTAKA. astudioarchitect.com Arsitektur tropis bangunan tinggi Ken Yeang / High Rise tropical Architecture of Ken Yeang

HILLSIDE HOTEL DI SEMARANG Penekanan Desain Arsitektur Neo Vernakular

BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki suatu nilai yang tidak hilang meskipun zaman sudah

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata sebagai suatu jenis usaha yang memiliki nilai ekonomi, maka

BAB I PENDAHULUAN. cepat, dikarenakan oleh kunjungan wisatawan yang semakin meningkat untuk datang

BAB I PENDAHULUAN. berani mempromosikan diri untuk meningkatan citra dan perekonomian Kota

BAB I PENDAHULUAN. 1 metro.koranpendidikan.com, diakses pada 1 Maret 2013, pukul WIB

I. PENDAHULUAN. Jenis Wisatawan Domestik Asing Jumlah Domestik Asing Jumlah Domestik Asing

BAB I PENDAHULUAN. dalam ataupun luar negeri datang untuk menikmati objek-objek wisata tersebut.

BAB 1 PENDAHULUAN. tinggal, seperti ruang tidur, ruang makan, dan kamar mandi. Karena bersifat

BAB I PENDAHULUAN. promosi pariwisata ini berkembang hingga mancanegara. Bali dengan daya tarik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. gb Peta Kawasan Wisata Pantai Lebih Gianyar Bali Sumber. Brosur Kabupaten Gianyar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penataan Bukit Gombel, Semarang dengan Bangunan multifungsi Penekanan pada Green Architecture

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

REDESIGN OF REST AREA GAS STATION REMBANG PENEKANAN DESAIN EKOWISATA

Transkripsi:

MIX USE BUILDING JAVA MARINA BEACH WALK SEMARANG Oleh : Agus Priyadi, Agung Dwiyanto, Indriastjario Semarang merupakan ibu kota Propinsi Jawa Tengah, dalam perkembangan dewasa ini kota ini menjadi salah satu destinasi pariwisata di Jawa Tengah. Lokasi yang sangat berada di antara pusat ekonomi Indonesia yaitu Kota Jakarta dan Kota Surabaya, Kota Semarang menjadi persinggahan yang cukup populer di jalur darat penghubung kedua kota tersebut. Selain di topang dari jalur darat, pembukaan jalur udara langsung dari Kota Semarang menuju negara-negara tetangga menjadikan Semarang di banjiri turis mancanegara, tak kurang 3442 orang pada tahun 2012 mengunjungi Kota Semarang. Pertumbuhan jumlah turis di kota ini berdampak dengan berkembangnya bisnis di dunia pariwisata di Kota Semarang. Dari berbagai macam bisnis tersebut, salah satunya adalah bisnis penginapan. Bisnis dunia pariwisata sangat bergantung dengan pasaran yang akan di bidik. Perkembangan yang semakin pesat menjadikan kompetitor kompetitor yang ada bersaing di kelas konsumen yang telah ada. Kelas konsumen yang semakin beragam dan berbagai tujuan menjadikan kelas bisnis penginapan semakin majemuk. Dari beberapa yang sedang populer di kalangan masyarakat adalah konsep penginapan bugdet yang digolongkan dalam peraturan pemerintah dapat diartikan berkelas bintang tiga (3) setara. Penginapan bugdet memiliki banyak kompetitor, selain kelas yang di tentukan adalah lokasi. Lokasi sangat menentukan suatu penginapan akan di kembangkan. Lokasi juga padat dimanfaatkan sebagai daya dukung atau ciri yang berbeda agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.lokasi yang cocok untuk khasus ini adalah Pantai Marina Semarang. Kata Kunci : Semarang, turis l, hotel, investasi, Pantai Marina 1. LATAR BELAKANG Kota Semarang yang merupakan ibu kota Propinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daya magnet kunjungan para turis, baik mancanegara maupun turis lokal. Semarang yang menjadi pintu gerbang Propinsi Jawa Tengah penghubung tempat pariwisata di Jawa Tengah. Menurut data yang di himpun oleh KOMPAS pada tahun 2012 terdapat kenaikan yang cukup besar yaitu 20 persen. Jumlah wisatawan tersebut sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 1.834.886 orang dan mampu terealisasi 2.613.952 orang. Dari jumlah wisatawan itu, 32.072 wisatawan mancanegara dan 2.581.880 wisatawan domestik.(kompas,12 Januari 2014). Kota dengan moto Semarang Pesona Asia, dan diperbaharui lagi menjadi Semarang Setara tersebut telah berbenah.. Fasilitas yang salah satu harus dimiliki kota ini adalah sebuah penginapan. Penginapan merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk keperluan tinggal selama wisatawan melalukan kunjungan dan di sertai dengan fasilitas penunjang lainnya. I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4 455

2. RUMUSAN MASALAH Sektor jasa perhotelan masih mempunyai prospek yang baik di Semarang Jumlah wisatawan yang meningkat. Peluang bisnis kawasan pantai Marina berkembang luas dengan arus modernisasi kawasan sekitar. 3. METODOLOGI Kajian diawali dengan mempelajari dunia pariwisata serta pengertian dan standarstandar mengenai hotel, tinjauan mengenai area komersial, serta studi banding beberapa Mix Use Buiding Hotel dan area Komersial yang telah ada di Denpasar,dan Jogjakarta. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang khususnya kawsan Marina, serta perkembangan investasi hotel dan tingkat hunian hotel di kota Semarang, Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep modern agar dapat bersaing dengan kompetitor yang lain dan menarik dilihat turis. 4. KAJIAN PUSTAKA 4.1. Tinjauan Hotel dan Shopping Center Pengertian Hotel menurut Hotel Prpictors Act, 1956 (Sulatiyono, 1999:5) adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan makanan, minuman, dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orangorang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus (perjanjian membeli barang yang disertai dengan perundinganperundingan sebelumnya). Sedangkan Menurut urban institute shopping center adalah suatu kesatuan bangunan komersial yang didirikan pada lokasi yang direnacanakan, dikembangkan dimulai dan diatur menjadi kesatuan operasi yang berhubungan dengan lokasi, ukuran, tipe toko dan area perbelanjaan dari unit tersebut. Unit ini juga menyediakan tempat parkir yang dibuat menurut tipe dan ukuran total dari toko-toko. 4.2. Klasifikasi Condotel Karena Hotel menurut dirjen pariwisata hotel digolongkan menjadi dua yaitu City hotel dan hotel resort yang di klasifikasikan dalam golongan melati, bintang 1, bintang 2, bintang 3, bintang 4, dan bintang 5. Sedangkan Klasifikasi shopping center menurut Victor Gruen dalam buku Time Saver for Building Types (2001;140) yaitu tediri sebagai berikut : Neighborhood Center Community Center Regional Centers Superregional Centers Specialty Centers and Theme Centers Mixed-Use Centers Urban Centers Outlet Centers 4.3. Sasaran pengguna Semarang merupakan sasaran pariwisata yang berkembang di Jawa Tengah. Dengan perkembangan yang cukup baik serta dengan perbaikan pencapaian dengan pembukaan bandar udara International serta pelabuhan yang terhubung dengan dunia luar dengan ditandainya banyak kapal pesiar yang singgah, maka diperlukan pilihan tempat berlibur yang lebih adaktif dengan fasilitas yang beragam yang disesuaikan dengan keinginan turis. Kawasan pengembangan pantai dipilih mengingat minimnya fasilitas wisata didareah tersebut, dengan harapan turis yang berlibur di Semarang dapat terhibur dengan adanya tempat yang menawarkan konsep baru yaitu penginapan di tepi pantai 4.4. Arsitektur Modern Arsitektur modern merupakan Internasional Style yang menganut Form Follows Function (bentuk mengikuti fungsi). Arsitektur Modern adalah keberanian tindakan merombak konsep-konsep lama, memadukan keanekaragaman gaya tradisi menajdi satu kesepakatan baru yang prosesnya berpijak pada aspek-aspek fungsi, material, ekonomi dan sosiologi. Dasar pemikiran modern dalam 456 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4

arsitektur itu sendiri adalah : humanism, rasionalisme, dan konstruktivisme. 5. Studi Banding 5.1.1. Kuta Beach Walk Badung Bali Gambar 3. Amaris Jogjakarta Sumber: http://www.agoda.com Gambar 1. Kuta Beach Walk Bali Sumber:Dokumen Pribadi Gambar 2. Laskap Kuta Beach Walk Bali Sumber: Dokumen Pribadi Kuta Beach Walk merupakan perpanduan duafungsi masa bangunan yaitu hotel dengan shopping center.hotel yang ada yaitu Seraton hotel 235 kamar dan hotel Harris 196 kamar. 5.2. Amaris Jogjakarta Gambar 4. Fasilitas Amaris Jogjakarta Sumber:www.agoda.com Merupakan salah satu contoh city hotel yang memiliki keunggulanm dibanding dengan yang lain. Dengan mengangkat city hotel Amaris Jogjakarta merupakan hotel kecil yang memiliki fasilitas yang cukup baik I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4 457

6. KAJIAN LOKASI 6.1. Kota Semarang Kota Semarang yang merupakan ibukota Propinsi Jawa Tengah adalah satu-satunya kota di Propinsi Jawa Tengah yang dapat digolongkan sebagai kota metropolitan. Sebagai ibukota propinsi, Kota Semarang menjadi parameter kemajuan kota-kota lain di Propinsi Jawa Tengah. Kemajuan pembangunan Kota Semarang tidak dapat terlepas dari dukungan daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kota Ungaran Kabupaten Demak, Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal. Luas wilayah kota Semarang 373,70 km 2, yang terbagi dalam wilayah Pengembangan (WP) dan dirinci dalam 10 bagian wilayah Kota (BWK) serta mempunyai 16 wilayah kecamatan dan 187 kelurahan. Batas wilayah administratif Kota Semarang : a. Sebelah Barat :Kabupaten Kendal b. Sebelah Timur :Kabupaten Demak c. Sebelah Selatan :Kabupaten Semarang d. Sebelah Utara :Laut Jawa (dengan panjang garis pantai sampai 13,6 km) 6.2. Tinjauan Kawasan Marina Kawasan Pantai Mariana Semarang merupakan kawasan binaan yang dikembangkan bersama-sama dengan kawasan sekitar antara lain Perumahan Puri Anjasmoro, Peumahan Royal Famili dan kawasan pemukiman lain yang berada di kecamatan Semarang Barat. Kawasan di sekitar Pantai Marina juga terdapat area-area yang diperuntukan sebagai fasilitas ibadah, sekolah, komersial area, kawasan rekreasi, kawasan hunian serta kawasan pergudangan. Termasuk dalam BWK 3 Kota Semarang. Berikut peta tata guna lahan BWK 3 Kota Semarang. Gambar5. Peta BWK 3 Kota Semarang Sumber:Pemerintah Kota Semarang 7. PENDEKATAN ASRSITEKTURAL Pendekatan aspek arsitektural adalah dengan menggunakan unsur lokalitas yang ada, yaitu dengan menggunakan pola tegas pada bagunan yang diambil dari bangunan Jawa, serta perpaduan komposisi bangunan yang terbagi tiga elemen. Dengan kearifan lokal ini di kombinasikan dengan disain bercorak modern sehingga menimbulkan kesan bentuk sederhana yang lebih terkesan mewah. 8. KESIMPULAN PERANCANGAN 8.1. Program Ruang Kelompok Ruang Kegiatan Umum 1 Plaza 240 2 Lobby 112 3 Lounge 84 4 Frount Office 56 5 Ruang yang 224 disewakan 6 Lavatori laki dan 96 perempuan Total 812 Sirkulasi 243,6 30% Total dan sirkulasi 1055,6 Kelompok Ruang Kegiatan Bersama ( Fasilitas ) 1 Ruang Serba 71,375 2 Restaurant 266 3 Dapur 88,6 3 Sport Area 28 Total 453,975 Sirkulasi 30% 137 Total +Sirkulasi 591 Kelompok Ruang Sewa ( Menginap ) 458 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4

1 Deluxe Room 4612,4 2 Premiere room 1560 3 Suite Room 1150 Total 7322,4 Sirkulasi 30 % 2196,7 Total + Sirkulasi 9519,12 Kelompok Ruang Pengelola 1. Rg.General Manager 56 Office 2. Rg. Assistance General 56 Manager Office 3. Rg. Room Office 56 4. Rg. Food and Baverage 56 Office 5. Rg.Marketing Office 56 6. Rg.Human Resource 56 Office 7. Rg.Purchasing Office 56 8. Rg.Accounting Office 56 9. Rg. Engineering Office 56 10. Rg. Administration 56 office 11. Rg Security and 56 Parking Office 12. Rg. Meeting Room 56 13. Lavatory 12 Total 684 Sirkulasi 30% 205,2 Total +Sirkulasi 889,2 Kelompok Pelayanan 1. House Keeping Office 105 2 Ruang karyawan 346,6 3. Lost and found room 14 4. Laundry and dry 88,2 cleaning 5. Dapur 162 6 Receiving area/ 98 loading dock 7. Gudang 423 8. Ruang engineering 66 Total 1302,8 Sirkulasi 30% 390,84 Total + SirKulasi 1693,64 Kelompok Sewa Shopping Center 1 Retail 4050 2 Bilik 50 Total 4100 Sirkulasi 1230 30% Total + sirkulasi 5330 Kelompok Pengelola Shopping 1 Ruang Manager 16 2 Ruang Asisten 16 Manager 3 Ruang HRD 16 4 Ruang Keuangan 16 5 Ruang Promosi 16 6 Ruang Pemasaran 16 7 Ruang Operasional 16 8 Ruang Teknisi 16 9 Ruang engineering 66 Total 194 Sirkulasi 30 % 58,2 Toatal + Sirkulasi 252,2 Kelompok Ruang Luar 1. Parkir mobil tamu 2310 menginap 2. Parkir mobil tamu 4950 tidak menginap 2. Parkir motor tamu 247,5 3 Parkir mobil karyawan 825 4. Parkir motor karyawan 450 Total 8782,5 Sirkulasi 100% 8782,5 Total +Sirkulasi 17565 Tabel 1 :Klasifikasi Besaran Per Ruang Sumber : Analisa Penulis Dari data diatas dapat di simpulkan sebagai berikut : No Jenis Ruang Luasan 1 Kelompok 1055,6m² Kegiatan Umum (Hotel dan AShopping Center) 2 Kelompok Kegiatan Bersama 591m² (Hotel dan Shopping Center ) 3 Kelompok 14849,12m² Kegiatan Utama (Hotel dan Shopping Center 4 Kelompok Kegiatan 1141,4m² Pengelola (Hotel dan Shopping Center ) 5 Kelompok Kegiatan Pelayanan (Hotel ) 1693,64m² 6 Ruang Luar 17565m² Terbangun I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4 459

Total 36.895,76m² Tabel 5.2 : Klasifikasi Besaran Per Jumlah Kelompok Ruang Sumber : Analisa Penulis Luasan total area terbangun dalam pengembangan Mix Use Building, Hotel dan Shopping Center di kawasan Pantai Marina Semarang mencapai 36.895,76 m² 8.2. Tapak Terpilih Maka dapat ditetapkan : Luas Tapak Minimal = Luas Total Bangunan / KLB maks = 36.893 4,0 = 9.2235 m 2 Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kebutuhan luasan tapak adalah 9.2235 m 2 dan berdasarkan tapak yang ada memiliki luasan 10.000 m2. dengan luasan tapak tersebut dapat diketahui : Luas Tapak Tertutup Bangunan Maks = Luas Tapak x KDB = 10.000 m 2 X 0,6 = 6000 m² Besaran diperhitungkan berdasarkan peraturan bangunan daerah setempat, dalam hal ini mengacu pada Perda Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2004 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK ). Berdasarkan RTRW Kota Semarang, hotel dan Pusat Perbelanjaan yang akan direncanakan di kawasan Pantai Marina Semarang merupakan bangunan di pinggir jalan lokal yang bersifat akomodasi / perumahan, maka ditetapkan peraturanperaturan bangunan sebagai berikut : KDB = 60% = 0,6 KLB = 4,0 Ketinggian Bangunan = 7-10 lantai Besar luas tapak ini harus memenuhi persyaratan KLB, maka perlu cek dengan luas tapak minimum yang diperbolehkan. Dimana menurut RTRW, ketentuan KLB adalah 4,0. Luas Tapak Minimum = Luas Total Lantai Bangunan Dengan demikian ketinggian bangunan pada tapak terpilih adalah : Jumlah Lantai = Luas Total Bangunan/ Luas Tapak Tertutup = 36.893 m 2 /6000 m 2 = 6,14 (6 lantai) 9. DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI 9.1. Pustaka 10. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang. 2004. Peraturan Daerah No 6 Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP)Semarang. Semarang : Pemerintah Kota Semarang 11. BPS.2013. Semarang Dalam Angka2012. Semarang : Badan Pusat Statistik Kota Semarang. 12. BPS.2014. Jurnal Pariwisata Jawa Tengah. Semarang : Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Tengah. KLB 460 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4

13. Damardjati, R.S. 2001. Istilah-istilah Dunia Pariwisata. Jakarta : PT Pradnya Paramita 14. De Chiara, Callener, 1987, Time Saver Standards for Building Types 2nd Edition. Singapore : Mc Graw Hill Book Companies Inc. 15. Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. 2014. Data Kunjungan Wisatawan Jawa Tengah 2014. Semarang : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 16. Harold R. Sleeper, F.A.I.A. 1955. Build Planning and Design Standards. New York: John Wiley & Son Inc. 17. Marpaung, Happy. 2002. Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung : PT Alfabeta 18. Neufert, Ernst, 2002, Data Arsitek Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. 19. Rutes, Walter A and Richard Penner. 1981. Hotel Planning and Design. London : The Architectural Press 20. SK Dirjen Pariwisata No : Kep14/U/II/1988. Usaha dan Pengelolaan Hotel 21. SK Menpenhub RI No.241/H/70 22. SK Menparpostel No. KM 37/PW.304/MPPT-86. Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel 23. SK Mentri Perhubungan RI No. PM10/PW.301/phb-77 24. Yoeti, Oka A. 1999. Hotel Engineering. Jakarta : PT Pertja Jakarta 25. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 40/PRT/M/2007. Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi Pantai 26. 27. Sumber dari website: 28. www.wikipedia.org/wiki/provinsi_bali diakses pada tanggal 10 April 2014 pukul 09.27 WIB 29. www.google.com diakses pada tanggal 5 Mei 2014 pukul 11.25 WIB 30. http://www.agoda.com diakses pada tanggal 16 Mei 2014 pukul 19.10 WIB 31. http://www.fourseasons.com. diakses pada tanggal 29 April 2014 pukul 23.15 WIB I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4 461

APPENDIX : ILUSTRASI PERANCANGAN 462 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4

I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4 463

464 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4

I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4 465

466 I M A J I - V o l. 3 N o. 4 O k t o b e r 2 0 1 4