1.PENGERTIAN CCTV CCTV

dokumen-dokumen yang mirip
1.PENGERTIAN CCTV CCTV Fungsi Kamera kegunaan CCTV

KONFIGURASI DVR DAN KAMERA CCTV DENGAN JARINGAN LAN

Sejarah dan Perkembangan Closer Circuit Television (CCTV)

ANALISIS SISTEM KEAMANAN MENGGUNAKAN CCTV ANALOG

Prinsip Penempatan Kamera CCTV

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Demikian kami sampaikan perkenalan ini. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Proposal Jasa Maintenance CCTV

BAB I PENDAHULUAN. Makalah CCTV 1

CCTV TOPIK. I. Penger an CCTV. II. Teknologi CCTV

Perihal : Proposal Pengadaan & Perawatan Security Sytem Live CCTV Online

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI MONITORING IP KAMERA MENGGUNAKAN PROTOKOL RTSP PADA MOBILE PHONE

PENGAWASAN AKTIVITAS KARYAWAN DENGAN MONITORING CCTV PADA PT. AMAL TANI MEDAN KARISMA JOANA LESTARI BR S

PEMANFAATAN KAMERA WIRELESS SEBAGAI PEMANTAU KEADAAN PADA ANTICRASH ULTRASONIC ROBOT

CCTV DVR HDD StandAlone 16 Channel JMK JK-H16

Perangkat Keras jaringan pengkabelan dan konektor. Untuk Kalangan sendiri SMK Muh 6 Donomulyo

CCTV Installation Guide

ANALOG HD 1.0 MEGAPIXEL. 24pcs IR. 36pcs IR 25m IR. distance Metal Housing. Plastic Futuristic design

PERANGKAT KERAS YANG DIGUNAKAN UNTUK AKSES INTERNET

BUKU PANDUAN CCTV ATM Text Inserter

BAB I PENDAHULUAN. Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB 4. Perancangan dan Implementasi

Jobsheet 3 Cara Kerja Sistem CCTV

INSTALASI CCTV DENGAN DVR CV. CIPTA KARYA MANDIRI SURABAYA

Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN

MODUL PENGENALAN KAMERA MD-10000

Kabel Jaringan. Coaxial Unshielded Twisted Pair (UTP) Shielded Twisted Pair (STP) Fiber Optik. Dwi Andrianto SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo

Panduan CCTV, Cara pemasangan CCTV Camera, Instalasi Kamera CCTV

Konsep Dasar Pengolahan Citra. Pertemuan ke-2 Boldson H. Situmorang, S.Kom., MMSI

Solusi Sistem Keamanan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi tertentu untuk computer yang digunakan yaitu: Pentium IV 2.0 Ghz. Memory 512 MB.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KONFIGURASI DVR BERDASARKAN SITUASI AREA PENGAMATAN UNTUK EFISIENSI MEDIA PENYIMPANAN : STUDI KASUS LAB KOMPUTER

Tujuan : v Mengetahui hardware yang dibutuhkan beserta fungsinya untuk membuat sebuah digital video dalam taraf pemula

BAB IV INSTALASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN

TAKARIR. Action Script

BAB I PENDAHULUAN. adalah kamera CCTV (Closed Circuit Television). Perangkat CCTV dapat

Kamera Digital. Petunjuk Singkat PETUNJUK SINGKAT. Kamera Digital 5.5 Mega pixels I. GAMBAR UTAMA & KELENGKAPAN 1. GAMBAR UTAMA

2. TINJAUAN PUSTAKA. Fotogrametri dapat didefisinikan sebagai ilmu untuk memperoleh

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. Berikut merupakan gambar Blok Diagram pada sistem yang akan dibuat : Gambar 3.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

SISTEM KEAMANAN BERBASIS CCTV DAN PENERANGAN OTOMATIS DENGAN MODIFIKASI UPS SEBAGAI PENGGANTI SUMBER LISTRIK YANG HEMAT DAN TAHAN LAMA

BAB 1 PENDAHULUAN. maupun perorangan, dimana dengan informasi kita bisa mengetahui perkembangan

BAB I PENDAHULUAN E-15

BAB I PENDAHULUAN I-1

MENGUBAH SMARTPHONE MENJADI CCTV

Sistem Pendeteksi Kendaraan Pada Tempat Parkir Menggunakan Kamera Iwan Kurniawan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi. Isi Paket IN - 145

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Handout TIK 1 (Kelas XI)

IMPLEMENTASI SISTEM CCTV LIVE STREAMING UNTUK MEMANTAU KINERJA PROYEK PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi. Isi Paket CATATAN: Indonesia

IMPLEMENTASI IP CAMERA UNTUK MEMANTAU KANTOR PROYEK PNPM MANDIRI PERKOTAAN PROPINSI DIYdi PT TERA BUANA MANGGALA JAYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RANGKAIAN DIGITAL OLEH: MIFTAHUL AINUL HAYATI 55549/2010 TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI (D4)

Panduan Ringkas Nokia N70. Copyright 2006 Nokia. All rights reserved.

ABSTRAKSI Pendahuluan

BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi informasi dalam menjalankan bisnis mereka. Perusahaan sekecil apapun pasti

Alat Pengukur Level Air

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN UJI COBA. penempatan yang cocok untuk IP Camera tersebut. penempatan IP Camera ini sangat

Jl. Kemang Utara IX, Perkantoran Buncit Mas, o.3a, Jakarta Selatan

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

Peringatan Sebelum Pemasangan. Isi Kemasan IN Segera matikan Network Camera jika keluar asap atau tercium bau yang aneh.

METODE PENELITIAN. Waktu dan Tempat Penelitian

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Menggunakan Internet untuk peleruan informasi dan komunikasi. Menjelaskan berbagi perangkat keras dan fungsi untuk keperluan akses internet

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

MACAM - MACAM PERANGKAT KERAS PADA KOMPUTER (HARDWARE) Wendy Andriyan

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III METODOLOGI PENULISAN

SDC 40C Kamera Digital 4 Mega Pixel

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

MANUAL BOOK BUKU PETUNJUK PEMAKAIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Nama : Aditia.R (03) Kelas : XI tel 4. Broadcast:1. Definisi Kamera Video

17. Jenis kabel yang digunakan pada topologi Bus adalah...

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

SEKILAS JARINGAN KOMPUTER

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL ( DIGITAL IMAGE PROCESSING )

BAB I PENDAHULUAN. upaya yang terbuang hanya untuk melakukan proses monitoring. Saat ini, teknologi

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

Pada sistem konvensional dengan VCR (Video Cassete Recorder), awalnya gambar dari kamera CCTV hanya dikirim melalui kabel ke sebuah ruang monitor

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4. 1 Blok Diagram Alarm Rumah.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan

PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAMANAN FISIK RUANG SERVER BERDASARKAN ISO 27001:2005 (Studi Kasus : Fakultas Teknik Universitas Pasundan)

Identifikasi Hardware PC

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

FIRE ALARM SYSTEM GEDUNG TERMINAL BANDARA. Elektronika Bandara Kualanamu International Airport

Pertemuan 4! Bagian-bagian kamera DSLR!

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Transkripsi:

CLOSE CIRCUIT TV

1.PENGERTIAN CCTV CCTV (Close Circuit Television) : adalah kamera pengintai yang digunakan untuk menyelidiki atau mengawasi suatu tempat yang dianggap rawan dari bahaya. Fungsi Kamera Adalah merekam semua aktivitas sehingga meminimalkan resiko khususnya keamanan dan menjaga ast-aset berharga. Kegunaan CCTV Beberapa masalah keamanan sistem informasi yang biasa dijumpai pada perusahaanperusahaan besar atau bangunan adalah : 1. CCTV ini sering digunakan untuk pengawasan di daerah-daerah yang memerlukan keamanan, seperti bank, kasino, dan bandar udara militer atau instalasi. Dalam dunia industri, peralatan CCTV dapat digunakan untuk mengamati bagian dari proses yang jauh dari ruang control. CCTV sistem dapat beroperasi terus menerus atau hanya diperlukan untuk memantau aktivitas tertentu. CCTV menjadi populer untuk sistem keamanan rumah. 2. Proses kegiatan Industri yang berada di tempat yang berbahaya bagi manusia sering diawasi oleh CCTV. Ini biasanya digunakan dalam industri kimia, bagian reactors atau

fasilitas untuk manufaktur dari bahan bakar nuklir. Penggunaan kamera thermographik memungkinkan operator untuk mengukur suhu dari proses. 3. Pemantauan Lalu Lintas Banyak kota dan memiliki jaringan luas, dalam sistem pemantauan lalu lintas, menggunakan sistem survillence CCTV untuk mendeteksi kemacetan dan pemberitahuan adanya kecelakaan. Di negara-negara yang sudah maju sistem ini biasanya dilengkapi dengan Global Position System (GPS). 4. Keselamatan Transportasi. Sebuah sistem CCTV dapat diinstal di mana operator mesin tidak langsung dapat mengamati operasi mesin. Misalnya, pada sebuah kereta bawah tanah, kamera CCTV dapat digunakan operator untuk mengkonfirmasi keberadaan seseorang sebelum menutup pintu dan masuk ke kereta. 5. Retensi, penyimpanan dan pelestarian. Dalam jangka panjang penyimpanan data arsip rekaman dari CCTV merupakan sebuah hal yang dianggap penting dalam pelaksanaan sebuah sistem CCTV. Rekaman disimpan untuk beberapa tujuan. Pertama, tujuan utama untuk mereka yang diciptakan (misalnya, untuk memantau sebuah fasilitas). Kedua, mereka perlu mempertahankan suatu bukti penting.

2.ELEMEN CCTV Elemen Perancangan CCTV Ditunjukkan dalam gambar di bawah ini sistem terdiridari 5 elemen yang perlu dipertimbangkan bila digunakan dalamperancangan sistem CCTV meliputi : Pengambilan gambar lingkungan lensa kamera media transmisi monitor manajemen sinyal video dan peralatan pengendali. Pencahayaan Tanpa cahaya yang tepat kamera tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik yaitu memberikan gambar yang diinginkan kunci penting dalam merancang aplikasi cctv securety adalah kondisis pencahayaan dalam area yang menarik. apa yang akan ditentukan,jika mungkin diperlukan penambahan sumber cahaya, untuk menjawab apa yang diinginkan operator harapkan.

Klasifikasi kamera berdasarkan pencahayaan full video : kamera yang dapat menangkap peristiwa dengan hasil ketetapan tinggi usable video (usable image): kamera yang tidak dapat menangkap peristiwa dengan informasi tinkat minimum diperlukan. Useable dan full Video

jika tingkat pencahayaan tidak mencukupi untuk memberikan kamera perancang mempunyai 2 pilihan yaitu menambah cahaya atau memilih kamera dengan senstivitas yang tinggi. Kualitas Dan Kuantitas Cahaya Adalah penting untuk mengenali CCTV sistem itu para perancang harusmempertimbangkan tiga jumlah ketika mempertimbangkan tingkatancahaya : incident (cahaya berasal secara langsung dari semua sumber) reflected(cahaya pantulan dari peristiwa ke kamera) image (sebagian cahaya mencapai sensor gambar).

3.PERALATAN CCTV KAMERA DAN LENSA Kamera berfungsi menangkap dan mengambil gambar dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Jenis-jenis kamera

Kamera CCTV berdasarkan Image Sensor Teknologi CCDpada umumnya dalam aplikasi CCTV meliputi : -MOS -Interline transfer -Frame transfer. Kamera dengan teknologi MOS (Metal Oxide Semiconductor)akhir-akhir ini sensitivitas dan resolusi aplikasi rendah. Fungsi kamera ini sangat memuaskan dalam terang, menerangi. Bayangan-bayangan menyebabkan permasalahan untuk kamera MOS, hilangnya detailgambar dalam area yang lebih gelap. Teknologi MOS mempunyairesistansi pada panjang gelombang infra merah, kamera mampumenghasilkan gambar tajam, keriting. Kamera CCD interline transfer menggunakan pengembangan MOS.Piksel gambar disusun dalam kolom dan baris, masing-masingdipisahkan oleh ruang kecil. CCD menggunakan ruang ini untukmemindahkan muatan dari penginderaan piksel sebenarnya ke areapenyimpan. Tidak sebagaimana halnya kamera MOS akhir yangrendah, kamera interline transfer CCD memiliki sensitivitas inframerahyang dapat ditingkatkan dengan menambahkan filter.

CCD Image Sensor

Kamera CCTV berdasarkan format Gambar: Analog CCTV(yaitu kamera yang mengirimkan continuous streaming video melalui Kabel Coaxial format Analog, kurang tepat untuk system CCTV) Digital CCTV(yaitu kamera yang mengirimkan discrete streaming video melalui Kabel UTP terhubung dengan internet format Digital, memberikan Fitur-fitur tambahan dalam system CCTV)

Kamera CCTV berdasarkan Lokasi penempatan: Indoor Camera Indoor Camera adalah kamera yang ditempatkan di dalam gedung, umumnya berupa Dome (Ceiling) Camera,Standard Box Camera.

OutDoor Camera Outdoor camera adalah kamera yang ditempatkan di luar gedung dan memiliki casing yang dapat melindungi kamera terhadap hujan, debu, maupun temperatur yang extreme. Umumnya berupa Bullets Camera yang telah dilengkapi dengan Infra Red Led (Infra Red Camera). Disamping outdoor camera, standard box camera juga sering kali ditempatkan di luar dengan menggunakan tambahan Outdoor Housing.

Kamera CCTV berdasarkan waktu penggunaan Standard Day Camera CCTV yaitu kamera yang digunakan untuk memonitor ruang yang memiliki tingkat penerangan cukup baik secara konsisten (di atas 0.5 lux) Standart Day Camera

Day-Night Camera CCTV yaitu kamera yang digunakan untuk memonitor ruang yang memiliki tingkat penerangan kurang (di bawah 0.5 lux terus menerus ataupun sebagian waktu) Day Night Camera

Kamera CCTV berdasarkan Mekanisme kontrol kamera Motorized Camera CCTV yaitu kamera yang dilengkapi dengan motor untuk menggerakan sudut pandang ataupun focus secara remote. Motorized camera meliputi beberapa jenis camera seperti: zoom camera dan speed dome camera. PTZ Camera

Fixed Camera CCTV yaitu kamera yang sudut pandang dan fokusnya harus disetting secara manual pada saat instalasi. Fixed Camera

Kamera CCTV berdasarkan Resolusi kamera High Resolution: kamera yang memiliki resolusi di atas 480 TVL Standard Resolution: kamera yang memiliki resolusi 380 480 TVL Low Resolution: kamera yang memiliki resolusi dibawah 380 TVL Low Dan high Resolution

PENGKABELAN DAN ADAPTOR BNC (Bayonet Neill Concelman) connector adalah tipe konektor RF yang pada umumnya dipasang pada ujung kabel coaxial, sebagai penghubung dengan kamera CCTV dan alat perekam (DVR) maupun secara langsung ke monitor CCTV. BNC Conector Kabel Coaxial merupakan sebuah jenis kabel yang biasa digunakan untuk mengirimkan sinyal video dari kamera CCTV ke monitor. Ada beberapatipe kabel coaxial yaitu : RG-59, RG-6

dan RG-11. Penggolongannya berdasarkan diameter kabel dan jarak maksimum yang direkomendasikan untuk instalasi kabel tersebut. Lihat tabel dibawah.

Coaxial Cable Peralatan untuk Crimpkabel coaxial digunakan sebagai alat bantu untuk memasang konektor BNC pada kabel coaxial.

Tang Crimp Conektor RJ-45 yaitu digunakan untuk conektor kabel jaringan dari kamera cctv ke computer untuk membentuk suatu jaringan dimana dalam hal ini hanya berlaku pada system CCTV berbasis internet.

Conetor RJ 45 Kabel UTP yaitu kabel yang digunakan bersamaan dengan konektor RJ-45, dimana hanya digunakan pada system CCTV berbasis internet yang dapat dipantau langsung melalui jaringan internet dimana saja dan kapan saja.

Coaxial Cable Kabel Power digunakan untuk memasok tegangan AC (searah) 220 V ke adaptor atau power supply kamera CCTV. Biasanya tipe kabel power yangdigunakan adalah NYA (2 1,5mm) maupun NYM (3 2,5mm). Instalasi kabel power ini sebaiknya juga menggunakan pipa high impact conduit.

Power Cable

Adaptor dan power supply merupakan perangkat yang menyuplai tegangan kerja ke kamera CCTV, pada umumnya tegangan yang digunakan yaitu 12 Volt DC. Namun adapula yang menggunakan tegangan 24 Volt (AC) maupun 24 Volt (DC). Hal ini tergantung pada jenis atau tipe kamera yang digunakan. Adaptor CCTV

MONITOR Monitor berfungsi mendisplaykan atau menampilkan hasil penangkapan gambar dari kamera yang berbentuk sinyal listrik menjadi bentuk citra gambar sesuai dengan gambar secara live maupun playback. Monitor CRT Monitor LCD Monitor Plasma Monitor

MULTIPLEXER Multiplexer berfungsi mengatur tampilan dan perekaman gambar dari kamera ke monitor dan VCR. Multiplexer

DIGITAL VIDEO RECORDER DVR memiliki kemampuan sebagai multiplexer dan VCR, namun berbasis teknologi digital computer. DVR dibuat khusus merekam dengan Hardisk sebangai media penyimpanan. Keunggulan DVR: Kualitas gambar dengan Resolusi T640x480High Penyimpanan besar dan lama (Hardisk) Back Up ke CD ROM / computer Koneksi dengan INTERNET Jadwal rekam di atur Otomatis Controller kamera yang dapat di gerakkan Sedikit perawatan.

Jenis Digital Video Recorder Stand Alone : alat perekaman yang mengatur pembagian tampilan di monitor.tidak memerlukan tambahan PC dan instalasi software khusus, namun lama dan besar penyimpanan terbatas pada slot hardisk dan tidak konek internet. DVR Stand Alone

DVR Card :sebagai penghubung antara PC dan CCTV. Memiliki fungsi sebagai alat perekam, penagtur tampilan, alat penggerak kamera PTZ, dan remote View sytem melalui jaringan LAN, MAN, INTERNET. Lama dan besar penyimpanan di tentukan besar hardisk. DVR Card

Mengukur kebutuhan hardisk Jumlah kamera Jumlah Frame/second Ukuran frame ( CIF 352x288PAL, D1 704x576PAL) Kualitas video Lama waktu perekaman ( DAY/hari) Berdasrkan factor-faktor di atas dengan asumsi 1 kamera, 1 frame/second, full frame D1, kualitas standart, 1 hari ukuran data video kurang lebih 330MB, bila menggunakan Frame CIF maka ukuran video menjadi 145MB.

3.PERANCANGAN CCTV SISTEM CCTV SEDERHANA Sistem CCTV yang paling sederhana terdiri dari kamera statik, multiplexer/switcher dan TV monitor,. Kamera dapat di tempatkan di beberapa area/ruangan yang dianggap penting dan seluruh kejadian dipantau oleh monitor. sistem ini digunakan dengan pengawasan langsung oleh operator Sistem CCTV Sederhana Perancangan dengan menggunakan 4 buah kamera CCTV yang dihubungkan langsung dengan monitor mempunyai prinsip yang hamper sama dengan perancangan dengan menggunakan 1 buah kamera CCTV. 4 buah kamera dihubungkan dengan menggunakan kabel coaxial ke monitor. Perancangan seperti ini masih tergolong perancngan system yang

sederhana, hal tersebut dikarenakan pada proses perancangan tanpa disertakan dengan komponen perekam. Sehingga dengan model perancangan seperti ini, hanya dapat memantau objek yang terpantau oleh kamera CCTV. Dalam melakukan perancangan tentunya harus memahami prinsip dari penempatan dari sebuah kamera CCTV. Hal ini bertujuan agar system yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan kita. Hal yang perlu diperhatikan antara lain : Penentuan sudut pandang kamera yang sesuai dengan kebutuhan Pengaturan cahaya ruangan agar sesuai dengan penempatan posisi kamera. Hal ini bertujuan agar cahaya dengan lensa kamera tidak saling berlawanan. Sehingga dihasilkan gambar objek yang baik. Penentuan jarak antara kamera dengan ogjek yang diamati harus tepat.

SISTEM CCTV DENGAN VIDEO RECORDER Sistem CCTV dengan Video Recorder adalah penambahan alat perekam pada Sistem CCTV Sederhana. Sistem ini terdiri dari kamera statik, multiplexer/switcher, TV monitor dan Video Recorder yang menggunakan kaset VHS.Dengan adanya alat perekam operator tidak harus terus menerus mengawasi monitor. Alat perekam juga memungkinkan kejadian yang sudah berlalu dapat di review/lihat kembali. Sistem CCTV Video Recorder

SISTEM CCTV DENGAN KAMERA YANG DAPAT DIGERAKKAN Apabilah dibutuhkan cakupan wilayah yang luas untuk diamati, penggunaan satu kemera yang statis tidak lagi memadai dan membutuhkan beberapa kemera statis untuk mengawasi wilayah yang luas tersebut. Solusi unutk masalah ini adalah dengan menggunakan kamera yang dapat digerakkan sehingga cakupan wilayah dapat lebih luas. Kamera ini dapat digerakkan secara vertikal dan horizontal dengan menggunakan Controller yang di operasikan oleh operator. Kamera statis dan kamera yang dapat digerakkan dapat digunakan secara bersamaan.demikian pula dengan penambahan video recorder untuk merekam kejadian. Combinated Controller

Controller Sistem

SISTEM CCTV DENGAN DIGITAL VIDEO RECORDER

Sistem CCTV dengan DIgital Video Recorder DVR dibuat khusus untuk merekam dengan menggunakan Harddisk sebagai media penyimpanan. DVR sudah meliputi fungsi Multiplexer/Switcher dan Controller untuk kamera yang dapat digerakkan. Sistem ini terdiri dari kamera, monitor dan DVR. Sistem ini dapat dikoneksikan langsung ke jaringan komputer (LAN).

SISTEM DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER Sistem ini terdiri dari komputer, CCTV Card, dan Software CCTV. Sistem ini adalah kelas yang tertinggi dari teknologi CCTV dengan kualitas gambar yang tinggi, dapat dimonitor dari komputer lain yang ada dalam jaringan LAN, fleksibilas yang lebih baik dibanding DVR, dan banyak keunggulan lainnya. Gambar yang direkam di Komputer menggunakan teknologi kompresi data sehingga memungkinkan meyimpan gambar selama 30 hari terus menerus dengan Harddisk 80 GB dan 4 kameranya.

Sistem CCTV dengan Komputer

Beberapa keunggulan dari Sistem ini, adalah: Rekaman dengan kualitas tinggi Sedikit atau tidak perlu perawatan Kecepatan perekaman yang dapat di kostumasi Dapat menyimpan rekaman 30-60 hari Dapat Menampilkan banyak kamera secara bersamaan Mampu mendeteksi objek yang bergerak dan Alarm Pengaturan jadwal secara otomatis, Memiliki kontrol gerak dan pembesaran/zoom untuk kamera

INTEGRASI DENGAN SISTEM LAIN SEBAGAI PENGEMBANGAN DARI CCTV Berdasarkan tingkat kebutuhannya, maka Sistem CCTV dapat di integrasikan dengan sistem security yang lain, meliputi : Sistem CCTV Berintegrasi dengan Sistem Lain

Alarm Access Control System Sistem Deteksi pada Pagar Sistem deteksi Kebakaran Kombinasi Sistem CCTV dengan Access Control dapat dicontohkan apabilah seorang pegawai ingin memasuki gudang pada hari libur. Dia bisa saja masuk melewati access control tetapi kehadirannya dapat direkam oleh kamera CCTV pada saat dia memasukan identitas pada access control. Kesimpulannya kedua alat ini saling menguatkan dalam sistem security di lokasi tersebut