Methodology for TWG II Renewable Energy Action Plan

dokumen-dokumen yang mirip
DIRECTORATE GENERAL OF NEW RENEWABLE AND ENERGY COSERVATION. Presented by DEPUTY DIRECTOR FOR INVESTMENT AND COOPERATION. On OCEAN ENERGY FIELD STUDY

PERANAN MIGAS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI

Dr. Unggul Priyanto Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

SOLAR PV DIESEL HYBRID POWER FOR MICRO/MINI GRIDS IN INDONESIA

DRAFT GENERAL PLAN OF ELECTRICITY (RUKN)

Optimizing the Utilization of Renewable Energy for National Energy Security

POLICY AND NATIONAL PLANNING FOR NEW AND RENEWABLE ENERGY

Geothermal Development Program and Status in Indonesia

EEP Biogas Project. Biogas Project in Selat Panjang, Kep. Meranti

DI INDONESIA RM. SOEDJONO RESPATI MASYARAKAT ENERGI TERBARUKAN INDONESIA.(METI) JULI 2008

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI. Disampaikan oleh

Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) di Indonesia : Fasilitasi Penyusunan RUED di Propinsi Riau dan Kalimantan Tengah

LINTAS EBTKE LAYANAN INFORMASI ENERGI BERSIH INDONESIA

Konvergensi Nasional untuk Kedaulatan Energi: Persfektif Perguruan Tinggi. Tim Energi Institut Pertanian Bogor

STATUS OF SOLAR POWER TECHNOLOGY DEVELOPMENT IN INDONESIA AND OPPORTUNITIES FOR COOPERATION WITH GERMANY

Yulianta Siregar Departemen electrical engineering University of North Sumatera Bali 28 Mei 2010

Perindustrian, Pertambangan, Energi dan Konstuksi / Manufacturing, Minning, Energy and Construction

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBANGUNAN ENERGI

ABSTRAK. Kata Kunci: RUEKD, EBT, Pembangkit Listrik, Potensi Energi Daerah, Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Sragen.

Kebijakan. Manajemen Energi Listrik. Oleh: Dr. Giri Wiyono, M.T. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

KONDISI RIIL KEBUTUHAN ENERGI DI INDONESIA DAN SUMBER-SUMBER ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN

KEBIJAKAN PEMANFAATAN PANAS BUMI UNTUK KELISTRIKAN NASIONAL

PT MEDCO POWER INDONESIA

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

Rencana Aksi Energi Terbarukan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Laporan D-25

Roadmap Energy di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Pre High Level Meeting FIT Energi Angin. Jakarta, 31 st January 2013 WHyPGen Project

BAB 1 PENDAHULUAN. Besarnya konsumsi listrik di Indonesia semakin lama semakin meningkat.

PENERAPAN CIRCULAR ECONOMY DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

SENSITIVITAS ANALISIS POTENSI PRODUKSI PEMBANGKIT LISTRIK RENEWABLE UNTUK PENYEDIAAN LISTRIK INDONESIA

Pendapatan Regional/ Regional Income

KEBIJAKAN & RPP DI KEBIJAKAN & RPP BIDANG ENERGI BARU TERBARUKAN BARU

Pendapatan Regional/ Regional Income

SKEMA PSK TERSEBAR ecil Teknologi

Potential for renewable energy development in Indonesia

MENGELOLA SUBSIDI ENERGI, MENJAGA KESEIMBANGAN ANGGARAN IR. SATYA WIDYA YUDHA, M.SC WAKIL SEKJEN DPP PARTAI GOLKAR BID. ESDA

Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan Proyeksi Emisi CO 2 untuk Jangka Panjang

Proyeksi Kebutuhan dan Penyediaan Energi serta Indikator Energi - OEI 2014

Pendapatan Regional/ Regional Income

KATA PENGANTAR FOREWORD

DIREKTORAT PERDAGANGAN, PERINDUSTRIAN, INVESTASI DAN HKI DIREKTORAT JENDERAL MULTILATERAL KEMENTERIAN LUAR NEGERI

KEBIJAKAN DALAM PENGUSAHAAN PANAS BUMI PASCA UU NOMOR 27 TAHUN 2003 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH DAN BATUBARA TERHADAP SISTEM PEMBANGKIT DI INDONESIA

Pemodelan Kebutuhan Energi Sulawesi Selatan dengan Skenario Energi Baru/Terbarukan

KATA PENGANTAR FOREWORD

Kerjasama (bantuan) Internasional Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Biomasa Di Indonesia: Memasuki Era EBT untuk Kedaulatan Energi Nasional

PENDAPATAN REGIONAL REGIONAL INCOME

ANALISIS PEMANFAATAN ENERGI PADA PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Faktor-faktor yang..., Iva Prasetyo Kusumaning Ayu, FE UI, 2010.

PEMERINTAH KOTA TANGERANG. Penjelasan Teknis. Technical Notes

MANAJEMEN RUANG LINGKUP PROYEK. Manajemen Proyek Teknologi Informasi

Rancangan Umum Pengembangan Bioenergi Berbasis Kehutanan : Sebuah Inisiasi

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PROYEK BIOETHANOL DI JAWA TIMUR KARYA AKHIR

Simulasi dan Analisis Sistem Pembangkit Hibrida Mikrohidro/Diesel

RENCANA STRATEGIS ENERGI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM SEMINAR NASIONAL: OPTIMALISASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA ENERGI UNTUK KETAHANAN ENERGI

PERNYATAAN ORISINALITAS...

III. METODE PENELITIAN. hardware Prosesor intel dual core 1,5 GHz, Memory Ram 1 GB DDR3, Hard

KONSTRIBUSI SEKTOR KEHUTANAN DALAM PENGEMBANGAN ENERGI BERBASIS BIOMASSA. Oleh : Sofwan Bustomi

L/O/G/O. Dosen : Syamsul Arifin Pengantar TKKE.

DRAFT BUKU STATISTIK

Pulau Ikonis Energi Terbarukan sebagai Pulau Percontohan Mandiri Energi Terbarukan di Indonesia

Deliverable B: Energy Resources for Grid Supply & Electricity Demand Analysis for Sumba

Statistik Ketenagalistrikan

Energy Conservation Policy in Indonesia

PPPs PRIORITY PROJECTS

BAB I PENDAHULUAN. manajemen baik dari sisi demand maupun sisi supply energi. Pada kondisi saat ini

Rencana Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Dialog Energi Tahun 2017

RENCANA UMUM ENERGI DAERAH (RUED)

Indonesia National Energy Policy

OPTIMASI SUPLAI ENERGI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK JANGKA PANJANG DI INDONESIA

ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI UNTUK SEKTOR PERIKANAN DI PROVINSI GORONTALO

ANALISIS PENYEDIAAN DAN KEBUTUHAN ENERGI SEKTOR RUMAH TANGGA DI PROVINSI GORONTALO

Peta Kebutuhan Bioenergi Indonesia dalam Kaitan dengan Sistem Sertifikasi Profesi Energi Terbarukan

SUMBERDAYA ENERGI. Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013

Peran dan Strategi Dunia Usaha dalam Implementasi NDC Sektor Energi Dr. Ir. Surya Darma, MBA

ULASAN TENTANG MONITORING DAN EVALUASI

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Ruang Lingkup Proyek. Sistem Informasi Bisnis Pertemuan 2-3

Gross Domestic Regional Product

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang. BPS Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

Transkripsi:

Methodology for TWG II Renewable Energy Action Plan

Outline of Final Report 1. Introduction 2. Current Situation of Renewable Energy Utilization Current Policy National Policy Regional Policy Current Implementation 3. Renewable Energy Development Opportunities Renewable Energy Potential Supply Demand Analysis Development Opportunities 4. Renewable Energy Development Action Plan Target of RE Development Implementation Strategy Action Plan

Chapter 1. Introduction latar belakang dilakukannya kajian ini: yaitu perlunya acuan pengembangan energy terbarukan di Propinsi XYZ, dalam rangka mencapai target energy primer mix sebagaimana tercantum di dalam Kebijakan Energi Nasional. Kebijakan Energi Nasional yang diacu dalam kajian ini adalah PerPres No 5 Tahun 2006, karena merupakan peraturan perundangan yang berlaku saat ini. Acuan ini akan disesuaikan/diganti jika telah terbit Kebijakan Energi Nasional yang baru. Dalam introduction dijelaskan juga secara singkat gambaran isi kajian. Jumlah halaman: 0,5 1 halaman

Chapter 2. Current Situation of Renewable Energy Utilization Pada bab kedua ini disampaikan kebijakan energy saat ini (khususnya energy terbarukan) dan pelaksanaannya di propinsi XYZ. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kebijakan energy saat ini dan status pelaksanaannya, sebagai dasar untuk melakukan analisa lebih lanjut

2.1 Current Policy 2.1.1 National Policy Dimaksudkan untuk membahas acuan acuan kebijakan yang bersifat nasional, yang harus/akan diacu dan dilaksanakan oleh daerah. DJLPE (akan) menerbitkan RIPEBAT Jumlah halaman: 1 2 halaman

2.1 Current Policy 2.1.2 Regional Policy Disampaikan kajian/tinjauan terhadap kebijakan/perundangan yang terkait dengan pengembangan energy terbarukan yang diterbitkan oleh daerah. Pembahasan mengenai kebijakan daerah ini akan menjadi bagian yang menarik, karena akanmenyentuh langsung kasus kasus di daerah. Jumlah halaman: 1 2 halaman

2.2 Current Implementation (1) Disampaikan status dan kondisi pengembangan energy terbarukan di propinsi XYZ saat ini: menjadi titik awal dari rencana tindak sebagai dasar penentuan titik akhir (target pengembangan energy terbarukan). Angka yang dihasilkan: Pemanfaatan energi terbarukan saat ini Persentase energi terbarukan dalam energi mix saat ini Jumlah halaman: 1 4 halaman, data rinci disampaikan di dalam lampiran

2.2 Current Implementation (2) Menghitung pemanfaatan ET saat ini: Kumpulkan data potensi/kapasitas produksi energi terbarukan Profil Energi, data dari Dinas Survey untuk memperkirakan tingkat pemanfaatan potensi/kapasitas Contoh: PLTS yang pernah dipasang 1000 unit, diasumsikan 10% tidak beroperasi Menghitung persen ET dalam energi mix: Pemakaian ET dibagi Total Pemakaian Energi dari Profil Energi

Chapter 3. Renewable Energy Development Opportunities Disampaikan kajian tentang peluang pengembangan energi terbarukan di propinsi XYZ, untuk mencapai target Kebijakan Energi Nasional.

3.1 Renewable Energy Potential (1) Data potensi energy terbarukan terutama berasaldariprofilenergi, yang telah diupdate/diverifikasi melalui survey. Data yang ditampilkan di dalam laporan utama hanya ringkasan. Rincian data potensi dan pemanfaatan energy terbarukan per lokasi ditampilkan pada lampiran. Jumlah halaman: 1 2 halaman.

3.1 Renewable Energy Potential (2) Type of Energy Potential Installed Capacity Utilization Hydro Mini/Micro hydro Geothermal Biodiesel Bioethanol Biomass Biogas Wind Solar Other

3.2 Development Opportunities (1) Pendekatan yang dilakukan adalah bottom up. Artinya, peluang pengembangan energi terbarukan berdasarkan kondisi riilnya di lapangan. Hal ini berbeda dengan pendekatan top down dari Kebijakan Energi Nasional. Di dalam KEN, target ditetapkan tanpa mempertimbangkan kondisi riilnya di lapangan. Hasil analisa ditampilkan di laporan utama dalam bentuk satu tabel ringkasan, rinciannya ditampilkan di dalam lampiran. Dalam tabel tersebut disampaikan jenis energi terbarukan, kemungkinan penggunaannya, dan kapasitas maksimum yang mungkin dibangun. Tabel ini akan menjadi masukan dalam analisa supply demand pada sub bab selanjutnya, yang akan menganalisa tahapan pengembangan kapasitas dari kondisi saat ini sampai dengan kapasitas maksimumnya. Jumlah halaman: 1 2 halaman

3.2 Development Opportunities (2) Type of Energy Mini/micro hydro Biofuel Biogas Biomass Solar Wind Development Opportunity Regency ABC : commercial, connect to grid Regency DEF : rural electrification Industry GHI : reduce oil fuel consumption Regency ABC : commercial, sell to Pertamina Regency DEF : household use Regency DEF : cooking (household use) Industry GHI : reduce oil fuel consumption Regency DEF : cooking (household use), electricity, etc Industry GHI : reduce oil fuel consumption Regency DEF : electricity, direct thermal, pumping City PQR : water heater, direct thermal, electricity Regency DEF : electrification, pumping Maximum Capacity

3.3 Supply Demand Analysis (1) Supply Demand Micro Analisa supply demand micro dilakukan dari pengamatan lapangan. Analisa dilakukan karena sifat dan peluang penggunaan energy terbarukan sangat site specific. Potensi energy yang ada belum tentu dapat dimanfaatkan secara maksimal. Analisa ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan angka pemanfaatan energy terbarukan yang tepat, tidak over estimate. Dari pengamatan lapangan yang dilakukan, kemudian dibuat generalisasi semua potensi energy terbarukan yang ada pemanfaatannya mengikuti kasus yang diamati. Supply Demand Macro Supply demand macro dimaksudkan untuk menghitung persentase pemakaian energy terbarukan di dalam energy primer mix. Data pemakaian energy terbarukan diperoleh dari kajian ini Data pemakaian energy total diperoleh dari kajian yang dilakukan di TWG I.

3.3 Supply Demand Analysis (2) Supply demand analysis ini mencakup supply demand energy terbarukansaatinidanperkiraannyasampai dengan tahun 2025. Perhitungan supply demand dapat dibuat dengan Excel atau LEAP. Penulisannya di dalam laporan dilakukan sebagai berikut: Sampaikan supply demand micro dari beberapa kasus yang diamati, untuk menjustifikasi supply demand macro Sampaikan supply demand macro yang berisi perkiraan supply demand energy terbarukan tahun 2010 2025, serta persentase pengembangan energy terbarukan yang dapat dicapai dalam energy primer mix. Jumlah halaman: 2 5 halaman

3.3 Supply Demand Analysis (3) Type of Energy Location 2010 2015 2020 2025 Mini/micro hydro Regency ABC Regency DEF City PQR Biofuel Regency ABC Regency DEF City PQR Biogas Regency ABC Regency DEF City PQR Biomass Regency ABC Regency DEF City PQR Solar Regency ABC Regency DEF City PQR Wind Regency ABC Regency DEF City PQR

Chapter 4. Renewable Energy Development Action Plan 4.1 Target of RE Development Target pengembangan energy terbarukan diperoleh dari kesepakatan bersama dengan stakeholder, khususnya Dinas Pertambangan dan Energi. Target yang disepakati ini didasarkan pada analisa supply demand. Target ini dapat berbeda dengan target yang telah diterbitkan oleh pemerintah daerah sebelumnya (jika ada). Diharapkan target yang ditetapkan ini dapat menjadi acuan bagi dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah daerah. Pada laporan utama, disampaikan ringkasan target pengembangan energy terbarukan untuk level propinsi. Rincian target pengembangan energy terbarukan untuk level kabupaten/kota disampaikan pada lampiran.

Target of Renewable Energy Development Type of Energy 2010 2025 Hydro Mini/Micro hydro Geothermal Biodiesel Bioethanol Biomass Biogas Wind Solar Other

4.2 Action Plan (1) Rencana aksi pada dasarnya adalah rincian/breakdown dari target pengembangan energy terbarukan. Pembahasan rencana aksi dibuat per jenis energy sesuai dengan kondisi masing masing propinsi. Pada tiap jenis energi, dibahas rencana pengembangannya untuk masing masing lokasi (kabupaten).

4.2 Action Plan (2) Jenis energi: 1. Hydro 2. Mini/microhydro 3. Geothermal 4. Biodiesel 5. Bioethanol 6. Biomass 7. Biogas 8. Wind 9. Solar

4.2 Action Plan (3) Contoh: Hydro Name Location 2010 2015 2020 2025 ABC Regency ABC 5 MW 5 MW 10 MW 10 MW DEF Regency DEF 0 0 400 MW 400 MW Total 5 MW 5 MW 410 MW 410 MW

4.3 Implementation Strategy Strategi implementasi adalah cara cara untuk melaksanakan rencana aksi yang disampaikan pada sub bab 4.2. Strategi implementasinya antara lain: Membentuk dan menjalankan kelembagaan pelaksana Menyusun dan menerapkan skema pendanaan Menyiapkan SDM dan teknologi Menyusun rencana detail implementasi

4.3.1 Kelembagaan Pelaksana Contoh kelembagaan di level propinsi: Nama lembaga : Tim Pengembangan Energi Terbarukan Ketua Umum : Gubernur Ketua Harian : Kepala Dinas Pertambangandan Energi Pengembangan Hydro Koordinator : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Anggota : Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kepala PLN Wilayah Pengembangan Mini/Micro hydro Koordinator : Kepala PLN Wilayah Anggota : Kepala Dinas Pertambangan dan Energi

4.3.2 Skema Pendanaan Skema pendanaan dapat berbeda satu dengan yang lain, tergantung pada jenis energi dan skala proyeknya. Pada dasarnya skema pendanaan ini akan dirumuskan oleh lembaga yang dibahas pada sub bab 4.3.1. Contoh contoh skema pendanaan dapat disampaikan pada sub bab ini.

4.3.3 SDM dan Teknologi Identifikasi SDM dan teknologi yang diperlukan

4.3.4 Rencana Detail Implementasi Rencana detail implementasi adalah turunan dari rencana aksi yang disampaikan pada sub bab 4.2 Disusun oleh masing masing coordinator dalam lembaga pengembangan energy terbarukan yang disampaikan pada sub bab 4.3.1. Rencana aksi level propinsi ini menjadi acuan bagi kabupaten/kota untuk menyusun rencana detail implementasi untuk wilayahnya masing masing.

Workplan Deadline from TOR : September 2011 Currently : 50% or more Internal Deadline : April 2011 (6 months) April Sept 2011 : Revision Setting/production of book

Thank You for Your Attention