BAB II TINJAUAN PUATAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II Tinjauan Pustaka

MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia

Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN SISTEM. sebuah alat pemroses data yang sama, ruang kerja yang sama sehingga

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI. pada itu dapat juga dijadikan sebagai bahan acuan didalam merencanakan suatu system.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT. Perancangan perangkat keras otomasi alat pengering kerupuk berbasis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

Rancang Bangun Alat Penentu 16 Arah Mata Angin Dengan Keluaran Suara

Gambar 5.1 Modul LCD M1632. LCD ini memiliki 16 kaki, sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 6.1.

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika

II. TINJAUAN PUSTAKA. kondisi cuaca pada suatu daerah. Banyak hal yang sangat bergantung pada kondisi

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Ethanol

BAB II LANDASAN TEORI. ATMega 8535 adalah mikrokontroller kelas AVR (Alf and Vegard s Risc

BAB IV METODE PENELITIAN. serta menghubungkan pin mosi, sck, gnd, vcc, miso, serta reset. Lalu di

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II. PENJELASAN MENGENAI System-on-a-Chip (SoC) C8051F Pengenalan Mikrokontroler

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III DESKRIPSI MASALAH

BAB II LANDASAN TEORI. Selain dari pada itu dapat juga dijadikan sebagai bahan acuan didalam

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. dari suatu objek untuk sepersekian detik setelah objek menghilang dari pandangan.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI. berinteraksi dengan mudah dan interaksi dengan masyarakat umum juga menjadi

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Contoh Bentuk LCD (Liquid Cristal Display)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI. Model Markov Tersembunyi atau lebih dikenal sebagai Hidden Markov

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN... i. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard s RISC Processor) dari Atmel ini

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

Antarmuka LCD pada DST-AVR

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI ABSTRAKSI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Rancangan Sistem Autofeeder Ikan pada Aquarium Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535

BAB II DASAR TEORI. AVR(Alf and Vegard s Risc processor) ATMega32 merupakan 8 bit mikrokontroler berteknologi RISC (Reduce Instruction Set Computer).

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5]

M1632 MODULE LCD 16 X 2 BARIS (M1632)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler AVR ATmega32

BAB II LANDASAN TEORI. merealisasikan suatu alat pengawas kecepatan pada forklift berbasis mikrokontroler.

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

BAB IV PEMBAHASAN Rancangan Mesin Panjang Terpal PUSH BUTTON. ATMega 128 (Kendali Kecepatan Motor Dua Arah)

BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan.

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat dewasa ini,

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PEMANFAATAN COLOR CARD SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ANTARA TUNA WICARA DENGAN MESIN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

APLIKASI TEKNOLOGI GSM/GPRS PADA SISTEM DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI

II. TINJAUAN PUSTAKA. menjadi sumber tegangan arus searah yang bersifat variable. Pengubah daya DC-

Definisi & Simbol Flowchart. Agustine Hana. M

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika. Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51

PROCEEDING. sepeti program untuk mengaktifkan dan PENERAPAN AUTOMATIC BUILDING SYSTEM DI PPNS. menonaktifkan AC, program untuk counter

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR TEMPERATUR BERBASIS MIKROKONTROLER

RANCANGAN SISTEM PARKIR TERPADU BERBASIS SENSOR INFRA MERAH DAN MIKROKONTROLER ATMega8535

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Atmel AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Universitas Indonesia. Alat hot plate stirrer magnetik dibangun menggunakan

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM. Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global.

Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi

MAKALAH FLOW CHART. Disusun oleh: Nama : La Bomba Susihu NPM : SISTEM KOMPUTER / KELAS A SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUATAKA 2.1 Pengertian Adzan Adzan merupakan salah satu bentuk ritual yang sangat vital dalam nuansa keberagamaan umat Islam. Eksistensinya begitu lekat dengan kehidupan seharihari setiap muslim. Selain disebut sebagai seruan ketuhanan, ia sering pula diidentikkan sebagai bentuk syi ar atau dakwah. Makanya ia tidak hanya difahami sekedar panggilan (seruan) biasa, namun merupakan suatu ibadah yang telah ditentukan tatacara pelaksanaannya oleh syara' dan menjadi terikat dengan ibadah-ibadah lain, seperti: shalat, puasa, iqamat, shalat nawafil, shalawat, doa, bahkan sampai pengurusan jenazah.(dulsukmi Kasim, 2015:163) 2.2 Pengertian Kiblat Kata Kiblat berasal dari bahasa Arab al-qiblat. Disebutkan sebanyak empat kali dalam al-qur an. Diambil dari kata qabala- yaqbulu yang artinya menghadap. Dalam kamus al-munawwir diartikan sebagai Ka bah, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai arah ke Ka bah di Mekkah (pada waktu shalat). Dalam ilmu Falak, Kiblat adalah arah terdekat menuju Ka bah melalui great circle pada waktu mengerjakan ibadah shalat. Ka bah atau Baitullah adalah sebuah bangunan suci yang merupakan pusat berbagai peribadatan kaum muslimin yang terletak di kota Mekkah. Ia berbentuk kubus yang dalam bahasa arab disebut muka ab. Dan dari kata itulah muncul sebutan Ka bah.(jayusman, 2012:54) Masalah Kiblat tiada lain adalah masalah arah, yakni arah Ka bah di Mekkah. Arah Ka bah ini ditentukan dari setiap titik atau tempat di permukaan Bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Oleh sebab itu, perhitungan arah Kiblat pada dasarnya adalah perhitungan yang dimaksudkan untuk mengetahui ke arah mana Ka bah di Mekkah itu dilihat dari suatu tempat di permukaan Bumi, sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan 3

4 shalat, baik ketika berdiri, ruku, maupun sujudnya selalu berimpit dengan arah yang menuju Ka bah. 2.3 Mikrokontroler Mikrokontroler adalah sebuah chip yang didalamnya terdapat mikroprosesor yang telah dikombinasikan I/O dan memori RAM/ROM. Penggunaan mikrokontroler lebih menguntungkan dibandingkan penggunaan mikroprosesor. Hal ini dikarenakan dengan mikrokontoler tidak perlu lagi penambahan memori dan I/O eksternal selama memori dan I/O internal masih bisa mencukupi. Selain itu proses produksi secara masal, sehingga harganya menjadi lebih murah dibandingkan mikroprosesor dan sebagai sistem kendali tertanam (system embeded). (Jaka Prayudha, dkk 2014:174) 2.3.1. Mikrokontroler ATMega16 Mikrokontroler Alf and Vegard s Risc Processor (AVR) standar memiliki arsitektur 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock. AVR berteknologi RISC Reduced Instruction Set Computing), sedangkan seri MCS51 berteknologi CISC Complex Instruction Set Computing). (Hendra S. Weku, dkk 2015:56) 2.3.2. Konfigurasi PIN ATMega16 Konfigurasi pin ATmega16 dapat dijelaskan pada Gambar 2.2. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya, GND merupakan pin ground. Port A (PA0..PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC. Port B (PB0..PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter, komparator analog, dan SPI. Port C (PC0..PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI, komparator analog, dan Timer Oscilator. Port D (PD0..PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu komparator analog, interupsi eksternal, dan komunikasi serial. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler, XTAL1 dan

5 XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal. AVCC merupakan pin masukan tegangan ADC. Gambar 2.1 Pin ATMega16 2.4 Liquid Cristal Display (LCD). LCD adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai tampilan suatu data baik karakter huruf ataupun grafik (contoh LCD dapat dilihat pada gambar 2.3 ). Dipasaran tampilan LCD sudah tersedia dalam bentuk modul yaitu tampilan LCD beserta rangkaian pendukungnya termasuk ROM dll. LCD mempunyai pin data, kontrol catu daya, dan pengatur kontras tampilan. Fugsi dari pin-pin LCD yaitu. Pin data dapat dihubungkan dengan bus data dari rangkaian lain seperti mikrokontroller dengan lebar data 8bit, Pin Register Select (RS) berfungsi sebagai indikator atau yang menentukan jenis data yang masuk, apakah data atau perintah. logika Low menunjukan yang masuk adalah perintah, sedangkan logika high menunjukan data, Pin Read Write (R/W) berfungsi sebagai instruksi pada modul jika Low tulis data, sedangkan high baca data, Pin E (Enable) digunakan untuk memegang data baik masuk atau keluar,pin VLCD berfungsi mengatur kecerahan tampilan (kontras) dimana Pin ini dihubungkan dengan trimpot 5 KΩ, jika tidak digunakan dihubungkan ke ground, sedangkan tegangan catu daya ke LCD sebesar 5 Volt. LCD telah dilengkapi dengan microcontroller HD44780 yang berfungsi sebagai pengendali. LCD ini juga mempunyai Character Generator Read Only Memory (CGROM) seperti pada tabel III, Character Generator Access

6 Memory (CGRAM) dan Display Data Acces Memory (DDRAM). LCD Display Data Random Access Memory (DDRAM) seperti pada tabel II merupakan memori tempat karakter yang akan ditmpilkan berada. Contoh, untuk karakter A atau 41H yang ditulis pada alamat 00, maka karakter tersebut akan tampil pada baris pertama dan kolom pertama dari LCD. Apabila karakter tersebut ditulis dialamat 40, maka karakter tersebut akan tampil pada baris kedua kolom pertama dari LCD. (Armansyah Andriboko, dkk 2015:58) Gambar 2.2 LCD (Liquid Cristal Display) 2.5 Codevision AVR Code Vision AVR pada dasarnya merupakan perangkat lunak pemrograman mikrokontroler keluarga AVR berbasis bahasa C. Ada tiga komponen penting yang telah diintegrasikan dalam perangkat lunak ini: Compiler C, IDE dan program generator. CodeVision AVR dilengkapi dengan source code editor, compiler, linker dan dapat memanggil Atmel AVR studio dengan debugger-nya (Andrianto, 2013). Berdasarkan spesifikasi yang dikeluarkan oleh perusahan pengembangnya, Compiler C yang digunakan hampir mengimplementasikan semua komponen standar yang ada pada bahasa C standar ANSI (seperti struktur program, jenis tipe data, jenis operator, dan libraryfungsi standar berikut penamaannya). Tetapi walaupun demikian, dibandingkan bahasa C untuk aplikasi komputer, compiler C untuk mikrokontroler ini memiliki sedikit perbedaan yang disesuaikan dengan arsitektur AVR tempat program C tersebut ditanamkan (embedded). Khusus untuk library fungsi, disamping library standar (seperti fungsi-fungsi matematik, manipulasi string, pengaksesan memori dan sebagainya), CodeVisionAVR juga

7 menyediakan fungsi-fungsi tambahan yang sangat bermanfaat dalam pemrograman antarmuka AVR dengan perangkat luar yang umum digunakan dalam aplikasi kontrol. Beberapa fungsi library yang penting diantaranya adalah fungsi-fungsi untuk pengaksesan LCD, komunikasi 12C, IC RTC (Real Time Clock), sensor suhu, SPI (Serial Peripheral Interface) dan lain sebagainya. Untuk memudahkan pengembangan program aplikasi, CodeVisionAVR juga dilengkapi IDE yang sangat user friendly. Selain menu-menu pilihan yang umum dijumpai pada setiap perangkat lunak berbasis Windows, CodeVisionAVR ini telah mengintegrasikan perangkar lunak downloader yang bersifat In System Programmer yang dapat digunakan untuk mentransfer kode mesin hasil kompilasi ke dalam sistem memori mikrokontroler AVR yang sedang diprogram (Widodo, 2013). CodeVisionAVR juga menyediakan sebuah fitur yang dinamakan dengan Code Generator atau CodeWizardAVR. Secara praktis, fitur ini sangat bermanfaat membentuk sebuah kerangka program (template), dan juga memberi kemudahan bagi programmer dalam peng-inisialisasian register-register yang terdapat pada mikrokontroler AVR yang sedang diprogram. Dinamakan Code Generator, karena perangkat lunak CodeVision ini akan membangkitkan kodekode program secara otomatis setelah fase inisialisasi pada jendela CodeWizardAVR selesai dilakukan (Widodo, 2013) Gambar 2.3 Logo Code Vision AVR 2.6 Sensor Compass CMPS03 Compass juga sering disebut sebagai sensor navigasi karena dapat pengetahui arah mata angin, yaitu : utara, selatan, barat, dan timur. CMPS03 Magnetic Compass buatan Devantech Ltd. CMPS03 mempunyai ukuran 4 x 4 cm dan menggunakan sensor medan magnet Philips KMZ51. Sensor magnet ini

8 cukup sensitif untuk mendeteksi medan magnet bumi karena memiliki resolusi hingga 0,1 derajat. Fungsi Modul Magnetic Compass CMPS03 dalam payload adalah untuk memberikan referensi keberadaan payload ada pada posisi mana dan mengarah kemana. Modul Magnetic Compass CMPS03 hanya membutuhkan tegangan 5 Volt untuk dapat aktif. (Bayu Prasetyo, 2011:8) CMPS03 telah terkalibrasi dari pabrik namun karena lokasi pabrik berbeda dengan Indonesia dalam hal sudut inklinasi, maka perlu dikalibrasi ulang. Cara mengkalibrasi CMPS03 ada dua cara, yaitu dengan metode I2C atau pin (manual). Kalibrasi modul compass ini dilakukan dengan metode pin (manual) karena dinilai lebih mudah dan efisien. Kalibrasi ini hanya dilakukan sekali saja, karena hasil dari pengkalibrasian disimpan dalam EEPROM yang terdapat pada CMPS03. Compass magnetik memiliki 9 konektifitas pin seperti tabel dibawah ini: Gambar 2.4 Sensor Compass CMPS03 2.6.1. Spesifikasi Sensor Kompas CMPS03 menggunakan dua sensor medan magnet KMZ51 yang cukup peka untuk mendeteksi medan magnet bumi. Dua sensor tersebut dipasang saling bersilangan. Memiliki dimensi 4x4cm. Tegangan Supply sebesar 5V. Konsumsi Arus sebesar 15mA.

9 2.7 Voice Record/Playback Storage Device ISD 1820 Voice record module berbasis ISD1820, yang perangkat rekor multiplepesan / pemutaran. Hal ini dapat menawarkan benar chip tunggal rekaman suara, penyimpanan tidak -volatile, dan kemampuan pemutaran selama 8 sampai 20 detik. Sampel adalah 3.2k dan total 20-an untuk Recorder tersebut. Penggunaan modul ini sangat mudah yang Anda bisa langsung kontrol dengan tombol push pada papan.(demo-version, 2016:9) Gambar 2.5 ISD 1820 2.8 IC Regulator IC regulator adalah suatu komponen elektronik yang bisa mengubah tegangan input menjadi nilai yang tertera setelah angka 78 (Maharani, 2012). Ada 9 macam IC regulator 78xx diantaranya yaitu: 7805, 7806, 7808, 7809, 7810, 7812, 7815, 7818, 7824. IC regulator yang digunakan pada laporan ini adalah IC regulator 7805. IC regulator dengan nomor 7805 merupakan regulator tegangan 5 volt, artinya selama tegangan masukan lebih besar dari tegangan keluaran maka akan dikeluarkan tegangan sebesar 5 volt. Tegangan yang dimasukkan ke dalam IC ini bisa berupa tegangan 9 volt, 12 volt yang berasal dari power supply ataupun dari baterai.

10 Gambar 2.6 IC Regulator (Sumber: salinsalim.wordpress.com) 2.9 Bahasa Pemrograman C Bahasa pemrograman C merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer. Dibuat pada tahun 1972 oleh Dennis Ritchie untuk sistem operasi unix di Bell Telephone Laboratories. Meskipun C dibuat untuk memprogram sistem dan jaringan komputer, namun bahasa ini juga sering digunakan dalam mengembangkan software aplikasi C juga banyak dipakai oleh berbagai jenis platform sistem operasi dan arsitektur komputer, juga terdapat beberapa compiller yang sangat populer telah tersedia. (Hendra S. Weku, dkk 2015:58) Code Vision AVR merupakan compiller bagi bahasa pemograman C, sistem Integrated Development Environment and Automatic Program Generator IDEAPG (IDEAPG) yang didesain khusus untuk keluarga mikrokontroler atmel AVR sehingga dapat mempermudah pemograman C. sebagai compiller C, code vision AVR telah mengandung hampir semua elemen bahasa pemrograman ANSI C. 2.10 Flowchart 2.10.1 Pengertian Flowchart Menurut Hidayat (2014 : Vol. 4 No. 2) Flowchart atau Diagram Alir adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analyst dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang

11 perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Flowchart adalah bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara sekuensial. Flowchart digunakan untuk merepresentasikan maupun mendesain program. Oleh karena itu flowchart harus bisa merepresentasikan komponen-komponen dalam bahasa pemrograman. 2.10.2 Pedoman Menggambar Flowchart Pedoman dalam menggambar suatu Flowchart atau bagan alir, analis sistem atau pemrograman sebagai berikut; a. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman. b. Kegiatan didalam bagan alir harus ditunjukan dengan jelas. c. Harus ditunjukan darimana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya. d. Masing-masing kegiatan didalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan, misalnya; persiapkan dokumen hitung gaji. e. Masing-masing kegiatan didalam bagan alir harus didalm urutan yang semestinya. f. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ketempat lain harus ditunjukan dengan jelas menggunakan symbol penghubung. g. Gunakanlah symbol-simbol bagan alir yang standar. Tabel 2.1 Simbol-Simbol Flowchart No Simbol Keterangan 1 Simbol arus / flow, yaitu menyatakan jalannya arus suatu proses Simbol connector, berfungsi menyatakan 2 sambungan dari proses ke proses lainnya dalam halaman yang sama 3 Simbol offline connector, menyatakan sambungan

12 dari proses ke proses lainnya dalam halaman berbeda Simbol process, yaitu menyatakan suatu tindakan 4 (proses) yang dilakukan oleh komputer 5 Simbol manual, yaitu menyatakan suatu tindakan (proses) yang tidak dilakukan oleh komputer Simbol decision, yaitu menunjukan suatu kondisi 6 tertentu yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban : ya atau tidak Simbol terminal, yaitu menyatakan permulaan atau 7 akhir suatu program Simbol predefined process, yaitu menyatakan 8 penyediaan tempat penyimpanan suatu pengolahan untuk memberi harga awal Simbol keying operation, menyatakan segala jenis 9 operasi yang diproses dengan menggunakan suatu mesin yang mempunyai keyboard Simbol offline-storage, menunjukkan bahwa data 10 dalam simbol ini akan disimpan ke suatu media tertentu 11 Simbol manual input, memasukkan data secara manual dengan menggunakan online keyboard 12 Simbol input/output, menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya Simbol magnetic tape, menyatakan input berasal 13 dari pita magnetis atau output disimpan ke dalam pita magnetis 14 Simbol disk storage, menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke dalam disk

13 15 16 Simbol document, mencetak keluaran dalam bentuk dokumen (melalui printer) Simbol punched card, menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu.