38 BAB IV PROSES PENGUJIAN Pengujian alat merupakan tahapan terpenting dalam membuat suatu alat, karena dengan adanya suatu pengujian kita dapat mengetahui kinerja dari alat yg kita buat, apakah dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan apa yang di targetkan, serta dari hasilnya kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari alat yang kita buat. 4.1 Metode Pengujian Pengujian yang dilakukan meliputi pengambilan data hasil pengujian dengan cara menentukan banyak oli bekas yang akan di destilasi, mencatat waktu, temperature serta tekanan yang terjadi pada saat pengujian alat. 4.2 Waktu dan Tempat 1) Pengujian Pertama Hari Sabtu tanggal 21 juni 2014, pada pukul 09.00 WIB. Pengujian dilakukan dibengkel politeknik negeri sriwijaya jurusan teknik mesin. 2) Pengujian Kedua Hari Sabtu tanggal 28 juni 2014, pada pukul 09.00 WIB. Pengujian dilakukan dibengkel politeknik negeri sriwijaya jurusan teknik mesin. 3) Pengujian Ketiga Hari Kamis tanggal 3 juli 2014, pada pukul 09.00 WIB. Pengujian dilakukan dibengkel politeknik negeri sriwijaya jurusan teknik mesin. 4.3 Tujuan Pengujian Adapun tujuan dari pengujian alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui apakah hasil perancangan dan pembuatan dari alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel ini bekerja dengan baik sesuai dengan yang direncanakan
2. Untuk mengetahui waktu dan pada temperature berapakan alat destilasi oli bekas ini dapat menghasilkan hasil dari destilasi 4.4 Alat dan Bahan 4.4.1 Alat Dalam proses pengujian alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel, diibutuhkan beberapa peralatan untuk memperlancar jalannya proses pengujian. Alat alat tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2 Alat yang digunakan No Nama Alat Fungsi 1 Kompor Gas Sebagai alat pemanas tabung reaktor 2 Botol Sebagai penampung hasil dari destilasi 3 Stopwatch 4 Gelas ukur 5 Kunci 13 dan kunci 10 6 Penyaring 7 Pompa dan selang Mengukur waktu yang dibutuhkan alat destilasi hingga mencapai titik tertentu Mengukur volume bahan oli bekas yang akan dimasukan ke dalam tabung reaktor Membuka atau mengencangkan baut dan mur pada penutup tabung reaktor Menyaring kotoran besar yang terdapat pada oli bekas Sebagai sirkulasi air pendingin di dalam tabung kondensor Gambar 9 Stopwatch 39
Gambar 10 Kunci 13 Gambar 11 Kompor gas 4.4.2 Bahan Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pengujian alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel ini adalah sebagai berikut : Table 3 Bahan yang dibutuhkan No Nama Bahan Keterangan 1 Oli bekas Bahan baku yang akan didestilasi 2 Gas PLG Sebagai bahan bakar pamanasan 3 Air Sebagai media pendingin pada saat kondensasi 40
4.5 Prosedur Pengujian Pada dasarnya pengujian ini hanya untuk mengetahui apakah alat yang dibuat sesuai dengan yang direncanakan dan mengetahui hasil dari pengujian alat apakah sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan. Adapun langkah - langkah dalam proses pengujian alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel ini adalah 1. Persiapkan bahan bakar - Pasang kompor dibagian bawah tabung reaktor - Pasang selang penyalur gas ( LPG ) ke kompor dan regulator - Pasang regulator ke tabung gas ( LPG ) 2. Persiapan dan pengisian oli bekas kedalam tabung reaktor - Siapkan penyaring di atas sebuah wadah - Tuangkan secara berlahan oli bekas delam wadah yang dilengkapi penyaring - Ukur dengan gelas ukur volume oli bekas yang akan dimasukan ke dalam tabung reaktor - Tuangkan ke dalam tabung reaktor 3. Pemasangan ( kondensor ) - Pastikan selang tidak terjepit, agar pada sirkulasi air masuk dan keluar lancar 4. Running - Pastikan semua komponen, baut dan mur terpasang dengan baik dan benar - nyalakan kompor gas - Hidupkan stopwatch - Pengambilan data siap dimulai 41
4.6 Diagram Alir Pengujian Dari hasil pengamatan proses pengujian alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel adalah sebagai berikut : Proses pemanasan oli bekas di tabung rektor Gas hasil dari pemanasan masuk ke dalam pipa penyalur yang berbentuk spiral Proses pendinginan gas di tabung kondensor 4.7 Data Hasil Pengujian Setelah dilakukan pengujian dengan prosedur yang benar maka di dapat hasil berapa waktu dan berapa temperatur yang dibutuhkan alat destilasi agar menghasilkan destilat, maka dari hasil pengujian dapat di ambil data sebagai berikut: Gas berubah menjadi cairan 42
Tabel 4 Data Pengujian 1 ( 1 liter oli bekas ) Oli Bekas (ml) Waktu / 10 Menit Temperatur ( o C) Tekanan Udara (psi) Hasil 4.25 35 o C - 4.35 70 o C - 4.45 90 o C - 1 liter 4.55 130 o C - 14 psi 5.05 155 o C Mulai Penetesan 5.15 175 o C Penetesan 5.25 185 o C Penetesan 5.35 195 o C Penetesan 5.50 200 o C Penetesan Tabel 5 Data Pengujian 2 ( 2 liter oli bekas ) Oli Bekas (ml) Waktu / 10 Menit Temperatur ( o C) Tekanan Udara (psi) Hasil 9.00 35 o C - 9.10 65 o C - 9.20 85 o C - 9.30 125 o C - 2 liter 9.40 145 o C 14 psi - 9.50 165 o C Mulai penetesan 10.10 180 o C Penetesan 10.20 190 o C Penetesan 10.30 200 o C Penetesan 43
Tabel 6 Data Pengujian 3 ( 3 liter oli bekas ) Oli Bekas (ml) Waktu / 10 Menit Temperatur ( o C) Tekanan Udara (psi) Hasil 9.00 35 o C - 9.10 60 o C - 9.20 90 o C - 3 liter 9.30 130 o C - 14 psi 9.40 150 o C - 9.50 170 o C - 10.10 180 o C Mulai penetesan 10.20 190 o C Penetesan 10.30 200 o C Penetesan 4.8 Analisa Hasil Data Pengujian Gambar 12 Hasil Destilasi 44
Pengujian alat destilasi oli bekas menjadi biodiesel ini berlangsung 4 sampai 5 jam, dikarenakan penetesan hasil dari destilasi semakin lama waktunya. Dari hasil percobaan pertama, kedua dan ketiga yang dilakukan kita dapat penyimpulkan bahwa oli bekas sebanyak 1 liter pada percobaan yang pertama lebih cepat proses pemansannya dan lebih cepet juga penetesan hasilnya, dibandingkan dengan percobaan yang ke 2 dan ketiga, ini menujukan bahwa semakin banyak oli bekas yang di panaskan, semakin lama juga proses pemansannya hingga menghasilkan destilat. Oli bekas berekasi pada kisaran 155 o agar dapat menghasilkan cairan biodiesel dengan range waktu 1 jam lewat 45 menit Dari range waktu awal penetesan sampai akhir pengujian alat destilasi, suhu yang tercatat pada temperature gauge tidak berubah dari antara 190 o C dan 200 o C, ini dikarenakan banyaknya kalor yang keluar dari tabung, ini sangat pengganggu proses pemansan di dalam tabung reaktor 45