UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA INDUSTRI ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) JURNAL PUBLIKASI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR INDUSTRI ROKOK YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA DENGAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab II. Tinjauan Pustaka

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memaksimalkan laba atau sering disebut perusahaan nirlaba. Tujuan dari

BAB I PENDAHULUAN. melalui investasi pada suatu perusahaan dinilai prospektif atau menguntungkan. Hal

Economic Value Added (EVA)

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ilmiah yang ditujukan dengan bagaimana kepatuhan peneliti

BAB II KAJIAN PUSTAKA. aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data

III. METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis yang terjadi saat ini tidak dapat dihindari oleh perusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pekerjaan bagian pembukuan. Selanjutnya laporan keuangan tersebut untuk

Evaria Novita, Achmad Husaini, MG Wi Endang Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya

BAB II LANDASAN TEORI. Istilah kinerja seringkali dikaitkan dengan kondisi keuangan perusahaan. Kinerja

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam penentuan kebijakan investasi, pemilik, manajer dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II URAIAN TEORITIS. antara PT. Indocement Tunggal Prakarsa dan PT. Semen Gresik. Hasil penelitian

BAB I PENDAHULUAN. atau keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi. telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi, 1993).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Peneliti terdahulu yang digunakan adalah adalah penelitian yang dilakukan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA tbk. PADA PERIODE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Telah melakukan penelitian yang berjudul Analisis Perbandingan

PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE EVA (ECONOMIC VALUE ADDED) PADA PT. TIMAH (PERSERO) TBK PERIODE

BAB I PENDAHULUAN. nilai investasi pada masa yang akan datang. Tujuan utama kegiatan investasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang sebanyak-banyaknya

PT.INDOSAT TBK MENGGUNAKAN METODE FINANCIAL RATIO DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) ABSTRAKSI

ANALISIS PENGUKURAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) PADA PT SEPATU BATA TBK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan suatu perekonomian diikuti juga dengan. bisnis perusahaan. Untuk mendapatkan modal yang besar dan terikat dalam

BAB III METODE PENELITIAN

ABSTRAK. Pengaruh Economic Value Added Terhadap Tingkat Pengembalian Saham Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam LQ-45

BAB I PENDAHULUAN. tercermin dari banyaknya perusahaan yang melakukan Initial Public Offering

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bursa Efek Indonesia telah menjadi penting dari berkembangnya

ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED

BAB I PENDAHULUAN. finansial (financial assets) dan investasi pada aset riil (real assets). Investasi pada

BAB I PENDAHULUAN. muncul berkaitan dengan efisiensi informasi. Hal ini dapat terjadi karena pasar

ANALISA LAPORAN KEUANGAN.

BAB I PENDAHULUAN. investasinya tersebut akan mampu memberikan tingkat pengembalian (rate of return)

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya perusahaan memiliki persediaan yang dimiliki dan digunakan atau

Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added) (Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel Tbk Periode )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. tersebut sudah baik. Jika dinilai kinerja kurang baik maka diharapkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa penelitian terdahulu

EMA SUNDARI Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Anita Wasutiningsih, MM

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari

BAB I PENDAHULUAN. bersumber dari dalam negeri misalnya tabungan luar negeri, tabungan pemerintah,

Penilaian Kinerja Keuangan Pada PT. ASIA PAPER MILLS Dengan Metode Economic Value Added (EVA)

BAB I PENDAHULUAN. 1.6 Latar Belakang Masalah. Investasi merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan, karena dengan

PENDAHULUAN. kemauan para usahawan untuk memanfaatkan peluang yang ada semaksimal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Dengan perkembangan ekonomi yang mulai tumbuh dan teknologi yang pesat

PENGARUH EVA DAN RASIO-RASIO PROFITABILITAS TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG GO PUBLIK DI BEI PERIODE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan Pengertian Laporan Keuangan

DAFTAR ISI. 5 HASIL DAN PEMBAHASAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN 41

kinerja keuangan, diperlukan tolak ukur tertentu.

DAFTAR ISI. 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Laporan Keuangan 41

II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. berarti juga memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. menjadi semakin ketat dan kompetitif. Kondisi ini menuntut sebuah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif menurut Robert Donmoyer (dalam Given, 2008: 713),

BAB I PENDAHULUAN. Istilah Economic Value Added (EVA) pertama kali dicetuskan oleh Stewart dan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI PENGUKUR PENINGKATAN KINERJA KEUANGAN PADA PT. XL AXIATA, TBK

BAB I PENDAHULUAN. industri pesawat terbang, industri listrik dan lain-lain (ICN, 2010).

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan. kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat terjadi krisis moneter banyak perusahaan yang mengalami penurunan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti perlu menetapkan metode penelitian

ANALIS PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR LAMPIRAN... viii

BAB II LANDASAN TEORI

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN BERDASARKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN ECONOMIC VALUE ADDED

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. Pelaporan keuangan merupakan sarana yang digunakan perusahaan untuk

PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED

DI BEI. Tugas dan. Diajukan Untuk. Memenuhi. Oleh:

Transkripsi:

ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR CONSUMER GOODS DENGAN PENDEKATAN EVA (ECONOMIC VALUE ADDED) DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2O10-2013 NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta Disusun oleh : BAYU SAPTONO B 100 110 357 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015

HALAMAN PENGESAHAN Yang bertandatangan dibawah ini telah membaca Proposal dengan judul : ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR CONSUMER GOODS DENGAN PENDEKATAN EVA (ECONOMIC VALUE ADDED) DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2O10-2013 Yang ditulis oleh : BAYU SAPTONO B 100 110 357 Penandatanganan berpendapat bahwa Usulan Penelitian tersebut telah memenuhi syarat untuk diterima.

ABSTRAKSI Economic Value Added (EVA) merupakan salah satu pengukuran kinerja yang memperhatikan secara tepat semua faktor faktor yang berhubungan dengan penciptaan nilai (Value). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor consummer goods yang go publik terdaftar di BEI. Sampel yang diambil adalah 3 perusahaan manufaktur sektor consummer goods yang go publik terdaftar di BEI. Metode analisis data menggunakan teknik analisis kinerja keuangan dengan metode EVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Consumer Goods telah berhasil menciptakan nilai tambahan bagi investor dan dapat meningkatkan nilai perusahan. Terbukti dari hasil analisis kinerja keuangan dengan pendekatan Economic Value Added (EVA) yang memperoleh nilai rata rata EVA positif. Kata Kunci : Consumer Goods, Evonomic Value Added, Kinerja Keuangan.

A. Latar Belakang Selama ini metode pengukuran kinerja keuangan yang umum digunakan antara lain laba perlembar saham (Earning per Share/EPS), laba bersih per total aktiva (Return on Assets/ROA) dan laba bersih per total ekuitas (Return on Equity/ROE). Matriks seperti Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA), dan Earning per Share (EPS) digunakan sebagai pengukur kinerja keuangan yang sangat penting dan bahkan sebagai dasar pemberian bonus pada sebagian besar perusahaan, meskipun ROE, ROA, dan EPS tidak berhubungan dengan tepat secara teoritis dengan penciptaan nilai pemegang saham. Ketiga metode pengukuran kinerja keuangan tersebut tidak memperhitungkan biaya modal atas ekuitas dalam perhitungannya yang berarti metode metode tersebut mengabaikan kepentingan pemegang saham yang telah menanggung risiko dengan menanamkan modalnya di perusahaan. Biaya modal menunjukkan besarnya kompensasi atau pengembalian yang dituntut kreditur dan pemegang saham atas modal yang diinvestasikan di perusahaan. Besarnya kompensasi tergantung pada tingkat risiko perusahaan yang bersangkutan. Semakin tinggi tingkat risiko, semakin tinggi pula tingkat pengembalian yang dituntut pemegang saham (Utama, 1997:10) Untuk mengurangi kelemahan pengukuran kinerja keuangan tradisional tersebut diperlukan metode yang lebih baik yang memuaskan kompenen biaya modal atas ekuitas dalam mengukur kinerja perusahaan yaitu dengan metode Economic Value Added (EVA). Dan ide pokok dari EVA adalah seberapa banya perusahan dapat memberikan nilai tambahan kepada investor. Stern Steward Management Service yang merupakan perusahaan konsultan dari Amerika Serikat yang mulai mempopulerkan EVA pada Media decade 1990-an.

Eva mencoba mengukur nilai tambahan (value creation) yang dihasilkan perusahaan dengan cara mengurangi laba bersih operasi setelah pajak (net operating After Tax) dengan total biaya modal (Total Cost Of Caiptal) sebagai akibat investasi yang dilakukan. Dalam hal ini Stern Steward melakukan beberapa penyesuaian terhadap laba operasi setelah pajak yang disusun menurut standar Akuntansi Keuangan. Penyesuaisan yang dilakukan adalah dengan menambahkan cadangan cadangan ekuitas ekuivalen (equity equivalent rerserves) ke modal serta menambahkan beban periodik dari cadangan cadangan tersebut ke laba operasi setelah pajak. Di Amerika Serikat EVA telah banyak digunakan sebagai pengukuran kinerja Standar Akuntansi Keuangan perusahaan sebagai perusahaan besar seperti Coca-Cola, AT & T, Quaker Qats, Eli Lily, dan Tennco. CEO dari Quaker Qats menyatakan bahwa EVA membuat manager bertindak sebagai pemegang saham, sedangkan eksekutif dari Coca-Cola dan Tenneco menjelaskan bahwa EVA sukses diterapkan di perusahaan bermerek Coca-Cola, AT & T, Quaker Qats, Eli Lily, dan Tennco.(Utama, 1997:10). Dengan demikian EVA perhatian manajer akan sesuai dengan kepentingan para pemegang saham. Manajer akan berpikir dan bertindak seperti para pemegang saham. Manajer akan berpikir dan bertindak seperti pemegang saham yang memaksimalkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingkat biaya modal. Berdasrkan dengan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini dipilih judul: ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR CONSUMER GOODS DENGAN PENDEKATAN EVA (ECONOMIC VALUE ADDED) DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2O10-2013 B. LANDASAN TEORI 1. Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian laporan keuangan menurut Zaki Baridwan adalah sebagai berikut : Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringakasan dari transaksi transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan: (Baridwan, 1992:17) 1. Arti Penting Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan dengan maksud untuk memberikan informasi tentang hasil usaha, posisi finansial dan kegiatan kegiatan serta faktor faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan posisi financial pada pihak pihak yang berkepentingan dengan eksistensinya perusahaan. 2. Tujuan Laporan Keuangan Tujuan laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan adalah Sebagai berikut : a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. b. Memenuhi kebutuhan bersama sebagai besar pemakai untuk pengambilan keputusan ekonomi dan menggambarkan pengaruh keungan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyertakan informasi non keuangan. c. Menunjukkan pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercaya kepadanya (Ikatan Akuntansi Indonesia,2002). 3. Sifat Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah bersifat serta menyeluruh dari berbagai suatu (profress report) laporan keungan terdiri dari data data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara: (Munawir, 1994:6)

a. Fakta yang telah dicatat (Recorded Fact) b. Pinsip dan keberhasilan di dalam akuntansi ( Accounting coventations and Postulat) c. Pendapatan pribadi (personal judgement) 4. Fungsi Laporan Keuangan Fungsi laporan keuangan itu adalah suatu alat yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan dari suatu perusahaan dari kegiatan kegiatan kepada mereka yang berkepentingan dengan perusahaan tertentu. 5. Isi Laporan Keuangan Ada 2 isi laporan Keuangan yang pokok dihasilkan yaitu neraca dan laporan laba-rugi. 1. Neraca Neraca adalah laporan yang menunjukan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. 2. Laporan laba-rugi Menurut Munawir (1995: 26), laporan laba-rugi merupakan laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. B. Penilaian Kinerja 1. Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan di pasar modal merupakan prestasi yang dicapai perusahaan menerbitkan saham yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan tersebut biasanya diukur dalam rasio rasio keuangan (Helfert, 1996:67) 2. Tujuan Penilaian Kinerja

Tujuan penilaian kinerja menurut Mulyadi dan Setyawan (2001:353) adalah sebagai berikut : Tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi personal dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan organisasi standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran organisasi. 3. Manfaat Penilaian Kinerja Menurut Mulyadi dan Setyawan (2001:353) penilaian kinerja dimanfaatkan organisasi untuk : a. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian seara maksimum. b. Membantu pemngambilan keputusan yang berkaitan dengan pernghargaan personel. c. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan personel dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan personel. d. Menyediakan suatu dasar untuk mendistribusikan pernghargaan. 4. Tahap penilaian Kinerja keuangan Tahap penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu: tahap persiapan dan tahap penilaian. Tahap persiapan terdiri dari tahap rinci yaitu:

1. Penentuan daerah pertanggung jawaban dan manajer yang bertanggung jawab 2. Penentuan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja 3. Pengukuran kinerja sesungguhnya C. Metode Economic Value Added (EVA) 1. Pengertian Economic Value Added (EVA) Maka Economic Value Added (EVA) merupakan keuntungan operasional setelah pajak, dikurangi biaya modal yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil harapanharapan para pemegang saham dan kreditur. 2. Tujuan dan Perhitungan Economic Value Added (EVA) Perhitungan Economic Value Added (EVA) yang diharapkan dapat mendukung penyajian laporan keuangan sehingga akan mempermudah para pemekai laporan keuangan diantaranya para investor, kreditur, karyawan, pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Namun, manakala dalam struktur perusahaan terdiri dati hutang dan modal sendiri, secara sistematis EVA dapat dirumuskan sebagai berikut: EVA= NOPAT (WACC x TA) Keterangan: NOPAT WACC = Laba bersih operasi setelah pajak = Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital)

TA = Total modal (Total Asset) 3. Manfaat Economic Value Added (EVA) Menurut Iramani dan Febrian (2005), manfaat EVA adalah sebagai berikut: 1. EVA merupakan suatu ukuran kinerja perusahaan yang dapat berdiri sendiri tanpa memerlukan ukuran-ukuran lain baik berupa perbandingan dengan menggunakan perusahaan sejenis atau menganalisis kecenderungan (trend). 2. Hasil perhitungan EVA mendorong mengalokasikan dana perusahaan untuk investasi dengan biaya modal yang rendah. D. Pengertian dan Komponen Biaya Modal (COC) 1. Cost of Capital atau Biaya Modal (COC) Cost of Capital atau biaya modal mempunyai dua makna, tergantung dari sisi investor atau perusahaan. Dari sudut pandang investor cost of capital adalah opportunity cost (biaya pengorbanan) dari dana yang ditanamkan investor pada sustu perusahaan. Sedangkan dari sudut pandang perusahaan, cost of capital adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh sumber dana yang dibutuhkan. 2. Komponen biaya modal Menurut Warsono (2003: 135), Pada umumnya komponen Biaya Modal (Cost of Capital) terdiri dari : 1. Cost of Debt (Biaya Hutang)

Suatu perusahaan memanfaatkan sumber pembelanjaan utang, dengan tujuan untuk memperbesar tingkat pengembalian modal sendiri (ekuitas). Biaya Utang dibagi menjadi dua macam yaitu: a. Biaya Utang sebelum Pajak (before-tax cost of debt) Menurut Hartono, (1990:48), besarnya biaya utang sebelum pajak dapat ditentukan dengan menghitung besarnya tingkat hasil internal (yield to maturity) atas arus kas obligasi, yang dinotasikan dengan kd. b. Biaya Utang setelah Pajak (after-tax cost of debt) Menurut Hartono, (1990:48), Biaya utang setelah pajak dapat dicari dengan mengalikan biaya utang sebelum pajak dengan (1 - T), dengan T adalah tingkat pajak marginal. 2. Cost of Equity (Biaya Modal Sendiri) Menunjukkan tingkat keuntungan yang diinginkan oleh pemilik modal pada saat mereka bersedia menyerahkan dana tersebut ke perusahaan. 3. Menghitung Struktur Permodalan dari Neraca (Weston, 1992:52) Struktur permodalan dihitung dengan rumus sebagai berikut : Komposisi hutang (Wd) : Komposisi modal sendiri (We) :

4. Biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) Menurut Iramani dan Febrian (2005), WACC dihitng dengan rumus sebagai berikut : Dimana, WACC = Wd (Kd*) + We (Ke) Wd We = Komposisi hutang. = Komposisi modal sendiri. Kd* = Biaya Hutang. Ke = Biaya modal Sendiri. 5. Menghitung NOPAT. NOPAT adalah laba operasi berish setelah dikurangi dengan pajak.. Rumus NOPAT adalah sebagai berikut : NOPAT = LABA USAHA BEBAN PAJAK C. METODE ANALISIS 1) Menghitung Biaya Hutang. (Hartono, 1990:48) Biaya hutang dihitung dengan rumus sebagai berikut : Dimana, Kd = Biaya Hutang Sebelum Pajak Biaya Hutang setelah pajak dihitung dengan rumus sebagai berikut : Kd * = (1 t ) Kd Dimana, Kd * = biaya hutang setelah pajak

T = tingkat pajak Untuk mencari Tingkat Pajak (T), maka dapat menggunakan rumus : 2) Menghitung Biaya Modal Sendiri. (Hartono, 1990:48) Rumus sebagai berikut : Dimana, Ke = Biaya Modal Sendiri 3) Menghitung Struktur Permodalan dari Neraca (Weston, 1992:52) Struktur permodalan dihitung dengan rumus sebagai berikut : Komposisi hutang (Wd) : Komposisi modal sendiri (We) : 4) Menghitung Rata Rata Modal Tertimbang (WACC) WACC dihitng dengan rumus sebagai berikut : WACC = Wd (Kd*) + We (Ke) Dimana, Wd We Kd* = Komposisi hutang. = Komposisi modal sendiri. = Biaya Hutang.

Ke = Biaya modal Sendiri. 5) Menghitung NOPAT. Rumus NOPAT adalah sebagai berikut : NOPAT = LABA USAHA BEBAN PAJAK 6) Menghitung EVA. EVA dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : (Hartono, 1999 : 49) EVA = NOPAT (WACC x Total Modal) D. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka hasil penelitian ini dapat ditarik kersimpulan bahwa Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Consumer Goods telah berhasil menciptakan nilai tambahan bagi investor dan dapat meningkatkan nilai perusahan. Terbukti dari hasil analisis kinerja keuangan dengan pendekatan Economic Value Added (EVA) yang memperoleh nilai rata rata EVA positif yaitu sebesar Rp.204.905.000.000 E. SARAN Adapun saran saran yang dapat penulis berikan sebagai bahan masukan bagi pihak perusahaan adalah Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi investor dalam melakukan investasi saham dengan mengukur kinerja perusahaan melalui metode EVA.

DAFTAR PUSTAKA IAI.2002 Melalui PSAK No. 2 Dalam Buku SAK. Utama. 1997. Economic Value Added, Pengukur Penciptaan Nilai Perusahaan. Majalah Usahawan no 04 th XXVI, April. Baridwan. 1992. Intermediate Accounting Edisi Tujuh. Yogyakarta: Yogyakarta. IAI. 2002, Melalui PSAK No. 2 Dalam Buku SAK. Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Buku I. Edisi Ketiga. Malang: Bayumedia. Hartono. 1990. Analisa Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Jeffry L Whitten, J. Et All, 2004, Edisi 6 Metoda Design Dan Analisa Sistem Informasi. Weston. 1992. Dasar-dasar Manajemen Keuangan.Edisi Sembilan. Erlangga, Jakarta. Arsyad. 1997. Media pengajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sartono. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. BPPE, Yogyakarta. Hartono. 1990. Analisa Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Jeffry L Whitten, J. Et All, 2004, Edisi 6 Metoda Design Dan Analisa Sistem Informasi. Rousana. 1997. Memanfaatkan EVA Untuk Menilai Perusahaan di Pasar Modal Indonesia, Usahawan No. 04 Tahun XXVI, april 1997. Hartono. 1990. Analisa Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Jeffry L Whitten, J. Et All, 2004, Edisi 6 Metoda Design Dan Analisa Sistem Informasi. Weston. 1992. Dasar-dasar Manajemen Keuangan.Edisi Sembilan. Erlangga, Jakarta. Hartono. 1990. Analisa Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Jeffry L Whitten, J. Et All, 2004, Edisi 6 Metoda Design Dan Analisa Sistem Informasi. Stren Steward Dalam Sidharta Utama (1997), Usahawan No. 4 April 1997.