Seed Processing Indonesia

dokumen-dokumen yang mirip
METODE PENELITIAN. Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Batch Dryer, timbangan, stopwatch, moisturemeter,dan thermometer.

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.2 MESIN EXTRUSI MOLDING CETAK PELLET PLASTIK

MITRA BALAI INDUSTRI PUSAT TEKNOLOGI SARANA PERTANIAN mitrabalaiindustri.wordpress.com / mitrabalaiindustri.webs.com

2.1 Pengertian Umum Mesin Pemipil Jagung. 2.2 Prinsip Kerja Mesin Pemipil Jagung BAB II DASAR TEORI

JENIS-JENIS PENGERINGAN

ETTY EKAWATI Dept. Agribisnis Tanaman dan Kehutanan PPPPTK PERTANIAN

BAB II LANDASAN TIORI

KATALOG PASCA PANEN JAGUNG MBI/YANMAR 2014 SOLUSI MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI

SEMINAR KOMPREHENSIF ANALISIS TEKNIK, UJI KINERJA, DAN ANALISIS EKONOMI MESIN PELECET KACANG KEDELAI EDAMAME. Angga Fajar S ( )

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PASCA

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai Maret 2013 di

STUDI PERLAKUAN PANAS PADA ALAT PENGUPAS KULIT GELONDONG UNTUK BIJI KOPI (Coffea sp.) Renny Eka Putri, Mislaini dan Andri Syaputra 1 1) ABSTRAK

BAB III PERANCANGAN PROSES

IV. PENDEKATAN DESAIN

BAB VII LAMPIRAN. Perhitungan Neraca Massa pada Proses Pengolahan Sari Buah Jambu Biji Merah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Cleaning and Grading

Lampiran 1: Mesin dan Peralatan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam SNI (2002), pengolahan karet berawal daripengumpulan lateks kebun yang

IBM KELOMPOK USAHA (UKM) JAGUNG DI KABUPATEN GOWA

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Motor Diesel, 1 silinder

PENGEMBANGAN MESIN PENYOSOH SORGUM Oleh : Ana Nurhasanah, Novi Sulistyosari, Mardison dan Abi Prabowo Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

PABRIK PUPUK KALIUM SULFAT DENGAN PROSES DEKOMPOSISI KALSIUM SULFAT DAN KALIUM KLORIDA DENGAN MENGGUNAKAN KRISTALIZER SINGLE STAGE Disusun oleh :

I. PENDAHULUAN. ditingkatkan dengan penerapan teknik pasca panen mulai dari saat jagung dipanen

PENGERING PELLET IKAN DALAM PENGUATAN PANGAN NASIONAL

Hopper. Lempeng Panas. Pendisribusian Tenaga. Scrubber. Media Penampung Akhir

Sistem Pengeringan Dorset untuk biomassa dan limbah unggas

A. MESIN PENGOLAHAN KAKAO SKALA RUMAHAN. 1. Mesin Sangrai / Gongseng kakao coklat

PERANCANGAN PISAU MESIN PEMIPIL DAN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG HADIYATULLAH

OPTIMASI RANCANG BANGUN ALAT PEMERAS BUAH JERUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERPUTARAN MOTOR LISTRIK 0,3 HP

Suhu udara pengeringan ( C) Sumber: Otten et al. (1984)


TUGAS AKHIR PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR PENGERING TERHADAP KUALITAS KAYU SUREN, SENGON, DAN MAHONI

DESAIN SISTEM PENGATURAN UDARA ALAT PENGERING IKAN TERI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI IKAN TERI NELAYAN HERYONO HENDHI SAPUTRO

Gambar. Diagram tahapan pengolahan kakao

III. METODE PENELITIAN. : Motor Bensin 4 langkah, 1 silinder Volume Langkah Torak : 199,6 cm3

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

Prarancangan Pabrik Polistirena dengan Proses Polimerisasi Suspensi Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT

BAB III METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tulang

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

Mulai. Studi Literatur. Gambar Sketsa. Perhitungan. Gambar 2D dan 3D. Pembelian Komponen Dan Peralatan. Proses Pembuatan.

KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. air pada tubuh ikan sebanyak mungkin. Tubuh ikan mengandung 56-80% air, jika

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG [1] Tidak diperkenankan mengumumkan, memublikasikan, memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini

INFORMASI PRAKTIS PENANGANAN PASCAPANEN KEDELAI. OLeh Ir. I. Ketut Tastra, MS. Informasi Praktis Balitkabi No.:

HASIL DAN PEMBAHASAN

II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga bulan April 2013 di

Para konsumen yang kami hormati, terima kasih telah memilih Mesin Pemeras Minyak kami.

TEKNOLOGI PENANGANAN PANEN DAN PASCAPANEN UNTUK MENINGKATKAN MUTU JAGUNG DITINGKAT PETANI. Oleh: Ir. Nur Asni, MS

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses pertumbuhannya yaitu berkisar antara ºc dan baik di tanam pada

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. BENTUK, FORMAT DAN ISI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI

BAB VII MESIN DAN PERALATAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

Teknologi Pengolahan Kopi Cara Basah Untuk Meningkatkan Mutu Kopi Ditingkat Petani

Sinar Jaya Abadi. Atap Fiber Transparan. 1 of 5. Keunggulan Produk : Kedap Suara Ramah Lingkungan Anti Korosi Anti Penuaan Anti Tekanan

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang berasal dari Amerika

METODOLOGI PENELITIAN

PENGUJIAN THERMAL ALAT PENGERING PADI DENGAN KONSEP NATURAL CONVECTION

METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai Mei 2013 di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

III. METODE PENELITIAN. Desember 2011 di bengkel Mekanisasi Pertanian Jurusan Teknik Pertanian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Thermodinamika Teknik Mesin

. Pedoman Teknis Pengolahan Mi Sagu - 9

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT. Proyek Menara Sentraya dilakukan oleh PT. Pionir Beton Industri

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

BAB IV MENGENAL FISIK LEMARI ES

ANALISIS PENYEBARAN PANAS PADA ALAT PENGERING JAGUNG MENGGUNAKAN CFD (Studi Kasus UPTD Balai Benih Palawija Cirebon)

Tugas akhir BAB III METODE PENELETIAN. alat destilasi tersebut banyak atau sedikit, maka diujilah dengan penyerap

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman jagung termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea. sistimatika tanaman jagung yaitu sebagai berikut :

METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET

Sandblasting Macam-Macam Abrasif Material untuk Sandblasting

BENGKEL JAYA MANDIRI UTAMA SURABAYA - INDONESIA

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN

PENGGUNAAN ALAT PENGERING UNTUK MENSUPLAY BAHAN BAKU PRODUKSI KRIPIK JAGUNG DI GROBOGAN

Persyaratan agar Pondasi Sumuran dapat digunakan adalah sebagai berikut:

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

Mesin Ayak / Air screen Cleaner (Seed Grading) SG/SPI-01 185 cm 110 cm Mesin ayak ini berbahan konstruksi besi, memiliki presisi tinggi dan membersihkan dengan sempurna untuk keperluan laboratorium. Mesin tipe SG/SPI-01 dapat digunakan pada sistem prosesing dengan lot terpisah dan berfungsi baik jika digabung dengan proses lainnya. Sangat bagus untuk pembersihan pada semua tipe benih, seperti benih-benih sayuran/ hortikultura, bunga. Dengan pengaturan lubang ayakan/screen, maka baik pula untuk jagung dan jagung manis. Kapasitas terpasang untuk cabai 15 kg/jam, Timun/Melon 20 kg dan Semangka 25 kg/jam. 1. Motor penggerak 0.37 Kwatt dengan frequency converter. 2. Penampang ayak 0,34 m2. 3. Pengaturan kecepatan hembusan udara. 4. Hopper, Vibrator dan Potensiometer untuk mempermudah pengaturan bahan baku. 5. Tachometer untuk mempermudah kalibrasi produk 6. Memiliki 3 (tiga) tingkat ayakan dengan sistem getar dan gerakan ayak. 7. Pembersihan dengan bola karet elastis. 8. Bin penampung (good seed) dibuat dari logam terpilih.

Mesin Pemisah Gravity (Gravity Separator) GS/SPI-02 165 cm 110 cm Kemampuan Mesin Pemisah Gravity GS/SPI-02 di desain berbahan besi untuk proses kontinyu maupun terpisah dalam skala produksi kecil ataupun laboratorium. Mesin ini akan bekerja optimal untuk material produk yang sudah dipisahkan berdasar ukuran diameter, panjang dan ketebalannya. Pemisah Gravity secara jelas mampu memisahkan perbedaan terkecil dalam berat yang spesifik ataupun densitas material. Mesin ini bisa digunakan untuk memisahkan biji-bijian maupun material bahan kimia yang berbentuk biji/granul. Kapasitas produksi untuk biji cabai 20 kg/jam. 1. Hopper dan pengaturan pemasukan berdasar getaran dengan control start/stop dan potensiometer.. 2. Eksentrik pengaturan area meja dan tachkometer digital pembacaan RPM 3. Pengaturan kemiringan, kecepatan getaran, dan volume hembusan udara. 4. Wadah produk terbagi atas lima fraksi dan terpasang aman di meja gravity. 5. Motor 1x240V, 50 Hz, fan motor 0,75KW, drive motor 0,37 KW dengan frekuensi converter, motor untuk vibrasi masukan 0,05KW Memiliki 3 tingkat ayakan dengan sistem getar dan gerakan ayak.

Mesin Poles (Seed Brushing) SB/SPI-03 150 cm 110 cm Mesin Poles SB/SPI-03 umumnya digunakan untuk skala laboratorium ataupun produksi kecil. Cocok digunakan untuk membersihkan permukaan benih supaya permukaan lebih halus dan lebih bersih dari penyakit yang menempel di permukaan kulit. Setelah di poles benih akan lebih bersih mengkilap dan menjadikan kualitas hasil perlakuan seed treatment lebih optimal. Pada beberapa kejadian mesin poles digunakan untuk membersihkan telur serangga hama gudang Sythopilus / Kalandra. Kekuatan mesin ini terletak pada desain jarak dan sudut antara silinder dan material, juga pemilihan material. Konstruksi besi yang kuat dan presisi menjadikan benih aman dan minim sekali tingkat kerusakan selama proses. Kemampuan mesin poles ini mencapai 1 2 kg/jam untuk benih cabe/tomat dan 500kg/jam untuk bahan biji kacang panjang. 1. Hoper untuk pemasukan material yang dilengkapi dengan vibrator. 2. Motor 1 x 240V, 50Hz; motor 0,75 KW dengan converter frekuensi, motor fan 0,55 KW. 3. Sistem peghisap debu dari mesin sehingga debu tidak tercampur dengan good material. 4. Selang pipa output dari mesin ke kotak material.

Rumah Kaca (Green House) GH/SPI-04 GH/SPI-04 type HVM (hight vertical models) dibagi menjadi 2 (dua) macam produk yaitu type HVM standard dan type HVM with cremona. Type HVM cremona ini dilengkapi dengan cremona yang menjadikanya lebih kokoh sehingga sangat cocok diaplikasikan pada lahan terbuka Green dengan House kondisi atau angin lebih yang dikenal relatif dengan besar. rumah kaca merupakan teknologi untuk menciptakan iklim lokal pada suatu lahan sehingga dapat diperoleh kondisi suhu dan Green House selain digunakan sebagai tempat produksi tamaman juga kelembaban dapat digunakan yang dapat menunjang sebagai pertumbuhan screening, tanaman pemurnian secara optimal. tamanan maupun Green pembibitan House selain tanaman. digunakan Desain sebagai green tempat house produksi dapat tamaman disesuaikan juga dapat digunakan dengan sebagai kebutuhan screening, dan pemurnian kondisi lahan. tamanan Dengan maupun desain pembibitan yang tanaman. tepat diharapkan Desain green house akan dihasilkan unit green house yang sesuai dengan tanaman yang akan dapat diproduksi disesuaikan dan atau dengan fungsional kebutuhan dari dan green kondisi house lahan. itu Dengan sendiri. desain yang tepat diharapkan akan dihasilkan unit green house yang sesuai dengan tanaman yang akan Pemilihan material, design dan pengerjaan yang tepat memberikan fungsi diproduksi yang optimal dan atau dengan fungsional ketahanan dari green maksimal. house itu sendiri. Spesifikasi green : house : 1. Rangka Besi galvanis bambu (Type tahan NTR) karat atau type besi galvanis HVM (hight tahan karat vertical (Type models) HVM) disesuai dengan kebutuhan. ukuran diameter disesuai kebutuhan. 2. Pondasi pasangan bata merah dengan cor kolom pada tiap-tiap 2. Pondasi pasangan bata merah dengan cor kolom pada tiap-tiap tiang pancang. tiang pancang. 3. Tutup Pintu samping dengan menggunakan lock door. screen anti hama. 4. Atap Tutup menggunakan samping menggunakan plastik UV 14%. screen anti hama. 5. Atap menggunakan plastik UV 14%.

Mesin Pengering Multicrop (Dryer Multicrop) DM/SPI-05 Blower + Heater Penampung 1 Penampung 2 Mesin Pengering DM/SPI-05 menjawab kebutuhan pengeringan benih terutama pada musim penghujan. Pengeringan benih yang tertunda dapat menyebabkan benih apek sehingga kualitas benih turun. Dryer multicrop ini merupakan mesin pengering benih yang dapat digunakan untuk berbagai macam jenis benih. Pengeringan pada mesin ini dilakukan dengan cara mengalirkan udara bertemperatur optimum (30-45 o C) dengan kelembaban tertentu sehingga dapat menjaga kualitas benih. Dilengkapi pula dengan termostat yang akan mematikan mesin secara otomatis apabila terjadi kelebihan panas /overheat yang dapat merusak benih. Kapasitas bak penampung bervariasi untuk benih yang berbeda, sebagai contoh untuk benih : 1. Kacang panjang / buncis 400 kg/bak 2. Mentimun 150 kg/bak 1. 2 (dua) unit bak penampung kapasitas besar. 2. Motor listrik hingga 5,5 HP 1500 rpm 3. Elemen Pemanas 2500 Watt 4. Design spesifik yang manjamin penyebaran panas ke material merata. 5. Thermostat sebagai pengaman suhu

SILO Mesin (Seed Pengering Drying 2- Multicrop 6 Ton) (Dryer SD/SPI-06 Multicrop) DM/SPI-05 Blower + Heater Penampung 1 Penampung 2 Silo (Seed Drying) SD/SPI-06 merupakan unit pengering pada proses pengolahan benih. Unit ini didesain khusus sehingga tidak akan merusak benih pada proses pengeringan itu sendiri (berbeda dengan Feed Drying yang dapat merusak daya perkecambahan benih). Unit ini digerakan dengan tenaga listrik yang akan mensuplay udara dengan temperatur 30-45 derajat celcius secara continue ke dalam tumpukan benih sampai mencapai kadar air optimum (11% - 13% untuk padi) Kapasitas terpasang untuk padi 6 ton dengan lama pengeringan 2-4 hari/unit 1. Diameter silo 1-1,5 m dengan bahan plat eser 2. Tinggi 3-5 m 3. Blower 220-240 v 5,5 HP 1500 rpm 4. Heater 5. Thermostat sebagai pengaman over heat 6. Pengatur ketinggian material sehingga penggunaan energi efisien