% yoy. Jan*

dokumen-dokumen yang mirip
aruhi Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar. aruhi. Nov. Okt. Grafik 1. Pertumbuhan PDB, Uang Beredar, Dana dan Kredit KOMPONEN UANG BEREDAR

abungan, baik dalam rupiah giro valuta

aruhi Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar

aruhi Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar

aruhi Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar Mar Apr'15 % (yoy)

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengaruhi

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengaruhi

aruhi Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Memen

Perkembangan Uang Beredar (M2)

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengaruhi

Analisa Statistik Uang Beredar (M2) dan Perkembangan Dana, Kredit serta Suku Bunga Perbankan

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar. aruhi

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengaruhi

TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER

(%, SBT) (%, qtq)

Grafik 3. Pertumbuhan Per Jenis Kredit Konsumsi. Grafik 2. Perkembangan NPL Per Jenis Kredit (%) 3.0. (%, yoy)

SURVEI PERBANKAN * perkiraan

No. Jenis Kredit Rincian Kredit

Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %)

L A M P I R A N. Kantor Bank Indonesia Ambon 1 PERTUMBUHAN TAHUNAN (Y.O.Y) PDRB SEKTORAL

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mengambil langkah meningkatkan BI-rate dengan tujuan menarik minat

SURVEI KREDIT PERBANKAN

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO INDONESIA

SURVEI KREDIT PERBANKAN

No. Sektor No. Sektor No. Jenis Penggunaan

SURVEI KREDIT PERBANKAN

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.

M E T A D A T A INFORMASI DASAR

RENCANA PEMBERIAN KREDIT KEPADA DEBITUR INTI 1)

BAB I PENDAHULUAN. yang dikonsumsinya atau mengkonsumsi semua apa yang diproduksinya.

PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN DI ACEH

PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN DI ACEH

BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional (Wikipedia, 2014). Pertumbuhan

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 20

KINERJA PERBANKAN 2008 (per Agustus 2008) R e f. Tabel 1 Sumber Dana Bank Umum (Rp Triliun) Keterangan Agustus 2007

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pendapatan yang merata. Namun, dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah. Kebijakan moneter Bank Indonesia dilaksanakan dalam rangka mencapai

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

SURVEI KREDIT PERBANKAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perbankan berperan dalam mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi dan

I. PENDAHULUAN. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan Bank Sentral,

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dalam kegiatan perekonomian, dunia perbankan sangat dibutuhkan. Hal

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I- 2013

PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dan jasa dalam perekonomian dinilai dengan satuan uang. Seiring dengan

SURVEI KREDIT PERBANKAN

BAB I PENDAHULUAN. tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan

BAB I PENDAHULUAN. yang dialami sebagian besar emiten, penurunan aktivitas dan nilai transaksi, serta kesulitan

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II- 2013

BI Rate KMK KK KI. Tahun BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tabel 1

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2008

LAPORAN LIAISON. Triwulan I Konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2015 diperkirakan masih tumbuh

UMKM & Prospek Ekonomi 2006

TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER

P D R B 7.24% 8.50% 8.63% 8.60% 6.52% 3.05% -0.89% Sumber : BPS Kepulauan Riau *) angka sementara **) angka sangat sementara

BAB I PENDAHULUAN. orang. Manfaat bagi kegiatan setiap orang yakni, dapat mengakomodasi

I. PENDAHULUAN. Usaha Mikro dan Kecil (UMK), yang merupakan bagian integral. dunia usaha nasional mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang

Jenis Arus dana Pembangunan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008

PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN TRIWULAN III 2004

M E T A D A T A INFORMASI DASAR

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2010

GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN DI ACEH

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

Transkripsi:

Uang Beredar (M2) dan Faktor yang Mempengar aruhi wa uari Pertumbuhan Uang Beredar (M2) uari meningkat dibanding ember. Posisi M2 tercatat sebesar Rp4.174,2 T, atau tumbuh 14,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ember (11,9%;yoy). Peningkatan pertumbuhan tersebut terutama bersumber dari komponen M1 dan Uang Kuasi. M1 tercatat sebesar Rp918,1 T, tumbuh meningkat dari 6,2% (yoy) menjadi 9,0% (yoy). Sementara itu, Uang Kuasi tercatat sebesar Rp3.233,2 T, tumbuh meningkat dari 13,8% menjadi 16,0% (yoy). Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, meningkatnya pertumbuhan M2 pada uari dipengaruhi oleh operasi keuangan Pemerintah pusat (Pempus) dan kenaikan aktiva luar negeri bersih. Operasi keuangan Pempus tercatat tumbuh 5,2% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya (2,5%;yoy). Peningkatan pertumbuhan M2 tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih dari 9,3% (yoy) menjadi 15,3% (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit perbankan pada uari tercatat sebesar Rp3.662,6 T, tumbuh 11,4% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan ember (11,4%). Suku bunga kredit dan deposito perbankan sedikit menurun di uari. Rata-rata suku bunga kredit pada uari sebesar 12,95%, sedikit lebih rendah dibandingkan ember yang berada di level 12,96%. Sementara itu, rata rata suku bunga Deposito berjangka waktu 1, 3, 6, dan 12 bulan pada uari masing masing sebesar 8,45%, 8,90%, 9,24% dan 8,82%, turun dibandingkan ember, yang masing-masing sebesar 8,57%, 8,95, 9,32% dan 8,86%. Grafik 1. Pertumbuhan PDB, Uang Beredar, Dana dan Kredit % PDB (RHS) Uang Beredar (M2) Dana Kredit (M1) Kartal % 25 5.5 20 15 10 5 0 Mei Okt Tabel 1. Uang Beredar % yoy 4.5 4.0 3.5 3.0 Uang Beredar Luas (M2) 4,173.3 4,174.2 11.9 14.3 Uang Beredar Sempit (M1) 942.2 918.1 6.2 9.0 o/w Uang kartal di luar Bank Umum dan BPR 419.3 391.3 4.9 3.0 Uang Kuasi 3,209.5 3,233.2 13.8 16.0 Surat Berharga Selain Saham 21.6 22.9 (5.2) 2.9 Sejak periode data uari 2012 dilakukan perluasan cakupan BPR melalui penambahan BPR Syariah *Data BPR masih menggunakan data ember KOMPONEN UANG BEREDAR Pertumbuhan Uang Beredar B (M2) 1 uari meningkat dibanding ember. Posisi M2 tercatat sebesar Rp4.174,2 T, tumbuh 14,3% (yoy) lebih tinggi dibanding ember (11,9%;yoy). Perkembangan M2 tersebut bersumber dari pertumbuhan M1 dan Uang Kuasi 2. M1 tercatat sebesar Rp918,1 T, tumbuh meningkat dari 6,2% (yoy) menjadi 9,0% (yoy). Sementara itu, Uang Kuasi tercatat sebesar Rp3.233,2 T, tumbuh meningkat dari 13,8% menjadi 16,0% (yoy). Kenaikan pertumbuhan M1 tersebut terutama disebabkan oleh naiknya pertumbuhan simpanan giro rupiah, sementara peningkatan Uang Kuasi terutama disebabkan oleh naiknya pertumbuhan simpanan berjangka dan simpanan giro valas. Sebagai komponen utama Uang Beredar, Dana Pihak Ketiga (DPK) 3 uari mencapai Rp4.005,5 T, atau tumbuh 14,1% (yoy) lebih tinggi dibanding ember (12,1%;yoy). Secara bulanan, posisi penghimpunan DPK uari lebih rendah dibandingkan ember sesuai dengan pola musiman, namun demikian penghimpunan DPK yang tercatat pada uari relatif lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 1 Uang Beredar dapat didefinisikan dalam arti sempit (M1) dan dalam arti luas (M2). M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi Rupiah), sedangkan M2 meliputi M1, uang kuasi, dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun 2 Uang Kuasi merupakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari Simpanan Berjangka dan Tabungan (rupiah dan valas) serta Simpanan Giro Valuta Asing 3 DPK merupakan simpanan pihak ketiga pada Bank Umum dan BPR, yang terdiri dari Giro, Tabungan dan Simpanan Berjangka dalam Rupiah dan Valas. Pada Uang Beredar, perhitungan DPK tidak termasuk simpanan yang diblokir karena kehilangan fungsinya sebagai uang. DPK dalam analisis ini dihitung menggunakan konsep moneter yaitu simpanan milik pihak ketiga, baik dalam Rp dan valas, pada Bank Umum dan BPR (tidak termasuk kantor cabang bank yang beroperasi di luar wilayah Indonesia) dalam bentuk tabungan, giro, dan simpanan berjangka. DPK menurut konsep moneter tidak termasuk simpanan milik Pemerintah Pusat dan simpanan milik bukan penduduk DSta Divisi Statistik Moneter dan Fiskal 1

Tabel 2. Penghimpunan Dana DPK % (yoy) * * * Rupiah 3,372.0 3,341.7 13.5 14.3 Giro 576.9 561.6 7.5 11.5 Tabungan 1,202.6 1,141.1 5.9 3.8 Simpanan Berjangka 1,592.5 1,638.9 22.6 24.1 Valas 637.9 663.9 12.8 Giro 268.8 283.3 3.1 10.7 Tabungan 94.2 94.8 8.6 9.6 Simpanan Berjangka 274.9 285.7 5.7 16.2 Total Jenis Simpanan 4,009.8 4,005.5 12.1 14.1 Giro 845.7 844.9 6.1 11.2 Tabungan 1,296.8 1,236.0 6.1 4.3 Simpanan Berjangka 1,867.4 1,924.6 19.8 22.8 Tabel 3. Faktor yang Mempengaruhi Uang Beredar (dalam Triliun Rp) %yoy Faktor-faktor yang Mempengaruhi 4,173.3 4,174.2 11.9 14.3 Uang Beredar Aktiva Luar Negeri Bersih 1,105.8 1,194.2 9.3 15.3 Aktiva Dalam Negeri Bersih 3,067.5 2,979.9 12.8 13.9 Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat 416.6 363.5 2.5 5.2 Tagihan kepada Pemerintah Pusat 615.8 620.3 6.6 5.4 Kewajiban kepada Pemerintah Pusat 199.2 256.8 16.6 5.8 Tagihan kepada Sektor Lainnya 3,961.6 3,936.0 12.3 12.7 o/w: Kredit 3,702.9 3,662.6 11.4 11.4 Lainnya Bersih 49.7 43.2 45.6 24.4 Sejak periode data uari 2012 dilakukan perluasan cakupan BPR melalui penambahan BPR Syariah Grafik 2. Perkembangan Kredit PHR, Properti, dan Industri Pengolahan 3 30.0 2 20.0 1 10.0 0.0 PHR Properti Industri Pengolahan May Oct Tabel 4. Kredit Properti % (yoy) Kredit Properti 554.6 545.6 17.3 16.7 KPR dan KPA 317.4 316.2 12.8 12.6 Konstruksi 146.8 141.1 27.1 27.9 Real estate 90.4 88.3 19.1 16.0 Peningkatan pertumbuhan DPK bersumber dari jenis simpanan Giro dan Simpanan Berjangka. Giro tercatat sebesar Rp844,9 T, tumbuh 11,2% (yoy) meningkat dibandingkan ember (6,1%;yoy). Peningkatan pertumbuhan tersebut bersumber dari peningkatan Giro Valas milik perusahaan bukan lembaga keuangan swasta dan BUMN. Simpanan Berjangka tercatat sebesar Rp1.924,6 T, tumbuh 22,8% (yoy) lebih tinggi dibandingkan ember (19,8%;yoy). Di sisi lain, Tabungan tercatat Rp1.236,0 T, tumbuh 4,3% (yoy) melambat dibandingkan ember (6,1%;yoy). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UANG BEREDAR Meningkatnya aktiva luar negeri bersih dan operasi keuangan pempus merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan M2,, sementara kredit tumbuh stabil. Aktiva luar negeri bersih pada uari mencapai Rp1.194,2 T atau meningkat 15,3% (yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya (9,3%;yoy). Peningkatan tersebut bersumber dari kenaikan aktiva luar negeri sebesar Rp88,1 T dan penurunan kewajiban luar negeri sebesar Rp0,4 T. Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan Uang Beredar adalah operasi keuangan Pempus. Pada uari, operasi keuangan pempus tumbuh 5,2% (yoy) lebih tinggi dibanding ember (2,5%;yoy). Meskipun pola belanja Pempus masih rendah pada awal tahun, namun relatif lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran kredit perbankan pada uari tercatat Rp3.662,6 T, tumbuh 11,4% (yoy) sama dengan periode ember. Pertumbuhan kredit yang relatif tetap tersebut dipengaruhi oleh perlambatan penyaluran kredit untuk jenis penggunaan Konsumsi dan Modal Kerja (KMK), yang terjadi bersamaan dengan peningkatan kredit Investasi (KI). Perkembangan kredit tersebut sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik (Grafik 1). Peningkatan penyaluran KI terjadi kepada sektor industri pengolahan yang posisinya tercatat sebesar Rp186,6 T, tumbuh 23,6% (yoy) meningkat dibandingkan ember (22,3%;yoy). Di sisi lain, KMK yang diberikan kepada sektor industri pengolahan tercatat sebesar Rp464,3 T, tumbuh melambat dari 11,1% (yoy) di ember menjadi 10,7% (yoy) pada uari. Perlambatan penyaluran KMK tersebut diindikasi sejalan dengan masih relatif rendahnya aktivitas produksi di DSta Divisi Statistik Moneter dan Fiskal 2

Tabel 5.. Kredit UMKM Bank Umum yoy (%) Skala Usaha Mikro 140.3 141.4 18.0 18.8 Kecil 202.0 196.2 8.4 8.7 Menengah 329.5 315.8 8.5 7.0 Jenis Penggunaan Modal Kerja 490.3 473.8 10.4 10.2 Investasi 181.5 179.5 10.1 9.0 Total UMKM 671.7 653.3 10.3 9.8 Grafik 3. 3. Perkembangan BI Rate dan Suku Bunga Simpanan Berjangka dan Kredit % % 10.0 BI Rate 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan Kredit (RHS) 13.00 9.5 12.80 9.0 8.5 12.60 8.0 12.40 7.5 12.20 7.0 12.00 6.5 6.0 11.80 5.5 11.60 11.40 May Oct 2013 Mei Okt awal tahun. Selain itu, perlambatan penyaluran KMK juga terjadi pada sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan yang tercatat sebesar Rp204,0 T, tumbuh 12,0% (yoy) melambat dibandingkan ember (13,6%;yoy). Sementara perlambatan KK terutama terjadi pada KPR/KPA dan kredit kendaraan bermotor (KKB), yang masing-masing tumbuh 12,6% (yoy) dan 13,9% (yoy), melambat dibandingkan ember (12,8% dan 17,8%;yoy). Perlambatan KMK yang diberikan kepada sektor Real Estate dan KK berupa KPR/KPA selanjutnya berdampak pada perkembangan penyaluran Kredit Properti pada uari, yang tercatat sebesar Rp545,6 T, atau tumbuh 16,7% (yoy), melambat dibandingkan ember (17,3%;yoy). Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga mengalami perlambatan pada uari. Kredit UMKM tercatat Rp653,3 T, atau tumbuh 9,8% (yoy), melambat dibandingkan ember (10,3%;yoy). Perlambatan tersebut terjadi pada kredit UMKM untuk skala usaha Menengah yang tercatat tumbuh 7,0% (yoy), melambat dibandingkan ember (8,5%;yoy). Sementara itu, kredit yang disalurkan untuk skala usaha Mikro dan Kecil masing masing tumbuh 18,8% (yoy) dan 8,7% (yoy), meningkat dibandingkan ember (18,0% dan 8,4%;yoy). Pada uari, rata-rata suku bunga kredit sebesar 12,95%, sedikit lebih rendah dibandingkan ember yang berada di level 12,96%. Sementara itu, rata rata suku bunga Deposito berjangka waktu 1, 3, 6, dan 12 bulan pada uari masing masing sebesar 8,45%, 8,90%, 9,24% dan 8,82%, turun dibandingkan ember, yang masing-masing sebesar 8,57%, 8,95, 9,32% dan 8,86% (Grafik 3). et DIVISI STATISTIK MONETER DAN FISKAL DEPARTEMEN STATISTIK DSta Divisi Statistik Moneter dan Fiskal 3

Lampiran 1. Tabel Uang Beredar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Trilliun Rp) cription May Okt Uang Beredar Luas (M2) 3,652.3 3,643.1 3,660.6 3,730.4 3,789.3 3,865.9 3,896.0 3,895.4 4,010.1 4,024.5 4,076.7 4,173.3 4,174.2 Uang Beredar Sempit (M1) 842.7 834.5 853.5 880.5 906.7 945.7 918.6 895.8 949.2 940.3 955.5 942.2 918.1 Uang Kartal di luar Bank Umum dan BPR 380.1 367.7 377.4 372.3 380.5 381.6 452.8 399.3 395.2 396.1 405.7 419.3 391.3 Simpanan Giro Rupiah 462.6 466.9 476.1 508.1 526.3 564.1 465.8 496.6 553.9 544.2 549.8 523.0 526.8 Uang Kuasi 2,787.4 2,787.0 2,785.2 2,828.7 2,860.1 2,903.4 2,959.7 2,982.7 3,044.8 3,066.4 3,099.4 3,209.5 3,233.2 Simpanan Berjangka 1,432.0 1,438.8 1,468.5 1,499.8 1,522.8 1,569.8 1,598.0 1,629.4 1,665.8 1,680.6 1,694.6 1,729.9 1,787.8 Rupiah 1,209.6 1,224.9 1,254.6 1,286.6 1,293.8 1,331.1 1,364.9 1,396.8 1,418.0 1,444.5 1,456.5 1,475.4 1,523.0 Valas 222.4 213.9 213.9 213.3 229.1 238.7 233.1 232.6 247.8 236.2 238.0 254.5 264.8 Tabungan 1,119.1 1,111.4 1,097.1 1,105.5 1,095.8 1,106.1 1,144.1 1,132.3 1,143.1 1,138.9 1,158.9 1,234.6 1,184.9 Rupiah 1,034.8 1,027.7 1,012.9 1,020.8 1,009.7 1,021.8 1,056.2 1,044.4 1,055.5 1,053.9 1,070.3 1,144.3 1,093.4 Valas 84.3 83.7 84.1 84.7 86.1 84.4 87.9 87.8 87.6 8 88.6 90.3 91.5 Simpanan Giro Valuta Asing 236.3 236.8 219.6 223.3 241.5 227.5 217.6 221.0 235.9 246.9 245.9 24 260.4 Surat Berharga Selain Saham 22.2 21.5 21.9 21.2 22.4 16.8 17.7 16.9 16.1 17.7 21.8 21.6 22.9 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi 3,652.3 3,643.1 3,660.6 3,730.4 3,789.3 3,865.9 3,896.0 3,895.4 4,010.1 4,024.5 4,076.7 4,173.3 4,174.2 Uang Beredar Aktiva Luar Negeri Bersih 1,035.8 1,013.5 987.7 1,01 1,061.8 1,077.1 1,056.4 1,069.0 1,114.2 1,096.3 1,102.3 1,105.8 1,194.2 Aktiva Dalam Negeri Bersih 2,616.6 2,629.6 2,672.9 2,715.4 2,727.5 2,788.7 2,839.6 2,826.4 2,895.9 2,928.2 2,974.3 3,067.5 2,979.9 Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat 345.7 318.7 308.6 314.1 290.8 325.3 293.7 306.3 345.8 380.0 394.5 416.6 363.5 Tagihan kepada Pemerintah Pusat 588.4 586.3 592.3 597.3 585.8 601.5 594.7 596.0 619.3 606.1 609.1 615.8 620.3 Kewajiban kepada Pemerintah Pusat 242.7 267.7 283.6 283.2 29 276.2 301.0 289.7 273.5 226.1 214.6 199.2 256.8 Tagihan Kepada Sektor Lainnya 3,492.0 3,506.2 3,549.1 3,610.3 3,651.3 3,717.7 3,747.9 3,757.1 3,823.5 3,84 3,913.5 3,961.6 3,936.0 o/w: Tagihan kepada Sektor Swasta 3,065.5 3,075.8 3,113.3 3,169.5 3,188.7 3,259.7 3,274.5 3,292.7 3,349.7 3,387.5 3,442.8 3,488.7 3,454.5 Pinjaman yang Diberikan 2,933.7 2,938.4 2,976.0 3,025.4 3,048.1 3,122.0 3,133.4 3,144.6 3,200.7 3,215.9 3,246.0 3,318.9 3,272.5 Tagihan Lainnya 131.8 137.4 137.3 144.1 140.6 137.6 141.2 148.2 149.0 171.6 196.8 169.8 182.1 Saham dan Modal Lainnya (936.0) (908.7) (902.1) (914.4) (921.8) (967.2) (944.3) (959.6) (988.5) (991.5) (1,006.4) (1,027.3) (1,060.1) Lainnya bersih 34.7 33.4 35.1 23.3 25.9 27.2 48.9 38.8 42.6 26.0 10.0 49.7 43.2 Sejak data uari 2013 dilakukan perluasan cakupan BPR melalui penambahan BPR Syariah Lampiran 2. Tabel Dana Pihak Ketiga di Perbankan (Trilliun Rp) DPK Mei Agt Okt * * * Rupiah 2,923.3 2,943.5 2,964.4 3,036.8 3,048.8 3,135.3 3,093.4 3,154.0 3,256.8 3,273.5 3,308.6 3,372.0 3,341.7 Giro 503.6 509.4 518.0 548.2 566.3 609.8 506.1 539.4 601.1 590.3 601.3 576.9 561.6 Tabungan 1,098.9 1,098.0 1,080.0 1,088.9 1,078.4 1,090.8 1,123.6 1,113.4 1,125.8 1,124.2 1,136.6 1,202.6 1,141.1 Simpanan Berjangka 1,320.8 1,336.1 1,366.4 1,399.6 1,404.0 1,434.8 1,463.7 1,501.3 1,529.9 1,559.0 1,570.6 1,592.5 1,638.9 Valas 588.4 576.9 561.0 564.4 602.9 593.3 584.2 587.5 615.9 613.3 621.5 637.9 663.9 Giro 256.0 254.9 238.9 243.9 264.3 246.8 241.1 244.0 256.2 269.1 271.7 268.8 283.3 Tabungan 86.5 85.8 86.2 86.9 88.3 86.8 90.5 90.3 90.9 88.1 91.9 94.2 94.8 Simpanan Berjangka 245.9 236.2 235.9 233.6 250.3 259.8 252.6 253.1 268.8 256.1 257.9 274.9 285.7 Total Jenis Simpanan 3,511.7 3,520.4 3,525.4 3,601.1 3,651.6 3,728.7 3,677.6 3,741.5 3,872.8 3,886.8 3,930.1 4,009.8 4,005.5 Giro 759.6 764.3 756.9 792.1 830.6 856.6 747.2 783.4 857.3 859.4 873.0 845.7 844.9 Tabungan 1,185.4 1,183.8 1,166.1 1,175.8 1,166.7 1,177.6 1,214.1 1,203.7 1,216.7 1,212.3 1,228.5 1,296.8 1,236.0 Simpanan Berjangka 1,566.7 1,572.3 1,602.3 1,633.2 1,654.3 1,694.5 1,716.3 1,754.4 1,798.7 1,815.1 1,828.5 1,867.4 1,924.6 Kurs Rp/USD 12,226.0 11,634.0 11,404.0 11,532.0 11,611.0 11,969.0 11,591.0 11,717.0 12,212.0 12,082.0 12,196.0 12,440.0 12,62 DSta Divisi Statistik Moneter dan Fiskal 4

Lampiran 3. Pinjaman Perbankan Kepada Sektor Swasta Domestik (Trilliun Rp) Keterangan Mei Okt Jenis Valuta Rupiah 2,747.2 2,780.4 2,820.9 2,857.1 2,896.7 2,958.3 2,987.9 2,983.9 3,024.1 3,032.6 3,063.9 3,121.4 3,073.2 Valas 541.5 518.3 517.9 534.1 537.5 542.5 536.7 543.0 566.1 555.1 562.3 581.5 589.4 Jenis Penggunaan KI 794.9 801.2 806.9 822.6 838.5 849.8 844.7 849.5 863.5 860.6 872.8 893.8 899.5 Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 114.4 117.1 117.6 118.6 120.6 122.4 123.5 124.6 125.1 125.9 130.1 132.1 132.9 Pertambangan dan Penggalian 39.9 39.8 39.1 39.6 40.5 39.7 38.7 40.1 42.4 41.5 40.5 46.6 47.0 Industri Pengolahan 151.0 153.5 156.5 161.1 168.3 171.8 170.7 171.8 175.9 175.3 178.8 180.8 186.6 Listrik, Gas dan Air Bersih 66.0 65.5 66.6 66.8 68.5 68.1 68.2 68.1 69.0 66.2 68.0 70.3 70.1 Konstruksi 33.0 33.1 33.7 34.2 35.9 37.1 37.4 38.1 38.7 41.9 43.2 44.9 45.6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 144.4 145.8 146.8 148.8 151.7 153.8 153.7 154.0 156.0 155.1 157.2 163.3 162.8 Pengangkutan dan Komunikasi 96.9 96.7 96.4 100.8 10 105.4 101.4 101.8 103.4 102.2 101.0 99.3 98.7 Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 85.6 86.1 86.9 88.0 91.2 93.4 93.8 93.3 94.8 95.6 94.4 94.1 93.7 Jasa-jasa 63.5 63.7 63.5 64.7 56.8 58.1 57.3 57.8 58.2 57.0 59.6 62.4 62.0 KMK 1,553.6 1,552.3 1,582.8 1,615.5 1,619.0 1,661.0 1,682.2 1,677.0 1,714.5 1,704.8 1,720.2 1,763.0 1,717.6 Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 70.7 70.0 73.7 78.2 80.8 81.4 82.7 83.7 84.6 84.7 85.3 89.5 87.8 Pertambangan dan Penggalian 79.2 80.6 77.5 81.7 73.5 73.6 80.3 85.7 88.8 81.6 85.9 92.9 93.3 Industri Pengolahan 419.6 409.9 411.4 415.2 414.5 430.3 434.8 431.9 448.6 451.6 454.5 474.2 464.3 Listrik, Gas dan Air Bersih 18.5 24.2 22.8 23.0 22.0 14.6 17.9 20.0 18.6 9.9 10.2 10.3 13.6 Konstruksi 78.7 79.9 83.6 86.5 86.9 92.1 97.3 100.9 105.7 108.1 107.2 103.4 97.0 Perdagangan, Hotel dan Restoran 556.5 562.0 578.6 590.7 604.1 624.2 624.6 618.1 624.1 628.5 636.2 639.2 626.8 Pengangkutan dan Komunikasi 59.1 56.9 59.9 62.9 65.2 6 67.5 67.7 69.1 65.6 6 66.2 63.5 Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 182.1 180.0 185.4 184.4 200.1 213.7 210.4 203.1 207.2 207.5 208.1 210.9 204.0 Jasa-jasa 89.2 88.7 89.9 92.9 71.8 66.1 66.7 66.0 67.8 67.3 67.9 76.4 67.2 KK 940.3 945.3 948.9 953.0 976.8 990.0 997.7 1,000.4 1,012.2 1,022.2 1,033.2 1,046.2 1,045.5 Total 3,288.7 3,298.8 3,338.7 3,391.2 3,434.3 3,500.7 3,524.6 3,526.9 3,590.2 3,587.7 3,626.2 3,702.9 3,662.6 DSta Divisi Statistik Moneter dan Fiskal 5