MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR

dokumen-dokumen yang mirip
MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR, MERUMUSKAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. selalu diupayakan pemerintah dengan berbagai cara, seperti penataan guru-guru,

LANDASAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Studi Pendahuluan dalam Penelitian

BAB 3 ANALISA DATA. 3.1 Perkembangan Peminatan Broadcasting Sastra China Universitas Bina. Nusantara Sejarah Universitas Bina Nusantara

BAB I PENDAHULUAN. sarana untuk berkomunikasi. Setiap anggota masyarakat dan komunitas tertentu

BAB I PENDAHULUAN. dalam aktivitas tersebut terdapat banyak penerapan komponen pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. 1. Alasan Pemilihan Tempat Magang. Kuliah Kerja Pusdokinfo (Magang) adalah mata kuliah yang wajib

BAB I PENDAHULUAN. Keempat aspek tersebut memiliki hubungan yang erat satu sama lain.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PURWOSARI

BAB I PENDAHULUAN. selalu memperhatikan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI DENGAN PENGGUNAAN MEDIA MAJALAH DI KELAS VIII SMPN 2 CIKAJANG GARUT TAHUN AJARAN 2011/2012 MAKALAH

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Bunga Lestari Dr. Wisman Hadi, M.Hum. ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. tentu diperlukan demi pembinaan manusia (siswa) yang cerdas, jujur, berdisiplin,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses pembelajaran bahasa terdapat empat kompetensi dasar, yaitu

BAB 1 PENDAHULUAN. seseorang dalam mengaktuslisasikan dirinya sepenuhnya dan selengkapnya

2015 PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA

BAB I PENDAHULUAN. yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya para siswa. Pada saat

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Tujuan utama dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran terpenting

III. METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2013;3). Penelitian pendidikan merupakan suatu kegiatan yang diarahkan kepada

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN IPS MELALUI KELOMPOK KECIL

Bahasa Jepang merupakan alat untuk berkomunikasi lisan dan tulisan. Berkomunikasi dalam bahasa Jepang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

BAB I PENDAHULUAN. dalam menimba berbagai ilmu. Banyak ilmu dan keterampilan diperoleh

BAB I PENDAHULUAN. asing lainnya seperti bahasa Jerman. Dengan diajarkannya bahasa Jerman peserta

BAB I PENDAHULUAN. perilaku seseorang. Perilaku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan suatu proses pengubahan sifat dan tata laku

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan

I. PENDAHULUAN. Pengetahuan IPA yang sering disebut sebagai produk dari sains, merupakan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut menyatakan bahwa wartawan dipahami sebagai orang yang

BAB I PENDAHULUAN. budayanya dan budaya orang lain, serta mengemukakan gagasan dan

PEMAHAMAN TEKS DISKUSI OLEH SISWA SMP NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan

Lazimnya, orang mempunyai kemauan dan termotivasi

Diajukan Oleh : IRFAKNI BIRRUL WALIDATI A

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA BIDANG STUDI IPS MATERI BENUA AFRIKA DENGAN PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Shindy Grafina Callista, 2014

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan mengharapkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

PENERAPAN KONSEP PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAKEM) DALAM MENYIMAK PUISI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI SASTRA

BAB I PENDAHULUAN. informasi baik yang sudah lalu maupun yang terbaru. Teks berita adalah naskah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nomor 1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nadhira Destiana, 2013

BAB I PENDAHULUAN. secara tepat (Tarigan dalam Fatmawati, 2009: 2). Dibandingkan ketiga

BAB I PENDAHULUAN. ide, gagasan, pikiran dan perasaan seseorang. Bahasa juga digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

Laporan Ilmiah Kedokteran

BAB I PENDAHULUAN. Kemampuan ini dapat diperoleh dengan latihan yang intensif dan bimbingan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang tidak bisa hilang selama kehidupan

BAB III PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN PENDIDIKAN (MP) A. Gambaran Umum Jurusan Tarbiyah STAIN Pekalongan

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mengajarkan sains, guru harus memahami tentang sains. pengetahuan dan suatu proses. Batang tubuh adalah produk dari pemecahan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut adalah mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yaitu menulis.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kunci utama bagi kemajuan suatu bangsa. manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan. Undang-Undang Sistem

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Oleh Nirmala Sari Siregar Fitriani Lubis, S.Pd., M.Pd.

BAB III METODELOGI PENELITIAN. penulis akan mengemukakan metode penelitian induktif. Metode penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang

, 2015 PENGARUH PENGGUNAAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP

BAB I PENDAHULUAN. Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum untuk jenis

singkat, lengkap, jelas, dan menarik, serta menggambarkan variabel yang akan ditulis/diteliti. harus sesuai dengan minat peneliti/penulisnya.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Kegiatan berbahasa tidak terlepas dari empat komponen keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia mengandung keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. berbahasa Indonesia. Bagi siswa sekolah menengah atas pembelajaran tersebut

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan isi hatinya, baik perasaan senang, sedih, kesal dan hal lainnya.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Shinta Rizki N, 2013

PUSTAKAWAN MENULIS, APAKAH SUATU KEHARUSAN Purwani Istiana Pustakawan Universitas Gadjah Mada

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia. Sumber daya manusia merupakan unsur yang paling dominan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan di dalam kelas

dituntut untuk lebih produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Transkripsi:

MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semenjak kita duduk di bangku kuliah di Perguruan Tinggi jenjang Strata 1, dalam tugas akhirnya, kita diwajibkan untuk membuat suatu karya tulis ilmiah yang disebut dengan skripsi. Saat itulah secara teoritik dan pragmatik kita mengetahui dan terjun langsung ke dalam dunia peneilitian. Penelitian yang kita lakukan didasari atas rasa keinginantahuan kita sebagai manusia terhadap suatu hal. Rasa ingin tahu manusia merupakan produksi otak khas manusia. Otak manusia mempunyai kemampuan untuk menerima, mengorganisasikan dan menyimpan data, lebih besar dari sekedar kemampuan mempertahankan hidup saja Dalam dunia pendidikan tidak akan terlepas oleh penelitian. Penelitian tidak selalu berhungan dengan dunia sains saja. Dalam dunia pendidikan juga terdapat penelitian. Karena tinggi rendahnya suatu kualitas pendidikan juga ditentukan oleh suatu penelitian. Contoh macam-macam penelitian antara lain; Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Eksperimental, Penelitian Kualitatif-Deskriptif. Persyaratan penting dalam melakukan penelitian adalah harus mengemukakan langkah-langkahnya. Langkahlangkah penelitian tersebut adalah: 1. Memilih masalah 2. Studi pendahuluan 3. Merumuskan masalah 4. Merumuskan anggapan dasar 4a. merumuskan Hipotesis 5. Memilih pendekatan 6. (a) Menentukan variable dan (b) sumber data 7. Menentukan dan menyusun instrument 8. Mengumpulkan data 9. Analisis data 10. Menarik kesimpulan 11. Menulis laporan

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai merumuskan anggapan dasar. B. Identifikasi Masalah Merumuskan anggapan dasar, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Hal tersebut dibutuhkan suatu pemikiran yang matang, renungan dan analisis masalah. Merumuskan anggapan dasar ini bisa dianggap sulit untuk siapa saja, terutama yang belum pernah melakukan suatu penelitian. C. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan anggapan dasar? 2. Bagaimana cara menentukan anggapan dasar? D. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian anggapan dasar 2. Untuk mengetahui cara menentukan anggapan dasar

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Setelah peneliti menjelaskan permasalahan secara jelas, yang harus ia lakukan ialah memikirkan suatu gagasan tentang letak persoalan atau masalah dalam hubungan yang lebih luas. Dalam hal ini peneliti harus memberikan asumsi yang kuat tentang kedudukan permasalahannya. Asumsi ini yang disebut dengan asumsi dasar atau anggapan dasar. Asumsi berarti : dugaan yang diterima sebagai dasar; landasar berpikir karena dianggap benar. Sedangkan mengasumsikan berarti menduga; memperkirakan; memperhitungkan; meramalkan. Asumsi adalah sebagai dasar dari suatu penelitian. Salah satu dari karakteristik sebuah penelitian adalah adanya asumsi-asumsi yang menurut Paul Leedy dalam Practical Research merupakan hal penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan penelitian/riset jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan penelitian/riset. Pengertian anggapan dasar adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang harus dirumuskan secara jelas. Menurut Winarno Surakhmad, anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik atau peneliti. Seorang peneliti dapat merumuskan anggapan dasar yang berbeda. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah orang sering mengatakan bahwa orang yang banyak makan akan menjadi gemuk. Hal tersebut adalah suatu anggapan bahwa semua yang dimakan orang dapat dicerna dan akan berubah menjadi lemak, maka akan meneyebabkan orang gemuk. Contoh lain adalah tentang panjangnya jam pelajaran dan waktu istrahat. Biasanya di SMA satu jam pelajaran ada 45 menit, dengan susunan

tiga jam pelajaran, lalu istirahat, dilanjutkan dua jam pelajaran dan istirahat lagi, lalu dilanjutkan lagi. Hal ini didasarkan suatu anggapan bahwa, setelah belajar anak menjadi lelah maka anak perlu istirahat. Seorang peneliti perlu merumuskan anggapan dasar, karena: 1. Agar ada dasar berpijak yang kukuh bagi masalah yang sedang diteliti. 2. Untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian 3. Guna menentukan dan merumuskan hipotesis. B. Cara menentukan anggapan dasar: Seseorang yang masih ragu terhadap suatu hal, tentu saja sulit atau tidak dapat dengan pasti untuk menentukan anggapan hal tersebut. Unruk dapat menentukan anggapan dasar, ;yang dilakukan peneliti adalah: 1. Dengan banyak membaca buku, surat kabar, atau terbitan lain. Dalam hal ini Prof. Drs. Sutrisno Hadi, M.A. mengklasifikasikan bahan pustaka menjadi dua kelompok, yaitu: a. Sumber umum: buku teks, ensiklopedi, dan lainnya b. Sumber khusus: bulletin, jurnal, periodikal (majalah yang terbit secara periodik), disertasi, skripsi, dan yang lainnya. Dari sumber acuan umum dapat diperoleh teori-teori dan konsep dasar, sedangkan dari sumber khusus dapat dicari penemuan-penemuan atau hasil penelitian. 2. Dengan banyak mendengarkan berita (TV, radio, internet), ceramah, dan pembicaraan orang lain. 3. Dengan banyak berkunjung ke tempat 4. Dengan mengadakan pendugaan berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya. Contohnya adalah: a. bahwa perubahan-perubahan kurikulum hanyalah menambah kebingungan bagi guru dan peserta didik. b. bahwa pendidikan di Indonesia belum memenuhi kriteria pemerataan kualitas pendidikan antara di kota dan di desa.

c. bahwa krisis global kedua akan berpengaruh terhadap omset para pengusaha di seluruh Indonesia. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa asumsi dasar, postulat atau anggapan dasar harus didasarkan atas kebenaran yang telah diyakini oleh peneliti, sebagai bahan pendukung anggapan dasar, peneliti sebaiknya melakukan studi perpustakaan untuk mengumpulkan teori-teori dari buku maupun penemuan dari penelitian. Apa yang sudah dibaca hendaknya langsung dicatat pada kartu, cara ini sering disebut pencatatan dengan sistem kartu. Bahan-bahan yang telah dibaca, dituliskan pada sebuah kartu dengan topik subyect matter, pada setiap kartu harus dicantumkan keterangan yang diambil agar tidak ada kesulitan apabila bukunya pinjaman atau sulit ditemukan. Ukuran kartu dapat dibuat sesuai selera. Ada tiga (3) jenis asumsi, antara lain : 1. Aksioma, yaitu suatu pernyataan yang disetujui umum tanpa memerlukan pembuktian karena kebenarannya sudah membuktikan sendiri. Misalnya, Keseluruhan itu lebih besar daripada tiap bagiannya. 2. Postulat, yaitu suatu pernyataan yang dimintakan persetujuan umum tanpa pembuktian atau suatu fakta yang hendaknya diterima saja sebagaimana adanya. Postulat biasa diajukan untuk menyamakan pengertian suatu istilah atau ungkapan dalam suatu argument, sementara dilangsungkan pembahasan mengenai suatu masalah tertentu. Misalnya, Kurangnya motivasi belajar siswa merupakan faktor penting yang mendorong kemalasan siswa mempelajari bahasa Jerman. 3. Pangkal pendapat (premise) tersamar dalam suatu entimen (enthymene) ordo pertama atau kedua. Entimen ordo pertama adalah suatu silogisme yang pangkal pendapat pertama tersirat. Suatu silogisme yang pangkal pendapat pendamping (perantara) tersirat adalah entimen ordo kedua. Faedahnya adalah: 1.Untuk memperkuat permasalahan 2.Membantu peneliti dalam memperjelas menetapkan objek penelitian, wilayah pengambilan data, instrument pengumpulan data.

Merumuskan anggapan dasar, bukanlah pekerjaan yang muda. Hal ini membutuhkan suatu pemikiran, renungan dan analisis masalah. Hal ini bisa dikatakan sulit untuk siapa saja, terutama bagi yang belum melakukan suatu penelitian. Oleh sebab itu diperlukan latihan, membiasakan dan banyak melihat contoh-contoh. Contoh : Judul Penelitian Studi tentang Peranan Orangtua terhadap pilihan profeksi Anak SMA se Daerah Istimewa Yogyakarta. Anggapan dasar yang dapat dirumuskan antara lain : 1.Hubungan antara anak dengan orangtua cukup erat 2.Anak tahu keadaan Orangtuanya (Pendidikan, Pekerjaan, Cita-cita terhadap dirinya) 3.Anak SMA sudah memahami berjenis-jenis profesi yang ada, baik dalam wilayah yang sempit maupun wilayah yang luas.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Asumsi adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang harus dirumuskan secara jelas yang memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Untuk memperkuat permasalahan (Agar ada dasar berpijak yang kukuh bagi masalah yang sedang diteliti) 2. Membantu peneliti dalam memperjelas, menetapkan objek penelitian, wilayah pengambilan data, instrumen pengumpulan data 3. Untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian 4. Guna menentukan dan merumuskan hipotesis. Untuk dapat merumuskan anggapan dasar, penilti harus banyak membaca buku, mendengarkan informasi dari berbagai sumber dan mengunjungi lokasi penelitian. SARAN Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Masukan yang konstruktif, sangat penulis nantikan agar ke depannya menjadi yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimin. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. http://riy4nti.wordpress.com/2009/07/28/hasrat-ingin-tahu-manusia/ http://rudien87.wordpress.com/2010/04/15/memilih-dan-mengemukakan-masalah-penelitianserta-menyusun-asumsi/ www.wikipedia.com www.google.com