Oleh : Izza Akbarani*

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. dimatangkan oleh berbagai pergerakan yang bersifat nasional di daerah-daerah.

Sambutan Presiden RI pada Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Jakarta, 7 November 2012 Rabu, 07 November 2012

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kepemimpinan adalah bagian dari kehidupan manusia, dan haruslah

BAB I PENDAHULUAN. ini berada dalam genggaman anak bangsa Indonesia sendiri.

Peran Persatuan Indonesia dan Generasi Pemuda Terhadap Pertumbuhan Bangsa Indonesia

Contoh Naskah Pidato Tema Persatuan dan Kesatuan Bangsa/Pemuda ini bisa digunakan disaat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan atau Hari

BAB 1 PENDAHULUAN. Manfaat Penelitian, (5) Penegasan Istilah. kuatlah yang membawa bangsa ini mewujudkan cita-citanya. Peran serta

SILABUS MATA PELAJARAN: SEJARAH INDONESIA (WAJIB)

BAB IV MAKNA KEBANGKITAN NASIONAL SEBAGAI TONGGAK PERGERAKAN NASIONAL PADA AWAL ABAD KE XX. 4.1 Kebangkitan Nasional dan Pergerakan Nasional

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa jasa para pahlawannya. Itulah

BAB I PENDAHULUAN. Gerakan Revolusi merupakan perlawanan penjajah terhadap Indonesia.

MENJADI PAHLAWAN Oleh: Janedjri M. Gaffar (Sekretaris Jenderal Mahkamah Kostitusi RI)

SAMBUTAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL DALAM RANGKA UPACARA BENDERA PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-71 TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda

ACARA 100 TAHUN PERINGATAN KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2008, DI ISTANA NEGARA JAKARTA, 20 MEI 2008 Rabu, 21 Mei 2008

BAB I PENDAHULUAN. aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi. Organisasi

Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan kemerdekaan sampai hingga era pengisian kemerdekaan

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

PIDATO HARI KEBANGKITAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Dunia saat ini dilanda era informasi dan globalisasi, dimana pengaruh dari

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN. 1) Muhammad TWH, Drs.H. Peristiwa Sejarah di Sumatera Utara,(2011:85)

Peran Mahasiswa Melalui Gerakan Indonesia Membaca untuk Mewujudkan Pendidikan Indonesia yang Berkarakter Oleh : Ghoffar Albab Maarif

1) Nasionalis. 2) Pemberani

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Demokrasi menjadi bagian bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA UPACARA PERINGATAN HARI BELA NEGARA TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Yang Saya hormati Para Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM;

SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN PADA UPACARA PERINGATAN HARI OEANG KE-71 DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN. Jakarta, 30 Oktober 2017

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut

BAB I PENDAHULUAN. mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan juang.

BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA SARASEHAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE-70 TINGKAT KABUPATEN SEMARANG

I. PENDAHULUAN. tinggi yang mencapai puncaknya. Seiring berkembangnya zaman, rasa. nasionalisme dikalangan pemuda kini semakin memudar.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. yang terkandung dalam novel tersebut sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. Nasionalisme melahirkan sebuah kesadaran melalui anak-anak bangsa. penindasan, eksploitasi dan dominasi.

SAMBUTAN BUPATI BANTUL DALAM RANGKA TIRAKATAN PERINGATAN HUT KE-70 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA DI KABUPATEN BANTUL

SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PADA UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-107 TAHUN 2015 TANGGAL 20 MEI 2015

SAMBUTAN PADA UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN KE-66 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 TANGGAL 17 AGUSTUS 2011

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2015

Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Saat ini globalisasi berkembang begitu pesat, globalisasi mempengaruhi

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PADA UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE 107 TAHUN 2015

Diskusikan secara kelompok, apa akibat apabila Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diubah. Bagaimana sikap kalian terhadap hal ini?

Oleh. Soekirno. Tantangan Budaya Baca dan Perbukuan Nasional. Tantangan Budaya Baca dan Perbukuan Nasional

A. Latar Belakang B. Rumusan Maalah C. Pembahasan Pengertian Nasionalisme Ernest Renan: Otto Bauar: Hans Kohn L. Stoddard: Dr.

Waktu: 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi: Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

AMANAT MENTERI SOSIAL RI PADA UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2O16

C. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera bagi kita semua.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2016

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

2) Sanggupkah Pancasila menjawab berbagai tantangan di era globalisasi tersebut?

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012. Hilangnya Rasa Nasionalisme Remaja Berimbas Kehancuran Bangsa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

Gerakan Nasional Revolusi Mental

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

SAMBUTAN KETUA DPRD KABUPATEN KEBUMEN P A D A MALAM TASYAKURAN HARI ULANG TAHUN PROKLAMASI KE 72 TAHUNREPUBLIK INDONESIA Rabu, 16 Agustus 2017

Wawancara disampaikan dengan bahasa yang baik, sopan dan santun, tidak bernada keras.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL SENIN, 2 MEI 2016

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. positif pula. Menurut Ginnis (1995) orang yang optimis adalah orang yang merasa

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATUH, SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, OM SWASTIASTU, NAMO BUDHAYA,

MAKALAH KAJIAN KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN MAKNA NASIONALISME DALAM PEMIMPIN. Disusun oleh: Alvi Muhayat Syah

Politik Diplomasi Ki Bagus Hadikusuma Oleh: Dr. Martinus Sardi, MA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gerakan yang lahir dan mengakar di bumi Nusantara merupakan bagian

BERSATU MENGATASI KRISIS BANGKIT MEMBANGUN BANGSA

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN PADA PERINGATAN HARI OEANG KE 66

Gambar: Pertemuan pemuda Indonesia

BAB I PEDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. khas sekaligus aset bagi bangsa Indonesia. Generasi muda sudah banyak

Tanggal 17 Agustus Assalamu alaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita sekalian.

MAHASISWA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PEMBELA MERAH PUTIH. Membangun(kan) Nasionalisme Pemuda

NO URUT. 16. Sumber : = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA RESEPSI KENEGARAAN DALAM RANGKA PERINGATAN HUT PROKLAMASI RI KE 63 TAHUN 2008

Mempersiapkan Generasi Muda yang Kompetitif, Produktif dan Inovatif dalam Menghadapi Tantangan Global di Era MEA 2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sejatinya adalah untuk membangun dan mengembangkan

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. sekaligus (Abdullah, 2006: 77). Globalisasi telah membawa Indonesia ke dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan pendidikan diharapkan

Strategi dan kiat-kiat untuk menuju kesuksesan!

Sambutan Presiden RI pd Pembukaan Kongres XXI PGRI dan Guru Indonesia 2013, 3 Juli 2013, di Jakarta Rabu, 03 Juli 2013

Indonesia di Tangan Kaum Muda

TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI

BAB I PENDAHULUAN. Pemuda sebagai generasi penerus sebuah bangsa, kader Selakigus aset. pengawasan pelaksanaan kenegaraan hingga saat ini.

KISI KISI UJIAN SEKOLAH BERBASIS KOMPUTER TAHUN NO. KOMPETENSI DASAR KLS NO SOAL Memahami corak kehidupan masyarakat pada zaman praaksara

BAB I PENDAHULUAN. suatu persamaan-persamaan dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Menurut Hayes

BAB I PENDAHULUAN. inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA RI PADA ACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-83 TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

VI. PENUTUP. A. Kesimpulan. dalam waktu singkat, yaitu mulai tahun 1961 sampai dengan Dalam kurun lima

SAMBUTAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PADA UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-108 TAHUN 2016

BAB 1 PENGANTAR Latar Belakang. demokrasi sangat tergantung pada hidup dan berkembangnya partai politik. Partai politik

EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS GLOBAL DAN MODERN PASCA REFORMASI

Lomba Esai Generasi Milenial 2017

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yanti Nurhayati, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah sebagai suatu narasi besar diperlihatkan melalui peristiwa dan

Menguatkan Nasionalisme Baru Generasi Muda yang Berkarakter (dalam Upaya Mengembangkan Model Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Kampus)

A. Pengertian dan Kategori Nasionalisme

Transkripsi:

Oleh : Izza Akbarani* Kita sebagai bangsa yang baru lahir kembali, kita harus dengan cepat sekali cepat check up mengejar keterbelakangan kita ini! Mengejar di segala lapangan. Lapangan politik kita kejar, lapangan ekonomi kita kejar, lapangan ilmu pengetahuan kita kejar, agar supaya kita benar-benar di dalam waktu yang singkat bisa bernama bangsa Indonesia yang besar, yang pantas menjadi mercusuar daripada umat manusia di dunia! Bung Karno- Bangsa Indonesia yang besar, itulah cita-cita para founding fathers, cita-cita para pemimpin, dan cita-cita para pemuda ketika kemerdekaan 1945 berhasil direngkuh oleh bangsa ini. Tercermin di setiap pidatonya yang menggebu-gebu dan penuh keyakinan, Bung Karno berhasil membius ribuan rakyat Indonesia untuk berjuang melawan segala bentuk penjajahan dan keterbelakangan. Penjajahan dan keterbelakangan yang merongrong Bangsa Indonesia berhasil ditumpas dengan semangat perjuangan, sebuah semangat yang menggelora demi satu tujuan-bangsa yang merdeka. Terlepas dari tahun 1945 ketika cita-cita untuk mewujudkan bangsa yang merdeka telah diraih, tahun-tahun selanjutnya bahkan puluhan tahun kemudian apakah Indonesia menjadi sebuah negara yang lebih baik? Korupsi mendarah daging, anak jalanan terlantar, impor pangan, sumber daya alam dikuasai asing, bahkan budaya di klaim oleh bangsa lain merupakan satu cerminan yang dapat kita renungkan apakah benar bangsa ini (sudah) merdeka? Berbagai persoalan yang melilit bangsa ini masih harus ditambahi dengan arus pemberitaan yang kebanyakan hanya menonjolkan sisi negatif, seakan tak ada satu kabar baik pun yang dapat menghiasi. Akibatnya sebagai rakyat dan calon pemimipin yang seharusnya mempunyai rasa ikut memiliki bangsa ini, kita menjadi malas. Malas dengan pemerintah, malas dengan politik, malas dengan birokrasi, bahkan malas dengan orang-orang dari bangsa kita sendiri. Krisis kepercayaan ini menjadi harga yang harus dibayar dengan mahal ketika generasi muda sudah tidak mau lagi peduli dengan apa yang sudah, sedang dan akan terjadi dengan bangsa ini. Lantas apa yang seharusnya kita lakukan untuk mewujudkan suatu perubahan? Satu hal yang sangat penting dan sering kita lupakan adalah rasa optimis.

Optimis, bangsa yang besar adalah bangsa yang optimis. Optimis di tengah kesulitan. Optimis di tengah sebuah tantangan. Optimis di tengah arus perubahan. Sejatinya tak berlebihan jika bangsa ini dikatakan sedang dilanda dengan arus pesimisme. Pesimismepaham yang beranggapan atau memandang segala sesuatu dari sudut buruknya saja-ditandai dengan partisipasi dan kontribusi politik yang rendah, krisis kepercayaan terhadap pemimpin, serta sumber informasi yang berisi mayoritas negatif. Bahkan bisa dikatakan arus pesimisme ini bisa lebih berbahaya dari serangkaian kasus korupsi yang sedang mengguncang saat ini. Bisa dibayangkan jika pesimisme terus menggerogoti setiap individu, maka yang terjadi adalah bangsa ini akan stagnan atau bahkan mungkin lebih buruk dari yang sebelumnya sebagai akibat dari tidak adanya perubahan. Optimis yang berarti selalu berpengharapan baik dalam menghadapi segala hal perlu ditumbuhkan kembali oleh setiap generasi yang bisa diawali oleh pemimpin. Satu kutipan dari Anies Baswedan seorang penggagas Indonesia Mengajar, bahwa pemimpin seharusnya mengirim harapan bukan ratapan, bisa menjadi motivasi dan cambuk untuk kita agar dapat selalu melihat dan mencari sisi positif dalam setiap aspek yang kita hadapi. Optimisme yang kita lakukan inilah yang dapat menjadi senjata yang ampuh. Senjata untuk melawan segala persoalan dan kesulitan bangsa. Senjata untuk bangkit dari keterpurukan. Senjata untuk menularkan harapan baik yang sejatinya akan terus ada.. Sebagai seorang Indonesia-sebuah bangsa dengan segala kelemahan dan keunggulannya-kita dapat melihat sisi optimis dari berbagai aspek. Dari sebuah kata OPTIMIS, kita bisa melebarkan arti dari setiap huruf menjadi satu rangkaian untuk membentuk jiwa yang optimis. Dari jiwa-jiwa yang optimis inilah diharapkan akan membangun satu bangsa yang optimis pula. (O)ptimal Optimal yang berarti terbaik atau tertinggi sudah seharusnya kita terapkan dalam setiap kegiatan positif yang kita jalankan. Optimal di berbagai bidang yang digeluti, optimal di pelayanan yang diberikan serta optimal dalam menyelesaikan masalah sekiranya harus benar-benar diterapkan. Sebagai seorang mahasiswa misalnya, optimal dalam belajar, optimal dalam berorganisasi, dan optimal dalam mengabdi kepada masyarakat menjadi satu kewajiban mengingat hal yang dikerjakan secara optimal akan menghasilkan sesuatu

yang memuaskan pula. Optimal dalam berbagai tindakan inilah yang sepantasnya sangat perlu untuk digalakkan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia menjadi bangsa yang setengah-setengah. (P)eduli Masihkah kita peduli ketika anak-anak miskin tak mampu sekolah? Masihkah kita peduli ketika fakir miskin tak tahu harus makan apa hari ini? Sekali lagi, bangsa ini membutuhkan orang-orang yang peduli. Peduli terhadap sesama, peduli terhadap nasib saudara setanah air, peduli terhadap lingkungan dan sejuta kata peduli terhadap persoalanpersoalan bangsa. Dari rasa peduli inilah yang nantinya akan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang makmur dimana setiap individunya membantu antara satu dengan yang lainnya. (T)anggap Tanggap dalam setiap peristiwa dan solutif terhadap permasalahan adalah ciri-ciri individu yang masih mempunyai rasa percaya diri untuk membangun bangsa yang lebih baik. Tanggap bukan berarti mengeluh dalam setiap permasalahan yang terjadi tetapi tanggap adalah ketika kita bisa menemukan pemecahan masalah dengan rasa memiliki bangsa ini serta menyumbangkan ide-ide brilian sebagai perwujudan cinta tanah air. (I)ntegritas Integritas adalah hal penting yang harus dimiliki setiap individu sebagai seorang pemimpin. Integritas pemimpin di Indonesia adalah kunci utama untuk membangun bangsa yang optimis. Dari integritas pemimpin inilah nantinya akan terwujud sebuah integritas nasional yang berarti sebagai wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara. (M)oral Apa yang ada di benak anda ketika mendengar moral bangsa ini? Tindak kriminal, kasus korupsi, kekerasan, bahkan terorisme seakan menjadi cerminan kita akhir-akhir ini. Sebagai bangsa yang optimis, sudah seharusnya kita memiliki moral yang baik. Moral yang baik inilah yang akan membentuk kepribadian bangsa ini selanjutnya. Kepribadian inilah pula yang akan dinilai oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Apalagi sebagai bangsa

Indonesia yang terkenal dengan penduduk beragama, sudah sepantasnya kita menjadi contoh sebagai bangsa yang bermoral baik. (I)nspiratif Soekarno, Habibie, Ki Hajar Dewantara, R. A. Kartini merupakan sebagian kecil dari banyak toko inspiratif yang berasal dari Indonesia. Memberikan inspirasi yang besar kepada Indonesia bahkan dunia adalah satu hal yang harus kita banggakan dari tokohtokoh tersebut. Inspiratif, ketika bahkan nama Soekarno harum di daratan Mesir. Inspiratif, ketika Habibie adalah tokoh yang dibanggakan di Jerman. Sebagai bangsa yang besar, kita dapat menatap dengan optimis bahwa Indonesia bukan bangsa yang lemah mengingat kita banyak memberikan inspirasi kepada dunia. (S)antun Seorang Indonesia, idealnya adalah seorang yang santun. Seorang yang ramah, dan dikenal dunia sebagai seorang yang menjunjung tinggi budaya ketimuran, budaya yang memegang teguh kesopanan. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, seorang Indonesia tidak akan pernah melupakan sifat santun. Sehingga sebagai bangsa yang memliki ciri khas ini, kita dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang disegani dunia sebagai perwujudan kita sebagai bangsa yang optimis. Pemuda Indonesia dalam Bingkai Optimisme Pemuda, tonggak suatu negara. Sumber perubahan dan bibit pemimpin suatu bangsa adalah pemuda. Tak berlebihan jika dikatakan senyum pemuda adalah cerminan masa depan bangsa yang cerah. Optimal, Peduli, Tanggap, Integritas, Moral, Inspiratif, Santun adalah sebagian kecil sifat-sifat yang harus dimiliki pemuda Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang optimis. Jika kita kembali menengok ke belakang, Bangsa Indonesia lahir dari sebuah keoptimisan. Keoptimisan untuk meraih sebuah bangsa yang berdaulat. Keoptimisan untuk mengelola kekayaan alam yang melimpah serta keoptimisan untuk terus membangun negeri dengan sumber daya manusia yang berjuta-juta. Seharusnya dengan segala keunggulan itu, kita dapat optimis bahwa Indonesia dapat menjadi negara yang besar, negara yang disegani dengan segala usaha yang kita-pemuda-kerahkan. Di tengah persoalan yang melilit bangsa ini

diharapkan pemuda lah yang akan terus mengawali semangat optimisme untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Perlu kita ingat bahwa setiap perubahan di Indonesia selalu diawali dengan rasa optimis dari pemuda. Mulai dari pergerakan nasional hingga tonggak baru reformasi. Pemuda dan optimisme adalah satu kesatuan yang selayaknya tidak dapat dipisahkan karena pemuda yang optimis akan mewujudkan suatu bangsa yang optimis. Malang,10 Januari 2014,10.26 WIB * Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2012