Mur roda untuk kendaraan bermotor roda empat

dokumen-dokumen yang mirip
Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan

SNI Standar Nasional Indonesia

Baja profil kanal U proses canai panas (Bj P kanal U)

Baja profil siku sama kaki proses canai panas (Bj P Siku sama kaki)

Baja lembaran, pelat dan gulungan canai panas (Bj P)

Busi untuk mesin pembakaran bagian dalam

Baja profil I-beam proses canai panas (Bj.P I-beam)

Pelek kendaraan bermotor kategori L

SNI. Baja Tulang beton SNI Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional BSN

Baja tulangan beton hasil canai panas Ulang

Katup tabung baja LPG

SNI Standar Nasional Indonesia. Baja tulangan beton. Badan Standardisasi Nasional

Baja lembaran dan gulungan lapis paduan aluminium seng (Bj.L AS)

Katup tabung baja LPG

Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG

Kawat baja tanpa lapisan untuk konstruksi beton pratekan (PC wire / KBjP )

Baja lembaran lapis seng (Bj LS)

Papan partikel SNI Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Pusat Standardisasi dan Lingkungan Departemen Kehutanan untuk Diseminasi SNI

Jaringan kawat baja las untuk tulangan beton

Baja lembaran lapis seng (Bj LS)

Bambu lamina penggunaan umum

Baja tulangan beton SNI 2052:2014

Sepeda Syarat keselamatan

Spesifikasi batang baja mutu tinggi tanpa pelapis untuk beton prategang

SKEMA SERTIFIKASI PELEK KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI L SNI 4658: 2008

Pelek kendaraan bermotor kategori M, N dan O

Pelek kendaraan bermotor kategori M, N dan O

Kayu gergajian Bagian 2: Pengukuran dimensi

SNI. Baja tulangan beton SNI Standar Nasional Indonesia ICS ~ Stanzfardisasi. w $$: '" Nasioi:al. -..

Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG

Spesifikasi baut baja hasil perlakuan panas dengan kuat tarik minimum 830 MPa (ASTM A 325 M 04,IDT)

Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton

Tusuk-kontak dan kotak-kontak untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Bagian 1-1: Persyaratan umum Bentuk dan Ukuran

Batang uji tarik untuk bahan logam

SNI 0103:2008. Standar Nasional Indonesia. Kertas tisu toilet. Badan Standardisasi Nasional ICS

Cara uji slump beton SNI 1972:2008. Standar Nasional Indonesia

Pupuk kalium klorida

Cara uji bakar bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

SNI Standar Nasional Indonesia. Semen portland putih

Cara uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan bola (ring and ball)

Spesifikasi baut mutu tinggi untuk penyambung struktur baja

Cara uji slump beton SNI 1972:2008

SKEMA SERTIFIKASI PELEK KENDARAAN BERMOTOR KATEGORI M,N,O SNI 1896 : 2008

Ikan segar - Bagian 3: Penanganan dan pengolahan

Cara uji kepadatan ringan untuk tanah

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi

Semen portland campur

Kertas dan karton - Cara uji daya serap air- Metode Cobb

Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (UMH-Fisik) dengan alat ukur arus tipe baling-baling

Spesifikasi kereb beton untuk jalan

Cara uji kuat tekan beton ringan isolasi

SNI Standar Nasional Indonesia. Udang beku Bagian 3: Penanganan dan pengolahan

Kayu lapis indah jenis jati Bagian 1: Klasifikasi, persyaratan dan penandaan

Filet kakap beku Bagian 3: Penanganan dan pengolahan

SNI 0123:2008. Standar Nasional Indonesia. Karton dupleks. Badan Standardisasi Nasional ICS

Spesifikasi aspal cair tipe penguapan sedang

TI-2121: Proses Manufaktur

Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar

SNI 7827:2012. Standar Nasional Indonesia. Papan nama sungai. Badan Standardisasi Nasional

Metode uji penentuan persentase butir pecah pada agregat kasar

Cara uji fisika - Bagian 1: Penentuan suhu pusat pada produk perikanan

Cara uji abrasi beton di laboratorium

Metode uji penentuan ukuran terkecil rata-rata (UKR) dan ukuran terbesar rata-rata (UBR) butir agregat

Kabel berinsulasi PVC dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V Bagian 4: Kabel berselubung untuk perkawatan magun

Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. cara membandingkan hasil perhitungan manual dengan hasil perhitungan

Spesifikasi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk tulangan beton

Cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan

Cara koreksi kepadatan tanah yang mengandung butiran kasar

Semen portland komposit

Kertas dan karton - Cara uji kekasaran Bagian 1: Metode Bendtsen

Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton

Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder

BAJA TULANGAN BETON BERSTANDAR SNI 2052:2014

Mesin pemecah biji dan pemisah kulit kakao - Syarat mutu dan metode uji

Kayu lapis untuk kapal dan perahu

Cara uji daktilitas aspal

Baja gelombang untuk pagar pengaman jalan

PEDOMAN Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik

Cara uji fisika - Bagian 4: Pemeriksaan kemasan kaleng produk perikanan

Kayu bundar daun jarum Bagian 2: Cara uji

LANDASAN TEORI. Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan

SNI 2435:2008 Standar Nasional Indonesia

SKEMA SERTIFIKASI KATUP TABUNG BAJA LPG NO FUNGSI PENILAIAN KESESUAIAN PERSYARATAN

Kayu lapis dan papan blok bermuka kertas indah

METROLOGI INDUSTRI DAN STATISTIK

Spesifikasi aspal keras berdasarkan kelas penetrasi

Selang karet untuk kompor gas LPG

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 07/SE/M/2009. tentang

Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles

Tata cara pengambilan contoh uji campuran beraspal

Air demineral SNI 6241:2015

PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

SKEMA SERTIFIKASI BAN KENDARAAN BERMOTOR

Tata cara pembuatan benda uji di laboratorium mekanika batuan

Uji mutu fisik dan fisiologis benih sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)

Spesifikasi bangunan pelengkap unit instalasi pengolahan air

Cara uji bliding dari beton segar

Transkripsi:

Standar Nasional Indonesia Mur roda untuk kendaraan bermotor roda empat ICS 43.040.50 Badan Standardisasi Nasional

Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Klasifikasi... 1 4 Bentuk dan ukuran... 2 5 Syarat bahan baku... 11 6 Syarat mutu... 12 7 Cara pengambilan contoh... 12 8 Cara uji... 13 9 Syarat lulus uji... 13 10 Syarat penandaan... 13 i

Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) Mur roda untuk kendaran bermotor roda empat merupakan hasil revisi dari SNI 09-1410-1989, Mur roda untuk kendaraan roda empat. Revisi standar ini mengacu pada JIS B 2701: 1993 Wheel nuts for automobiles. Standar ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia dan dapat melindungi kepentingan produsen dan konsumen. Standar ini telah dibahas dalam Rapat Konsensus Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21 Desember 2004. Hadir dalam rapat-rapat tersebut wakil dari produsen, konsumen, lembaga penelitian, dan instansi terkait lainnya. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 43-01, Rekayasa kendaraan jalan raya. ii

Pendahuluan Mur roda untuk kendaran bermotor roda empat merupakan salah produk yang digunakan pada kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan berfungsi sebagai alat pengencang roda kendaraan. Melihat perkembangan teknologi industri otomotif di Indonesia serta kebutuhan akan produk tersebut dan banyaknya barang yang beredar di pasaran saat ini, maka perlu melakukan revisi standar yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan memenuhi kebutuhan konsumen maupun produsen. Standar ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan kepada pengguna bahwa produk Mur roda untuk kendaran bermotor roda empat layak untuk digunakan. iii

1 Ruang lingkup Mur roda untuk kendaraan bermotor roda empat Standar ini menetapkan mutu mur roda yang digunakan untuk mengencangkan pelek kendaraan bermotor roda empat yang untuk selanjutnya dalam standar ini disebut mur roda. 2 Acuan normatif ISO 4759.1:1978, Tolerance for fasteners-part 1:Bolt, screws and nut with tread diameter between 1,6 (inclusive) and product grades A,B and C. ISO 965.2:1980, ISO general purpose metric screw threads Tolerances Part 2: Limits of sizes for general purpose bolt and nut threads Medium quality. ISO 898.2:1992, Mechanical properties of fasteners Part 2: Nuts with specified proof load values Coarse thread. ISO 7575 1993, Commercial road vehicles Flat attachment wheel fixing nuts. JIS D 2701 1993, Wheel nut for automobiles. SNI 09-1267-1989, Pelapisan listrik komponen kendaraan bermotor roda empat, ketentuan umum. 3 Klasifikasi Mur roda diklasifikasikan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Tabel 1 - Klasifikasi mur roda No. Klasifikasi Gambar Keterangan 1. 2. Mur roda ukuran kecil Mur roda tunggal Dudukan tirus (taper seat) Dudukan bentuk bola (spherical seat) Dudukan rata (flat seat) Untuk pelek roda biasa (non- casting) Untuk pelek roda dari paduan ringan (casting wheel) Lihat Gambar 1 Lihat Gambar 2 Lihat Gambar 3 Lihat Gambar 4 Lihat Gambar 5 3. Mur roda bagian luar Lihat Gambar 6 Terutama digunakan untuk mobil penumpang, mobil ringan dan truk tipe kecil Terutama digunakan untukroda tunggal pada bus dan truk Terutama digunakan untuk bus dan truk 1 dari 14

Tabel 1 (lanjutan) No. Klasifikasi Gambar Keterangan 4. Mur luar Mur dalam Untuk pelek roda biasa (non- casting) Untuk pelek roda dari paduan ringan (casting wheel) Lihat Gambar 7 Lihat Gambar 8 5. Mur roda flat attachment Lihat Gambar 9 6. Mur roda dudukan rata (flat seat) 4 Bentuk dan ukuran 4.1 Mur roda ukuran kecil 4.1.1 Mur roda dudukan tirus Lihat Gambar 10 Terutama digunakan untuk roda ganda pada bus dan truk Digunakan untuk mengikat roda cadangan Bentuk mur roda ukuran kecil dudukan tirus ditunjukkan pada Gambar 1 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 2. Gambar 1 - Bentuk roda mur ukuran kecil dudukan tirus 2 dari 14

Tabel 2 - Ukuran mur roda ukuran kecil dudukan tirus Satuan dalam milimeter Ulir mur d d 1 s h t (maksimum) M10 x 1,25 12,5 17 14 sampai 15 2 M12 x 1,25 M12 x 1,5 15 19, 21 16 sampai 21 M14 x 1,5 17 22 (23) 18 sampai 21 M16 x 1,5 19 27 (26) 20 sampai 21 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Ukuran yang diberi tanda kurung dapat tidak digunakan. 3. Untuk mur yang dilengkapi tutup (cap), bentuk dan ukurannya tidak ditentukan. 4. Penampang x dapat di chamber atau recess. 4.1.2 Mur roda dudukan bentuk bola Bentuk mur roda ukuran kecil dudukan bentuk bola ditunjukkan pada Gambar 2 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 3. Gambar 2 - Mur roda ukuran kecil dudukan bentuk bola Tabel 3 - Ukuran mur roda ukuran kecil dudukan bentuk bola satuan dalam milimeter Ulir d s h M12 x 1,5 19 16 sampai 21 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978, Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Untuk mur yang dilengkapi tutup (cap), bentuk dan ukurannya tidak ditentukan 3,5 3 dari 14

4.1.3 Mur roda dudukan rata Bentuk mur roda ukuran kecil dudukan rata ditunjukkan pada Gambar 3 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 4. Gambar 3 - Bentuk mur roda ukuran kecil dudukan rata Tabel 4 - Ukuran mur roda ukuran kecil dudukan rata satuan dalam milimeter Ulir d d 1 d 2 d 3 d 4 s h h t M12 x 1,5 15 18,5 28 30 21 42,5 15,5 3 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners Part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Untuk mur yang dilengkapi tutup (cap), bentuk dan ukurannya tidak ditentukan 4.2 Mur roda tunggal 4.2.1 Mur roda untuk pelek roda non-casting Bentuk mur roda tunggal untuk pelek roda non-casting ditunjukkan pada Gambar 4 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 5. 4 dari 14

Gambar 4 - Mur roda tunggal untuk pelek roda non-casting Tabel 5 - Ukuran mur roda tunggal untuk untukpelek roda non-casting Ulir d d 1 d 2 (min.) T (mak.) s h h M16 x 1,5 28 sampai 29 36 (35) M18 x 1,5-3 41 (35) 22 sampai 26 M19 x 1,5* 38 M20 x 1,5 28 sampai 32 23 sampai 26 M24 x 1,5 38 4,5 41 25 sampai 26 CATATAN * Ukuran ini disarankan agar tidak digunakan - 8 sampai 9 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Diameter bagian pengarah (z) tidak boleh lebih dari d 1. 3. Untuk mur yang dilengkapi tutup (cap), bentuk dan ukurannya tidak ditentukan 4. Penampang x dapat diambil salah satu chamfer atau recess 5. d 1 untuk chamfer adalah diameter nominal ulir d + (2 sampai 10) 6. Pemberian tanda R yang menunjukkan ulir kanan dapat diabaikan. 4.2.2 Mur dalam untuk pelek roda dari paduan ringan Bentuk mur roda tunggal untuk pelek roda dari paduan ringan ditunjukkan pada Gambar 5 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 6. 5 dari 14

Satuan dalam milimeter Gambar 5 - Bentuk mur roda tunggal untuk pelek roda dari panduan ringan Tabel 6 - Ukuran mur roda tunggal untuk pelek roda dari panduan ringan d Ulir d d 2 T 1 s (min.) (mak.) h h M19 x 1,5* 32,5 3,5 25 8 M20 x 1,5 30 sampai 32 38 41 23 sampai 26 8 sampai 11 M24 x 1,5 30 4,5 25 sampai 28 8 sampai 13 CATATAN * Ukuran ini disarankan agar tidak digunakan z 2 sampai 6 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Diameter bagian pengarah (z) tidak boleh lebih dari d 1 3. Untuk mur yang dilengkapi tutup (cap), bentuk dan ukurannya tidak ditentukan 4. Penampang x dapat diambil salah satu chamfer atau recess 5. d 1 untuk chamfer adalah diameter nominal ulir d + (2 sampai 10) 6. Pemberian tanda R yang menunjukkan ulir kanan dapat diabaikan. 4.3 Mur roda bagian luar Bentuk mur roda bagian luar ditunjukkan pada Gambar 6 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 7. 6 dari 14

Gambar 6 - Mur roda bagian luar Tabel 7 - Ukuran mur roda bagian luar Satuan dalam milimeter Ulir mur d d 1 d 2 t (min.) (mak.) s h h M25 x 1,5 28 sampai 29-3 36 (35) 20 sampai 24 - M26 x 1,5 M27 x 1,5 3,5 41 24 sampai 26 M28 x 1,5 32 sampai 33 38 41 (38) 8 sampai 9 M30 x 1,5 4,5 41 25 sampai 26 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Ukuran yang di dalam tanda kurung agar tidak digunakan. 3. Untuk mur yang dilengkapi tutup (cap), bentuk dan ukurannya tidak ditentukan 4. Penampang x dapat diambil salah satu chamfer atau recess 5. d 1 untuk chamfer adalah diameter nominal ulir d + (2 sampai 10) 6. Pemberian tanda R yang menunjukkan ulir kanan dapat diabaikan. 4.4 Mur roda bagian dalam 4.4.1 Mur roda bagian dalam untuk pelek non-casting Bentuk mur roda bagian dalam untuk pelek non-casting ditunjukkan pada Gambar 7 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 8. 7 dari 14

Gambar 7 - Mur roda bagian dalam untuk pelek non-casting Tabel 8 - Ukuran mur roda bagian dalam untuk pelek non-casting ulir d 0 Ulir d d 1 d 2 M16 x 1,5 M25 x 1,5 27 32 sampai 33 M18 x 1,5 M25 x 1,5 M26 x 1,5 26 sampai 31 32 sampai 36 d 3 (mak.) 22,5 17 M27 x 1,5 24,5 19 satuan dalam milimeter s l 1 l 2 l 3 l 4 t 1 t 2 56 23 11 59 13 M19 x 1,5* M28 x 1,5 36 26 20 28 26 sampai 31 M20 x 1,5 M30 x 1,5 36,5 27,5 21 64 31,5 14 31 3,5 4 11 13 36 13,5 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. d untuk chamfer adalah berdiameter nominal ulir d 0 + (4 sampai 8). 3. Pemberian tanda R yang menunjukkan ulir kanan dapat di hilangkan. 8 dari 14

4.4.2 Mur roda untuk pelek roda dari paduan ringan Bentuk mur roda bagian dalam untuk pelek roda dari paduan ringan ditunjukkan pada Gambar 8 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 9. Satuan dalam milimeter Gambar 8 - Bentuk mur roda bagian dalam untuk pelek roda dari paduan ringan Tabel 9 - Ukuran mur roda bagian dalam untuk pelek roda dari paduan ringan ulir d 0 Ulir d d 1 d 2 M19 x 1,5* M28 x 1,5 M20 x 1,5 M30 x 1,5 d 3 (mak) s l 1 l 2 l 3 l 4 t 1 Satuan dalam milimeter t 2 (mak.) 30 sampai 31 36 sampai 39 26 20 63 27 13 40 4 sampai 6,5 17 27,5 21 85 39 14 49 18,5 Keterangan : * Ukuran ini disarankan agar tidak digunakan. CATATAN : 1.Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978, Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Diameter bagian pengarah (z) tidak boleh lebih dari d 1 3. Untuk champer d, mur roda single yang berdiameter nominal ulir d 0 + (4 sampai 8) harus di chamfer 4. Pemberian tanda R yang menunjukkan ulir kanan dapat diabaikan. Z (mak.) 6 9 dari 14

4.5 Mur roda flat attachment Bentuk mur roda flat attachment ditunjukkan pada Gambar 9 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 10. Ulir d (1) s (h13) Gambar 9 - Bentuk mur roda flat attachment Tabel 10 - Ukuran mur roda flat attachment d 2 (min.) d 3 (mak.) w (2) (min.) h (3) (mak.) Satuan dalam milimeter satuan dalam milimeter a (4) f (min.) (min.) 10,5 4,5 M18 x 1,5 27 23 40 5 27 M20 x 1,5 30 26 45 5,5 29 11 M22 x 1,5 33 28 49 6 34 12,5 Keterangan : (1) (2) Panjang efektif ulir adalah diameter nominal ulir d x 0,8 atau lebih. Lebar permukaan kontak flat adalah permukaan kontak mur dengan roda. (3) Nilai dapat lebih rendah sesuai dengan lebar total kendaraan. (4) Jarak dari permukaan kontak pada bagian ulir pada ring bagian ulir 4.6 Mur roda seat flat Bentuk mur seat flat ditunjukkan pada Gambar 10 dan ukurannya dirinci dalam Tabel 11. 10 dari 14

Gambar 9 - Bentuk mur roda seat flat Tabel 10 - Ukuran mur roda seat flat satuan dalam milimeter Ulir d D s h M16 x 1,5 36,5 M18 x 1,5 39 27 (26) 24 CATATAN 1. Toleransi lebar kunci (s) harus sesuai dengan ISO 4759-1:1978,Tolerance for fasteners-part 1;Bolt, screws and nuts with tread diameters between 1,6 (inclusive) and 150 mm (inclusive) and product grades A, B and C. 2. Ukuran yang ditunjukkan dalam tanda kurung boleh tidak digunakan. 5 Syarat bahan baku Bahan baku untuk mur roda adalah baja karbon atau bahan lain yang mempunyai kemampuan setara atau lebih. 6 Syarat mutu 6.1 Sifat tampak Tampak luar mur roda harus halus bebas dari kerusakan, seperti : retak, karat, sisi tajam, ada tonjolan dan cacat-cacat lain yang dapat merugikan dalam penggunaan. 6.2 Sifat mekanis Sifat mekanis mur roda harus memenuhi ketentuan dengan kekuatan tarik sesuai dalam ISO 898-2:1992, Mechanical properties of fasteners Part 2: Nuts with specified proof load values Coarse thread, sesuai dengan yang diuraikan dalam Tabel 12. 11 dari 14

6.3 Ulir mur Klasifikasi Tabel 12 - Sifat mekanis mur Mur ukuran kecil (taper seat) Min. kelas 8 Mur roda tunggal Min. kelas 8 Kelas kekuatan tarik Mur luar Min. kelas 4 (1) Mur dalam Min. kelas 8 (1) CATATAN (1) Kondisi uji dan ketentuan riteria untuk menilai kekuatan mur luar dan mur dalam dapat dilakukan berdasarkan persetujuan antara pihak-pihak yang berkepentingan. Ketelitian ulir mur adalah 6H atau klas 2 sesuai dalam ISO 965.2:1980, ISO general purpose metric screw threads Tolerances Part 2: Limits of sizes for general purpose bolt and nut threads Medium quality. 6.4 Perlakuan permukaan Permukaan mur harus diberi lapisan sesuai dengan SNI 09-1267-1989, Pelapisan listrik komponen kendaraan bermotor roda empat, ketentuan umum dan atau revisinya, atau dengan metoda lain yang setara atau lebih baik dan juga di sarankan perlakukan untuk meningkatkan kelemahan sifat mekanis. 7 Cara pengambilan contoh 7.1 Pengambilan contoh dilakukan secara acak oleh petugas pengambil contoh (PPC) 7.2 Jumlah contoh harus sesuai dengan ketentuan sebagai berikut : a) Untuk jumlah kelompok maksimum 1000 unit, diambil 5 buah contoh; b) Untuk jumlah kelompok lebih besar dari 1000 unit, diambil 1 buah contoh tambahan untuk setiap kelipatan 1000; c) Apabila dalam uji pertama tidak lulus, maka dilakukan uji ulang dengan jumlah contoh dua kali lebih banyak daripada uji pertama. 8 Cara uji 8.1 Sifat tampak Pengujian sifat tampak dilakukan secara visual 8.2 Sifat mekanis Pengujian sifat mekanis mur dilakukan sesuai dengan metoda 4.2.1 (Proof load test) yang diuraikan dalam ISO 898.2:1992, Mechanical properties of fasteners Part 2 : Nuts wth specified proof load values Coarse tread dan pemberian beban harus sesuai dengan Gambar 11. 12 dari 14

8.3 Ulir mur Gambar 11 - Uji tarik dalam arah aksial untuk mur dalam Pengujian ulir mur harus sesuai dengan ISO 965.2:1980, ISO general purpose metric screw threads Tolerances Part 2: Limits of sizes for general purpose bolt and nut threads Medium quality. 8.4 Perlakuan permukaan SNI 09-1267-1989, Pelapisan listrik komponen kendaraan bermotor roida empat, ketentuan umum dan atau revisinya. 9 Syarat lulus uji Mur dinyatakan lulus uji apabila setelah dilakukan pengujian sesuai dengan butir 8, hasilnya memenuhi ketentuan dalam butir 6. 10 Syarat penandaan 10.1 Penandaan pada produk Setiap produk mur harus diberi tanda dengan mencantumkan - ukuran nominal ulir; - tanda L (untuk ulir kiri). 13 dari 14

10.2 Penandaan pada kemasan Setiap kemasan produk mur harus diberi tanda, minimum dengan mencantumkan: - nama produk; - tipe; - ukuran nominal ulir; - tanda L (untuk ulir kiri); - jumlah. 14 dari 14